• Tidak ada hasil yang ditemukan

SLIDE LEUKEMIA PADA ANAK

N/A
N/A
Arifah Afkar

Academic year: 2023

Membagikan "SLIDE LEUKEMIA PADA ANAK"

Copied!
31
0
0

Teks penuh

(1)

BAGIAN ILMU KESEHATAN ANAK FAKULTAS KEDOKTERAN USU MEDAN

(2)

Pendahuluan

20-30 th yl : Diagnosis leukemia meninggal

70% “sembuh”

Saat ini : Diagnosis leukemia

meninggal

(3)

18/8/03 HUT FK USU ke-51 3

Insiden kanker anak :

Amerika : 6500 kasus baru / th

3000 leukemia anak BIKA FK USU :

Insiden leukemia meningkat 35,80% (th 1999)

46,15% (th 2002)

(4)

Leukemia pada anak  ALL = LLA (75%)

: Acute Lymphoblastic Leukemia  AML = ANLL = LNLA (20%)

: Acute Myeloid Leukemia

: Acute Non Lymphoblastic Leukemia  CML : Chronic Myeloid Leukemia

 CLL : Chronic Lymphoblastic Leukemia (sangat jarang)

(5)

18/8/03 HUT FK USU ke-51 5

Diagnosis Leukemia

Anamnesis

tidak spesifik : malaise, malas makan, pucat, lelah, demam berulang, perdarahan, pembesaran kelenjar & organ, sakit tulang dan sendi

Pemeriksaan fisik

 Pucat, mudah lelah, perdarahan (sering)

 Pembesaran kelenjar (30%)

 Hepatosplenomegali (2/3 penderita ALL)

 Splenomegali masif (CML)

(6)

Tabel 1. Penyakit pada anak yang mempunyai gambaran klinis mirip Leukemia akut

Gambaran Klinis Diagnosis Banding

Anemia, kelemahan umum Anemia gizi, anemia aplastik, infeksi virus Nyeri tulang dan sendi Rheumatoid arthritis, septic arthritis,

osteomielitis, irritable hip, osteokondritis Mudah memar Konstitusional, trauma, non-accidental injury, ITP, anemia aplastik

Limfadenopati Infeksi bakteri, MUMPS , infeksi mononukleosis

Hepatosplenomegali Infeksi virus

(7)

18/8/03 HUT FK USU ke-51 7

Pemeriksaan laboratorium

a. Pemeriksaan darah lengkap

b. Pemeriksaan morfologi dan pengecatan sitokimia

c. Imunnophenotyping d. Sitogenetik

e. Panel metabolik f. Profil koagulasi g. Kultur darah

(8)

Aspirasi sumsum tulang / Biopsi

Morfologi Cytochemical stain Sitogenetik Flow cytometry

MGG

Positif konklusi (-) Diagnosis Cythochemical stain

Gambar 1. Protokol laboratorium untuk diagnosis leukemia akut

(9)

18/8/03 HUT FK USU ke-51 9

CLASSIFICATION OF LEUKAEMIAS (FAB)

Granulocytic or Myelocytic

Chronic Leukaemias Lymphocytic

Pluripotential stem cell

Acute Leukaemias

Myeloblastic Erythroblastic Megakaryocytic Lymphoblastic (M6) (M7)

B cell precursor T cell precursor Myeloblastic (M1)* Common Null B cell T

Undifferentiated (M1) ALL ALL ALL ALL

differentiated (M2) TdT + - - +

Promyelocytic (M3) CALLA + - + -

Hypergranular

promyelocytic (M3) T marker - - - +

Myelomonocytic (M4) B marker + - + -

Monocytic (M5) FAB L1,L2 L1,L2 L3 L2

Surface Ig - - + -

(10)

Tabel 2. Klasifikasi FAB Leukemia Limfoblastik dan Non-Limfoblastik Akut

Leukemia Limfoblastik Akut Ukuran sel rasio inti/plasma bentuk inti Vakuola

L1 kecil besar teratur -

L2 heterogen bervariasi tdk teratur -

L3 besar sedang bulat/oval +

Leukemia Non Limfoblastik Akut

M0 Undifferentiated leukemia

M1 Acute myeloblastic leukemia without differentiation M2 Acute myeloblastic leukemia with differentiation M3 Acute promyeloblastic leukemia

M4 Acute myelomonoblastic leukemia M5 Acute monocytic leukemia

M6 Erythroleukemia

M7 Acute megakaryoblastic leukemia

(11)

18/8/03 HUT FK USU ke-51 11

LLA FAB L1

KLASIFIKASI FAB LLAKLASIFIKASI FAB LLA

(12)

LLA FAB L2

(13)

18/8/03 HUT FK USU ke-51 13

LLA FAB L3

(14)

LNLA FAB M 0

KLASIFIKASI FAB LNLAKLASIFIKASI FAB LNLA

(15)

18/8/03 HUT FK USU ke-51 15

LNLA FAB M 1

(16)

LNLA FAB M 2

(17)

18/8/03 HUT FK USU ke-51 17

LNLA FAB M 3

(18)

