• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tinjauan Pustaka tentang Imunisasi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "Tinjauan Pustaka tentang Imunisasi"

Copied!
32
0
0

Teks penuh

Imunisasi hepatitis B adalah imunisasi yang diberikan untuk mencegah penyakit hepatitis B, penyakit menular yang dapat merusak hati (Anik, Maryumi, 2010). Imunisasi ini diberikan < 24 jam, bertujuan untuk memberikan perlindungan secepat mungkin dan meminimalisir anak mengalami infeksi hepatitis B. Imunisasi BCG merupakan imunisasi yang diberikan untuk menciptakan kekebalan aktif terhadap penyakit tuberkulosis (TBC) yaitu penyakit paru menular.

Frekuensi imunisasi BCG adalah satu kali dan tidak perlu diulang (boster). Hal ini dikarenakan vaksin BCG mengandung kuman hidup sehingga antibodi yang dihasilkan selalu tinggi. Dosis yang diberikan adalah 0,05 ml, 1 kali, dan cara imunisasinya diberikan secara intrakutan pada daerah lengan kanan atas (musculus deltoid insertion) dengan menggunakan ADS (Auto Disable Syringe) 0,05 ml. Vaksin ini diberikan untuk mencegah bakteri yang dapat menyebabkan infeksi pada berbagai organ, seperti meningitis, epiglotitis, pneumonia, arthritis,.

Setelah imunisasi ini biasanya terjadi reaksi lokal sementara seperti bengkak, nyeri dan kemerahan pada bekas suntikan. Imunisasi polio merupakan imunisasi yang diberikan untuk menciptakan kekebalan terhadap poliomielitis, yaitu penyakit peradangan yang menyerang saraf dan dapat menyebabkan kelumpuhan kaki. Efek samping dari imunisasi ini cenderung jarang terjadi; setelah mendapat vaksin polio oral, bayi biasanya minum dengan normal.

Vaksin MR merupakan kombinasi vaksin campak (M) dan rubella yang digunakan untuk mencegah penyakit yang disebabkan oleh virus campak dan rubella.

Penyakit- Penyakit Yang Dapat Dicegah Imunisasi 1. Tuberkulosis

Pertusis (atau batuk rejan) adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Bordetella pertussis pada saluran pernafasan yang dapat menyebabkan kematian karena komplikasi yang serius, seperti radang paru-paru yang dapat merusak paru-paru dan pendarahan pada organ tertentu termasuk penyebabnya otak. . Campak atau jagung merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus campak dan merupakan penyakit akut dan sangat menular. Virus ini menyerang hampir semua anak kecil, virus ini menyebar melalui saluran pernapasan yang keluar pada saat penderitanya bernapas, batuk dan bersin (droplet).

Keuntungan dalam mencegah penyakit ini adalah dengan melakukan vaksinasi terhadap bayi dan anak terhadap penyakit hepatitis. Pneumonia, juga dikenal sebagai pneumonia, adalah infeksi yang menyebabkan peradangan pada kantung udara di salah satu atau kedua paru-paru. Pada penderita pneumonia, terbentuk kumpulan kantung udara kecil di ujung saluran pernapasan di paru-paru (alveoli).

Diare merupakan penyakit yang menyebabkan penderitanya sering buang air besar dengan tinja yang encer.

Gambar 2.3 Dengan Penyakit Tetanus (Id.theasianparent.com, 2010)   Penyakit tetanus merupakan penyakit yang disebabkan oleh kuman bakteri  Clostridium  Tetani
Gambar 2.3 Dengan Penyakit Tetanus (Id.theasianparent.com, 2010) Penyakit tetanus merupakan penyakit yang disebabkan oleh kuman bakteri Clostridium Tetani

Jadwal Imunisasi Dasar Lengkap

Konsep Ibu

Definisi Ibu

Menurut Suprajitno (2014), ibu adalah orang tua dan tempat pertama anak memperoleh pengasuhan dan pendidikan. Apabila ibu memahami dan mau melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dalam mendidik dan mengasuh anak-anaknya dengan baik, maka akan lahir generasi yang baik, generasi yang unggul dan tumbuh menjadi generasi yang berbudi luhur, bertanggung jawab dan berbakti kepada orang tua. . Ibu merupakan orang tua yang mempunyai hubungan batin yang paling dekat dengan anak-anaknya, karena sejak masih dalam kandungan ibu hingga menjadi anak dewasa, ibulah yang mengasuh dan membesarkan anak, ibulah yang sering bertemu dengan anak, ibulah yang paling dekat dengan anak-anaknya. Perilaku anak dapat ditentukan oleh sikap ibu dan pola asuh orang tua di lingkungan keluarga.

