• Tidak ada hasil yang ditemukan

SPF IBU LAILA

N/A
N/A
Devira Mamonto

Academic year: 2025

Membagikan "SPF IBU LAILA"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

PROPOSAL STANDAR PELAYANAN

KLINIK MANDIRI FISIOTERAPI MUSKULOSKELETAL BEDAH

Disusun Oleh : Devira Mamonto

2210301069

PROGRAM STUDI FISIOTERAPI PROGRAM SARJANA FAKULTAS ILMU KESEHATAN

UNIVERSITAS ‘AISYIYAH YOGYAKARTA

2025

(2)

A. Falsafah dan Tujuan

Klinik Mandiri Fisioterapi Muskuloskelatal Bedah memegang prinsip bahwa pemulihan fungsi tubuh adalah hak setiap individu. Dengan pendekatan yang berbasis pada ilmu pengetahuan, sentuhan empati, dan komitmen terhadap hasil yang nyata, maka kami hadir untuk mendampingi pasien dalam proses rehabilitasi pasca bedah dan gangguan muskuloskeletal lainnya. Kami percaya bahwa kesembuhan sejati dimulai dari pemahaman mendalam terhadap tubuh, kerja sama antara terapis dan pasien, serta komitmen jangka panjang untuk hidup lebih sehat dan aktif.

Nama klinik Mnadiri ini adalah “Klinik Mandiri Fisioterapi Muskuloskeletal Bedah” Yang mana penanggung jawab klinik adalah Ftr. Devira. Lokasi klinik ini berada di kecamatan kotamobagu timur provinsi sulawesi uatara. Kenapa klinik ini di buka di lokasi tersebut di karenakan hasil observasi bahwa di kotamobagu belum adanya klinik fisioterapi di rumah sakit juga ketersediaan tenaga kesehatan fisioterapi sangat kurang.

Ada pun visi dan misi dari klinik ini adalah sebagai berikut : - Visi :

Menjadikan klinik fisioterapi muskuloskeletal bedah terdepan yang mana berfokus pada pelayanan muskuloskeletal dan pasca bedah yang profesional dan pendekatan dengan pasien guna meningkatkan kualitas hidup pasien secara berkelanjutan.

- Misi :

• Memberikan layanan fisioterapi yang berkualitas tinggi dengan pendekatan berbasis bukti ilmiah (evidence-based practice) pada pasien dengan gangguan muskuloskeletal dan pasca-operasi.

• Meningkatkan kemandirian pasien melalui edukasi, latihan terapeutik, dan program rehabilitasi yang dipersonalisasi.

• Menjamin pelayanan yang profesional, empatik, dan etis oleh tenaga fisioterapis terlatih.

• Mengembangkan kolaborasi antarprofesional dengan dokter bedah, ortopedi, dan tenaga kesehatan lainnya untuk mendukung proses penyembuhan yang optimal.

• Melakukan inovasi dan pengembangan layanan secara berkelanjutan melalui pelatihan, penelitian, dan evaluasi mutu.

Tujuan dari klinik mandiri ini adalah :

- Meningkatkan kemampuan fusngsional dan kualitas hidup pasien.

- Memberikan intervensi fisioterapi yang tepat sasaran, aman dan efektif sesuai dengan standar pelayanan kesehatan dan perkembangan ilmu fisioterapi.

- Mengurangi resiko komplikasi dan kekambuhan pada pasien pasca operasi melalui pemantauan dan terapi berkelanjutan.

- Menjadi pusat rujukan yang terpercaya

- Menjalin kerja sama strategis dengan berbagai instansi kesehatan, pendidikan dan komunitas untuk mendukung akses serta mutu layanan fisioterapi.

(3)

B. Administrasi dan Pengelolaan a. Struktur Organisasi

b. Diagram Alur Pasien

(4)

C. Pimpinan dan Pengelolaan Kriteria a. Kriteria karyawan

- Kepala Klinik Fisioterapi :

• Sarjana S1 Fisioterapi

• Memiliki pendidikan lanjut (Profesi fisioterapi/S2)

• Mempunya Surat Tanda Regitasi

• Mempunyai Surat Izin Praktek

• Terdaftar di organisasi profesi (IFI)

• Pengalaman kerja sebagai fisioterapis minimal 5 tahun, terutama dalam bidang muskuloskeletal dan rehabilitasi pasca-bedah.

• Berpengalaman dalam pengelolaan tim atau memimpin unit layanan fisioterapi (nilai plus).

• Memiliki integritas, etika profesi, dan jiwa pelayanan yang tinggi.

• Mampu menyusun SOP, mengatur jadwal terapi, serta mengelola alur pelayanan.

• Mampu memimpin dengan teladan dan menciptakan lingkungan kerja yang kolaboratif.

