• Tidak ada hasil yang ditemukan

SISTEM PEREKONOMIAN DAN PERTUMBUHAN INDONESIA

N/A
N/A
Nala Raifitri Sari

Academic year: 2024

Membagikan "SISTEM PEREKONOMIAN DAN PERTUMBUHAN INDONESIA"

Copied!
32
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH

PEREKONOMIAN INDONESIA

“SISTEM PEREKONOMIAN DAN PERTUMBUHAN INDONESIA”

DOSEN PENGAMPU : Bpk. AHMAD NAZIR S.Sos.,M.Si.

DI SUSUN OLEH : KELOMPOK 1

AKHMAD FAUZI (211010502823) DENNIS APRILIA UTAMI (211010503945) JONES SINAGA (211010504478) NALA RAIFITRI SARI (211010500964) SARASWATI (211010503134) TUTUT DWI HARYANTI (211010500765)

PROGRAM STUDI MANAJEMEN S-1 FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS PAMULANG TANGERANG SELATAN

2024

(2)

ii

KATA PENGANTAR

Puji dan Syukur kami panjatkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat limpahan Rahmat dan Karunia-Nya sehingga kami dapat menyusun makalah ini tepat pada waktunya.

Makalah ini membahas tentang “SISTEM PEREKONOMIAN DAN PERTUMBUHAN INDONESIA”

Dalam penyusunan makalah ini, kami banyak mendapat tantangan dan hambatan akan tetapi dengan bantuan dari berbagai pihak tantangan itu bisa teratasi. Oleh karena itu, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini, semoga bantuannya mendapat balasan yang setimpal dari Tuhan Yang Maha Esa.

Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan baik dari bentuk penyusunan maupun materinya. Kritik dan saran dari pembaca sangat kami harapkan untuk penyempurnaan makalah selanjutnya.

Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat kepada kita sekalian.

Tangerang Selatan, Maret 2024

KELOMPOK 1

(3)

iii

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR……… ii

DAFTAR ISI……….. iii

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang………. 1

1.2 Rumusan Masalah……… 2

1.3 Tujuan……….. 2

BAB II PEMBAHASAN 2.1 Sistem Ekonomi Dunia ……….3

2.2 Sistem Ekonomi di Indonesia ………...9

2.3 Sistem Ekonomi Islam (Syariah) ……….13

2.4 Pertumbuhan Ekonomi ………16

2.5 Perhitungan Pertumbuhan Ekonomi ………19

BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan………..26

3.2 Saran………27

DAFTAR PUSTAKA………28

(4)

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Sistem ekonomi adalah salah satu alat guna mencapai tujuan kehidupan bersama suatu bangsa atau negara. Ketika membandingkan sistem- sistem ekonomi yang ada, telah terlihat bahwa masing-masing sistem ekonomi memiliki perbedaan- perbedaan yang sangat kontras. Namun, diantara perbedaan-perbedaan tersebut terdapat satu persamaan yang sangat mencolok, yaitu setiap sistem ekonomi disusun untuk mencapai tujuan akhir yang gemilang Kondisi akhir tersebut merupakan suatu peradaban manusia yang ideal, dimana manusia, baik sebagai individu maupun kelompok, menikmati kekayaan, keadilan, kemakmuran dan kemerdekaan seutuhnya. Karenanya, jika semua sistem ekonomi mempunyai tujuan yang sama, tentunya semua sistem ekonominya harus dapat dinilai dengan kriteria yang seragam. Dengan demikian, penilaiannya akan sangat objektif. Sistem ekonomi yang baik adalah sistem ekonomi yang mampu menghadapi ketidakpastian.

Sistem perekonomian merupakan sistem yang digunakan oleh suatu negara untuk mengalokasikan sumber daya yang dimilikinya baik dilakukan melalui hubungan antara masyarakat dan kelembagaan. Dumairy menambahkan pendapatnya lagi bahwa perekonenian yang terjadi pada suatu taratom kehidupan tidak harus berdiri tunggal, melainkan harus berdasarkan falsafah, ideologi, serta tradisi masyarakat yang berkembang secara turun-temurun disuatu tempat.

Disamping itu pajak merupakan sumber pendapatan bagi pemerintah di negara Indonesia, merupakan salah satu sumber pendapatan negara untuk membiayai pengeluaran negara termasuk pengeluaran pembangunan, di mana masyarakat pun menikmati nya secara tidak langsung, Contoh dari kenikmatan secara tidak langsung tersebut dari sumber pendapatan pajak yaitu perbaikan jalan raya, kesehatan gratis bagi keluarga, beasiswa bagi anak, pembangunan jembatan.

Pertumbuhan ekonomi merupakan proses perubahan kondisi perekonomian suatu negara secara berkesinambungan menuju keadaan yang lebih baik selama periode tertentu. Suatu perekonomian dikatakan mengalami suatu perubahan akan perkembangannya apabila tingkat kegiatan ekonomi lebih tinggi daripada yang dicapai pada masa sebelumnya. Menurut Sukirno (1996: 33), pertumbuhan dan pembangunan ekonomi memiliki definisi yang berbeda, yaitu pertumbuhan ekonomi ialah proses kenaikan output perkapita yang terus menerus dalam jangka panjang Pertumbuhan ekonomi tersebut merupakan salah satu indikator keberhasilan pembangunan. Dengan demikian makin tingginya pertumbuhan ekonomi biasanya

(5)

2

makin tinggi pula kesejahteraan masyarakat, meskipun terdapat indikator yang lain yaitu distribusi pendapatan

Keberhasilan pembangunan suatu daerah dapat dilihat dari tingkat pertumbuhan ekonominya. Oleh sebab itu, setiap daerah selalu menetapkan target tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi didalam perencanaan dan tujuan pembangunan daerahnya. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan berkelanjutan merupakan kondisi utama bagi kelangsungan pembangunan ekonomi. Indikator penting untuk mengetahui kondisi ekonomi di suatu negara dalam suatu periode tertentu ditunjukkan oleh data Produk Domestik Bruto (PDB). Nilai PDB akan memberi suatu gambaran bagaimana kemampuan negara dalam mengelola serta memanfaatkan sumber daya yang ada.

1.2 Rumusan Masalah

Adapun Rumusan Masalah dari pembuatan Makalah ini adalah 1. Bagaimaan Perkembangan Sistem Ekonomi Dunia?

2. Bagaimana Perkembangan Sistem Ekonomi Indonesia dan Landasan yang terkandung didalamnya?

3. Bagaimana Perkembangan Sistem Ekonomi Syariah?

4. Bagaimana Perkembangan terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia?

5. Bagaimana Perhitungan Pertumbuhan Ekonomi?

1.3 Tujuan

1. Dapat memahami dan menjelaskan tentang Sistem Ekonomi Dunia

2. Dapat memahami dan menjelaskan tentang Sistem Ekonomi di Indonesia 3. Dapat memahami dan menjelaskan tentang Ekonomi Syariah

4. Dapat memahami dan menjelaskan tentang Pertumbuhan Ekonomi

5. Dapat memahami dan menjelaskan tentang Perhitungan Pertumbuhan Ekonomi

(6)

3

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Sistem Ekonomi Dunia

Istilah "sistem" berasal dari perkataan "systema (bahasa Yunani), yang dapat diartikan sebagai: keseluruhan yang terdiri dari macam-macam bagian. Pada dasarnya sebuah sistem adalah suatu organisasi besar yang menjalin berbagai subjek (atau objek) serta perangkat kelembagaan dalam suatu tatanan tertentu (Dumairy, 1996: 28). Suatu sistem muncul karena adanya usaha manusia untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhannya. Pemenuhan kebutuhan ma nusia yang sangat bervariasi akan memunculkan sistem yang berbeda-beda. Kebutuhan manusia yang bersifat dasar (pangan, pakaian, papan) akan memunculkan suatu sistem ekonomi.

Sistem perekonomian adalah sistem yang digunakan oleh suatu negara untuk mengalokasikan sumber daya yang dimilikinya baik kepada individu maupun organisasi di negara tersebut. Perbedaan mendasar antara sebuah sistem ekonomi dengan sistem ekonomi lainnya adalah bagaimana cara sistem itu mengatur faktor produksinya. Dalam beberapa sistem, seorang individu boleh memiliki semua faktor produksi. Sementara dalam sistem lainnya, semua faktor tersebut di pegang oleh pemerintah. Kebanyakan sistem ekonomi di dunia berada di antara dua sistem ekstrem tersebut.

