• Tidak ada hasil yang ditemukan

[SUMMARY] - Sumber Daya dalam Teknologi Pendidikan (Resources)

N/A
N/A
Muhammad Rafeli Fakhlipi

Academic year: 2024

Membagikan "[SUMMARY] - Sumber Daya dalam Teknologi Pendidikan (Resources)"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

Daftar Isi

Pengantar Teknologi Pendidikan ... 3

Tinjauan Umum Sumber Daya Teknologi ... 3

Media Tradisional dalam Pendidikan Tinggi ... 3

Peran Teknologi Pendidikan ... 3

Pertimbangan Efektivitas dan Efisiensi... 3

Jenis Sumber Daya Pendidikan ... 4

Perkembangan Sejarah ... 4

Pendidikan Visual Dini ... 4

Evolusi Film Pendidikan ... 4

Pertumbuhan Pembelajaran Audiovisual ... 5

Perkembangan Pasca Perang ... 5

Revolusi Komputer dalam Pendidikan ... 5

Era Internet dan Pembelajaran Jarak Jauh... 6

Alat, Bahan, dan Perangkat ... 6

Perbedaan Antara Media Analog dan Digital ... 6

Integrasi Teknologi ... 7

Media Digital dan Komputasi ... 7

Pembelajaran Berbasis Web ... 8

Sistem Manajemen Pembelajaran ... 8

Teknologi Baru ... 8

Spesialis Teknologi Pendidikan... 9

Ahli dalam Bidang yang Dilamar... 10

Pertimbangan Etis ... 10

Kesimpulan ... 10

Referensi ... 11

(3)

Resouces (Sumber Daya)

Anthony Karl Betrus

Universitas Negeri New York di Potsdam

Pengantar Teknologi Pendidikan

Teknologi pendidikan adalah studi dan praktik etis untuk memfasilitasi pembelajaran dan meningkatkan kinerja dengan menciptakan, menggunakan, dan mengelola proses dan sumber daya teknologi yang tepat. Istilah "teknologi" mengacu pada alat, materi, perangkat, pengaturan, dan orang yang berinteraksi dengan peserta didik untuk memecahkan masalah pembelajaran dan kinerja. Evolusi sumber daya ini dan dampak teknologi yang muncul membedakan teknolog pendidikan dari upaya serupa di bidang lain.

Tinjauan Umum Sumber Daya Teknologi

Sumber daya teknologi terutama berupa alat, materi, perangkat, pengaturan, dan orang yang digunakan untuk memecahkan masalah pembelajaran dan kinerja. Sementara sumber daya digital telah menjadi terkenal dalam literatur terkini, sumber daya analog seperti buku teks, proyektor overhead, dan perekam kaset video ( VcR ) masih banyak digunakan dalam lingkungan perusahaan dan pendidikan. Dalam pelatihan perusahaan, manual dan buku kerja digunakan dalam lebih dari tiga perempat dari semua program pelatihan, sementara rekaman video digunakan dalam lebih dari setengahnya.

Media Tradisional dalam Pendidikan Tinggi

Dalam pendidikan tinggi, media audiovisual (AV) tradisional, seperti papan tulis, papan tulis putih, dan proyektor overhead, terus digunakan untuk mata kuliah yang membutuhkan gambar definisi tinggi. Sementara tren saat ini menunjukkan peningkatan penggunaan sumber daya digital, instruktur akan terus menggunakan dan menuntut dukungan untuk media tradisional ini.

Peran Teknologi Pendidikan

Teknologi pendidikan memainkan peran penting dalam memfasilitasi pembelajaran dan meningkatkan kinerja. Istilah "tepat" mengacu pada pemilihan perangkat keras dan perangkat lunak yang digunakan dalam pendidikan, dengan mempertimbangkan kesesuaian dan kompatibilitasnya dengan tujuan pendidikan. Ini termasuk mematuhi standar profesional, seperti undang-undang hak cipta dan hak kekayaan intelektual, dan mengikuti prosedur profesional yang baik untuk evaluasi dan pemilihan materi dan peralatan.

