See discussions, stats, and author profiles for this publication at: https://www.researchgate.net/publication/336550180
MAKALAH SIKLUS PENDAPATAN DAN SIKLUS PENGELUARAN
Article · October 2019
CITATIONS
0
READS
17,732
1 author:
Nur Haliza
Mercu Buana University 2PUBLICATIONS 0CITATIONS
SEE PROFILE
All content following this page was uploaded by Nur Haliza on 15 October 2019.
The user has requested enhancement of the downloaded file.
MAKALAH SIKLUS PENDAPATAN DAN SIKLUS PENGELUARAN
Di Susun Oleh :
Anggi Regita Cahyani 43218110205 Oktaviana Purwitasari 43218110226 Putri Noer Ainnaya Alfatihah 43218110227
Nurhaliza 43218110236
Vina Saryana Manurung 43218110278
Dosen Pengampu : Rona Tumiur Mauli C. Simorangkir, SE., MM
Universitas Mercubuana Fakultas Ekonomi Dan Bisnis
Tahun 2019
KATA PENGANTAR
Segala puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini. Sholawat serta salam kami haturkan kepada junjungan Nabi Agung kita Muhammad SAW, semoga di hari kiamat nanti kita akan mendapatkan Syafaat darinya. Amin ya Rabba Alaamin. Kami mengucapkan terima kasih kepada orang tua kami yang telah memeberikan kesempatan kami untuk belajar kembali.Dan untuk pihak-pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini. Dalam penyusunan makalah ini, kami menyadari akan keterbatasan dan kemampuan kami dalam menyusun kata, sehingga makalah ini jauh dari sempurna dan masih memerlukan penyempurnaan, untuk itu saran dan masukannya kami harapkan. Akhir kata, semoga makalah ini bermanfaat bagi kami dan para pembaca untuk memberikan tambahan pengetahuan, dan wawasan khususnya dalam bidang pengantar sistem informasi akuntansi.
Jakarta, 26 September 2019
Penyusun
PENDAHULUAN
Seiring dengan berkembangnya teknologi di era modern ini,mengakibatkan segala sesuatu yang memungkinkan diatur secara teknologi yang diusahakan secara maksimal. Usaha manusia untuk memunculkan terobosan barudi bidang teknologi sangat mendukung proses kerja yang pada awalnya memerlukan waktu yang relatif lama menjadi dapat terselesaikan dengan waktu yang relatif singkat dengan hasil yang memuaskan, walaupun dengan teknologi yang modern pengeluaran biaya operasional yang diperlukan akan semakin banyak.
Oleh karena itu, perusahaan-perusahaan dituntut untuk melakukan kegiatan operasionalnya secara efektif dan efisien umtuk mempertahankan eksistensinya, sehingga pengetahuan merupakan kekuatan yang sangat penting untuk membantu manajer dalam pengambilan keputusan. Dengan demikian, pengelolaan sistem informasi merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan.Bagi perusahaan yang bergerak, sistem informasi memainkans ebuah peranan yang penting dalam mengukur tindakan dan hasil serta dalam mendefinisikan penghargaan yang akan diterima oleh para individu.
Dan setiap pengeporasian perusahaan terjadi siklus pendapatan dan siklus pengeluaran perusahaan yang mencakup aktivitas bisnis dalam penyerahan barang atau jasa kepada pelanggan dan penerimaan pembayaran kas dari penyerahan barang dan jasa yang dilakukan tersebut.Sehingga sebuah perusahaan melakukan berbagai pencatatan yang terjadi dalam siklus pendapatan demi terjaganya sistem pengendalian perusahaan tetap stabil.
Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan Siklus Pendapatan ?
2. Apa yang maksud dari dokumen, catatan, dan laporan dalam siklus pendapatan dan pengeluaran ?
3. Bagaimana cara mengolah transaksi mampu di proses dalam siklus pendapatan?
4. Bagaimana aktivitas bisnis dalam siklus pendapatan yang berbasis komputer?
5. Apa yang dimaksud dengan Siklus Pengeluaran ?
6. Bagaimana cara mengolah transaksi mampu di proses dalam siklus pengeluaran?
7. Bagaimana aktivitas bisnis dalam siklus Pengeluaran yang berbasis komputer?
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ...