Selain faktor produksi, sistem ekonomi juga dapat dibedakan dari cara sistem tersebut mengatur produksi dan alokasi. Sebuah perekonomian terencana (planned economies) memberikan hak kepada pemerintah untuk mengatur faktor-faktor produksi dan alokasi hasil produksi. Sementara pada perekonomian pasar (market economic), pasar lah yang mengatur faktor-faktor produksi dan alokasi barang dan jasa melalui penawaran dan permintaan.

Berikut adalah pengertian Sistem Ekonomi menurut para ahli antara lain (Nurseto & Widiastuti, 2011):

1. Menurut Dumairy (1996), Sistem ekonomi adalah suatu sistem yang mengatur serta menjalin hubungan ekonomi antar manusia dengan seperangkat kelembagaan dalam suatu tatanan kehidupan. Selanjutnya dikatakannya pula bahwa suatu sistem ekonomi tidaklah harus berdiri sendiri, tetapi berkaitan dengan falsafah, padangan dan pola hidup masyarakat tempatnya berpijak. Sistem ekonomi sesungguhnya merupakan salah satu unsur saja. dalam suatu supra sistem kehidupan masyarakat.

(7)

4

Sistem ekonomi merupa kan bagian dari kesatuan ideologi kehidupan masyarakat di suatu negara.

2. Tom Gunadi (1985). Sistem perekonomian adalah sistem sosial atau kema syarakatan dilihat dalam rangka usaha keseluruhan sosial itu untuk mencapai kemakmuran.

3. Suroso (1997). Dilihat dari tujuannya, sistem ekonomi merupakan usaha u ntuk mengatur pertukaran barang dan jasa yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Karena meningkatkan kesejahteraan rakyat itu merup akan salah satu tujuan dari politik nasional, maka dengan demikian sistem perekonomian pada dasmya merupakan bagian dari sistem politik nasional.

Adapun system-sistem ekonomi dunia adalah sebagai berikut:

A. Sistem Ekonomi Kapitalis

Sistem ekonomi kapitalis adalah suatu sistem ekonomi dimana kekayaan yang produktif terutama dimiliki secara pribadi dan produksi terutama dilakukan untuk dijual. Adapaun tujuan kepemilikan pribadi adalah untuk memperoleh keuntungan/laba yang cukup besar dari hasil menggunakan kekayaan yang produktif tersebut (Tambunan, 2012).

Sistem ekonomi pasar adalah suatu sistem ekonomi di mana seluruh k egiatan ekonomi mulai dari produksi, distribusi dan konsumsi diserahkan sepenuhnya kepada mekanisme pasar. Sistem ini sesuai dengan ajaran dari Adam Smith, dalam bukunya An Inquiry Into the Nature and Causes of the Wealth of Nations. Model sistem ekonomi ini merujuk pada perekonomian pasar persaingan sempurna. Model ini seluruhnya khayal (Gregory Grossm an, 2004 Dalam Nurseto & Widiastuti, 2011).

Dari kedua pengertian diatas bahwa sistem ekonomi kapitalis merupakan sistem ekonomi yang memberikan kebebasan kepada individu atau kelompok dalam mengelola sumber daya alam yang produktif untuk kepentingan pribadi tanpa melibatkan pemerintah dalam urusan tersebut.

Berikut adalah beberapa ciri-ciri ekonomi kapitalis (Tambunan, 2012) anatara lain:

a. Hak milik pribadi

b. Kebebasan berusaha dan kebebasan memilih c. Motif kepentingan diri sendiri

(8)

5

d. Persaingan yag bersifat bebas

e. Harga ditentukan oleh mekanisme pasar f. Peranan pemerintah terbatas.

Sistem ekonomi kapitalisme dicetuskan oleh Adam Smith, dengan beberapa konsep ekonominya (Nurseto & Widiastuti, 2011) sebagai berikut:

• "tangan yang tidak terlihat (invisible hands) akan menggerakkan kegiatan ekonomi yaitu dengan adanya keinginan seseorang/sekelompok orang yang memberikan sebuah barang dan atau jasa untuk mendapatkan barang lainnya (pertukaran).

• Harga dalam pasar dapat goyah terutama karena hukum penawaran dan permintaan, serta keinginan pengusaha menggunakan modalnya sebaik mungkin. Oleh karena itu harga pasar dalam jangka pendek dapat sangat tinggi atau sangat rendah, tetapi dalam jangka panjang akan mencapai keseimbangan.

Dalam sistem bebas seperti itu pemerintah suatu Negara mempunyai tiga tugas yang sangat penting yaitu:

a. Berkewajiban melindungi Negara dari kekerasan dan serangan negara bebas lainnya.

b. Melindungi setiap anggota masyarakat sejauh mungkin dari ketidakadilan. atau penindasan oleh anggota masyarakat lainnya atau mendirikan badan hukum yang dapat diandalkan.

c. Mendirikan dan memelihara beberapa institusi atau sarana untuk umum yang tidak dapat dibuat oleh perorangan karena keuntungan yang didapat darinya terlalu kecil sehingga tidak dapat menutupi biayanya. Dengan kata lain di luar itu, kegiatan ekonomi sepenuhnya diserahkan kepada swasta.

Sistem ekonomi pasar/liberal/bebas/kapitalis memiliki berbagai kebaikan antara lain:

1) Menumbuhkan inisiatif dan kreasi masyarakat dalam mengatur kegiatan ekonomi.

2) Setiap individu bebas memiliki sumber-sumber produksi.

3) Munculnya persaingan untuk maju.

(9)

6

4) Barang yang dihasilkan bermutu tinggi, karena barang yang tidak bermutu tidak akan laku di pasar.

5) Efisiensi dan efektivitas tinggi karena setiap tindakan ekonomi didasarkan atas motif mencari laba.

Kelemahan sistem ekonomi kapitalis sebagai berikut:

1) Sulitnya melakukan pemerataan pendapatan.

2) Cenderung terjadi eksploitasi kaum buruh oleh para pemilik modal.

3) Munculnya monopoli yang dapat merugikan masyarakat.

4) Sering terjadi gejolak dalam perekonomian karena kesalahan alokasi sumber daya oleh individu.

B. Sistem Ekonomi Sosialis

Menurut Dumairy (Dalam Tambunan, 2012) sistem ekonomi sosialis adalah sistem ekonomi yang harus dikendalikan melalui perencanaan terpusat. Adanya mekanisme pasar tidak memungkinkan perekonomian bisa berjalan efisien. Oleh karena itu pemerintah atau Negara harus turut aktif bermain dalam perekonomian suatu Negara. Sistem ekonomi komando adalah sistem ekonomi di mana peran pemerintah sangat dominan dan berpengaruh dalam mengendalikan perekonomian.

Sistem ini mendasarkan diri pada pandangan Karl Marx (Suroso, 19 97 Dalam Nurseto & Widiastuti, 2011). Masyarakat komunis yang dicita-citakan Marx merupakan masyarakat yang tidak ada kelas sosialnya. Pada sistem ini pemerintah menentukan barang dan jasa apa yang akan diproduksi, dengan cara atau metode bagaimana barang tersebut diproduksi, serta untuk siapa barang tersebut diproduksi

Adapun ciri-ciri ekonomi sosialis adalah sebagai berikut:

1. Ada kebebasan individu dan sekaligius kebijksanaan perlindungan usaha, persaingan perusahaan kecil dan menengah harus dikembangkan

2. Prinsip kemerataan social menjadi tekad warga masyarakat

3. Kebijaksanaan siklus bisnis dan kaitannya dengan pertumbuhan ekonomi

4. Kebijaksanaan pertumbuhan menciptakan kerangka hokum dan pra sarana (social) yang terkait dengan pembangunan ekonomi

5. Kebijaksanaan structural

(10)

7

6. Konformitas pasar dan persaingan.

Sistem ekonomi komando memiliki ciri-ciri lain seperti sebagai berikut:

1) Semua alat dan sumber-sumber daya dikuasai pemerintah.

2) Hak milik perorangan tidak diakui.

3) Tidak ada individu atau kelompok yang dapat berusaha dengan bebas dalam kegiatan perekonomian.

4) Kebijakan perekonomian diatur sepenuhnya oleh pemerintah.

Kebaikan dari sistem ekonomi sosialis sebagai berikut:

1) Pemerintah lebih mudah mengendalikan inflasi, pengangguran dan masal ah ekonomi lainnya.

2) Pasar barang dalam negeri berjalan lancar.

3) Pemerintah dapat turut campur dalam hal pembentukan harga.

4) Relatif mudah melakukan distribusi pendapatan.

5) Jarang terjadi krisis ekonomi.

Selain dari kelebiahannya, system ekonomi sosialis juga memiliki kekurangan/kelemahan sebagai berikut:

1) Mematikan inisiatif individu untuk maju.

