• Tidak ada hasil yang ditemukan

skripsi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "skripsi"

Copied!
109
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Tambang Semen Sukabumi menerapkan SMKP Minerba sebagaimana diatur dalam Keputusan Menteri ESDM 1827 K/30/MEM/2018 Lampiran IV. Tambang Semen Sukabumi telah melaksanakan kegiatan audit internal SMKP Minerba berdasarkan aturan audit SMKP Minerba yang tertuang dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Mineral dan Batubara No. Penyimpangan yang ditemukan pada perusahaan berupa penyimpangan besar dan kecil, seperti karena belum menerapkan salah satu unsur SMKP Minerba.

Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian skripsi yang berjudul “Sekilas Kesesuaian Penerapan Minerba SMKP di PT.

Rumusan Masalah

Tambang Semen Sukabumi merupakan anak perusahaan swasta yang berlokasi di salah satu Kabupaten Sukabumi Provinsi Jawa Barat. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi awal, hasil audit menunjukkan masih adanya penerapan unsur yang tidak sesuai dengan Keputusan Direktur Jenderal Mineral dan Batubara No.

Tujuan Penelitian

  • Tujuan Umum
  • Tujuan Khusus

Manfaat Penelitian

Sebagai bahan acuan pengembangan ilmu K3, bahan ajar berdasarkan kondisi yang terdapat di lapangan, dan sebagai referensi bagi mahasiswa lainnya mengenai kesesuaian penerapan SMKP pada perusahaan pertambangan dengan Keputusan Direktur Jenderal Mineral dan Batubara No.

Ruang Lingkup Penelitian

TINJAUAN PUSTAKA

  • Pertambangan
    • Definisi Pertambangan
    • Tahapan Kegiatan Pertambangan
    • Karakteristik Pertambangan
    • Golongan Bahan Galian Pertambangan
  • Aktivitas Pertambangan di PT. Tambang Semen Sukabumi
  • Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP) Minerba
    • Definisi SMKP Minerba
    • Elemen SMKP Minerba
  • Penilaian Penerapan SMKP Minerba
    • Audit SMKP Minerba
    • Proses Pelaksanaan Audit Internal dan Eksternal
    • Penilaian Penerapan SMKP Minerba
    • Kategori Temuan Audit
    • Pelaporan Hasil Audit SMKP Minerba
  • Kerangka Teori

1827 K/30/MEM/2018, disebutkan bahwa Sistem Manajemen Keselamatan Tambang Mineral dan Batubara (SMKP Minerba) terdiri atas Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pertambangan (K3) dan Keselamatan Operasi Pertambangan (KO), yang dilaksanakan oleh Pemegang IUP Eksplorasi, Eksplorasi IUPK, IUP Operasi Produksi, IUPK Operasi Produksi, IUP Operasi Produksi khusus untuk perusahaan pengolahan dan/atau pemurnian, dan jasa pertambangan.3. Berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Nomor 185.K/37.04/DJB/2019; Audit internal untuk menilai penyelenggaraan SMKP Minerba atau SMKP khusus pengolahan dan/atau pemurnian dilakukan paling sedikit 1 (satu) kali dalam 1 (satu) tahun. 185.K/37.04/DJB/2019, Audit Eksternal untuk menilai penyelenggaraan SMKP Minerba atau SMKP khusus pengolahan dan/atau pemurnian dilakukan apabila terjadi kecelakaan, kejadian berbahaya, kejadian akibat penyakit akibat kerja, Penyakit akibat kerja, bencana, dan/atau untuk keperluan penilaian Kinerja Keselamatan Tambang.3.

185.K/37.04/DJB/2019, hasil pelaksanaan audit internal SMKP Minerba atau SMKP khusus Pengolahan dan/atau Pemurnian dilaporkan paling lambat 30 (tiga puluh hari) setelah triwulan keempat.4.

Gambar 2. 1 Kerangka Teori
Gambar 2. 1 Kerangka Teori

METODOLOGI PENELITIAN

  • Kerangka Konsep
  • Jenis dan Rancangan Penelitian
  • Objek Penelitian
  • Sumber Data Penelitian
    • Data Primer
    • Data Sekunder
  • Instrumen Penelitian
  • Pengumpulan Data
    • Wawancara
    • Dokumentasi
  • Pengolahan dan Analisis Data
  • Lokasi dan Waktu Penelitian

Oleh karena itu penelitian ini diperoleh dari hasil observasi lapangan dan data yang ada pada perusahaan berdasarkan hasil Audit Internal SMKP Minerba berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Minerba No. Objek penelitian ini adalah hasil Audit Internal SMKP Minerba yang sesuai dengan Keputusan Direktur Jenderal Minerba No. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini antara lain: Formulir Audit Internal SMKP Minerba sesuai dengan Keputusan Direktur Jenderal Minerba No.

