TAFSIR DAN HADIST EKONOMI
Artinya: Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian (Surat Az-Zariyat Ayat 19)
Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah
Makna (لئاسلا) yakni orang fakir yang tidak memiliki apapun, kemudian meminta bantuan dari orang lain.
Sedangkan (مورحملا) yakni orang yang tidak mampu bekerja, namun dia menolak untuk meminta- minta, sehingga dianggap orang lain sebagai orang yang tidak butuh bantuan, sehingga tidak ada orang yang bersedekah kepadanya. Pendapat lain mengatakan ia adalah orang yang tertimpa musibah.
“Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.” (Q. S. Al-Baqarah (2): 275).
Barangsiapa yang mematuhi larangan riba maka tidak ada dosa baginya, dan urusannya yang telah lalu kembali kepada kehendak Allah. Dan barangsiapa yang kembali berinteraksi dengan riba karena menganggapnya halal maka dia sungguh telah jauh dari kebenaran dan akan kekal di neraka selamanya.
Hadits Riwayat Ibnu Abi Dunya tentang Perbandingan Riba dan Zina
لجرلا اهيزي ةينز نيثلثو تس نم ةئيطخلا يفهللا دنع مظعأ ابرلا نم لجرلا هبيصي مهردلا نإ (Innad dirhama yusiibuhur rijaala minar ribaa a'zomu 'indal lahafii khothiiati min sitti wa tsalatiina zaniyyatan yaziiha rojulu )
Artinya: Diriwayatkan dari Anas bin Malik RA bahwa Nabi ﷺ bersabda: "Sesungguhnya satu dirham yang didapatkan seorang Iaki-laki dari hasil riba Iebih besar dosanya di sisi Allah daripada berzina 36 kali." (HR Ibnu Abi Dunya).
Hadits Riwayat Muslim tentang Tertolaknya Doa Pelaku Riba
َكِلَذِل ُباَجَتْسُي ىَنَأَف ِماَرَحْلاِب َىِذُغَو ٌماَرَح ُهُسَبْلَمَو ٌماَرَح ُهُبَرْشَمَو ٌماَرَح ُهُمَعْطَمَو ِبَر اَي ِبَر اَي
Artinya:
“Wahai Rabbku, wahai Rabbku.” ‘Padahal, makanannya dari barang yang haram, minumannya dari yang haram, pakaiannya dari yang haram dan diberi makan dari yang haram, maka bagaimanakah Allah akan memperkenankan do’anya?’.” (HR. Muslim)
2. Menjual Diatas Jualan Saudaranya
Artinya:“Janganlah seseorang menjual di atas jualan saudaranya. Janganlah pula seseorang khitbah (melamar) di atas khitbah saudaranya kecuali jika ia mendapat izin akan hal itu” (HR. Muslim no.
1412
Yang dimaksud menjual di atas jualan saudaranya semisal seseorang yang telah membeli sesuatu dan masih dalam tenggang khiyar (bisa memutuskan melanjutkan transaksi atau membatalkannya), lantas transaksi ini dibatalkan. Si penjual kedua mengiming-imingi,
“Mending kamu batalkan saja transaksimu dengan penjual pertama tadi. Saya jual barang ini padamu (sama dengan barang penjual pertama tadi), namun dengan harga lebih murah.” Si penjual intinya mengiming-imingi dengan harga lebih menggiurkan atau semisal itu sehingga pembeli pertama membatalkan transaksi.