Pertimbangan Efektivitas dan Efisiensi

Ketika mempertimbangkan sumber daya untuk pelajaran atau program instruksional, isu lain ikut berperan, seperti efektivitas dan efisiensi. Efektivitas mengacu pada kesesuaian dan kompatibilitas sumber daya tertentu dengan tujuan instruksional tertentu, seperti kemungkinan menghasilkan hasil positif dan keberlanjutan dalam lingkungan lokal. Efisiensi mengacu pada penggunaan waktu dan sumber daya secara bijaksana, termasuk upaya teknolog pendidikan itu sendiri. Di sektor swasta, pertimbangan produktivitas harus diberi prioritas tinggi, karena keputusan pembelian harus mempertimbangkan perangkat keras dan perangkat

(4)

lunak mana yang akan memberikan manfaat terbesar bagi sebagian besar pelajar atau manfaat terbesar bagi keberhasilan organisasi.

Jenis Sumber Daya Pendidikan

Sumber daya berdasarkan rancangan dan sumber daya berdasarkan pemanfaatan adalah dua jenis sumber daya berbeda yang tersedia untuk membantu memfasilitasi pembelajaran.

Materi atau sumber daya instruksional secara khusus dirancang untuk tujuan pembelajaran, sementara sumber daya dunia nyata ada sebagai bagian dari dunia sehari-hari yang normal tetapi dapat ditemukan, diterapkan, dan digunakan untuk tujuan pembelajaran. Sumber daya ini menjadi sumber daya pembelajaran berdasarkan rancangan dan yang lainnya menjadi sumber daya pembelajaran berdasarkan pemanfaatan.

Singkatnya, sumber daya yang tepat memainkan peran integral dalam memfasilitasi pembelajaran dan meningkatkan kinerja dalam teknologi pendidikan. Sumber daya tersebut harus dipilih berdasarkan standar profesional, pedoman etika, dan harapan politik, sosial, dan budaya. Sumber daya berdasarkan desain dan sumber daya berdasarkan pemanfaatan merupakan komponen penting dari teknologi pendidikan, karena sumber daya tersebut memainkan peran penting dalam memfasilitasi pembelajaran dan meningkatkan kinerja.

Perkembangan Sejarah

Bidang teknologi pendidikan muncul pada awal tahun 1900-an sebagai kelompok praktisi yang terbentuk secara longgar dengan minat yang sama dalam menggunakan sumber daya teknologi baru sebagai alternatif pendidikan tradisional. Perbedaan ini terus berlanjut hingga saat ini, seiring munculnya sumber daya teknologi baru dan memudarnya sumber daya tersebut. Munculnya sumber daya pendidikan setelah papan tulis dan buku teks dapat dipandang sebagai katalisator pembentukan teknologi pendidikan sebagai bidang yang berbeda.

Pendidikan Visual Dini

Penggunaan ilustrasi yang digambar dengan tangan dalam buku teks merupakan salah satu contoh tertua penggunaan sumber daya pendidikan dan dianggap oleh beberapa orang sebagai penanda awal mula bidang teknologi pendidikan. Karya Johannes Amos Comenius, orbis Sensualium Pictus (Dunia yang Terlihat dalam Gambar), adalah buku teks sekolah dasar yang menyertakan ilustrasi konsep umum untuk melengkapi kata-kata. Gerakan instruksi visual, yang juga dikenal sebagai slide, ditandai dengan munculnya dan penggunaan teknologi gambar diam dan gambar bergerak sebagai sumber daya pengajaran. Upaya awal untuk menyediakan sumber daya ini secara luas di seluruh distrik sekolah mencakup pengumpulan dan pengorganisasian materi visual ke dalam museum pendidikan.

Evolusi Film Pendidikan

Film bisu merupakan cikal bakal langsung film edukasi yang mulai muncul sekitar tahun 1910. Sinematografer Inggris dan Prancis memamerkan film yang memperlihatkan pemandangan menakjubkan seperti makhluk mikroskopis, serangga yang terbang, dan pemandangan laut bawah laut. Pada tahun 1920-an, para pendidik dapat menemukan banyak jenis film untuk digunakan—film teater yang disunting (sering kali dengan buruk) untuk tujuan khusus, film industri (sering kali memberikan penggambaran yang bias terhadap subjeknya), film pemerintah, dan sejumlah kecil film yang diproduksi khusus untuk ruang kelas.