33 Tabel 4.2 Tabel Hasil Audit Implementasi Minerba SMKP di PT... se bobot Nilai Persentase se bobot. TSS mendapat nilai 82 dari kemungkinan 134, sehingga persentase penerapan Minerba SMKP sudah sesuai dengan “Penerapan Unsur IV”. TSS mendapat nilai 9 dari kemungkinan 12, sehingga persentase penerapan SMKP Minerba sudah sesuai dengan “Dokumentasi Unsur VI”. sebesar 75,00%.

60 Peningkatan Kinerja” di PT.TSS mendapat nilai 0 dari kemungkinan 13, sehingga tingkat implementasi Minerba SMKP pada “Tinjauan Manajemen dan Peningkatan Kinerja Elemen VII” adalah 00,00%. Tambang Semen Sukabumi telah menerapkan SMKP Minerba pada “Elemen II Perencanaan” dengan sangat baik, dengan tingkat kepatuhan sebesar 89,60%. Tambang Semen Sukabumi telah menerapkan SMKP Minerba pada “Elemen III Organisasi dan Kepegawaian” dengan cukup baik.

Tambang Semen Sukabumi telah menerapkan SMKP Minerba dalam “Monitoring, Evaluasi dan Tindak Lanjut Elemen V” dengan cukup baik.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Hasil Penelitian

  • Gambaran Umum Perusahaan
  • Visi & Misi PT. TSS
  • Struktur Organisasi PT. TSS
  • Proses Kegiatan Pertambangan di PT. TSS

Sukabumi Cement Mine (TSS) merupakan anak perusahaan dari grup semen asal Thailand, Siam Cement Group (SCG). PT Tambang Semen Sukabumi mengoperasikan ekstraksi batu kapur dan serpih yang digunakan sebagai bahan dasar utama semen yang dipasok ke pabrik PT. TSS terletak di Gunung Guha yang terletak di wilayah Kecamatan Nyalindung dan Jampang Tengah Sukabumi.

Secara administratif, tambang semen di kawasan Gunung Guha dibatasi oleh empat desa, yakni Desa Wangun Reja, Desa Tanjung Sari, Desa Sukamaju, dan Desa Lewiddingding yang terletak di Kecamatan Nyalindung dan Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi. Lapisan penutup dan limbah dikupas dan didorong dengan buldoser dan dikumpulkan di dekat peralatan pemuatan. Tahapan ini bertujuan untuk memperkecil ketinggian area dari yang tertinggi ke ketinggian yang diinginkan dengan menggunakan alat Surface Miner.

Batu-batu tersebut kemudian dimuat ke kendaraan pengangkut dump truck menggunakan wheel loader, yang kemudian dibawa ke pabrik penghancur. Pemuatan dan pengangkutan material menggunakan wheel loader dan dump truck yang mengangkut material menuju crusher atau titik pembuangan. Material yang diangkut dimasukkan ke dalam hopper, yang bertindak sebagai perangkat penyimpanan awal sebelum memasuki crusher.

Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan kepada Manajer Seksi SOD (Sustainable Organization Development) mengenai Kegiatan Audit Internal Minerba SMKP yang dilakukan PT. TSS dilakukan pertama kali pada tanggal 21 Desember 2021 hingga 31 Desember 2021 yang dilakukan oleh Chief Auditor SCG Corporate.

Gambar 4. 1 Struktur Organisasi di PT. TSS
Gambar 4. 1 Struktur Organisasi di PT. TSS

Pembahasan Gambaran SMKP Minerba di PT. TSS

  • Gambaran Penerapan SMKP Minerba di PT. TSS Pada Elemen I
  • Gambaran Penerapan SMKP Minerba di PT. TSS Pada Elemen II
  • Gambaran Penerapan SMKP Minerba di PT. TSS Pada Elemen III
  • Gambaran Penerapan SMKP di PT. TSS Pada Elemen IV
  • Gambaran Penerapan SMKP Minerba di PT. TSS Pada Elemen V
  • Gambaran Penerapan SMKP Minerba di PT. TSS Pada Elemen VI
  • Gambaran Penerapan SMKP Minerba di PT. TSS Pada Elemen VII

TSS belum mengevaluasi pemberian informasi kepada seluruh departemen atau pekerja di tambang. TSS belum melakukan investigasi terhadap penyampaian kebijakan ke seluruh departemen atau pekerja di tambang. TSS belum melaksanakan kegiatan pendidikan dan pelatihan secara memadai dan terdapat pegawai yang keterampilannya kurang sesuai.

