Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh penerapan strategi time token arcade terhadap keterampilan berbicara siswa kelas III di SDN 2 Tebaban. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara penggunaan model pembelajaran time token terhadap keterampilan berbicara siswa kelas III di SDN 2 Tebaban. Salah satu keterampilan berbahasa yang menjadi kompetensi penting bagi siswa ketika berkomunikasi dalam kehidupan adalah berbicara.
Menanamkan keterampilan berbicara dengan cara yang menyenangkan pasti akan memotivasi siswa agar mahir berbicara dalam situasi apa pun. Sepanjang proses pembelajaran, aktivitas siswa menjadi perhatian utama, dengan kata lain selalu terlibat aktif. Penguasaan kosa kata siswa dengan sendirinya akan berkembang dan muncul seiring dengan permasalahan yang dihadirkan guru pada saat pembelajaran.
Dengan kata lain, melalui strategi time token, siswa akan terus berlatih mengembangkan keterampilan berbicara dalam berbagai situasi. Penjelasan guru cenderung monoton sehingga membuat siswa tidak tertarik belajar karena tidak menggunakan strategi yang tepat.
Identifikasi Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang, peneliti termotivasi untuk menemukan penyebab permasalahan tersebut dan mencoba mencari solusi dengan memilih dan menggunakan strategi yang tepat dan berharap strategi time token akan mempengaruhi keterampilan berbicara siswa. Untuk itu guru harus mengkaji dan mempertimbangkan pendekatan pengajaran yang sesuai dengan tingkat perkembangan siswa, serta memperhatikan tujuan pengajaran bahasa Indonesia itu sendiri.” Mempertimbangkan hal tersebut di atas, maka peneliti merumuskan judul proposal: “Dampaknya Strategi Token Waktu Arends pada Keterampilan Berbicara Siswa." Kursus bahasa Indonesia untuk siswa III. kelas SDN 2 Teban''.
Batasan Masalah
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Kemampuan Berbicara
Tujuan berbicara dapat dirumuskan sebagai proses transfer pengetahuan yang akurat, rangsangan minat, dorongan perubahan tingkah laku dan rangsangan imajinasi/kreativitas siswa. Guru dapat memantau kemajuan berbicara siswa saat siswa melakukan kegiatan diskusi kelompok, tanya jawab, dan lain-lain. Mengenai pelajar, beberapa hal di atas hendaknya ditransfer dan dilatih kepada pelajar agar kemampuan berbicaranya baik.
Token waktu sangat cocok untuk struktur pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengajarkan keterampilan sosial, untuk mencegah siswa mendominasi percakapan atau diam sepenuhnya.” Berdasarkan uraian tersebut, strategi time token merupakan salah satu contoh kecil penerapan pembelajaran demokratis di sekolah, strategi ini menjadikan aktivitas siswa sebagai sentral, dengan kata lain mereka selalu terlibat aktif, guru dapat berperan dalam mengajak siswa untuk mencari solusi bersama atas permasalahan yang ada. permasalahan yang telah ditemukan. Dapat disimpulkan bahwa strategi ini mengajak siswa untuk aktif, sehingga sangat tepat digunakan pada saat belajar berbicara, dimana pembelajaran ini sangat mengajak siswa untuk aktif dan belajar berbicara di depan umum, untuk mengutarakan pendapatnya tanpa harus merasa takut. atau malu.
Berdasarkan uraian tersebut diketahui bahwa langkah-langkah strategi time token di atas hendaknya dilaksanakan dengan baik dan sistematis, dan yang terpenting siswa harus berada dalam kelompok agar interaksi siswa dapat berjalan dengan baik. Keuntungan yang paling penting dari strategi ini, dan sejalan dengan kompetensi berbicara, adalah memberikan kesempatan kepada siswa untuk bersikap proaktif dan kreatif, bekerja sama dan belajar menghargai pendapat orang lain.
Penelitian yang Relevan
Token aktivitas pembelajaran dan hasil belajar IPA siswa VI. SD” tahun 2015, metode yang digunakan peneliti adalah penelitian kuantitatif, hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan model pembelajaran time token. Dwi Ratna Ningzaswati, Dampak Model Pembelajaran Teknik Terhadap Aktivitas Belajar dan Hasil Belajar IPA Siswa VI. Metode yang digunakan peneliti adalah penelitian kuantitatif yang hasilnya menunjukkan bahwa model pembelajaran time token mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap aktivitas belajar dan hasil belajar IPA siswa kelas VI SD.
