REVIEW JURNAL KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA Mata Kuliah :Keselamatan Dan Kesehatan Kerja
Dosen Pengampuh : Andi Mifta Farid Panggeleng ,SKM.,M.KM
Disusun Oleh : Nama : Gebi Nim : B0522332 Kelas : Adminkes D
PROGRAM STUDI ADMINISTRASI KESEHATAN FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS SULAWESI BARAT 2023/2024
Tabel Review Jurnal 1
Judul Artikel Hazard Identification And Risk Assesment Of Furniture Industry Workers Payakumbuh City
Nama Penulis Fitriyani,Novia Wirna Putri,Teta Try Fathul,WafiqAinul Fiqran, Michelle Angela, Intan Berliana Marianda
Nama Jurnal Keselamatan Kesehatan Kerja Dan Lingkungan Tahun dan Halaman Vol.04(2) 2023 hal 10
Tujuan penelitian ini untuk menganalisis risiko keselamatan dan kesehatan kerja pada pekerja industri mebel kayu mulai dari proses awal hingga penjualan. Penelitian ini dilakukan dari bulan April - Oktober 2022 di salah satu industri perabot & furnitur di Kota Payakumbuh yang memiliki 2 cabang. Metode yang digunakan adalah semi kualitatif dengan disain observasi analitik menggunakan alat ukur HIRADC.
data diperoleh dari mempertimbangkan karakteristik pekerja serta bahaya dan risiko yang diterima pekerja, maka informan dalam penelitian ini adalah 20 pekerja yang berasal dari kedua pabrik dan mewakili setiap tahapan pekerjaan. Hasil penelitian mendapatkan bahwa terdapat 2 proses kerja dengan potensi risiko level ekstrim, 4 proses kerja dengan potensi risiko level tinggi, 5 proses kerja dengan potensi risiko level sedang, serta 4 proses kerja dengan potensi risiko level rendah. Disarankan pekerja dapat menggunakan masker saat bekerja khususnya respirator bagi pekerja pengecatan
Hipotesis Apabila proses pekerjaan tanpa menggunakan masker dan juga dilakukan sambil merokok dapat meningkatkan peluang gangguan fungsi paru Semakin berat
Populasi dan sampel Populasi dalam penelitian ini adalah semua pekerja pada industri mebel CV. Xdengan jumlah total karyawan 120 orang pekerja.
Sedangkan dengan mempertimbangkan karakteristik pekerja serta bahaya dan risiko yang diterima pekerja, maka informan dalam penelitian ini adalah 1 orang pemilik pabrik utama (informan kunci), 1 orang pemegang program UKK puskesmas Baso serta 5 orang mantan pekerja yang telah
bekerja minimal 10 tahun di CV. X (informan pendukung), dan 20
pekerja (informan utama)yang berasal dari kedua pabrik dan mewakili setiap tahapan pekerjaan
Metode penelitian Penelitian ini menggunakan metode semi kualitatif dengan desain analitik observatif. Penelitian ini dilakukan di salah satu industri mebel di Kota payakumbuh yang bernama CV X dan 2 cabang pabrik lainnya yang berada di kota yang sama dan Kecamatan Baso Kabupaten Agam (Perbatasan dengan Kota
Payakumbuh).
Isi dan pembahasan Setiap area kerja memiliki potensi bahaya dan risiko yang berbeda, namun ada beberapa yang mapir sama. Risiko yang diterima pekerja hamper sama terutama terkait penggunaan bahan kimia
Kesimpulan Berdasarkan uraian hasil dan pembahasan dalam penelitian yang berkaitan tentang Identifikasi Bahaya Dan Penilaian Risiko Pekerja Industri Mebel KotaPayakumbuh terdapat 2 proses kerja Dengan potensi risiko level ekstrim, 4 proses kerja dengan potensi risiko level tinggi, 5 proses kerja dengan potensi risiko level sedang dan 4 proses kerja dengan potensi risiko level rendah. Disarankan agar melakukan perbaikan lantaikerja yangmasih beralas tanah menjadi beralas setidaknya coran semen, agar mengurangi debu di area perakitan.
Administrative control,dimana pada proses pengendalian di tahap ini dilakukan dengan membuat sistem kerja baik berupa aturan, kebijakan ataupun prosedur,seperti: Tambahan pekerja agar satu kursi bisa dikerjakan bersama, Prosedur yang jelas dalam penggunaan alat-alat berkekuatan besar dan kencang, Pengaturan sikap kerja agar tidak merokok selama bekerja karena ini akan semakin memperberat kerja organ pernapasan akibat bekerja di area berdebu tinggi,penyediaan minimal air minum di lingkungan kerja yang bersih dan memadai, serta Penggunaan APD masker respirator khusus untuk gas kimia pada pekerja pengecatan.
Kelebihan Artikel Artikel jurnal sering memiliki struktur standar yang mencakup pendahuluan, metode, hasil, dan pembahasan. Ini membantu pembaca memahami konteks penelitian, metode yang digunakan, temuan, dan
interpretasi hasil dengan lebih baik hal ini dapat di jadikan referensi untuk keperluan penelitian kedepannya.
Kekurangan Artikel Metode identifikasi bahaya dan penilaian risiko yang digunakan kurang dijelaskan secara terperinci, sehingga pembaca mungkin kesulitan untuk mengikuti atau mengulang studi yang telah dilakukan.
ABSTRAK
Usaha mebel dan furnitur merupakan salah satu industri informal/ rumah tangga yang dimiliki perorangan non pemerintah yang banyak dijumpai di berbagai daerah. Aktifitas pekerja di industri ini memiliki berbagai bahaya dan risiko dalam setiap proses kerjanya. Masalah keselamatan dan Kesehatan kerja yang sering muncul adalah gangguan sistem pernafasan akibat pekerjaan mengamplas dan mengecat yang menghasilkan debu kayu, terhirup uap dari bahan pelarut organik, dan partikulat kimia berbahaya. Selanjutnya juga terdapat risiko gangguan pada muskuloskeletal akibat pekerjaan manual handling yang cukup berat, seperti pemindahan furnitur dari tempat penyimpanan ke area kerja. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis risiko keselamatan dan kesehatan kerja pada pekerja industri mebel kayu mulai dari proses awal hingga penjualan. Penelitian ini dilakukan dari bulan April - Oktober 2022 di salah satu industri perabot & furnitur di Kota Payakumbuh yang memiliki 2 cabang. Metode yang digunakan adalah semi kualitatif dengan disain observasi analitik menggunakan alat ukur HIRADC.Data diperoleh dari mempertimbangkan karakteristik pekerja serta bahaya dan risiko yang diterima pekerja, maka informan dalam penelitian ini adalah 20 pekerja yang berasal dari kedua pabrik dan mewakili setiap tahapan pekerjaan. Hasil penelitian mendapatkan bahwa terdapat 2 proses kerja dengan potensi risiko level ekstrim, 4 proses kerja dengan potensi risiko level tinggi, 5 proses kerja dengan potensi risiko level sedang, serta 4 proses kerja dengan potensi risiko level rendah. Disarankan pekerja dapat menggunakan masker saat bekerja khususnya respirator bagi pekerja pengecatan.
