• Tidak ada hasil yang ditemukan

Slide tentang Akuntansi persediaan

N/A
N/A
Halimatus Sa'diyah

Academic year: 2023

Membagikan "Slide tentang Akuntansi persediaan"

Copied!
63
0
0

Teks penuh

(1)

AKUNTANSI

PERSEDIAAN

(2)

Goods on Transit

FOB Shipping Point : hak atas seluruh muatan beralih ke pembeli dengan pada saat

pengiriman. Ketika barang dalam perjalanan dimasukkan dalam persediaan si pembeli.

FOB Destination : hak tidak beralih sampai barang diterima oleh pembeli. Ketika barang

dalam perjalanan dimasukkan dalam persediaan si penjual,

(3)

METODE PENCATATAN PERSEDIAAN

1. Metode Periodik adalah metode yang digunakan untuk

mencatat hal-hal yang berkaitan dengan persediaan barang dagangan di dalam perusahaan dagang, dimana

persediaan dicatat dan dihitung hanya pada awal dan akhir periode akuntansi saja untuk menentukan harga pokok

penjualannya.

2. Metode Perpetual adalah metode yang digunakan untuk mencatat hal-hal yang berkaitan dengan persediaan barang dagangan di dalam perusahaan dagang, dimana

persediaan dicatat dan dihitung secara detail, baik pada waktu dibeli maupun dijual.

(4)

HARGA POKOK PENJUALAN

Harga Pokok Penjualan (HPP) adalah harga pokok/harga beli dari barang-barang yang dijual di dalam suatu periode akuntansi.

Beban pemasaran adalah beban-beban yang dibutuhkan untuk mendistribusikan barang dari perusahaan sampai ke tangan konsumen.

Beban administrasi & umum adalah beban-beban yang terkait dengan operasi kantor dan umum.

(5)

METODE PERIODIK

PT Jaya Raya

Laporan Laba Rugi

Untuk Periode Yang Berakhir Tanggal 31 Desember XXX

---

- Penjualan xxx

- Potongan penjualan (xx)

- Penjualan bersih xxx

Harga Pokok Penjualan

- Persediaan awal xx

- Pembelian xxx

- Persediaan akhir (xx)

- HPP xxx

---

- Laba Kotor xxx

- Biaya Operasional : ( xxx )

---

- Laba Usaha Sebelum Pajak xxx

(6)

PT Jaya Raya

Laporan Perubahan Laba Ditahan

Untuk Periode Yang Berakhir Tanggal 31 Desember XXX

---

- Laba Ditahan, awal periode xxx

- Laba usaha periode berjalan xx

- Deviden (xx)

- Laba Ditahan, akhir periode xxx

(7)

Aktiva Lancar :

- Kas dan Bank xx

- Piutang Dagang xx

- Perlengkapan Kantor xx

-Persediaan br dg xx

Aktiva Tetap : - Peralatan Kantor xx

- Kendaraan xx

- Bangunan xx

- Tanah xx

Hutang Jangka Pendek : - Hutang Usaha xx

Hutang Jangka Panjang : - Hutang Bank xx

- Ekuitas xx

Total Pasiva xxx PT Jaya Raya

N e r a c a

Per 31 Desember xxx

(8)

PT Jaya Raya

Laporan Arus Kas

Untuk Periode Yang Berakhir Tanggal 31 Desember XXX

---

Saldo Kas awal periode xxxxx

Arus Kas Masuk :

- Penerimaan piutang xxx - Penerimaan penjualan tunai xxx - Penerimaan pendapatan bunga xxx - Macam-macam kas masuk xxx

Jumlah Kas Masuk xxxx

Arus Kas Keluar :

- Pembelian tunai xxx - Pembayaran hutang usaha xxx - Pembayaran hutang bank xxx - Macam-macam kas keluar xxx

Jumlah Kas Keluar (xxxx)

* Saldo Kas akhir periode xxxxx

(9)

TRANSAKSI SISTEM PERPETUAL SISTEM PERIODIK Pembelian Tunai Persediaan Barang Dagangan xxx

Kas xx Pembelian xxx

Kas xxx Pembelian Kredit Persediaan Barang Dagangan xxx

Utang Dagang xxx

Pembelian xxx

Utang Dagang xxx Pengembalian Barang

karena rusak/cacat (Retur Pembelian)

Utang Dagang xxx

Persediaan Barang Dagangan xx Utang Dagang xxx

Retur Pembelian xxx Pembayaran Hutang

atas pembelian barang dagang dalam periode diskon

Utang Dagang xxx

Persediaan barang dagangan xx Kas xx

Utang Dagang xxx

Diskon Pembelian xxx Kas xxx Pembeyaran biaya

angkut, apabila syarat pemgiriman barang FOB shipping Point

Persediaan Barang Dagangan xxx

Kas xx Ongkos angkut xxx

Kas xxx

Akuntansi Pembelian Barang Dagangan

Perbedaan bentuk urnal pada Perusahaan Dagang

(10)