DAFTAR ISI ...
PENDAHULUAN ...
RUMUSAN MASALAH ...
PEMBAHASAN 1 :
I. Pengertian Siklus Pendapatan ...
II. Aktivitas Bisnis Siklus Pendapatan ...
III. Tujuan Siklus Pendapatan ...
IV. Sistem Informasi Siklus Akuntansi ...
V. Prosedur Manual dalam Sistem Pemesanan Penjualan ...
VI. Prosedur Berbasis Komputer dalam Sistem Pemesanan Penjualan ...
PEMBAHASAN 2 :
I. Pengertian Siklus Pengeluaran ...
II. Aktivitas Bisnis Siklus Pengeluaran ...
III. Pengolahan Pengeluaran ...
DAFTAR PUSTAKA ...
PEMBAHASAN
I. Pengertian Siklus Pendapatan
Siklus pendapatan (revenue cycle) adalah serangkaian aktivitas bisnis dan kegiatan pemrosesan informasi terkait yang terus berlangsung dengan menyediakan barang dan jasa ke para pelanggan dan menagih kas sebagai pembayaran dari penjualan-penjualan tersebut.Siklus Pendapatan merupakan prosedur pendapatan dimulai dari bagian penjualanotorisasi kredit, pengambilan barang, penerimaan barang, penagihan sampai denganpenerimaan kas.
II. Aktivitas Bisnis Siklus Pendapatan
Empat aktivitas dasar bisnis yang dilakukan dalam siklus pendapatan :
Entri Pesanan Pesanan Penjualan
Siklus pendapatan dimulai dengan menerima pesanan dari pelanggan.
Mengentri pesanan penjualan mengharuskan tiga langkah yaitu : mengambil pesanan pelanggan , mengecek dan menyetujui kredit pelanggan dan mengecek ketersediaan persediaan.
Pengiriman
Pada aktivitas ini mempunyai 2 langkah yaitu : memilih dan mengepak pesanan dan mengirilmkan pesanan. Departemen gudang dan pengiriman menjalankan aktivitas-aktivitas ini secara berurutan. Kedua fungsi ini mencakup penjagaan persediaan.
Penagihan
Aktivitas dasar ketiga dalam siklus pendapatan melibatkan penagihan para pelanggan dan menunjukkan bahwa aktivitas ini melibatkan dua tugas terpisah tetapi terkait erat dengan menagihkan dan memperbarui piutang, yang dijalankan oleh dua unit terpisah dalam departemen akuntansi.
Penerimaan Kas
Langkah terakhir dalam siklus pendapatan adalah penerimaan kas dan proses pembayaran dari pelanggan.
III. Tujuan Siklus Pendapatan
Tujuan utama siklus pendapatan adalah menyediakan produk yang tepat di tempat dan waktu yang tepat dengan harga yang sesuai. Tujuan – tujuan lain antara lain sebagai berikut :
1. Semua transaksi telah diotorisasikan dengan benar 2. Semua transaksi yang dicatat valid (benar-benar terjadi) 3. Semua transaksi yang valid, dan disahkan, telah dicatat
Semua transaksi dicatat dengan akurat
Asetdijaga dari kehilangan ataupun pencurian
Aktivitas bisnis dilaksanakan secara efisien dan efektif 4. Ancaman dan Pengendalian dalam Siklus Pendapatan
IV. Sistem Informasi Siklus Akuntansi
Seperti sebagian besar organisasi besar , AOE menggunakan sebuah system enterprise resources planning (erp) . Ini menunjukkan bagian dari system ERP yang mendukung aktivitas bisnis siklus pendapatan AOE.
V. Prosedur Manual dalam Sistem Pemesanan Penjualan 1) Penjualan Kredit
Departemen Penjualan
Proses yang pertama dari penjualan terdapat pada departemen penjualan yang dimana departemen ini akan mencatat jenis barang dan kuantitas barang dagang yang akan dipesan oleh pelanggan.