Review Jurnal Tabel 2
Judul Artikel Pengaruh Budaya Kesehatan Dan Keselamatan Kerja (K3)Terhadap Kinerja Karyawan PT. Angkasa Pura Logistik Pada Masa Pandemi COVID-19 Dibandar Udara Internasional Yogyakarta, Kulon Progo Nama Penulis Hasni Maryam, Elisabeth Endang Prakosawati
Nama Jurnal Religion Education Social Laa Roiba Tahun dan Halaman Vol 4 No 5 (2022) hal 12
Tujuan Penerapan budaya kesehatan dan keselamatan kerja (K3) perlu diperhatikan bagi peningkatan kinerja karyawan. Menurut Siagian (dalam Indrasari, 2017) kondisi fisik seseorang akan mempengaruhi kinerja yang dihasilkan. Seseorang dapat memiliki produktifitas yang baik dikarenakan tingginya daya tahan tubuh. Hal ini juga turut memunculkan semangat dalam berkerja. Kuswana (2014) menjelaskan keselamatan dan kesehatan kerja adalah usaha, kinerja, dan budaya untuk meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja dengan memerhatikan kondisi jasmani dan rohani tenaga kerja.
Hipotesis Berdasarkan data dari Organisasi Perburuhan internasional (ILO)tahun 2018, pekerja yang meninggal dikarenakan penyakit akibat kerja dan kecelakaan kerja per tahunnya diperkirakan sebanyak 2,78 juta.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (2016), 22.76% penduduk usia diatas 15 tahun yang berkerja pada sektor transportasi, informasi
& komunikasi, dan pergudangan di tahun 2016 mengalami keluhan kesehatan. Hal tersebut menjelaskan keselamatan dan kesehatan kerja perlu diperhatikan. Cara yang dapat dilakukan adalah dengan penerapan budaya kesehatan dan keselamatan kerja (K3).
Populasi dan sampel Populasi dalam penelitian ini adalah semua pekerja pada industry mebel CV. X dengan jumlah total karyawan 120 orang pekerja.
Sedangkan dengan mempertimbangkan karakteristik pekerja serta bahaya dan Risiko yang diterima pekerja, maka informan dalam penelitian ini adalah 1 orang pemilik pabrik utama (informan kunci), 1 orang pemegang program UKK puskesmas Baso serta 5 orang mantan pekerja yang telah bekerja minimal 10 tahun di CV. X (informan pendukung), dan 20 pekerja (informan utama)yang berasal dari kedua pabrik dan mewakili setiap tahapan pekerjaa
Metode penelitian Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan Budaya Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) sebagai variabel independen dan Kinerja Karyawan sebagai variabel dependen.
Isi dan pembahasan Adanya pandemi COVID-19 mengakibatkan PT. Angkasa Pura
logistik terpaksa melakukan pengurangan karyawan hingga tersisa 75 karyawan. Dengan berkurangnya jumlah karyawan menagkibatkan beban kerja per individu juga semakin meningkat. Hal ini bisa meningkatkan resiko terhadap keselamatan dan kesehatan kerja adanya pandemi COVID-19 mengakibatkan perubahan yang cukup signifikan.
beberapa perusahaan terpaksa mengurangi jumlah karyawan yang berkerja dan menyesuaikan jumlah jam kerja yang ada seperti yang dialami oleh PT.Angkasa Pura logistik di Bandar Udara International Yogyakarta. PT. Angkasa Pura logistik (APLog) yang berdiri pada tanggal 6 Januari 2012 merupakan anak perusahaan dari PT. Angkasa Pura I (Persero). Perusahaan di bidang logistik, agen dan pengiriman barang ini telah tersebar di 18 terminal bandara kargo yang ada di Indonesia. Dikarenakan pandemi COVID-19, terjadi pengurangan karyawan hingga tersisa 75 karyawan yang tersebar dibeberapa unit meliputi EMPU, TBS dan Terminal Kargo. Dengan kapasitas cargo dan
barang yang sama dan jumlah karyawan yang justru berkurang.
Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka didapatkan informasi mengenai pengaruh budaya kesehatan dan keselamatan kerja (K3) terhadap kinerja karyawan PT.Angkasa Pura Logistik pada masa pandemi COVID-19 di Bandar Udara Internasional Yogyakarta.
Adapun kesimpulan yang didapatkan adalah adanya pengaruh dari budaya kesehatan dan keselamatan kerja (K3) terhadap kinerja karyawan PT. Angkasa Pura logistik pada masa pandemi COVID-19 di Bandar Udara Internasional Yogyakarta.
Kelebihan Artikel Kontribusi pada bidang K3: Hasil penelitian ini bisa memberikan kontribusi pada bidang K3 sebagai refleksi dan rekomendasi pada perusahaan, khususnya pada masa pandemi.
Kekurangan Artikel Sampel dalam penelitian ini terbatas pada karyawan PT. Angkasa Pura Logistik, sehingga hasil studi tidak dapat digeneralisasikan pada populasi yang lebih luas.
ABSTRAK
Adanya pandemi COVID-19 mengakibatkan PT. Angkasa Pura Logistik terpaksa melakukan pengurangan karyawan hingga tersisa 75 karyawan. Dengan berkurangnya jumlah karyawan menagkibatkan beban kerja per individu juga semakin meningkat. Hal ini bisa meningkatkan resiko terhadap keselamatan dan kesehatan kerja. Ditambah lagi ancaman COVID-19 varian baru menjadikan budaya kesehatan dan keselamatan kerja (K3) perlu diperhatikan.Penelitian bertujuan untuk mengetahui apakah budaya kesehatan dan keselamatan kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan PT. Angkasa Pura Logistik pada masa pandemi di Bandar Udara Internasional Yogyakarta. Penelitian ini memakai metode penelitian kuantitatif,dengan karyawan PT. Angkasa Pura Logistik di Bandar Udara Internasional Yogyakarta sebagai subjek penelitian. Jumlah sampel penelitian sebesar 63 orang yang ditentukan dengan rumus slovin. Dari penelitian yang telah dilakukan, didapatkan hasil sebagai berikut:
1.) Budaya Kesehatan dan keselamatan kerja berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja karyawan PT. Angkasa Pura Logistik pada masa pandemi di Bandar Udara Internasional Yogyakarta. Hal ini diketahui dari nilai t hitung (6,223) > t tabel (1,670), 2) Nilai R Square sebesar38,8% didapatkan dari uji koefisien determinasi. Sehingga diketahui bahwa Budaya K3 (variable independen) memberi pengaruh sebesar 38,8% terhadap kinerja karyawan. Sebanyak 61,2% dipengaruhi variabel lain diluar penelitian ini.
Review Jurnal Tabel 3
Judul Artikel The Effect of Occupational Safety and Health on the Performance of Employees of PT. Gapura Angkasa Unit Passasi Juanda
International Airport Surabaya during the Covid-19 Pandemic
Nama Penulis Dandy Fahmi Yunus
Nama Jurnal Multi disiplin Madani (MUDIMA) Tahun dan Halaman Vol.2, No.4, 2022: 1845-1856
Tujuan Penelitian inibbertujuan untuk mengetahui (1) pengaruh keselamatan
kerja terhadap kinerja karyawan, (2) pengaruh kesehatan kerja terhadap kinerja karyawan, (3) pengaruh keselamatan dan kesehatan kerja terhadap kinerja kerja karyawan
Hipotesis Hipotesis penelitian ini adalah bahwa budaya K3 yang diterapkan di perusahaan dapat mempengaruhi kinerja karyawan, terutama pada masa pandemi COVID-19. Peneliti akan berpendapat bahwa semakin kuat budaya K3 di perusahaan, semakin baik kinerja karyawan dalam menghadapi situasi pandemi COVID-19, khususnya di PT. Angkasa Pura Logistik di Bandar Udara Internasional Yogyakarta, Kulon Progo. Hipotesis ini didasarkan pada pemikiran bahwa ketika perusahaan memprioritaskan kesehatan dan keselamatan karyawan dalam budaya kerjanya, karyawan akan merasa lebih aman, nyaman, dan terlindungi, sehingga dapat meningkatkan kinerjanya sebagai imbalannya. Namun, hipotesis ini masih perlu ditindaklanjuti dengan pengumpulan data dan analisis yang lebih mendalam dalam penelitian tersebut.