TRANSAKSI SISTEM PERPETUAL SISTEM PERIODIK Penjualan Tunai Kas xxx

Penjualan xxx HPP Barang yang Terjual xxx

Persediaan Barang Dagangan xxx

Kas xxx

Penjualan xxx

Penjualan Kredit Piutang Dagang xxx

Penjualan xxx HPP Barang yang terjual xxx Persediaan Barang Dagangan xxx

Piutang Dagang xxx Penjualan xxx

Pengembalian Barang oleh

pelanggan karena rusak / cacat

Retur Penjualan xxx

Piutang Dagang xxx

Persediaan Barang Dagangan xxx HPP Barang yang terjual xxx

Retur Penjualan xxx

Piutang Dagang xxx

Penerimaan kas dari pembayaran piutang oleh pelanggan

dalam periode diskon

Kas xxx Potongan Penjualan xxx

Piutang Dagang xxx

Kas xxx Potongan Penjualan xxx Piutang Dagang xxx

Akuntansi Penjualan Barang Dagangan

(11)

AKUNTANSI UNTUK PENJUALAN BARANG DAGANGAN

Jurnal untuk mencatat transaksi penjualan:

Penjualan Tunai

Kas ………. Rp xxx

Penjualan ……… Rp xxx

(untuk mencatat penjualan tunaibarang dagangan)

Penjualan Kredit

Piutang Dagang ……… Rp xxx

Penjualan ……… Rp xxx

(untuk mencatat penjualan kredit barang dagangan)

Rekening Penjualan adalah rekening untuk mencatat pendapatan yang diperoleh dari transaksi penjualan barang dagangan. Apabila perusahaan menjual aktiva (bukan barang dagangan), maka yang dikredit adalah rekening aktiva ybs, bukan rekening penjualan.

Retur dan Potongan Penjualan

Retur Penjualan : Pengembalian barang oleh konsumen karena barang tersebut cacat/rusak dalam pengiriman, atau sebab lain sehingga pembeli tidak puas.

Jika barang dikembalikan oleh konsumen, maka konsumen akan:

menerima pengembalian uang, atau

mendapat pengkreditan (pengurangan) atas rekeningnya

(12)

Jurnal :

Jika konsumen mendapat pengkreditan rekeningnya:

Retur dan Potongan Penjualan … Rp xxx

Piutang Dagang ……… Rp xxx

(untuk mencatat pengembalian-barang dari seorang pembeli)

Jika konsumen menerima pengembalian uang:

Retur dan Potongan Penjualan … Rp xxx

Kas ………. Rp xxx

(untuk mencatat pengembalian-barang dari seorang pembeli)

Potongan Tunai Penjualan

Dalam penjualan kredit, syarat pembayaran di waktu yang akan datang harus ditetapkan dengan jelas.

Syarat penjualan biasanya dicantumkan dalam faktur penjualan dan merupakan bagian dari perjanjian penjualan.

Apabila jangka waktu kredit yang diberikan cukup panjang, perusahaan biasanya menawarkan potongan tunai untuk merangsang agar pembeli bersedia membayar secepatnya.

Contoh syarat penjualan:

2/10, n/30 artinya: pembeli dimungkinkan untuk :

mendapat potongan 2% dari harga faktur bruto, jika pembayaran dilakukan dalam waktu 10 hari sesudah tanggal faktur, atau

menunda dan membayar penuh seluruh harga faktur bruto pada setiap waktu yang dikehendaki setelah lewat 10 hari, tetapi tidak melewati 30 hari sejak tanggal faktur

2/EOM, n/60 artinya: pembeli dimungkinkan untuk :

mendapat potongan 2% dari harga faktur bruto, jika ia membayar tidak melewati akhir bulan, atau

menunda dan membayar penuh seluruh harga faktur bruto pada setiap waktu yang dikehendaki setelah lewat akhir bulan, tetapi tidak melewati 60 hari sejak tanggal faktur

(13)

METODE PENCATATAN PERSEDIAAN

1. Metode Fisik/Periodic, pada metode fisik setiap ada mutasi persediaan tidak ada catatannya sehingga

untuk mengetahui nilai persediaan harus dilakukan dengan penghitungan secara fisik. Begitu juga harga pokok penjualan baru dapat dihitung setelah

persediaan akhir sudah dihitung.

2. Metode Buku/Perpectual, pada metode ini setiap ada mutasi persediaan selalu dilakukan pencatatan

sehingga sewaktu-waktu dapat diketahui saldo dari persediaan.

(14)

PERBEDAAN PENCATATAN

Pembelian Persediaan - Periodic

Pembelian 3,000

Hutang Dagang 3,000

Penjualan periode berjalan - Periodic

Piutang Dadang 4,125

Penjualan 4,125

Piutang Dagang 4,125

Penjualan 4,125

Harga Pokok Penjualan 2,750 Persediaan Barang Dagang 3,000

Utang Dagang 3,000

Pembelian Persediaan - Perpetual

Penjualan selama periode - Perpetual

(15)

METODE PENENTUAN HARGA POKOK PERSEDIAAN

Metode Identifikasi Khusus (Specific Identification)

Metode FIFO (First In First Out)

Metode LIFO (Last In First Out)

Metode Rata-Rata (Average)

Metode LCM (Lower of Cost or Market)

Metode Taksiran ; Retail Methode, Gross Profit Methode,

(16)

Identifikasi Khusus

Metode ini berdasarkan anggapan bahwa arus barang harus sama dengan arus biaya. Tiap jenis barang dipisah berdasarkan harga pokoknya dan tiap kelompok dibuatkan kartu persediaan sendiri.