2) Sering terjadi monopoli yang merugikan masyarakat.

3) Masyarakat tidak memiliki kebebasan dalam memilih sumber daya.

C. Sistem Ekonomi Campuran

Sistem ekonomi campuran adalah campuran atau perpaduan antara sistem ekonomi liberal dengan sistem ekonomi sosialis. Masalah-masalah pokok ekonomi mengenai barang apa yang akan diproduksi, bagaimana barang itu dihasilkan dan untuk siapa barang itu dihasilkan akan diatasi bersama-sama oleh pemerintah dan swasta. Pada sistem ekonomi campuran p emerintah melakukan pengawasan dan pengendalian dalam perekonomian, namun pihak swasta (masyarakat) masih diberi kebebasan untuk mene ntukan kegiatan-kegiatan ekonomi yang ingin mereka jalankan. Sistem ekonomi campuran pada umumnya ditetapkan pada negara-negara berkembang. Dalam sistem ini, sektor swasta dan pemerintah sama-sama diakui. Hal

(11)

8

ini berarti disamping sektor swasta, terdapat pula badan perencanaan negara yang merencanakan arah dan perkembangan ekonomi.

Ciri-ciri sistem ekonomi campuran antara lain:

1) Merupakan gabungan dari sistem ekonomi pasar dan terpusat.

2) Barang modal dan sumber daya yang vital dikuasai oleh pemerintah.

3) Pemerintah dapat melakukan intervensi dengan membuat peratura n, menetapkan kebijakan fiskal, moneter, membantu dan mengawasi kegiatan swasta.

4) Peran pemerintah dan sektor swasta berimbang.

Selanjutnya ciri-ciri lain sistem ekonomi campuran antara lain sebagai berikut:

1. Pemerintah aktif dalam kegiatan ekonomi.

2. Rencana perekonomian ditetapkan oleh pemerintah yang berlaku kepada pihak swasta.

3. Sumber-sumber daya vital dikuasai oleh pemerintah.

4. Jenis dan jumlah barang diproduksi ditentukan oleh mekanisme pasar.

5. Swasta diberikan kebebasan dalam batas yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

6. Hak swasta diakui agar tidak mengganggu kepentingan umum.

7. Timbulnya persaingan dengan kontrol langsung dari pemerintah.

8. Campur tangan pemerintah dalam kegiatan ekonomi yang terjadi di pasar.

9. Pemerintah menyusun perencanaan, peraturan dan penetapan kebijakan dibidang ekonomi.

10. Peran pemerintah dan peran swasta sama.

Beberapa kelebihan/keuntungan/kebaikan dari sistem ekonomi campuran antara lain sebagai berikut:

1. Hak individu diakui,

2. Penetapan harga dalam perekonomian lebih terkendali,

3. Sektor ekonomi yang dikuasai pemerintah diarahkan untuk kepentingan masyarakat.

(12)

9

4. Adanya kebebasan berusaha, 5. Kestabilan ekonomi terjamin.

6. Pemerintah memperhatikan usaha sektor menengah dan kecil.

Beberapa kelemahan/kekurangan/keburukan dari sistem ekonomi campuran antara lain sebagai berikut:

1. Beban pemerintah lebih besar daripada beban swasta.

2. Pihak swasta kurgan memaksimalkan keuntungan.

3. Sistem terpusat, mematikan potensi, kreasi warga.

4. Sistem free fight liberalism (persaingan bebas tanpa batas).

5. Sulit menentukan batas ekonomi yang dilakukan oleh pemerintah dan swasta.

2.2 Sistem Ekonomi di Indonesia

Dasar filosofis sistem ekonomi Indonesia adalah Pancasila dan dasar konstitusionilnya adalah UUD 1945 pasal 23, 27, 33, dan 34 (Cornelis Rintuh, 1995:

43). Dengan demikian maka sistem ekonomi Indonesia adalah sistem ekonomi yang berorientasi kepada Ketuhanan Yang Maha Esa (berlakunya etik dan moral agama, bukan materialisme), Kemanusiaan yang adil dan beradab (tidak mengenal pemerasan atau eksploitasi); Persatuan Indonesia (berlakunya kebersamaan, asas kekeluargaan, sosio-nasionalisme dan sosio-demokrasi dalam ekonomi), Kerakyatan (mengutamakan kehidupan ekonomi rakyat dan hajat hidup orang banyak), serta Keadilan Sosial (persamaan, kemakmuran masyarakat yang utama bukan kemakmuran orang-seorang) (Sri Edi Swasono, 1985: 125-126).

Sistem ekonomi Indonesia yang dikenal sebagai Demokrasi Ekonomi adalah Sistem Ekonomi yang dijalankan oleh Indonesia. Sistem tersebut juga ada yang menyebutnya sebagai sistem ekonomi Pancasila. Pancasila meurpakan kepribadian dan pandangan hidup bangsa, maka sistem ekonomi Indonesia pun lebih tepat jika didasarkan pada nilai-nilai yang terkandung dalam sila-sila Pancasila. Mubyarto mengatakan bahwa, apa yang di sebut oleh presiden Suharto tentang sistem ekonomi koperasi sebagai sistem ekonomi Indonesia itu, tidaklah berbeda dengan sistem ekonomi Panca sila (Sri-Edi Swasono, 1985: 121).

Sistem ekonomi yang digunakan di Indonesia disebut demokrasi ekonomi atau ekonomi Pancasila. Dalam demokrasi ekonomi, produksi dilakukan sebagai usaha bersama untuk kepentingan bersama. Demokrasi eko nomi mengutamakan peranan aktif masyarakat dalam kaitannya dengan kegiatan pembangunan. Pemerintah berkewajiban memberikan pengarahan dan bimbingan terhadap pertumbuhan

(13)

10

ekonomi, dan menciptakan iklim yang sehat bagi perkembangan dunia usaha.

Sedangkan dunia usaha berkewajiban memberi tanggapan yang positif terhadap pengarahan, bimbinga n, dan berusaha menciptakan iklim yang sehat dalam kegiatan yang dilakukan.

Landasan idiil demokrasi ekonomi adalah Pancasila, sedangkan landasan konstitusionalnya adalah UUD 1945. Pasal 33 UUD 1945 merupakan dasar demokrasi ekonomi. Adapun bunyi Pasal 33 UUD 1945, sebagai berikut:

- Ayat (1) "Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan".

- Ayat (2) "Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh Negara".

- Ayat (3) "Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya di kuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besamya kemakmuran rakyat.

Penjelasan Pasal 33 Ayat (1) menegaskan bahwa, produksi dikerjakan oleh semua dan untuk semua di bawah pimpinan atau pemilikan anggota- anggota masyarakat. Kemakmuran masyarakatlah yang diutamakan bukan kemakmuran orang seorang. Bangun perusahaan yang sesuai adalah koperasi.

Pasal 33 tersebut dijadikan landasan untuk mewujudkan demokrasi ekonomi yang dijadikan dasar pelaksanaan pembangunan yang memiliki ciri -ciri sebagai berikut:

a) Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.

b) Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.

c) Bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya sebagai pokok-pokok kemakmuran rakyat dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.

d) Sumber kekayaan dan keuangan negara digunakan dengan pemufakatan | embaga perwakilan rakyat, dan pengawasan terhadap kebijaksanaannya ada pada lembaga perwakilan rakyat pula.

e) Perekonomian daerah dikembangkan secara serasi dan seimbang antar-daerah dalam satu kesatuan perekonomian nasional dengan mendayaguna kan potensi dan

(14)

11

peran serta daerah secara optimal dalam rangka perwujudan Wawasan Nusantara dan Ketahanan Nasional.

f) Warga negara memiliki kebebasan dalam memilih pekerjaan yang dikehendaki serta mempunyai hak akan pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan.

g) Hak milik perseorangan diakui dan pemanfaatannya tidak boleh bertentan gan dengan kepentingan Masyarakat.

h) Potensi, inisiatif dan daya kreasi setiap warga negara dikembangkan sepenuhnya dalam batas-batas yang tidak merugikan kepentingan umum.

Secara garis besar terdapat empat bagian yang berkenaan dengan ciri-ciri sistem ekonomi Indonesia, yaitu sebagai berikut:

a) Peranan negara penting, tetapi tidak dominan. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah tumbuhnya sistem ekonomi komando. Demikian juga peranan swasta juga penting, tetapi tidak dominan. Dalam hal ini, untuk mencegah berkembangnya sistem pasar/liberal. Dalam sistem ekonomi Pancasila usaha negara dan swasta tumbuh berdampingan secara seimbang.

b) Sistem ini tidak didominasi oleh modal, tetapi juga tidak didominasi oleh buruh.

