SIFAT-SIFAT DASAR KAYU
PERTEMUAN 14 Dosen :
Ana Agustina,S.Hut, M.Si
Pengelolaan Hutan Fakultas Pertanian UNS
Hemiselulosa
Terdiri dari banyak jenis gula (Heteropolisakarida)
Polimer relatif pendek (Derajat Polimerisasi (DP) 100-200)
Rantai polimer bercabang
Kandungan dalam kayu 20-30 %
Hemiselulosa Softwood dan hardwood berbeda dalam hal :
(1) Kandungan total hemiselulosa
(2) Kandungan individu penyusun hemiselulosa (3) Komposisi hemiselulosa
Unit Gula Penyusun Hemiselulosa
Pentoses :
Xylosa, Arabynopyranosa, Arabinofuranosa
Hexoses :
Glukosa, Mannosa, Galaktosa
Hexuronic acid :
Glucuronic acid, 4-O-Methylglucuronic acid
Deoxy-Hexose :
Rhamnose, Fucose
Kandungan Hemiselulosa (% dalam kayu normal) :
---
Hemicellulose Hardwoods Softwoods
======================================================
Xylan 15 - 30 5 - 10
(Galacto)Glucomannan 2 - 5 15 - 18
Galactoglucomannan - 5 – 10
---
• Softwoods have a high proportion of mannose units and more galactose units.
• Hardwoods have a high proportion of xylose and more acetyl groups
Hemiselulosa Softwood
1. Galaktoglukomanan :
Hemiselulosa utama dalam kayu daun jarum (20-25%)
Rantai utama berupa rantai lurus atau sedikit bercabang
Unit dasar β-D-Glukopiranosa dan β-D-Manopiranosa dengan ikatan 14
Gugus samping berupa α-D-Glukopiranosa dengan ikatan 16
Gugus hidroksi C-2 dan C-3 sebagian tersubstitusi oleh gugus O-asetil, rata-rata satu gugus setiap 3-4 unit heksosa.
2. Arabinoglukuronoksilan
Jenis hemiselulosa minor dalam softwood dengan kandungan 5-10%
Polimer utama berbentuk linier dengan ikatan 14 dari β-D-xylopiranosa
Xylosa dapat tersubstitusi pada C-2 oleh 4-O-methyl-α-D-glucuronic acid dengan ikatan 12
Terdapat rata-rata 2 unit glucuronic acid setiap 10 unit xylosa
Polimer xylosa juga mengandung rantai cabang α-L-arabinosa dengan ikatan 13
Terdapat rata-rata 1,3 unit arabinosa setiap 10 unit xylosa
Hemiselulosa Kayu Daun Jarum (Softwood)
---
Tipe Hemiselulosa Jumlah Unit Gula Nisbah Molar Ikatan DP
--- Galaktoglukomanan 5-8 % β-D-Manp 3 14 100
β-D-Glup 1 14
α-D-Galp 1 16
Acetyl
Glukomanan 10-15 % β-D-Manp 4 14 100
β-D-GLup 1 14
α-D-Galp 0,1 16 Acetyl 1
Arabinoglukuronoksilan 7-10 % β-D-Xylp 10 14 100 4-O-Me-α-D-GlupA 2 12
α-L-Araf 1,3 13
---
Hemiselulosa Kayu Daun Lebar (Hardwood)
1. Glukuronoxilan (O-Asetil-4-O-Metilglukurono-β-D-Xilan)
Xylan merupakan hemiselulosa utama penyusun kayu hardwood (20-30%)
Rantai utama terdiri dari polimer xylosa dengan ikatan 14 dari β- D-Xilopiranosa.
Sebagian besar dari unit xylosa mengandung acetyl groups pada C-2 atau C-3 (atau keduanya)
Terdapat rata-rata 7 unit acetyl groups setiap 10 unit xylosa
Selain itu, setiap 10 unit xylosa mengandung 1 unit 4-o-methyl- glucuronic acid yang berikatan 12.