Contohnya ponsel merek A tipe 123 dibuatkan kartu persediaan sendiri.

Harga pokok penjualan terdiri dari harga pokok barang-barang yang dijual, dan sisanya merupakan persediaan akhir.

Metode ini dapat digunakan perusahaan yang menggunakan prosedur pencatatan persediaan dengan cara periodik maupun perpectual.

Tetapi karena cara ini menimbulkan banyak pekerjaan tambahan maupun gudang yang luas maka jarang digunakan.

Metode ini biasanya diterapkan pada perusahaan yang menjual produk dengan harga mahal, jumlah dan jenis produknya terbatas.

(17)

Contoh Metode Identifikasi Khusus : Mobil A Mobil B Mobil C

Pembelian Rp 40.000 Rp 50.000 Rp 180.000 Penjualan Rp 45.000

Jurnal untuk mencatat pembelian : Pembelian (Mobil A) Rp 40.000,00 Pembelian (Mobil B) Rp 50.000,00 Pembelian (Mobil C) Rp 180.000,00 Kas ( Hutang) Rp 270.000,00 Jurnal untuk mencatat penjualan :

Kas ( Piutang ) Rp 45.000,00 Penjualan Rp 45.000,00

Menentukan persediaan akhir:

Mobil yang belum terjual adalah mobil B dan Mobil C yang nilai belinya adalah : Rp. 50.000,00 + Rp. 180.000,00 = Rp. 230.000,00 Melaporan Persediaan dalam neraca akhir

(18)

Data Biaya Persediaan untuk mengilustrasikan Data Biaya Persediaan untuk mengilustrasikan

FIFO and LIFO Perpetual Systems FIFO and LIFO Perpetual Systems

Data Biaya Persediaan untuk mengilustrasikan Data Biaya Persediaan untuk mengilustrasikan

FIFO and LIFO Perpetual Systems FIFO and LIFO Perpetual Systems

Cost of Cost of Mdse. Sold Mdse. Sold

Item 127B Units Cost Price Jan. 1 Inventory 10 $20

4 Penjuala 7 $30

10 Pembelian 8 21

22 Penjualan 4 31

28 Penjualan 2 32

30 Pembelian 10 22

Item 127B Units Cost Price Jan. 1 Inventory 10 $20

4 Penjuala 7 $30

10 Pembelian 8 21

22 Penjualan 4 31

28 Penjualan 2 32

30 Pembelian 10 22

FIFO Perpetual Inventory Account FIFO Perpetual Inventory Account

4 Januari, 7 units barang 4 Januari, 7 units barang 127B terjual seharga @ $30.

127B terjual seharga @ $30.

4 Januari, 7 units barang 4 Januari, 7 units barang 127B terjual seharga @ $30.

127B terjual seharga @ $30.

(19)

Perpetual Inventory Costs Perpetual Inventory Costs Perpetual Inventory Costs Perpetual Inventory Costs

Data Biaya Persediaan untuk mengilustrasikan Data Biaya Persediaan untuk mengilustrasikan

FIFO and LIFO Perpetual Systems FIFO and LIFO Perpetual Systems

Data Biaya Persediaan untuk mengilustrasikan Data Biaya Persediaan untuk mengilustrasikan

FIFO and LIFO Perpetual Systems FIFO and LIFO Perpetual Systems

Cost of Cost of Mdse. Sold Mdse. Sold

Item 127B Units Cost Price Jan. 1 Inventory 10 $20

4 Penjualan 7 $30

10 Pembelian 8 21

22 Penjualan 4 31

28 Penjualan 2 32

30 Pembelian 10 22

Item 127B Units Cost Price Jan. 1 Inventory 10 $20

4 Penjualan 7 $30

10 Pembelian 8 21

22 Penjualan 4 31

28 Penjualan 2 32

30 Pembelian 10 22

(20)
(21)

Item 127B

FIFO Perpetual Inventory Account FIFO Perpetual Inventory Account

Pembelian Harga Pokok Penjualan Saldo Persediaan

Unit Total Unit Total Unit Total

Date Qty. Cost Cost Qty. Cost Cost Qty. Cost Cost

Jan. 1 10 20 200

Perusahaan memulai usahanya Perusahaan memulai usahanya dengan 10 units barang 127B dengan 10 units barang 127B

senilai $200.

senilai $200.

(22)

Item 127B

FIFO Perpetual Inventory Account FIFO Perpetual Inventory Account

Pembelian Harga Pokok Penjualan Saldo Persediaan

Unit Total Unit Total Unit Total

Date Qty. Cost Cost Qty. Cost Cost Qty. Cost Cost

Penjualan 7 units menyisakan saldo 3 units.

Penjualan 7 units menyisakan saldo 3 units.

Jan. 1 10 20 200

4 7 20 140 3 20 60

Jan. 1 10 20 200

4 Januari , 7 units barang 4 Januari , 7 units barang 127B terjual seharga @ $30.

127B terjual seharga @ $30.