Sistem ekonomi ini berdasarkan atas asas kekeluargaan.

c) Masyarakat memegang peranan penting, produksi dikerjakan oleh semua, untuk semua, dan di bawah pimpinan atau pengawasan anggota-anggota masyarakat.

d) Bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai negara.

Selanjutnya, dalam demokrasi ekonomi yang berdasarkan Pancasila harus dihindarkan hal-hal berikut.

e) Sistem free fight liberalism (sistem ekonomi liberal yang bebas), yang menumbuhkan ekploitasi terhadap manusia dan bangsa lain, yang dalam sejarah di Indonesia telah menimbulkan kelemahan struktural ekonomi nasional dan posisi indonesia dalam perekonomian dunia.

f) Sistem etatisme (sistem ekonomi komando), bahwa negara beserta aparatur ekonomi bersifat dominan, mendesak, dan mematikan potensi serta daya kreasi unit- unit ekonomi di luar sektor negara.

(15)

12

g) Persaingan tidak sehat serta pemusatan kekuatan ekonomi pada satu kelompok dalam berbagai bentuk monopoli dan monopsoni, yang merugikan masyarakat dan bertentangan dengan cita-cita keadilan sosial.

Ciri-ciri ekonomi pancasila sebagai berikut:

Menurut Mubyarto (1993: 53), Sistem Ekonomi Pancasila memiliki ciri-ciri sebagai berikut (Cornelis Rintuh, 1995: 42):

a. Roda perekonomian digerakkan oleh rangsangan ekonomi, sosial dan moral b. Kehendak kuat dari seluruh masyarakat ke arah keadaan kemerataan sosial (egalitarianism), sesuai asas-asas kemanusiaan

c. Prioritas kebijakan ekonomi adalah penciptaan perekonomian nasional yang tangguh yang berarti nasionalisme menjiwai tiap kebijaksanaan ekonomi

d. Koperasi merupakan soko guru perekonomian dan merupakan bentuk yang paling konkrit dari usaha bersama

e. Adanya imbangan yang jelas dan tegas antara perencanaan di tingkat nasional dengan desentralisasi dalam pelaksanaan kegiatan ekonomi untuk menjamin keadilan sosial.

Sistem Ekonomi Kerakyatan

Sistem Ekonomi Kerakyatan adalah Sistem Ekonomi Nasional Indonesia yang berasas kekeluargaan, berkedaulatan rakyat, bermoral Pancasila, dan menunjukkan pemihakan sungguh-sungguh pada ekonomi rakyat. Syarat mutlak berjalannya sistem ekonomi kerakyatan yang berkeadilan sosial:

1. Berdaulat di bidang politik 2. Mandiri di bidang ekonomi 3. Berkepribadian di bidang budaya

Yang mendasari paradigma pembangunan ekonomi kerakyatan yang berkeadilan sosial:

1. Penyegaran nasionalisme ekonomi melawan segala bentuk ketidakadilan sistem dan kebijakan ekonomi

(16)

13

2. Pendekatan pembangunan berkelanjutan yang multidisipliner dan multikultural 3. Pengkajian ulang pendidikan dan pengajaran ilmu-ilmu ekonomi dan s osial di

sekolah-sekolah dan perguruan tinggi.

Tujuan yang diharapkan dari penerapan Sistem Ekonomi Kerakyatan:

1. Membangun Indonesia yang berdikiari secara ekonomi, berdaulat secara politik, dan berkepribadian yang berkebudayaan.

2. Mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan.

3. Mendorong pemerataan pendapatan rakyat. Meningkatkan efisiensi perekonomian secara nasional.

2.3 Sistem Ekonomi Islam (syariah)

Ekonomi Islam (syariah) adalah cabang ilmu ekonomi yang berlandaskan nilai-nilai Islam. Ekonomi syariah melandaskan pada syariat Islam, yang berasal dari Al-Qur'an, Sunnah, Ijma', dan Qiyas. Hukum-hukum yang melandasai prosedur transaksi sepenuhnya untuk kemaslahatan masyarakat. Kesejahteraan masyarakat ini tidak diukur dari aspek materil saja, namun juga memper timbangkan dampak sosial, mental dan spiritual serta dampaknya pada lingkungan. Ekonomi islam sebagai suatu ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam usaha untuk memenuhi kebutuhan dengan alat pemenuhan kebutuhan yang terbatas dalam kerangka syariah. Namun, definisi tersebut mengandung kelemahan karena menghasilkan konsep yang tidak kompatibel dan tidak universal. Karena dari definisi tersebut mendorong seseorang terperangkap dalam keputusan yang apriori (apriory judgement) benar atau salah tetap harus diterima.

Pengertian ekonomi islam menurut beberapa ahli, anatara lain:

1. Muhammad Abdul Manan. menurut Abdul Manan ilmu ekonomi islam adalah ilmu pengetahuan sosial yang mempelajari masalah-masalah ekonomi masyarakat yang diilhami oleh nilai-nilai Islam.

2. M. Umer Chapra, menurut Chapra ekonomi Islam adalah sebuah pengetahuan yang membantu upaya relisasi kebahagiaan manusia melalui al okasi dan distribusi sumber daya yang terbatas yang berada dalam koridor yang mengacu pada pengajaran Islam tanpa memeberikan kebeba san individu atau tanpa perilaku makro

(17)

14

ekonomi yang berkesinambung an dan tanpa ketidakseimbangan lingkungan (Edwin Nasution, 2006).

3. Menurut Syed Nawab Haider Naqvi ilmu ekonomi islam, singkatnya me rupakan kajian tentang perilaku ekonomi orang Islam representatif dala m masyarakat muslim modern (Syed Nawab Haider Naqvi, 2009).

Dasar Hukum Ekonomi Islam (Syariah) 1. Al-Qur'an

Al-Qur'an memberikan ketentuan-ketentuan hukum muamalat yang sebagian besar berbentuk kaidah-kaidah umum; kecuali itu jumlahnya pun sedikit. Misalnya, dalam Q.S. Al-Baqarah ayat 188 terdapat larangan makan harta dengan cara yang tidak sah, antara lain melalui suap yaitu sebagai berikut yang artinya: "Dan janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang bathil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat mema kan sebahagian daripada harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, Padahal kamu mengetahui.

2. Hadits Hadist memberikan ketentuan-ketentuan hukum muamalat yang lebih terperinci dari pada Al-Qur'an, hadis Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah, Ad-Daruquthni, dan lain-lain dari Sa'id Al-khudri ra. Bahwa Rasulullah SAW bersabda yang artinya "Janganlah merugikan diri sendiri dan janganlah merugikan orang lain.

Ekonomi Islam mempunyai tujuan untuk:

a. Memberikan keselarasan bagi kehidupan di dunia.

b. Nilai Islam bukan semata hanya untuk kehidupan muslim saja tetapi seluruh makluk hidup dimuka bumi.

c. Esensi proses ekonomi Islam adalah pemenuhan kebutuhan manusia yang berlandaskan nilai-nlai Islam guna mencapai pada tujuan agama falah).

Berikut adalah beberapa karakteristik ekonomi syariah antara lain:

a. Menggunakan Sistem Bagi Hasil. Salah satu prinsip ekonomi syariah adalah pembagian kepemilikan yang mengedepankan keadilan Artinya, keuntungan yang diperoleh dari aktivitas ekonomi dibagi secara adil, misalnya dalam perbankan syariah ada bagian keuntungan untuk bank maupun untuk nasabah.

(18)

15

b. Menggabungkan antara Nilai Spiritual dan Material. Ekonomi syariah hadir sebagai wujud dalam membantu perekonomian para nasabah untuk mendapatkan keuntungan sesuai ajaran Islam. Kekayaan yang diperoleh dari kegiatan ekonomi dapat digunakan untuk zakat, infaq, dan shodaqah sesuai ajaran Islam.

c. Memberikan Kebebasan sesuai Ajaran Islam. Ekonomi syariah memb erikan kebebasan kepada para pelaku ekonomi untuk bertindak sesuai hak dan kewajiban mereka dalam menjalankan perekonomian dan kegiatan yang dilakukan haruslah positif sesuai ajaran yang berlaku dan mempertanggungjawabkan apa yang telah dilakukan.

d. Mengakui Kepemilikan Multi Jenis. Artinya bahwa kepemilikan dana dan harta dalam perekonomian sejatinya hanyalah milik Allah. Sehingga dalam menjalankan perekonomian sesuai dengan ajaran islam.

e. Terikat Akidah, Syariah, serta Moral. Semua kegiatan ekonomi didasarkan pada akidah, syariah dan moral untuk menyeimbangkan perekonomian.

f. Menjaga Keseimbangan Rohani dan Jasmani. Tujuan perekonomian syariah bukan sekedar keuntungan fisik, namun diarahkan untuk mendapatkan keuntungan dan ketenangan batin di dalam hidup.

g. Memberikan Ruang pada Negara dan Pemerintah. Perekonomian syariah memberikan ruang kepada pemerintah dan negara untuk ikut bercampur tangan sebagai penengah apabila terjadi suatu permasalahan.

h. Melarang Praktik Riba. Salah satu bentuk riba adalah penambahan-penambahan pembayaran oleh orang yang memiliki harta kepada orang yang meminjam hartanya karena pengunduran janji pembayaran oleh pinjaman dari waktu yang telah ditentukan. Dalam perekonomian syariah praktik riba adalah hal yang dilarang.

