Disusun Oleh:
Nama : Christopher Daniel Simbolon NIM : 117230045
Kelompok : 6
PROGRAM STUDI TEKNIK GEOMATIKA JURUSAN TEKNIK GEOLOGI
FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL
UPN “VETERAN” YOGYAKARTA
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Pengukuran profil memanjang dan melintang merupakan teknik penting dalam berbagai bidang teknik dan ilmu material. Teknik ini digunakan untuk menentukan dimensi dan bentuk objek dalam berbagai aplikasi, mulai dari konstruksi hingga manufaktur. Pengukuran profil memanjang merujuk pada proses pengukuran sepanjang arah panjang objek, sedangkan pengukuran profil melintang dilakukan pada penampang objek.
Dalam dunia teknik, profil memanjang sering digunakan untuk menentukan ukuran dan toleransi komponen struktural, seperti balok, pipa, dan batang logam. Misalnya, pada industri konstruksi, pengukuran profil memanjang penting untuk memastikan bahwa elemen struktur seperti balok baja memenuhi spesifikasi desain dan dapat menahan beban yang diterapkan (Baird, 2019).
Di sisi lain, profil melintang sering digunakan untuk analisis struktur dan desain produk. Dalam proses manufaktur, pengukuran profil melintang membantu dalam memastikan konsistensi dimensi produk dan deteksi cacat produksi.
Pengukuran profil melintang juga penting dalam penelitian material, untuk memahami bagaimana material berperilaku di berbagai penampang (Smith et al., 2020).
Pengukuran yang tepat dari profil memanjang dan melintang sangat penting dalam memastikan kualitas dan keandalan produk akhir. Kesalahan dalam pengukuran dapat mengakibatkan cacat produk, penurunan performa, dan bahkan kegagalan struktur. Oleh karena itu, pemahaman yang mendalam tentang teknik pengukuran ini dan aplikasi alat yang tepat sangat penting dalam bidang teknik dan manufaktur (Johnson, 2017).
1.2.Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka didapatkan rumusan masalah sebagai berikut:
1. Apa perbedaan metode akuisisi data antara pengukuran profil memanjang dan profil melintang dalam hal akurasi dan efisiensi?
2. Bagaimana perbedaan hasil pengukuran profil memanjang dan melintang mempengaruhi analisis dimensi objek dan interpretasi data?
3. Bagaimana data hasil pengukuran profil memanjang dan melintang dapat diaplikasikan dalam perhitungan cut and fill serta divisualisasikan dalam peta kertas untuk representasi yang akurat?
1.3. Tujuan
Adapun tujuan pelaksanaan dari kegiatan ini adalah sebagai berikut:
1. Mengevaluasi perbedaan antara metode yang digunakan untuk mengukur profil memanjang dan melintang
2. Menganalisis bagaimana perbedaan dalam metode pengukuran dapat mempengaruhi hasil yang diperoleh, serta bagaimana perbedaan ini mempengaruhi interpretasi dimensi objek dan potensi kesalahan dalam analisis data
3. Memahami bagaimana data pengukuran digunakan dalam perhitungan cut and fill, yaitu proses penggalian dan pengisian tanah dalam proyek konstruksi juga mencakup bagaimana data tersebut dapat diintegrasikan ke dalam peta kertas atau diagram untuk representasi visual yang akurat,
BAB II DASAR TEORI
2.1. Kerangka Kontrol Vertikal
Kerangka Kontrol Vertikal (KKV) adalah sistem yang digunakan dalam survei dan pemetaan untuk memastikan akurasi pengukuran vertikal dengan memberikan referensi tinggi yang konsisten dan dapat diandalkan. KKV terdiri dari serangkaian titik kontrol yang memiliki elevasi yang diketahui dan digunakan untuk memastikan bahwa data pengukuran vertikal, seperti tinggi atau kedalaman, sesuai dengan standar referensi. Dalam aplikasi praktikum pengukuran, KKV membantu dalam kalibrasi alat ukur dan verifikasi akurasi hasil pengukuran vertikal, yang penting dalam memastikan bahwa data yang diperoleh adalah akurat dan dapat diandalkan untuk analisis lebih lanjut dan aplikasi desain (Suryadi, 2016).
