• Tidak ada hasil yang ditemukan

studi kasus putusan pengadilan nomor 215/pdt. g/2020/pn. mlg

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "studi kasus putusan pengadilan nomor 215/pdt. g/2020/pn. mlg"

Copied!
72
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Perumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Kajian Pustaka

YouTube sendiri merupakan media sosial yang memungkinkan penggunanya untuk menonton, mengirim, dan berbagi video. 48https://m.merdeka.com/jatim/10-besar-media-social-yang-paling-sering-used-oleh-orang-indonesia-kln.html (diakses 9 Maret 2021 pukul 22.00 WIB) .

Metode Penenlitian

Sistematika Penulisan

Dengan metode penelitian yang menjelaskan bagaimana merancang penelitian penulis ini berdasarkan jenis penelitian, pendekatan masalah, sumber bahan hukum, tata cara pengumpulan bahan hukum, pengolahan dan analisa hukum, serta sistematika penulisan. Selanjutnya penulis akan memberikan gambaran mengenai pengertian perceraian, sebab-sebab perceraian, jenis-jenis perceraian, tata cara perceraian dan pandangan-pandangan tentang perceraian menurut agama yang berbeda, serta seberapa besar pengaruh media sosial terhadap terjadinya perceraian dengan memberikan definisi sosial. media dan jenis media.sosial.

KETENTUAN YANG MENGATUR TENTANG PERCERAIAN AKIBAT

Sebab-Sebab Perceraian

Setiap hubungan keluarga tidak akan selalu berjalan dengan baik dan baik, pasti akan ada masalah yang muncul. Pengetahuan agama memberikan pemahaman bahwa ketika terjadi perselisihan, pihak ketiga diperbolehkan membantu menyelesaikan permasalahan rumah tangga, yaitu dengan adanya hakam. Setidaknya ada empat peluang yang terjadi dalam kehidupan rumah tangga yang bisa memicu keinginan untuk mengakhiri pernikahan.

Salah satu pihak meninggalkan pihak lainnya selama 2 (dua) tahun berturut-turut tanpa persetujuan pihak lainnya dan tanpa alasan yang sah atau sesuatu di luar kemampuannya. Kemudian untuk mengajukan gugatan harus diajukan setelah lewat waktu satu tahun sejak tergugat meninggalkan rumah, agar gugatan dapat diterima maka harus dibuktikan bahwa tergugat telah menyatakan atau memperlihatkan sikap tidak lagi. pergi ke rumah bersama ingin pergi18. 18Muhammad Arsad Nasution, “Perceraian Menurut Kompilasi Hukum Islam (KHI) dan Fiqh”, Jurnal El-Qanuny, Volume 4 Nomor 2 Edisi Juli-Desember 2018, halaman: .. berusaha mendamaikan kedua pihak namun gagal tidak di . Segala penyebab perceraian dalam hubungan suami-istri pasti melibatkan campur tangan pihak lain (perselingkuhan) atau kehadiran orang ketiga dalam hubungan tersebut.

Faktor interferensi dari pihak lain. perselingkuhan) merupakan faktor eksternal, faktor terjadinya perselingkuhan dalam hubungan perkawinan disebabkan oleh kondisi ekonomi dan krisis moral. Berdasarkan ketentuan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan menjelaskan alasan terjadinya perceraian, namun tidak menyebutkan adanya perselingkuhan. Perbuatan perselingkuhan bukanlah suatu perbuatan yang dilakukan tanpa alasan terlebih dahulu, namun sebaiknya dilakukan bagi yang sadar dan memahami bahwa perselingkuhan bukanlah jalan keluar dari ketegangan hubungan rumah tangga, namun cenderung menimbulkan permasalahan baru yang timbul. .

Macam-Macam Perceraian

Apabila suami menceraikan pada saat/keadaan/kondisi ini, maka talaknya tetap gugur dan suami sendirilah yang berdosa karena melakukan perbuatan yang dilarang oleh syariat Islam. Talak karena gugatan, biasa disebut talak, berlaku bagi mereka yang menikah menurut keyakinan Islam dan mereka yang bukan Islam. Dalam asas hukum perdata, sebagaimana dijelaskan Subekti, perceraian adalah batalnya suatu perkawinan karena penetapan pengadilan atau permintaan salah satu pasangan.

