• Tidak ada hasil yang ditemukan

Strategi Sumber Daya Manusia dalam Pemasaran Jasa

N/A
N/A
Muh Ridho Nurhalim

Academic year: 2024

Membagikan " Strategi Sumber Daya Manusia dalam Pemasaran Jasa"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

BAB VII. STRATEGI SUMBER DAYA MANUSIA DALAM PEMASARAN JASA (People) TUJUAN PEMBELAJARAN

Adapun tujuan pembelajaran dari materi strategi sumber daya manusia dalam pemasaran jasa adalah:

A. Memahami konsep sumber daya manusia (SDM) dalam pemasaran jasa.

B. Menjelaskan peran penting SDM dalam pemasaran jasa.

C. Mengidentifikasi strategi SDM yang efektif dalam pemasaran jasa.

D. Menganalisis kasus-kasus tentang penerapan strategi SDM dalam pemasaran jasa

PENDAHULUAN

Di era modern ini, sektor jasa mengalami perkembangan yang pesat. Berbeda dengan produk fisik yang dapat dilihat dan diraba, jasa melibatkan interaksi langsung antara penyedia jasa dan pelanggan. Hal ini menjadikan sumber daya manusia (SDM) sebagai elemen vital dalam menentukan kesuksesan bisnis jasa.

Laporan McKinsey Global Institute (2019): 800 juta pekerjaan berpotensi hilang karena otomatisasi pada tahun 2030, namun 974 juta pekerjaan baru akan tercipta, banyak di antaranya membutuhkan keterampilan interpersonal dan kemampuan bekerja sama yang tinggi, yang dimiliki oleh SDM yang berkualitas.

Karyawan merupakan garda terdepan dalam mewakili perusahaan di hadapan pelanggan. Kualitas layanan, keramahan, dan keahlian mereka secara langsung memengaruhi kepuasan pelanggan dan membangun citra perusahaan. Oleh karena itu, strategi SDM yang tepat menjadi kunci dalam pemasaran jasa yang efektif.

PEMBAHASAN MATERI

Peran penting Sumber Daya Manusia (SDM) dalam perusahaan jasa

Seiring dengan kemajuan teknologi yang pesat, kita tahu bahwa peran SDM dalam menentukan keberhasilan suatu organisasi tidak bisa diabaikan. Sebab, seperti kata pepatah, sumber daya manusia bersifat abadi dan merupakan sumber keunggulan kompetitif yang mampu menahan panasnya hujan (Rambat )Rupiyoadi, 2001: 116).

Berbeda dengan teknologi produk dan proses produksi yang dianggap semakin tidak penting sebagai sumber keunggulan kompetitif.

Keberhasilan pemasaran jasa juga sangat bergantung pada sumber daya manusia yang dimiliki . Untuk mencapai hasil yang optimal juga diperlukan keterlibatan langsung antara penyedia layanan dan konsumen. Perusahaan juga perlu mengantisipasi segala kemungkinan permasalahan MSDM, mulai dari tahap seleksi hingga proses MSDM yang lebih kompleks. Besarnya perhatian dan penekanan yang diberikan terhadap peran sumber daya manusia dalam pemasaran jasa sangatlah penting, apalagi di era globalisasi

(2)

saat ini yang tidak mengenal batas mobilitas sumber daya, termasuk sumber daya manusia.

Peran sumber daya manusia di perusahaan jasa perlu dibedakan untuk pengelolaan lebih lanjut (Payne, 1993). Umumnya dapat diklasifikasikan ke dalam kelompok berikut:

1) Contractors adalah karyawan yang memilih untuk berhubungan dekat dengan konsumen dan terlibat dalam aktivitas pemasaran tradisional. Mereka memiliki 1 posisi penjualan dan 4,444 peran layanan pelanggan. Karyawan yang ditugaskan pada peran ini memerlukan pelatihan, persiapan, dan motivasi tingkat tinggi untuk melayani konsumen setiap hari. Selanjutnya harus mampu memenuhi kebutuhan konsumen.

2) Modifiers yaitu bagian sumber daya manusia yang tidak terlibat langsung dalam kegiatan pemasaran. Kontak dengan konsumen hanya terjadi sehari-hari. Peran ini sangat penting sehingga Anda perlu memiliki gambaran menyeluruh tentang strategi pemasaran jasa perusahaan Anda. Para modifikator membutuhkan keahlian untuk membangun hubungan dekat dengan konsumen. Manajemen harus memimpin dan memastikan pelatihan intensif dan pengembangan pekerjaan.