Hardwood xylan mengandung lebih banyak acetyl groups dibanding xylan softwood, dan DP yang lebih tinggi (100-200) dibanding DP xylan softwood (71-130)
2. Glukomannan
Merupakan hemiselulosa minor dalam kayu hardwood (2-5%)
Rantai polimer utama terdiri dari β-D-glukopiranosa dan β-D- mannopiranosa dengan ikatan 14
Rasio glukosa terhadap mannosa umumnya sekitar 1 : 1-2 (glukosa : mannosa)
Glukomannan kayu hardwood tidak mengandung rantai samping arabinosa, dan tidak mengandung acetyl groups
O CH2OH
OH OH
O OH OH CH2OH
O CH2OH
OH OH O
OH OH
CH2OH O
OH OH CH2OH
O
O
O
O
Hemiselulosa Kayu Daun Lebar (Hardwood)
---
Tipe Hemiselulosa Jumlah Unit Gula Nisbah Molar Ikatan DP ---
Glukuronoksilan 15-30 % β-D-Xylp 10 14 200 4-O-Me-α-D-GlupA 1 12
Acetyl 7
Glukomanan 2-5 % β-D-Manp 1-2 14 200
β-D-GLup 1 14
---
SUMMARY :
Hemiselulosa hardwood terutama disusun oleh xylan
Hemiselulosa softwood terdiri dari mannan dan xylan, walaupun mannan lebih banyak
Hemiselulosa hardwood umumnya memiliki DP yang lebih tinggi
Hemiselulosa hardwood mengandung lebih banyak gugus acetyl groups
Hemiselulosa softwood mengandung arabinosa
Selulosa vs Hemiselulosa
Selulosa
Polimer tersusun dari satu
jenis monomer (Homopolimer)
Disusun oleh unit glukosa
Polimer linier tidak bercabang
Derajat polimerisasi tinggi (DP 5000-10000)
Strukturnya sama untuk kayu softwood dan hardwood
Hemiselulosa
Polimer disusun dari banyak jenis gula (Heteropolimer)
Disusun dari unit gula heksosa, pentosa, asam glukuronat, asetil group
Polimer bercabang
Derajat polimerisasi lebih rendah dibanding selulosa (DP 100-200)
Strukturnya berbeda untuk kayu softwood dan hardwood
Polisakarida Lain
Pati (Starch) :
Terdapat dalam buah, biji dan jaringan penyimpanan dalam tumbuhan, termasuk sel parenkim dari sel kayu
Starch – storage form of glucose in plants Two forms of starch
• Amylose : unbranched
glucose units linked by -1,4 glycosidic bonds
• Amylopectin : branched
1 -1,6 glycosidic bond per 30 -1,4 glycosidic bonds lower degree of branching compared to glycogen
Struktur Molekul Amylosa
Amyloses
Amylopectin
Lignin
Polimer kompleks yang memiliki bobot molekul tinggi
Tersusun atas unit fenilpropana
Lignin berfungsi sebagai perekat agar sel-sel tetap terhubung, memberikan ketegaran pada sel, dan berpengaruh terhadap stabilitas dimensi
Komposisinya : 20-30% pada kayu
P-koumaril alkohol
Koniferil alkohol
Sinapil alkohol
Unit Pembentuk lignin
Lignin guaiasil
Terdapat pada kayu daun jarum (23-32%)
Elemen strukturnya turunan dari koniferil alkohol (>90%)
Sisanya adalah p-koumaril alkohol
Lignin guaiasil-siringil
Kayu daun lebar (20-28%)
Pada kayu tropis jumlahnya > 30%
Tersusun atas koniferil alkohol dan sinapil alkohol Jenis lignin
Komposisi Komponen Kimia Kayu Compression Wood
Extractives
Lignin
Others polysaccharides Xylan
Glucomannan
Cellulose 0
20 40 60 80 100
Normal Wood Compression Wood
Komposisi Komponen Kimia Kayu Tension Wood
Extractives Lignin
Others polysaccharides Xylan
Glucomannan
Cellulose
0 20 40 60 80 100
Normal Wood Tension Wood
Komponen kimia kayu non- struktural
Zat ekstraktif
Senyawa/metabolit sekunder yang terdapat di dalam kayu, dapat diekstrak dengan pelarut polar atau non polar
Zat pengisi (rongga sel, dinding sel, parenkim, jari- jari kayu)
Jumlahnya 0-10 % dari komposisi kayu
Konsentrasi bervariasi antar spesies maupun antar jaringan
Konsentrasi tertinggi berada di kayu teras, kulit, akar, pangkal percabangan, dan jaringan luka
Kelompok zat ekstraktif
Dapat dikelompokkan menjadi 3 sub grup:
1. Komponen alifatik (lemak & lilin)
yang termasuk kelompok alifatik : alkena, alkohol lemak, asam lemak, lemak (ester
gliserol), lilin, dan suberin (poliestolides) 2. Terpen & terpenoid
rumus umum terpene adalah (C10H16)n o Monoterpen (n=1)
o Seskuiterpen (n=1,5) o Diterpen (n=2)
o Triterpen (n=3) o Politerpen (n>5)
Kelompok zat ekstraktif (1)
2. Terpen & terpenoid
terpenoid dapat mengandung gugus fungsi hidroksil, karbonil, karboksil, dan ester.
contoh terpenoid : polifenol
3. Senyawa fenolik
senyawa yang sangat heterogen o Tanin terhidrolisis : dalam prosesnya
menghasilkan asam galat dan glukosa o Tanin terkondensasi (flavonoid) : polifenol
yang mempunyai rantai karbon C6C3C6, misalnya krisin & taksifolin
Kelompok zat ekstraktif (2)
3. Senyawa fenolik
o Lignan : mempunyai dimer 2 unit fenilpropan C6C3, contoh : asam plikatat, pinoresinol
o Stilbena : bersifat reaktif, karena memiliki konjugasi ikatan rangkap dua, contoh : pinosilvin
o Tropolon : memiliki 7 karbon
Peranan zat ekstraktif
Sistem pertahanan kayu terhadap serangan organisme
Memberikan pengaruh terhadap warna, bau, dan ketahanan terhadap pelapukan
Nama Senyawa Jenis kayu Eusiderin Kayu ulin Angolensin Kayu angsana Teqtoquinon Kayu jati
Latifolin Kayu sonokeling
Senyawa Inorganik
Residu dari kayu melalui proses pembakaran dengan suhu tinggi (± 500oC)
Kadar abu terdapat di bagian dinding sel dan lumen
Kadar abu mengandung unsur kalsium, kalium, magnesium, mangan, dan silica
Kadar abu > 6% tinggi; 0,2-6 sedang;
< 0,2 rendah
Kadar silika diperoleh dari kadar abu yang tidak larut HCl 6 M
Jenis Kayu Kadar Abu (%) Kadar silika (%)
Kayu Akasia 0,31-0,83 0,06-0,46
Kayu Jati 1,4 0,4
Kayu Angsana 0,9 0,3
Kayu Mahoni 0,6 0,1
RasamalaKayu 1,4 0,7