PENDAHULUAN
Identifikasi Masalah
Siswa kesulitan membedakan huruf-huruf yang bentuknya hampir sama, misalnya huruf “b” dan huruf “d”, huruf “p” dan huruf “q”, huruf “m” dan huruf “w”.
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai survei guru untuk memberikan gambaran mengenai kesulitan belajar membaca yang dialami siswa, sehingga guru dapat mengambil tindakan yang tepat untuk mengatasi kesulitan belajar membaca. Memberikan informasi dan pemahaman tentang kesulitan yang mereka alami dalam belajar membaca sehingga mereka dapat memahami dan mengatasi kesulitan tersebut. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memperluas ilmu pengetahuan, menambah pengalaman peneliti dan mampu menerapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan.
LANDASAN TEORI
Kajian Penelitian Terdahulu
Kerangka Berfikir
METODE PENELITIAN
- Tempat dan Waktu Penelitian
- Sumber Data
- Fokus Penelitian
- Teknik Pengumpulan Data
- Uji Keabsahan Data
- Teknik Analisis Data
Dalam hal ini peneliti ingin mengetahui metode apa saja yang digunakan guru untuk mengatasi kesulitan dalam pengajaran membaca pada siswa kelas II di SDN 05 Tebat Karai. Fokus penelitian ini adalah pada metode yang digunakan guru dalam mengatasi kesulitan membaca siswa di SDN 05 Tebat Karai Kabupaten Kepahiang Kelas II. Untuk mengetahui metode apa yang digunakan guru untuk mengatasi kesulitan dalam belajar membaca siswa kelas II Sekolah Dasar Negeri 05 Tebat Karai.
Metode apa yang digunakan guru untuk mengatasi kesulitan dalam mengajar membaca pada siswa kelas II SD Negeri 05 Tebat Karai? Sebelum kita membahas metode apa saja yang digunakan guru untuk mengatasi kesulitan belajar membaca siswa kelas II SD Negeri 05 Tebat Karai, terlebih dahulu kita harus mengetahui bahwa metode adalah teknik penyajian materi pembelajaran kepada siswa untuk mencapai tujuan yang ditetapkan. Dari hasil wawancara di atas diketahui bahwa metode yang digunakan guru dalam mengatasi kesulitan belajar siswa kelas II adalah metode SAS (struktural, analitis, sintaksis).
Dari hasil wawancara diatas dapat disimpulkan bahwa terdapat 2 faktor yang menyebabkan siswa kesulitan dalam belajar membaca di SDN 05 Tebat Karai yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Solusi yang digunakan guru untuk mengatasi kesulitan belajar membaca di SDN 05 Tebat Karai Kabupaten Kepahiang. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan peneliti diketahui bahwa guru menggunakan metode SAS (Synthetic Analytical Structural) untuk mengatasi kesulitan belajar membaca siswa kelas II SDN 05 Tebat Karai.
Faktor penghambat dan pendukung guru mengatasi kesulitan dalam mengajar siswa membaca di kelas II SDN 05 Tebat Karai Kabupaten Kepahiang. Berdasarkan hasil wawancara dengan Guru Kelas II dan Kepala Sekolah SD 05 Tebat Karai, faktor-faktor yang menghambat dan mendukung mengatasi kesulitan belajar membaca adalah sebagai berikut. Solusi yang digunakan guru untuk mengatasi permasalahan dalam pembelajaran membaca siswa di kelas II SDN 05 Tebat Karai Kabupaten Kepahiang.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah diuraikan pada bab-bab sebelumnya, maka dapat disimpulkan bahwa metode yang dilakukan guru untuk mengatasi kesulitan belajar membaca siswa kelas II SDN 05 Tebat Karai adalah dengan menggunakan metode SAS (Synthetic Analytical Structural). Dalam kegiatan mengajar dan dalam proses pengajaran tentunya terdapat faktor penghambat dan pendukung, berikut faktor penghambat dan pendukung guru dalam mengatasi kesulitan belajar dan membaca siswa kelas II. Judul Skripsi: Metode Guru Mengatasi Kesulitan Siswa dalam Mengajar Membaca di SDN 05 Tebat Karai Kabupaten Kepahiang.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Hasil Penelitian
Setiap anak mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing, tentunya ada anak yang bisa membaca dan ada pula anak yang tidak bisa membaca. Di kelas II diketahui lebih banyak anak yang belum bisa membaca, berikut hasil wawancara dengan kelas II -gurunya, Ibu Rosmala Beti. Soal jumlah siswa yang belum bisa membaca, di semester 1 kemarin ada 9 orang, alhamdulillah di semester 2 ini ada peningkatan anak yang belum bisa membaca, sekarang sudah bisa, tapi kurang lancar, masih sering gagap, awalnya belum mengenal huruf, sekarang sudah mengenal huruf, namun sayang ada 3 siswa yang masih kesulitan membaca sampai sekarang.38. Apakah ada perbedaan hasil belajar antara anak yang bisa membaca dan anak yang tidak bisa membaca?