2.2. Profil Memanjang
Profil memanjang adalah pengukuran yang dilakukan sepanjang arah panjang objek, yaitu sepanjang sumbu terpanjangnya. Teknik ini digunakan untuk menentukan dimensi dan bentuk elemen struktural, seperti balok atau batang, yang krusial dalam berbagai aplikasi teknik dan konstruksi. Metode yang umum digunakan dalam pengukuran profil memanjang meliputi jangka sorong dan mikrometer, yang memungkinkan penentuan dimensi dengan presisi tinggi.
Pengukuran ini memastikan bahwa elemen memenuhi spesifikasi desain dan toleransi yang diperlukan untuk kekuatan dan kesesuaian dalam aplikasi struktural dan manufaktur (Brown & Jones, 2018).
a) Profil Melintang
Profil melintang adalah pengukuran yang dilakukan pada arah melintang atau penampang objek, memberikan informasi mengenai dimensi dan bentuk penampang tersebut. Teknik ini sering melibatkan penggunaan jangka sorong untuk pengukuran sederhana, dan metode optik seperti pemindaian laser untuk penampang yang lebih kompleks. Pengukuran profil melintang penting untuk memastikan bahwa penampang objek memenuhi spesifikasi desain dan toleransi yang dibutuhkan. Data profil melintang digunakan dalam analisis struktural dan desain material untuk mengevaluasi distribusi material dan kekuatan penampang, memastikan bahwa komponen berfungsi dengan baik dalam kondisi operasional yang diharapkan (Johnson, 2017).
b) Cut and Fill
Cut and fill adalah proses dalam proyek konstruksi yang melibatkan penggalian material dari area yang lebih tinggi (cut) dan pengisian ke area yang lebih rendah (fill). Proses ini bertujuan untuk menciptakan dasar yang stabil dan rata untuk pembangunan struktur, seperti jalan dan fondasi. Data hasil pengukuran profil memanjang dan melintang sangat penting dalam perhitungan cut and fill, karena akurasi pengukuran menentukan volume tanah yang perlu digali atau diisi.
Penggunaan data ini dalam peta kertas atau diagram membantu dalam visualisasi perubahan tanah dan perencanaan proyek, memastikan bahwa volume material yang dihitung dan pekerjaan yang dilakukan sesuai dengan kebutuhan desain (Wang & Lee, 2021).
BAB III METODOLOGI
3.1. Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Kegiatan praktikum ini dilaksanakan pada:
Hari, Tanggal : Sabtu, 31 Agustus 2024 – Minggu, 1 September 2024 Tempat : Selokan Mataram
3.2. Alat dan Bahan
Pada kegiatan praktikum “Pengukuran Profil Memanjang dan Melintang”, terdapat alat dan bahan yang dibutuhkan sebagai berikut:
Alat dan bahan:
• Waterpass
• Statif
• Payung
• Rambu Ukur
• Paku
• ATK
• Form Pengukuran
3.3. Langkah Kerja
Adapun langkah kerja dalam melakukan “Pengukuran Profil Memanjang dan Melintang” sebagai berikut:
(i) Langkah Pengukuran KKV (Kerangka Kontrol Vertikal) (1) Menyiapkan peralatan dan menuju lokasi pengukuran
(2) Mendirikan alat diantara STA 0 dan titik T1 dengan kira kira memiliki jarak yang sama antara dan melakukan levelling pada alat.
(3) Menembak benang atas, benang tengah dan benang bawah pada STA 00 sebagai bacaan belakang, kemudian menembak benang atas, benang tengah dan benang bawah pada titik T1 sebagai bacaan muka.
(4) Memastikan bacaan benang tengah sudah masuk toleransi dengan benang tengah perhitungan dan jarak antara alat ke titik muka dan belakang sudahmasuk toleransi yang sudah ditentukan.
(5) Melanjutkan pengukuran ke titik selanjutnya dengan metode yang sama hingga titik terakhir.
(6) Mengulangi langkah ke 2 hingga 5 dengan arah pengukuran yang berlawanan dengan sebelumnya untuk mendapatkan bacaan pulang.
ii) Langkah Pengukuran Long dan Cross 1) Mendirikan alat tepat di atas titik STA 0.
2) Mengarahkan waterpass ke titik T1 untuk mendapatkan backsight 0° dan menembak di medan yang memiliki perbedaan tinggi.
3) Memutar waterpass sebanyak 90° ke kanan sebagai jalur pengukuran melintang atau cross section.
4) Menempatkan rambu ukur di setiap medan yang memiliki perbedaan tinggi untuk mendapatkan data profil.