Manfaat Ekonomi Syariah

Apabila mengamalkan ekonomi syariah akan mendatangkan manfaat yang besar bagi umat muslim dengan sendirinya (Muchlisin Riadi, 2016) yaitu:

1. Mewujudkan integritas seorang muslim yang kaffah, sehingga islam-nya tidak lagi setengah-setengah. Apabila ditemukan ada umat muslim yang masih bergelut dan mengamalkan ekonomi konvensional, menunjukkan bahwa keislamannya belum kaffah.

(19)

16

2. Menerapkan dan mengamalkan ekonomi syariah melalui lembaga keuang an islam, baik berupa bank, asuransi, pegadaian, maupun BMT (Baitul Maa I wat Tamwil) akan mendapatkan keuntungan dunia dan akhirat. Keuntung an di dunia diperoleh melalui bagi hasil yang diperoleh, sedangkan keuntungan di akhirat adalah terbebas dari unsur riba yang diharamkan oleh Allah.

3. Praktik ekonomi berdasarkan syariat islam mengandung nilai ibadah, karena telah mengamalkan syariat Allah.

4. Mengamalkan ekonomi syariah melalui lembaga keuangan syariah, berarti mendukung kemajuan lembaga ekonomi umat Islam.

5. Mengamalkan ekonomi syariah dengan membuka tabungan, deposito atau menjadi nasabah asuransi syariah berarti mendukung upaya pemberdayaan ekonomi umat. Sebab dana yang terkumpul akan dihimpun dan disalurkan melalui sektor perdagangan riil.

6. Mengamalkan ekonomi syariah berarti ikut mendukung gerakan amar ma'r uf nahi munkar. Sebab dana yang terkumpul pada lembaga keuangan syar lah hanya boleh disalurkan kepada usaha-usaha dan proyek yang halal.

2.4 Pertumbuhan Ekonomi

Pertumbuhan ekonomi yang tinggi biasanya diikuti dengan terjadinya pemerataan pendapatan pada masyarakatnya sehingga pertumbuhan ekonomi suatu wilayah menjadi sangat penting bagi terciptanya kemakmuran suatu wilayah. Salah satu cara untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi adalah dengan bekerjasama nya pihak swasta dan pemerintah dalam bentuk investasi. Investasi pada suatu wilayah juga harus disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi pada wilayah tersebut sehingga nantinya investasi akan memacu pertumbuhan ekonomi wilayah tersebut dan bukan sebaliknya.

Pertumbuhan ekonomi adalah proses perubahan kondisi perekonomian suatu negara secara berkesinambungan menuju keadaan yang lebih baik selama periode tertentu. Pertumbuhan ekonomi dapat diartikan juga sebagai proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional. Adanya pertumbuhan ekonomi merupakan indikasi keberhasilan pembangunan ekonomi dalam kehidupan masyarakat. Pertumbuhan ekonomi menunjukkan pertumbuhan produksi barang dan jasa di suatu wilayah perekonomian dalam selang waktu tertentu.

(20)

17

Menurut Todaro Pertumbuhan ekonomi dipengaruhi oleh beberapa faktor, (Wicaksono Pambudi, 2013) yaitu:

1. Pertumbuhan Penduduk dan Angkatan Kerja. Pertumbuhan penduduk sangat berkaitan dengan jumlah angkatan kerja yang bekerja yang notabenya merupakan salah satu faktor yang akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Kemampuan pertumbuhan penduduk ini dipengaruhi seberapa besar perekonomian dapat menyerap angkatan keria yang bekeria produktif.

2. Akumulasi Modal. Akumulasi modal merupakan gabungan dari investasi baru yang di dalamya mencakup lahan, peralatan fiskal dan sumber daya manusia yang digabung dengan pendapatan sekarang untuk dipergunakan memperbesar output pada masa datang.

3. Kemajuan Teknologi. Kemajuan teknologi menurut para ekonom merupakan faktor terpenting dalam terjadinya pertumbuhan ekonomi. Hal ini disebabkan karena kemajuan teknologi memberikan dampak besar karena dapat memberikan cara-cara baru dan menyempurnakan cara lama dalam melakukan suatu pekerjaan.

Ada beberapa model pertumbuhan ekonomi yang berkembang hingga saat ini, yaitu:

Teori Pertumbuhan Ekonomi Klasik, Teori Pertumbuhan Neo Klasik, Model Pertumbuhan Interegional, Teori Pertumbuhan Harrod-Domar dan Teori Pertumbuhan Kuznet (Wicaksono Pambudi, 2013).

1. Teori Pertumbuhan Ekonomi Klasik

Teori pertumbuhan ekonomi klasik merupakan salah satu dasar dari teori pertumbuhan yang dipakai baik dari dulu sampai sekarang. Teori pertumbuhan ekonomi klasik dikemukakan oleh tokoh-tokoh ekonomis eperti Adam Smith dan David Ricardo. Menurut Smith (dalam Arsyad,1 999) membedakan dua aspek utama dalam pertumbuhan ekonomi yait u: Pertumbuhan output total dan pertumbuhan penduduk. Pada pertumbuhan output total sistem produksi suatu negara dibagi menjadi tiga, yaitu:

1. Sumber Daya Alam yang Tersedia. Apabila sumber daya alam belum dipergunakan secara maksimal maka jumlah penduduk dan stok modal merupakan pemegang peranan dalam pertumbuhan output. Sebaliknya pertumbuhan output akan terhenti apabila penggunaan sumber daya alam sudah maksimal

2. Sumber Daya Insani. Jumlah penduduk akan menyesuaikan diri dengan kebutuhan akan angkatan kerja yang bekerja dari mayarakat.

(21)

18

3. Stok Barang Modal. Jumlah dan tingkat pertumbuhan output tergantung pada laju pertumbuhan stok modal.

2. Teori Pertumbuhan Neoklasik

Teori pertumbuhan neo klasik dikembangkan oleh dua orang ekonomi yaitu: Robert Solow dan Trevor Swan. Teori neoklasik berpendapat bahwa pertumbuhan ekonomi bersumber pada penambahan dan perkembangan faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran agregat. Teori pertumbuhan ini juga menekankan bahwa perkembangan faktor-faktor produksi dan kemajuan teknologi merupakan faktor penentu dalam per tumbuhan ekonomi (Sukino, 2005).

Teori neoklasik juga membagi tiga jenis input yang berpengaruh dalam pertumbuhan ekonomi, yaitu:

1. Pengaruh modal dalam pertumbuhan ekonomi 2. Pengaruh teknologi dalam pertumbuhan ekonomi

3. Pengaruh angkatan kerja yang bekerja dalam pertumbuhan ekonomi 3. Model Pertumbuhan Interregional

Model pertumbuhan interregional menambahkan faktor-faktor yang bersifat eksogen yang berarti tidak terikat kepada kondisi internal perekonomian wilayah.

Model ini hanya membahas satu daerah dan tidak memperhatikan dampak dari daerah lain, maka model ini disebut dengan model interregional. Teori ini sebenarnya merupakan perluasan dari teori basis ekspor sehingga diasumsikan selain ekspor, pengeluaran pemerintah dan investasi bersifat eksogen dan saling terkait dengan satu sitem dari daerah lain. Teori neoklasik berpendapat faktor teknologi ditentukan secara eksogen dari model. Kekurangan dalam keberadaan teknologi ini yang meny ebabkan munculnya teori baru yaitu teori pertumbuhan endogen.