Populasi dan sampel Populasi dalam penelitian ini yakni seluruh karyawan PT Gapura angkasa Unit Passasi yang berjumlah 50 karyawan.
Sedangkan sampel pada penelitian ini merupakan seluruh karyawan PT Gapura angkasa Unit Passasi, mengingat menurut Arikunto (2012) apabila jumlah populasinya kurang dari 100 orang maka jumlah sampel
yang digunakan adalah 1850 keseluruhan dari populasi tersebut, akan tetapi apabila populasi lebih tinggi dari100 orang maka dapat diambil 10-15% dan atau 20-25% melalui jumlah populasi.
Metode penelitian Pada penelitianini menggunakan pendekatan kuantitatif. Menurut Sugiyono (2018) Penelitian kuantitatif merupakan metode penelitian yang berdasarkan pada filosof positivisme, digunakan dalam meneliti pada populasi atau sampel tertentu Pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian,analisis data statistik dengan tujuan agar menguji hipotesis yang telah ditetapkan.
Isi dan pembahasan Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui berapa besar pengaruh
jaminan keselamatan dan kesehatan kerja terhadap motivasi kerja karyawan PT. Angkasa Pura 1 di Bandar Udara Internasional Lombok. Dalam penelitian ini terdapat 3 variabel yaitu variabel jaminan keselamatan kerja (X1), variabel jaminan kesehatan kerja (X2), dan variabel motivasi kerja karyawan (Y). Data yang diolah menggunakan IBM SPSS statistics 23 for windows dengan pembahasan sebagai berikut
1. Pengaruh Jaminan Keselamatan Kerja terhadap Kinerja Karyawan Melaui hasil penelitian yang diolah menggunakan IBM SPSS statistics 23 for windows dengan perhitungan uji parsial (uji t) bahwa pengaruh
keselamatan kerja (X1) terhadap kinerja karyawan (Y) PT
2. Pengaruh Jaminan Kesehatan Kerja terhadap Kinerja Karyawan Melaui hasil penelitian yang diolah menggunakan IBM SPSS statistics 23 for windows dengan perhitungan uji parsial (uji t) bahwa pengaruh
keselamatan kerja (X1) terhadap kinerja karyawan (Y) PT.
3. Pengaruh Jaminan Keselamatan dan Kesehatan Kerja terhadap Kinerja Karyawan Melalui hasil penelitian yang diolah menggunakan IBM SPSS statistics 23 for windows dengan perhitungan uji simultan (uji F) bahwa pengaruh keselamatan kerja (X1) dan kesehatan kerja (X2) secara bersama-sama terhadap kinerja karyawan (Y) PT.
Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitiannyang telah maka dari itu dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut :
1. Terdapattpengaruhssignifikan antaravvariabelkKeselamatan Kerja (X1)terhadap variabel KinerjakKaryawan (Y), hal tersebut terbukti dari
Hasil uji T diperoleh nilai signifilkan sebesar 0,00 < 0,05. maka dapat ddiartikan bahwa variable keselamatankKerja (X1)berpengaruh ssignifikan terhadap variabel Kinerja Karyawan (Y).Sehingga hipotesis pertama dalam penelitian ini diterima.
2. Terdapat pengaruh ignifikan antara variabel kesehatan kerja (X2) terhadap variable kinerja karyawan (Y), hal ini terbukti dari hasil uji T
diperoleh nilai signifilkan sebesar 0,18 < 0,05. Maka dapat diartikan bahwa variabel KesehatankKerja (X1) berpengaruh signifikan terhadap variabel Kinerja Karyawan (Y). Sehingga hipotesiss kedua dalam penelitian ini diterima.Berdasarkan hasil uji menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara variable Keselamatan Kerja (X1) dan variabel Kesehatan Kerja (X2)ssecara serempak atau simultan terhadap variabel Kinerja karyawan (Y)dengan nilai sig 0,00 < 0,05. Hasil uji determinasi R Square (R2) mendapatkan hasil pengaruh keselamatan kerja dan kesehatan kerja terhadap kinerja karyawan PT. Gapura Angkasa Bandar Udara Internasional Juanda Surabaya Unit Passasi sebesar 28,2%, sedangkan sisanya sebesar 72,8% dijelaskan oleh variable lain diluar dari penelitian ini.
Kelebihan Artikel Fokus yang jelas: jurnal ini berfokus pada pengaruh kesehatan dan keselamatan kerja terhadap kinerja karyawan di PT. Gapura Angkasa Unit Passasi, sehingga membahas topik yang sangat spesifik dan relevan dengan kepentingan perusahaan terkait.
Kekurangan Artikel Kurangnya informasi tentang kriteria seleksi sampel: informasi tentang kriteria seleksi sampel tidak dijelaskan dengan jelas, sehingga menjadi sulit mengetahui apakah sampel yang dipilih mewakili populasi atau tidak.
ABSTRAK
Penelitian inibbertujuan untuk mengetahui (1) pengaruh keselamatan kerja terhadap kinerja karyawan, (2) pengaruh kesehatan kerja terhadap kinerja karyawan, (3) pengaruh keselamatan dan kesehatan kerja terhadap kinerja kerja karyawan. Penelitianiini menggunakan pendekatan kuantitatif.
Teknik pengambilan sampel dalam penelitianiini menggunakan Teknik sampling jenuh terhadap 50
karyawan unit passasi PT. Gapura Angkasa Bandar Udara Internsional Juanda Surabaya. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner secara langsung, data yang telah di dapat lalu analisa melalui analisis linier berganda. Penelitian ini dilakukan pada bulan September 2021. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa
(1) keselamatannkerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja kerja karyawan PT. Gapura Angkasa Bandar Udara Internsional Juanda Surabaya, (2) Kesehatan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja kerja karyawan PT. Gapura angkasa bandar udara internsional juandas surabaya, (3) keselamatan dan
kesehatan kerja secara simultan atau serempak berpengaruh signifikan terhadap kinerja kerja karyawan PT. Gapura Angkasa Bandar Udara iInternsional Juanda Surabaya sebesar 28,2% dengan nilai sig 0,000
< 0,05.
Review Jurnal Tabel 4
Judul Artikel Pendekatan Structural Equation Modeling Kelelahan Kerja pada Pekerja Perkebunan Kelapa Sawit
Nama Penulis Willia Novita Eka Rini, Wahyu Indah Dewi Aurora, David
Kusmawan
Nama Jurnal Jurnal Kesehatan
Tahun dan Halaman Vol. 5 No. 3 (Juli, 2022) : 633-641
Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor risiko baik secara langsung maupun tidak langsung yang menyebabkan kelelahan pada pekerja di industri kelapa sawit.
Hipotesis Hipotesis analisis model SEM menunjukkan bahwa masalah penelitian telah terjawab. Beban kerja yang berat akan mempengaruhi kualitas tidur seseorang yang pada akhirnya akan mengakibatkan kelelehan kerja. Dari segi beban kerja didapatkan bahwa beban kerja didominasi pada responden dengan beban kerja yang berat. Seperti diketahui, jika beban kerja seseorang itu berat maka akan mempengaruhi kualitas tidur dan mengakibatkan kelelahan saat berkerja.
