PENGOPTIMALISASIAN BAURAN PROMOSI MELALUI DESAIN GRAFIS TERHADAP MINAT BELI
PADA ANAMI KOPI
PROPOSAL PENELITIAN
Diajukan oleh : Aldy Rizki Ghiffari
021120235
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS PAKUAN
BOGOR 2024
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian
Saat ini dunia yang semakin maju dan berbagai usaha semakin berkembang dengan pesat, dibuktikan dengan banyaknya pelaku usaha yang membuka bisnis dari berbagai bidang. Di Indonesia saat ini banyak pelaku bisnis di bidang makanan dan minuman, karena bisnis tersebut dinilai sebagai bisnis yang menjanjikan dilihat dari makan dan minum menjadi kebutuhan pokok manusia. Dalam kondisi ekonomi apapun permintaan akan makan dan minum akan tetap ada. Alasan tersebut menjadikan bisnis di bidang makanan dan minuman adalah bisnis yang menjanjikan, apalagi bisnis di bidang makanan dan minuman di nilai sebagai sektor yang relatif stabil dan berpotensi menghasilkan pendapatan yang konsisten/
Kementrian Perindustrian mencatat bahwa industri makanan dan minuman selama periode 2015-2019 rata-rata tumbuh sebesar 8,28% atau diatas rata-rata pertumbuhan pengolahan lainnya sebesar 4,69%. Pada tahun 2020 saja Indonesia yang kala itu dilanda oleh pandemi Covid-19 industri makanan dan minuman mampu tumbuh positif sebesar 1,58% (Nasution et al., 2023).
Dampak dari era digital membuat pelaku bisnis mendapatkan akses usaha yang cepat dan mudah. Bisnis di bidang makanan dan minuman berpotensi sangat besar di Indonesia dikarenakan era digital yang memaksa seseorang terus beradaptasi dengan perubahan tren.
Bisnis di setiap sektor sangat perlu dalam memanfaatkan kemanjuan teknologi untuk syarat bertahan hidup dan dalam kompetisi antar pembisnis lainnya (Halim et al., 2023). Saat ini juga banyak anak muda yang merintis usahanya dibidang makanan dan minuman, apalagi generasi milenial dan generasi Z merupakan generasi yang mendominasi di dunia kerja (Puspa Cahyani, 2023).
Menjamurnya kafe-kafe yang menjajakan minuman dengan bahan yang berbeda-beda dan dengan konsep kafe yang beragam membuat bisnis ini menjadi bisnis yang sedang banyak dijalani. Apalagi minuman dengan bahan dasar kopi yang anak muda hingga dewasa banyak peminatnya. Bisnis ini dapat meningkatkan konsumsi minuman hasil olahan biji kopi nasional. Selain menaikan nilai jual, munculnya banyak kedai kopi mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif dari komoditas kopi, baik untuk pasar domestik maupun ekspor. Tahun ke tahun produksi kopi di Indonesia kian meningkat. Kopi yang menjadi salah satu komoditas perkebunan di Indonesia yang banyak diminati lokal maupun mancanegara, sehingga
Indonesia dikenal sebagai salah satu produsen kopi terbesar di Dunia. Volume produksi kopi nasional meningkat secara konsisten tiap tahun sejak 2020 (Djani et al., 2023).
Gambar 1.1 Data Volume Produksi Kopi di Indonesia (2017-2022) (Sumber: Badan Pusat Statistik, 2023)
Pada gambar diatas mengenai data produksi kopi pada 2017 mencapai 716,60 ribu ton dan mengalami kenaikan pada tahun 2018 menjadi 756,00 ribu ton. Meskipun pada 2019 mengalami penutunan menjadi 752,50 namun pada tahun berikutnya produksi kembli pulih dengan produksi sebanyak 762,40 ribu ton. Setelah itu tahun berikutnya secara tren positif berlanjut hingga 2022. Pada data produksi kopi tersebut yang terdaoat fluktuasi, namun data di atas menunjukan bahwa produksi kopi di Indonesis secara keseluruhan tumbuh stabil selama priode waktu tertentu. Aceh, Sumatra, Jawa dan Sulawesi menjadi wilayah penyumbang produksi kopi terbanyak (Acehtengah, 2024).
Gambar 1.2 Data Volume Kopi Berdasarkan 10 Produsen Teratas (2022/2023) (Sumber: Databoks, 2024)
Sehubung dengan fenomena tingginya produksi kopi di Indonesia, kedai-kedai kopi mulai bermunculan dengan beragam konsep dan banyak pelaku bisnis yang menekuni dibidang yang sama yaitu bisnis minuman dengan konsep kedai kopi, serta dengan kenaikan volume kopi yang tiap tahun kian meningkat, maka pelaku usaha harus berpikir kritis bagaimana bisa menarik pelanggan dan mempertahankan pelanggan. Menurut data dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan bahwa ada 628 usaha restoran, rumah makan, dan café di Kota Bogor tahun 2022. Data tersebut menjadi acuan bahwa persaingan bisnis di Kota Bogor semakin ketat. Pemilik usaha harus memutar otak mencari inovasi terhadap produk yang dijual (Disparbud Kota Bogor, 2024). Dengan adanya inovasi dan kreativitas baik dari pelaku usaha maupun karyawannya, maka berdampak bukan hanya pada kualitas produk saja tetapi pada peningkatan jumlah penjualan, produk sulit untuk ditiru, serta dapat menyerap tenaga kerja lebih banyak (Heye, 2006).
Di era digital saat ini pemilik usaha untuk mampu mengembangkan ide inovatif dan kreatif untuk memasarkan produknya. Jika dahulu untuk menarik pelanggan dilakukan dengan pendekatan secara langsung, namun berbeda dengan sekarang yang proses memasarkan produk lebih mudah dan instan. Fenomena tersebut didukung dengan data yang diperoleh berdasarkan riset independen Toffin, bahwa kedai kopi di Indonesia hingga Agustus 2019 terdapat 2.950 gerai dengan market value yang dihasilkan hingga Rp. 4.8 triliun, angka tersebut merupakan peningkatan jumlah gerai kopi yang meningkat hampir 3 kali lipat dibandingkan 2016 yang pada saat itu hanya mencapai 1000 gerai (Islam & Utami, 2022).
Gambar 1.3 Data Pengguna Internet di Indonesia (2024) (Sumber : We Are Social, 2024)
Berdasarkan gambar diatas, We Are Social mengugkapkan bahwa pada bulan Januari tahun 2024 :
1. Total Populasi (jumlah penduduk) di Indonesia meningkat sebanyak 2,3 juta (0,8 persen) menjadi 278,7 juta penduduk.
2. Pengguna perangkat mobile meningkat sebanyak 2,5 juta (0,7 persen) menjadi 353,3 juta (126,8% dari total populasi).
3. Pengguna Internet meningkat sebanyak 1,5 juta (0,8 persen) menjadi 185,3 juta (66,5% dari total populasi).
4. Pengguna Media Sosial Aktif sebanyak 139 juta (49,9% dari total populasi).
Gambar 1.4 Data Media Sosial yang Banyak digunakan di Indonesia (Sumber: We Are Social, 2024)
We Are Social juga mengungkapkan bahwa dari pada bulan Januari tahun 2024, Media sosial yang digunakan oleh penduduk negara Indonesia yaitu sebagai berikut :
1. Pengguna Whatsapp di Indonesia sebanyak 90,9% dari jumlah populasi.
2. Pengguna Instagram di Indonesia sebanyak 85,3% dari jumlah populasi.
3. Pengguna Facebook di Indonesia sebanyak 81,6% dari jumlah populasi.
4. Pengguna Tiktok di Indonesia sebanyak 73,5% dari jumlah populasi.
Menurut Nasrullah (2015) media sosial adalah medium di internet yang memungkinkan pengguna merepresentasikan dirinya maupun berinteraksi, bekerja sama, berbagi, dan berkomunikasi dengan pengguna lain membentuk ikatan sosial secara virtual.