• Mampu memberikan pelatihan kepada fisioterapis junior.

- Penanggung Jawab Pelayanan Fisioterapi

• Sarjana S1 Fisioterapi

• Memiliki pendidikan lanjut (Profesi)

• Mempunya Surat Tanda Regitasi

• Mempunyai Surat Izin Praktek

• Terdaftar di organisasi profesi (IFI)

• Pengalama praktik minimal 3 tahun

• Menguasai prosedur asesmen dan intervensi fisioterapi sesuai standar profesi.

• Mampu menyusun rencana terapi, mengontrol pelaksanaan terapi, dan melakukan evaluasi hasil terapi.

• Mampu membuat dan mengawasi pelaksanaan SOP (Standar Operasional Prosedur) pelayanan fisioterapi.

- Fisioterapi Pelaksana

• Minimal sarjana D3 Fisioterapi

• Mempunya Surat Tanda Regitasi

• Terdaftar dalam sistem informasi tenaga kesehatan (SIP atau sejenisnya, tergantung instansi).

• Mampu melakukan asesmen fisioterapi.

• Mampu bekerja secara tim

• Memiliki sikap profesional dan empati terhadap pasien.

• Mengetahui prinsip-prinsip penatalaksanaan khususnya di bidang muskuloskeletal bedah.

(5)

- Direktur Umum

• Minimal lulusan S1 di bidang kesehatan atau manajemen rumah sakit. Pendidikan lanjutan seperti Magister Administrasi Rumah Sakit (MARS) atau Magister Kesehatan (M.Kes) lebih diutamakan.

• Memiliki Surat Tanda Registrasi (STR) dan Surat Izin Praktik Fisioterapis (SIPF) yang masih berlaku.

• Surat rekomendasi dari organisasi profesi terkait, seperti Ikatan Fisioterapis Indonesia (IFI)

• Pengalaman minimal 2–3 tahun dalam posisi manajerial di bidang kesehatan atau klinik. Pengalaman sebagai kepala ruangan atau koordinator pelayanan fisioterapi

• Kemampuan dalam perencanaan, pengorganisasian, pengawasan, dan evaluasi operasional klinik.

• Surat keterangan sehat jasmani dan rohani dari dokter

• Tidak memiliki catatan kriminal dan memiliki reputasi profesional yang baik

- Penanggung Jawab Keuangan

• Minimal lulusan D3 atau S1 di bidang Akuntansi, Keuangan, Manajemen, atau bidang terkait.

• Memiliki sertifikasi profesi seperti Brevet A/B Pajak atau sertifikat lain yang relevan di bidang keuangan.

• Pengalaman minimal 1–2 tahun di bidang administrasi atau keuangan, lebih diutamakan yang memiliki pengalaman di fasilitas kesehatan.

• Kemampuan dalam pembukuan dan pencatatan transaksi keuangan.

• Kemampuan dalam menyusun laporan keuangan dan anggaran.

- Administrasi

• Minimal lulusan SMA/SMK, lebih diutamakan yang memiliki latar belakang pendidikan di bidang kesehatan, administrasi, atau manajemen.

• Sertifikasi dalam administrasi rumah sakit atau klinik dapat menjadi nilai tambah.

• Kemampuan dalam pengelolaan dokumen medis dan non-medis.

• Pengelolaan jadwal praktik fisioterapis dan pasien.

• Pencatatan transaksi pembayaran pasien.

• Kemampuan dalam menggunakan aplikasi Microsoft Office (Word, Excel, PowerPoint).

- Petugas Kebersihan

• Tidak ada batasan pendidikan

• Sehat jasmani dan rohani

• Mampu berkomunikasi dengan baik secara lisan dan tulisan

(6)

b. Persyaratan kryawan

• Sehat jasmani dan rohani

• Berkelakuan baik

• Bukan pemakai narkoba

• Mengajukan lamaran kerja dengan melampirkan : Daftar riwayat hidup, Foto copy kartu identitas, Foto copy ijazah terakhir, foto copy sesuai kriteria dan pas foto.

• Lulus wawancara dan tes

• Lulus uji kesehatan

• Lulus masa percobaan sesuai ketentuan c. Beban kerja

• Menerima Pasien

• Melakukan anamnesis

• Intervensi fisioterapi

• Menyelesaikan Tindakan

• Melakukan Evaluasi Program

• Administrasi Pasien

• Beban kerja dihitung dalam 1 tahun

• Waktu Pelaksanaan kegiatan dalam menit d. Pengaturan jaga

• Pelayanan fisioterpi terbagi dalam satu shif

• Jam kerja :

➢ Cuti tahunan : 14 hari

➢ Ketidak hadiran kerja : 3 hari

➢ Keterlamabatan : 5x dalam sebulan

➢ Hari kerja : kecuali hari minggu e. Tugas Karyawan :

• Kepala Klinik Fisioterapi :

➢ Mengelola operasional klinik secara menyeluruh.