(5)

Departemen Pembelajaran Visual (DVI) dari National Education Association muncul pada tahun 1923 sebagai organisasi profesional terkemuka yang berkecimpung dalam penggunaan gambar untuk meningkatkan pembelajaran. Pembelajaran audiovisual, yang menggunakan suara dan video untuk meningkatkan pembelajaran, telah menjadi aspek penting dari teknologi pendidikan sejak awal mulanya.

Pertumbuhan Pembelajaran Audiovisual

Teknologi pendidikan telah berkembang pesat selama bertahun-tahun, dengan berbagai sumber daya teknologi memainkan peran penting dalam pengembangan lembaga pendidikan.

Rekaman fonograf, yang ditemukan pada tahun 1910, merupakan format rekaman suara pertama yang tersedia secara luas, yang digunakan hampir secara eksklusif untuk musik. Film bersuara, yang dikembangkan pada akhir tahun 1920-an, menjadi teknologi yang unggul untuk

"film bicara," tetapi ada penolakan yang cukup besar terhadap hal ini di komunitas pendidikan.

Stasiun radio juga berkembang, dengan banyak universitas Amerika memperoleh lisensi untuk mengoperasikannya pada awal tahun 1920-an.

Media audiovisual, seperti proyektor slide lentera, penerima radio, proyektor film bisu 16mm, proyektor film bisu 35mm, proyektor filmstrip, proyektor buram, proyektor mikroslide, proyektor film bersuara 16mm, dan proyektor film bersuara 35mm, ditambahkan ke basis sumber daya visual yang terus berkembang. Pada tahun 1947, Departemen Instruksi Audiovisual (DAVI) diubah menjadi DAVI karena penambahan komponen audio ke teknologi film yang ada dan menjamurnya stasiun radio pendidikan.

Perkembangan Pasca Perang

Pada periode pasca-PD II, kemakmuran ekonomi dan menuanya anak-anak "generasi baby boom" menyebabkan periode perluasan sekolah dan media pendidikan yang dibutuhkan untuk mendukung pendidikan modern. Peralatan dan materi AV merupakan inti dari bidang ini, dengan sekolah-sekolah negeri di Amerika Serikat memiliki sekitar 7.000.000 strip film, 3.000.000 piringan hitam, 1.000.000 slide, 700.000 film, dan 400.000 rekaman pita. Program- program televisi mulai disiarkan ke khalayak sekolah, dengan beberapa pihak bereksperimen dengan radio dan televisi, yang pada dasarnya memutar ulang skenario radio.

Asosiasi Komunikasi dan Teknologi Pendidikan (AECT) didirikan pada tahun 1971, yang mencerminkan penekanan organisasi yang lebih luas pada upaya AV tradisional, teori pembelajaran, teori komunikasi, dan pendekatan sistematis terhadap pendidikan. Pada akhir tahun 1960-an, promosi James D. Finn terhadap konsep teknologi instruksional digabungkan dengan popularisasi istilah "teknologi pendidikan" oleh pengikut BF Skinner untuk menggambarkan lingkungan pembelajaran yang berpusat pada penguatan . Pergeseran dari pandangan yang berpusat pada produk ke pandangan yang berpusat pada proses ini ditandai dengan perubahan nama organisasi nasional menjadi Asosiasi Komunikasi dan Teknologi Pendidikan (AECT).

Revolusi Komputer dalam Pendidikan

Teknologi pendidikan telah berkembang secara signifikan sejak awal mulanya pada tahun 1959, dengan diperkenalkannya komputer dan sumber daya lain untuk pengajaran dan pelatihan. Proyek PLAto dan TIccIt pada tahun 1960-an dan 1970-an mengeksplorasi berbagai metode dan mata pelajaran pedagogis, termasuk instruksi berbantuan komputer ( cAI ) untuk

(6)

mahasiswa. Penjelajah awal seperti Seymour Papert mengembangkan bahasa pemrograman yang disebut " LoGo " untuk membantu anak-anak berpikir secara matematis, yang kemudian diperluas untuk membangun struktur virtual dari balok LeGo® . Mempopulerkan komputer pribadi mandiri pada tahun 1980-an membebaskan pengguna dari keharusan terhubung ke jaringan kabel, sehingga menciptakan pasar untuk produk hiburan dan pendidikan pada disket, CDROM, DVD, dan kemudian Internet.