3) Influencer : Peran HR lebih fokus pada penerapan strategi pemasaran perusahaan. Hal ini antara lain mencakup pengadaan penelitian dan pengembangan. Influencer harus mempunyai potensi untuk menarik konsumen melalui hasil yang dicapai. Kesuksesan dicapai dengan standar keinginan konsumen. hasilnya lebih baik karena influencer juga diberi kesempatan untuk berinteraksi dengan konsumen.

4) Isolateds, Dalam beberapa kasus, tampaknya jika profesional HR tidak mendapat dukungan yang cukup dari manajemen, terutama dalam hal motivasi, maka akan sulit bagi mereka untuk berhasil dalam peran ini. Sumber daya manusia harus dibina untuk memahami perannya dan strategi pemasaran perusahaan sehingga dapat memberikan kontribusi yang maksimal bagi perusahaan.

Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) Perusahaan jasa

Organisasi memiliki berbagai jenis sumber daya sebagai 'input' yang diubah menjadi 'output' dalam bentuk barang dan jasa. Sumber daya tersebut antara lain berupa modal atau dana, teknologi untuk menunjang proses produksi, metode atau strategi yang digunakan dalam operasional, sumber daya manusia, dan lain-lain. Di antara berbagai jenis sumber daya, manusia atau sumber daya manusia (SDM) merupakan unsur yang paling penting.

Perencanaan, pengelolaan, dan pengendalian sumber daya manusia memerlukan suatu alat manajemen yang disebut Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM).

(3)

HRM dapat dipahami sebagai proses organisasi dan juga dapat diartikan sebagai kebijakan. Sebagai sebuah proses, misalnya, Cushway (1994: 13) mendefinisikan HRM sebagai "bagian dari proses yang membantu organisasi mencapai tujuannya.

Manajemen sumber daya manusia (SDM) memainkan peran penting dalam perusahaan jasa dan berfokus pada interaksi langsung antara penyedia layanan dan pelanggan.

Berbeda dengan perusahaan manufaktur yang menghasilkan produk fisik, perusahaan jasa fokus pada penyediaan jasa tidak berwujud. Oleh karena itu, karyawan Anda adalah elemen kunci dalam mewakili perusahaan Anda dan memberikan pengalaman terbaik bagi pelanggan Anda.

Peran Penting MSDM dalam Perusahaan Jasa:

1) Membangun Hubungan Pelanggan: Karyawan yang ramah, sopan, dan berpengetahuan luas dapat membangun hubungan baik dengan pelanggan dan meningkatkan loyalitas mereka.

2) Menyampaikan Nilai Jasa: Karyawan yang terampil dan kompeten dapat menjelaskan nilai jasa yang ditawarkan dengan baik kepada pelanggan.

3) Meningkatkan Kualitas Layanan: Karyawan yang terlatih dan termotivasi dapat memberikan layanan yang berkualitas tinggi kepada pelanggan.

4) Menciptakan Diferensiasi: Karyawan yang unik dan kreatif dapat membantu perusahaan jasa untuk menonjol dari pesaing.

5) Meningkatkan Profitabilitas: Karyawan yang produktif dan efisien dapat membantu perusahaan jasa meningkatkan profitabilitas.

Membangun layanan pelanggan

Membangun layanan konsumen yang efektif dan bernilai tambah membutuhkan desain yang matang dan terstruktur. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat dilakukan:

1) Mengetahui Misi Jasa: Langkah pertama adalah memahami misi jasa yang ditawarkan. Misi jasa adalah pernyataan yang menjelaskan tujuan utama perusahaan dalam menyediakan jasa. Memahami misi jasa dapat membantu perusahaan untuk menentukan jenis layanan konsumen yang dibutuhkan dan bagaimana layanan tersebut dapat mendukung pencapaian misi perusahaan.

2) Menerapkan Tujuan Layanan Jasa: Setelah memahami misi jasa, langkah selanjutnya adalah menetapkan tujuan layanan jasa. Tujuan layanan jasa adalah pernyataan yang lebih spesifik tentang apa yang ingin dicapai perusahaan dengan layanan konsumennya. Tujuan layanan jasa harus SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, and Time-bound) agar dapat diukur dan dievaluasi secara efektif.