Media sosial di era digital ini berperan penting dalam proses pemasaran produk, terdapat banyak cara yang bisa pemilik usaha lakukan di media sosial dalam memasarkan produk sampai dengan menarik pelangggan sangat penting bagi pemilik usaha untuk mengetahui secara mendalam kapabilitas media sosial sebagai alat komunikasi pemasaran, karena hal tersebut dalam mengoptimalkan hasil yang telah ditargetkan. Melakukan promosi di media sosial perlu pemilik usaha perhatikan juga dari segi strategi promosi yang akan dilakukan.
Karena saat ini yang serba digital, pemilik usaha bisa memanfaatkan desain grafis sebagai salah satu unsur dalam menunjang perikanan produk lebih efektif.
Desain grafis merupakan jenis korespondensi desain yang memanfaatkan media gambar yang terbuka dan bermanfaat. Dengan desain grafis dapat menuangkan data dan ide pemikiran yang menggabungkan artikulasi dan sentimen yang diilustrasikan sebagai sebuah karya (Hartaroe et al., 2016). Pemilik usaha dapat memanfaatkan desain grafis sebagai salah satu startegi dalam memperkenalkan usaha baru, pengelanan produk, menarik pelanggan, mempertahankan pelanggan, dan lainnya. Penggunaan desain grafis sebagai strategi dalam meningkatkan keunggulan pasar dalam dunia bisnis biasa maupun berkelas internasional, produk, merek, dan promosi semua di desain agar dapat diterima masyarakat. Desain yang menarik dapat menghasilkan keuntungan pada sebuah bisnis bahkan perusahaan. Dapat disimpulkan bahwa desain grafis merupakan aspek yang memegang peranan penting dalam sebuah bisnis apalagi dalam hal pemasaran. Pemasaran dengan memanfaatkan aspek desain grafis dapat berpengaruh juga dalam minat beli seseorang (Eko Valentino, 2021). Semakin kreatif desain yang kita buat untuk pemasaran, maka semakin penasaran juga orang untuk melihat. Sama halnya dengan pemasaran produk dengan menggunakan desain yang kreatif akan menimbulkan banyak orang berminat dengan produk yang dipasarkan. Namun sebaliknya, jika pemasaran menggunakan desain grafis yang seadanya maka orang yang melihat pun enggan untuk melirik.
Setiap pelaku usaha mendirikan bisnis dengan tujuan meningkatkan laba atau keuntungan, maka kegiatan pemasaran adalah faktor yang sangat berpengaruh dari mencapai tujuan tersebut. Dengan pemasaan dapat meningkatkan keterlibatan pelanggan dalam berbagai kegiatan seperti produksi dan strategi pemasaran sehingga pelaku usaha dapat menyesuaikan aktivitas bisnisnya berdasarkan kebutuhan konsumen. Ketatnya persaingan usaha, kedai Anami Coffee harus mampu bersaing dengan memberikan value yang berbeda di mata dan di benak konsumen. Pemilik usaha harus memonjolkan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi minat beli dan keputusan pembelian konsumen agar dapat bertahan ditengah gempuran banyaknya pelaku bisnis yang sama dan guna meningkatkan omset penjualan.
Minat beli sangat penting dikarenakan bagian dari perilaku pembelian dalam mentalitas mengkonsumsi (Albi, 2020) .
Kegiatan-kegiatan promosi (promotion mix) merupakan salah satu strategi yang dalam mempengaruhi pasar untuk melakukan keputusan pembelian, apalagi varibel dari promotion mix yaitu periklanan merupakan bentuk alat pemasar yang dapat menampilkan pesan mengenai kehebatan produk yang ditawarkan sekaligus sebagai informasi kepada konsumen mengenai produk yang di pasarkan. Dengan iklan pemilik usaha bisa sedemikian rupa merancang hal-hal yang dingin disampaikan kepada audiens nya, apalagi di era digital ini
sangat membantu dalam menyampaikan pesan kepada sasaran audiens dengan cepat dan sekaligus banyak. Promosi digunakan untuk mendukung berbagai startegi pemasaran lainnya, mulai dari strategi produk, strategi penentuan harga, dan startegi distrubusi.
Anami Coffee merupakan salah satu kedai kopi yang berada di Kota Bogor tepatnya di Jalan Ahmad Yani No. 15, Tanah Sareal. Kedai kopi yang berdiri tahun 2022 ini di minati oleh kalangan muda mudi dikarenakan kedai kopi ini buka selama 24 jam setiap hari. Sejak 2022 kedai kopi ini mengalami naik turun dalam mendapatkan pelanggan, karena beberapa hal seperti kurangnya promosi, harga yang terlalu tinggi, dan fasilitas yang minim. Sehingga pada bulan Desember tahun 2022 Anami Coffee melakukan pembangunan kembali yang ditandai dengan unggahan #StartUlang pada Instagram Anami Coffee. Anami Coffee saat ini memanfaatkan media sosial Instagram juga TikTok sebagai alat promosi mereka yaitu
@anamicoffee. Jika dibandingan dengan kedai-kedai kopi lainnya, Anami Coffee sangat memaksimalkan fungsi media sosial sebagai alat promosi mereka.
Tabel 1.1 Penjualan Produk Anami Coffee Bulan Desember 2022 – Bulan Februari 2024
Tahun Bulan Jumlah
gelas terjual
Penjualan (Rp)
Kenaikan/
penurunan
Persentase
2023
Maret 6.101 183,030,000 - -
April 6.317 189,510,000 - 15,990,000 -8%
Mei 5.784 173,520,000 3,300,000 2%
Juni 5.894 176,820,000 -18,180,000 -9%
Juli 5.691 170,730,000 - 6,090,000 -3%
Agustus 5.271 158,130,000 - 12,600,000 -7%
September 4.654 139,620,000 - 18,510,000 -12%
Oktober 5.371 161,130,000 21,510,000 15%
November 5.569 167,070,000 5,940,000 4%
Desember 5.235 157,050,000 - 10,020,000 -6%
2024 Januari 5.379 161,370,000 4,320,000 3%
Sumber: Manajemen Keuangan Anami Coffee, 2024
Dari data penjualan Anami Coffee diatas dapat disimpulkan bahwa terjadinya fluktuatif disetiap bulannya. Kenaikan dan penurunan ini disebabkan karena banyaknya coffee shop baru yang bermunculan di Kota Bogor. Maka disini, Anami Coffee dituntut untuk melakukan promosi yang lebih banyak dari sebelumnya. Penjualan tertinggi berada pada bulan Maret dan April karena pada bulan tersebut umat beragama islam sedang melakukan ibadah puasa.
Anami melakukan promosi “Buka sampai Sahur di Anami” sehingga pelanggan masih bisa menikmati 24 jam Anami Coffee walaupun pada bulan Ramadhan.
