• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tekun Berdoa

N/A
N/A
kefi Tipnoni

Academic year: 2024

Membagikan "Tekun Berdoa"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

TATA IBADAH MINGGU Minggu, 12 Mei 2024

“Tekun Berdoa”

(1 Samuel 1:1-28)

“Etnis Rote”

PERSIAPAN

Penatua : (berdoa dikonsistori)

PANGGILAN BERIBADAH (sebuah Instrumen sasando mengantar pembacaan narasi) LAKAMOLA ANAN SIO (Ritus Pertanian)

Suara 1 : Dalam ritual pertanian (hus), narasi puitik mengenai asal mula makanan orang Rote dikenal dengan Bini Pule Sio atau narasi Lakamola, yang menuturkan bahwa, makanan datang dari seberang laut dari timur (Timu dulu do Sepe laka). Pule sio dan poko falu adalah bibit tanaman. Angka sembilan (sio) dipasangkan dengan delapan (falu) adalah simbol kepenuhan atau kesempurnaan. Kesembilan jenis tamanan ini kemudian juga dikenal sebagai Lakamola Anan Sio dan berbagai variasi penyebutan seperti di Rote Timur khususnya Landu disebut dengan Lamora Anan Sios atau matan sios/sembilan benih dalam sistim pertanian lahan kering masyarakat.

Suara 2 : Dari jenis benih tersebut para petani menabur dan menanam di kebun, sawah dan ladang mereka, sambil memperhatikan beberapa faktor: jenis tanaman, kesuburan tanah, air, cuaca, serta doa yang sungguh-sungguh kepada Tuhan untuk memohon berkat dan keberhasilan dalam usaha pertanian mereka. Kemudian setelah hasil pertanian dikumpulkan, sebagai wujud rasa syukurnya petani membaginya atas beberapa bagian : Persembahan untuk Tuhan (Ramatua’a nun), Bibit untuk tahun berikut (bini neu’ manafali’ ), kebutuhan anggota keluarga (uma isin) dan untuk sesama (janda, duda, anak yatim-piatu/Ina falu,Tou falu, ana ma).

Melalui cerita ini makna penting yang kita dapati adalah bahwa pekerjaan sebagai petani membutuhkan ketekunan. Pun bertekun dalam doa mengajarkan petani untuk merendahkan diri dihadapan Tuhan memohon kesuburan bagi tanaman dan perlindungan dari berbagai hama penyakit dan bencana alam. Melalui ketekunan dalam doa, petani dapat memperoleh kekuatan untuk menghadapi tantangan dalam pekerjaannya.

Suara 1 : Seperti kisah Hana (I Samuel 1:20), seorang wanita yang tidak memiliki anak, sangat merindukan keturunan. Meskipun dicemooh oleh orang lain, ia tetap tekun dalam doa di hadapan Tuhan. Dan karena ketekunannya dalam berusaha dan berdoa, akhirnya Tuhan memberkatinya dengan seorang anak laki-laki dan diberi nama Samuel yang kemudian menjadi seorang nabi besar.

Diaken : Kisah Lakamola anan sio dan kisah Hana menyadarkan kita bahwa ketekunan berdoa tidak saja menolong kita untuk berkomunikasi dengan Allah, tetapi juga sebagai sarana meneguhkan iman dalam menanti jawaban Tuhan.

Marilah dengan kerendahan hati saya jemput Jemaat Tuhan berdiri dan kita menyanyikan..

Jemaat : NR. “Ku Masuk Ruang Maha Kudus

Kumasuk ruang Maha Kudus Ref: Kumenyembah-Mu, kusembah-Mu,

(2)

Dengan darah Anak Domba.

Kumasuk dengan hati tulus Menyembah Yang Maha Kuasa.

Kumenyembah-Mu, kusembah-Mu.

S'bab nama-Mu, Kudus, Kudus, Tuhan.

S'bab nama-Mu kudus, Kudus, Tuhan.

VOTUM

Pelayan : Dalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus.

SALAM

Pelayan : Turunlah kiranya atas Saudara/i sekalian anugerah dan selamat dari Allah Bapa, dari Yesus Kristus Tuhan kita dan dari Roh Kudus, Amin.