47 tentang pencatatan kesehatan pegawai, serta belum mengelola pangan dan gizi pegawai dengan baik. Sebab, manajemen belum mengunjungi rumah pekerja untuk mengkomunikasikan keselamatan di luar pekerjaan kepada pekerja dan keluarganya. TSS belum melaksanakan manajemen kesehatan dan keselamatan kerja secara berkala dan menyeluruh, belum melakukan pendokumentasian manajemen kesehatan dan keselamatan kerja serta belum menerapkan 5S secara komprehensif.

Sebab, perusahaan belum memiliki alat untuk mengukur sektor mana saja yang perlu diawasi, belum melakukan evaluasi yang terakomodasi, dan belum menetapkan rencana tindak lanjut. Namun, perusahaan belum menerapkan prosedur yang ada secara memadai, belum mendokumentasikan kegiatan inspeksi dengan baik, dan belum menyusun laporan tinjauan manajemen kepada administrasi pertambangan sesuai dengan format yang berlaku. Untuk elemen I, kami belum melakukan evaluasi terhadap pemberian informasi kepada seluruh departemen/karyawan di tambang ini.

Dalam hal pengelolaan lingkungan kerja, kinerja perusahaan kurang baik karena penerapan dan pelatihan yang tidak memadai, serta kurangnya sumber daya yang diperlukan. Untuk pengelolaan pangan dan gizi pekerja, pihak perusahaan tidak melakukan kegiatan penyediaan pangan bagi pekerja dengan pangan bagi pekerja. Di bidang inspeksi keselamatan di pertambangan, perusahaan belum melakukan dokumentasi secara menyeluruh, karena masih ada hasil inspeksi yang belum ditindaklanjuti, dan juga kurangnya dana.

Terkait dengan penilaian kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, pihak perusahaan belum melakukan beberapa rencana perbaikan atau tindakan tindak lanjut, karena dibatasi oleh sumber daya perusahaan sehingga mengutamakan kepatuhan terhadap peraturan.

Tabel  4.3  Tabel  Hasil  Audit  Penerapan  SMKP  Minerba  di  PT.  TSS  Tahun 2022 Elemen II Perencanaan
Tabel 4.3 Tabel Hasil Audit Penerapan SMKP Minerba di PT. TSS Tahun 2022 Elemen II Perencanaan

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Tambang Semen Sukabumi melakukan penilaian dan pengelolaan awal serta mempertimbangkan seluruh konteks risiko dalam penentuannya. Namun, hal ini belum memadai dari sudut pandang manajemen dan peninjauan risiko, serta kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan. Tambang Semen Sukabumi memiliki KTT dan struktur organisasi yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

63 memiliki KPO, kualifikasi dan pelatihan yang diperlukan, namun dari sudut pandang keamanan mereka tidak menggunakan format yang sesuai. Tambang Semen Sukabumi melaksanakan manajemen operasional setelah menyiapkan, menetapkan, melaksanakan, mendokumentasikan dan mengevaluasi prosedur operasional/kerja, izin kerja khusus dan alat pelindung diri. Perusahaan telah mempunyai prosedur pengendalian lingkungan kerja, kesehatan dan keselamatan kerja, serta telah melakukan peledakan terpandu sesuai ketentuan yang berlaku.

Tambang Semen Sukabumi mempunyai prosedur pemantauan dan pengukuran kinerja, melakukan inspeksi terhadap aktivitas keselamatan pertambangan. Tambang semen Sukabumi memiliki buku pedoman SMKP yang ditandatangani oleh direktur dan diperiksa secara konsisten oleh personel yang ditunjuk. Namun perusahaan belum menggunakan manual SMKP secara konsisten dan belum mengikuti unsur-unsur yang terdapat dalam SMKP.

Minerba pada “Elemen VII Tinjauan Manajemen dan Peningkatan Kinerja” belum baik atau dengan kata lain Elemen VII belum terlaksana.

Saran

Dalam hal seleksi dan penempatan, perusahaan belum memasukkan seluruh aspek keselamatan tambang dalam uraian tugas karena uraian tugas tersebut masih bersifat umum. Terkait pengelolaan administrasi keselamatan pertambangan, aspek pelaporan KP, perseroan belum menggunakan format baru sesuai Keputusan Menteri ESDM 1806K/30/MEM/2018. Untuk elemen IV, perusahaan belum konsisten dalam penerapan prosedur yang dilakukan oleh seluruh pekerja, karena sosialisasi mengenai prosedur baru kepada pekerja belum cukup dilakukan, dan ditemukan ada beberapa pekerja yang tidak sesuai. dengan penggunaan APD. hal ini dikarenakan pihak perusahaan belum melakukan kegiatan promosi dalam hal.