Alasan yang sah untuk bercerai adalah perzinahan (berlebihan), desersi dengan sengaja (kwaadwilige verlating), hukuman lebih dari 5 tahun karena terbukti melakukan tindak pidana dan penganiayaan berat atau membahayakan nyawa, hal ini diatur dalam pasal 209 BW. Perceraian karena gugatan sebagaimana diatur dalam Pasal 20 sampai dengan Pasal 34, peraturan pelaksanaan ini dapat berlaku bagi perempuan yang melangsungkan perkawinan menurut agama dan kepercayaannya. Perceraian menurut jalur hukum apa pun dan dalam bentuk apa pun hanya dapat dijadikan sebagai upaya terakhir, setelah dilakukan upaya rujuk sehingga tidak ada jalan lain selain perceraian. 26.

Tata Cara Perceraian

Pasal 14 di atas menjelaskan kepada suami-istri yang ingin bercerai langkah pertama yang harus dilakukan, yaitu menyerahkan surat yang isinya mengenai tujuan perceraian yang dimaksud, dengan tidak menyebutkan berbagai alasannya, sehingga harus dibawa ke pengadilan. keluarkan proses sesuai dengan kebutuhan yang dimaksudkan. Berbeda dengan kasus perceraian, karena tata cara pelaksanaan dalam Keputusan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan pada Pasal 20 ayat (1) menyebutkan bahwa perkara perceraian dimulai dari perkawinan. suami atau istri atau kuasanya pada Pengadilan yang daerah hukumnya meliputi tempat kedudukan terdakwa.29. Perceraian dapat dilangsungkan di hadapan pengadilan hanya setelah pengadilan yang bersangkutan telah mengadili kedua belah pihak dan gagal mendamaikan kedua belah pihak.

Untuk dapat terjadi perceraian, harus ada alasan yang cukup bahwa suami istri tidak akan bisa hidup rukun sebagai suami istri.

Pandangan Perceraian dari Berbagai Agama

  • Pandangan Agama Islam
  • Pandangan Agama Kristen
  • Pandangan Agama Katolik
  • Pandangan Agama Hindu
  • Pandangan Agama Budha
  • Pandangan Agama Konghucu

Perceraian menjadi wajib ketika sepasang suami istri tidak dapat lagi berdamai dan tidak mempunyai jalan keluar lain selain perceraian untuk menyelesaikan permasalahannya. Selain karena permasalahan yang tidak dapat diselesaikan, alasan lain mengapa perceraian menjadi wajib adalah ketika suami atau istri melakukan perbuatan keji dan tidak mau bertaubat lagi. Namun pengertian perzinahan di sini tidak dapat dijadikan sebagai pembenaran atas perceraian, karena ajaran agama Kristen juga berpandangan bahwa perpisahan hanya terjadi melalui perbedaan keyakinan dan kematian.32.

Akibat hukum pembatalan perkawinan menurut hukum gereja adalah kedua belah pihak yang perkawinannya dibatalkan dapat kawin lagi. Meski pemikiran modern sudah mulai merambah, namun perceraian dalam agama Hindu masih dianggap asing dan pernikahan tetap menjadi hal yang sakral. Seperti dilansir budsas.org, dalam agama Buddha, pernikahan dianggap sepenuhnya sebagai urusan pribadi dan individu, dan bukan kewajiban atau ajaran agama.

Tidak ada hukum dalam agama Buddha yang lebih mendorong seseorang untuk menikah, tetap membujang, atau menjalani kehidupan yang murni sepenuhnya. Yang terpenting semuanya jelas, mereka berpisah dan disahkan dalam akta cerai, artinya sudah melalui proses, sehingga tidak bisa bersatu lagi. 42. Pandangan beda agama menunjukkan bahwa perceraian atau talak adalah jalan terakhir yang dapat diambil apabila keadaan keluarga sedang kacau dan tidak dapat dipertahankan atau jika dipertahankan malah akan menimbulkan kerugian yang lebih besar bagi suami istri atau mereka sendiri. . anak-anak di masa depan.

