• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tata Cara Penarikan Sampel Sistematis

N/A
N/A
Nimas Ayu Eka Putri

Academic year: 2024

Membagikan "Tata Cara Penarikan Sampel Sistematis"

Copied!
26
0
0

Teks penuh

(1)

SYSTEMATIC

RANDOM SAMPLING

Oleh: J. Purwanto Ruslam

PERTEMUAN 8

SEKOLAH TINGGI ILMU STATISTIK

(2)

Pengantar

Pada penarikan sampel acak sederhana (SRS) setiap unit dipilih dengan menggunakan tabel angka random.

Dengan demikian kita harus menarik sampel sebanyak n kali.

Untuk memperingan penarikan sampel ini maka

diterapkan penarikan sampel secara sistematik,

dengan hanya mengambil satu angka random saja dan

lainnya akan mengikuti dengan menghitung

interval-nya.

(3)

SRS vs Systematic

(4)

Deskripsi

N unit dalam populasi diberi nomor urut 1 s/d N

Untuk memilih sampel sebanyak n unit, kita mengambil sebuah unit secara acak dari k unit pertama dan setiap unit ke-k setelah itu

Misal: k=15 dan unit pertama terpilih adalah nomor 13🡺unit-unit berikutnya adalah 28, 43, 58, dst

Pemilihan unit pertama akan menentukan sampel secara keseluruhan

(5)

PRINSIP

(6)

Jadi, systematic sampling adalah suatu teknik sampling di mana hanya unit pertama dipilih dengan bantuan angka random dan untuk mendapatkan sisanya dipilih secara otomatis menurut interval yang ditentukan sebelumnya

No

Mhs 1 2 3 4 5 6 7 8 9 60

Tinggi

(cm) 165 162 155 176 160 180 176 173 154 166

(7)

Linear Systematic Sampling

(8)

Circular Systematic Sampling

(9)

Systematic Arrangement

No 1 2 3 4 5 6 7 8

Nama Pegawai Amin Rizal Anis Harun Risma Fahri Ika Aris

Jenis Kelamin L L P L P L P L

Masa kerja 26 23 15 8 10 9 24 19

(10)

Systematic Arrangement

Populasi dikelompokkan berdasarkan jenis kelamin:

Populasi diurutkan berdasarkan masa kerja

Populasi diurutkan berdasarkan jenis kelamin dan masa kerja.

No 1 2 3 4 5 6 7 8

Nama Pegawai Amin Rizal Harun Fahri Aris Anis Risma Ika

Jenis Kelamin L L L L L P P P

Masa kerja 26 23 8 9 19 15 10 24

No 1 2 3 4 5 6 7 8

Nama Pegawai Harun Fahri Risma Anis Aris Rizal Ika Amin

Jenis Kelamin L L P P L L P L

Masa kerja 8 9 10 15 19 23 24 26

No 1 2 3 4 5 6 7 8

Nama Pegawai Harun Fahri Aris Rizal Amin Risma Anis Ika

Jenis Kelamin L L L L L P P P

Masa kerja 8 9 19 23 26 10 15 24

(11)

Hubungan dengan Stratified Sampling

Systematic sampling menstratifikasi populasi menjadi n strata yang terdiri dari:

k unit pertama, k unit kedua, dst.

Sampel sistematik sama precisenya dengan

stratified random sampling dengan satu unit per strata yang bersesuaian

= systematic sample

= stratified random sample

k 2

k

3 k

4 k

(12)

Perbedaan:

Systematic Sample:

Unit-unit terletak pada posisi yang relatif sama dalam strata

Stratified Random Sample:

Posisi dalam strata ditentukan secara terpisah

berdasarkan pengacakan di dalam masing-masing

strata.

(13)

Hubungan dengan Cluster Sampling

Dengan N=nk, populasi dibagi menjadi k unit sampling yang besar, yang masing-masing mengandung n unit original.

Pelaksanaan pemilihan sampel sistematik adalah pelaksanaan pemilihan satu dari unit-unit sampling yang besar ini secara acak.

Sebuah sampel sistematik adalah sebuah sampel acak sederhana dari satu unit cluster dari suatu populasi sebanyak k unit cluster.

(14)

KOMPOSISI K SAMPEL SISTEMATIK

NOMOR SAMPEL

1 2 i k

Rata-rata

(15)

PENDUGA RATA-RATA POPULASI

(16)

Ilustrasi

Perbandingan Sistematik Linear dan Sirkuler untuk N=nk

Sistematik linear

Jika diambil sampel dengan interval k=2, maka kemungkinan sampelnya:

1,3 2,4

Sistematik Sirkuler

Jika diambil sampel dengan interval k=2, maka

kemungkinan sampelnya:

1,3 2,4

1 2 3 4

1

2

3 4

(17)

Ilustrasi

Perbandingan Sistematik Linear dan Sirkuler untuk N≠nk Sistematik linear

Jika k=3, maka kemungkinan sampelnya:

1,4 2,5 3

Sistematik Sirkuler

Jika k=3, maka kemungkinan sampelnya:

1,4 4,2 2,5 5,3 3,1

1 2 3 4 5

1

2

3 4

5

(18)

PENDUGA RATA-RATA POPULASI

(19)

VARIANS PENDUGA RATA-RATA

Varians within dari k sampel sistematik

Varians within sampel sistematis yang besar

mengindikasikan bahwa sampel tsb adalah HETEROGEN

(20)

(21)

INTRACLASS CORRELATION COEFFICIENT

(22)

INTRACLASS CORRELATION COEFFICIENT

(23)

INTRACLASS CORRELATION COEFFICIENT

(24)

Latihan

(25)

Latihan

(26)

TERIMA KASIH

Have A Nice Sampling

Referensi

Dokumen terkait

pengambilan data dilakukan dengan penarikan sampel secara acak (random sampling). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan design one

Skripsi yang berjudul ANALISIS DAN PERANCANGAN PROGRAM APLIKASI PENENTUAN BESAR DAN PENARIKAN SAMPEL ACAK DENGAN METODA SIMPLE DAN SYSTEMATIC RANDOM SAMPLING ini disusun untuk

Pada penelitian ini dilakukan penarikan sampel secara random, responden yang digunakan untuk menjawab kuesioner untuk variabel kompetensi, motivasi dan kinerja

Penyekoran (pemberian lambang) dilakukan dari butir- butir item terhadap sampel secara keseluruhan, penyekoran dinyatakan dengan lambang angka satu selanjutnya disebut skor

Sedangkan metode penarikan contoh dilakukan secara acak sederhana ( simple random sampling ) dengan jumlah sampel sebanyak 18 responden pengrajin resam dan 13 responden

Setelah dilakukan standardisasi, selanjutnya ditentukan kadar zat organik (angka permanganat) yaitu dengan memasukkan 50 mL sampel ke dalam erlenmeyer 250 mL lalu

Metode optimized random walk (ORW) yang berfungsi untuk mengambil sampel secara akurat yang mewakili populasi graf dan memastikan bahwa bagian graf yang terpilih merupakan bagian

Penarikan sampel acak secara sederhana (simple random sampling) dapat digunakan apabila populasi yang diamati memiliki sifat homogen (atau hampir sama satu sama lain