• Tidak ada hasil yang ditemukan

SOP MASSAGE

N/A
N/A
TARIESKA MAYDI ROSALITA

Academic year: 2024

Membagikan "SOP MASSAGE"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH SOP

MATA KULIAH KEPERAWATAN KOMPLEMENTER

“ Terapi Massage: Kepala dan Leher”

oleh :

Tarieska Maydi Rosalita 205070201111014

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS ILMU KESEHATAN

UNIVERSITAS BRAWIJAYA 2024

(2)

KONSEP TERAPI MASSAGE

Massage berasal dari bahasa Perancis "masser" yang berarti menggosok atau dari kata Arab "mash" yang berarti menekan dengan lembut atau dari kata Yunani

"massien" yang berarti memijat atau melulut (Soetopo, et al., 2000). Massage adalah manipulasi manual yang menggunakan tekanan dan gerakan yang bervariasi untuk memanipulasi otot dan jaringan lunak biasanya otot, tendon atau ligamentum, tanpa menyebabkan gerakan atau perubahan posisi sendi untuk meredakan nyeri/pegal, memberikan efek relaksasi, dan atau memperbaiki sirkulasi peredaran darah (Salv0, 2015). Terapi pijat dapat dilakukan untuk mengurangi nyeri, memberikan kenyamanan, serta memperlancar aliran darah. Beberapa jenis terapi pijat yang umum antara lain Swedish massage, deep tissue massage, trigger pont massage, serta sport massage (Salv0, 2015). Ada 4 jenis gerakan dalam memijat yaitu:

- Effleurage: stroke lembut dan melaju yang dipakai untuk mengurangi jaringan lunak

- Petrissage: meremas, menggulung, atau menguleni yang mengikut effleurage

- Gesekan: pergerakan melingkar dalam yang mengakibatkan susunan jaringan sama-sama bersinggungan, menolong tingkatkan saluran darah dan merusak jaringan parut.

- Tapotement: ketukan pendek berganti-gantian yang dilaksanakan dengan menangkupkan tangan, jemari, atau pinggir tangan

A. DEFINISI

Pijat adalah pengurutan dan pemijatan yang menstimulasi sirkulasi darah serta metabolisme dalam jaringan (Widhiyanti, 2017). Pijat adalah melakukan tekanan tangan pada jaringan lunak, biasanya otot, tendon atau ligamen tanpa menyebabkan gerakan atau perubahan posisi sendi untuk meredakan nyeri, menghasilkan relaksasi atau memperbaiki sirkulasi (Widhiyanti, 2017).

B. TUJUAN

(3)

1. Melancarkan sirkulasi darah

2. Meningkatkan relaksasi dan menurunkan stress 3. Mengurangi rasa nyeri dan kelelahan

4. Meningkatkan kualitas tidur 5. Memfasiitasi penyembuhan 6. Meningkatkan ROM 7. Menghilangkan edema 8. Mengurangi kram otot 9. Meregangkan jaringan parut

C. INDIKASI

1. Pasien dengan nyeri 2. Pasien kelelahan

3. Pasien dengan gangguan sirkulasi (hipertensi, stroke dan lain-lain) 4. Pasien dengan gangguan kecemasan atau stress

D. KONTRAINDIKASI

1. Terdapat luka terbuka pada area yang akan dipijat 2. Kondisi inflamasi akut

3. Varises yang parah 4. Infeksi kulit

5. Penyembuhan patah tulang yang gagal atau tidak sempurna

E. PROSEDUR KERJA 1. Persiapan Pasien

- Berikan salam, perkenalkan diri perawat, dan maafkan klien dengan pemeriksaan identitas secara klien cermat.

- Menjelaskan prosedur tindakan yang akan dilakukan.

- Berikan privasi pada klien.

- Atur posisi klien sehingga merasa aman dan nyaman saat tindakan berlangsung.

2. Persiapan alat

(4)

- Handuk

- Minyak zaitun atau VCO - Aromaterapi bila perlu 3. Prosedur tindakan

- Beritahu klien bahwa tindakan akan segera dimulai - Cek peralatan yang akan digunakan

- Dekatkan peralatan ke sisi tempat tidur klien - Cuci tangan dan dikenakan sarung tangan

- Bantu klien dengan posisi fowler atau semifowler - Menyiapkan minyal zaitun atau VCO secukupnya - Hangatkan minyak di telapak tangan

- Berdiri di dekat klien

- Gosokkan minyak atau lotion mulai dari dahi bagian tengah ke bagian pembuluh darah temporalis dengan gerakan sirkuler

- Lakukan pemijatan daerah kepala dari tepi menuju bagian tengah atas kepala (ubun-ubun)

- Pijat pada area belakang telinga (mastoideus) yang terdapat pembuluh darah dengan gerakan sirkuler. Pijat sampai ke bagian leher

- Dengan gerakan sirkuler, pijat daerah leher dengan menggunakan tiga jari

- Ulangi kembali gerakan-gerakan tersebut di atas masing-masing gerakan 3-5 menit. Tambahkan losion atau minyak jika diperlukan.

- Sambil melakukan pijat periksa adanya kemerahan pada kulit.

- Tanyakan pada klien jika terdapat daerah yang perlu dilakukan pijat khusus.

- Bersihkan sisa minyak dengan menggunakan handuk - Bantu klien ke posisi semula

- Beritahu klien bahwa tindakan sudah selesai

LINK VIDEO PRAKTIKUM

https://drive.google.com/file/d/1vMpYjrvQL6jyhck_yR3RrsF- KWlQux6d/view?usp=drivesdk

(5)

REFERENSI

Salvo, S. G. (2015). Massage therapy: Principles and practice. Elsevier Health Sciences.

Soetopo, S. (2000). P3K dan Pencegahan Cidera. Jakarta: Depdiknas Universitas Terbuka.

Widhiyanti, K. A. T. (2017). Teknik massage effleurage pada ekstremitas inferior sebagai pemulihan pasif dalam meningkatkan kelincahan. Jurnal pendidikan kesehatan rekreasi, 3(1), 9-17.

Referensi

Dokumen terkait

Cuci tangan merupakan salah satu penerapan perawat dalam pencegahan infeksi nasokomial, dimana kebersihan tangan adalah suatu prosedur tindakan membersihkan tangan dengan

a) Jelaskan prosedur pada klien dengan menggambarkan langkah-langkah perawatan luka. b) Susun semua peralatan yang diperlukan di meja dekat tempat tidur( jangan

Disediakan peralatan keterampilan dasar tindakan keperawatan, peserta didik dapat menunjukan (P3) prosedur pertolongan pengubahan posisi klien berdasarkan contoh

dilakukan 6. Jelaskan prosedur pada klien. gambarkan sensasi yang akan dirasakan secara irigasi. Susun peralatan disamping tempat tidur. Posisikan klien sehingga larutan

Prosedur 1 Petugas memakai APD lengkap 2 Petugas memberitahukan kepada pasien tentang tindakan yang akan dilakukan kemudian mengisi Inform Concent 3 Petugas mencuci tangan 4 Petugas

Prosedur umum 1 Cuci tangan untuk mencegah transfer mikroorganisme 2 Jaga privasi klien dengan menutup pintu atau memasang sketsel 3 Beri penjelasan kepada klien mengenai apa yang

Dorsogluteal: klien diatur berbaring menghadap ke bawah dalam posisi pr onasi dengan kedua tangan di atas sisi tempat tidur dan kedua kaki diputar ke dalam, klien juga dapat diatur