Gambar 1.5 Promosi Anami Coffee (Sumber: Instagram @anamicoffee, 2024)
Para pemasar tentunya ingin mendapatkan hasil yang maksimal dengan strategi promosi, apalagi dengan memanfaatkan desain grafis. Karena hal tersebut mempunyai peluang yang sangat besar dalam memenangkan pasar. Strategi promosi yang dilakukan mengharapkan pemasar dapat memperkenalkan produk baru maupun mengingatkan kembali produk lama kepada pelanggan serta menaikan tingkat penjualan dan mempertahankan pelanggan yang ada. Di lihat dari fenomena dan masalah yang ada, peneliti berfokus pada peran desain grafis sebagai instrumen pengoptimalisasi bauran promosi dalam meningkatkan minat beli di Anami Coffee. Desain grafis yang di maksud adalah poster yang diunggah ke media sosial Instagram @anamicoffee. Dengan memanfaatkan desain grafis diharapkan dapat memberikan keuntungan dan keuntungan tersebut bukan hanya untuk konsumen saja, namun untuk pemilik usaha. Berdasarkan uraian di atas, maka penulis ingin meneliti
“Pengoptimalisasian Bauran Promosi melalui Desain Grafis terhadap Minat Beli pada Anami Kopi”. Sebagai judul skripsi yang diharapkan dapat memberikan informasi mengenai pengaruh strategi promosi dan upaya penulis dalam membantu perusahaan untuk memasarkan produknya dari hasil penelitian ini.
1.2 Identifikasi dan Perumusan Masalah 1.2.1 Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, maka masalah yang teridentifikasi adalah Bagaimana peran Desain Grafis dalam mengoptimalkan bauran promosi terhadap minat beli pada Anami Coffee
1.2.2 Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang dan berbagai permasalahan yang dapat diidentifikasi, maka dapat dirumuskan permasalahan ini sebagai berikut:
1. Bagaimana pengaruh desain grafis sebagai bauran promosi pada Anami Coffee?
2. Bagaimana dampak bauran promosi yang dioptimalkan oleh desain grafis terhadap minat beli di Anami Coffee?
3. Seberapa besar tingkat efesiensi dalam menggunakan desain grafis sebagai instrument dalam mengoptimalkan bauran promosi pada Anami Coffee?
1.3 Maksud dan Tujuan Penelitian 1.3.1 Maksud Penelitian
Menganalisis apakah desain grafis sebagai instrumen bauran promosi dapat berpengaruh atau tidak terhadap minat beli pada konsumen di Anami Coffee, sehingga permasalahan yang ada diharapkan bisa menemukan solusi dan dapat terpecahkan.
1.3.2 Tujuan Penelitian
Berdasarkan latar belakang dan perumusan masalah yang telah dijabarkan, maka tujuan dari penelitian ini adalah:
1. Mengetahui pengaruh desain grafis sebagai bauran promosi di Anami Coffee.
2. Mengetahui dampak bauran promosi terhadap minat beli pada Anami Coffee.
3. Menganalisa tingkat efesiensi desain grafis sebagai instrumen pengoptimalisasi bauran promosi pada Anami Coffee.
1.4 Kegunaan Penelitian 1.4.1 Kegunaan Praktis
Kegunaan praktis dari penelitian ini yaitu diharapkan dapat menambah gagasan dan pemikiran baru dan menjadi masukan terhadap pengambilan keputusan pemilik Anami Coffee dalam membuat dan menjalankan pemasarannya yang lebih baik, efektif, serta efisien, sehingga bisa menumbuhkan kesan yang baik di benak konsumennya dan pada akhirnya mendapat citra positif di mata masyarakat.
1.4.2 Kegunaan Akademis
Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai perbandingan dan pengembangkan yang jauh lebih baik untuk mengkaji ilmu pemasaran, terutama sebagai acuan bagi studi ilmiah tentang bagaimana menganalisis pengaruh desain grafis sebagai instrumen pengoptimalisasian bauran promosi terhadap minat beli pada suatu produk atau jasa. Selain itu, penelitian ini dapat digunakan sebagai sumber informasi dan bahan referensi bagi penulis yang hendak melakukan penelitian pada bidang yang sama.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pemasaran
Pemasaran bagi seluruh pelaku bisnis adalah suatu kegiatan yang sangat penting karena berpengaruh bagi kelangsungan hidup, laba dan pertumbuhan. Berikut ini adalah pendapat ahli mengenai pengertian pemasaran :
Menurut Kotler dan Keller (2016:26), Pemasaran adalah tentang mengidentifikasi dan memenuhi kebutuhan manusia dan sosial. Salah satu definisi pemasaran terpendek yang baik adalah memenuhi kebutuhan secara menguntungkan.
Menurut Laksana (2019:1) pemasaran adalah bertemunya penjual dan pembeli untuk melakukan kegiatan transaksi produk barang atau jasa. Sehingga pengertian pasar bukan lagi merujuk kepada suatu tempat tapi lebih kepada aktifitas atau kegiatan pertemuan penjual dan pembeli dalam menawarkan suatu produk kepada konsumen.
Menurut Sunyoto (2019:19), pemasaran adalah kegiatan manusia yang bertujuan untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan langganan melalui proses pertukaran dan pihak-pihak yang berkepentingan dengan perusahaan.
Berdasarkan beberapa definisi diatas, maka peneliti menyimpulkan bahwa pemasaran adalah kegiatan yang mempertemukan penjual dan pembeli di suatu tempat untuk memenuhi kebutuhan manusia dan sosial melalui proses pertukaran dan pihak-pihak yang berkepentingan.
2.2 Manajemen Pemasaran
Menurut Zainurossalamia (2020) Manajemen pemasaran adalah proses perencanaan dan pelaksanaan dari perwujudan yaitu pemberian harga, promosi, dan distribusi dan barang- barang, jasa dan gagasan untuk menciptakan pertukaran dengan kelompok sasaran yang memenuhi tujuan pelayanan organisasi. Manajemen pemasaran relatif lebih sulit dan sangat vital bagi suatu perusahaan atau organisasi. Hal tersebut disebabkan karena pada dasarnya semua aktivitas dan prestasi perusahaan bermuara pada bidang pemasaran. Misalnya kemampuan untuk berproduksi akan ditentukan produk apa yang harus dihasilkan dan bisa diterima dipasar atau tidak.
Menurut Kotler (2010) ada 4 elemen pemasaran atau yang biasa disebut dengan Bauran pemasaran (marketing mix) merupakan ungkapan umum strategi yang digunakan dalam pemasaran untuk menentukan dan menawarkan produk atau
jasa yang sering dikaitkan /cara . 4 elemen tersebut yaitu Price, Product, Promotion dan Place.
1. Product(produk) adalah segala sesuatu yang ditawarkan kepada masyarakat untuk dilihat,dipegang, dibeli atau dikonsumsi. Sesungguhnya pelanggan tidak membeli barang atau jasa, tetapi membeli manfaat dari sesuatu yang ditawarkan. Pengertian yang ditawarkan menunjukkan sejumlah manfaat yang didapat oleh konsumen, baik barang atau jasa maupun kombinasinya.
Produk dapat terdiri dari product variety, quality, design, feature, brand name, packaging, sizes, services, warranties, and returns.
2. Price(harga) adalah sejumlah uang yang konsumen bayar untuk membeli produk ataumengganti hal milik produk. Harga meliputi last price, discount, allowance, payment period, credit terms, and retail price. Harga merupakan faktor utama penentu posisi dan harus diputuskan sesuai dengan pasar sasaran, bauran ragam produk, dan pelayanan, serta persaingan.
3. Place(tempat) adalah berbagai kegiatan perusahaan untuk membuat produk yang dihasilkan/dijual terjangkau dan tersedia bagi pasar sasaran. Tempat meliputi antara lain channels, coverage, assortments, locations, inventory, and transport. Lokasi yang strategis akan menjadi salah satu keuntungan bagi perusahaan karena mudah terjangkau oleh konsumen, namun sekaligus juga menjadikan biaya rental atau investasi tempat menjadi semakin mahal.