Era Internet dan Pembelajaran Jarak Jauh

Pertumbuhan Internet pada akhir tahun 1990-an membawa pengguna kembali ke mode jaringan, dan World Wide Web menyediakan hubungan antara jaringan yang tersebar dan pengguna individu, yang memungkinkan pendidikan jarak jauh meningkat popularitasnya.

Pada akhir tahun 1990-an, hampir setiap universitas dan banyak sistem sekolah menawarkan menu kursus pembelajaran jarak jauh melalui Web.

Perubahan dalam mode dan sistem penyampaian yang ditimbulkan oleh revolusi komputer telah berdampak besar pada kehidupan profesional di bidang yang terkait dengan teknologi pendidikan. International Society for Technology in Education (ISTE) telah mengubah wacana dalam asosiasi tersebut, dengan sebagian besar publikasi dan sesi konferensi dikhususkan untuk pertimbangan komputasi instruksional.

Pandangan alternatif tentang teknologi pendidikan yang digerakkan oleh sumber daya telah muncul, dengan beberapa orang dan organisasi mempertahankan fokus yang lebih sempit pada sumber daya yang digerakkan oleh perangkat keras daripada teori atau proses. Pendekatan ini dicontohkan oleh definisi teknologi pendidikan dari International Technology Education Association ( IteA ): "Pemanfaatan perkembangan teknologi, seperti komputer, peralatan audio-visual, dan media massa, sebagai alat untuk meningkatkan dan mengoptimalkan lingkungan belajar mengajar di semua mata pelajaran sekolah, termasuk pendidikan teknologi."

Prediksi tentang potensi pengaruh teknologi baru terhadap pendidikan telah terus menerus dibuat seiring munculnya teknologi baru. Memahami sistem yang lebih luas tempat sumber daya digunakan dan disebarkan, beserta faktor-faktor yang memengaruhi perubahan dalam sistem ini, akan membantu melembutkan jenis pernyataan berlebihan ini. Kemungkinan besar kita belum melihat ramalan terakhir tentang "akhir pendidikan seperti yang kita ketahui".

Alat, Bahan, dan Perangkat

Teknologi pendidikan telah berkembang dari waktu ke waktu, memanfaatkan alat, materi, dan perangkat sebagai sumber daya. Alat digunakan untuk membuat dan memanipulasi materi, yang kemudian diakses oleh perangkat. Perangkat lebih sederhana daripada alat dan paling sering digunakan terutama untuk mengakses materi melalui tampilan dan interaksi dengannya. Hubungan antara istilah-istilah ini tidak selalu jelas, tetapi dapat berguna sebagai cara umum untuk melihat hubungan antara istilah-istilah ini.

Perbedaan Antara Media Analog dan Digital

Media adalah istilah lain yang digunakan dalam teknologi pendidikan, yang merujuk pada perusahaan komunikasi massa, materi instruksional, dan perangkat fisik yang menyimpan data. Dalam penggunaan sehari-hari, analog berarti sesuatu yang menyerupai sesuatu yang lain, dan sinyal analog terus berubah baik dalam waktu maupun amplitudo. Rekaman suara analog dibuat dengan menerjemahkan variasi tekanan udara yang mengenai mikrofon menjadi variasi

(7)

amplitudo tegangan yang sesuai. Gambar televisi analog mirip dengan proyeksi film karena seluruh gambar dilukis di layar dengan setiap bingkai.

Alat, materi, dan perangkat analog digunakan untuk melengkapi proses belajar mengajar selama seabad terakhir. Alat, materi, dan perangkat analog dinilai karena ketepatan reproduksi dan kegunaannya yang tinggi tanpa perantara komputer. Misalnya, contoh video pelatihan menggambarkan hubungan antara alat, materi, dan perangkat dalam teknologi pendidikan.

Singkatnya, teknologi pendidikan memanfaatkan berbagai alat, materi, dan perangkat untuk meningkatkan proses belajar mengajar. Meskipun teknologi digital telah menggantikan alat analog , teknologi tersebut tetap berharga karena ketepatan reproduksi dan kegunaannya yang tinggi tanpa perantara komputer.

Integrasi Teknologi

Teknologi pendidikan memiliki tradisi panjang dalam menggabungkan fungsi dan fitur berbagai alat, bahan, atau perangkat menjadi satu teknologi terpadu. Koleksi luas alat, perangkat, dan bahan analog bersejarah disimpan di University of Northern Illinois di Blackwell History of Education Museum dan dapat diakses melalui World Wide Web melalui tur Virtual peralatan Aect Archive. Ketertarikan para teknolog pendidikan terhadap perangkat baru dan canggih seperti itu secara tradisional telah menentukan bidang ini.