Departemen Kredit
Pada departemen ini memiliki proses awal yaitu melakukan transaksi persetujuan yang dimana dengan melihat kelayakan dari pelanggan dalam hal pembelian kredit terhadap pelanggan tersebut. Dalam memutuskan sifat / jenis pemeriksaan akan disesuaikan dengan kondisi nyata pada saat terjadinya penjualan.
Departemen Pengirim
Tugas dari departemen ini adalah mengirimkan barang yang dipesan ke pelanggan. Pada proses ini, departemen pengiriman menerima surat jalan dan dokumen pengiriman barang dagangnya. Kemudian departemen ini memberikan dokumen pengiriman beserta barang yang dipesan kepada pelanggan tersebut.
2) Prosedur Gudang
Departemen penjualan mengirim salinan surat pengeluaran barang
Departemen Penagihan
Bagian Penagihan menerima dua buah dokumen untuk kemudian disatukan menjadi suatu faktur. Dokumen tersebut adalah tembusan SO yang diterima dari bag. Penjualan dan Nota Pengiriman yang diberikan oleh bag. Pengiriman.
Bagian Penagihan kemudian membandingkan dan menjumlah semua biaya yang terjadi untuk kemudian membuat faktur yang sesuai.
Departemen Pengendalian Persediaan
Departemen pengendalian persediaan menggunakan dokumen pengeluaran barang untuk memperbaruinakun buku besar pembantu persediaan (inventory subsidiary ledger).
Departemen Piutang Dagang
Tugas dari departemen ini adalah memposting data salinan buku besar pesanan penjualan ke buku besar tambahan piutang. Sehingga dengan adanya departemen ini akan memudahkan perusahaan mengetahui seberapa besar piutang yang dimilikinyan dan mengetahui pelanggan mana yang belum melunasi utangnya.
Departemen Buku Besar Umum
Pada departemen ini,semua jenis dokumen akan diberikan dan akan diolah.
Data yang terkait adalah dokumen jurnal dari departemen penagihan dan departemen pengawasan persediaan. Selain itu juga ringkasan rekening dari departemen piutang. Hal ini dilakukan pada saat penutupan periode pemrosesan.
3) Retur Penjualan
Disebabkan oleh beberapa hal,antara lain : a) Penjual mengirim barang yang salah b) Barang yang dikirim ternyata rusak/cacat c) Barang tersebut rusak pada saat pengiriman
d) Penjual terlalu terlambat mengirimkan barang atau terjadi keterlambatan karena penundaan saat transit, dan pembeli menolak pengiriman tersebut
4) Prosedur retur penjualan
Departemen penerimaan barang
Ketika barang dikembalikan, staf penerimaan menghitung, memeriksa dan menyiapkan slip retur barang yang mendeskripsikan barang tersebut
Departemen penjualan
Saat menerima slip retur barang, staf penjualan menyiapkan memo kredit.
Dokumen ini merupakan alat yang sah bagi pelanggan untuk menerima pembayaran atas barang yang dikembalikan.
Departemen kredit
Manajer kredit mengevaluasi kondisi pengembalian dan membuat keputusan untuk memberikan atau menolak pengembalian tersebut.
Departemen penagihan
Staf penagihan menerima memo kredit dari departemen penjualan dan mencatat kredit tersebut dalam jurnal penjualan sebagai entri kontra.
Departemen pengendalian persediaan dan piutang dagang
Staf pengendalian persediaan menyesuaikan catatan persediaan dan meneruskan memo kredit ke departemen piutang, dimana rekening pelanggan akan disesuaikan.
Departemen buku besar umum
Staf departemen umum menerima voucher journal dari departemen penagihan dan pengendalian persediaan serta rangkuman akun dari
5) Prosedur ruang penerimaan Kas
Ruang penerimaan dokumen menerima cek dari pelanggan bersama dengan permintaan pembayaran. Dokumen ini berisi informasi utama yang diperlukan untuk akun pelanggan.
Departemen penerimaan kas
Kasir meverifikasi keakuratan dan kelengkapan antara cek dengan permintaan pembayaran. Setiap cek yang hilang dan salah dikirimkan dari ruang penerimaan dokumen dan departemen penerimaan kas diidentifikasi pada proses ini.
