PENDAHULUAN
Fokus Penelitian
Yang terpenting dalam suatu penelitian adalah menghasilkan sesuatu yang memuaskan sesuai dengan yang diharapkan, maka suatu penelitian harus benar-benar fokus terhadap apa yang perlu diteliti, hal ini tidak lepas dari peran aktif peneliti memberikan upaya dalam melaksanakan penelitian sesuai dengan pedoman umum. aplikatif, sehingga fenomena yang akan diteliti harus lebih terfokus pada satu permasalahan pokok, agar terdapat batasan yang jelas antara permasalahan inti dan permasalahan pendukung, sehingga penelitian menjadi lebih terfokus dan tidak biasa. Bagaimana memanfaatkan pendidikan sufi untuk meningkatkan moral santri di Pondok Pesantren Nurul Falah Sempusari Kaliwate Jember.
Tujuan Penelitian
Media apa saja yang digunakan dalam metode atau metode pelaksanaan pengajaran tasawuf untuk meningkatkan akhlak santri di Pondok Pesantren Nurul Falah Sempusari Kaliwate Jember?
Manfaat Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk menambah wawasan atau pengetahuan tentang pentingnya pendidikan sufi dan akhlak yang baik dalam kehidupan sehari-hari.
Definisi Istilah
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, implementasi adalah akomodasi.19 Jadi yang dimaksud dengan implementasi dalam penelitian ini adalah keinginan bagaimana mewadahi pendidikan sufi di Pondok Pesantren Nurul Falah. Dari penjelasan pengertian istilah-istilah di atas dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan pendidikan tasawuf untuk memajukan akhlak santri di Pondok Pesantren Nurul Falah Sempusari Kaliwates Jember merupakan lembaga pesantren sebagai sarana pendidikan Islam yang melahirkan generasi muda. generasi atau pelajar yang berakhlak mulia, beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT. SWT untuk mencapai kebahagiaan akhirat melalui pendidikan sufi dengan menggunakan thoriqoh naqsyabandiyah mujaddadiayah kholidiyah.
Sistematika Pembahasan
Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif karena penelitian yang akan dilakukan adalah mendeskripsikan implementasi pendidikan tasawuf untuk meningkatkan akhlak santri di Pondok Pesantren Nurul Falah Sempusari Kaliwates Jember. Media yang digunakan dalam metode atau media pelaksanaan pendidikan tasawuf untuk meningkatkan akhlak santri di Pondok Pesantren Nurul Falah. Hal serupa juga diungkapkan oleh Wali Pondok Pesantren Nurul Falah dan Mursyid Thariqoh Naqsbandiyan Mujaddiyah Kholidiyah, masing-masing K.
Media yang digunakan dalam penerapan pendidikan tasawuf untuk mengembangkan akhlak santri Pondok Pesantren Nurul Falah. Media penerapan pendidikan tasawuf untuk mengembangkan akhlak santri Pondok Pesantren Nurul Falah Sempusari Kaliwates Jember. Penerapan Pendidikan Sufi Untuk Mengembangkan Akhlak Santri di Pondok Pesantren Nurul Falah Sempusari Kaliwates Jember.
Melakukan penelitian/penelitian mengenai penerapan pendidikan tasawuf untuk pengembangan akhlak Santri di Pondok Pesantren Nurul Falah selama 60 (enam puluh) hari pada lembaga yang berada di bawah kewenangannya. Kami selaku wali Pondok Pesantren Nurul Falah Sempusari Kaliwates Jember dengan ini menyatakan sungguh-sungguh. Makam mendiang guru Mursyid Thoriqoh Naqsbandiyah Mujaddiyah Kholidiyah Nurul Falah Ponpes yaitu KH.Ahmad Abdul Wahid Hasyin.
Pendekatan dan Jenis Penelitian
Lokasi Penelitian
Subjek Penelitian
Teknik Pengumpulan Data
Jadi, dalam mengumpulkan data, Anda tidak hanya harus mempertimbangkan tingkat efisiensinya, tetapi lebih dari itu, Anda juga harus mempertimbangkan kesesuaian teknik yang digunakan untuk menggali dan mengumpulkan data tersebut. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian yang akan dilakukan adalah sebagai berikut: Observasi, wawancara dan dokumentasi. Observasi partisipatif atau observasi partisipatif merupakan teknik pengumpulan data yang paling sering digunakan dalam penelitian kualitatif.
Persepsi adalah pemahaman dan kemampuan untuk memaknai suatu peristiwa atau fenomena dalam situasi yang tidak terlihat. Observasi partisipatif merupakan teknik pengumpulan data dengan cara mengamati objek pengamatan dengan cara menghayati, merasakan dan terlibat secara langsung dalam aktivitas kehidupan objek pengamatan. Wawancara mendalam merupakan jenis wawancara yang dapat digunakan untuk menggali secara mendalam informasi yang dibutuhkan dari orang yang diwawancarai.