4. Promotion(promosi) adalah berbagai kegiatan perusahaan untuk mengkomunikasikan danmemperkenalkan produk pada pasar sasaran. Variabel promosi meliputi antara lain sales promotion, advertising, sales force, public relation, and direct marketing.
2.3 Strategi Pemasaran
Strategi menurut sondang P. Siagaan (2008) menjelaskan bahwa strategi pertama kali dipakai oleh militer yang diartikan sebagai kita yang digunakan untuk memenangkan suatu peperangan. Sedangkan menurut George Stainer dan Milner (2007) strategi adalah penerapan misi perusahaan, penetapan sasaran organisasi dengan meningkatkan kekuatan eksternal dan internal, perumusan kebijakan implementasi secata tepat sehingga tujuan dan sasaran organisasai tercapat. Definisi sesungguhnya yang disampaikan oleh Tull dan Keble bahwa strategi pemasaran adalah sebagai alat yang fundamental yang direncanakan untuk mencapai
tujuan organisasi atas lembaga dengan mengembangkan keunggulan yang berkesinambungan melalui pasar yang dimasuki dan program-program pemasaran yang digunakan untuk menlayani pasar sasaran tersebut. Strategi pemasaean dapat dipahami sebagai logika dari pemasaean dengan unit usaha berharap dapat mencapai tujuan pemasarannya. Maka strategi pemasaran yaitu rencana yang menyeluruh, terpadu dan menyatu di bidang pemasaran yang dapat memberikan tuntunan tentangv kegiatan yang dijalankan demi tercapainya tujuan pemasaran dalam suatu perusahaan (Halali, 2018)
Kotler (2007) mengemukakan bahwa pamasaran mempunyai tujuan untuk membangun hubungan jangka panjang yang saling memuaskan dengan pihak-pihak yang memiliki kepentingan utama pelanggan, pemasok, distributor dalam rangka mendapatkan serta mempertahankan referensi dan kelangsungan bisnis jangka panjang. Adapun strategi- strategi dalam pemasaran diantaranya sebagai berikut:
1. Promosi
Alat pemasar suatu produk dengan cara membetikan informasi yang benar dan tepat agar konsumen dapat mengenalnya dan akhirnya diharapkan dapat menjadi konsumen dari produk yang dijual.
2. Iklan
Alat promosi yang mempunyai tujuan memberikan informasi kepada masyarakat tentang suatu produk melalui dan merupakan salah satu bentuk komunikasi pemasaran yang bersifat non personal atau disebut dengan bukan terhadap perorangan dan diselenggarakan media massa seperti televisi, billboard, poster, majalah, dan lain-lain.
3. Personal selling
Komunikasi pemasaran dengan berhubungan langsung dan bertatap muka antara penjual dan pembeli
4. Executife selling
Bentuk lain dari personal selling yang dilakukan oleh para manajer perusaah kepada calon pembeli yang akan membeli dengan jumlah yang besar.
5. Publisitas
Bentuk publisitas yang mana perusahaan membuat informasi dalam bentuk berita komersial melalui media massa. Berbeda dengan pasarang iklan, cara komunikasi yang disampaikan dengan publisitas berita, beberapa koran di Indonesia menamakan sebagai advertorial, yakni advertensi berupa berita.
6. Promosi penjualan
Kegiatan promosi dalam bentuk lain diluat periklanan, personal selling, maupun publisitas, misalnya melalui pameran atau kampanye.
2.4 Promosi
Menurut Kotler (2016:62), promosi adalah elemen yang digunakan untuk memberi tahu pasar tentang produk atau jasa baru yang ditawarkan oleh perusahaan melalui iklan, penjualan pribadi, promosi penjualan, dan publikasi. Dalam kasus ini, promosi diharapkan membuat pasar tertarik untuk membeli, menerima, atau tetap setia terhadap produk yang ditawarkan oleh penyedia barang atau jasa perseorangan, grosir. Pada prinsipnya, meskipun promosi ini biasanya dilakukan oleh penjual atau produsen, pembeli atau calon pembeli kadang-kadang secara tidak sadar juga melakukan promosi misalnya, setelah membeli suatu produk berupa barang atau jasa dan merasa puas dalam menggunakannya, pembeli tersebut kemudian menceritakan kebaikan atau kelebihan barang atau jasa tersebut kepada orang lain.
Promosi melibatkan memberi tahu, mempengaruhi, dan membujuk pelanggan sasaran serta mengingatkan mereka tentang perusahaan dan bauran pemasarannya. Menurut Kotler (2016), ada tiga tujuan untuk kegiatan promosi. Ketiga tujuan tersebut diantaranya yaitu:
1. Menginformasikan
menginformasikan pasar tentang produk baru, mengemukakan manfaat baru sebuah produk, menginformasikan pasar tentang perubahan harga, menjelaskan bagaimana produk bekerja, menggambarkan jasa yang tersedia, memperbaiki kesan yang salah, mengurangi ketakutan pembeli, membangun citra preusahan. 2. Membujuk
Mengubah presepsi mengenai atribut produk agar diterima pembeli.
3. Mengingatkan
Agar produk tetap diingat pembeli sepanjang masa, mempertahankan kesadaran akan produk yang paling mendapatkan perhatian. Setelah diadakan promosi diharapkan audiens, yaitu adanya pembelian dan kepuasan yang tinggi.
2.4.1 Bauran Promosi
Kotler (2016:408) mendefinisikan bauran promosi (promotion mix) sebagai perpaduan spesifik alat-alat promosi yang digunakan perusahaan untuk 13 mengkomunikasikan value ke customer secara persuasif dan membangun customer relationships. Menurut Rangkuti (2002) mengatakan bahwa kombinasi antara bauran promosi dan bauran pemasaran yang tepat sangat penting untuk mencapai tujuan pemasaran yang telah ditetapkan. Bauran promosi (promotional mix) terdiri dari Kotler (2016:408), yaitu:
1. Iklan/ Advertising merupakan semua bentuk terbayar dari persentasi nonpersonal dan promosi ide, barang atau jasa melalui sponsor yang jelas melalui media cetak (koran dan majalah), media penyiaran (radio dan televisi), media jaringan (telepon, kabel, satellite, wireless), dan media elektronik (rekaman suara, rekaman video, CD-ROM, halaman website), dan media pameran (billboard, papan petunjuk, brosur, dan poster).
2. Promosi Penjualan/Sales Promotion, merupakan berbagai insentif jangka pendek untuk mendorong percobaan atau pembelian produk atau jasa termasuk promosi konsumen (seperti sampel, kupon, dan premi), promosi perdagangan (iklan dan tunjangan), dan bisnis dan promosi tenaga penjualan (kontes untuk reputasi penjualan).
3. Acara dan Pengalaman/ Even and Experiences merupakan kegiatan dan program yang disponsori perusahaan yang dirancang untuk menciptakan interaksi harian atau merek khusus-terkait interaksi dengan konsumen, termasuk seni olahraga, hiburan, dan menyebabkan acara atau kegiatan menjadi kurang formal.
4. Hubungan Masyarakat dan Publisitas/ Public Relations and Publicity merupakan berbagai program yang diarahkan secara internal kepada karyawan dari perusahaan atau konsumen luar, perusahaan lain, pemerintah, 14 dan media untuk mempromosikan , membangun hubungan antar perusahaan dengan publik , melindungi dan membangun citra perusahaan atau produk komunikasi individu yang positif.