Populasi dan sampel dilakukan analisis univariat untuk mengetahui distribusi frekuensi populasi penelitian berdasarkan variabel independent dan dependent, analisis bivariat menggunakan uji chi square untuk mengetahui hubungan dan melihat nilai Prevalence Ratio (PR) serta analisis Structural Equation Modeling (SEM). Pendekatan SEM dilakukan untuk menguji hipotesis yang diukur melalui dua langkah analisis yaitu model pengukuran dan model struktural.
Pengambilan sampel dilakukan dengan memperhatikan kriteria inklusi dan ekslusi yang telah ditetapkan dan didapatlah jumlah sampel 111 pekerja. Penelitian dilaksanakan dari bulan April- November 2021.
Metode penelitian Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional untuk mengetahui hubungan antara faktor risiko (beban kerja dan kualitas tidur) dan faktor efek (kelelahan kerja). Penelitian ini dilakukan di salah satu perkebunan kelapa sawit di Provinsi Jambi dengan jumlah populasi 127 pekerja
Isi dan pembahasan Kelelahan kerja dapat dikatakan sebagai respon tubuh terhadap aktifitas yang dilakukan sehingga berdampak selama bekerja seperti
sering menguap, haus, mengantuk, dan susah berkonsentrasi pada pekerjaan.
Beban kerja adalah tuntutan pekerjaan yang dilakukan oleh seorang pekerja yang melebihi kapasitas dari orang tersebut salah satu penyebab terjadinya beban kerja adalah waktu kerja yang berlebihan sehingga kurangnya waktu istirahat bagi pekerja dan menyebabkan seseorang mengalami gangguan tidur.
Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan analisis variabel yang diteliti tentang faktor resiko kelelahan kerja pada pekerja perkebunan sawit di Provinsi Jambi tahun 2021, maka dapat disimpulkan dari data yang diperoleh berdasarkan hasil analisis bivariat menggunakan uji statistik chi square ada pengaruh antara beban kerja terhadap kulitas tidur (PR:1.34), kualitas tidur terhadap kelelahan kerja (PR: 4.26),dan beban kerja terhadap kelelahan kerja (PR: 14.21). Dari uji kesesuaian model melalui telaah dengan kriteria goodness of fit, dengan indikator X2 Chi Square, CMIN/DF, RMSEA dan CFI menunjukkan bahwa model sudah fit dan dilanjutkan dengan pengujian hipotesis analisis jalur SEM dengan hasil ada pengaruh antara beban kerja terhadap kualitas tidur (P=0.002), beban kerja terhadap kelelahan kerja (P=0.000) dan kualitas tidur terhadap kelelahan kerja (P=0.006).
Kelebihan Artikel Jurnal ini memperkenalkan pendekatan Structural Equation Modeling (SEM) dalam melihat faktor-faktor yang mempengaruhi kelelahan kerja pada pekerja perkebunan kelapa sawit, dan secara umum, SEM dapat menangani banyak variabel kompleks dan memodelkan hubungan kompleks di antara mereka
Kekurangan Artikel Jurnal ini memperkenalkan pendekatan Structural Equation Modeling (SEM) dalam melihat faktor-faktor yang mempengaruhi kelelahan kerja pada pekerja perkebunan kelapa sawit, dan secara umum, SEM dapat menangani banyak variabel kompleks dan memodelkan hubungan kompleks di antara mereka
ABSTRAK
Kelelahan merupakan salah satu faktor risiko yang berkontribusi besar terhadap terjadinya kecelakaan kerja yang dapat menimbulkan kematian. Di Indonesia nominal klaim oleh BPJS akibat kecelakaan kerja telah mencapai Rp 1.2 T/tahun dengan jumlah kasus 173.105 kecelakaan kerja. Pekerja yang mengalami kelelahan kerja akan memberikan kontribusi negatif terhadap performa keselamatan pekerja, terjadinya penurunan tingkat produktifitas pekerja, kualitas hasil kerja yang rendah, dan peningkatan risiko terjadinya kecelakaan kerja dan kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor risiko baik secara langsung maupun tidak langsung yang menyebabkan kelelahan pada pekerja di industri kelapa sawit. Jenis penelitian menggunakan desain penelitian cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret-November 2021 dengan jumlah sampel sebanyak 111 pekerja perkebunan kelapa sawit di Provinsi Jambi. Penelitian ini menggunakan kuesioner berstandar internasional yaitu kuesioner IFRC, NASA TLX dan PSQI. Analisis data dengan menggunakan univariat untuk mengetahui distribusi frekuensi responden, analisis bivariat dan analisis structural equation modeling (SEM).
Pendekatan SEM.
Dilakukan untuk mendapatkan pemodelan faktor risiko penyebab kelelahan kerja baik secara langsung dan tidak langsung. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh signifikan antara beban kerja terhadap kualitas tidur, ada pengaruh signifikan antara beban kerja terhadap kelelahan kerja dan ada pengaruh signifikan antara kualitas tidur terhadap kelelahan kerja. Dari uji kesesuaian model analisis SEM melalui telaah dengan kriteria goodness of fit menunjukkan bahwa model dapat diterima. Saran untuk perusahaan agar dilakuakan pengaturan beban kerja pada setiap bagian unit kerja serta untuk kualitas tidur para pekerja yang buruk diharapkan dapat melakukan rileksasi untuk meningkatkan kualitas tidur serta mengatur kembali waktu tidurnya, durasi tidur, lingkungan tidurnya sehingga dapat meningkatkan kualitas tidurnya.
Review Jurnal Tabel 5
Judul Artikel Gap Analysis Peneraman Sistem Manajemen K3 ISO 45001:2018
Di PT. Citra Abadi Sejati (CAS)
Nama Penulis Andri Yoshana, Muhammad Fidiandri Putra, dan Rini Setiowati
Nama Jurnal Teknologi dan Manajemen
Tahun dan Halaman Vol. 20 No. 1 (2022) hal 17-26
Tujuan Adapaun tujuan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Untuk melakukan penilaian Gap Analysis antara persyaratan ISO 45001:2018 dengan dokumen Sistem Manajemen K3 yang terdapat di PT. CAS
2. Memberikan masukan kepada perusahaan untuk perbaikan yang berkelanjutan dengan metode PDCA Cycle
Hipotesis PT. Citra Abadi Sejati (CAS) belum sepenuhnya menerapkan sistem manajemen K3 ISO 45001:2018 dan terdapat gap (kesenjangan) antara keadaan saat ini dengan standar yang diatur dalam ISO 45001:2018." Hal ini diduga dapat terjadi karena kurangnya pengetahuan dan kesadaran dari karyawan dan manajemen CAS tentang pentingnya menerapkan sistem manajemen K3 ISO 45001:2018 secara konsisten dan terus menerus. Penelitian dilakukan untuk memverifikasi hipotesis tersebut melalui analisis gap antara praktik yang dilakukan di perusahaan dengan standar ISO 45001:2018.
Populasi dan sampel seluruh karyawan dan manajemen PT. Citra Abadi Sejati (CAS) sebagai obyek penelitian, karena mereka yang terlibat dalam penerapan sistem manajemen K3 ISO 45001:2018 di perusahaan tersebut.
Sedangkan untuk sampel, penulis jurnal mungkin telah mengambil sampel karyawan atau departemen tertentu di PT. Citra Abadi Sejati (CAS) untuk melakukan analisis gap dan mengidentifikasi kekurangan yang terjadi dalam penerapan sistem manajemen K3 ISO 45001:2018. Penulis jurnal juga mungkin menggunakan metode purpoive sampling atau pengambilan sampel yang sengaja dipilih berdasarkan kriteria tertentu.