Audit PAH menemukan bahwa perusahaan belum menggunakan formulir pelaporan yang ditentukan karena kami masih menggunakan template lama baik untuk KP maupun pelaporan. Terkait pengelolaan gudang bahan peledak, pihak perusahaan kurang melakukan pengawasan secara menyeluruh, menyediakan peralatan keselamatan dan kurang melakukan pengecekan penangkal petir. Terkait dengan pelaksanaan investigasi terhadap kecelakaan, kejadian berbahaya, kejadian akibat penyakit karyawan dan PAH, pihak perusahaan belum melakukan komunikasi dengan pihak terkait karena media distribusi One Point Lesson Program yang digunakan masih offline.

Dari sisi evaluasi pengelolaan administrasi keselamatan tambang, pihak perusahaan belum melakukan evaluasi yang ditentukan karena puncaknya masih baru dan evaluasi hanya dilakukan pada saat Kajian Manajemen Tusaspro. Selain itu, perusahaan juga belum melakukan reviu terhadap buku register kecelakaan tambang karena kami hanya melakukan penilaian tahunan sebagai bahan pembuatan KPI dan perusahaan juga belum menyampaikan laporan pengelolaan keselamatan tambang sesuai format baru sesuai ketentuan. KEPMEN ESDM 1806 k/30MEM/2018 karena kami masih selalu menggunakan template lama. Pihak perusahaan belum konsisten dalam menggunakan manual SMKP untuk penyusunan dokumen tingkat selanjutnya karena secara kelompok kami dibantu oleh grup perusahaan yang berarti ada beberapa prosedur yang tidak sesuai dengan manual SMKP.

Untuk temuan yang paling penting pada elemen III, Supervisor Operasional disini belum memiliki Kartu Pengawasan Operasional yang disetujui oleh KaIT, karena perusahaan belum mendaftarkan diri menjadi Supervisor Operasional. Pertama, dalam hal pengelolaan lingkungan kerja, perusahaan belum melakukan pengukuran dan penilaian pengelolaannya secara berkala, tidak terdokumentasi, karena kekurangan sumber daya dan masih ada objek yang perlu diukur namun masih dalam tahap perencanaan. tahap perbaikan. Pada unsur ini perusahaan belum mempunyai rencana perbaikan dan tindak lanjut terhadap standar kerja, praktek kerja, tata kerja, persyaratan dalam peraturan perundang-undangan dan persyaratan SMKP minerba karena kami hanya melakukan audit terhadap SMKP ini pada akhir. . 2021.

Pada bagian ini terdapat temuan bahwa perusahaan belum memiliki rencana perbaikan dan tindak lanjut terhadap standar kerja, praktik kerja, prosedur kerja, persyaratan dalam peraturan perundang-undangan dan persyaratan SMKP.

Gambar

Gambar 2.1 Kerangka Teori ...........................................................  21  Gambar 3.1 Kerangka Konsep .....................................................
Gambar 2. 1 Kerangka Teori
Gambar 3. 1 Kerangka Konsep
Gambar 4. 1 Struktur Organisasi di PT. TSS
+7

Referensi

Dokumen terkait

Badan Usaha yang memenuhi persyaratan menurut ketentuan perundang-undangan yang berlaku untuk melaksanakan Pengadaan Alat Tulis Kantor yang ditunjukkan dengan

Badan Usaha yang memenuhi persyaratan menurut ketentuan perundang-undangan yang berlaku untuk melaksanakan Pengadaan Jasa Asuransi Kesehatan yang ditunjukkan dengan

Penyedia Jasa Kecil yang memenuhi persyaratan menurut ketentuan perundang-undangan yang berlaku untuk melaksanakan pengadaan sesuai dengan bidang/sub bidang

Penyedia Jasa Kecil yang memenuhi persyaratan menurut ketentuan perundang- undangan yang berlaku untuk melaksanakan Pengadaan Genset yang ditunjukan dengan perijinan

Melaksanakan kegiatan Pelayanan Pengobatan Dasar, penyuluhan kesehatan dan koordinasi lintas program terkait sesuai dengan prosedur dan ketentuan peraturan perundang- undangan

Menyusun laporan pelaksanaan kegiatan seksi; dan Melaksanakan tugas lainnya yang diberikan oleh atasan/ pimpinan sesuai dengan ketentuan peraturan

Pasal 53 ayat (1) dilakukan oleh Menteri sesuai dengan. ketentuan

Terkait dengan status hukum anak yang dilahirkan dari perkawinan tidak tercatat, tidak ada ketentuan yang mengaturnya secara jelas dalam suatu ketentuan Perundang-undangan, namun jika