5. Penjualan Personal/ Personal Selling, merupakan interaksi tatap muka yang dilakukan oleh tenaga penjualan perusahaan dengan satu atau lebih pembeli prospektif untuk tujuan melakukan pertemuan penjualan, presentasi pribadi, menjawab pertanyaan, pengadaan pesanan, membuat penjualan, dan hubungan pelanggan.
6. Pemasaran Langsung/ Direct Marketing merupakan penggunaan surat, telepon, facsimile, e-mail, atau internet untuk berkomunikasi atau berhubungan secara langsung dengan meminta respon atau tanggapan dan melakukan dialog dari pelanggan dan prospek tertentu.
7. Pemasaran Interaktif/ Interactive Online Marketing adalah kegiatan dan program online yang dirancang untuk melibatkan pelanggan atau prospek dan secara langsung atau tidak langsung meningkatkan kesadaran memperbaiki citra, atau menciptakan penjualan produk dan jasa.
8. Pemasaran dari mulut ke mulut/ Word of Mouth Marketing, merupakan komunikasi lisan, tertulis, dan elektronik antar masyarakat yang berhubungan dengan keunggulan atau pengalaman membeli atau menggunakan produk atau jasa.
2.5 Desain Grafis
Desain grafis adalah bentuk dari perkembangan yang sangat pesat dengan seiringnya kemajuan teknologi dan zaman. Menurut Jubillee (2016) desain grafis diartikan suatu bentuk komunikasi visual yang menggunakan media gambar yang sifatnya komunikatif dan informatif. Inti dari desain grafis adalah memberikan informasi dan konsep ide yang memadukan ekspresi dan perasaan yang dituangkan dalam bentuk suatu karya. Desain grafis biasanya diterapkan dalam dunia iklan, packaging, perfilman dan lain-lain. Desain grafis merupakan bagian dari seni lukis atau gambar yang memberikan kebebasan kepada perancang untuk menciptakan elemen seperti ilustrasi, foto, tulisan dan garis. Menurut Lautfi (2008) bahwa terdapat 3 elemen desain, diantaranya yaitu titik, garis, dan warna (Akbar, 2018).
Pada penelitian ini desain grafis yang digunakan Brosur digital. Brosur menurut Ees (2004) menrupakan lembaran kertas yang berisi barisan kata dan informasi sebuah produk ditambahkan sedikit gambar pendukung. Brosur yang sudah didesain sedemikian rupa dan berkonsep sesuai tujuan yang ingin dicapai, lalu di unggah ke media digital tepatnya media sosial Instagram sebagai instrumen promosi berupa iklan. Adapun indikator menurut Kasali (2007) suatu periklanan ditentukan sebagai berikut :
1. Jangkauan
Kemampuan media menjangkau khalayak sasaran.
2. Frekuensi
Kemampuan media mengulang pesan iklan yang sama terhadap khalayak sasaran.
3. Kontinuitas
Kesinambungan media menyampaikan pesan iklan sesuai dengan tuntutan strategi periklanan.
4. Ukuran
Kemampuan media menyampaikan pesan iklan sesuai dengan tuntuan strategi periklanan
5. Warna
kemampuan media menyajikan tata warna yang dituntut oleh suasana yang dikehendaki pada saat pesan iklan disampaikan.
2.6 Minat Beli
Era globalisasi ini banyak orang berlomba-lomba membuka bisnis seiring dengan banyaknya penjual partai besar maupun partai kecil yang menggunakan berbagai macam taktik dalam menarik pembeli atau calon pembeli untuk membeli atau hanya sekedar hanya melihat-lihat. Minat yang timbul terkadang terhalang oleh beberapa faktor, salah satunya oleh kondisi keungan yang tidak memadai. Minat beli konsumen adalah inginan yang tersembunyi dalam benak konsumen. Minat beli pasti muncul setiap harinya di dalam bendak individu yang mana tak seorang pun bisa tahu apa yang diinginkan dan diharapkan oleh konsumen. Menurut Keller (2008), minat beli adalah seberapa besar kemungkinan konsumen yang melekat pada minat beli tersebut. Sedangkan menurut Kotler (2001) minat beli merupakan suatu respon efektif atau proses merasa atau menyukai suatu prosuk tetapi belum melakukan keputusan untuk membeli (SOCIAL, 2014).
Menurut Lidyawatie (2008) terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi minat beli konsumen, yaitu:
1. Perbedaan Pekerjaan
Adanya perbedaan pekarjaaan seseorang dapat diperkirakan minat terhadap tingkat pekerjaan yang ingin dicapainya, aktivitas yang dilakukan, penggunaan waktu senggangnya, dan lain-lain
2. Perbedaan Sosial Ekonomi
Pada perbedaan sosial ekonomi dapat diartikan bahwa seseorang yang mempunyai sosial ekonomi yang tinggi akan lebih mudah mencapai apa yang diinginkan daripada yang mempunyai sosial ekonomi yang rendah.
Adapun indikator dari minat beli menurut Tjiptono (2007) yaitu sebagai berikut:
1. Minat Transaksional
Kecenderungan seorang konsumen untuk membeli produk. Konsumen telah memiliki minat terhadap produk tertentu untuk melakukan pembelian.
2. Minat Refrensial
Kecenderungan untuk merujuk dan menyarankan produk tertentu kepada orang lain untuk dibeli.
3. Minal Preferensial
Minat yang menggambarkan perilaku seorang konsumen yang menjadikan produk sebagai pilihan utama. Preferensi dapat diganti ketika terjadi sesuatu dengan produk tersebut.
4. Minat Eksploratif
Perilaku seorang konsumen yang selalu mencari informasi dan hal-hal positif mengenai produk tertentu.
2.7 Teori Elaboration Likelhood Model (ELM)
Psikolog sosial Richard Petty dan Jhon Cacioppo dari Ohio State pertama kali mengembangkan model elaborasi kemungkinan, juga dikenal sebagai teori kemungkinan elaborasi. Littlejohn & Foss (2014) memberikan penjelasan tentang model kemungkinan elaborasi (ELM). Model ini bertujuan untuk memperkirakan kapan dan bagaimana suatu pesan akan menarik perhatian seseorang dengan mempertimbangkan bagaimana orang mengevaluasi informasi yang mereka terima. Kemungkinan elaborasi adalah kemungkinan bahwa seseorang dapat mempertimbangkan pesan secara kritis. Dalam mengelola informasi, ada dua rute yaitu rute pusat (central route) dan rute periferal (peripheral route). Teori ELM, menurut Petty (1983), orang mengambil rute periferal ketika mereka tidak termotivasi, tidak memiliki kemampuan untuk mempertimbangkan pesan, atau ketika mereka melakukan pembelian barang atau jasa dengan keterlibatan rendah.
2.8 Penelitian Terdahulu
Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu No. Nama peneliti,
Tahun & Judul Penelitian
Variabel Yang Diteliti
Indikator Metode Analisis Hasil Penelitian
1. (Fauzi Akbar, 2017)
“Pengaruh Desain Grafis Sebagai Media Promosi terhadap Minat Beli pada Toko Buku Jelita di Belawan.”