4 Januari , 7 units barang 4 Januari , 7 units barang 127B terjual seharga @ $30.

127B terjual seharga @ $30.

(23)

Data Biaya Persediaan untuk mengilustrasikan Data Biaya Persediaan untuk mengilustrasikan

FIFO and LIFO Perpetual Systems FIFO and LIFO Perpetual Systems

Data Biaya Persediaan untuk mengilustrasikan Data Biaya Persediaan untuk mengilustrasikan

FIFO and LIFO Perpetual Systems FIFO and LIFO Perpetual Systems

Cost of Cost of Mdse. Sold Mdse. Sold

Item 127B Units Cost Price Jan. 1 Inventory 10 $20

4 Sale 7 $30

10 Purchase 8 21

22 Sale 4 31

28 Sale 2 32

30 Purchase 10 22

Item 127B Units Cost Price Jan. 1 Inventory 10 $20

4 Sale 7 $30

10 Purchase 8 21

22 Sale 4 31

28 Sale 2 32

30 Purchase 10 22

FIFO Perpetual Inventory Account FIFO Perpetual Inventory Account

10 January , perusahaan membeli 8 10 January , perusahaan membeli 8 10 January , perusahaan membeli 8

(24)

Item 127B

FIFO Perpetual Inventory Account FIFO Perpetual Inventory Account

Pembelian Harga Pokok Penjualan Saldo Persediaan

Unit Total Unit Total Unit Total

Date Qty. Cost Cost Qty. Cost Cost Qty. Cost Cost

Jan. 1 10 20 200

4 7 20 140 3 20 60

10 8 21 168 3 20 60

8 21 168

10 January, perusahaan membeli 10 January, perusahaan membeli

8 units seharga @ $21.

8 units seharga @ $21.

10 January, perusahaan membeli 10 January, perusahaan membeli

8 units seharga @ $21.

8 units seharga @ $21.

Karena harga pembelian $21 berbeda dengan harga perolehan sebelumnya 3

units persediaan yang ada, saldo

bersediaan sebesar 11 units perhitungkan secara terpisah.

(25)

Data Biaya Persediaan untuk mengilustrasikan Data Biaya Persediaan untuk mengilustrasikan

FIFO and LIFO Perpetual Systems FIFO and LIFO Perpetual Systems

Data Biaya Persediaan untuk mengilustrasikan Data Biaya Persediaan untuk mengilustrasikan

FIFO and LIFO Perpetual Systems FIFO and LIFO Perpetual Systems

Cost of Cost of Mdse. Sold Mdse. Sold

Item 127B Units Cost Price Jan. 1 Inventory 10 $20

4 Penjualan 7 $30

10 Pembelian 8 21

22 Penjualan 4 31

28 Penjualan 2 32

30 Pembelian 10 22

Item 127B Units Cost Price Jan. 1 Inventory 10 $20

4 Penjualan 7 $30

10 Pembelian 8 21

22 Penjualan 4 31

28 Penjualan 2 32

30 Pembelian 10 22

FIFO Perpetual Inventory Account FIFO Perpetual Inventory Account

22 Januari, perusahaan 22 Januari, perusahaan 22 Januari, perusahaan

(26)

Wahyumi Ekawanti, MSi 26

Item 127B

Purchases Cost of Mdse. Sold Inventory Balance

Unit Total Unit Total Unit Total

Date Qty. Cost Cost Qty. Cost Cost Qty. Cost Cost

Jan. 1 10 20 200

4 7 20 140 3 20 60

10 8 21 168 3 20 60

8 21 168

FIFO Perpetual Inventory Account FIFO Perpetual Inventory Account

22 3 20 60

1 21 21 7 21 147

Untuk 4 units yang terjual, 3 diantaranya berasal dari

persediaan yang pertama masuk (fifo) seharga @ $20.

22 January, 22 January,

perusahaan menjual perusahaan menjual

4 units @ $31.

4 units @ $31.

22 January, 22 January,

perusahaan menjual perusahaan menjual

4 units @ $31.

4 units @ $31.

(27)

FIFO Perpetual Inventory Account FIFO Perpetual Inventory Account

28 Januari , perusahaan 28 Januari , perusahaan 28 Januari , perusahaan 28 Januari , perusahaan

Data Biaya Persediaan untuk mengilustrasikan Data Biaya Persediaan untuk mengilustrasikan

FIFO and LIFO Perpetual Systems FIFO and LIFO Perpetual Systems

Data Biaya Persediaan untuk mengilustrasikan Data Biaya Persediaan untuk mengilustrasikan

FIFO and LIFO Perpetual Systems FIFO and LIFO Perpetual Systems

Cost of Cost of Mdse. Sold Mdse. Sold

Item 127B Units Cost Price Jan. 1 Inventory 10 $20

4 Penjualan 7 $30

10 Pembelian 8 21

22 Penjualan 4 31

28 Penjualan 2 32

30 Pembelian 10 22

Item 127B Units Cost Price Jan. 1 Inventory 10 $20

4 Penjualan 7 $30

10 Pembelian 8 21

22 Penjualan 4 31

28 Penjualan 2 32

30 Pembelian 10 22

(28)

Item 127B

Pembelian Penjualan Saldo Persediaan

Unit Total Unit Total Unit Total

Date Qty. Cost Cost Qty. Cost Cost Qty. Cost Cost

Jan. 1 10 20 200

4 7 20 140 3 20 60

10 8 21 168 3 20 60

8 21 168

FIFO

FIFO PerpetualPerpetual Inventory Account Inventory Account

22 3 20 60

1 21 21 7 21 147

28 2 21 42 5 21 105

28 Januari , perusahaan 28 Januari , perusahaan

menjual 2 units @ $32.

menjual 2 units @ $32.