➢ Menyusun dan mengevaluasi kebijakan serta prosedur pelayanan.

➢ Melakukan koordinasi lintas bagian (pelayanan, keuangan, administrasi, dll).

➢ Bertanggung jawab atas mutu pelayanan dan kepatuhan terhadap regulasi.

➢ Menyusun laporan kegiatan klinik untuk pihak terkait (misalnya Dinas Kesehatan).

• Penanggung Jawab Pelayanan Fisioterapi

➢ Mengawasi dan menjamin mutu pelayanan fisioterapi sesuai standar profesi.

➢ Memastikan SOP diterapkan oleh seluruh fisioterapis pelaksana.

(7)

➢ Memberikan supervisi klinis dan pembinaan teknis kepada fisioterapis.

➢ Menjadi penghubung antara fisioterapis dan tenaga medis lain (dokter rujukan).

➢ Bertanggung jawab atas dokumentasi dan evaluasi pelayanan klinis.

• Fisioterapi Pelaksana

➢ Melakukan pemeriksaan, diagnosis fisioterapi, dan pelaksanaan terapi kepada pasien.

➢ Menyusun rencana terapi sesuai kondisi pasien dan protokol klinik.

➢ Melakukan dokumentasi terapi secara lengkap dan akurat.

➢ Memberikan edukasi kepada pasien mengenai latihan mandiri dan pencegahan kekambuhan.

➢ Melaporkan perkembangan pasien kepada penanggung jawab pelayanan.

• Direktur Umum

➢ Menyusun visi, misi, dan arah strategis pengembangan klinik.

➢ Bertanggung jawab terhadap perizinan, legalitas, dan hubungan eksternal.

➢ Mengawasi seluruh aspek non-medis: SDM, keuangan, pemasaran, dan aset.

➢ Menjalin kerja sama eksternal (rumah sakit, BPJS, asuransi, dll).

➢ Mengambil keputusan strategis untuk kemajuan dan keberlangsungan klinik.

• Penanggung Jawab Keuangan

➢ Mengelola pemasukan dan pengeluaran keuangan klinik.

➢ Menyusun laporan keuangan bulanan dan tahunan.

➢ Mengatur sistem pembayaran (tunai, transfer, asuransi, BPJS).

➢ Memastikan transparansi dan akuntabilitas keuangan.

➢ Melakukan pengarsipan bukti transaksi dan invoice.

• Administrasi

➢ Mengelola pendaftaran dan pencatatan pasien.

➢ Menyusun jadwal terapi dan mengatur antrean pelayanan.

➢ Membuat dan menyimpan berkas rekam medis pasien.

➢ Memberikan informasi pelayanan kepada pasien.

➢ Membantu kegiatan pelaporan dan korespondensi internal maupun eksternal.

• Petugas Kebersihan

➢ Menjaga kebersihan seluruh area klinik (ruang terapi, ruang tunggu, toilet, dll).

➢ Melakukan disinfeksi alat dan ruangan secara berkala, terutama pasca terapi.

➢ Membuang sampah medis dan non-medis sesuai SOP pengelolaan limbah.

➢ Membantu menjaga kerapian dan kenyamanan lingkungan kerja.

(8)

D. Standar Operasional Prosedur dan Kriteria

a. Tujuan : Memberikan panduan kerja yang sistematis dan terstandar dalam penanganan pasien pasca bedah muskuloskeletal agar proses rehabilitasi berjalan optimal, aman, dan efektif.

b. Ruang Lingkup : rosedur ini berlaku untuk seluruh fisioterapis dan tenaga pendukung dalam klinik mandiri yang memberikan pelayanan pasca bedah ortopedi c. Definisi : Fisioterapi Muskuloskeletal Bedah: Rehabilitasi setelah tindakan pembedahan sistem muskuloskeletal yang bertujuan mengembalikan fungsi optimal.

d. Prosedur :

1. Penerimaan Pasien :

• Verifikasi rujukan dari dokter spesialis bedah ortopedi.

• Konfirmasi jenis operasi dan tanggal tindakan.

2. Pemeriksaan Fisioterapi

• Pemeriksaan subjektif : keluhan utama, riwayat penyakit sekarang, riwayat penyakit dahulu, riwayat penyakit penyerta, riwayat keluarga.

