SLB TNCC
Gp, Jl. Rajawali No.5, Keuramat, Kec. Kuta Alam, Kota Banda Aceh
KERANGKA BERPIKIR
Mengetahui dasar dasar alur desain yang direncanakan
Mengetahui hal-hal detail terkait pengguna berdasarkan Jurnal dan Kajian Ilmiah
Mengetahui kondisi maupun perilaku pengguna, serta menentukan besaran ruang secara langsung
Menyesuaikan hasil analisis dengan konsep yang merespon pengguna
LITERATUR
ANALISIS
PROGRAM RANCANGAN LATAR BELAKANG
ISU
Autisme
Survey SLB TNCC
Konsep Makro Eksisting Penyesuaian Literatur dengan Hasil Analisis Ruang Pengguna Autisme Metode yang
Mempengaruhi Desain
TUJUAN CAPAIAN
Eksisting
background
pertama kali ditemukan oleh Leo Kanner /tahun 1943.
gangguan
- komunikasi - perilaku
- interaksi/sosialisasi - sensor/fokus
“autis bukan suatu penyakit mental” perilaku dasar
perilaku akibat
Jurnal_
UniversitasIslamNegeri-MaulanaMalikIbrahim
Jurnal_komunikasi Arsitektur Bagi Penyandang Autisme
SAINS DAN SENI ITS Vol. 8, No. 2 (2019) Perilaku Akibat
Upaya Perubahan Perilaku Dasar
- acoustic/color theme/furniture - spatial sequencing
- Compartmentalization
Hyposensitive Hypersensitive Autisme
Ruang Pengguna Autisme
Metode yang diterapkan /Mempengaruhi Desain
“BEHAVIOUR SETTING” dijabarkan menjadi dua (Haryadi, 2010) :
berupa elemen-elemen fisikal atau spasial yang mempunyai hubungan
berupa suatu rangkaian perilaku yang secara sengaja dilakukan 1. Sistem Setting 2. Sistem aktifitas
dibedakan dalam dua klasifikasi
- Sensory Zones - Transition Zones
mekanisme pertahanan psikologis terjadi ketika seseorang memiliki nilai/kepercayaan yang saling bertentangan
komunikasi ruang terhadap anak autis melalui perencanaan
“sequence”.
Autis berasal dari kata auto yang berarti sendiri. Autis adalah gangguan perkembangan yang kompleks, yang disebabkan oleh adanya kerusakan pada otak, (Peeters, 2004).
- penggunaan warna dan furnitur yang tepat dapat mengarahkan pengguna menggunakan ruang (stimulus perilaku)
- sequence membantu pengguna untuk mendapatkan pengalaman inderawi (stimulus sensor)
- sirkulasi sebagai media bermain dan berkumpul (stimulus interaksi)
pada perencanaan desain interior akan merespon perilaku mendasar pengguna, sehingga merubah respon perilaku akibat Penelitian menunjukkan kalau anak autis akan sembuh pada usia 18 sampai 21 tahun.
Autisme secara umum tampak di tiga tahun pertama kehidupan anak. (Wright, 2007: 4).
01
Simplicity
Kesederhanaan
Safety
Keamanan
Hygine
Kebersihan
Security
Perindungan Visual Contrast
Anak autis tidak terbiasa dengan hal hal yang rumit dapat mengakitbatkan kembalinya anak autis kembali kedunianya sendiri
Mudah untuk melukai diri sendiri ,Bukan anak dengan empati ,Tidak peka terhadap rasa sakit dan rasa takut
Reflek untuk mecium dan menjilat barang yang dia pegang
Autisme sangat rentan dengan amukan dan perilaku yang agresif dan merusak barang di sekitar
Sedikit tidak peka terhadap sentuhan
/Konsep
/Solusi /Perilaku atau gangguan
- Sirkulasi ruang dan perabot linear/
melingkar
- Menghadirkan unsur sederhana seperti
geometri
menghindari desain yang tajam pada sudut-sudut bangunan maupun Furni- tur
Perawatan dan pem- bersihan harus sering dilakukan agar kebersihan anak tetap terjaga dan higienis dari racun
- Matras dinding pada setiap ruangan
- Lebih memilih menggunakan ramp untuk sirkulasi vertikal didukung karpet pada sisi lantai agar tidak licin.
- Tidak melebihkan unsur bukaan.
Warna yang dihadirkan kepada anak autis yang dapat diterima langsung adalah warna hangat.
01 02
Penerapan Konsep Terhadap Eksisting
/eksisting
HandleBar dan kursi kurang ergonomis
Kurangnya Kebersihan Kamar Mandi
Peletakan Furnitur menghalangi cahaya
Material Pada Ramp masih bersifat licin
Motif Plafond yang berulang tampak rumit
/solusi menurut konsep makro
penerapan guna memaksimalkan prinsip design yang disesuaikan dengan literatur pemilihan area ataupun hal hal di eksisting
yang dikeluhkan kurang maksimal
PENERAPAN BEHAVIOUR SETTING BANGUNAN AUTIS CENTER BONTANG Nafika Tsaqif Ammara, Dyan Agustin, Arsitektur UPN Veteran Jawa Timur
03
eksisting
AXONOMETRI BANGUNAN,ruang kelas ( Belajar ) ruang kelas ( bermain )
ruang penenang ( therapy )