Peran Ibu Dalam Kesehatan Keluarga

Peran Ibu Terhadap Anak

Menurut Singgih Gunarsa (2012), peran ibu terhadap anak terbagi menjadi 5 peran, antara lain peran ibu sebagai pengasuh, peran sebagai pendidik, peran sebagai panutan, peran sebagai pengelola, dan peran sebagai pemberi rangsangan/pembelajaran.

Konsep Perilaku

  • Definisi Perilaku
  • Bentuk Perilaku
  • Faktor yang Mempengaruhi Perilaku
  • Pengukuran Perilaku

Perilaku tertutup terjadi ketika respon terhadap stimulus tidak dapat diamati dengan jelas oleh orang lain (dari luar). Respon seseorang masih terbatas berupa perhatian, perasaan, persepsi dan sikap terhadap stimulus yang bersangkutan. Respon terhadap stimulus tersebut terlihat jelas dalam bentuk tindakan atau praktik yang mudah diamati atau dilihat oleh orang lain.

Seseorang yang bergaul dengan lingkungan orang-orang yang mempunyai pengetahuan tinggi secara langsung maupun tidak langsung akan meningkatkan pengetahuan dan perilakunya. Masyarakat yang tinggal di lingkungan yang keras tentunya akan berdampak pada perilaku kesehatan sehari-hari. Menurut Notoatmodjo (2012), perilaku merupakan suatu bentuk tanggapan atau respon terhadap stimulus atau rangsangan dari luar organisme, namun pemberian respon tersebut sangat bergantung pada karakteristik atau faktor lain dari orang yang bersangkutan.

Menurut Notoatmodjo (2012), pengetahuan adalah hasil mengetahui dan terjadi setelah orang mempersepsikan suatu objek tertentu. Mengetahui diartikan sebagai mengingat materi yang telah dipelajari sebelumnya. Tingkat pengetahuan ini mencakup mengingat sesuatu yang spesifik dari seluruh materi yang dipelajari atau stimulus yang paling rendah. Orang yang sudah memahami objek atau materi hendaknya mampu menjelaskan, memberi nama, memberi contoh mengenai objek yang dipelajari: menyimpulkan, meramalkan, dan sebagainya.

Penerapan diartikan sebagai kemampuan menggunakan materi yang telah dipelajari dalam situasi dan kondisi sebenarnya. Analisis adalah kemampuan menguraikan suatu materi atau suatu objek ke dalam komponen-komponennya, namun tetap dalam suatu struktur organisasi dan tetap berhubungan. Sintesis mengacu pada kemampuan untuk menempatkan atau menghubungkan bagian-bagian menjadi bentuk baru.

Dengan kata lain sintesis adalah kemampuan menyatukan formulasi baru dan formulasi yang sudah ada. Evaluasi berkaitan dengan kemampuan untuk membenarkan atau menilai suatu materi atau objek. Penilaian ini berdasarkan kriteria yang ditentukan sendiri atau menggunakan kriteria yang sudah ada. Misalnya, Anda bisa membandingkan anak-anak yang gizinya baik dengan anak-anak yang gizi buruk. mencegah diare di suatu tempat, mampu mengartikan alasan ibu tidak mau ikut KB, dan lain sebagainya. Pada tingkat ini individu akan memberikan jawaban ketika ditanya mengenai objek tertentu dan menyelesaikan tugas yang diberikan.

Pada tahap ini individu sudah mampu mengambil tanggung jawab dan siap menerima resiko atas sesuatu yang dipilihnya.Tahap ini merupakan orientasi tertinggi dalam tataran sikap seseorang dalam menerima suatu objek atau gagasan baru. Menurut Nursalam (2015), angket ini menggunakan metode pilihan ganda untuk mengumpulkan data sikap, yaitu jawaban yang jumlahnya lebih dari dua.