28 Januari , perusahaan 28 Januari , perusahaan

menjual 2 units @ $32.

menjual 2 units @ $32.

(29)

FIFO

FIFO PerpetualPerpetual Inventory Account Inventory Account

30 Januari, pembelian 10 units 30 Januari, pembelian 10 units 30 Januari, pembelian 10 units

Data Biaya Persediaan untuk mengilustrasikan Data Biaya Persediaan untuk mengilustrasikan

FIFO and LIFO Perpetual Systems FIFO and LIFO Perpetual Systems

Data Biaya Persediaan untuk mengilustrasikan Data Biaya Persediaan untuk mengilustrasikan

FIFO and LIFO Perpetual Systems FIFO and LIFO Perpetual Systems

Cost of Cost of Mdse. Sold Mdse. Sold

Item 127B Units Cost Price Jan. 1 Inventory 10 $20

4 Penjualan 7 $30

10 Pembelian 8 21

22 Penjualan 4 31

28 Penjualan 2 32

30 Pembelian 10 22

Item 127B Units Cost Price Jan. 1 Inventory 10 $20

4 Penjualan 7 $30

10 Pembelian 8 21

22 Penjualan 4 31

28 Penjualan 2 32

30 Pembelian 10 22

(30)

Item 127B

Penjualan Harga Pokok Penjualan Saldo Persediaan

Unit Total Unit Total Unit Total

Date Qty. Cost Cost Qty. Cost Cost Qty. Cost Cost

Jan. 1 10 20 200

4 7 20 140 3 20 60

10 8 21 168 3 20 60

8 21 168

FIFO Perpetual Inventory Account FIFO Perpetual Inventory Account

22 3 20 60

1 21 21 7 21 147

28 2 21 42 5 21 105

30 10 22 220 5 21 105

10 22 220

Totals 18 $388 13 $263 15 $325

30 January , pembelian 10 30 January , pembelian 10

units tambahan barang units tambahan barang

127B seharga @ $22.

127B seharga @ $22.

30 January , pembelian 10 30 January , pembelian 10

units tambahan barang units tambahan barang

127B seharga @ $22.

127B seharga @ $22.

(31)
(32)

Item 127B

LIFO Perpetual Inventory Account LIFO Perpetual Inventory Account

Pembelian Harga Pokok Penjualan Saldo Persediaan

Unit Total Unit Total Unit Total

Date Qty. Cost Cost Qty. Cost Cost Qty. Cost Cost

Jan. 1 10 20 200

Perusahaan memulai awal Perusahaan memulai awal tahun dengan 10 units barang tahun dengan 10 units barang

127B yang tersedia dengan 127B yang tersedia dengan

total harga $200.

total harga $200.

Perusahaan memulai awal Perusahaan memulai awal tahun dengan 10 units barang tahun dengan 10 units barang

127B yang tersedia dengan 127B yang tersedia dengan

total harga $200.

total harga $200.

(33)

Item 127B

LIFO Perpetual Inventory Account LIFO Perpetual Inventory Account

Pembelian Harga Pokok Penjualan Saldo Persediaan

Unit Total Unit Total Unit Total

Date Qty. Cost Cost Qty. Cost Cost Qty. Cost Cost

Jan. 1 10 20 200

4 7 20 140 3 20 60

4 January , perusahaan 4 January , perusahaan menjual 7 units seharga @ menjual 7 units seharga @

$30.$30.

4 January , perusahaan 4 January , perusahaan menjual 7 units seharga @ menjual 7 units seharga @

$30.$30.

(34)

Item 127B

LIFO Perpetual Inventory Account LIFO Perpetual Inventory Account

Purchases Cost of Mdse. Sold Inventory Balance

Unit Total Unit Total Unit Total

Date Qty. Cost Cost Qty. Cost Cost Qty. Cost Cost

Jan. 1 10 20 200

4 7 20 140 3 20 60

10 8 21 168 3 20 60

8 21 168

10 January , 10 January ,

perusahaan membeli 8 perusahaan membeli 8

units seharga @ $21.

units seharga @ $21.

10 January , 10 January ,

perusahaan membeli 8 perusahaan membeli 8

units seharga @ $21.

units seharga @ $21.

Penyajian data persediaan yg terkini.

Penyajian data persediaan yg terkini.

