Stemi & Nstemi Rada Br. Dologsaribu Ella Junita Dewi
Temmy Khairunissa Dilla Kanitha
Refzeqica Fourista Darma
Fajar Khamaludin Sri Yulianti
Elmia Purnama Sari
22334762 23334502 23334503 23334701 23334703 23334706 23334707 23334708
Dosen Pengampu :
Teodhora, S. Farm., M. Farm, Apt
Pengertian & Faktor
penyakit jantung yang dapat ditandai dengan adanya gambaran ST elevasi pada hasil EKG dikarenakan adanya trombus pada arteri koroner, dimana kondisi ini disertai dengan adanya nyeri dada yang hebat.
Stemi
penyakit jantung yang tidak menimbulkan kelainan khas pada rekam jantung, tetapi masih dapat merusak pembuluh darah secara permanen.
Nstemi
Etiologi & Patofisiologi
Stemi
STEMI
beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya IMA Menurut Kumar,(2007) diantaranya yaitu
Faktor yang Tidak Dapat Dirubah:
a. Usia
b. Jenis kelamin
c. Riwayat Keluarga
Faktor yang Dapat Dirubah:
a. Hiperlipidemia b. Hipertensi c. Merokok
d. Diabetes melitus e. Stress psikologik.
Etiologi
Faktor yang Dapat Dirubah:
a. Umur
b. Jenis kelamin
c. Riwayat penyakit jantung koroner
d. Hereditas e. Ras
Faktor yang Tidak Dapat Dirubah:
a. Mayor : hyperlipidemia, hipertensi, merokok, diabetes, obesitas, diet tinggi
lemak jenuh, kalori
b. Minor : inaktifitas fisik, emosional, agresif, ambisius, stress psikologis
berlebihan
Faktor Penyebab:
a. Trombus tidak oklusif pada plak yang sudah adanyebab b. Obstruksi dinamik
c. Obstruksi mekanik yang progresif
d. Inflamasi dan/atau infeksi d. Inflamasi dan/atau infeksi
NSTEMI
NSTEMI disebabkan oleh penurunan suplai oksigen dan peningkatan kebutuhan 12 oksigen miokard yang diperberat oleh obstruksi Koroner.
Patofisiolog i
STEMI
STEMI terjadi ketika aliran darah koroner menurun secara tiba-tiba setelah oklusi trombotik dari arteri koroner yang sebelumnya mengalami atherosclerosis, Faktor penyebab kerusakan ini, seperti merokok, hipertensi, dan akumulasi lipid. Pada sebagian kecil kasusnya, penyebab lain dari STEMI yaitu karena emboli arteri koroner, abnormalitas congenital, spasme coroner, dan berbagai penyakit sistemik, terutama inflasmasi
NSTEMI
NSTEMI dapat disebabkan oleh penurunan suplai oksigen dan atau peningkatan kebutuhan oksigen miokard yang diperberat oleh obstruksi koroner.
NSTEMI dapat terjadi karena trombosis akut atau proses vasokontriksi koroner. Trombosis akut pada arteri koroner diawali dengan adanya ruptur plak yang tidak stabil
Anatomi Fisiologi Jantung
MANIFESTASI KLINIS
manifestasi klinis STEMI dibagi menjadi 3 hal,
yaitu:
1. Nyeri dada yang khas seperti tertusuk, terbakar atau tertimpa benda berat yang menjalar sampai ke lengan. Sebagian besar pasien cemas dan tidak bisa istirahat (gelisah). Seringkali ekstremitas pucat disertai keringat dingin.
2. Gambaran EKG dengan adanya elevasi ST ≥2mm, minimal pada 2 sandapan prekordial
yang berdampingan atau ≥1mm pada 2 sandapan ekstremitas.
3. Peningkatan enzim CK-MB dan troponin,
manifestasi klinis NSTEMI dibagi menjadi 4 hal,
yaitu:
1. Nyeri dada, berlangsung minimal 30 menit sedangkan serangan angina kurang dari Itu.
2. Sesak Nafas, disebabkan oleh peningkatan mendadak tekanan akhir diastolik ventrikel kiri, disamping itu perasaan cemas bisa menimbulkan hipervenntilasi.
3. Gejala gastrointestinal, peningkatan aktivitas vagal menyebabkan mual dan muntah, dan biasanya lebih sering pada infark inferior,dan stimulasi diafragma pada infak inferior juga bisa menyebabkan cegukan.