Lembar waktu untuk tingkat keterampilan berbicara dan ditargetkan pada siswa Kelas III di SDN 2 Tebaban Skema Kerangka Berpikir. Pengaruh Model Pembelajaran Rekayasa Waktu Terhadap Aktivitas Belajar dan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas VI. Metode yang digunakan peneliti adalah penelitian kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh terhadap aktivitas belajar dan. Perbedaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya adalah penelitian yang penulis lakukan berfokus pada pengaruh terhadap keterampilan berbicara di tingkat sekolah.
Sementara itu, model/strategi pembelajaran yang menarik juga diperlukan untuk menciptakan pembelajaran yang menarik. Strategi Time Token Arends merupakan salah satu model pembelajaran yang dapat menciptakan suasana pembelajaran yang menarik karena strategi Time Token merupakan salah satu dari sekian banyak model pembelajaran yang melibatkan siswa secara keseluruhan.
Hipotesis Tindakan
- Jenis Penelitian
- Desain Penelitian
- Waktu Penelitian
- Populasi
- Sampel
Hipotesis statistik adalah pernyataan statistik tentang parameter populasi atau diartikan sebagai kumpulan kondisi (parameter) populasi yang akan diuji kebenarannya berdasarkan data yang diperoleh. Hipotesis statistik dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: a). Tidak terdapat pengaruh yang signifikan strategi tanda birama terhadap keterampilan berbicara siswa kelas III SDN 2 Tebaban tahun ajaran 2017/2018. Terdapat pengaruh yang signifikan strategi penandaan waktu terhadap keterampilan berbicara siswa kelas III SDN 2 Tebaban tahun ajaran 2017/2018.
Penelitian eksperimental adalah penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh perlakuan terhadap orang lain dalam kondisi terkendali. Berkaitan dengan hal tersebut, hal yang akan diujicobakan dalam penelitian ini adalah model pembelajaran berbasis waktu terhadap keterampilan berbicara siswa pada mata pelajaran bahasa Indonesia. Metode eksperimen merupakan satu-satunya metode penelitian yang dianggap paling cocok untuk menguji hipotesis tentang hubungan sebab akibat.
Hakikat penelitian eksperimental adalah upaya mengamati dan mengukur hasil manipulasi yang dilakukan peneliti terhadap situasi dan objek tertentu. R1= Kelompok Kelas Eksperimen R2= Kelompok Kelas Kontrol O1= Pretes Kelas Eksperimen O3= Pretes Kelas Kontrol X = Variabel Bebas Y= Variabel Dependen. Sebelum diberikan perlakuan, kelompok kelas eksperimen dan kelompok kelas kontrol akan diberikan pre-test untuk mengetahui nilai awal siswa.
Kemudian, kelompok kelas eksperimen akan diberikan perlakuan dengan menggunakan timed learning, sedangkan kelompok kelas kontrol akan diberikan perlakuan dengan menggunakan pembelajaran konvensional. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli 2017 awal semester I tahun pelajaran 2017/2018 untuk kelas III SDN 2 Tebaban. Variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi atau menjadi penyebab perubahan atau munculnya variabel terikat.
Variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi atau menyebabkan perubahan atau terciptanya variabel terikat. Variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi atau diakibatkan oleh adanya variabel bebas. “Populasi juga bukan sekedar jumlah objek/subyek yang diteliti, tetapi mencakup seluruh ciri/sifat yang dimiliki subjek atau objek tersebut.” (Sugiyono.
Teknik Pengambilan Sampel
Jika populasinya besar, maka peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi tersebut, misalnya karena keterbatasan dana, tenaga dan waktu, maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi tersebut. Jumlah sampel yang diambil dengan menggunakan teknik orisinal adalah 15 siswa sebagai sampel eksperimen yang menerapkan strategi birama dan 15 siswa sebagai sampel kelas kontrol yang menerapkan metode konvensional.
Instrumen Penelitian
Nilai setiap aspek yang dinilai dalam berbicara berkisar pada skala 1 sampai 5. Total skor atau nilai total diperoleh dengan menjumlahkan nilai setiap aspek penilaian yang diperoleh siswa. N1 : Jumlah siswa pada kelompok model time token N2 : Jumlah siswa pada kelompok metode konvensional Untuk menentukan db adalah n1+n2-2. Berdasarkan Tabel 15 dapat dilihat hasil tes keterampilan berbicara kelas eksperimen dengan menggunakan model pembelajaran time-token.
Dari Tabel 15 terlihat ringkasan hasil tes berbicara siswa pada kelas eksperimen dengan nilai variance (S2) sebesar 1,804, sedangkan nilai variance pada kelas kontrol (S2) sebesar 1,454. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh Fhitung sebesar 1,241 dan Ftabel sebesar 4,67. Pada setiap pertemuan, siswa melakukan diskusi dan bertanya tentang materi bahasa Indonesia. Pada kelas eksperimen yang menggunakan model pembelajaran time token, siswa menjadi lebih aktif dalam proses pembelajaran.