3) Strategi Layanan Konsumen: Setelah menetapkan tujuan layanan jasa, langkah selanjutnya adalah mengembangkan strategi layanan konsumen. Strategi layanan konsumen adalah rencana yang menjelaskan bagaimana perusahaan

(4)

akan mencapai tujuan layanan konsumennya. Strategi layanan konsumen harus mempertimbangkan berbagai faktor, seperti:

Saluran layanan konsumen: Saluran layanan konsumen yang dapat digunakan oleh pelanggan, seperti telepon, email, live chat, media sosial, dan sebagainya.

Proses layanan konsumen: Proses yang digunakan untuk menangani keluhan, pertanyaan, dan permintaan pelanggan.

Standar layanan konsumen: Standar yang harus dipenuhi oleh karyawan dalam memberikan layanan konsumen.

Teknologi layanan konsumen: Teknologi yang dapat digunakan untuk meningkatkan layanan konsumen, seperti chatbot, software CRM, dan sebagainya.

Metrik layanan konsumen: Metrik yang digunakan untuk mengukur dan mengevaluasi kinerja layanan konsumen.

4) Implementasi: Setelah mengembangkan strategi layanan konsumen, langkah selanjutnya adalah mengimplementasikannya. Implementasi strategi layanan konsumen harus dilakukan dengan hati-hati dan terencana. Penting untuk memastikan bahwa semua karyawan memahami strategi layanan konsumen dan dilatih untuk memberikan layanan yang sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.

5) Evaluasi dan Perbaikan: Layanan konsumen harus terus dievaluasi dan diperbaiki untuk memastikan bahwa layanan tersebut tetap efektif dan bernilai tambah bagi pelanggan. Evaluasi dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti survei pelanggan, analisis data, dan sebagainya. Hasil evaluasi harus digunakan untuk mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki dan untuk mengembangkan strategi layanan konsumen yang lebih baik di masa depan.

Proses Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) dalam operasi jasa

Aspek penting lainnya yang perlu dipertimbangkan dalam operasional layanan adalah efektivitas pola dan proses manajemen yang digunakan oleh organisasi.

Manajemen harus berupaya memperkuat sumber daya manusia dengan cara-cara berikut.

1) Recruit the Right Employees

mempekerjakan orang sesuai dengan kualifikasi perusahaan untuk memastikan keberhasilan fungsi layanan pemasaran kami. Keterampilan yang perlu ditinjau meliputi keterampilan teknis dan karakteristik pribadi. Evaluasi ini didasarkan pada persyaratan pekerjaan yang ada.

2) Train Employees Property

Sekalipun tenaga kerja yang ada merupakan hasil seleksi, bukan berarti tidak perlu dilakukan pelatihan. Pelatihan disesuaikan dengan setiap situasi sehingga seluruh sumber daya manusia dapat mencapai potensi maksimalnya dalam operasi .

3) Educate the customer

(5)

Menginformasikan kepada pelanggan Pengoperasian layanan akan berjalan lancar apabila konsumen mempunyai informasi yang jelas dan lengkap mengenai layanan yang diberikan perusahaan. Konsumen dan penyedia layanan akan dapat berinteraksi tanpa gangguan kolaborasi.

4) Educate All employees

Pelatihan seluruh karyawan Mencapai manajemen bisnis yang baik juga menekankan pemasaran internal. Jika karyawan memiliki sikap dan keterampilan pelayanan yang baik, semua masalah akan terselesaikan.

5) Efisiensi Pertama, Ramah Kedua

Dalam memberikan pelayanan, kita utamakan efisiensi, baru sikap ramah.

6) Standardize Response System

Manajemen perlu menyiapkan standar untuk mengatasi kesulitan dan kritik yang diungkapkan konsumen.

7) Tetap Melihat Ke Depan

Pelaku usaha harus bijak dalam mengenali segala peluang yang muncul dan menentukan strategi operasional yang tepat untuk mencapai tujuannya.