4. Gejala lain termasuk palpitasi, rasa pusing, atau sinkop dari aritmia ventrikel, gelisah.
Stemi
Komplikasi & Penatalaksanaan
Komplikasi Penatalaksaan
NSTEMI
penatalaksanaan keperawatan: Istirahat, Diet jantung, makanan lunak, rendah garam, Pemberian digitalis, Diuretic, Morfin, Oksigen & Terapi vasodilator dan natrium nitropurisida,
jika STEMI tidak diatasi dengan segera, maka
STEMI dapat menimbulkan kerusakan yang lebih parah lagi pada jantung, antara lain:
1. Disfungsi ventrikel 2. Pump failure
3. Aritmia
4. Gagal jantung kongestif 5. Syok kardiogenik
6. Edema paru akut
7. Disfungsi otot papilaris 8. Defek septum ventrikel 9. Ruptur jantung
STEMI
penatalaksanaan keperawatan untuk penyakit jantung dapat ditinjau dari aktivitas, diet, dan bowel pasien
Beberapa komplikasi yang terjadi akibat gagal jantung:
a. Syok kardiogenik b. Edema paru
Terapi Non-Farmakologi yang dapat dilakukan yaitu:
a. Merubah gaya hidup, misalnya berhenti merokok.
b. Olahraga, dapat meningkatkan kadar HDL dan memperbaiki koroner pada penderita
jantung koroner, karena: Memperbaiki fungsi paru-paru dan memperbanyak O2 masuk ke dalam
miokard. Menurunkan tekanan darah Menyehatkan jasmani
c. Diet dapat mengurangi kadar hiperglikemia
Terapi
Non-Farmakologi
1.Anti-iskemi (Nitrat, Calcium Channel Blocker, β- adrenergic Blocking Agents)
2.Antitrombotik
- Obat Penghambat Siklo-oksigenase (COX):
Aspirin : Untuk stroke iskemik dan TIA (Transient Ischemic Attack) dosis 160-325 mg dalam 48 jam
onset stroke atau TIA, diikuti dengan 75-100 mg/hari per oral.
- Antagonis Reseptor Adenosin Diphospat:
Klopidogrel : Untuk profilaksis kejadian
tromboemboli sekunder pada pasien dengan riwayat infark miokard, stroke (termasuk stroke iskemik
minor dan transient ischemic attack), atau penyakit arteri perifer dosis 75 mg satu kali per hari tanpa
loading dose
Terapi
Farmakologi
3. Antikoagulan
- Unfactionated Heparin (UFH) : secara syringe pump dengan dosis bervariasi antara 500 – 1000 iu/jam.
- Heparin dengan berat molekul rendah (LMWH) : enoxaparin dengan dosis standar 30-40 mg SC 4. Trombolitik/Fibrinolitik
- alteplase : infusan dengan dosis 100 mg selama 3 jam, dimana 60 mg pada jam pertama (6-10 mg
diberikan secara bolus), dan 20 mg selama jam kedua, selanjutnya 20 mg pada jam ketiga. Untuk pasien
dengan bobot tubuh lebih kecil <65 kg maka dosis yang digunakan adalah 1,25 mg/kg
- streptokinase : Dosis infus 1,5 juta IU dalam 100 mL larutan salin selama 30-60 menit.
Terapi
Farmakologi
5. ACE Inhibitor
Sindrom Koroner Akut (SKA) Captopril 2-3 x 6,25-50 mg
Ramipril 2,5 - 10 mg/hari dalam 1 atau 2 dosis Lisinopril 2,5 -20 mg/hari dalam 1 dosis
Enalapril 5-20 mg/hari dalam 1 atau 2 dosis 6. Antihiperlipidemia
Atorvastatin 40-80 mg atau Rosuvastatin 20-40 mg.
Evaluasi ulang nilai lipid dalam 4-6 minggu setelah SKA untuk melihat pencapaian target kolesterol.
Terapi
Farmakologi
Kesimpulan
1. Farmakoterapi STEMI:
o STEMI adalah kondisi infark miokard akut yang ditandai dengan elevasi segmen ST pada elektrokardiogram (EKG).
o Tujuan farmakoterapi STEMI adalah mengurangi kerusakan jaringan miokard, memperbaiki aliran darah koroner, dan mengurangi risiko komplikasi.
o Obat-obatan yang digunakan meliputi:
Thrombolytic agents: Digunakan untuk melarutkan bekuan darah yang menyumbat arteri koroner.
Antiplatelet agents: Seperti aspirin dan clopidogrel, untuk mencegah pembentukan bekuan baru.
Beta blockers: Mengurangi beban kerja jantung dan mengurangi risiko aritmia.
ACE inhibitors/ARBs: Meningkatkan fungsi ventrikel kiri dan mengurangi risiko gagal jantung.
Statins: Menurunkan kadar kolesterol dan mengurangi risiko aterosklerosis.
2. Farmakoterapi NSTEMI
NSTEMI adalah infark miokard akut tanpa elevasi segmen ST pada EKG.
o Tujuan farmakoterapi NSTEMI adalah mengurangi risiko komplikasi dan memperbaiki prognosis.
o Obat-obatan yang digunakan meliputi:
Antiplatelet agents: Seperti aspirin dan clopidogrel, untuk mencegah pembentukan bekuan baru.
Anticoagulants: Seperti heparin, untuk mencegah pembentukan bekuan.
Beta blockers: Mengurangi risiko aritmia dan mengurangi beban kerja jantung.
Statins: Menurunkan kadar kolesterol dan mengurangi risiko aterosklerosis.
Pain management: Analgesik seperti morfin untuk mengurangi nyeri dada.