4. Teori Pertumbuhan Harrod-Domar

Teori Harrod-Domar merupakan penyempurnaan dari analisis Keyne s yang dianggap kurang lengkap. Dalam teori ini Harrod-Domar menganalisis syarat-syarat yang diperlukan agar perekonomian bisa tumbuh dan berkembang dalam jangka panjang. Teori ini ingin menunjukan syarat yang dibutuhkan supaya perekonomian bisa tumbuh dan berkembang dengan baik (Arsyad, 1999), Harro d-Domar (dalam Sadono,2005), menyatakan supaya seluruh barang modal yang tersedia dapat digunakan sepenuhnya, permintaan agregat harus bertambah sebanyak kenaikan

(22)

19

kapasitas barang modal yang terwujud sebagai akibat dari investasi masa lalu. Jadi untuk menjamin pertumbuhan ekonomi yang baik maka nila investasi dari tahun ketahun harus selalu naik.

Dari persamaan teori Harrod-Domar dapat dijelaskan terdapat hubungan positif antara pendapatan nasional dengan rasio tabungan apabila terdapat kenaikan GDP maka rasio tabungan akan naik. Hal ini akan terjadi apabila tidak ada pengaruh dari pemerintah. Harrod-Domar menjelaskan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi sangat mudah, yaitu dengan menabung atau berinvestasi sebanyak mungkin dan laju pertumbuhan ekonomi akan meningkat.

5. Teori Pertumbuhan Kuznet

Pertumbuhan ekonomi Kuznet menunjukan adanya kemampuan ja ngka panjang dari pertumbuhan ekonomi suatu negara untuk menyediakan barang-barang ekonomi kepada rakyatnya. Hal ini dapat dicapai apabila ada kemajuan dibidang teknologi, kelembagaan dan penyesuaian idiologi. Teori pertumbuhan Kuznet dalam analisinya menambahkan enam karakteristik pertumbuhan ekonomi suatu negara, (Wicaksono Pambudi, 2013) yaitu:

a. Tingginya tingkat pendapatan perkapita b. Tingginya produktifitas tenaga kerja

c. Tingginya faktor transformasi struktur ekonomi d. Tingginya faktor transformasi sosial idiologi

e. Kemampuan perekonomian untuk melakukan perluasan pasar f. Adanya kesadaran, bahwa pertumbuhan ekonomi sifatnya terbatas.

2.5 Perhitungan Pertumbuhan Ekonomi

Pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan prosesnya yang berkelanjutan merupakan kondisi utama bagi kelangsungan pembangunan ekonomi (Tambunan, 2012). Pertumbuhan ekonomi menunjukkan sejauh mana aktivitas perekonomian akan menghasilkan tambahan pendapatan masyarakat pada suatu periode tertentu.

Dengan kata lain, perekonomian dikatakan mengalami pertumbuhan bila pendapatan riil masyarakat pada tahun tertentu lebih besar dari pada pendapatan riil masyarakat pada tahun sebelumnya. Dalam pengertian ekonomi makro, pertumbuhan ekonomi

(23)

20

adalah penambahan Produk Domestik Bruto (PDB), yang berarti peningkatan Pendapatan Nasional/PN (Tambunan, 20 12)

Indikator yang digunakan untuk mengukur pertumbuhan ekonomi adalah tingkat pertumbuhan PDB. Ada beberapa alasan yang mendasari pemilihan pertumbuhan PDB dan bukan indikator lainnya (seperti PNB) sebagai pertumbuhan.

Alasan-alasan yang dikemukanan oleh Susanti et al (2007) tersebut adalah:

1. PDB adalah jumlah nilai tambah yang dihasilkan oleh seluruh aktivitas produksi di dalam perekonomian. Hal ini berarti peningkatan PDB juga mencerminkan peningkatan balas jasa kepada faktor produksi yang digunakan dalam aktivitas produksi tersebut.

2. PDB dihitung atas dasar konsep aliran (flow concept). Artinya perhitungan PDB hanya mencakup nilai produk yang dihasilkan pada satu periode tertentu.

Perhitungan ini tidak mencakup nilai produk yang dihasilkan pada periode sebelumnya. Pemanfaatan konsep aliran guna menghitung PDB, memungkinkan untuk membandingkan jumlah output yang dihasilkan pada tahun ini dengan tahun sebelumnya.

3. Batas wilayah perhitungan PDB adalah negara (perekonomian domestik). Hal ini memungkinkan untuk mengukur sejauh mana kebijaksanaan-kebijaksanaan ekonomi yang diterapkan pemerintah mampu mendorong perek onomian domestik.

Guna menghitung tingkat pertumbuhan ekonomi, data PDB yang digunakan adalah data PDB riil (atas dasar harga konstan) karena dengan penggunaan data PDB riil, pengaruh perubahan harga terhadap nilai PDB (atas dasar harga berlaku) telah dihilangkan. Dengan demikian, maka pertumbuhan PDB semata-mata hanya mencerminkan pertumbuhan output yang dihasilkan perekonomian pada periode tertentu. Selain itu, apablila tujuan perhitungan pertumbuhan ekonomi adalah untuk mengetahui ada tidaknya peningkatan kesejahteraan masyarakat, maka pertumbuhan ekonomi seharusnya dihitung dengan data PDB riil perkapita.

Pertumbuhan ekonomi suatu daerah adalah peningkatan hasil kegiatan ekonomi seluruh unit ekonomi dalam suatu wilayah, atau sering dikatakan peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), dimana produk atau hasil kegiatan ekonomi dari seluruh unit ekonomi domestik adalah dalam wilayah kekuasaan atau administratif seperti propinsi, atau kabupaten. Dengan demikian maka perhitungan pertumbuhan ekonomi suatu daerah (propinsi) yang diikuti

(24)

21

peningkatan kesejahteraan masyarakat dapat dihitung dengan data PDRB riil perkapita.

Cara menghitung pertumbuhan ekonomi dengan Metode sederhana. Metode sederhana adalah metode yang paling sederhana dalam menghitung pertumbuhan ekonomi. Namun demikian, metode ini mempunyai kelemahan yaitu hanya bisa digunakan untuk menghitung tingkat pertumbuhan tahunan (hanya satu tahun saja).

Akan tetapi jika mau menghitung pertumbuhan ekonomi dalamj umlah tahun yang lebih banyak, tinggal ditambahkan saja hasil perhitungan tiap tahunnya. Formulasi dari metode ini adalah sebagai berikut:

Gt= PDBt-PDBt-1 x 100%

PDBt-1 Keterangan:

Gt : pertumbuhan ekonomi periode t (triwulan/tahunan)

PDBt : produk domestik bruto periode t (berdasarkan harga konstan) PDBt-1 : peride satu periode sebelumnya

Atau

R(t-1, t)= (PDBt-PDBt-1) x100%

PDBt-1

Keterangan:

R : tingkat pertumbuhan ekonomi dalam satuan persentase (%) PDBt : Produk Domestik Bruto (pendapatan nasional riil) pada tahun t

PDBt-1 : Produk Domestik Bruto (pendapatan nasional riil) pada tahun sebelumnya

Berikut adalah pertumbuhan ekonomi dan masa kemasa, antara lain:

(25)

22

1. Soekarno (1945-1967)

Indonesia mengalami tiga fase perekonomian di era Presiden Soekarno. Fase pertama yakni penataan ekonomi pasca-kemerdekaan, kemudian fase memperkuat pilar ekonomi, serta fase krisis yang mengakibatkan inflasi. Pada awal pemerintahan Soekamo, PDB per kapita Indonesia sebesar Rp 5.523.863.

Pada 1961, Badan Pusat Statistik mengukur pertumbuhan ekonomi sebesar 5,74 persen. Setahun berikutnya masih sama, ekonomi Indonesia tumbuh 5. 74 persen. Lalu, pada 1963, pertumbuhannya minus 2,24 persen. Angka minus pertumbuhan ekonomi tersebut dipicu biaya politik yang tinggi. Akibatnya, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) defisit minus Rp 1.565,6 miliar Inflasi melambung atau hiperinflasi sampai 600 persen hingga 1965.

Meski begitu, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih dapat kembali ke angka positif pada 1964, yaitu sebesar 3,53 persen. Setahun kemudian, 1965, angka itu masih positif meski turun menjadi 1,08 persen. Terakhir di era Presiden Soekamo, 1966, ekonomi Indonesia tumbuh 2,79 persen.

2. Soeharto (1967-1998)

Masa kekuasaan Soeharto adalah yang terpanjang dibandingkan presiden lain Indonesia hingga saat ini. Pasang surut perekonomian Indonesia juga paling dirasakan pada eranya, la menjadi presiden di saat perekonomian Indon esia tak dalam kondisi baik. Pada 1967, ia mengeluarkan Undang-undang (U U) Nomor 1 Tahun 1967, tentang Penanaman Modal Asing. UU ini membuka Iebar pintu bagi investor asing untuk menanam modal di Indonesia.