(35)

Item 127B

LIFO Perpetual Inventory Account LIFO Perpetual Inventory Account

Purchases Cost of Mdse. Sold Inventory Balance

Unit Total Unit Total Unit Total

Date Qty. Cost Cost Qty. Cost Cost Qty. Cost Cost

Jan. 1 10 20 200

4 7 20 140 3 20 60

10 8 21 168 3 20 60

8 21 168

On January 22, the On January 22, the

firm sells four firm sells four On January 22, the On January 22, the

firm sells four firm sells four

22 4 21 84 3 20 60

4 21 84

4 units terjual, semuanya 4 units terjual, semuanya berasal dari pembelian yang berasal dari pembelian yang

4 units terjual, semuanya 4 units terjual, semuanya berasal dari pembelian yang berasal dari pembelian yang

(36)

Item 127B

LIFO Perpetual Inventory Account LIFO Perpetual Inventory Account

Pembelian Harga Pokok Penjualan Saldo Persediaan

Unit Total Unit Total Unit Total

Date Qty. Cost Cost Qty. Cost Cost Qty. Cost Cost

Jan. 1 10 20 200

4 7 20 140 3 20 60

10 8 21 168 3 20 60

8 21 168

28 Januari, terjual 2 28 Januari, terjual 2 units seharga @ $32 . units seharga @ $32 .

28 Januari, terjual 2 28 Januari, terjual 2 units seharga @ $32 . units seharga @ $32 .

22 4 21 84 3 20 60

4 21 84

28 2 21 42 3 20 60

2 21 42

(37)

Item 127B

LIFO Perpetual Inventory Account LIFO Perpetual Inventory Account

Pembelian Harga Pokok Penjualan Saldo Persediaan

Unit Total Unit Total Unit Total

Date Qty. Cost Cost Qty. Cost Cost Qty. Cost Cost

Jan. 1 10 20 200

4 7 20 140 3 20 60

10 8 21 168 3 20 60

8 21 168

22 4 21 84 3 20 60

4 21 84

28 2 21 42 3 20 60

2 21 42

30 10 22 220 3 20 60

2 21 42

(38)

Item 127B

LIFO Perpetual Inventory Account LIFO Perpetual Inventory Account

Pembelian Harga Pokok Penjualan Saldo Persediaan

Unit Total Unit Total Unit Total

Date Qty. Cost Cost Qty. Cost Cost Qty. Cost Cost

Jan. 1 10 20 200

4 7 20 140 3 20 60

10 8 21 168 3 20 60

8 21 168

22 4 21 84 3 20 60

4 21 84

28 2 21 42 3 20 60

2 21 42

30 10 22 220 3 20 60

2 21 42

10 22 220

(39)

Fifo Periodic

(40)

Jan. 1 Persediaan 200 units @ $9 Awal

200 units @ $9

Mar. 10 Pembelian 300 units @ $10

300 units @ $10 400 units @ $11

400 units @ $11 Sept. 21 Pembelian 100 units @ $12

100 units @ $12 Nov. 18 Pembelian 1,000 units tersedia

untuk dijual

Fifo Periodic

Fifo Periodic

Fifo Periodic

Fifo Periodic

(41)

Fifo Periodic Fifo Periodic Fifo Periodic Fifo Periodic

200 units @ $9 200 units @ $9 300 units @ $10 300 units @ $10 400 units @ $11 400 units @ $11 100 units @ $12 100 units @ $12 1,000 units tersedia

untuk dijual $10,400

= $1,800 Jan. 1

= 3,000 Mar. 10

= 4,400 Sept. 21

= 1,200 Nov. 18

(42)

Fifo Periodic Fifo Periodic Fifo Periodic Fifo Periodic

Perhitungan fisik pada 31 December menunjukkan bahwa 700 dari 1,000 units

telah terjual.

Perhitungan fisik pada 31 December menunjukkan bahwa 700 dari 1,000 units

telah terjual.

Menggunakan fifo, unit yang pertama kali dibeli secara teori adalah yang

pertama dikeluarkan. Kita mulai dengan perhitungan pada 1 January . Menggunakan fifo, unit yang pertama

kali dibeli secara teori adalah yang pertama dikeluarkan. Kita mulai dengan perhitungan pada 1 January .

(43)

Fifo Periodic Fifo Periodic Fifo Periodic Fifo Periodic

200 units @ $9 200 units @ $9 300 units @ $10 300 units @ $10 400 units @ $11 400 units @ $11 100 units @ $12 100 units @ $12

1,000 units tersedia $10,400

= $1,800 Jan. 1

= 3,000 Mar. 10

= 4,400 Sept. 21

= 1,200 Nov. 18 Terjual 200

Terjual 200 Terjual 300 Terjual 300 Sold 200 of these Sold 200 of these200 units @ $11200 units @ $11

= $ 0 Jan. 1

= 0 Mar. 10

= 2,200 Sept. 21

$ 3,400

(44)

Nilai persediaan tersedia u/ dijual $10,400 Dikurangi persediaan akhir 3,400 Harga Pokok Penjualan $ 7,000 Nilai persediaan tersedia u/ dijual $10,400 Dikurangi persediaan akhir 3,400 Harga Pokok Penjualan $ 7,000

Fifo Periodic

Fifo Periodic

Fifo Periodic

Fifo Periodic

(45)

