PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Melalui Kurikulum 2013, penilaian autentik menjadi fokus yang serius, dimana guru dalam menilai hasil belajar siswa benar-benar menyadari seluruh minat, potensi dan prestasinya secara komprehensif. Dengan kata lain, penilaian autentik memantau dan mengukur kemampuan siswa dalam berbagai kemungkinan pemecahan masalah yang dihadapi dalam situasi dan konteks nyata (Kunandar, 2014:43). Tujuan penilaian autentik antara lain: (a) Melacak kemajuan siswa, (b) Mengecek pencapaian kompetensi siswa, (c) Mendeteksi kompetensi yang belum dikuasai, (d) Memberikan umpan balik untuk perbaikan kepada siswa (Kunandar, 2014:70).
Dalam penilaian tradisional siswa cenderung memilih jawaban yang tersedia, sedangkan dalam penilaian otentik siswa mempresentasikan atau mengerjakan suatu tugas atau proyek. Dalam penilaian otentik, kemampuan berpikir yang dinilai adalah tingkat konstruksi dan penerapan serta fokus pada siswa. Penilaian autentik sangat memperhatikan keseimbangan antara penilaian sikap, pengetahuan dan keterampilan disesuaikan dengan perkembangan karakteristik siswa sesuai tingkatannya.
Penilaian kompetensi siswa yang terdiri dari penilaian sikap, penilaian pengetahuan, dan penilaian keterampilan, masih dinilai sulit dilakukan oleh guru karena kurangnya pendampingan pelaksanaan penilaian autentik dari pemerintah. Dalam pembelajaran ekonomi, penilaian autentik dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai teknik penilaian, tidak hanya tes saja.
Identifikasi Masalah
Terdapat tiga sekolah menengah negeri di wilayah kabupaten Jombang yaitu SMA Negeri 1 Jombang, SMA Negeri 2 Jombang dan SMA Negeri 3 Jombang berdasarkan Sistem Monitoring Implementasi Kurikulum Elektronik 2013, SMA Negeri 1 Jombang, SMA Negeri 2 Jombang dan SMA Negeri 3 Jombang adalah satuan pendidikan yang melaksanakan kurikulum 2013 mulai tahun ajaran 2013/2014. Oleh karena itu, perlu adanya suatu penelitian untuk mengetahui kesesuaian penerapan penilaian autentik dalam pembelajaran ekonomi dengan Standar Penilaian Otentik Kurikulum 2013 di Kabupaten Jombang dengan judul “ASESMEN TERHADAP PELAKSANAAN PENILAIAN OTENTIK PADA PEMBELAJARAN EKONOMI DI SEKOLAH MENENGAH NEGARA DI JOMBANG DAERAH".
Pembatasan Masalah
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Memberikan informasi dan pengetahuan tentang penilaian autentik sesuai Kurikulum 2013, sehingga dapat menjadi bahan rujukan atau dasar penelitian selanjutnya mengenai penilaian hasil belajar sesuai Kurikulum 2013.
KAJIAN PUSTAKA
Kajian Teori
- Evaluasi Program
- Pembelajaran Ekonomi Kurikulum 2013
- Penilaian Autentik
- Standar Penilaian Kurikulum 2013
Untuk mengetahui tingkat kemajuan dan kesesuaian hasil belajar peserta didik dengan standar kompetensi dan kompetensi inti yang telah ditetapkan. Apabila siswa dinilai siap (fisik dan non fisik), maka program pelatihan dapat dilaksanakan. Pembelajaran merupakan suatu proses interaksi antara siswa dan guru serta sumber belajar dalam suatu lingkungan belajar.
Penilaian proyek merupakan salah satu bentuk penilaian autentik berupa pemberian tugas kepada siswa secara berkelompok. Tugas-tugas yang diberikan kepada siswa dalam penilaian portofolio merupakan tugas-tugas dalam konteks kehidupan sehari-hari. Penilaian tengah semester merupakan kegiatan yang dilakukan pendidik untuk mengukur ketercapaian kompetensi peserta didik setelah selesai kegiatan pembelajaran.