Anak yang sudah bisa membaca dan anak yang belum yakin dapat mengalami perbedaan hasil belajarnya, hal ini juga terjadi pada siswa kelas II SDN 05 Tebat Karai. Terdapat perbedaan hasil belajar antara anak yang sudah bisa membaca dan anak yang belum bisa membaca. Ya, tentu saja ada. Anak yang dapat membaca seluruh pelajaran atau arahan guru ketika memasuki kelas maka ia mampu mengikutinya dengan baik. Berbeda dengan mereka yang tidak bisa membaca, mereka kesulitan mengikuti pelajaran atau arahan guru. Kebanyakan tidak bisa melakukan itu. Mereka hanya diam saja saat membaca, di sinilah guru perlu mendapat perhatian. Dari segi penilaian, nilai anak yang bisa membaca dan anak yang tidak bisa membaca jelas berbeda.40.
Dari hasil wawancara diatas dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan antara anak yang bisa membaca dan anak yang tidak bisa membaca. Perbedaan tersebut mungkin dari segi keaktifannya, anak yang bisa membaca dan yang tidak bisa membaca tentu akan mempunyai aktivitas yang berbeda di dalam kelas, jika yang bisa membaca antusias ketika ditanya oleh guru tentang materi yang dipelajarinya, hal ini berbeda dengan itu. yang tidak bisa membaca, kebanyakan diam karena tidak tahu apa yang sedang dibacanya. Kemudian pada saat penilaian buku kerja, anak diminta mengerjakan soal-soal yang ada di buku, jika anak bisa membaca maka akan dikerjakan.
Selain itu berdasarkan hasil observasi yang dilakukan peneliti untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan antara siswa yang dapat membaca dan siswa yang tidak dapat membaca, ditemukan bahwa memang terdapat perbedaan dari segi hasil belajar dan kondisi siswa. di dalam kelas. Perhatian dan pendekatan guru sangat diperlukan dalam hal ini, namun karena bukan hanya mereka yang ada di kelas, maka guru tidak bisa terlalu fokus pada anak yang belum bisa. Biasanya bagi yang belum bisa membaca, kalau ada waktu luang atau jam pelajaran sudah selesai, yang belum bisa membaca, ibu memanggil satu per satu untuk belajar membaca, ibu memilih waktu itu agar tidak mengganggu pelajaran lain. , jika waktu tidak mencukupi, ibu memberikan waktu tambahan untuk mereka dan memberikan pelajaran tambahan di rumah.
Dari hasil wawancara di atas dapat disimpulkan bahwa cara mengatasi anak belum bisa membaca adalah dengan memberikan semangat dan dorongan kepada anak, karena pada dasarnya kemampuan membaca cukup penting untuk masa depan anak. Saat anak kesulitan membaca maka peran guru dan orang tua sangat diperlukan, jangan langsung menganggap anak bodoh karena tidak bisa membaca, tapi kenali dulu di mana kesulitan anak tersebut. Tidak ada salahnya orang tua menemukan hal ini. mengetahui apa penyebab atau hambatan anak belajar membaca. Harapan saya semoga seluruh siswa kelas II dapat bersungguh-sungguh mengikuti kegiatan pembelajaran, pembelajaran yang diberikan guru dapat diterima dengan baik, tentunya dapat membaca dan juga dapat naik kelas ke kelas III48.