Desain grafis (X) dan Minat Beli (Y)
Desain grafis (periklanan):
1. Jangkauan 2. Frekuensi 3. Kontinuitas 4. Ukuran 5. Warna Minat Beli :
1. Attention 2. Interest 3. Desire 4. Action
Metode korelasional
Didapatkan hasil sebesar 0.52.
berdasarkan kriteria pedoman kuat lemahnya tingakat atau derata keratan antara variabel desain grafis sebagai media promosi dan variabel minat beli didapatkan hubungan dalam tingkatan
5. Satisfaction 6. Perbedaan
hobi 7. Perbedaan
jenis kelamin 8. Perbedaan
usia
sedang. Yang artinya desain grafis sebagai media promosi memberikan
pengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian produk pada Toko Buku Jelita.
2. (Hartaroe et al., 2016).
“Pengaruh
Instagram Ads , desain Grafis dan Promosi Penjualan terhadap Minat Beli Konsumen di PT. Sayur Box”
Instagram Ads (X.1), Desain Grafis (X.2), Promosi Penjualan (X.3) dan Minat Beli (Y)
Instagram Ads:
1. Hastag 2. Komentar 3. Mention Desain Grafis:
1. Brand Name 2. Warna 3. Gambar Promosi
Penjualan:
1. Pesan Promosi 2. Media
promosi 3. Waktu
Promosi Minat Beli:
1. Minat Eksploratif 2. Minat
Preferensia l
Metode penelitian kuantitatif
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara bersamaan iklan instagram, desain grafis dan promosi mempunyai pengaruh positif dan berpengaruh
signifikan terhadap minat beli pada pengguna SayurBox.
Sedangkan sebagian Iklan Instagram berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli, desain grafis berpengaruh negatif dan signifikan
tidak signifikan terhadap minat beli
dan promosi
berpengaruh positif
3. Minat Transaksio nal
dan signifikan berpengaruh
terhadap minat beli pada pengguna SayurBox.
3. (Ramadhina &
Mugiono, 2022)
“Pengaruh Desain Kemasan, Variasi
Produk dan
Kualitas Produk Terhadap Minat Beli Konsumen”
Desain Kemasan (X.1), Variasi Produk (X.2), Kualitas Produk (X.3) dan Minat Beli Konsumen (Y).
Desain Kemasan:
1. Visibilitas 2. Informasi 3. Daya Tarik
Emosional 4. Daya
Kemampua untuk Bekerja Variasi Produk:
1. Ukuran 2. Harga 3. Tampilan 4. Komposisi Kualitas Produk:
1. Kemampua n Produk 2. Ketahanan
Produk 3. Kemampua
n Layanan 4. Kualitas
yang dirasakan 5. Kehandala
n 6. Fitur.
Jenis penelitian yang digunakan adalah
Explanatory Research yang bertujuan untuk mempelajari hubungan antara dua variabel atau lebih yang mencoba
menjelaskan alasan terjadinya suatu fenomena.
Hasil penelitian ini menunjukkan desain kemasan, variasi produk dan kualitas produk berpengaruh signifikan terhadap Minat Beli secara simultan dan parsial.
Variasi Produk berpengaruh paling dominan karena memiliki nilai koefisien beta dan t hitung paling besar.
Bluder Cokro telah berhasil membuat calon konsumen memilih Bluder Cokro dibanding dengan merek lain.
4. (Huznuzharif & Desain Desain Kemasan: Penelitian ini Hasil penelitian
Khabibah, 2022)
“Pembuatan Media Promosi dalam Bentuk Desain Kemasan dengan Menggunakan Corel Draw untuk Meningkatkan
Minat Beli
Konsumen di Ayam Geprek Seuhah Malang”
Kemasan (X) dan Minat Beli (Y)
1. Emphaty 2. Persuation 3. Impact 4. Communic
ation Minat Beli:
1. Interest 2. Desire 3. Action
merupakan jenis penelitian
tindakan (action research) dan melibatkan 15 responden.
Penelitian ini menggunakan aplikasi Corel Draw sebagai aplikasi pembuat desain kemasan, sedangkan
metode pengumpulan data pada penelitian ini yang digunakan ada 4 yaitu observasi,
kuesioner,
wawancara, dan dokumentasi.
Metode analisa data dilakukan berdasarkan EPIC Model.
menunjukkan bahwa desain kemasan ini
masuk dalam
kategori sangat efektif digunakan sebagai media
promosi dan
meningkatkan minat beli konsumen di
Ayam Geprek
Seuhah Malang.
Hal ini dapat dibuktikan dengan hasil analisa data dapat diketahui bahwa skor rata rata EPIC Rate sebesar 4,46 dan AIDA Rate sebesar 81,6%.
5. (Billa et al., 2023)
”Promosi Melalui Katalog
Menggunakan Canva untuk Meningkatkan
Promosi (X) dan Minat Beli (Y)
Promosi:
1. Empati 2. Persuasi 3. Dampak 4. Komunikas
i
Kajian ini memakai metode Penelitian
Tindakan atau Action Research.
Penelitian
hasil kajianini, dapat disimpulkan bahwa desain katalog dikatakan efektif dan layak digunakan untuk membantu
Minat Beli di Cookye Cookies Malang”
Minat Beli:
1. Perhatian 2. Mengetahu
i
3. Kesadaran 4. Tertarik
Tindakan merupakan penelitian terkait perkara yang adadi
masyarakat atau kelompok tujuan, serta perolehannya langsung bisa dikarenakan terhadap
masyarakat yang terkait.
promosi. Cookye Cookies Malang bisa
memakaikatalog
yang sudah
diciptakan guna memperomosikan
usaha yang
menunjang kegiatan pemasaran. Fungsi lain dari katalog produk adalah membantu Cookye Cookies Malang memberitahukan informasi produk yang disediakan.
(Sumber : Data Sekunder, 2024)
Penelitian terdahulu yang telah dipaparkan di atas memiliki persamaan dan perbedaan dengan penelitian yang akan di teliti oleh penulis. Pada penelitian terdahulu yang ditulis oleh Fauzi Akbar (2017) dengan judul “Pengaruh Desain Grafis Sebagai Media Promosi terhadap Minat Beli pada Toko Buku Jelita di Belawan.” Memiliki persamaan dari segi variabel independen yaitu Desain Grafis dan variabel dependen Minat beli. Selain itu persamaannya terletak pada metode penelitian yang menggunakan motode kolerasi yang sama-sama berujuan untuk melihat pengaruh antara variabel independen dan variabel dependen. Namun perbedaan pada penelitian ini terletak pada objek penelitian yang dimana pada penelitian terdahulu menggunakan toko Buku Jelita sebagai objek penelitian, sedangkan penulis menggunakan Anami Coffee sebagai objek penelitian.
Pada penelitian terdahulu yang ditulis oleh Rahmawati, et.al (2022) yang berjudul
“Pengaruh Instagram Ads , desain Grafis dan Promosi Penjualan terhadap Minat Beli Konsumen di PT. Sayur Box” memiliki persamaan dari salah satu varibel independen yakni Desain Grafis, dan menggunakan minat beli sebagai variabel dependen, serta sama-sama menggunakan metode yang tujuannya melihat pengaruh antar variabel. Namun pada penelitian ini ada perbedaan dari segi objek penelitian yang menggunakan PT. Sayur Box.
Penelitian terdahulu yang ditulis oleh Allya Ramadhina & Mugiono (2021) “Pengaruh Desain Kemasan, Variasi Produk dan Kualitas Produk Terhadap Minat Beli Konsumen” memiliki persamaan yaitu dengan memasukan variabel desain, minat beli, dan sama-sama menggunakan metode penelitian yang tujuanna untuk melihat pengaru antar variabel. Namun pada penelitian ini memiliki perbedaan yaitu dari segi objek.