Departemen piutang dagang
Staf departemen piutang dagang melakukan prosespembukuan permintaan pembayaran pada akun pelanggan di buku besar pembantu piutang dagang.
Departemen buku besar
Secara berkala, departemen buku besar menerima voucher jurnal dari departemen penerimaan kas dan rangkuman akun dari departemen piutang dagang.
Departemen kontroler
Secara berkala(mingguan atau bulanan), staf dari departemen kontroler mencocokkan penerimaan kas dengan membandingkan dokumen berikut ini : a) Salinan dari daftar permintaan pembayaran
b) Slip setoran bank yang diterima dari bank
c) Voucher jurnal dari departemen penerimaan kas dan departemen piutang dagang.
Laporan keuangan yang dicatat :
a) Jurnal khusus (jurnal penjualan, jurnal penerimaan kas, dan jurnal umum untuk mencatat memo kredit)
b) Buku pembantu piutang dagang c) Buku pembantu penjualan.
d) Buku besar
Kategori file :
a. File pesanan penjualan terbuka adalah file pesanan pelanggan yang belum terpenuhi
b. File referensi data harga adalah daftar harga setiap barang dagangan c. File sejarah penjualan adalah file dari transaksi penjualan yang sudah
selesai
d. File laporan pengiriman menyebutkan barang – barang yang dikirim untuk periode tertentu
e. File memo kredit salinan dari memo kredit yang telah dibukukan kea kun pelanggan.
VI. Prosedur Berbasis Komputer dalam Sistem Pemesanan Penjualan
Prinsip pembukuan pada sistem berbantuan komputer sama dengan sistem manual. Komputer berfungsi untuk mengotomatisasikan pekerjaan manual dan untuk memungkinkan penyajian laporan secara lebih cepat, lengkap, dan terpercaya. Pada sistem berbantuan komputer arsip pembukuan dalam bentuk file atau data-base. Data base adalah kumpulan file.
Kategori – kategori file :
File transaksi (transaction file), file ini berisi data transaksi tertentu, misalnya transaksi penjualan, penerimaan kas, dan retur penjualan. Data pada file transaksi digunakan sebagai basis pemutakhiran file induk (master file).
File induk (master file), file ini berisi data lengkap setiap pelanggan dan tersedia untuk seluruh pelanggan.
I. Pengertian Siklus Pengeluaran (Expenditure Cycle)
Merupakan serangkaian aktivitas bisnis dan kegiatan pengolahan data yang berhubungan dengan pembelian dan pembayaran atas barang dan jasa yang dibeli.Pembahasan kali ini memfokuskan pada pembelian bahan baku,barang jadi,perlengkapan dan jasa.
Dalam Siklus pengeluaran yang merupakan siklus kedua dari siklus kegiatan pokok perusahaan,terkait empat kejadian ekonomi atau transaksi akuntansi,yaitu pembelian, penerimaan barang,pencatatan utang dan pelunasan utang.Dalam melaksanakan keempat transaksi tersebut,perusahaan menggunakan empat subsistem,yaitu sistem pembelian,sistem penerimaan,sistem pencatatan utang atau sistem voucher,dan sistem pengeluaran kas.
Dalam siklus ini,pihak eksternal yang terlibat dalam pemasok,sedangkan pihak internal yang terkait adalah siklus produksi,siklus pendapatan,dan siklus buku besar dan pelaporan. Bentuk Interaksi antara siklus pengeluaran dan siklus lainnya adalah siklus pengeluaran menerima pemberitahuan dari siklus
pendapatan dan sistem produksi tentang kebutuhan barang dan bahan baku,dan juga memberitahu kapan barang tersebut harus diterima.
Siklus pengeluaran juga mengirimkan data biaya ke siklus buku besar dan pelaporan untuk dimasukkan ke dalam laporan keuangan dan laporan kinerja.
Interaksi tersebut digambarkan secara lengkap pada sebuah diagram konteks- yang merupakan level tertinggi dari diagram arus data.
Siklus pengeluaran dapat diselenggarakan secara manual dan berbasis komputer. Perbedaan pokok kedua cara tersebut adalah pada mekanisme pengolahan datanya , sedangkan input dan output yang dihasilkan relative sama.berikut ini akan diuraikan masing-masing sistem secara komprehensif.