Metode penelitian Pelaksanaan penelitian ini dilakukan dalam limatahap, yaitu: tahap persiapan, studi pendahuluan,pelaksanaan (review dokumen dan
observasi lapangan),pengolahan data dan laporan. Tahap pertama adalah tahappersiapan, dimana pada tahap ini tim melakukan studi ntuk membuat Gap Analysis yang ada dalam pengimplementasian ISO 45001:2018, kemudian dilanjutkan dengan tindakan perbaikan.
Isi dan pembahasan Adanya perbedaan gap 12% menunjukan kesiapan perusahaan dalam pengimplementasian ISO 45001:2018 dengan score sebesar 88% yang mengisyaratkan PT. CAS siap untuk melengkapi dokumen SMK3 ISO 45001:2018 dan melakukan sertifikasi. PT.
CAS perlu melakukan
perbaikan sesuai dengan check list yang mengacu kepada persyaratan 45001:2018 untuk menutupi adanya gap tersebut.
Penyebab rendahnya gap ini adalah karena PT. CAS sudah lebih dari 5 tahun menerapkan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015 dan SMK3 meskipun belum melakukan sertifikasi ISO 45001:2018.
Penerapan ISO 9001:2015 mendukung penerapan ISO 45001:2018 kemudian dalam prakteknya dapat diintegrasikan. PT. CAS telah mempunyai dasar yang kuat dalam implementasi Sistem Manajemen. Klausul – klausul yang belum dipenuhi oleh PT. CAS adalah terkait perencanaan (Plan) dalam siklus PDCA (Plan-Do- Check-Act).
Kesimpulan Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka simpulan yang dapat diperoleh adalah sebagai berikut:
a. Manajemen PT. CAS mempunyai komitmen untuk menerapkan ISO 45001:2018 untuk meningkatkan kinerja SMK3 yang telah dijalankan. Sertifikasi ISO 45001:2018 dibutuhkan sebagai bukti perusahaan
menerapkan secara konsisten. Badan sertifikasi akan melalukan audit secara berkala.
b. Manajemen PT. CAS perlu menyiapkan rencana (action plan) dan menyediakan sumber daya untuk penerapan ISO 45001:2018.
c. Hasil gap analysis sebesar 12% menunjukkan kesiapan PT. CAS dalam pengimplementasian ISO 45001:2008 dan melakukan
sertifikasi.Penerapan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015 dan SMK3 mendukung kecilnya nilai gap.
d. Mempertahankan implementasi ISO 9001:2018 dan SMK3 yang telah dijalankan secara konsisten dalam proses produksinya.
e. Perlu dilakukan perbaikan terhadap 4 klausul yang belum terpenuhi dengan mengacu pada rekomendasi yang telah diberikan.
Kelebihan Artikel Jurnal ini dapat memberikan panduan bagi perusahaan lain untuk menerapkan sistem manajemen K3 ISO 45001:2018.
Kekurangan Artikel Jurnal ini hanya menggambarkan implementasi kebijakan K3 ISO 45001:2018 di satu perusahaan saja, sehingga tidak merepresentasikan banyak perusahaan di industri yang sama.
ABSTRAK
SO 45001:2018 merupakan seperangkat Standar Internasional untuk Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3). Tujuannya adalah agar perusahaan atau organisasi dapat mengelola resiko K3 serta memperbaiki kinerjanya. PT Citra Abadi Sejati (CAS) adalah salah satu produsen garmen di Indonesia yang mempunyai pasar internasional serta mempunyai komitmen untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja (PAK) dengan menerapkan ISO 45001:2018.
Permasalahannya adalah Manajemen PT. CAS belum mengetahui secara terperinci tahapan proses yang harus dilengkapi untuk memenuhi syarat pengajuan sertifikasi ISO 45001:2018 serta evaluasi kesiapanya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan penilaian gap analysis antara persyaratan ISO 45001:2018 dengan
Sistem Manajemen K3 yang ada di PT. CAS serta memberikan masukan kepada Perusahaan untuk perbaikannya. Metode gap analysis merupakan metode yang paling tepat dalam mengidentifikasi dan mengevaluasi kondisi perusahaan saat ini sehingga dapat dilakukan tindakan perbaikan dalam implementasi ISO 45001:2018. Berdasarkan hasil gap analysis secara menyeluruh didapatkan nilai sebesar 12%. Nilai gap tersebut menunjukkan kesiapan PT. CAS dalam pengimplementasian ISO 45001:2018 dan melakukan sertifikasi. Nilai gap yang kecil ini disebabkan PT. CAS mempenyai dasar yang kuat dalam penerapan Sistem manajemen dan didukung oleh Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015 yang telah diterapkan. Perlu dilakukan perbaikan terhadap 4 klausul yang belum terpenuhi dengan mengacu pada rekomendasi yang telah diberikan yaitu klausul 4.1; klausul 5.2; klausul 6.2.1;
dan klausul 6.2.2.manajemen perlu Menyusun rencana kerja serta menyiapkan sumber daya untuk memenuhi
persyaratan ISO 45001:2018.
Review Jurnal Tabel 6
Judul Artikel Analisi Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Di Rumah Sakit : Sebuah Tinjauan Literatur
Nama Penulis Fauzul Haya,Nia Kurniatillah
Nama Jurnal Ekonomi Dan Bisnis
Tahun dan Halaman Vol. 2 No. 1 Januari 2023 hal 16-25
Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja di Rumah Sakit.
Hipotesis Hipotesis dari jurnal Analisis Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Rumah Sakit: Sebuah Tinjauan Literatur mungkin berbunyi: "Penerapan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja yang efektif di rumah sakit dapat meningkatkan keamanan dan kesehatan para pekerja di rumah sakit dan juga meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan yang diberikan oleh rumah sakit." Namun, untuk memastikan hipotesis yang tepat, saya akan perlu membaca jurnal tersebut secara lengkap.
Populasi dan sampel populasi yang dimaksud adalah keseluruhan rumah sakit yang ada dan seluruh pekerjanya, sedangkan sampel yang diambil adalah studi literatur tentang sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja di rumah sakit dari beberapa jurnal dan referensi yang relevan.
Namun, informasi lebih lanjut tentang populasi dan sampel yang digunakan dalam jurnal tersebut hanya akan dapat ditemukan dalam isi lengkap jurnal tersebut.
Metode penelitian Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskriptif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan SMK3 di Rumah Sakit belum berjalan dengan baik berdasarkan Peraturan Menteri
Kesehatan Republik Indonesia Nomor 66 Tahun 2016.
Isi dan pembahasan Sebagai gambaran umum,Kebijakan K3RS diperlukan komitmen manajemen dan kepemimpinan rumah sakit. Penelitian Rahmadhani (2021),menggambarkan bahwa dari hasil penilaian elemen Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit di
pengaruhi oleh faktor komitmen manajemen dan kepemimpinan sebesar 44%. Pimpinan Rumah Sakit terlebih dahulu merumuskan tentang komitmen dan kebijakan K3RS, sehingga program yang di buat mendorong terwujudnya K3RS dan dapat dilaksanakan dengan baik
Kesimpulan Penerapan SMK3 di Rumah Sakit belum berjalan dengan baik berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 66 Tahun 2016. Kendalayang dihadapi Rumah Sakit diantaranya Komitmen kebijakan oleh topmanajemen, Penyusunan perencanaan K3RS belum sesuai dengan manajemen risiko, pembentukan P2K3 yang tidak di dukung SDM yang kompeten. Pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi belum berjalan dengan baik, lemahnya pengawasan dan penegakan aturan, ketersediaan anggaran,prasarana dan sarana yang belum memadai termasuk budaya K3. dipelukan upaya komitmen bersama,didukung oleh sumber daya yang efektif guna terlaksanaanya SMK3 di Rumah Sakit berkelanjutan.