(duduk) NAS PEMBIMBING

Pelayan : Marilah memberi diri kita dituntun oleh perkataan Firman Tuhan berdasarkan Surat Roma 12:12 bunyinya; “Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam penderitaan, dan bertekunlah dalam doa!”

Jemaat : Menyanyikan KJ. 457: 1-2 “Amahena Ramatua’a Nai Basa Ledo-Fai”

2. Ya Tuhan, tiap jam Dampingi hambaMu;

Jikalau Kau dekat,

Enyah penggodaku. Setiap jam, ya Tuhan,

Dikau kuperlukan;

‘Ku datang, Jurus’lamat, Berkatilah!

PENGAKUAN DOSA

Penatua : Saudara-saudari sekalian, Alkitab berkata: “Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita. Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.” (Surat I Yohanes 1:8-9). Mari kita berdoa...

Jemaat : Menyanyikan DSL. 173:1 “Jangan Kamu Takut” (terjemahan Rikou) Boso o mamtau, Ramtuak

Holu o

Tui ma beka hehelun, Fo mafarene

Ta fe susuek, o bik o mamtau O bai hapu bara aik,

Fai fo o nai musu dale

Ramtua’a tala’o ela, ita lahenda Tui ma beka neu fai,

Holu losa do na neu

Jangan kamu takut, Aku adalah ; Itu Tuhan janji, biar ingatlah Itupun b’ri hibur, kalau tak senang;

Lagipun b’ri kuat

Bila engkau masuk prang

Hai tidak pernah, hai tidak pernah Klak Ia tinggalkan dikau,

bahkan tiada pernah 2x

BERITA ANUGERAH

Pelayan : Jemaat yang diberkati Tuhan, bagi setiap orang yang mengaku dosa dengan

(3)

Kristus Yesus bagi kamu.” (Surat 1 Tesalonika 5:17-18). Demikianlah berita anugerah Allah

Jemaat : Menyanyikan NR. “Segala Perkara

Penolong yang selalu setia Memenuhi keperluanku

Tak pernah Dia mengecewakan Yesusku tak pernah gagal

Segala perkara dapat kutanggung Di dalam Dia yang memberi kekuatan Tuhan Yesus penolong dan sahabat Tetap percaya Tuhan setia

PUJI-PUJIAN (Membaca secara berbalasan menurut Mazmur 26:1-12) (Jemaat berdiri)

Jemaat : Menyanyikan Lole 21: 1&2 “Tulu-Fali Au, Tao Mahele Au Namaheleng”

2. Hati bersujud, jiwa menyembah;

Hidupku masyhurkan kasihMu.

(2x)

T’rimalah baktiku, layakkan diriku untuk kemuliaan namaMu.

Hati bersujud, jiwa menyembah;

Hidupku masyhurkan kasihMu.

PERSEMBAHAN KHUSUS

Jemaat : Menyanyikan PKJ. 264:1 dst “Apalah Arti Ibadahmu”

1. Apalah arti ibadahmu kepada Tuhan, bila tiada rela sujud dan sungkur?

Apalah arti ibadahmu kepada Tuhan, bila tiada hati tulus dan syukur?

Ref: Ibadah sejati, jadikanlah persembahan Ibadah sejati: kasihilah sesamamu!

Ibadah sejati yang berkenan bagi Tuhan, jujur dan tulus ibadah murni bagi Tuhan.

2. Marilah ikut melayani orang berkeluh, agar iman tetap kuat serta teguh.

Itulah tugas pelayanan, juga panggilan, persembahan yang berkenan bagi Tuhan.

Ref..

PEMBERITAAN FIRMAN TUHAN

Penatua : Berdoa & membaca dari Kitab I Samuel 1:1-28 dalam keadaan berdiri, diakhiri “Demikianlah Firman Tuhan”

Pelayan : Berbahagialah setiap orang yang mendengarkan firman Allah dan memelihara dalam hidupnya, haleluya.

Jemaat : Menyanyikan KJ 473b “Haleluya

Pelayan : (berkhotbah) “Tekun Berdoa

PENGAKUAN IMAN

Pelayan : Bersama dengan umat Tuhan di segala tempat, marilah kita berdiri dan mengaku iman percaya kita dengan mengucapkan “Aku Percaya..”