Sedangkan tes akhir semester merupakan kegiatan yang dilakukan pendidik untuk mengukur capaian keterampilan peserta didik pada akhir semester. Artinya kompetensi keterampilan merupakan implikasi dari pencapaian kompetensi pengetahuan peserta didik.
Penelitian yang Relevan
Dan kendala pelaksanaan penilaian autentik antara lain perencanaan yang rumit, komponen yang terlalu banyak, dan penilaian sikap yang perlu diperhatikan secara detail. Penelitian yang dilakukan oleh Retno Maya Sari, Berchah Pitoewas dan Yunisca Nurmisa dalam jurnal berjudul “Studi Kemampuan Guru dalam Menerapkan Penilaian Otentik pada Kurikulum 2013”. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan guru dalam melakukan penilaian kinerja dengan indikator pemahaman prosedur penilaian kinerja, kemampuan merancang penilaian kinerja, kemampuan memadukan domain penilaian kinerja, kemampuan guru melakukan penilaian tertulis dengan indikator pemahaman. prosedur penilaian tertulis sebesar 75% berkategori baik dan 25% berkategori cukup baik, sedangkan kemampuan merancang penilaian tertulis sebesar 50% berkategori baik dan 50% berkategori cukup baik.
Kerangka Berfikir
Selain pembelajaran, penilaian hasil pembelajaran kurikulum juga diatur dalam Peraturan No. 22 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah. Penilaian autentik merupakan penilaian yang digunakan untuk menilai kesiapan, proses belajar, dan hasil belajar siswa secara keseluruhan. Sedangkan Permendikbud Nomor 23 Tahun 2016 tentang Standar Penilaian Pendidikan bertujuan untuk memantau dan mengevaluasi proses, kemajuan pembelajaran dan peningkatan hasil belajar siswa secara berkelanjutan, menilai pencapaian standar kompetensi lulusan semua mata pelajaran dan mengevaluasi pencapaian standar kompetensi lulusan semua mata pelajaran dan mengevaluasi pencapaian standar kompetensi lulusan semua mata pelajaran dan mengevaluasi pencapaian standar kompetensi lulusan semua mata pelajaran. kompetensi. nasional pada mata pelajaran tertentu.
Penyelenggaraan di sekolah menggunakan pedoman penilaian hasil belajar yang mencakup penilaian autentik, prinsip penilaian, mekanisme, perencanaan, pelaksanaan, pengolahan hasil penilaian dan pelaporan hasil kegiatan belajar mengajar bersama siswa. Dalam pelaksanaannya, penilaian autentik memerlukan kesiapan dan keterampilan guru ketika melakukan penilaian dalam proses pembelajaran. Pemberian pelatihan dari pemerintah dapat dikatakan cukup baik, namun masih terdapat permasalahan kurangnya bantuan dari pemerintah kepada guru-guru saat ini.
Guru perlu mampu melakukan penilaian hasil belajar agar dapat menggambarkan peningkatan hasil belajar siswa. Oleh karena itu, guru diharapkan memiliki pemahaman yang baik terhadap kurikulum agar penilaian autentik dapat sejalan dengan tujuan sesuai Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 23 Tahun 2016 tentang standar penilaian pendidikan.
METODE PENELITIAN
- Jenis Penelitian dan Desain Evaluasi
- Jenis Penelitian
- Desain Evaluasi
- Definisi Operasional Variabel
- Tempat dan Waktu Penelitian
- Subjek Penelitian
- Teknik Pengumpulan Data
- Instrumen Penelitian
- Teknik Analisis Data
Saya menginformasikan secara jelas kepada siswa tentang rubrik dan kriteria penilaian sikap di awal pembelajaran. Guru menyampaikan kepada siswa rubrik penilaian keterampilan sesuai teknik yang direncanakan sebelum melakukan penilaian. 1 Memberikan kepada siswa rubrik penilaian keterampilan sesuai teknik yang direncanakan sebelum melakukan penilaian.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Hasil Penelitian
- Deskripsi Lokasi Penelitian
- Deskripsi Variabel Penelitian
Tahap input meliputi perencanaan penilaian kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan. Pada tahap ini peneliti menilai kesiapan guru untuk melakukan penilaian autentik. Tabel 3 menunjukkan evaluasi perencanaan penilaian kompetensi sikap berdasarkan indikator jaringan instrumen penelitian. Secara keseluruhan, Rencana Penilaian Kompetensi Sikap memperoleh skor rata-rata sebesar 3,48 pada skala 4 atau persentase sebesar 87,01% dengan klasifikasi kategori baik.