Pada penelitian yang ditulis oleh Huznuzharif & Khabibah (2022) yang berjudul
“Pembuatan Media Promosi dalam Bentuk Desain Kemasan dengan Menggunakan Corel Draw untuk Meningkatkan Minat Beli Konsumen di Ayam Geprek Seuhah Malang”
memiliki persamaan dari variabel Y yaitu minat beli, namun penelitain tersebut memiliki perbedaan diantaranya adalah dari variebel independen yang digunakan, indikator variabel dependen, objek penelitian, dan metode analisis data yang digunakan. Pada penelitian lainnya yang ditulis oleh Billa et al (2023) yang berjudul ”Promosi Melalui Katalog Menggunakan Canva untuk Meningkatkan Minat Beli di Cookye Cookies Malang”, memiliki persamaan yaitu pada variabel independen promosi dan variabel dependen minat beli, namun ada perbedaan yang dilihat dari objek penelitian yang penelitian terdahulu gunakan yaitu Cookye Cookis Malang dan metode penelitian yang menggunakan metode tindakan atau Action Research
2.9 Kerangka Pemikiran
Beberapa permasalahan mulai dari persaingan bisnis yang semakin ketat, permasalahan startegi pemasaran dalam kaitannya pada peningkatan penjualan produk, menarik minat beli konsumen terhadap suatu pengambilan keputusan yang dilakukan oleh konsumen, serta mengoptimalkan penjualan produk. Salah satu cara mengatasi masalah tersebut dengan membuat promosi dengan menggunakan desain grafis dalam bentuk brosur. Brosur merupakan alat pemasaran yang dapat bermanfaat dalam jalannya sebuah usaha dalam meningkatkan penjualan, minat beli. Brosur tersebut berisi informasi yang dibuat untuk dan dituju untuk memfasilitasi komnikasi, pengaruh dan interaksi dengan sesama dan khalayak umum. Saat ini brosur digunakan sebagai alat pemasaran dalam mempromosikan merek maupun produk.
Brosur yang efektif sebagai alat pemasaran dapat berdampak terhadap citra sebuah perusahaan dan dapat menciptakan kepercayaan dibenak konsumen. Karena dengan desain brosur yang semakin kuat dan efektif maka akan berpengaruh besar terhadap naiknya minat beli konsumen sehingga terciptanya keputusan pembelian pada suatu produk. Hal tersebut menjadi pendorong dalam meningkatkan keuntungan berupa omzet bagi perusahaan.
Maka kerangka pemikiran pada penelitian ini dapat digambarkan sebagai berikut:
Gambar 2.2 Kerangka Pemikiran 2.10 Hipotesis Penelitian
Hipotesis disusun berdasarkan teori dan kerangka pemikiran yang telah diuraikan di atas.
Maka dapat beberapa hipotesis sebagai berikut:
H0 : Tidak ada pengaruh antara Desain Grafis sebagai instrumen pengoptimalisasi bauran
promasi terhadap minat beli di Anami Coffee
H1: Terdapat pengaruh antara Desain Grafis sebagai instrumen pengoptimalisasi bauran promasi terhadap minat beli di Anami Coffee.
Promotion Mix Minat Beli
Desain Grafis
BAB III
METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian
Pada penelitian ini menggunakan jenis penelitian verifikatif. Menurut Sugiyono (2013), penelitian verifikatif merupakan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel atau lebih melalui pengumpulan data di lapangan, sifat verifikatif pada dasarnya ingin menguji kebenaran dari suatu hipotesis yang dilaksanakan melalui pengumpulan data di lapangan. Jenis penelitian ini memiliki tingkatan yang lebih tinggi bila dibandingakan dengan penelitian deskriptif dan komparatif. Jenis penelitian verifikatif menggunakan statistik inferensial, yang dimana statistik yang digunakan untuk menganalisis data sampel dan hasilnya tersebut dapat diberlakukan untuk populasi.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu explanatory survey.
Menurut Merkus (2021), Penelitian eksplanatori atau eksplanatif bertujuan untuk menjelaskan hubungan antara dua atau lebih gejala atau variabel. Penelitian ini bertitik pada pertanyaan dasar “mengapa” dan “bagaimana”, yang mengarah pada pemahaman yang lebih baik tentang masalah yang sebelumnya belum terselesaikan atau memberi kejelasan untuk inisiatif penelitian terkait di masa depan.
3.2 Objek, Unit Analisis, dan Lokasi Penelitian
Pada penelitian ini objek yang digunakan diantaranya yaitu variable Bauran Promosi pada Anami Coffee yangn meliputi iklan, promosi penjualan, acara dan pengalaman, hubungan Masyarakat dan publisitas, pemasaran langsung, pemasaran interaktif, penjualan personal, dan pemasaran mulut ke mulut, variable desain grafis yang meliputi jangkauan, frekuensi, bentuk, ukuran, dan warna, dan variable minat beli yang meliputi minat transaksional, minat refrensial, minat preferensial, serta minat eksploratif.
Unit analisis yang digunakan yaitu individual, dimana sumber data penelitian berasal dari respon setiap individu/orang. Individu yang dimaksud adalah konsumen dari Anami Coffee.
Sumber data didapat berasal dari respon setiap orang dalam suatu kelompok yang berlokasi di Anami Coffee berada di Kota Bogor tepatnya di Jalan Ahmad Yani No. 15, Tanah Sareal.
3.3 Jenis Data dan Sumber data Penelitian
Jenis data yang digunakan bersumber pada data primer dan data sekunder.
1. Data primer
Data yang diperoleh dari hasil wawancara dengan pemilik dan pegawai di Anami Coffee, hasil penyebaran kuesioner yang dibagikan kepada responden.
2. Data sekunder
Data sekunder pada penelitian ini bersumber dari jurnal, buku, bahan pustaka, dan beberapa dokumen yang relevan dengan penelitian ini.
3.4 Operasionalisasi Variabel
Tabel 3. 1 Operasionalisasi Variabel
Variabel Sub Variabel (Dimensi) Indikator Skala
Pengukuran
Bauran Pemasaran
1. Iklan
2. Promosi Penjualan 3. Acara dan Pengalaman 4. Hubungan Masyarakat
dan publisitas
5. Pemasaran Langsung 6. Pemasaran Interaktif 7. Penjualan Personal 8. Pemasaran mulut ke
mulut
1. Kemampuan ditemukannya informasi.
2. Keakuratan informasi yang disampaikan.
3. Kemampuan berinteraktif baik di sosial media maupun secara langsung.
4. Kemampuan dalam
mempromosikan produk secara baik dan unik.
5. Kemampuan dalam menjual produk secara langsung kepada konsumen.
6. Kemampuan membuat kegiatan yang mampu meningkatkan penjualan.
Ordinal
Desain Grafis
1. Jangkauan 2. Frekuensi 3. Bentuk 4. Ukuran 5. Warna
1. Kemampuan media
menjangkau khalayak sasaran.
2. Kemampuan media
mengulang pesan iklan yang
Ordinal
sama terhadap khalayak sasaran.
3. Kesinambungan komposisi desain dalam media untuk menyampaikan pesan iklan sesuai dengan tuntutan strategi periklanan.
4. Kemampuan media
menyampaikan pesan iklan sesuai dengan tuntuan strategi periklanan
5. kemampuan media
menyajikan tata warna yang dituntut oleh suasana yang dikehendaki pada saat pesan iklan disampaikan.
Minat Beli 1. Minat Transaksional 2. Minat Refrensial 3. Minal Preferensial 4. Minat Eksploratif
1. Kecenderungan seorang konsumen untuk membeli produk. Konsumen telah memiliki minat terhadap produk tertentu untuk melakukan pembelian.