Meskipun kemajuan terkini di bidang ini jelas berpusat pada penggunaan sumber daya digital, warisan bidang ini terletak pada penggunaan sumber daya analog untuk meningkatkan pendidikan. Sumber daya analog, seperti proyektor overhead, VcR , dan materi cetak yang disusun secara lokal, tetap menjadi bagian integral dari sebagian besar lingkungan pengajaran.

Atribut penting sumber daya analog —termasuk definisi tinggi, kemudahan pembuatan, penyesuaian, dan hambatan pengetahuan yang lebih rendah untuk penggunaan—kemungkinan besar akan memastikan bahwa sumber daya tersebut akan terus digunakan dalam berbagai lingkungan pengajaran dan pembelajaran di masa mendatang.

Media Digital dan Komputasi

Media digital adalah media yang disimpan dan dikirimkan melalui kode digital, biasanya kode biner—0 atau 1, mati atau hidup. Keuntungan penyimpanan digital adalah data umumnya lebih mudah dimanipulasi, lebih ringkas untuk disimpan, dan presentasi yang dihasilkan dapat dikirimkan atau direproduksi berkali-kali tanpa kehilangan kualitas.

Saat ini, teknologi terpadu yang paling umum digunakan dari perspektif perangkat keras adalah komputer pribadi. Komputer menawarkan potensi kemudahan penggunaan dan kenyamanan yang tidak dimiliki oleh teknologi terpadu lainnya, yang menyebabkan menjamurnya komputer di masyarakat luas serta dalam pendidikan dan pelatihan. Tren masyarakat terhadap peningkatan penggunaan komputer kemungkinan besar akan terus berlanjut di masa mendatang, dan karena teknologi pendidikan terkait erat dengan teknologi saat ini, kemungkinan besar sumber daya pendidikan masa depan akan semakin digital dan berbasis komputer.

(8)

Pembelajaran Berbasis Web

Internet dan World Wide Web telah memperluas potensi untuk berbagi informasi dari jarak jauh secara signifikan, dengan munculnya antarmuka pengguna grafis dan World Wide Web menjadi protokol Internet yang paling populer. Karena World Wide Web menjadi platform standar de facto untuk berbagi sumber daya, konsep sebelumnya tentang program hipermedia yang berada dalam sistem komputer lokal pun tergeser.

Materi pembelajaran untuk World Wide Web meliputi perangkat lunak pendidikan, permainan pendidikan, simulasi pembelajaran, perangkat lunak pendidikan, video pembelajaran, materi referensi, rekaman audio, dan film. Tren saat ini mengarah pada peningkatan penekanan pada pembuatan materi pembelajaran untuk World Wide Web, dengan berbagai alat yang tersedia untuk tujuan ini.

Lingkungan interaktif, seperti simulasi dan permainan simulasi, memungkinkan pelajar untuk mengeksplorasi situasi dinamis yang kompleks, seperti konflik antar individu dan kelompok. WebQuest, yang diciptakan oleh Dodge (1995), bertujuan untuk pembelajaran mendalam melalui proses berpikir kritis. Pendidikan jarak jauh berbasis web dimulai pada abad ke-19 menggunakan korespondensi melalui pos dan berlanjut hingga sebagian besar abad ke- 20 dengan radio, kemudian televisi. Pada akhir 1990-an dan awal 2000-an, ratusan universitas dan bisnis mengadopsi platform Web untuk pendidikan dan pelatihan jarak jauh mereka, menjangkau jutaan siswa.

Sistem Manajemen Pembelajaran

Sistem manajemen kursus ( cM ) telah memberikan dorongan untuk pengajaran berbasis Web, menggabungkan semua layanan yang disebutkan sebelumnya, sehingga siswa dapat masuk sekali dan memiliki semua layanan komunikasi mereka tersedia dengan sekali klik, tanpa harus keluar masuk Web. Blackboard.com memperkenalkan cM pertamanya , courseInfo , pada tahun 1999, dan pada tahun 2006, bergabung dengan pesaing terbesarnya, Webct , mendominasi bidang cM perguruan tinggi dan universitas

Di sisi korporat, istilah sistem manajemen pembelajaran (LM) lebih disukai, mengacu pada sistem yang tidak hanya memberikan instruksi tetapi juga menyimpan catatan kemajuan pengguna, mendokumentasikan pencapaian dan sertifikasi yang mungkin telah mereka peroleh.