Teknik wawancara ini digunakan untuk memperoleh informasi mendalam dari informan dalam penelitian yang akan dilakukan. Wawancara jenis ini mengharuskan pewawancara membuat kerangka dan menguraikan pokok-pokok yang dirumuskan tanpa ditanyakan secara berurutan. 124 Data yang akan diperoleh dengan bantuan teknik wawancara ini adalah tentang metode pelaksanaan pendidikan tasawuf, media yang digunakan dalam pelaksanaan pendidikan tasawuf untuk memajukan akhlak santri Pondok Pesantren Nurul Falah Sempusari Kaliwates Jember. Penelitian ini menggunakan keduanya yaitu wawancara mendalam dan wawancara bebas terpimpin, karena dengan kedua teknik wawancara tersebut peneliti dapat menggali data secara mendalam.
Analisis Data
Penyajian data ini hanya sebatas menyajikannya sebagai kumpulan informasi terstruktur yang memberikan peluang untuk menarik kesimpulan dan mengambil tindakan. Dengan menyaksikan presentasi Anda dapat memahami apa yang terjadi dan apa yang perlu dilakukan untuk menganalisis lebih lanjut atau mengambil tindakan berdasarkan wawasan yang diperoleh dari presentasi tersebut.
Keabsahan Data
Triangulasi dengan sumber berarti membandingkan dan memeriksa silang derajat kredibilitas informasi yang diperoleh melalui waktu dan alat yang berbeda dalam penelitian kualitatif 131 pengujian kredibilitas data dilakukan dengan cara memeriksa data yang diperoleh melalui beberapa sumber, kemudian data tersebut dianalisis dan data tersebut dianalisis. Data yang tidak dibutuhkan, dikurangi. Sedangkan triangulasi metode berarti memeriksa tingkat kepercayaan suatu hasil penelitian dengan menggunakan teknik pengumpulan data ganda.132 Teknik ini digunakan untuk memeriksa data dengan menggunakan teknik yang berbeda-beda. Penelitian pertama menggunakan teknik observasi, kemudian data yang diperoleh diperiksa kembali dengan menggunakan teknik wawancara atau dokumentasi untuk memperoleh data yang benar-benar valid.
Tahap-tahap Penelitian
Selain itu, wali juga menjelaskan bagaimana Thoriqah Naqsabandiya Mujaddiyah Kholidiyah datang ke Pondok Pesantren Nurul Falah Sempusari Kaliwates Jember. Penerapan pendidikan tasawuf untuk mengembangkan akhlak santri Nurul Falah Sempusari Kaliwates Jember yaitu dengan menerapkan Naqsabandiyah Mujaddiyah Kholidiyah thoriqoh, dimana santri Pondok Pesantren Nurul Falah diberikan baiat langsung dari mursyid dan wali Asrama Nurul Falah.
PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS DATA
Penyajian data dan Analisis
Begitu pula dengan Pondok Pesantren Nurul Falah yang mengajarkan kepada santrinya pendidikan agama Islam khususnya pendidikan sufi dengan penerapan melalui tharikoh. Hal ini dibuktikan dengan kajian kitab kuning yang dipelajari oleh seluruh santri di Pondok Pesantren Nurul Falah, antara lain kitab Mukasyafatul Kulub, Nashoihul Ibad, Adabul Alim wal Muta'alim, Ta'limul muta'alim, Matan Safina. , Fathul Qorib.133. Pondok Pesantren Nurul Falah tidak jauh berbeda dengan pondok pesantren lainnya, karena pada dasarnya semua pondok pesantren sama, tujuannya sama, yaitu melahirkan generasi baru yang berakhlak mulia, namun belajar dalam Islam Nurul Falah. Pesantren tidak sama dengan Pesantren sebaliknya, Pesantren Nurul Falah menekankan akhlak dengan pendidikan tasawuf (Tasawuf) yang dilaksanakan melalui Thariqoh Naqsbandiyah Mujaddiyah Kholidiyah, dimana pendidikan tasawuf (Tasawuf) tidak bisa dipisahkan dari Tarikoh, karena menurutnya itu adalah pendidikan.
Pada tahun 1856, kiai Muhammad Thoha belajar agama di kediaman Islam Gulu-guluk yaitu kediaman Islam “An-Nuqoyah” yang dibesarkan oleh seorang ulama besar yang alim yaitu KH. Hasyim mendirikan pesantren dan menerapkan pendidikan tasawuf dengan penerapan thoriqoh, hingga meninggal dunia, dan digantikan oleh putranya K. Hasyim. Semuanya dilimpahkan kepada putranya yaitu Kiai Badrun, dan memiliki Mursyid Thoriqoh serta pengasuh Pondok Pesantren Nurul Falah hingga saat ini.