Jemaat : Menyanyikan KJ. 396 : 1&2 Yesus Soa-Neu’ Basa-Basan

(4)

2.Yesus segala-galanya, Kawanku abadi;

Setiap datang padaNya,

BerkatNya diberi.

Surya dan hujan berselang,

Hasil tanaman dan kembang:

Semuanya karunia Sobatku.

PERSEMBAHAN

Penatua : Sebagai jawaban atas anugerah Allah yang kita terima dalam kehidupan kita, marilah kita memberikan persembahan kita kepada Tuhan.

Mari berdoa: “Ya Tuhan Yang Mahamurah, kami mohon kepada-Mu, berkatilah persembahan syukur kami, sebab siapakah kami ini yang dapat memberi dengan kesukaan sendiri? Semuanya Tuhan punya, dan kami berikan dari tangan Tuhan sendiri, Amin”. (Atau menggunakan rumusan doa dalam bahasa daerah)

Jemaat : Menyanyikan NKB. 208: 1 dst “Sele-Kari Nai Balahaan

2. Di terik sang surya, di g’lap bayang awan, kita pun menabur, riang bekerja.

Nanti panen tiba, tugas akan usai, kita ‘kan bersuka, bawa berkas-Nya.

Ref: Bawa berkas-Nya masuk lumbung-Nya, Kita ‘kan bersuka, bawa berkas-Nya.

Bawa berkas-Nya masuk lumbung-Nya, Kita ‘kan bersuka, bawa berkas-Nya.

3. Maju walau sukar, tabur bagi Tuhan, biar jiwa raga susah dan lelah.

Sampai akhir nanti kita disambut-Nya kita ‘kan bersuka, bawa berkas-Nya. Reff..

DOA SYAFAAT WARTA PELAYANAN

PENGUTUSAN (Jemaat berdiri)

Pelayan : Saudara yang terkasih, ketekunan berdoa dalam persekutuan bukan saja menolong kita untuk berkomunikasi dengan Allah, tetapi juga sebagai sarana meneguhkan iman dalam menanti janji Tuhan. Seperti Hana berdoa harus

(5)

Jemaat : Menyanyikan KJ. 392: 1&3 “Au Amaho’o”

3. Aku serahkan diri penuh, Dalam Tuhanku hatiku Teduh.

Sambil menyongsong KembaliNya,

‘Ku diliputi anugerah.

Aku bernyanyi bahagia memuji Yesus Selamanya.

Aku bernyanyi bahagia Memuji Yesus selamanya.

BERKAT

Pelayan : Arahkanlah hatimu kepada Tuhan, terimalah berkatNya:

“TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau; TUHAN menyinari Engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia; TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.”

Jemaat : Menyanyikan PKJ. 293 “Amin”

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan kebudayaan tradisional kuno yang dilakukan, kebiasaan mengadakan ritual-ritual, kepercayaan terhadap berhala, dan simbol-simbol yang

Secara umum musik tradisional Rote menggunakan pola ritmik dan melodik yang relatif sederhana namun dimainkan berulang-ulang dengan menggunakan improvisasi bebas

menggunakan teori struktur pertunjukan, kesenian tradisional, jenis kesenian tradisional, kesenian macapat, syukuran ritual kelahiran bayi, unsur-unsur musik, fungsi

Ketiga, ritual kemasyarakatan komunitas IWT terdiri dari empat macam upacara, yaitu: (1) Upacara negara, yang mencakup pesta alip, upacara tilawat (dzikiran), upacara ngaji

Jumlah ABK pada perahu tradisional tergantung pada waktu operasional penangkapan, seperti perahu tradisional dari Pulau Rote hanya memiliki ABK 6-8 orang karena perjalanan menuju

Hasan Tholkhah, Pendidikan Anak Usia Dini Dalam Keluarga.. 1) Pendidikan dan pembelajaran tentang ajaran yang mencakup konsep keyakinan (aqidah), peribadatan (ritual) dan

Ritual kong tek ( 德 )merupakan salah satu tradisi dalam ritual kematian masyarakat Tionghoa yang di dalamnya terdapat kepercayaan tradisional yang terkenal dengan

Ritual kong tek ( 德 )merupakan salah satu tradisi dalam ritual kematian masyarakat Tionghoa yang di dalamnya terdapat kepercayaan tradisional yang terkenal dengan