Bagaimana pembentukan karakter religius siswi melalui panca ruh di Asrama Putri Baitul Arqom Tahun 2018. Untuk mengetahui pembentukan karakter religius siswi melalui panca ruh di Asrama Putri Baitul Arqom Tahun 2018. Untuk mengetahui pembentukan karakter toleran siswi melalui lima jiwa di asrama putri Baitul Arqom Tahun.
Untuk mengetahui pembentukan karakter disiplin santri panca jiwa di Pondok Pesantren Baitul Arqom Tahun. Bagaimana karakter religius santri yang dibentuk oleh panca jiwa di Pondok Pesantren Wanita Baitul Arqom Tahun 2017/2018. Untuk mengetahui pembentukan karakter religius santri putri panca jiwa di Pondok Pesantren Wanita Baitul Arqom Tahun 2017/2018.
Untuk mengetahui pembentukan karakter toleran pada siswi melalui lima makhluk halus di Asrama Putri Baitul Arqom Tahun. Dari judul penelitian “Pembentukan Karakter Santriwati melalui Lima Roh di Pesantren Putri Baitul Arqom”.
PENDAHULUAN
- Fokus Penelitian
- Tujuan Penelitian
- Manfaat Penelitian
- Definisi Istilah
- Sistematika Pembahasan
Sesuai dengan namanya, Asrama Islam artinya tempat tinggal (tempat tinggal) dan Pondok Pesantren artinya tempat para santri belajar Al-Quran. Jadi pesantren adalah tempat para santri (santri) belajar agama Islam dan sekaligus ditinggal di sana. Jika dikaitkan dengan judul di atas, maka Pondok Pesantren Baitul Arqom merupakan tempat dimana para santri tinggal dan menerima pengajaran pada waktu yang telah ditentukan.
Maka yang dimaksud dalam skripsi ini dengan pembentukan karakter santri melalui panca jiwa di pondok pesantren Baitul Arqom adalah terbentuknya karakter santri yang berakhlak mulia dan menjadi manusia yang dimuliakan oleh Allah SWT melalui konsep pembentukan karakter santri melalui panca jiwa. lima jiwa yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari santri di pondok pesantren Baitul Arqom. Bab ini terdiri dari penelitian pendahuluan yang memuat penelitian pendahuluan yang relevan dengan penelitian yang akan dilakukan saat ini dan kajian teori yang erat kaitannya dengan permasalahan yang diteliti, yang dalam hal ini mengkaji tentang karakter mahasiswi. Bab yang digunakan peneliti ini berisi tentang pendekatan dan jenis penelitian, lokasi penelitian, subjek penelitian, teknik pengumpulan data, analisis data, keabsahan data, dan terakhir tahapan penelitian yang dilakukan peneliti.
Pada bab ini hasil pelaksanaan penelitian terdiri dari uraian objek penelitian, penyajian data dan analisis data, serta diakhiri dengan pembahasan temuan di lapangan.
KAJIAN KEPUSTAKAAN
Kajian Teori
Subyek Penelitian
Teknik Pengumpulan Data
Analisis Data
Keabsahan Data
Tahapan-tahapan Penelitian
PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS
Penyajian Data
Penyajian data beserta analisis datanya merupakan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti Pondok Pesantren Baitul Arqom. Data ini merupakan hasil penelitian berdasarkan observasi dan hasil wawancara penulis dengan pengurus perempuan, ustad dan santri tentang suatu hal yang menjadi fokus penelitian dalam skripsi ini. Berdasarkan hasil wawancara, observasi dan dokumenter dapat disimpulkan bahwa pesantren menanamkan semangat keikhlasan dalam pembentukan karakter religius pada santrinya yang terlihat dalam aktivitas sehari-hari.
Karakter religius santriwat adalah cara berfikir dan berperilaku/bertindak santriwat yang merupakan ciri santriwat untuk hidup dan bergotong royong baik di lingkungan keluarga pesantren maupun di masyarakat sesuai dengan ajaran agama yang dianutnya dan bertujuan agar para santriwati memiliki karakter religius yang berakhlak mulia. Hal ini sesuai dengan hasil wawancara dengan Dr. Model yang dikembangkan pesantren ini dalam membentuk karakter santri sangat baik, apalagi dengan kegiatan atau perlombaan yang bertemakan keislaman seperti qirua, nasyid dan kemudian khutbah.
Berdasarkan hasil wawancara, observasi dan dokumentasi dalam pengembangan bakat dan minat santri di Pondok Pesantren Baitul Arqom, pengembangan kegiatan pembelajaran salah satunya adalah dengan dijadikan wadah kegiatan santri. Namun ada juga perbedaan yang bertujuan untuk keharmonisan bersama, seperti kegiatan yang dilakukan di Pondok Pesantren Baitul Arqom. Oleh karena itu santriwati Pondok Pesantren Baitul Arqom harus mempunyai jiwa keikhlasan, kalau tidak ikhlas bagaimana bisa.
Setiap santri mempunyai kesadaran diri bahwa bukan kita saja yang berhak memanfaatkan fasilitas pesantren, melainkan seluruh santri. Begitu pula dengan kehidupan di Pondok Pesantren Baitul Arqom yang dipenuhi dengan semangat ukhuwah Islamiyah, sehingga suasana persaudaraan tampak sangat erat antara santri yang satu dengan santri yang lain. Sesuai dengan pernyataan Bpk. Syamsul Hadi, S.Ag selaku kepala madrasah Pondok Pesantren Baitul Arqom, bahwa "."
Persaudaraan Islam ini tidak hanya memberikan pengaruh pada masa di pesantren itu sendiri, namun juga mempengaruhi keutuhan ummat dalam masyarakat setelah kembali dari pesantren. Dengan demikian semangat keikhlasan di pesantren tercermin pada para santri yang melaksanakan seluruh kegiatan pendidikan di pesantren karena di dalamnya diliputi rasa keikhlasan sehingga tercipta suasana harmonis karena bagi mereka belajar adalah ibadah. Berdasarkan hal tersebut dapat dipastikan dari hasil wawancara dengan Bapak Syamsul Hadi, S.Ag selaku pimpinan madrasah pesantren Baitul Arqom yang mengatakan hal tersebut.
Berdasarkan hasil observasi peneliti, di Pondok Pesantren Baitul Arqom, pembagian ruangan dilakukan secara acak tanpa membedakan daerah asal atau kelas. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan peneliti pada hari Sabtu tanggal 27 Oktober 2018 di Pondok Pesantren Baitul Arqom.
Pembahasan Temuan
PENUTUP
Saran
Hendaknya para pengurus tetap tabah dan ikhlas dalam menjalankan amanah yang diberikan oleh Pondok Pesantren Baitul Arqom. Ahmadi Abu dan Noor Salimi, 2008, Dasar-Dasar Pendidikan Agama Islam Bagi Perguruan Tinggi, Jakarta: PT Bumi Aksara. “Implementasi Pesantren Panca Jiwa dalam pembentukan karakter kedisiplinan di Pondok Pesantren Nurul Huda Karangrejo Kecamatan Kutasari Kabupaten Purbalingga Tahun 2017.”
2017. “Peran Asrama Islam Dalam Membentuk Panca Jiwa Pada Mahasiswa PPI Ash-Shiddiqi Puteri Talangsari Jember.”