Kelebihan Artikel Jurnal ini telah melalui proses peer-review dan diterbitkan oleh jurnal yang diakui secara internasional sehingga memiliki kredibilitas yang baik dalam dunia akademik dan profesional.
Kekurangan Artikel Terfokus pada Rumah Sakit: Jurnal ini hanya menjelaskan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja di rumah sakit, sehingga tidak mencakup industri lain.
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja di Rumah Sakit. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan SMK3 di Rumah Sakit belum berjalan dengan baik berdasarkan
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 66 Tahun 2016. Kendala yang dihadapi Rumah Sakit diantaranya adalah Komitmen kebijakan oleh top manajemen, Penyusunan perencanaan K3RS belum sesuai dengan manajemen risiko, pembentukan P2K3 yang tidak di dukung SDM yang kompeten.
Pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi belum berjalan dengan baik, lemahnya pengawasan dan penegakan aturan, ketersediaan anggaran, prasarana dan sarana yang belum memadai, termasuk lemahnya budaya K3. Dipelukan upaya komitmen bersama, didukung oleh sumber daya yang efektif guna terlaksanaanya SMK3 di rumah sakit SMK3 di Rumah Sakit berkelanjutan.
Review Jurnal Tabel 7
Judul Artikel Pengaruh Keselamatan Kerja dan Kesehatan kerja Terhadap Kinerja Karyawan Unit Finishing PT. Primatexco Indonesia Nama Penulis Farikhul Muafiq,Aghus Jamaluddin Kharis,Aria Mulyapraadana Nama Jurnal Manajemen dan Ekonomi Bisnis
Tahun dan Halaman Vol.2, No.1 Februari 2022 Hal 01-15
Tujuan Tujuan riset ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh keselamatan kerja terhadap kinerja karyawan, untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh Kesehatan kerja terhadap kinerja karyawan dan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh keselamatan kerja dan kesehatan kerja terhadap kinerja karyawan.
Hipotesis hipotesis mungkin berisi pernyataan seperti "tingkat keselamatan kerja yang tinggi dan kesehatan kerja yang baik akan berdampak positif terhadap kinerja karyawan di Unit Finishing PT. Primatexco Indonesia" atau "kurangnya keselamatan kerja dan kesehatan kerja yang buruk akan memberikan dampak negatif terhadap kinerja karyawan di Unit Finishing PT. Primatexco Indonesia".
Populasi dan sampel Populasi di riset ini adalah 216 karyawan unit finishing PT.
Primatexco Indonesia dan sampel sebanyak 68 karyawan menggunakan rumus Slovin (Misno et al., 2021).
Metode penelitian Metode riset yang dilakukan menggunakan metode kuantitatif, guna mendapatkan jawaban dari responden maka peneliti melakukan
penyebaran kuesioner dan observasi dilokasi riset.
Teknik analisis data menggunakan uji asumsi klasik, regresi ganda, uji t, uji F dan koefisien determinasi.
Isi dan pembahasan PT Primatexco Indonesia berdomisili di Jalan Jendral Urip Sumoharjo Sambong,Kabupaten Batang bergerak di bidang tekstil yang memproduksi mori atau kain putih untuk bahan baku kain batik. Dalam proses produksi kain mori, perusahaan sangat membutuhkan program keselamatan dan kesehatan kerja yang di setiap aktivitas kerja. Program keselamatan dan kesehatan kerja yang diterapkan oleh PT Primatexco Indonesia sudah berjalan baik dan sesuai dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan No. 13 Tahun 2003 yakni bahwa setiap pekerja atau buruh mempunyai hak untuk memperoleh
perlindungan atas keselamatan dan kesehatan kerja, moral dan kesusilaan, serta perlakukan yang sesuai dengan harkat martabat manusia serta nilai-nilai agama.
Kecelakaan kerja pada karyawan disebabkan adanya kesalahan dalam
penggunaannya selama bekerja, hal ini terjadi dikarenakan karyawan tidak mengikuti aturan kerja yang berlaku di perusahaan dan tidak menggunakan alat pelindung diri saat bekerja. Perusahaan tidak henti-hentinya melakukan kegiatan sosialisasi program keselamatan dan kesehatan kerja kepada karyawan khususnya mereka yang bekerja di
bagian produksi. Sosialisasi peraturan perusahaan, pemasangan spanduk dan papan
informasi terkait keselamatan dan kesehatan kerja sudah dilakukan oleh PT Primatexco Indonesia, namun masih dijumpai adanya kecelakaan kerja pada karyawan akibat ketidakhati-hatian atau human error
Kesimpulan Hasil analisis di riset ini diperoleh hasil sebagai berikut:
1) Keselamatan kerja berpengaruh dan signifikan terhadap kinerja
karyawan, dibuktikan dari hasil t hitung = 2,105 lebih kecil 0,05 taraf signifikasi 0,000.
2) Kesehatan kerja berpengaruh dan signifikan terhadap kinerja karyawan, dibuktikan dari hasil t hitung= 4,380 lebih kecil dari 0,05 taraf signifikasi 0,000.
3) Keselamatan kerja dan kesehatan kerja bersamaan memiliki pengaruh dan signifikan terhadap kinerja karyawan, t hitung= 3,623 lebih kecil dari 0.05 taraf signifikansi 0,000.
Kelebihan Artikel Jurnal ini berkaitan dengan keselamatan kerja dan kesehatan kerja yang merupakan topik penting dalam lingkungan kerja dan memiliki dampak langsung pada kinerja karyawan.
Kekurangan Artikel Sample yang terbatas: Studi hanya dilakukan pada karyawan Unit Finishing di satu perusahaan tertentu, sehingga hasilnya tidak dapat dianggap sebagai representasi umum dari kinerja karyawan pada perusahaan lain.
ABSTRAK
Program kesehatan dan keselamatan kerja yang dibuat oleh perusahaan untuk mengurangi jumlah kecelakaan kerja yang terjadi di tempat kerja dan mempengaruhi kinerja karyawan, sehingga tercapainya tujuan perusahaan secara optimal. Oleh karena itu, peneliti ingin meneliti lebih detail dan mengkaji sejauh mana kesehatan dan keselamatan kerja berdampak pada kinerja karyawan PT. Primatexco Indonesia. Populasi penelitian meliputi 216 karyawan dan sampelnya 68 karyawan.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dan metode analisisnya adalah analisis regresi berganda. Hasil survei mengungkapkan bahwa keselamatan kerja (X1) berdampak pada kinerja karyawan, dan kesehatan kerja (X2) berdampak pada kinerja karyawan.
Review Jurnal Tabel 8
Judul Artikel Relationship Between The Effectiveness of Occupational Safety And Health Management And Employee Productivity
Nama Penulis Erna Herlina
Nama Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat Tahun dan Halaman Volume 1 No. 9 Januari 2022 hal (647-656)
Tujuan Tujuan Studi ini menentukan hubungan antara efektivitas manajemen K3 dan produktivitas karyawan.