Dengan demikian, evaluasi perencanaan penilaian kompetensi pengetahuan pada sekolah menengah negeri di kabupaten Jombang tergolong dalam kategori baik. Tabel 7 menunjukkan evaluasi perencanaan penilaian keterampilan dan kompetensi dilihat melalui indikator sesuai grid instrumen penelitian. Berdasarkan data yang diperoleh, perencanaan penilaian keterampilan di masing-masing sekolah telah berjalan dengan baik.
Berikut pada Tabel 11 akan terlihat kesesuaian pelaksanaan penilaian kompetensi sikap yang dilakukan guru dengan standar yang ada. Berdasarkan indikator penilaian kompetensi pengetahuan, evaluasi pelaksanaan penilaian kompetensi pengetahuan dapat dilihat pada tabel berikut. Secara keseluruhan pelaksanaan penilaian kompetensi pengetahuan memperoleh skor rata-rata 3,33 pada skala 4 atau persentase sebesar 83,33%.
Evaluasi pelaksanaan penilaian kompetensi pengetahuan pada sekolah menengah negeri di kabupaten Jombang dapat tergolong dalam kategori baik. Secara keseluruhan pelaksanaan penilaian kompetensi keterampilan mencapai skor rata-rata 3,20 pada skala 4 atau persentase 80%. Evaluasi pelaksanaan penilaian kompetensi keterampilan pada sekolah menengah negeri di kabupaten Jombang masuk dalam kategori baik.
Dengan demikian, penilaian pengelolaan hasil penilaian kompetensi berdiri pada sekolah menengah negeri se-kabupaten Jombang dapat tergolong pada kategori cukup. Hasil penilaian kompetensi keterampilan manajerial memperoleh skor sebesar 3,29 skala 4 atau persentase sebesar 82,3% dengan klasifikasi kategori baik. Hal ini terlihat pada seluruh tahapan pengelolaan hasil, seperti pengelolaan hasil penilaian kompetensi sikap, pengelolaan hasil penilaian kompetensi pengetahuan, dan.
Pembahasan
Hasil analisis penilaian sikap dikembalikan kepada siswa disertai umpan balik berupa komentar edukatif (pemeliharaan dan pemberian ajaran atau bimbingan mengenai budi pekerti yang baik). Sudahkah Anda memberi tahu siswa tentang teknik yang digunakan dalam proses penilaian sikap? Sudahkah Anda memberi tahu siswa tentang desain dan kriteria untuk menilai pengetahuan dari silabus?
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Keterlaksanaan penilaian autentik dalam pembelajaran ekonomi di SMP Negeri se-kabupaten Jombang telah terlaksana dengan baik yaitu telah terlaksana sesuai dengan indikator sebesar 83,39%. Terdiri dari tiga tahap dalam penilaian evaluasi autentik, yaitu tahap masukan dengan persentase 86,75%, tahap proses sebesar 80,83%, dan tahap hasil dengan persentase 82,59%. Terdapat indikator yang belum dilaksanakan yaitu 16,61%, indikator tersebut terdapat pada tahap pendahuluan yaitu pada definisi kriteria evaluasi yang belum memuat nilai prestasi berupa predikat, pada tahap proses, yaitu dalam menginformasikan sistem evaluasi, pada tahap hasil yaitu dalam pelaporan dan tindak lanjut.
Saran
Rubrik penilaian keterampilan saya berikan kepada siswa sesuai teknik yang direncanakan sebelum saya melakukan penilaian. Saya menyampaikan tugas kepada siswa untuk menilai keterampilan secara jelas sesuai dengan karakteristik kompetensi (mudah dipahami).