Diagram Konteks dari Sistem Pengeluaran
II. Tujuan Siklus Pengeluaran
Tujuan Siklus pengeluaran adalah untuk meminimalkan total biaya perolehan dan pemeliharaan persediaan , perlengkapan dan berbagai layanan yang diperlukan perusahaan. Tujuan adalah :
Menjamin bahwa semua barang dan jasa yang dipesan sesuai dengan aturan yang dibutuhkan
Menerima semua barang yang dipesan dan memastikan bahwa barang yang diterima dalam kondisi baik.
Mengamankan barang hingga dibutuhkan
Menentukan faktur yang berkaitan dengan barang dan jasa yang benar
Mencatat dan mengklasifikasi pengeluaran dengan tepat
Mengirimkan uang ke pemasok yang tepat
Menjamin bahwa semua pengeluaran kas berkaitan dengan pengeluaran yang telah diizinkan.
Mencatat dan mengklasifikasi pengeluaran kas dengan tepat dan akurat.
Dokumen Yang Digunakan Dalam Siklus Pengeluaran Dokumen yang digunakan dalam siklus ini adalah:
Jenis Transaksi Dokumen yang Digunakan
Pembelian Kredit Permintaan Pembelian
Pesanan Pembelian
Laporan Penerimaan Barang Voucher
Pengeluaran Kas Check
Retur Pembelian Memo Debit
Laporan Yang Dihasilkan
Seperti halnya aplikasi yang lain,dalam aplikasi pengeluaran ini juga dihasilkan tiga macam laporan,yaitu laporan pengawasan(control report),register,dan laporan khusus(special report). Meskipun demikian,informasi yang disajikan dalam laporan-laporan tersebut berbeda-beda antara satu aplikasi dengan aplikasi yang lain.
- Laporan Kontrol
Laporan ini meringkas perubahan yang dilakukan terhadap sebuah file.Akuntan menggunakan laporan ini untuk menentukan ada tidaknya perubahan file yang tidak semestinya atau untuk menjamin bahwa tidak ada transaksi yang hilang selama proses pengolahan data berlangsung.Laporan ini berisi informasi tentang :
(1) transaksi yang telah diposting (2) jumlah angka atau nomor transaksi
(3) daftar perubahan yang dibuat selama pemeliharaan file
Dalam sistem berbasis komputer,laporan ini menyajikan record count,control total,dan hash total.Petugas pengawas data mengkaji laporan ini dan membandingkan total tersebut untuk menguji bahwa semua perubahan (terhadap file) telah dilakukan secara tepat.
- Register
Laporan ini berisi daftar transaksi yang dicatat dalam periode waktu tertentu,misalnya satu hari,satu minggu,atau satu bulan.Laporan ini berisi ringkasan data yang telah di posting ke rekening buku besar,sehingga dapat digunakan untuk melakukan telusuran audit(audit trail) terhadap saldo-saldo rekening.Register ini dalam sistem manual disebut dengan jurnal khusus,oleh karenanya register dalam sistem yang berbasis komputer sering pula disebut dengan jurnal.
- Laporan Khusus
Laporan khusus dalam siklus pengeluaran ini membantu manajer dalam membuat jadwal pembayaran utang kepada pemasok.Laporan khusus yang dihasilkan dalam siklus ini mencakup:
1) Laporan Faktur Terbuka(Open Invoices Report)
Laporan ini berisi daftar faktur pembelian yang belum di bayar pada tanggal laporan.Data yang dilaporkan adalah data pemasok dan jumlah utang kepada setiap pemasok.
2) Laporan Umum Voucher
Laporan ini meringkas voucher menurut umumnya. Laporan ini sangat bermanfaat,karena jika perusahaan sampai memiliki utang yang tidak dibayar sampai jangka waktu tertentu,akan berakibat negative bagi perusahaan,yaitu:
Merusak hubungan baik dengan pemasok
Merusak citra kredit,yang pada gilirannya perusahaan akan sulit untuk dapat membeli barang dari pemasok secara kredit.