Dan sampai saat ini Nasabandiyah Mujaddiyah Kholidiyah thoriqoh masih dilaksanakan di Asrama Islam Nurul Falah.” 141 Setelah anda mengetahui asal muasal thoriqoh Naqsabandiyah, anda juga harus mengetahui cara yang digunakan. Keempat metode watonan tersebut adalah metode mengaji kitab, menjelaskan kiai dan ustadz, sedangkan santri mendengarkan dan memahami, di Asrama Islam Nurul Falah metode ini dilakukan dengan membaca kitab akhlak, misalnya kitab Taisirul Kholaq, Adabul. Alim wa Muta'allim 142 Lima khatmi khawajahagan merupakan rangkaian ayat, doa dan permohonan yang menutup setiap dzikir jamaah. Hasil wawancara di atas membuktikan bahwa pendidikan sufi memang sangat penting bagi pembentukan kepribadian akhlak khususnya di Asrama Islam Nurul Falah, sesuai dengan visi dan misi Asrama Islam Nurul Falah yaitu terciptanya santri yang berakhlak mulia. . Oleh karena itu para santri di Asrama Islam ini melakukan sesuatu tanpa kewajiban, tanpa disuruh.
Pembahasan Temuan
Penyelenggaraan Pendidikan Tasawuf melalui tharikoh menggunakan metode pingitan dan riyadh yang dilakukan oleh santri Nurul Falah yang dipimpin oleh mursid dan wali Pondok Pesantren Nurul Falah yaitu Kiai Bandun Fawaidi S.Fil.I,M.Pd. I. Teori dan hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Pendidikan Sufi untuk mengembangkan akhlak santri Nurul Falah adalah dengan menerapkan thoriqoh Naqsabandiyah Mujaddiyah Kholidiyah dan dengan istiqoma melaksanakan khalwat kir setiap malam Selasa dan malam Jumat, didukung juga dari dukungan kajian . Buku-buku yang berkaitan dengan pendidikan sufi secara tidak langsung dan tanpa disadari akan menanamkan akhlak pada diri siswa, akhlak terhadap Allah (swt). dan moralitas terhadap manusia. Akhlak yang dilakukan santri Nurul Falah adalah tanpa kewajiban dan murni dari hati.
Sebab santri Nurul Falah sudah diajarkan Pendidikan Sufi (Tasawuf) sejak awal yang konteksnya adalah hati atau disebut Tazkiyatul Nafsi (Penyucian Hati) ketika hati sudah terbentuk dengan baik. Namun jika berbicara mengenai bidang pendidikan sufi di pesantren tentunya ada sebuah aplikasi yang digunakan, dalam pelaksanaannya pasti membutuhkan sebuah media yang menunjang berbagai cara atau cara yang dilakukan dan juga rangkaiannya. tentang proses penerapan metode atau metode yang dilakukan dalam penerapan pendidikan sufi. Tidak semua santri baiat karena santri sudah yakin dan memahami situasi dan kondisi Pondok Pesantren Nurul Falah, disinilah proses baiat berlangsung yang dipimpin oleh seorang Tariqoh Mursyid dan pengasuh Nurul Pondok Pesantren Falah yaitu Kiai Badrun Fawaidi S.Phil. Saya, M.Pd.I.
Dari penerapan ini tentunya terdapat metode-metode yang digunakan untuk menunjang pembelajaran, metode yang pertama adalah metode Khalwat, metode khalwat adalah metode yang digunakan oleh santri Nurul Falah yang diberi baiat oleh Kiai Badrun yang mana dilakukan setiap hari. Selasa malam dan Jumat malam dalam rangka tatmiaiinul qulub yaitu ketenangan jiwa melalui dzikir mengingat Allah. Sebagai kelanjutan akhir dari kegiatan penelitian ini, ada beberapa saran yang perlu peneliti sampaikan kepada seluruh komponen Pondok Pesantren Nurul Falah Sempusari Kaliwates Jember mengenai penelitian yang dilakukan. Selain melalui thoriqoh, adakah metode lain yang digunakan untuk menunjang proses pendidikan sufi?
PENUTUP
Saran-saran
Sebenarnya saya sedang melakukan penelitian di situs ini untuk mengumpulkan data guna pengembangan keilmuan dengan judul “PEMANFAATAN PENDIDIKAN SUFIS UNTUK PERTUMBUHAN MORAL SISWA PONDOK”.