Soal PPH 24
PT. Perdana di Jakarta memperoleh penghasilan netto pada tahun 2013 sebagai berikut :
1. Di negara Singapura, memperoleh penghasilan berupa laba usaha sebesar Rp.
200.000.000,- (tarif pajak yang berlaku adalah 40%).
2. Di negara Canada, memperoleh penghasilan berupa bunga obligasi sebesar Rp.
50.000.000,- (tarif pajak yang berlaku adalah 25%).
3. Di dalam negeri, memperoleh penghasilan berupa laba usaha sebesar Rp.
20.541.645.000
Peredaran bruto dari kegiatan usaha dalam dan luar negeri sebesar Rp. 35.000.000.000, Diminta : Hitunglah kredit pajak luar negeri yang diperbolehkan (PPh Pasal 24).
Jawab :
1. Menghitung total PKP
- Penghasilan dari negara Singapura berupa laba usaha Rp. 200.000.000,- - Penghasilan dari negara Canada berupa bunga deposito Rp. 50.000.000,- - Penghasilan dari dalam negeri berupa laba usaha Rp. 20.541.000.000,-
Jumlah penghasilan netto Rp. 20.791.000.000,- Jumlah penghasilan netto sama dengan PKP karena tidak terdapat kompensasi kerugian atau pengurangan lain.
2. Menghitung total PPh terutang
Tarif PPh Pasal 17 ayat (1) b x Penghasilan Kena Pajak 25% x Rp. 20.791.000.000,- = Rp. 5.197.750.000,-
3. Menghitung PPh maksimum dikreditkan sesuai perbandingan penghasilan masing- masing negara
a. PPh maksimum untuk negara Singapura
Penghasilan Negara Singapura x Total PPh Terutang Total Penghasilan Dalam dan Luar Negeri
Rp. 200.000.000,- x Rp. 5.197.750.000,- = Rp.50.000.000 ,- Rp. 20.791.000.000,-
b. Pph maksimum negara Canada
Penghasilan Negara Canada x Total PPh Terutang Total Penghasilan Dalam dan Luar Negeri
Rp. 50.000.000,- x Rp. 5.197.750.000,- = Rp.12.500.000 ,- Rp. 20.791.000.000,-
4. menghitung Pph yang di potong atau di bayar di luar negeri untuk masing-masing negara
a. Pph terutang atau di bayar di negara Singapura 40% X Rp. 200.000.000 = Rp. 80.000.000,- b. Pph terutang atau di bayar di negara Canada
25% X Rp. 50.000.000 = Rp. 12.500.000
Kredit pajak luar negeri diperbolehkan (Pph Pasal 24) bagi PT. Perdana tahun 2014 dihitung sebagai berikut
Negara Total PPh terhutang
PPh Maksimum dikreditkan
sesuai perbadingan Penghasilan
PPh terhutang di bayar di luar negeri
PPh Pasal 24 Terendah
Singapura 5.197.750.000 50.000.000 80.000.000 80.000.000
Canada 5.197.750.000 12.500.000 12.500.000 12.500.000
Total Kredit Pajak Luar Negeri di Perbolehkan 92.500.000
Total Kredit pajak luar negeri diperbolehkan PPh Pasal 24 Rp.92.500.000,- karena jumlah ini masih lebih rendah disbanding total PPh terhutang (Rp. 5.197.750.000).
Soal PPh Pasal 26
Penghasilan Bruto dari gaji satu bulan : $2.000 x Rp. 11.000 = Rp. 22.000.000 PPh Pasal 26 terutang adalah : 20% x Rp 22.000.000 = Rp 4.400.000 Soal PPh Pasal 25
Penghasilan neto tahun 2014 = Rp. 20. 791.000.000 PPh terutang tahun 2014 25% x Rp. 20,791.000.000 = Rp. 5.197.750.000 Kredit Pajak :
PPh pasal 22 dan 24 = Rp. (242.500.000)
Selisih = Rp. 4.955.250.000
Adapun selisih antara PPh terutang dengan kredit pajak menjadi dasar perhitungan besarnya PPh pasal 25 per bulan. Dengan demikian perhitungan PPh pasal 25 tiap bulan adalah sebagai berikut : Besarnya PPh Pasal 25 per bulan = Rp. 4.955.250.0000 : 12 Bulan
= Rp. 412.937.500