2. Kecenderungan untuk
merujuk dan
menyarankan produk tertentu kepada orang lain untuk dibeli.
3. Minat yang
menggambarkan perilaku seorang konsumen yang menjadikan produk sebagai pilihan utama.
Ordinal
Preferensi dapat diganti ketika terjadi sesuatu dengan produk tersebut.
4. Perilaku seorang konsumen yang selalu mencari informasi dan hal-hal positif mengenai produk tertentu.
(Sumber: Data sekunder, 2024) 3.5 Metode Penarikan Sampel
Penarikan sampel terlebih dahulu diketahui populasinya. Pada penelitian ini populasi yang diambil yaitu dari pengikut media sosial Instagram, karena jika populasi yang digunakan yaitu jumlah konsumen di Anami Coffee tidak diketahui secara pasti dan pihak manajemen tidak dapat memberikan data mengenai jumlah konsumen karena pemberian informasi perusahaan sifatnya privasi. Maka dari itu populasi yang diambil adalah pengikut media sosial instagram @anamicoffee yang berjumlah 2.587 terhitung pada 20 Mei 2024.
𝑛 = 𝑁
1 + 𝑁 (𝑒)2
𝑛 = 2.587
1 + 2.587 (0,1)2
N = 2.587 (Jumlah ukuran sampel) e = 0,1 atau 10%
n = 96,278 dibulatkan menjadi 97
Maka dalam penarikan sampel menggunakan rumus Slovin dengan informasi yang diperlukan adalah jumlah populasi (N) dan tingkat kesalahan (e=error+ 1%, 5% dan 10%) dalam penentuan sampel. Maka dengan rumus di atas maka didapat sampel sebesar 97 responden.
3.6 Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini yaitu sebagai berikut:
1. Pengumpulan data primer
Pengumpulan data primer melalui kuesioner dengan menyebarkan kepada pengunjung atau konsumen Anami Coffee yang bertujuan untuk mendapatkan data dan informasi dari judul peneliti.
2. Pengumpulan data sekunder:
Mengunduh e-book, jurnal ilmiah, media massa online berupa data dari Badan Pusat Statistik.
3.7 Metode Pengelohan/Analisis Data 1. Statistik Deskriptif
Statistik deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mengdeskripsikan atau menggambarkan daya yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi.
(Sugiono, 2016). Pada penelitian ini menggunakan metode analisis data Statistik Deskriptif dengan melakukan ringkasan terhadap karakteristik responden dan ringkasan rata rata berdasarkan hasil jawaban responden.
2. Uji Validitas
Uji validitas digunakan untuk menguji validitas instrumen yang digunakan. Hal ini dilakukan untuk memastikan apakah instrumen dapat digunakan untuk mengukur hal yang seharusnya diukur dalam penelitian ini. Menurut Sugiyono (2008) kuesioner valid apabila R hitung > R tabel.
3. Uji Reabilitas
Uji reabilitas digunakan untuk menguji apakah instrument yang digunakan terdapat kesamaan data dalam waktu yang berbeda. Menurut Ghozali (2005) Alpha dinilai reliabel jika lebih besar dari 0,6.
DAFTAR PUSTAKA
Acehitengah, K. M. (2024). The impact of fluctuations in coffee prices on demand in bener meriah district, aceh tengah. 7.
Akbar, F. (2018). Pengaruh Desain Grafis Sebagai Media Promosi Terhadap Minat Beli Pada Toko Buku Jelita di Belawan.
Albi, K. (2020). Pengaruh Pemasaran Digital dan Suasana Toko. Jurnal Manajemen Strategi Dan Aplikasi, 3(1), 21–30.
Billa, A. S., Niaga, A., Malang, P. N., Beli, M., & Malang, C. C. (2023). PROMOSI MELALUI KATALOG MENGGUNAKAN. 147–152.
Djani, W., Kase, P., Long, B., & Jehamat, L. (2023). Sosialisasi Kebijakan Pengembangan Agrowisata Kopi di Desa Colol Kecamatan Lamba Leda Kabupaten Manggarai Timur NTT. Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia, 3(5), 1527–1536.
https://doi.org/10.54082/jamsi.935
Eko Valentino, D. (2021). Perancangan Desain Grafis Sebagai Media Promosi Pada Novena Hotel Bandung. Tematik, 7(2), 211–229. https://doi.org/10.38204/tematik.v7i2.486 Merkus, Tegan George and Julia. 2021. “Explanatory Research; Definition, Guide and
Examples.” Scribbr. Scribbr. https://www.scribbr.com/methodology/explanatory- research/.
Halali, M. Z. R. (2018). Strategi Pemasaran Islam Dalam Meningkatkan Penjualan (Studi Kasus di Toko Busana Muslim Al-Haramain Ciputat Tangerang Selatan). Skripsi, 97.
Halim, R. S., Chandra, T. Y., & Mau, H. A. (2023). Volume 2 Nomor 9 September 2023 KELALAIAN MEDIS DI INDONESIA. Jurnal Multidisiplin Indonesia, 2(September), 3048–3074.
Hartaroe, B. P., Mardani, R. M., & Abs, M. K. (2016). Pengaruh Instagram Ads, Desain Grafis dan Promosi Penjualan terhadap Minat Beli Konsumen di PT. Sayur Box. Jurnal Ilmiah Riset …, 82–94.
Heye, D. (2006). Creativity and innovation Two key characteristics of the successful 21st century information professional. Business Information Review, 23, 252–257.
https://doi.org/10.1177/0266382106072255
Huznuzharif, A. H., & Khabibah, U. (2022). Pembuatan Media Promosi Dalam Bentuk Desain Kemasan Dengan Menggunakan Corel Draw Untuk Meningkatkan Minat Beli Konsumen di Ayam Geprek Seuhah Malang. Jurnal Aplikasi Bisnis, 8(1), 79–84.
Islam, Z. N., & Utami, D. (2022). Konsep Diri Barista Perempuan Dalam Pembagian Kerja Di Kedai Kopi Jombang. Paradigma, The Sociology Journal, 11(1), 1–20.
Nasution, A. S., Hasibuan, D. N., Dalimunthe, W. M., & Silalahi, P. R. (2023). Peningkatan Kinerja Industri Makanan dan Minuman Melalui Transformasi Digital di Indonesia.
Trending: Jurnal Manajemen Dan Ekonomi, 1(1), 165–176.
Puspa Cahyani, M. (2023). P2P Lending Terhadap Pengelolaan Finansial Generasi Milenial dan Generasi Z. April.
Ramadhina, A., & Mugiono, M. (2022). Pengaruh Desain Kemasan, Variasi Produk Dan Kualitas Produk Terhadap Minat Beli Konsumen. Jurnal Manajemen Pemasaran Dan
…, 01(1), 59–67.
Sari, P., & Rifaldi Windya Giri, R. (2023). Pengaruh Electronic Word of Mouth Terhadap Niat Adopsi Mobile Banking Menggunakan Elaboration Likelihood Model (ELM).
Journal of Economics and Business UBS, 12(3), 1913–1928.
https://doi.org/10.52644/joeb.v12i3.282
SOCIAL, M. D. S. Y. P. (2014). No 主観的健康感を中心とした在宅高齢者における健
康関連指標に関する共分散構造分析Title. Applied Microbiology and Biotechnology, 85(1), 2071–2079.
Sugiono. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D (Issue April).
Zainurossalamia, S. (2020). Manajemen pemasaran teori dan praktik. 30.