8) Evaluasi kinerja secara berkala

Mengevaluasi kinerja secara berkala sangat membantu manajemen untuk mengetahui kinerja perusahaan dan mendapatkan petunjuk apa saja yang perlu ditingkatkan. Perusahaan harus mengambil tindakan perbaikan terhadap operasi yang gagal atau tidak memenuhi standar yang ditetapkan. Tindakan perbaikan yang dilakukan antara lain dengan melatih personel yang ada, melaksanakan rotasi kerja untuk meningkatkan motivasi, atau mengganti personel perusahaan yang tidak lagi sejalan dengan strategi perusahaan (Rambat Lupiyoadi, 2001:

121).

Penerapan seluruh aspek yang berkaitan dengan sumber daya manusia perusahaan jasa ini memerlukan komitmen, metode, dan penerapan peran seluruh anggota perusahaan jasa secara optimal untuk mencapai ketepatan operasional dan kinerja yang efektif.

Studi Kasus

Judul jurnal Strategi Kepala Sekolah Dalam Pemasaran Jasa Pendidikan di Lembaga Pendidikan Baru Pada Era Marketing 4.0 (Studi Kasus di SMK BP Subulul Huda)

Penulis Aris Nurbawani

Volume dan tahun terbit

Vol. 2 No. 1 (2021)

Fenomena Berdasarkan abstrak dan pendahuluan dalam jurnal tersebut, beberapa fenomena utama yang dibahas adalah:

1. Adanya kebijakan pemerintah untuk merevitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Indonesia,

(6)

khususnya di Jawa Timur, dengan target rasio SMK:SMA mencapai 70:30.

2. Meskipun ada kebijakan tersebut, mengajak masyarakat untuk memilih SMK bukan hal yang mudah.

Masih banyak SMK yang sepi peminat, terutama di daerah terpencil.

3. Kepala sekolah SMK baru menghadapi tantangan berat dalam memasarkan sekolahnya untuk mendapatkan jumlah siswa yang diharapkan.

4. Pentingnya strategi pemasaran jasa pendidikan yang tepat bagi kepala sekolah SMK baru agar dapat bertahan dan berkembang.

5. Adanya era Marketing 4.0 yang mempengaruhi strategi pemasaran, termasuk dalam bidang pendidikan.

6. Belum banyak penelitian yang fokus pada strategi pemasaran jasa pendidikan untuk lembaga pendidikan baru, khususnya SMK berbasis pesantren.

7. SMK BP Subulul Huda sebagai sekolah kejuruan baru berbasis pesantren yang didirikan tahun 2017 menjadi studi kasus menarik terkait strategi pemasarannya di era Marketing 4.0.

Jadi fenomena utamanya adalah tantangan pemasaran yang dihadapi SMK baru berbasis pesantren di tengah kebijakan revitalisasi SMK dan era Marketing 4.0.

Rumusan masalah rumusan masalah penelitian ini mencakup:

1. Bagaimana strategi kepala sekolah dalam merencanakan pemasaran jasa pendidikan di SMK BP Subulul Huda sebagai lembaga pendidikan baru?

2. Bagaimana implementasi strategi pemasaran jasa pendidikan yang dilakukan oleh kepala sekolah SMK BP Subulul Huda?

3. Bagaimana relevansi strategi pemasaran jasa pendidikan yang diterapkan oleh kepala sekolah SMK BP Subulul Huda dengan era Marketing 4.0?

Rumusan masalah ini dapat disimpulkan dari pernyataan-

(7)

pernyataan berikut dalam jurnal:

"Penelitian kualitatif tentang strategi kepala sekolah dalam pemasaran jasa pendidikan pada lembaga pendidikan baru pada era Marketing 4.0 penting untuk dilakukan agar mendapatkan sebuah model pemasaran yang relevan dengan perkembangan zaman."

"Peneliti tertarik untuk mengetahui strategi kepala sekolah dalam mengelola SMK dari awal berdiri hingga mendapatkan murid yang tentunya mengalami berbagai kendala."

"Seiring dunia masuk pada era Marketing 4.0 ini, peneliti juga tertarik bagaimana era Marketing 4.0 ini memengaruhi strategi kepala sekolah dalam pemasaran jasa pendidikan lembaganya."

Rumusan masalah ini mencerminkan fokus penelitian pada strategi perencanaan, implementasi, dan relevansi dengan Marketing 4.0 dalam konteks pemasaran jasa pendidikan di lembaga pendidikan baru.