Tahun benkutnya, Soeharto membuat Rencana Pembangunan Lima Tahun (Repelita) yang mendorong swasembada. Program ini mendongkrak pertu mbuhan ekonomi Indonesia hingga tembus 10,92 persen pada 1970. Hal ini membuat ekonomi Indonesia tumbuh drastis. Setelah itu, di tahun-tahun berikutnya, hingga sekitar tahun 1997, pertumbuhan ekonomi Indonesia cenderung tinggi dan terjaga di kisaran 6-7 persen

Namun, selama Soeharto memerintah, kegiatan ekonomi terpusat pada pemerintahan dan dikuasai kroni-kroni presiden. Kondisinya keropos. Kegiatan ekonomi terpusat pada pemerintahan dan dikuasai kroni-kroni presiden, kondisinya

(26)

23

keropos. Pelaku ekonomi tak menyebar seperti saat ini, dengan 70 persen perekonomian dikuasai pemerintah. Begitu dunia mengalami gejolak pada 1998, struktur ekonomi Indonesia yang keropos itu tak bisa menopang perekonomian nasional.

Posisi Bank Indonesia (BI) pada era Soeharto juga tidak independen. BI hanya alat penutup defisit pemerintah. Begitu BI tidak bisa membendung gejolak moneter, maka terjadi krisis dan inflasi tinggi hingga 80 persen. Pada 1998, negara bilateral pun menarik diri untuk membantu ekonomi Indonesia, yaitu saat krisis sudah tak terhindarkan. Pertumbuhan ekonomi pun merosot menjadi minus 13,13 persen. Pada tahun itu, Indonesia menandatangani kesepakatan dengan Badan Moneter Internasional (IMF). Gelontoran utang dari lembaga ini mensyaratkan sejumlah perubahan kebijakan ekonomi di segala lini.

3. BJ Habibie (1998-1999)

Pemerintahan Presiden Baharuddin Jusuf Habibie dikenal sebagai rezim transisi. Salah satu tantangan sekaligus pencapaiannya adalah pemulihan kondisi ekonomi, dari posisi pertumbuhan minus 13,13 persen pada 1998 menjadi 0,7 9 persen pada 1999. Habibie menerbitkan berbagai kebijakan keuangan dan moneter dan membawa perekonomian Indonesia ke masa kebangkitan, Kurs rupiah juga menguat dari sebelumnya Rp 16.650 per dollar AS pada Juni 1998. menjadi Rp 7.000 per dollar AS pada November 1998. Pada masa Habibie, Bank Indonesia mendapat status independen dan keluar dari jajaran eksekutif

4. Abdurrahman Wahid (1999-2001)

Abdurrahman Wahid alias Gus Dur meneruskan perjuangan Habibie mendong krak pertumbuhan ekonomi pasca krisis 1998. Secara perlahan, ekonomi Indonesia tumbuh 4,92 persen pada 2000. Gus Dur menerapkan kebijakan desentralisasi fiskal dan otonomi daerah. Pemerintah membagi dana secara berimbang antara pusat dan daerah. Kemudian, pemerintah juga menerapkan pajak dan retribusi daerah. Meski demikian, ekonomi Indonesia pada 2001 tumbuh melambat menjadi 3,64 persen.

(27)

24

5. Megawati Soekarnoputri (2001-2004)

Pada masa pemerintahan Megawati, pertumbuhan ekonomi Indonesia secara bertahap terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada 2002, pertumbuhan indonesia mencapai 4,5 persen dari 3,64 persen pada tahun sebelumnya. Kemudian, pada 2003, ekonomi tumbuh menjadi 4,78 persen. Di akhir pemerintahan. Megawati pada 2004, ekonomi Indonesia tumbuh 5,03 persen. Tingkat kemiskinan pun terus turun dari 18,4 persen pada 2001, 18,2 persen pada 2002, 17,4 persen pada 2003, dan 16,7 persen pada 2004. Perbaikan yang dilakukan pemerintah saat itu yakni menjaga sektor perbankan lebih ketat hingga menerbitkan surat utang atau obligasi secara langsung.

6. Soesilo Bambang Yudhoyono (2004-2014)

Meski naik-turun, pertumbuhan ekonomi Indonesia di bawah kepemimpina n Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) relatif stabil. Pertumbuhan Indonesia cu kup menggembirakan di awal pemerintahannya, yakni 5,69 persen pada 2005. Pada 2006, pertumbuhan ekonomi Indonesia sedikit melambat jadi 5,5 persen. Di tahun berikutnya, ekonomi Indonesia tumbuh di atas 6 persen, tepatnya 6,3. 5 persen. Lalu, pada 2008, pertumbuhan ekonomi masih di atas 6 persen meski turun tipis ke angka 6,01 persen. Saat itu, impor Indonesia terbilang tinggi. Namun, angka ekspor juga tinggi sehingga neraca perdagangan lumayan berimbang.

Pada 2009, di akhir periode pertama sekaligus awal periode kedua kepemimpinan SBY, ekonomi Indonesia tumbuh melambat di angka 4,63 persen.

Pada 2009, di akhir periode pertama sekaligus awal periode kedua kepemimpinan SBY, ekonomi Indonesia tumbuh melambat di angka 4,63 persen. Perlambatan tersebut merupakan dampak krisis finansial global yang tak hanya dirasakan Indonesia tetapi juga ke negara lain. Pada tahun itu, Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) menaikkan suku bunga yang membuat harga komoditas global naik.

Meski begitu, Indonesia masih bisa mempertahankan pertumbuhan ekonomi walaupun melambat. Pada tah un itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia masuk tiga terbaik di dunia. Lalu, pad a 2010, ekonomi Indonesia kembali tumbuh dengan capaian 6,22 persen, Pem erintah juga mulai merancang rencana percepatan pembangunan ekonomi Indonesia jangka panjang. Pada 2011, ekonomi Indonesia tumbuh 6,49 persen, berlanjut dengan pertumbuhan di atas 6 persen pada 2012 yaitu di level 6,23 pe rsen. Namun, perlambatan kembali terjadi setelah itu, dengan pencapaian 5,56 per sen pada 2013 dan 5,01 persen pada 2014.

(28)

25

7. Joko Widodo (2014-Sekarang)

Pada masa pemerintahannya, Joko Widodo atau yang lebih akrab disapa Jokowi merombak struktur APBN dengan lebih mendorong investasi, pembangunan infrastruktur, dan melakukan efisiensi agar Indonesia lebih berdaya saing. Namun, grafik pertumbuhan ekonomi Indonesia selama empat tahun masa pemerintahan Jokowi terus berada di bawah pertumbuhan pada era SBY.

Pada 2015, perekonomian Indonesia kembali terlihat rapuh. Rupiah terus meneru s melemah terhadap dollar AS. Saat itu, ekonomi Indonesia tumbuh 4,88 persen. Di era Jokowi, arah perekonomian Indonesia tidak terlihat jelas. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) seolah hanya sebagai dokumen tanpa pengawasan dalam implementasinya. Dalam kondisi itu, tidak diketahui sejauh mana RPJMN terealisasi. Ini tidak seperti repelita yang lebih fokus dan pengawasannya dilakukan dengan baik sehingga bisa dijaga. Pada 2016, ekonomi Indonesia mulai terdongkrak tumbuh 5,03 persen. Dilanjutkan dengan pertumbuhan ekonomi tahun 2017 sebesar 5,17.

Berdasarkan asumsi makro dalam APBN 2018, pemerintah memprediksi pertumbuhan ekonomis 2018 secara keseluruhan mencapai 5,4 persen. Namun, pertumbuhan ekonomi di kuartal 1-2018 ternyata tidak cukup menggembirakan, hanya 5,06 persen. Sementara pada kuartal I1-2018, ekonomi tumbuh 5,27 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Hanya ada sedikit perbaikan dibandingkan kuartal sebelumnya.

Pada Senin (5/11/2018), BPS mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2018 sebesar 5,17 persen, malah melambat lagi dibandingkan kuartal sebelumnya. Untuk kuartal IV-2018, pertumbuhan ekonomi diprediksi meleset dari asumsi APBN. Bank Indonesia, misalnya, memprediksi pertumbuhan Indonesia secara keseluruhan pada 2018 akan berada di batas bawah 5 persen.