Jan. 1 200 units at $9

Summary of Fifo Periodic Summary of Fifo Periodic

Mar. 10 300 units at $10

Sep. 21 400 units at $11

Nov. 18 100 units at $12

$1,800

$3,000

$4,400

$1,200

Pembelian

Persediaan Tersedia u/

Dijual

$1,800

$3,000

$2,200

Harga Pokok Penjualan

200 units at $9

$10,400

$10,400 $2,200

$1,200

$7,000

$7,000

Merchandise Inventory

300 units at $10 200 units at $11

200 units at $11 100 units at $12

1,000 units

700 units

(46)

Lifo Periodic

(47)

Jan. 1 Persediaan 200 units @ $9 Awal

200 units @ $9

Mar. 10 Pembelian 300 units @ $10

300 units @ $10 400 units @ $11

400 units @ $11 Sept. 21 Pembelian 100 units @ $12

100 units @ $12 Nov. 18 Pembelian 1,000 units tersedia

untuk dijual

Lifo Periodic Lifo Periodic

Menggunakan lifo, barang yang Menggunakan lifo, barang yang

(48)

Jan. 1 Persediaan 200 units @ $9 Awal

200 units @ $9

Mar. 10 Pembelian 300 units @ $10

300 units @ $10 400 units @ $11

400 units @ $11 Sept. 21 Pembelian 100 units @ $12

100 units @ $12 Nov. 18 Purchase 1,000 units tersedia

untuk dijual

Lifo Periodic Lifo Periodic

Asumsikan lagi bahwa 700 units terjual selama

periode berjalan . Asumsikan lagi bahwa 700 units terjual selama

periode berjalan .

(49)

200 units @ $9 200 units @ $9 300 units @ $10 300 units @ $10 400 units @ $11 400 units @ $11 100 units @ $12 100 units @ $12 1,000 units tersedia

Lifo Periodic Lifo Periodic

Sold these 100 Sold these 100 Sold these 400 Sold these 400 Sold 200 of these Sold 200 of these100 units @ $10100 units @ $10

= $1,800 Jan. 1

= 3,000 Mar. 10

= 4,400 Sept. 21

= 1,200 Nov. 18

$10,400 0 0 1,000

$2,800

(50)

Nilai persediaan tersedia untuk dijual $10,400 Dikurangi persediaan barang akhir 2,800 Harga Pokok Penjualan $ 7,600 Nilai persediaan tersedia untuk dijual $10,400 Dikurangi persediaan barang akhir 2,800 Harga Pokok Penjualan $ 7,600

Lifo Periodic

Lifo Periodic

(51)

Jan. 1 200 units at $9

Summary of Lifo Periodic Summary of Lifo Periodic

Mar. 10 300 units at $10

Sep. 21 400 units at $11

Nov. 18 100 units at $12

$1,800

$3,000

$4,400

$1,200

$1,800

$1,000

Harga Pokok Penjualan

200 units at $9

$10,400

$10,400

$4,400

$1,200

$2,800

$2,800

100 units at $10

200 units at $10 400 units at $11 100 units at $12

$2,000

1,000 units

300 units Pembelian

Persediaan Tersedia u/

Dijual

$1,800

Merchandise Inventory

(52)

Jan. 1 Persediaan 200 units @ $9 awal

200 units @ $9

Mar. 10 Pembelian 300 units @ $10

300 units @ $10 400 units @ $11

400 units @ $11 Sept. 21 Pembelian

100 units @ $12100 units @ $12 Nov. 18 Pembelian 1,000 units tersedia

untuk dijual

Metode Harga Pokok Rata- rata dihitung berdasarkan

nilai rata-rata dari unit yang ada

Metode Harga Pokok Rata- rata dihitung berdasarkan

nilai rata-rata dari unit yang ada

Average Cost Periodic

Average Cost Periodic

Average Cost Periodic

Average Cost Periodic

(53)

Average Cost Periodic Average Cost Periodic Average Cost Periodic Average Cost Periodic

200 units @ $9

200 units @ $9 = $ 1,800 = $ 1,800

1,000 units tersedia untuk dijual 300 units @ $10

300 units @ $10 = $ 3,000 = $ 3,000 400 units @ $11

400 units @ $11 = $ 4,400 = $ 4,400 100 units @ $11

100 units @ $11 = $ 1,200 = $ 1,200

$10,400 Nilai Persediaan

(54)

Nilai Persediaan Tersedia untuk Dijual

Units Tersedia untuk Dijual

= Nilai Rata-rata Unit

$10,400

1,000 Units = $10.40 per Unit

Average Cost Periodic

Average Cost Periodic

Average Cost Periodic

Average Cost Periodic

(55)

Nilai Persediaan yg tersedia u/ dijual $10,400 Dikurangi persediaan barang akhir

($10.40 x 300) 3,120

Harga Pokok Penjualan $ 7,280 Nilai Persediaan yg tersedia u/ dijual $10,400 Dikurangi persediaan barang akhir

($10.40 x 300) 3,120

Harga Pokok Penjualan $ 7,280

Untuk memverifikasi jumlah ini, kalikan 700 units penjualan

dengan $10.40 =

Average Cost Periodic

Average Cost Periodic

Average Cost Periodic

Average Cost Periodic

(56)

Penilaian Persediaan Menurut LCM

Persediaan dinilai berdasarkan harga

terendah antara harga perolehan (buku) dengan harga pasar persediaan

tersebut

Dapat diberlakukan untuk tiap jenis

persediaan, kelompok persediaan atau keseluruhan persediaan

(57)

Contoh Penerapan LCM

(58)

Penilaian Persediaan Menurut Harga Eceran

Penilaian persediaan maupun harga pokok persediaan dihitung dengan melihat harga eceran masing-masing jenis persediaan.