3) Laporan Kebutuhan Kas
Laporan ini meringkas faktur pembelian urut jatuh tempo. Laporan ini membantu departemen utang dalam merencanakan pembayaran kas dan dalam mengidentifikasi faktur mana yang harus dibayar segera,agar dapat diperoleh potongan dan juga agar hubungan baik dengan pemasok dapat dipelihara.
4) Layanan Status Utang
Laporan ini dihasilkan kalau perusahaan menggunakan sistem on-line real- time,karena sistem ini memungkinkan pemakai untuk meminta database menyajikan informasi terbaru.Dalam siklus ini,karyawan bagian utang juga memerlukan informasi mengenai utang kepada setiap pemasok.kebutuhan ini dipenuhi dengan menyajikan informasi terbaru tentang utang kepada setiap pemasok.
III. Pengolahan Transaksi
Pengolahan transaksi akan diuraikan dalam 2 versi,yaitu untuk sistem yang diselenggarakan secara manual,dan untuk sistem yang diselenggarakan dengan menggunakan alat bantu komputer.
1.) Sistem manual
Pengolahan transaksi dalam siklus pengeluaran yang diselenggarakan secara manual , mencakup prosedur-prosedur yaitu Prosedur Pembelian Kredit &
Prosedur Pengeluaran Kas
2.) Sistem berbasis computer
Pengolahan transaksi dalam siklus pengeluaran yang berbasis komputer,mencakup prosedur-prosedur sebagai berikut :
Prosedur Permintaan Pembelian
Aktivitas Bisnis yang pertama kali dilakukan dalam siklus pengeluaran adalah permintaan barang atau suplais.Keputusan Kunci yang dibuat pada proses ini adalah mengidentifikasi barang apa yang akan dibeli,kapan dibutuhkan,dan berapa banyak yang akan di beli.Keputusan ini normalnya dibuat oleh fungsi pengawas persediaan(inventory control),meskipun informasi tentang kebutuhan barang diperoleh dari departeman pengguna barang.Permintaan Pembelian kadang-kadang juga di buat oleh siklus produksi atau dari fungsi penjualan yang menyampaikan informasi tentang back order.
Prosedur Pemesanan Barang
Aktivitas pokok yang kedua dalam siklus pengeluaran adalah pemesana suplais dan bahan baku.Aktivitaspembelian biasanya dilakukan oleh petugas pembelian atau karyawan pembelian dalam departeman pembelian. Pemilihan Pemasok merupakan keputusan penting yang dibuat pada tahap ini adalah pemilihan pemasok dengan mempertimbangkan harga,kualitas,dan kualitas pengiriman. Komitmen terhadap kualitas dan pengiriman yang dimiliki oleh para pemasok sangat penting,terutama pada sistem JIT,karena keterlambatan pengiriman atau dalam pengiriman terdapat produk cacat dapat engancam seluruh sistem.
Sekali seorang pemasok terpilih untuk memasok sebuah produk,identitas pemasok tersebut akan menjadi badian dari atau dimasukan ke dalam file induk persediaan.Hal ini dimaksudkan untuk menghindari proses seleksi pemasok ketika akan membeli barang yang sama di kemudian hari. Dengan cara ini,maka kinerja
pemasok secara periodic dievaluasi untuk menentukan apakah pemasok tersebut masih dapat dipertahankan atau tidak. Evaluasi ini tidak hanya melibatkan masalah harga,namun juga kualitas produk yang dibeli dan kinerja pengiriman barang.Sistem Informasi Akuntansi yang baik,seharusnya juga dirancang untuk dapat menangkap dan menelusur informasi ini
Prosedur Penerimaan Barang
Aktivitas ketiga dalam siklus pengeluaran adalah menerima dan menyimpan barang yang dipesan.Departeman penerima barang bertanggung jawab untuk menerima barang yang dikirim oleh pemasok.Selain barang diterima,kemudian dilaporkan ke manajer bagian gudang,untuk kemudian meneruskannya ke manajer pabrik.