Tinjauan Pustaka ada beberapa konsep dan teori yang disinggung yang mungkin menjadi bagian dari tinjauan pustaka dalam jurnal lengkapnya:

1. Peran dan fungsi kepala sekolah:

Disebutkan bahwa kepala sekolah harus berfungsi sebagai edukator, manajer, administrator, supervisor, leader, inovator, dan motivator (EMASLIM) dalam mengelola sekolah.

2. Definisi strategi:

Dikutip definisi strategi dari Robbins dan Coulter (2007) sebagai keputusan dan tindakan yang menentukan kinerja jangka panjang sebuah organisasi.

3. Pemasaran jasa pendidikan:

Dijelaskan bahwa kegiatan pemasaran kini tidak hanya dimonopoli oleh lembaga bisnis yang berorientasi pada profit, tetapi juga diterapkan oleh lembaga pendidikan sebagai lembaga non-profit.

4. Pentingnya pemasaran jasa pendidikan:

Indradjaja dan Karno (2007) menegaskan pentingnya pemasaran jasa pendidikan untuk meyakinkan pelanggan dan masyarakat tentang eksistensi dan relevansi sekolah, serta mengenalkan jasa pendidikan

(8)

yang ditawarkan.

5. Marketing 4.0:

Disebutkan konsep Marketing 4.0 yang diperkenalkan oleh Philip Kotler dan Hermawan Kartajaya pada tahun 2017 melalui buku "Marketing 4.0 Moving from Traditional to Digital".

6. Penelitian terdahulu:

Disebutkan beberapa penelitian terdahulu tentang strategi pemasaran jasa pendidikan, seperti penelitian Kuni Fathonah (2016) di MAN I Sragen dan Syafi'ur Rahman (2015) di MAN 3 Kota Cirebon.

7. Kebijakan pemerintah:

Dibahas tentang Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2016 dan Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 22 Tahun 2017 terkait revitalisasi SMK.

Meskipun tinjauan pustaka tidak disajikan secara lengkap dalam bagian yang diberikan, konsep-konsep ini kemungkinan akan dibahas lebih mendalam dalam bagian tinjauan pustaka pada jurnal lengkapnya.

Metode penelitian metode penelitian yang digunakan adalah sebagai berikut:

1. Jenis Penelitian:

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Hal ini disebutkan secara eksplisit dalam abstrak:

"Penelitian kualitatif tentang strategi kepala sekolah dalam pemasaran jasa pendidikan pada lembaga pendidikan baru pada era Marketing 4.0 penting untuk dilakukan..."

2. Desain Penelitian:

Penelitian ini menggunakan desain studi kasus. Hal ini terlihat dari judul penelitian yang menyebutkan "(Studi Kasus di SMK BP Subulul Huda)".

3. Lokasi Penelitian:

Penelitian dilakukan di SMK BP Subulul Huda, yang merupakan sekolah kejuruan berbasis pesantren di Kebonsari, Kabupaten Madiun.

4. Teknik Pengumpulan Data:

Disebutkan dalam abstrak bahwa pengumpulan data

(9)

penelitian ini menggunakan tiga teknik:

a. Wawancara

b. Pengamatan (observasi)

c. Dokumentasi

5. Fokus Penelitian:

Penelitian ini berfokus pada strategi kepala sekolah dalam pemasaran jasa pendidikan di lembaga pendidikan baru pada era Marketing 4.0.

Hasil penelitian hasil penelitian dapat dirangkum sebagai berikut:

1. Strategi Perencanaan Pemasaran:

Strategi kepala sekolah dalam pemasaran SMK BP Subulul Huda didasari oleh kebijakan strategis Yayasan Pondok Pesantren, yaitu strategi pertumbuhan integrasi ke depan.

2. Implementasi Pemasaran:

Implementasi pemasaran dilakukan dengan menerapkan bauran pemasaran 7P (Product, Price, Place, Promotion, People, Process, Physical Evidence).

3. Relevansi dengan Era Marketing 4.0:

Kepala sekolah membangun produk/jasa pendidikan yang berorientasi pada manusia (mencerminkan nilai-nilai kemanusiaan).