(29)

26

BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan

Dengan demikian maka sistem ekonomi Indonesia adalah sistem ekonomi yang berorientasi kepada Ketuhanan Yang Maha Esa (berlakunya etik dan moral agama, bukan materialisme); Kemanusiaan yang adil dan beradab (tidak mengenal eksploitasi); Persatuan Indonesia (berlakunya kebersamaan, asas kekeluargaan, sosio-nasionalisme dan sosio demokrasi dalam ekonomi); Kerakyatan (mengutamakan kehidupan ekonomi rakyat); serta Keadilan Sosial (persamaan/emansipasi, kemakmuran masyarakat yang utama bukan kemakmuran pribadi). Dari butir-butir tersebut, keadilan menjadi sangat utama di dalam sistem ekonomi Indonesia. Dalam sistem ekonomi pancasila, perekonomian liberal maupun komando harus dijauhkan karena terbukti hanya menyengsarakan kaum yang lemah serta mematikan kreatifitas yang potensial. Persaingan usaha pun harus selalu terus- menerus diawasi pemerintah agar tidak merugikan pihak-pihak yang berkaitan.

Indonesia seharusnya sudah belajar pada krisis ekonomi dan moneter yang mengguncang dunia pada tahun 1998, dengan hanya sektor pertanian dan perkebunan yang tumbuh positif dan turut menyelamatkan ekonomi domestik.

Belajar dari kasus itu, Indonesia sudah saatnya memberi perhatian utama pada bidang pertanian dan perkebunan, agar bisa keluar dari krisis pangan yang kini mengancam dunia. Maka dari itu setiap komoditas harus didekati secara spesifik karena masing-masing memiliki spesifikasi yang berbeda.

Pertumbuhan Ekonomi di setiap negara berbeda-beda tergantung dari tingkat pendapatan per kapita suatu negara tersebut dan tergantung dari berapa besar pendapatan / penghasilan dari penduduknya. Jika pendapatan Negara itu tinggi maka pertumbuhan ekonominya juga cepat tetapi sebaliknya jika pendapatan suatu negara itu di bawah rata rata maka pertumbuhan ekonominya juga rendah.

(30)

27

3.2 Saran

Beberapa saran yang dapat Penulis ajukan berkaitan dengan Sistem Perekonomian dan Pertumbuhan Ekonomi adalah:

1. Untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia maka pemerintah perlu memperhatikan aspek-aspek pemerataan distribusi pendapatan terhadap masyarakat, menekan laju pertumbuhan penduduk, mengurangi tingkat kemiskinan, meningkatkan investasi, mengurangi tingkat konsumsi masyarakat, meminimalisir pengeluaran negara, menstabilkan tingkat suku bunga, mengurangi tingkat inflasi, serta menguatkan nilai tukar.

2. Untuk menciptakan iklim investasi dan mendorong para investor melakukan penanaman modal di Indonesia maka pemerintah perlu menjaga stabilitas perekonomian nasional, terutama dalam menjaga keseimbangan perubahan tingkat suku bunga.

3. Untuk mengendalikan tingkat inflasi, maka pemerintah perlu menyeimbangkan antara kebijakan fiskal dan kebijakan moneter sehingga perekonomian selalu dalam kestabilan. Hal tersebut dapat terlaksana apabila ada kesejalanan antara pemerintah sebagai pemegang otoritas fiskal dengan Bank Indonesia (BI) sebagai pemegang otoritas moneter. Inflasi sebagai penyakit ekonomi perlu dikendalikan bukan ditiadakan, sehingga perekonomian tetap berada dalam keseimbangan

4. Untuk meningkatkan kinerja infrastruktur, pemerintah hendaknya: Melibatkan pihak swasta dalam pembangunan infrastruktur, Membagi kewajiban dengan tegas antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk pemeliharaan dan pembangunan infrastruktur. Menetapkan tarif yang jelas dalam bidang infrastruktur, sehingga menjadi daya tarik bagi investor swasta untuk berinvestasi, serta Membuat kerangka kerja dan spesialsiasi pelayanan infrastruktur dimana terjalin kerjasama antara pihak pemerintah dengan pihak swasta dari pusat sampai daerah.

5. Untuk meningkatkan keterbukaan ekonomi diharapkan pemerintah dapat menentukan kebijakan-kebijakan yang tepat untuk mendorong peningkatannya.

Pemerintah diharapkan memperhatikan dapat lebih terbuka terhadap perdagangan internasional. Semakin tinggi tingkat keterbukaan Indonesia terhadap perdagangan internasional maka akan menjadi daya tarik para investor menanamkan modalnya.

(31)

28

DAFTAR PUSTAKA

Edwin Nasution, Mustafa dkk, 2006, Pengenalan Eksklusif Ekonomi Islam, Jakar ta: Kencana

Muchlisin Riadi, 2016, Pengertian, Tujuan, Prinsip dan Manfaat Ekonomi Syariah https://www.kajianpustaka.com/2016/09/pengertian-tujuan-prinsip-dan: manfaat- ekonomi-syanah.html (diakses hari Sabtu, 8 Januari 2020)

Nurseto & Widiastuti. 2011. "Diktat Perekonomian Indonesia / Diktat Jurusan Pe ndidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri

Yogyakarta. Yogyakarta.

Pusat Pengkajian dan Pengembangan Ekonomi Islam (P3EI), 2011, "Ekonomi Isla m. PT Raja Grafindo Persada, Jakarta.

Syed Nawab Haider Naqvi, 2009, Menggagas Ilmu Ekonomi Islam, terj. M. Saiful Anam dan Muhammad Ufuqul Mubin, Pustaka Pelajar, Yogyakarta.

Tambunan, Tulus. 2012. "Perekonomian Indonesia. Ghalia Indonesia. Bogor.

Rayi Kinasih, 2011: http://rarayiyikinasihsblog.blogspot.com/2011/03/pengertian - sistemekonomimenurut para.html).

Ruang Guru. 2018. "Pengertian Ekonomi Syariah dan Karakteristiknya. https://bl og ruangguru.com/pengertian-ekonomi-syariah-dan-karakteristiknya (diak ses hari Sabtu, 8 Januari 2020)

Wahyu Hidayat: ummpress.umm.ac.id/uploads/files/Sistem%20ind.ppt https://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_perekonomian

(http://aadesanjaya.blogspot.com/2011/09/pengertian-sistem-ekonomi-tradision al.html)

Kompas.com, 2018, "Jejak Pertumbuhan Ekonomi Indonesia dari Masa ke Masa", https://jeo.kompas.com/jejak-pertumbuhan-ekonomi -indonesia-dari-masa-ke- masa. (diakses hari Sabtu, 8 Januari 2020)

Tambunan, Tulus. 2012. "Perekonomian Indonesia. Ghalia Indonesia. Bogor.

(32)

29

Wicaksono Pambudi Eko. 2013. "Analisis Pertumbuhan Ekonomi Dan Faktor-Fak tor Yang Mempengaruhi (Kabupaten/Kota Di Provinsi Jawa Tengah). Skripsi.

Fakultas Ekonomika Dan Bisnis Universitas Diponegoro. Semarang.

https://id.wikipedia.org/wiki/Pertumbuhan_ekonomi

http://www.anneahira.com/kondisi-perekonomian-indonesia-saat-ini.htm

http://dwi-ardianto.blogspot.com/2011/02/perekonomian-indonesia-saat-ini.html http://www.peluangusahabisnisonline.com/2011/03/dampak-globalisasi-ekonomi- positif-dan.html

http://cynthiaprimadita.blogspot.com/2011/02/makalah-sistem-perekonomian- indonesia.

Referensi

Dokumen terkait

1) Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan mampu menunjukkan sikap religius. 2) Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dalam menjalankan tugas berdasarkan agama, moral

Sila Ketuhanan Yang Maha Esa adalah mendasari dan menjiwai sila- sila,Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang Dipimpin oleh

Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia dan Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam

Kesatuan sila-sila pancasila yang memiliki susunan hierarkis pyramidal ini maka sila Ketuhanan Yang Maha Esa menjadi basis dari sila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab,

Sistem Ekonomi Pancasila adalah “aturan main” kehidupan ekonomi atau hubungan- hubungan ekonomi antar pelaku-pelaku ekonomi yang didasarkan pada etika atau moral Pancasila

Dalam bagian pembukaan UUD 1945 yang terdiri atas empat alinea tersebut tercantum rumusan Pancasilla sebagai berikut : 1 Ketuhanan Yang Maha Esa 2 Kemanusiaan yang adildan beradab 3

Pada nilai pancasila ke-1 Ketuhanan Yang Maha Esa didalam keluarga menjelaskan bahwa dalam agama Islam bahwa Ketuhanan Yang Maha Esa adalah bentuk keimanan kita yang harus senantiasa

Makalah ini membahas tentang konsep ketuhanan yang maha esa dalam agama