LNLA FAB M 4

(19)

18/8/03 HUT FK USU ke-51 19

LNLA FAB M 5

(20)

LNLA FAB M 6

(21)

18/8/03 HUT FK USU ke-51 21

LNLA FAB M 7

(22)

Pemeriksaan imaging Foto toraks

USG abdomen Foto tulang

(23)

18/8/03 HUT FK USU ke-51 23

Penatalaksanaan

Pemeriksaan lanjutan sebelum terapi diberikan a. Pemeriksaan punksi lumbal : CNS leukemia

CNS 1 : leukosit < 5 / µl, blast (-) CNS 2 : leukosit < 5 / µl, blast (+) CNS 3 : leukosit > 5 / µl, blast (+)

b. Pemeriksaan serologi viral : Hepatitis B & C, CMV, Herpes simplex, Varicella zooster

c. EKG dan Echocardiogram : terapi Anthracycline (cardiac toxic)

(24)

Klasifikasi berdasar faktor resiko a. Resiko standard

 usia 1 - 9 th

 leukosit < 50.000 / µl b. Resiko tinggi

 usia > 10 th

 leukosit > 50.000 / µl

(25)

18/8/03 HUT FK USU ke-51 25

Terapi

 Tujuan : mencapai masa remisi klinik & biologi

 Remisi komplet : leukemia SSP & ektrameduler (-)

 65 - 75% leukemia : kombinasi terapi

 Fase-fase terapi :

1. Fase induksi

Tujuan : mencapai remisi induksi 2. Fase konsolidasi

Tujuan : untuk profilaksis SSP

3. Fase maintenance atau terapi rumatan Tujuan : mencegah residif

(26)

TERAPI PENUNJANG

 Tentukan kondisi emergensi

 Hidrasi awal dengan cairan 2x kebutuhan rumatan & alkalinisasi (NaHCO3), hindari K

 Beri allopurinol po atau urat oxidase bila ada hiperuricemia atau lisis tumor

 Pantau adanya lisis tumor dengan pemeriksaan laboratorium tiap 6 jam

 Terapi komponen darah

(27)

18/8/03 HUT FK USU ke-51 27

 Deteksi dan pengobatan infeksi

 Perhatian dan perawatan metabolik dan nutrisi secara menyeluruh

 Tunjangan psikososial terhadap pasien maupun keluarga

 Bila memungkinkan konsultasi bedah untuk pemasangan kateter vena sentralis

(28)

Tabel 3. Produk darah yang digunakan

Produk darah Dosis

Trombosit 5 unit / m2

Packed Red Cell volume transfusi : kenaikan kadar Hb yang diinginkan x BB (kg) x 4

Fresh Frozen Plasma (FFP) 20 ml / kg Purified Protein Fraction 20 ml / kg

Albumin (20%) 5 - 10 ml / kg

(29)

18/8/03 HUT FK USU ke-51 29

Kesimpulan

Perkembangan diagnostik dengan pemeriksaan morfologi, immunophenotyping dan sitogenetik disertai penggunaan kombinasi kemoterapi dan terapi penunjang dapat meningkatkan angka

“kesembuhan” pada penderita leukemia anak kira-kira 70%.

(30)

AL, lk, 13 th, Dx : ALL FAB L1 RS, lk, 4 th, Dx : ALL FAB L1

(31)

18/8/03 HUT FK USU ke-51 31

Gambar

Gambar 1. Protokol laboratorium untuk diagnosis leukemia akut

Referensi

Dokumen terkait

Untuk menentukan apakah MMP-2 dan MMP-9 serum fase akut dan konvalesens berhubungan dengan berbagai spektrum klinis infeksi virus dengue, serta dengan hematokrit

Pada minggu pertama gejala klinis penyakit ini ditemukan keluhan dan gejala serupa dengan penyakit infeksi akut lain yaitu demam, nyeri kepala, pusing, nyeri

Gambaran Fungsi Ginjal Pada Anak Dengan Terapi Leukemia Limfoblastik Akut di Pusat Kanker.. Anak Estella RSUP Prof DR RD Kandou, Manado :

Karena penderita leukemia lebih rentan terhadap infeksi, vaksin yang mengandung virus hidup ( polio, mumps, campak, rubella ) tidak boleh diberikan. Karena adanya

Leukemia limfoblastik akut terjadi dari mutasi somatik sel progenitor limfoid tunggal di salah satu dari beberapa tahap.. perkembangan

Leukemia limfositik kronik yang terdiri dari 1 kasus menunjukkan gambaran laboratorium berupa anemia sedang, leukositosis, trombositopenia, gambaran eritrosit

R.D Kandou Manado, mengenai gambaran fungsi ginjal pada anak dengan terapi leukemia limfoblastik akut, dapat disimpulkan bahwa fungsi ginjal anak usia 2-12 tahun pada

Leukemia limfositik kronik yang terdiri dari 1 kasus menunjukkan gambaran laboratorium berupa anemia sedang, leukositosis, trombositopenia, gambaran eritrosit