4. Karakteristik Strategi Pemasaran:

Strategi pemasaran yang diterapkan mempertimbangkan karakteristik SMK BP Subulul Huda sebagai lembaga pendidikan baru.

5. Integrasi Nilai Pesantren:

Meskipun tidak disebutkan secara eksplisit dalam abstrak, dapat diasumsikan bahwa strategi pemasaran juga mengintegrasikan nilai-nilai pesantren, mengingat SMK BP Subulul Huda adalah sekolah berbasis pesantren.

6. Adaptasi terhadap Perkembangan Teknologi:

Penggunaan interaksi online dalam strategi pemasaran menunjukkan adaptasi terhadap perkembangan teknologi dan tren digital dalam era Marketing 4.0.

Hasil penelitian ini menggambarkan bagaimana kepala sekolah SMK BP Subulul Huda menerapkan strategi pemasaran yang

(10)

komprehensif, mulai dari perencanaan hingga implementasi, dengan mempertimbangkan konteks sebagai lembaga pendidikan baru berbasis pesantren dan relevansinya dengan era Marketing 4.0.

Pembahasan 1. Strategi Pertumbuhan Integrasi ke Depan:

Pembahasan tentang bagaimana kebijakan Yayasan Pondok Pesantren mempengaruhi strategi pemasaran kepala sekolah.

2. Segmentasi Pasar, Targeting, dan Positioning:

Penjelasan detail tentang bagaimana kepala sekolah melakukan segmentasi pasar, menentukan target pasar, dan memposisikan SMK BP Subulul Huda di pasar pendidikan.

3. Implementasi Bauran Pemasaran 7P:

Analisis mendalam tentang bagaimana setiap elemen bauran pemasaran (Product, Price, Place, Promotion, People, Process, Physical Evidence) diterapkan di SMK BP Subulul Huda.

4. Orientasi pada Nilai-nilai Kemanusiaan:

Eksplorasi tentang bagaimana nilai-nilai kemanusiaan diintegrasikan ke dalam produk/jasa pendidikan.

5. Integrasi Interaksi Offline dan Online:

Pembahasan tentang strategi pemasaran yang menggabungkan metode tradisional (offline) dan digital (online).

6. Tantangan dan Strategi Adaptasi:

Diskusi tentang tantangan yang dihadapi dalam memasarkan lembaga pendidikan baru.

Kesimpulan 1. Strategi Perencanaan:

Kepala sekolah SMK BP Subulul Huda menerapkan strategi pemasaran yang didasarkan pada kebijakan strategis Yayasan Pondok Pesantren, yaitu strategi pertumbuhan integrasi ke depan. Perencanaan pemasaran dilakukan dengan menggunakan pendekatan segmentasi pasar, targeting, dan positioning.

2. Implementasi Pemasaran:

Kepala sekolah mengimplementasikan strategi pemasaran dengan menerapkan bauran pemasaran 7P

(11)

(Product, Price, Place, Promotion, People, Process, Physical Evidence). Ini menunjukkan pendekatan yang komprehensif dalam memasarkan jasa pendidikan.

3. Relevansi dengan Era Marketing 4.0:

Strategi pemasaran yang diterapkan relevan dengan era Marketing 4.0, yang ditunjukkan melalui:

a) Pengembangan jasa pendidikan yang berorientasi

pada manusia (human-oriented).

b) Penggunaan pendekatan pemasaran yang mengintegrasikan interaksi offline dan online.

Kelebihan dan kelemahan

Kelebihan:

Topik yang Relevan:

Penelitian ini membahas topik yang sangat relevan dengan perkembangan dunia pendidikan dan pemasaran, yaitu strategi pemasaran jasa pendidikan di era Marketing 4.0.

Kelemahan:

Keterbatasan Generalisasi:

Sebagai studi kasus tunggal, hasil penelitian mungkin tidak dapat digeneralisasikan secara luas ke semua lembaga pendidikan baru atau SMK berbasis pesantren.

Daftar Pustaka jurnal Alma, Buchari, dan Ratih Hurriyati. Manajemen Corporate &

Strategi Pemasaran Jasa Pendidikan Fokus Pada Mutu dan Layanan Prima. Alfabeta, 2008.

Fathonah, Kuni. “Strategi Pemasaran Jasa Pendidikan Dalam Meningkatkan Pelayanan Pendidikan di MAN I Sragen.” IAIN Surakarta, 2016.