• Pemeriksaan Obyektif : Pemeriksaan Tnada-Tanda Vital, Inspeksi, palapasi, perukusi dan auskultasi jika di perlukan

• Pemeriksaan fungsi gerak dasar

• Muscle test

• Pemeriksaan nyeri

• Pemeriksaan kemamapuan fungsional

• Pemeriksaan spesifik

• Underlying process

• Diagnosa fisioterapi

• Prognosis

• Program fisioterapi

• Intervensi fisioterapi

• Edukasi

• Evaluasi e. Kriteria :

• Pasien membawa surat rujukan dan informasi medis dari rumah sakit.

• Pasien tidak dalam kondisi medis akut (misal: infeksi aktif, DVT).

• Pemeriksaan dilakukan oleh fisioterapis terdaftar.

• Hasil dicatat dalam format dokumentasi standar klinik.

• Adanya persetujuan pasien terhadap rencana terapi.

• Evaluasi dicatat dan dianalisis menggunakan alat ukur standar

• Terdapat resume akhir terapi dan rekomendasi lanjut.

• Pasien memahami latihan mandiri di rumah.

f. SOP penggunaan alat atau Exercise : - Persiapan :

• Verifikasi identitas pasien dan indikasi pasca bedah.

• Periksa status medis dan clearance dari dokter bedah.

• Cek kebersihan dan fungsi alat exercise.

(9)

• Gunakan APD (masker, sarung tangan jika kontak langsung diperlukan).

- Pelaksanaan Execise : 1. Warm-Up (5-10 menit):

• Peregangan statis ringan.

• Mobilisasi sendi ringan (misal: ankle pump).

2. Latihan Spesifik (sesuai fase rehabilitasi):

• Fase Awal (0–2 minggu):

➢ CPM jika diindikasikan.

➢ Isometrik otot sekitar sendi.

➢ Latihan ROM (Range of Motion) pasif/aktif terbantu.

• Fase Menengah (2–6 minggu):

➢ Latihan kekuatan otot dengan theraband.

➢ Stasioner sepeda (tanpa beban).

➢ Latihan propriopseptif ringan.

Fase Lanjut (>6 minggu):

➢ Latihan kekuatan bertahap (dumbbell ringan).

➢ Latihan keseimbangan.

➢ Fungsi dinamis (naik-turun tangga, wall squat, dll).

3. Pendinginan (Cool Down):

• Peregangan otot

• Meng edukasi pasien - Keselamatan dan pencegahan

• Jangan melakukan latihan jika pasien menunjukkan tanda-tanda infeksi, pembengkakan ekstrem, atau nyeri tajam.

• Pantau saturasi dan tekanan darah bila perlu.

• Gunakan alat sesuai petunjuk pabrik dan kondisi pasien.

g. Evaluasi Pasien :

(10)

h. Evaluasi karyawan :

i. Laporan dan monitoring 1. Frekuensi Evaluasi :

• Karyawan: setiap 6 bulan

• Pasien: setiap akhir program terapi 2. Analisis :

(11)

menggunakan tools seperti Google Form, Microsoft Excel, atau sistem EMR.

3. Tindak lanjut :

• Rapat evaluasi bulanan

• Peningkatan mutu berbasis data (CQI)

E. Penutup

Dengan proposal ini kami berharap klinik mandiri fisioterapi muskulokeletal bedah ini bisa berdiri dengan semestinya sesuai dengan harapa dan semoga klinik mandiri ini semakin maju dan menjadi pusat rujukan.

Referensi

Dokumen terkait

Untuk mewujudkan visi tersebut, MTsN Tulungagung mempunyai misi sebagai berikut:.. 1) Meningkatkan manajemen pelayanan mutu. 2) Meningkatkan kualitas pendidik dan

Visi tersebut diinternalisasikan dalam misi sebagai berikut, yaitu memberikan pelayanan yang mudah, ramah, cepat dan akurat, mengembangkan program studi sebagai

Berdasarkan situasi, kondisi dan permasalahan pelayanan perizinan terpadu satu pintu (PTSP) dan penanaman modal diatas dan sesuai dengan visi, misi dan program Walikota

Secara skematik pembelajaran penerapan sistem tersebut sebagai berikut: (i) melalui Musrenbang desa Pemerintah Desa mempertemukan visi dan misi kepala desa terpilih dengan

pernyataan tentang apa yang harus dilakukan sebagai upaya untuk mewujudkan visi. Adapun misi pembangunan Kabupaten Lingga sebagai berikut:.. 1) MENJADIKAN KABUPATEN LINGGA

Untuk mencapai Visi tersebut, Kota Depok merumuskan misi sebagai berikut : 1. Meningkatkan kualitas pelayanan publik yang professional dan transparan. Mengembangkan sumber daya

Visi dari RM Wajan Mas Kudus adalah “Menjadikan RM Wajan Mas sebagai rumah makan yang menyajikan makanan yang berkualitas dengan pelayanan yang ramah dan