Departemen penyimpanan barang yang bertanggung jawab kepada manajer bagian gudang,bertanggung jawab untuk menyimpan barang.Informasi tentang tentang penerimaan barang yang dipesan harus dikomunikasikan ke fungsi pengawas persediaan,untuk memperbarui catatan persediaan. Tujuan diselenggarakan prosedur ini adalah :
1) Untuk menjamin bahwa semua penerimaan bahan baku,perlengkapan,dan aktiva lain yang dibeli telah diotorisasikan 2) Untuk mencatat transaksi penerimaan dalam catatan akuntansi.
Prosedur Pencatatan utang
Aktivitas keempat dalam siklus pengeluaran adalah proses persetujuan pembayaran faktur pembelian.Proses ini dilaksanakan oleh departemen hutang dagang yang bertanggung jawab terhadap direktur keuangan.Tujuan diselenggarakannya subsistem ini adalah untuk mancatat kewajiban membayar kepada pemasok. Input aplikasi ini adalah faktur pembelian,catatan penerimaan barang,pesanan pembelian (open purchase order) dan file rincian pesanan pembelian(purchase order detail files).
Secara legal,kewajiban untuk membayar ke pemasok mulai timbul saat barang diterima.meskipun demikian,untuk alasan praktis,sebagian besar perusahaan mencatat utang setelah diterima dan disetujuinya faktur pembelian.
Tujuan dilakukannya cara ini adalah untuk mengotorisasi dan menentukan apakah faktur yang diterima layak di bayar.tentunya faktur pembelian dikatakan layak di bayar jika barang dan jasa yang dipesan benar-benar telah diterima oleh perusahaan.
Untuk mencapai tujuan ini,diperlukan informasi dari bagian pembelian(berupa tembusan order pembelian) dan fungsi penerimaan barang (berupa laporan penerimaan barang). Tembusan order pembelian dari bagian pembelian menegaskan bahwa barang atau jasa yang tercantum dalam faktur pembelian benar-benar dipesan. Tembusan laporan penerimaan barang yang diterima dari bagian gudang menegaskan tentang kuantitas dan kondisi yang diterima.
Prosedur Pengeluaran Kas
Aktivitas terakhir pada siklus pengeluaran adalah pembayaran faktur yang telah disetujui. Aktivitas ini,disebut dengan aktivitas pengeluaran kas,dilaksanakan oleh kasir,yang bertanggung jawab kepada manajer keuangan.Tujuan diselenggarakannya aplikasi ini adalah untuk menjamin bahwa pembayaran kepada pemasok dilakukan tepat waktu dan dalam jumlah yang benar. Input bagi aplikasi ini adalah catatan dari file voucher.
Keputusan kunci dalam prosedur pengeluaran kas adalah menentukan apakah perusahaan akan memanfaatkan fasilitas potongan yang tersedia atau tidak. Untuk membuat keputusan ini,dibutuhkan informasi anggaran kas jangka pendek. Dalam anggaran kas tersebut tergambar taksiran arus kas masuk dan arus kas keluar untuk satu periode tertentu di masa mendatang (biasanya satu tahun). Informasi yang tercantum dalam anggaran tersebut berasal dari berbagai sumber. Bagian piutang dagang memberikan proyeksi penerimaan kas. File utang dagang dan file order pembelian menunjukan potensi pembayaran kepada para pemasok,yang bermakna taksiran arus kas keluar di masa mendatang.
Fungsi sumber daya manusia memberikan informasi tentang kebutuhan kas untuk pembayaran gaji karyawan.jika cukup anggaran kas menunjukan bahwa perusahaan membutuhkan kas dalam jumlah yang untuk memenuhi kebutuhan
pengeluaran kas,maka fasilitas potongan yang tersedia harus dimanfaatkan agar dapat diperoleh penghematan pengeluaran kas.
Diagram Arus Data Tingkat 0 dari Siklus Pengeluaran
DAFTAR PUSTAKA
1) Romney,Marshall B. dan Steinbart,Paul John, (2016), Sistem Informasi Akuntansi, Diterjemahkan oleh Kikin dan Novita , Salemba Empat, Jakarta
2) http://ajeng17.blogspot.com/2013/01/siklus-pendapata-dan-pengeluara.html diakses pada tanggal 30 September 2019 Jam 18.10
View publication stats