Kartajaya, Hermawan, Philip Kotler, Hooi Den Huan, dan Sandra Liu. Rethinking Marketing Sustainable Market-ing Enterprise di Asia. Bahasa Indonesia. Jakarta: PT. Indeks, 2005.

Kotler, Philip, dan Kevin Lane Keller. Manajemen Pemasaran Jilid 1. 12 ed. Jakarta Barat: PT. Indeks, 2016.

RANGKUMAN MATERI

1) Peran SDM sangat penting dalam perusahaan jasa, baik dalam pemasaran, penyediaan layanan, maupun dalam mencapai tujuan perusahaan.

(12)

2) Manajemen SDM yang efektif harus diterapkan untuk memastikan karyawan memiliki kompetensi dan motivasi yang tinggi untuk memberikan layanan terbaik bagi pelanggan.

3) Membangun layanan pelanggan yang berkualitas membutuhkan desain yang matang dan terstruktur, serta evaluasi dan perbaikan yang berkelanjutan.

4) Penerapan MSDM yang tepat dalam operasional jasa memerlukan komitmen dan kerjasama seluruh anggota perusahaan untuk mencapai ketepatan operasional dan kinerja yang efektif.

LATIHAN DAN EVALUASI

1) Bagaimana perusahaan jasa dapat mengukur efektivitas strategi rekrutmen dan seleksi mereka dalam menarik dan mempertahankan karyawan yang tepat untuk memberikan layanan terbaik kepada pelanggan?

2) Bagaimana peran dan tanggung jawab sumber daya manusia (SDM) dalam perusahaan jasa berubah seiring dengan berkembangnya teknologi dan tren industri?

3) Sebuah perusahaan jasa konsultan keuangan ingin meningkatkan kualitas layanan pelanggannya. Strategi SDM apa yang dapat diterapkan perusahaan untuk mencapai tujuan ini?

(13)

DAFTAR PUSTAKA

Rambat Lupiyoadi.( 2001). Manajemen Pemasaran Jasa. Salemba Empat, Jakarta.

Dessler, G. (2015). Strategi sumber daya manusia dalam pemasaran jasa. Jakarta:

Gramedia Pustaka Utama.

Kotler, P., & Armstrong, G. (2018). Manajemen pemasaran jasa. Jakarta: Erlangga.

Nurbawani, A. (2021). Strategi Kepala Sekolah Dalam Pemasaran Jasa Pendidikan di Lembaga Pendidikan Baru Pada Era Marketing 4.0 (Studi Kasus di SMK BP Subulul Huda). Southeast Asian Journal of Islamic Education Management, 2(1), 52-73.

Referensi

Dokumen terkait

Dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat perusahaan harus dapat mengelola sumber daya manusia dengan baik agar memiliki keunggulan bersaing. Untuk itu diperlukan perubahan

Dimana proses mengelola sumber daya manusia strategi adalah merupakan suatu prosedur yang berkelanjutan yang bertujuan untuk memasok suatu organisasi

Diperoleh kesimpulan bahwa strategi pengembangan sumber daya manusia STEI Hamfara yang bersifat by system dinilai sangat efektif untuk menumbuhkan komitmen mumpuni pada dosen

v Abstrak Nova Farizal Azis: Strategi Manajemen Sumber Daya Manusia Dalam Meningkatkan Kinerja Karyawan di UMKM Angkringan Iki Tulungagung, Skripsi, Manajemen, FEB UNP Kediri, 2023

Skripsi ini membahas tentang Strategi Peningkata Kualitas Sumber Daya Manusia di UPT Perpustakaan Universitas Negeri Makassar pokok masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah

ii STRATEGI PEMASARAN SAPU DI DESA SUMBER DUMPYONG KECAMATAN PAKEM KABUPATEN BONDOWOSO STUDI KASUS INDUSTRI KECIL KERAJINAN SAPU IJUK SKRIPSI Diajukan kepada Universitas Islam

Dokumen ini membahas tentang strategi manajemen sumber daya manusia (MSDM) dan pendidikan karakter untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas tenaga

Dokument ini membahas tentang pentingnya pengembangan sumber daya manusia dalam organisasi pendidikan Islam dan cara untuk mengukirnya dengan