RS.BAKTI TIMAH PANGKALPINANG
PELAYANAN PASIEN TERINTEGRASI
NO.DOKUMEN NO.REVISI HALAMAN 204/SPO-0000/PP/XI/2014
1 1/3STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL
TANGGAL TERBIT 20 NOVEMBER 2014
DITETAPKAN Direktur
dr. ADI SUCIPTO Sp.B
Pengertian 1. Pelayanan adalah suatu kegiatan atau urutan kegiatan yangterjadi dalam interaksi antara seseorang dengan orang lain.
2. Pasien adalah seorang individu yang mencari atau menerima pelayanan medis.
3. Pelayanan pasien adalah suatu kegiatan atau urutan kegiatan yang terjadi dalam interaksi antara petugas kesehatan dengan pasien untuk mendapatkan pelayanan medis.
4. Terintegrasi adalah satu kesatuan dari unit atau kelompok pemberi pelayanan.
Tujuan 1. Memberikan pelayanan pasien secara komprehensif mengutamakan keselamatan pasien dan selalu memperhatikan mutu pelayanan secara keseluruhan.
2. Pelayanan diberikan kepada pasien dengan cara merencanakan dan mengkoordinasikan pelayanan pada beberapa unit kerja sesuai dengan ketentuan untuk mendapatkan keseragaman pelayanan terhadap pasien.
Kebijakan Keputusan Direktur nomor 07/SK-0000/XI/2014 Tentang Pelayanan Pasien di Rumah Sakit Bakti Timah Pangkalpinang.
Prosedur 1. Pelayanan pasien diberikan secara terintegrasi oleh praktisi kesehatan yang kompeten yaitu dokter, perawat,tenaga kesehatan lainnya yang memiliki surat izin
2. Layani pasien yang datang ke rumah sakit sesuai kebutuhan.
3. Lakukan asesmen pasien baik pasien rawat inap maupun pasien rawat jalan oleh perawat dan dokter, termasuk
RS.BAKTI TIMAH PANGKALPINANG
PELAYANAN PASIEN TERINTEGRASI
NO.DOKUMEN NO.REVISI HALAMAN 204/SPO-0000/PP/XI/2014
1 2/3STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL
TANGGAL TERBIT 20 NOVEMBER 2014
DITETAPKAN Direktur
dr. ADI SUCIPTO Sp.B
asesmen gizi, nyeri, dan risiko jatuh.4. Apabila pada asesmen gizi didapatkan risiko nutrisi, konsultasikan pasien kepada dokter spesialis gizi klinik (bila ada) atau kepada ahli gizi klinis rumah sakit.
5. Apabila ada nyeri, kelola nyeri sesuai dengan panduan manajemen nyeri dan dicatat dalam formulir asesmen nyeri (SPO Pengelolaan dan Penatalaksanaan Nyeri).
6. Apabila didapatkan risiko jatuh, kelola pasien sesuai panduan manajemen risiko jatuh (SPO Penatalaksanaan Pasien Risiko Jatuh).
7. Apabila diperlukan pemeriksaan penunjang, tuliskan surat pengantar pemeriksaan dengan mencantumkan indikasi klinis oleh dokter, kemudian arahkan pasien ke instalasi tersebut 8. Jelaskan kepada pasien dan atau keluarga mengenai semua
hasil pemeriksaan dan pengobatan termasuk risiko medis yang mungkin timbul akibat penyakit pasien dan tuliskan dalam lembar informasi dan edukasi.
9. Lakukan asesmen ulang kondisi pasien saat pasien sudah sampai di ruang perawatan, termasuk asesmen gizi, nyeri, risiko jatuh dan risiko tinggi. Rencanakan kebutuhan asuhan pasien dalam 24 jam sesudah pasien di rawat inap.
10. Pada pasien dengan risiko tinggi, berikan asuhan sesuai kebijakan / prosedur pelayanan dan pasien risiko tinggi 11. Pasien dengan rencana tindakan yang mengandung risiko
harus dilakukan identifikasi dan perencanaan asuhan baik
RS.BAKTI TIMAH PANGKALPINANG
PELAYANAN PASIEN TERINTEGRASI
NO.DOKUMEN NO.REVISI HALAMAN 204/SPO-0000/PP/XI/2014
1 3/3STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL
TANGGAL TERBIT 20 NOVEMBER 2014
DITETAPKAN Direktur
dr. ADI SUCIPTO Sp.B
medis dan keperawatan mengenai risiko tindakan tersebut antara lain pencegahan terjadinya trombosis vena dalam.12. Pasien dengan tirah baring lama harus mendapatkan perencanaan asuhan medis dan keperawatan untuk pencegahan risiko dekubitus.
13. Pada pasien dengan tahap terminal, berikan asuhan yang terfokus pada kebutuhan pasien yang unik, secara hormat dan penuh kasih sayang sesuai kebijakan / panduan pelayanan pasien tahap terminal.
14. Catat setiap temuan asesmen dan rencana asuhan pasien dalam rekam medis pasien dilokasi yang seragam yaitu lembar Catatan Perkembangan Pasien Terintegrasi (CPPT).
Tuliskan instruksi DPJP yaitu instruksi yang berisi perubahan terapi / rencana asuhan pasien, instruksi pemeriksaan yang memerlukan pemantauan berkelanjutan.
15. Hasil atau kesimpulan rapat dari tim asuhan atau diskusi lain tentang kolaborasi dicatat dalam rekam medis pasien
Unit Terkait Bidang pelayanan Medis, Penunjang Medis dan Keperawatan