Didasarkan pada hubungan antara harga

pokok barang yang siap untuk dijual dengan harga jualnya.

Biasa digunakan untuk perusahaan yang bergerak dalam bidang retail

(59)

Contoh Retail Methode

UD. Berkat mempunyai data persediaan sebagai berikut :

Harga Pokok Harga Jual Persediaan awal 3.500.000 7.000.000

Pembelian 15.750.000 + 28.000.000 +

BTUD 19.250.000 35.000.000

% harga pokok terhadap harga jual :

(19.250.000/35.000.000) x 100% = 55 %

Penjualan bersih 29.500.000 –

Persediaan akhir eceran 5.500.000

Persediaan akhir eceran dengan harga pokok (perolehan) : 55 % x 5.500.000 = 3.025.000

(60)

PENGUNGKAPAN PERSEDIAAN

Kebijakan akuntansi yang digunakan

Penjelasan lebih lanjut tentang cakupan persediaan

Kondisi persediaan

Hal-hal lain, misalnya peruntukan dan asal persediaan

(61)

Latihan

Soal 1

Transaksi-transaksi dibawah ini adalah transaksi-transaksi yang bersangkutan dengan jual beli barang dagangan UD Setia tahun 2016 :

01/12 Dibeli barang dagang dari FA Berkat dengan harga Rp. 53.760.000 dengan pembayaran 2/10 n/30

03/12 Dibayar ongkos angkut pembelian barang tersebut Rp. 1.260.000 07/12 Dijual barang dagangan kepada Toko Sinar sebesar Rp. 41.300.000 dengan syarat pembayaran 1/10 n/30. Harga pokok barang Rp. 30.250.000 09/12 Dibayar pembelian tanggal 01 lalu

11/12 Karena rusak barang yang dijual tanggal 07 yang lalu dikembalikan.

Harga pokok barang yang diterima kembali itu Rp. 1.750.000 harga jualnya Rp. 2.380.000

(62)

TUGAS PRAKTIKUM 10

Soal 1

Dari catatan perusahaan diperoleh keterangan-keterangan sebagai berikut :

Persediaan awal 300 unit @ Rp. 60/unit

03/12 Pembelian 750 unit @ Rp. 63/unit 12/12 Pembelian 600 unit @ Rp. 61/unit 18/12 Pembelian 800 unit @ Rp. 65/unit 25/12 Pembelian 500 unit @ Rp. 62/unit

Berdasarkan inventaris phisik akhir bulan jumlah persediaan yang masih ada sebanyak 600 unit.

Hitung HPP persediaan dengan metode periodik/fisik:

a.FIFO b.Average

(63)

Soal 2

Dari catatan perusahaan diperoleh keterangan-keterangan sebagai berikut :

Persediaan awal 300 unit @ Rp. 60/unit

03/12 Pembelian 750 unit @ Rp. 63/unit 12/12 Pembelian 600 unit @ Rp. 61/unit 15/12 Penjualan 1000 unit

18/12 Pembelian 800 unit @ Rp. 65/unit 25/12 Pembelian 500 unit @ Rp. 62/unit 27/12 Penjualan 500 unit

Hitung dengan metode pencatatan perpectual dan perhitungan HPP persediaan (pakai kartu stock) dengan metode:

TUGAS PRAKTIKUM 10

Referensi

Dokumen terkait

Dycman, Dukes, Davis (2000:393) menyatakan bahwa, ” biaya per unit rata-rata tertimbang dihitung dengan membagi jumlah biaya persediaan awal dan biaya pembelian periode

Ketika SKPD melakukan pembelian persediaan dengan menggunakan UP, bendahara pengeluaran SKPD akan menyerahkan bukti belanja persediaan kepada PPK SKPD.. Bukti transaksi

Dalam penentuan harga atau biaya pokok persediaan, metode yang digunakan adalah metode FIFO (First In First Out) atau barang yang masuk pertama akan dikeluarkan

Pada bulan Januari 2021 perusahaan melakukan transaksi tiga kali pembelian persediaan sebanyak 12 unit dengan harga Rp 8.500 menghasilkan total Rp 102.000, sedangkan

Metode persediaan fisik (physical inventory method). Disebut sistem periodik karena penghitungan jumlah dan nilai persediaan hanya akan diketahui pada akhir periode

Asumsi menggunakan Perpetual Inventory Method, hitung harga pokok penjualan dan persediaan akhir dengan FIFO, LIFO, dan biaya rata-rata. Asumsi menggunakan Periodic

“ Sistem Informasi Akuntansi Persediaan Barang Dengan Metode FIFO ”.. (Studi Kasus Pada De Kosmo

4ika persediaan akan dinilai pada biaya perolehan dan beberapa pembelian telah dilakukan dengan biaya per biaya perolehan dan beberapa pembelian telah dilakukan dengan biaya