Definisi Media Sosial

Dalam pandangan Konghucu, perceraian memang patut disesalkan, namun jika sampai terjadi, penyebabnya misalnya karena kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) atau kondisi fisik salah satu pihak dan salah satunya ingin menikah lagi. Blog, jejaring sosial, dan wiki adalah bentuk media sosial yang paling umum digunakan oleh orang-orang di seluruh dunia. Andreas Kaplan dan Michael Haenlein mendefinisikan media sosial sebagai sekelompok aplikasi berbasis Internet yang dibangun di atas ideologi dan teknologi Web 2.0 yang memungkinkan penciptaan dan pertukaran konten buatan pengguna43.

Media sosial merupakan media online yang digunakan untuk kebutuhan komunikasi jarak jauh, proses interaksi antara satu pengguna dengan pengguna lainnya, serta memperoleh informasi melalui perangkat aplikasi khusus dengan menggunakan jaringan Internet. Tanpa disadari, keberadaan media sosial sebagai media komunikasi telah membawa beberapa implikasi dalam kehidupan masyarakat, termasuk dalam kehidupan berumah tangga. Keunggulan spektakuler dari keberadaan media jejaring sosial adalah kemampuannya menjadi agen perubahan sosial jika dibarengi dengan tujuan-tujuan positif.

Jason Kratsky, penulis buku Facebook the Your Marriage, mengatakan bahwa jejaring sosial seperti Facebook memberikan godaan kepada seseorang yang tidak pernah berpikir untuk selingkuh. Tim peneliti dari University of Guelph, Kanada menemukan bahwa jejaring sosial dapat meningkatkan perasaan cemburu pada pasangan. Mereka menemukan bahwa semakin sering seseorang menghabiskan waktu di jejaring sosial, maka semakin tinggi tingkat kecemburuan dan kecurigaan terhadap pasangannya, dan hal ini menimbulkan risiko bagi pasangan suami istri.

Jenis-Jenis Media Sosial

Whatsapp atau biasa disebut WA merupakan media sosial untuk chatting tanpa menggunakan biaya melainkan cukup menggunakan koneksi internet. Dihimpun data We Are Social, tercatat 83% masyarakat Indonesia pernah menggunakan media sosial WhatsApp. Artinya, dari 150 juta pengguna media sosial di Indonesia, sekitar 125 juta orang sudah menggunakan Whatsapp.

Facebook merupakan salah satu aplikasi media sosial yang bisa dikatakan sempurna karena kita bisa berkomunikasi dengan orang lain, berbagi video, membuat grup atau perkumpulan, membuat jadwal bersama, dan lain sebagainya. Instagram atau biasa disebut IG oleh orang Indonesia merupakan media sosial yang memungkinkan penggunanya berbagi foto dan video serta membuat cerita pendek dengan menggunakan fitur Stories. Line merupakan media sosial asli Jepang yang memungkinkan penggunanya berkomunikasi, membuat grup atau

Twitter merupakan salah satu media sosial yang memungkinkan penggunanya untuk mengirim dan membaca pesan teks hingga 200 karakter atau yang lebih sering disebut tweet. Tumblr merupakan platform mikroblog sekaligus jejaring sosial yang memungkinkan pengguna memposting konten dalam bentuk blog pendek. Jejaring sosial yang diluncurkan oleh Tumblr, Inc. pada tahun 2007 ini digunakan oleh lebih dari 100 juta orang di seluruh dunia.

PERTIMBANGAN HAKIM DALAM MENENTUKAN PERKARA

  • Gugatan Penggugat Terhadap Tergugat
  • Bukti-Bukti
  • Pertimbangan Hakim Terhadap Putusan Pengadilan Nomor 215/Pdt
  • Analisis Penulis Terhadap Putusan Pengadilan Nomor 215/Pdt

Sempat terjadi pertengkaran hebat antara penggugat dan tergugat, akhirnya mereka merasa tidak sanggup lagi tinggal bersama tergugat, sehingga pada tanggal 18 Agustus 2020 penggugat meninggalkan tergugat. Menyatakan perkawinan antara penggugat dan tergugat dilangsungkan di Surakarta pada tanggal 24 Maret 1992 berdasarkan ekstrak akta nikah nomor C.42/1992 tanggal 24 Maret yang dikeluarkan oleh Kantor Catatan Sipil Kota Surakarta *Bubar* karena perceraian. Bahwa penggugat dan tergugat menikah di Surakarta pada tanggal 24 Maret 1992 berdasarkan ekstrak akta nikah no.