Banyak terjadi interaksi antara siswa dan guru, begitu pula interaksi antara siswa dengan siswa lainnya. Seharusnya semua siswa berbicara di kelas, sehingga tidak hanya siswa pintar saja yang selalu berbicara di kelas. Suasana yang tercipta dalam proses pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan kondusif, sehingga siswa lebih mudah menerima pembelajaran yang diberikan. Pada kelas eksperimen yang diterapkan model pembelajaran time token jumlah siswa menjadi lebih sedikit
Kelas kontrol menggunakan metode konvensional, tidak semua siswa berpartisipasi aktif selama proses pembelajaran. Banyak siswa yang malu memberikan jawaban dan saran, hanya siswa pintar yang aktif berbicara di kelas, sedangkan siswa lainnya harus diberi tugas oleh guru terlebih dahulu sebelum siap menjawab atau mengungkapkan apa yang diterimanya. Selain itu, terdapat juga perbedaan rata-rata keterampilan berbicara siswa pada kelas eksperimen dan kontrol.
Hal ini menegaskan bahwa penggunaan metode ini dapat diterapkan untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa pada mata pelajaran bahasa Indonesia. Berdasarkan uraian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa jawaban dari permasalahan yang diajukan adalah “ada pengaruh penerapan strategi time token terhadap keterampilan berbicara siswa kelas III mata pelajaran bahasa Indonesia di SDN 2 Tebaban”. Berdasarkan analisis data yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa penggunaan strategi Time Token berpengaruh terhadap kemampuan berbicara siswa kelas III SDN 2 Tebaban, hal ini terlihat dari hasil uji hipotesis (Uji T ) pada kelas eksperimen yang jumlahnya lebih besar dibandingkan kelas kontrol.
Saran
Bagi Guru
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh strategi Time Token terhadap keterampilan berbicara pada mata pelajaran bahasa Indonesia siswa kelas III SDN 2 Tebaban tahun pelajaran 2017/2018. Selain itu, rata-rata keterampilan berbicara siswa yang menggunakan strategi Time Token pada kelas eksperimen adalah 78, sedangkan rata-rata keterampilan berbicara pada kelas kontrol yang diajar dengan metode konvensional dan yang diajar dengan metode edukasi ceramah dan tanya jawab. adalah 62.
Bagi Siswa
Bagi Pihak Sekolah
Diharapkan guru dapat mengadopsi model pembelajaran yang tidak terfokus pada satu metode saja, namun disesuaikan dengan keadaan yang dialami.
KISI-KISI SOAL
- KOMPETENSI INTI (KI)
- KOMPETENSI DASAR (KD) & INDIKATOR Bahasa Indonesia
- TUJUAN PEMBELAJARAN
- MATERI PEMBELAJARAN Perubahan cuaca dan iklim
- PENDEKATAN & METODE PEMBELAJARAN Pendekatan : Saintifik
- KEGIATAN PEMBELAJARAN
- SUMBER DAN MEDIA PEMBELAJARAN
- Nilai Pretest Dan Posttest Keterampilan Berbicara Kelas Kontrol a. Nilai pretest
- Nilai Pretest Dan Posttest Keterampilan Berbicara Kelas Eksperimen
Dengan mengamati gambar keadaan cuaca sekitar, siswa dapat memberikan respon verbal terhadap gambar yang disediakan guru untuk diskusi. Dengan mengamati gambar, siswa dapat mengatakan kegiatan apa saja yang dapat dilakukan ketika musim tersebut terjadi. Setiap siswa dalam kelompok mengamati gambar dan mencatat kondisi cuaca yang muncul pada setiap gambar.
Setelah tugas masing-masing siswa dalam kelompok selesai, siswa diminta menutup semua buku materi dan buku tugas.
Varian kelas Kontrol
Varian kelas Eksperimen
- Siswa siswi kelas III SDN 2 Tebaban, sebelum dibagi menjadi kelas Kontrol dan kelas Eksperimen
- Siswa siswi kelas III SDN 2 Tebaban, dibagi menjadi kelas Kontrol dan kelas Ekperimen
- Preetest kelas Eksperimen
- Siswa siswi kelas Eksperimen mendiskusikan materi tentang cuaca dan iklim
- Penerapan strategi Time Token Arends yaitu bertanya jawab menggunakan kupon berbicara pada kelas Eksperimen
- Penutup
Apabila nilai thitung lebih besar dari ttabel maka H0 ditolak dan H1 diterima dan apabila nilai thitung lebih kecil dari ttabel maka H1 dan H0 ditolak.