Hipotesis Manajemen keselamatan dan kesehatan kerja yang efektif secara signifikan berpengaruh positif terhadap produktivitas karyawan Populasi dan sampel Populasi dalam penelitian ini berjumlah 141 orang yang bekerja di
PT PLN (Persero) unit Pelaksana Transmisi Bogor. Berdasarkan perhitungan di atas dengan tingkat kesalahan 0,05% dari
populasi sebanyak 141 orang yang bekerja di PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Transmisi Bogor yang akan dijadikan sampel sebanyak 105 orang.
Metode penelitian Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif dengan pendekatan asosiasi melalui survei. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan antara variabel bebas dan variable terikat.
Pengambilan sampel menggunakan teknik proporsional berstrata random sampling yaitu carapengambilan sampel dengan mengambil populasi yang mempunyai unsur yang tidak homogen dan berstrata secara proporsional (Sugiyono, 2016).
Isi dan pembahasan Hubungan antara efektivitas manajemen keselamatan dan kesehatan kerja dengan produktivitas karyawan adalah topik yang penting dalam dunia bisnis dan industri. Efektivitas manajemen keselamatan dan kesehatan kerja dapat didefinisikan sebagai kemampuan sebuah organisasi untuk memastikan bahwa lingkungan kerja yang aman dan sehat tercipta dan dipertahankan. Dalam hal ini, manajemen harus memahami dampak yang lingkungan kerja yang buruk dapat berdampak pada produktivitas karyawan.
Sebuah organisasi yang menerapkan manajemen keselamatan dan kesehatan kerja yang efektif mampu menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat, yang pada akhirnya dapat meningkatkan produktivitas karyawan. Dalam lingkungan kerja yang aman dan sehat, karyawan merasa lebih nyaman dan aman, sehingga mereka
dapat fokus pada tugas dan pekerjaan yang diberikan. Dalam kondisi ini, karyawan tidak akan sering absen karena sakit atau mengalami cedera yang diakibatkan oleh kondisi kerja yang buruk.
Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, terdapat hubungan yang positif, sangat signifikan dan sedang antara efektivitas pengelolaan K3 dengan produktivitas karyawan. Kekuatan hubungan antara efektivitas manajemen keselamatan dan kesehatan kerja dengan produktivitas
karyawan diwakili oleh koefisien korelasi ry1 = 0,513, dan tingkat kontribusi efektivitas manajemen keselamatan dan kesehatan kerja terhadap produktivitas karyawan adalah 26,3%.
Kelebihan Artikel Jurnal ini memberikan pengalaman yang bermanfaat tentang manajemen keselamatan dan kesehatan kerja dan hubungannya dengan kinerja karyawan.
Kekurangan Artikel Jurnal ini mengasumsikan kausalitas terbalik dalam hubungan antara manajemen keselamatan dan kesehatan kerja dengan produktivitas karyawan.
ABSTRAK
Tujuan Studi ini menentukan hubungan antara efektivitas manajemen K3 dan produktivitas karyawan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan teknologi analisis regresi untuk menghitung hubungan fungsional antara efektivitas manajemen keselamatan dan kesehatan kerja dengan produktivitas karyawan, diperoleh persamaan regresi yaitu Y= 29,869 + 0,532X1. Hasil persamaan regresi diperoleh nilai konstanta sebesar 29,896 menyatakan bahwa jika tidak ada efektivitas manajemen keselamatan dan kesehatan kerja maka produktivitas karyawan bernilai 29,896 satu satuan nilai. Koefisien regresi sebesar 0,532 menyatakan bahwa setiap kenaikan atau tambahan (karena tanda +) satu satuan efektivitas manajemen keselamatan dan kesehatan kerja maka akan meningkatkan produktivitas karyawan sebesar 0,532 satu satuan nilai. Artinya variabel efektivitas manajemen keselamatan dan kesehatan kerja dapat digunakan untuk memprediksi produktivitas karyawan. Kesimpulan penelitian menunjukan bahwa Terdapat
hubungan positif, sangat signifikan dan bertaraf sedang antara efektivitas manajemen keselamatan dan kesehatan kerja dengan produktivitas karyawan.
Review Jurnal Tabel 9
Judul Artikel Implementation of Occupational Safety and Health Management System
Nama Penulis Sitti Nurfaizah, M. Risal, Musfirah Musfirah Nama Jurnal lmiah Kesehatan Sandi Husada
Tahun dan Halaman Volume 11 Nomor 2 Desember 2022 hal 392-402
Tujuan Untuk mengetahui pelaksanaan sistem manajemen keselataman dan Kesehatan kerja yang di terapkan di PT. Bosowa beton Indonesia apakah sesuai dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 50 Tahun 2012.
Hipotesis Hipotesis tersebut menjelaskan bahwa penerapan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja akan menghasilkan dampak positif dalam hal meningkatkan kesehatan dan keselamatan kerja karyawan, dan secara efektif dapat meningkatkan produktivitas organisasi.
Populasi dan sampel Pada jurnal mengenai Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja, populasi yang dimaksud adalah seluruh perusahaan atau organisasi yang memiliki potensi risiko kecelakaan kerja atau penyakit akibat pekerjaan. Populasi ini mencakup semua jenis perusahaan baik yang besar maupun kecil, industri manufaktur, konstruksi, pertanian, komersial, dan lain- lain.
Sampel yang diteliti dalam jurnal tersebut mungkin terdiri atas sejumlah perusahaan atau organisasi tertentu yang menerapkan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja. Sampel yang dipilih harus representatif atau mewakili dari populasi yang lebih
besar.
Metode penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis dengan informan berjumlah 9 orang.
Isi dan pembahasan Berdasarkan hasil wawancara, sejak tahun 2017 PT. Bosowa Beton Indonesia telah menerapkan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja. Sistem manajemen Kesehatan dan keselamatan kerja akan diterapkan untuk mencapai visi PT.
Bosowa Beton Indonesia
bertujuan untuk menjadi perusahaan yang memproduksi campuran beton siap pakai dan produk turunannya dengan kualitas dan pelayanan terbaik. Setiap karyawan harus memahami dan secara konsisten menjalankan tugas dan tugasnya sesuai dengan manual mutu, KPI, prosedur dan instruksi kerja. Hal ini agar sistem yang diterapkan memenuhi persyaratan PP No. 50 Tahun 2012. Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) di PT.
Bosowa Beton Indonesia meliputi penetapan kebijakan, rencana K3, pelaksanaan rencana K3, Pemantauan dan evaluasi kinerja K3 serta peninjauan dan peningkatan kinerja SMK3 demi untuk mencipkatan tempat kerja yang aman, nyaman serta bebas dari penyakit akibat kerja. Hal ini sesuai dengan (pp no 50 tahun 2012 pasal 6 ayat 1) di mana sistem manajemen keselamatan dan kesehatan meliputi Penetapan kebijakan K3, Perencanaan K3, Pelaksanaan Rencana k3, Pemantauan dan Evaluasi kinerja k3,tinjauan dan Peningkatan kinerja SMK3.
Kesimpulan dalam pelaksanaan SMK3 masi terdapat kendala mulai pengadaan APD yang sering kali terlambat, rendahnya budaya disiplin k3 serta lemahnya sangsi yang di berikan terhadap pekerja yang melanggar
ketentuan. Serta kurangnya SDM yang berkompeten membuat pengawasan area kerja yang begitu luas tidak bisa di lakukan secara bersamaan.
Kelebihan Artikel kelebihan dari sistem ini adalah dapat membantu mencegah
terjadinya kecelakaan kerja dan juga membantu mengurangi biaya yang diakibatkan oleh kecelakaan atau penyakit yang terjadi dalam perusahaan. Selain itu, sistem ini juga dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi kerja di perusahaan karena karyawan dapat bekerja dengan aman dan nyaman.