Pembahasan Hasil Penelitian
Faktor penghambat guru dalam mengatasi kesulitan belajar membaca siswa kelas II adalah kurangnya kesadaran dari diri siswa itu sendiri, rendahnya minat belajar siswa, pada dasarnya siswa SD kelas II cenderung belajar melalui bermain suka. Sekolah khususnya guru hendaknya mampu menciptakan suasana yang menyenangkan dalam kegiatan belajar mengajar untuk belajar membaca, dan menyediakan berbagai media yang tepat untuk membantu anak membaca. Di SDN 05 Tebat Karai, media yang digunakan guru belum bervariasi. yang membuat anak kurang berminat dalam beraktivitas. 52 Asmidir Ilyas, dkk, Diagnosis Kesulitan Belajar dan Pembelajaran Remedial, (Semarang: Jurusan Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang, 2020) hal 60. Padahal, hendaknya orang tua lebih memperhatikan dan semangat dalam belajar sehingga dapat meningkatkan motivasi belajar anak.
Misalnya, saat anak pulang sekolah, sebaiknya orang tua menanyakan kegiatannya di sekolah. Kesulitan belajar yang dialami siswa dapat berasal dari dirinya sendiri maupun dari lingkungannya. Di lingkungan sekolah, guru merupakan orang tua siswa lainnya, dengan demikian guru bertanggung jawab terhadap siswanya, seperti halnya permasalahan ketidakmampuan belajar yang muncul, guru mencoba hal baru dan mencari solusi agar permasalahan ketidakmampuan belajar membaca dapat teratasi. segera diselesaikan.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan guru SDN 05 Tebat Karai berusaha semaksimal mungkin untuk mengatasi kesulitan belajar membaca yang dialami siswa kelas II. Berdasarkan hasil observasi, solusi yang diberikan pihak sekolah untuk mengatasi hal tersebut. masalahnya adalah sebagai berikut. Maka teleponlah orang tua anak, anak yang mengalami kesulitan belajar harus mendapatkan perhatian dari orang tua dan anggota keluarganya. Peran orang tua sangat penting untuk memberikan motivasi ekstrinsik dan intrinsik agar anak mampu mencapai hasil belajar yang memuaskan.
Kerjasama antara guru dan orang tua disini sangat diharapkan demi keberhasilan dan kemajuan anak. Kerjasama antara orang tua dan guru dapat membantu meningkatkan motivasi belajar siswa, karena menjadi faktor pendukung semangat belajar anak. Sedangkan solusi yang diberikan untuk mengatasi permasalahan kesulitan belajar membaca adalah dengan memberikan pelajaran tambahan kepada siswa berupa bimbingan, membiasakan membaca sebelum memulai kegiatan pembelajaran, memberikan tugas berupa pekerjaan rumah, memberikan motivasi kepada siswa, dan.
Kemudian hubungi orang tua anak, anak yang kesulitan belajar membaca memerlukan perhatian dari orang tua dan anggota keluarganya, apalagi karena anak banyak menghabiskan waktu bersama keluarga di rumah, sehingga guru dan orang tua perlu bekerja sama. Analisis Ketidakmampuan Belajar dalam Pembelajaran Membaca Cepat Siswa Kelas V SD Gugus Vi Kecamatan Abang e-Journal Pgsd Universitas Pendidikan Ganesha Jurusan Pgsd Vol. Analisis Kesulitan Belajar Membaca Awal Siswa Kelas II Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Madrasah Ibtidaiyah Munawariyah Palembang Jurnal Ilmiah PGMI Vol.5 No.2 UIN Raden Fatah Palembang.
Kesulitan belajar dan gangguan psikis ringan pada anak (Implementasi pada anak usia sekolah dasar), Yogyakarta: K-Media. Jawaban: Membujuk mereka agar lebih rajin membaca dan belajar lalu menelepon orang tuanya.