Teknologi Baru

Aplikasi yang muncul di Internet dan Web memiliki potensi pendidikan yang besar.

Weblog, seperti blog, menyediakan tingkat interaktivitas yang tinggi di antara pengguna, yang memungkinkan guru dan siswa untuk berkomunikasi dalam ruang daring yang sangat interaktif. Wiki, mirip dengan weblog, memungkinkan pengguna untuk secara bebas dan kolaboratif menambahkan, memodifikasi, dan memanipulasi informasi daring menuju pemahaman kolektif tentang suatu ide atau konsep. Media seluler, seperti telepon digital, jam tangan, komputer laptop, komputer kompak, komputer genggam, dan asisten data pribadi (PDA), menjadi lebih umum dan suatu hari nanti dapat menggantikan komputer desktop sebagai cara utama di mana informasi di Internet diakses dan berinteraksi.

Sistem Pendukung Kinerja Elektronik (EPSS) adalah basis data elektronik yang dapat diakses melalui web yang menyediakan informasi tepat waktu bagi karyawan dalam suatu

(9)

organisasi. Meskipun tidak dirancang sebagai alat atau sumber daya pendidikan, pembelajaran dapat terjadi saat pengguna berulang kali menggunakan informasi yang sama. Penggunaannya sebagai sumber daya sangat penting untuk desain instruksional yang baik, termasuk pengaturan internal dan eksternal. Teori pembelajaran konstruktivis telah mendorong peningkatan upaya untuk mengatur lingkungan pembelajaran yang autentik, kompleks, dan kaya informasi.

Sumber daya komunitas, seperti museum, perpustakaan, kebun binatang, rumah sakit, kantor polisi, dan pemadam kebakaran, dapat memperkenalkan peserta didik pada contoh- contoh autentik dari konsep dan ide yang mereka pelajari di kelas. Kunjungan lapangan, yang merupakan perjalanan ke luar kelas untuk mempelajari proses, orang, dan objek nyata, sering kali digunakan untuk membenarkan waktu, upaya, dan biaya yang terkait dengan kunjungan lapangan. Kunjungan lapangan virtual, yang dimungkinkan oleh teknologi, menawarkan kemungkinan untuk menjelajahi banyak lokasi yang jika tidak demikian akan terlalu mahal atau tidak mungkin dikunjungi secara logistik.

Spesialis Teknologi Pendidikan

Teknologi pendidikan memainkan peran penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang kaya informasi yang mendukung pembelajaran dan pemahaman. Lingkungan ini merupakan lingkungan yang kaya untuk pembelajaran aktif ( ReAL ) dan dicirikan dengan melibatkan peserta didik dalam situasi bermasalah yang realistis. Spesialis teknologi pendidikan, yang juga dikenal sebagai koordinator teknologi atau spesialis dukungan instruksional, memainkan peran penting dalam memahami sejumlah besar sumber daya yang tersedia.

Di sekolah, para ahli teknis ini mendukung berbagai kebutuhan teknologi sistem sekolah, termasuk penggunaan teknologi oleh guru, siswa, dan administrator untuk mendukung pembelajaran. Mereka sering mengambil peran tambahan dalam memelihara infrastruktur teknologi sekolah, seperti server Web, server email, dan jaringan data sekolah. Di perguruan tinggi dan universitas, ada tren untuk menciptakan pusat pengajaran, pembelajaran, dan teknologi ( tLtcs ), yang menggabungkan layanan dukungan teknologi informasi dan pengembangan fakultas, terkadang menambahkan perpustakaan.

Spesialis teknologi pendidikan yang bekerja di unit-unit ini cenderung mengkhususkan diri dalam dukungan instruksional, menyerahkan dukungan teknis, pemeliharaan server, dan dukungan jaringan data kepada sekelompok orang di bagian atau departemen yang berbeda.

Mereka membantu fakultas dalam meningkatkan kursus mereka dan meminta saran dan bantuan dari para spesialis ini.