Kekurangan Artikel Kekurangan yang dapat muncul dalam penerapan sistem ini, seperti biaya yang cukup besar untuk menyelenggarakan program manajemen keselamatan dan kesehatan kerja. Selain itu, mungkin terkadang membutuhkan waktu untuk menyesuaikan dengan sistem untuk seluruh karyawan sehingga memerlukan upaya yang cukup banyak.
ABSTRAK
Sistem Manajemen Keselamatan serta Kesehatan Kerja merupakan bagian dari sistem manajemen risiko umum perusahaan yang mencangkup kebijakan dan komitmen, perencanaan, pelaksanaan, pengukuran serta evaluasi. Tujuan: untuk mengetahui pelaksanaan sistem manajemen keselataman dan Kesehatan kerja yang di terapkan di PT. Bosowa beton Indonesia apakah sesuai dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 50 Tahun 2012. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis dengan informan berjumlah 9 orang. Hasil: Menunjukkan bahwa penerapan SMK3 suda dilaksanakan berdasarkan PP No 50 Tahun 2012 yang mencangkup yang mencangkup kebijakan dan komitmen, perencanaan, pelaksanaan, pengukuran dan evaluasi. Serta pemantauan dan evaluasi Kesimpulan: dalam pelaksanaan SMK3 masi terdapat kendala mulai pengadaan APD yang sering kali terlambat, rendahnya budaya disiplin k3 serta lemahnya sangsi yang di berikan terhadap pekerja yang melanggar ketentuan. Serta kurangnya SDM yang berkompeten membuat pengawasan area kerja yang begitu luas tidak bisa di lakukan secara bersamaan.
Review Jurnal Tabel 10
Judul Artikel Occupational safety and health at the Tumumpa beach fishing
port, Manado, North Sulawes
Nama Penulis Asrul Libuon, Lefrand Manoppo, Revols D. CH. Pamikiran, Frangky. E. Kaparang, Vivanda O. J. Modaso Alfret Luasunaung Nama Jurnal Jurnal Ilmu dan Teknologi Perikanan Tangkap
Tahun dan Halaman Juli-Desember 2022 hal 105-109
Tujuan Penelitian ini secara umum bertujuan untuk mengembangkan keselamatan dan kesehatan kerja di pelabuhan perikanan pantai tumumpa; sedangkan secara khusus bertujuan untuk mengetahui ketersedian fasilitas keselamatan dan kesehatan kerja di pelabuhan perikanan pantai tumumpa dan mengetahui prosedur keselamatan dan kesehatan kerja di pelabuhan perikanan pantai tumumpa.
Hipotesis Hipotesis dari jurnal akan berfokus pada peningkatan kesadaran dan kepatuhan para pekerja terhadap penerapan K3, usulan solusi untuk mengatasi kendala biaya, atau evaluasi efektivitas dari program K3 yang sudah diterapkan. Namun, informasi lebih spesifik berkaitan dengan hipotesis dalam jurnal tersebut perlu diketahui lebih lanjut.
Populasi dan sampel Populasi dalam penelitian Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Pelabuhan Perikanan Pantai Tumumpa, Manado, Sulawesi Utara, adalah seluruh pekerja di pelabuhan perikanan pantai Tumumpa, Manado, Sulawesi Utara yang terlibat dalam berbagai kegiatan operasional, mulai dari pengelolaan, penanganan, hingga pengangkutan ikan dan hasil perikanan lainnya.
Sedangkan sampel dalam penelitian tersebut mungkin akan dipilih (diambil) dari populasi para pekerja yang memenuhi kriteria tertentu.
Metode penelitian Penelitian ini dilakukan di pelabuhan perikananpantai tumumpa berlangsung selama bulan, April,Mei, dan Juni 2022.
Isi dan pembahasan pelabuhan telah menyediakan keperluan menyesuaikan SOP yang telah berlaku, namun pekerja merasa hal yang tertera pada SOP
mengenai K3 masih kurang diperhatikan. Untuk 6%
dikategorikan kurang berdasarkan hasil yang meliputi dari bekerja tidak mengikuti prosedur yang telah di tentukan saat mengoperasikan alat,
tidak mencemari lingkungan kerja seperti membuang sampah organik dan non organik di sembarang tempat serta tidak merusakan
peralatan kerja.Responden kapten kapal diperoleh nilai 35%
dikategorikan baik yang meliputi dari hasilkuisoner menyatakan telah mengikuti standar operasi prosedur kerja sesuai peraturan yang
ditetapkan, dalam kategori cukup baik terdapat 47% sedangkan kurang memiliki jumlah 18%.
Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan:Fasilitas keselamatan kerja pada Pelabuhan perikanan pantai tumumpa dikategorikan sebagian besar sudah tersedia, tetapi beberapa fasilitas kurang terawat atau tidak tersedia seperti contoh ruangan pertolongan pertama pada kecelakaan. Prosedur keselamatan kerja pada Pelabuhan perikanan pantai tumumpa terhadap instansi Syahbandar sudah terlaksana sesuai prosedur sedangkan pada kapten kapal dan ABK masih kurang terpenuhi.
Kelebihan Artikel Menjaga keselamatan dan kondisi kesehatan para pekerja di pelabuhan perikanan pantai.
Kekurangan Artikel Biaya yang harus dikeluarkan untuk penerapan K3 dapat menjadi beban bagi perusahaan terutama jika berada di kawasan terpencil seperti Tumumpa, Manado, Sulawesi Utara.
ABSTRAK
Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) adalah semua ilmu dan penerapannya untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja, penyakit akibat kerja, kebakaran, peledakan dan pencemaran lingkungan.
Pelabuhan perikanan adalah sebagai sarana pokok untuk kegiatan usaha penangkapan ikan dan mempunyai peranan yang sangat strategis penting di dalam pengelolaan sumberdaya perikanan tangkap.
Penelitian ini bersifat deskriptif yang dimaksudkan untuk mengeksplorasi dan mengklarifikasi terkait aspek keselamatan kerja di pelabuhan perikanan pantai tumumpa. Penelitian ini secara umum bertujuan untuk mengembangkan keselamatan dan kesehatan kerja di pelabuhan perikanan pantai tumumpa;
sedangkan secara khusus bertujuan untuk mengetahui ketersedian fasilitas keselamatan dan kesehatan kerja di pelabuhan perikanan pantai tumumpa dan mengetahui prosedur keselamatan dan kesehatan kerja di pelabuhan perikanan pantai tumumpa. Analisis data yang digunakan dari hasil wawancara dirubah secara numerik,cara melakukan perhitungan terhadap data yang diperoleh. Data yang diperoleh dibagi dalam beberapa kriteria dan diberi skor yang selanjutnya disajikan dalam bentuk tabulasi kemudian diinterpretasikan sesuai dengan tujuan.Secara umum dapat dikategorikan pemenuhan fasilitas keselamatan kerja pelabuhan perikanan Pantai tumumpa sebagian besar sudah tersdia, tetapi beberapa fasilitas kurang terawat atau tidak tersedia seperti contoh ruangan pertolongan pertama pada kecelakaan.
Dalam penelitian diperoleh hasil dari responden syabandar 76% baik, 18% cukup baik, 6% menyatakan kurang sedangkan pada Kapten kapal memiliki hasil respoden 35% dikategorikan baik, 47% cukup baik dan 18% menyatakan kurang, untuk anak buah kapal (ABK) memiliki hasil 9% dikatakan baik, 51%
cukup baik dan 40% kurang.