Sedangkan dalam perkawinan sering terjadi pertengkaran antara penggugat dan tergugat dan penyebab pertengkaran tersebut adalah: Tergugat selingkuh; P-5) Penggugat dan tergugat menikah di Surakarta pada tanggal 24 Maret 1992, sebagaimana terlihat dari ekstrak akta nikah nomor C.43/1992, tanggal 24 Maret 1992, yang diterbitkan oleh Catatan Sipil Surakarta. Mengingat perkawinan antara penggugat dan tergugat dilangsungkan di Surakarta pada tanggal 24 Maret 1992, sesuai kutipan akta nikah no.

Diketahui tergugat dan penggugat menikah di Surakarta pada tanggal 24 Maret 1992, perkawinan antara penggugat dan tergugat berlangsung rukun dan serasi serta dikaruniai 3 (tiga) orang anak. Pada awal pernikahan, penggugat dan tergugat sepakat untuk menciptakan keluarga bahagia dan sejahtera. Majelis hakim menilai penggugat dan tergugat sering bertengkar karena tergugat selingkuh dan akhirnya pada tanggal 18 Agustus 2020 penggugat meninggalkan tergugat dan hingga saat ini penggugat dan tergugat sudah tidak berhubungan lagi, sehingga hal tersebut dapat terjadi. dipandang sebagai pertengkaran yang terus-menerus, namun jika pertengkaran tersebut tidak dapat dihindari oleh salah satu pihak atau kedua belah pihak, sehingga unsur ikatan batin dan jasmani kedua belah pihak tidak dapat bersatu kembali.

Sebab penggugat dan tergugat telah memenuhi alasan perceraian yang tercantum dalam Pasal 19 huruf (f) PP Nomor 9 Tahun 1975 tentang pelaksanaan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Berdasarkan pertimbangan hakim, majelis hakim berpendapat bahwa penggugat dan tergugat sering bertengkar karena tergugat tidak setia, dan akhirnya pada tanggal 18 Agustus 2020, penggugat meninggalkan tergugat, dan hingga saat ini penggugat dan tergugat tidak lagi memiliki kontak. jadi ini bisa dilihat sebagai perselisihan.

PENUTUP

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil penelitian yang menganalisis putusan Pengadilan Agama Kalianda mengenai perceraian dengan alasan cerai talak dan gugatan rekonvensi, majelis hakim

Menimbang, bahwa kriteria perbuatan yang melanggar hukum menurut Yurisprudensi ada 4 (empat) yaitu berbuat atau tidak berbuat yang bertentangan dengan kewajiban hukum

Perceraian dapat terjadi karena alasan-alasan tertentu, diantaranya adalah karena salah satu pihak mendapat cacat badan atau penyakit dengan akibat tidak dapat

Hasil penelitian menunjukkan bahwa alasan Pemohon mengajukan pemohonan izin poligami karena calon istri kedua telah hamil, bahwa alasan itu tidak sesuai dengan Undang-undang

akhirnya penulis dapat menyelesaikan tugas akhir ini dengan judul “Analisis Putusan Pengadilan Agama Tentang Cerai Gugat Isteri Terhadap Suami Berbuat Zina (Studi Kasus

Satu peraturan tidak dilihat sebagai peraturan yang berdiri sendiri, tetapi sebagai bagian dari satu sistem.11 Meskipun pihak-pihak dalam kasus ini adalah tentang Notaris dan Karyawan

waktu kurang dari 2 tahun, padahal seharusnya dalam alasan perceraian minimal 2 tahun berturut-turut ditinggalkan baru bisa mengajukan perceraian, ada pula yang mengajukan perceraian

Kemudian, setiap pihak atau orang yang melakukan perjanjian kontrak ini disebut sebagai pihak yang memiliki hubungan hukum yang mana berarti dapat mengakibatkan terdapatnya suatu hak