Di perusahaan, pemerintahan, dan organisasi besar lainnya, spesialis teknologi pendidikan sering ditempatkan di lokasi pusat, lokasi satelit, atau keduanya. Personel ini biasanya bekerja di departemen pelatihan dan biasanya menyandang gelar pelatih, spesialis pelatihan, atau sejenisnya. Mereka secara langsung mendukung pelatihan dan pembelajaran dalam organisasi mereka, menyediakan dukungan teknologi yang luas dan mengembangkan serta memberikan pelatihan kepada karyawan atas permintaan manajemen.

Spesialis teknologi pendidikan memainkan peran penting dalam menyediakan sumber daya dan keahlian teknologi bagi siswa, guru, karyawan, dan anggota organisasi yang berupaya memecahkan masalah pembelajaran menggunakan teknologi. Peran penting mereka dalam

(10)

memanfaatkan sumber daya teknologi telah menjadikan mereka penting dalam lanskap pendidikan yang berubah dengan cepat saat ini.

Ahli dalam Bidang yang Dilamar

Teknologi pendidikan memainkan peran penting dalam desain instruksi, dengan para ahli mata pelajaran berperan sebagai sumber daya yang berharga melalui pemanfaatannya. Para ahli ini memberikan masukan terhadap keputusan konten dan memberikan pendapat tentang kualitas materi. Mereka juga dapat digunakan selama instruksi untuk memberikan siswa akses langsung ke para ahli, seperti pengajar museum atau penulis buku. Guru ahli sering digunakan sebagai konsultan untuk menyampaikan kuliah tamu, pidato, atau seminar, yang menyediakan sumber daya pembelajaran yang berharga bagi siswa.

Pertimbangan Etis

Kekhawatiran etis bagi para profesional teknologi pendidikan mencakup memastikan akses yang adil terhadap sumber daya bagi semua pelajar, khususnya dalam kesenjangan digital dan penerapan Amandemen Undang-Undang Rehabilitasi tahun 1998. Kesenjangan digital terutama merupakan masalah sosial ekonomi, dengan kesenjangan antara sekolah dan masyarakat kaya dan miskin. Untuk mengatasi hal ini, dana hibah sering digunakan untuk melengkapi sumber daya teknologi di lingkungan yang lebih miskin, dengan spesialis teknologi pendidikan yang bertindak sebagai penulis dan koordinator hibah utama.

Aksesibilitas dan desain universal juga merupakan pertimbangan etika yang penting bagi teknolog pendidikan. Undang-Undang Rehabilitasi tahun 1973 yang diamandemen pada tahun 1998, yang mensyaratkan akses yang sama terhadap informasi bagi semua pegawai federal AS, mensyaratkan agar sumber daya, khususnya teknologi elektronik dan informasi, dibuat dapat diakses oleh penyandang disabilitas. Desain universal, yang melibatkan pembuatan sumber daya yang bermanfaat secara luas bagi sebanyak mungkin orang, telah menjadi semakin populer seiring meningkatnya kepekaan terhadap masalah aksesibilitas.

Kesimpulan

Kesimpulannya, sumber daya dapat berupa alat, materi, perangkat, orang, dan lingkungan yang digunakan peserta didik untuk memecahkan masalah pembelajaran dan kinerja. Bidang teknologi pendidikan secara historis telah terjalin erat dengan penggunaan teknologi baru, dan pada paruh kedua abad ke-20, bidang ini berkembang melampaui konsepsi teknologi pendidikan sebelumnya yang lebih sederhana dan berbasis sumber daya. Fokus bersama tetap pada penggunaan sumber daya teknologi baru yang tepat untuk memfasilitasi pembelajaran dan meningkatkan kinerja.

(11)

Referensi

American Association of school Librarians and Association for educational communications and technology. (1998). Information power: Building partnerships for learning. chicago:

ALA editions. Association for educational communications and technology. (1972, october).

The field of educational technology: A statement of definition. Audiovisual Instruction, 17(8), 36–43.

Association for educational communications and technology. (1999). AecT archive equipment virtual tour. Blackwell History of education Museum, university of Northern Illinois.