Konsep Pendidikan Kesehatan .1 Definisi Pendidikan Kesehatan

  • Tujuan Pendidikan Kesehatan
  • Sasaran Pendidikan Kesehatan
  • Ruang Lingkup Pendidikan Kesehatan
  • Media Dalam Pendidikan Kesehatan

Menurut WHO, tujuan pendidikan kesehatan adalah mengubah perilaku orang atau masyarakat dari perilaku tidak sehat atau tidak sehat menjadi perilaku sehat. Kelompok khusus ini mencakup kelompok lembaga pendidikan kesehatan mulai dari taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi, sekolah swasta dan negeri. Tergantung tempat pelaksanaannya, pendidikan kesehatan terletak di tempat yang berbeda-beda dengan tujuan yang berbeda pula.

Menurut Sinta Fitriani (2011), media dalam pendidikan kesehatan pada hakikatnya adalah alat bantu edukasi (AVA), media terbagi menjadi 3 bagian yaitu. Booklet: Media penyimpanan pesan-pesan kesehatan dalam bentuk buku, baik tertulis maupun bergambar. Biasanya berbentuk buku yang setiap halamannya berisi gambar presentasi yang diikuti dengan kalimat lengkap sebagai pesan.

Poster: Suatu media cetak yang memuat pesan/informasi kesehatan yang biasa ditempel di dinding, tempat umum, atau di angkutan umum. Bagian atau artikel atau majalah kesehatan yang membahas tentang masalah kesehatan atau hal-hal yang berkaitan dengan kesehatan. Penyampaian pesan atau informasi kesehatan melalui media televisi dapat berupa sandiwara, sinetron, forum diskusi atau tanya jawab masalah kesehatan, pidato, TV spot, kuis, dan lain sebagainya.

Gambar

Gambar 2.2 Dengan Penyakit Difteri (Ellyaniabadi.com, 2016)
Gambar 2.1 Anak dengan penyakit TBC (Mediaindonesia.com, 2016)  Tuberkulosis  (TBC)  adalah  suatu  penyakit  menular  langsung  yang  disebabkan  oleh  kuman  TB  (MycobacteriumTuberculosis)
Gambar 2.3 Dengan Penyakit Tetanus (Id.theasianparent.com, 2010)   Penyakit tetanus merupakan penyakit yang disebabkan oleh kuman bakteri  Clostridium  Tetani
Gambar 2.4 Dengan Penyakit Poliomielitis (Ahza Sylmi.com, 2016)  Poliomyelitis  (polio)  adalah  penyakit  yang  sangat  menular  yang  disebabkan  oleh  virus  polio.Ini  menyerang  sistem  saraf,  dan  dapat  menyebabkan kelumpuhan atau bahkan kematian
+3

Referensi

Dokumen terkait

Meskipun perilaku adalah bentuk respon atau reaksi terhadap stimulus atau rangsangan dari luar organisme (orang), namun dalam memberikan respon sangat tergantung pada

Meskipun prilaku adalah bentuk respon atau reaksi terhadap stimulus atau rangsangan dari luar organism (orang), namun dalam memberikan respon sangat tergantung pada karakteristik

Meskipun perilaku adalah bentuk respon atau reaksi terhadap stimulus atau rangsangan dari luar organisme (orang), namun dalam memberikan respon sangat tergantung pada

Menurut Notoadmodjo (2003) meskipun perilaku adalah bentuk respons atau reaksi terhadap stimulus atau rangsangan dari luar organisme (orang), namun dalam memberikan

Meskipun perilaku adalah bentuk respon atau reaksi terhadap stimulus atau rangsangan dari luar organisme (orang), namun dalam memberikan respon sangat.. tergantung

Meskipun perilaku adalah bentuk respon atau reaksi terhadap stimulus atau rangsangan dari luar organisme (orang), namun dalam memberikan respon sangat tergantung pada

Secara lebih operasional perilaku dapat diartikan suatu respons organisme atau seseorang terhadap rangsangan (stimulus) dari luar objek tersebut. Respons ini berbentuk dua macam,

Berdasarkan batasan perilaku Skiner dalam Notoatmodjo (2007), maka perilaku kesehatan adalah suatu respons seseorang (organisme) terhadap stimulus atau objek yang berkaitan