Retrieved september 28, 2004, from

http://www.cedu.niu.edu/blackwell/multimedia/high/tour.html

Cuban, L. (1986). Teachers and machines: The classroom use of technology since 1920.New York: teachers college Press. [AQ11] ER5861X_C008.indd 238 4/12/07 4:04:52 PM 8.

reSoUrceS • 239

Dean, J. (1975). Audiovisual media sales trends: eMPc survey. In J. W. Brown (ed.), educational media yearbook 1975–1976 (pp. 119–122). New York: R. R.Bowker.

Dodge, B. (1995). WebQuests: A technique for Internet-based learning. Distance educator, 1(2), 10–13.

Dodge, B. (2001). Focus: Five rules for writing a great WebQuest. Learning and Leading with Technology, 28(8), 58.

Dolezalek, H. (2004, october). Industry report 2004. Training, 41(10), 20–36. Goldman, s., Williams, s., sherwood, R., Hasselbring, t., & cognition and technology Group at Vanderbilt. (1999). Technology for teaching and learning with understanding: A primer.

New York: Houghton-Mifflin.

Heinich, R., Molenda, M., Russell, J., & smaldino, s. (1999). Instructional media and technologies for learning (6th ed.). englewood cliffs, NJ: Prentice Hall.

Heinich, R., Molenda, M., Russell, J., & smaldino, s. (2001). Instructional media and technologies for learning (7th ed.). englewood cliffs, NJ: Prentice Hall.

Information technology: Medical information company announces alliance with school of dentistry. (2005, october 1). obesity, Fitness & Wellness Week, 873.

International technology education Association. (2003). Advancing excellence in technological literacy: Student assessment, professional development, and program standards (National science Foundation Grant No.esI-0000897; National Aeronautics and space

(12)

Administration Grant No.Ncc5-519). Retrieved April 5, 2006, from http://www.iteaconnect.org/tAA/PDFs/AetL.pdf

Lenzer, R., & Johnson, s. s. (1997, March 10). seeing things as they really are. Forbes.

Levenson, W. B., & stasheff, e. (1952). Teaching through radio and television (Rev. ed.).

New York: Rinehart & co.Long, P. D. (2001, June). trends: technology support trio.

Syllabus, 8.

Molenda, M., & Bichelmeyer, B. (2005). Issues and trends in instructional technology: slow growth as economy recovers.

In Morey, J. Mcclendon, & R. M.Branch (eds.), educational media and technology yearbook 2005 (Vol. 30,pp. 3–28). englewood, co: Libraries unlimited.

Petroski, H. (2006). Success through failure: The paradox of design. Princeton, NJ:Princeton university Press.

Reiser, R. A. (2007). A history of instructional design and technology. In R. A. Reiser, & J. V.

Dempsey (eds.), Trends and issues in instructional design and technology (2nd ed., page numbers). upper saddle River, NJ: Pearson.

Referensi

Dokumen terkait

Manajemen sumber daya manusia adalah suatu proses menangani berbagai masalah pada ruang lingkup karyawan, pegawai, buruh, manajer dan tenaga kerja lainnya untuk

Ruang lingkup Draf Akademik RUU Pengelolaan Sumber Daya Genetika 2012, yaitu: (i) sumber daya genetika, derivatif dan kearifan berkaitan dengan sumber daya genetika;

Manajemen sumber daya manusia adalah suatu proses menangani berbagai masalah pada ruang lingkup karyawan, pegawai, buruh, manajer dan tenaga kerja lainnya untuk dapat

Manajemen sumber daya manusia adalah suatu proses menangani berbagai masalah pada ruang lingkup tenaga kerja baik karyawan, pegawai, buruh, manajer dan lainnya untuk

Sekolah memiliki sumber daya yang dapat dimanfaatkan untuk mencapai tujuan- tujuan pendidikan. Sumber daya pendidikan di sekolah dapat dikelompokkan menjadi: a) Sumber

Manajemen sumber daya manusia adalah suatu proses menangani berbagai masalah pada ruang lingkup karyawan, pegawai, buruh, manajer dan tenaga kerja lainnya untuk dapat menunjang

Manajemen sumber daya manusia ini merupakan suatu proses menangani berbagai masalah pada ruang lingkup karyawan, pegawai, buruh, manajer dan atau semua tenaga kerja yang menopang

 Pengelolaan Sumber Daya Manusia Pengelolaan sumber daya manusia SDM dalam bidang pendidikan adalah proses yang penting dalam memastikan sistem pendidikan berjalan dengan baik, dan