5) Menembak setiap titik profil dengan bacaan benang atas, tengah, dan bawah kemudian menghitung jarak optis.
6) Memutar waterpass sebangak 180° ke arah kiri dan mengulangi langkah D dan E
iii) Langkah Perhitungan Long and Cross
1) Menghitung bacaan benang tengah apakah sudah memasuki toleransi dengan cara 𝐵𝐴+𝐵𝐵
2
2) Menghitung jarak optis setiap titik dengan cara (𝐵𝐴 − 𝐵𝐵) × 100 3) Menghitung nilai tinggi setiap titik dengan cara 𝑇𝑇 − (𝑇𝐴 − 𝐵𝑇)
BA = Benang Atas BB = Benang bawah TT = Tinggi Titik Alat BT = Benang Tengah
iv) Langkah Perhitungan Cut and Fill
1) Memberi garis request level pada gambar profil
2) Menganalisis bagian tanah yang harus di cut atau di fill sesuai dengan gambar pada profil
3) Menganalisi bentuk bangun datar yang terbentuk dari existing medan ke garis request level
4) Menghitung luas bangun datar yang terbentuk
5) Menjumlah luas bangun datar pada bagian tanah yang fill dan cut dengan dipisah.
BAB IV
PENYAJIAN DATA
4. 1. Data SketSa Survey Pendahuluan
4. 2. Data Pengukuran dan Perhitungan Long
KEDUDUKAN TARGET
I (PERGI)
∆ H1
II(PULANG)
∆ H2 JARAK (m) PATOK ANTAR JARAK RATA RATA- ∆H SI KOREK REKSI TERKO I ELEVAS BT BA
BT BA
Bb BB PERGI PULANG
I1 STA
7 1.201 1.242
-0.221
1.174 1.214
0.221
8.1 8
16.05 -0.221 -0.2735 0.9524
99.505
1.161 1.134
T1
1.422 1.462
1.395 1.435
8 8
99.2978
1.382 1.355
I2
1.119 1.224
-0.027
1.116 1.222
0.029
21.1 21.2
42.15 -0.028 -0.3354 - 0.9486
1.013 1.010
T2
1.146 1.251
1.145 1.250
21 21
99.2699
1.041 1.040
I3
1.423 1.462
0.086.
1.388 1.428
-0.086
7.9 8
16.05 0.086 -0.2735 - 0.3884
1.303 1.348
T3
1.337 1.376
1.302 1.342
82 8
99.3179
1.297 1.262
I4
1.352 1.443
-0.073
1.357 1.448
0.072
18.2 18.3
36.3 -0.0725 -0.8215 - 0.1026
1.261 1.265
T4 1.425 1.515
1.429 1.519
18.1 18 99.2362
1.334 1.339
4.3. Data Pengukuran dan Perhitungan Cross
BAB V
HASIL DAN PEMBAHASAN
5.1.Tinggi KKV
TITIK JARAK ELEVASI
STA 7 99.505
16.05
T1 99.2978
42.15
T2 99.2699
16.05
T3 99.3179
36.3
T4 99.2362
5.2.Tinggi CROSS
STA 7
TITIK JARAK ELEVASI TITIK JARAK ELEVASI
B7 99.3118
T1
B5 99.0280
11 10.4
B6 98.9468 B4 98.9010
9 7.9
B5 97.4718 B3 97.5830
7 7.5
B4 97.4498 B2 97.7420
1.6 1.5
B3 98.9598 B1 99.307
1.7 0.9
B2 99.2638 A1 99.2120
1.1 1.3
B1 99.5018 A2 99.1850
1 2.6
A1 99.4898 A3 99.2070
1.5
A2 99.4108
2.3
A3 99.4178
T2
TITIK JARAK ELEVASI TITIK JARAK ELEVASI
B5 98.8519
T3
B5 99.1587
11.2 10
B4 98.9019 B4 98.9627
9.1 9
B3 97.4029 B3 97.5667
8 6.4
B2 98.8929 B2 97.6357
2.6 2.1
B1 97.5849 B1 99.6137
2.4 2
A1 99.1669 A1 99.4287
1.3 0.6
A2 99.2499 A2 99.3547
4.5 3.1
A3 99.1269 A3 99.3687
T4
TITIK JARAK ELEVASI B5 99.3949
9.6
B4 98.9599
8.1
B3 97.5269
6.3
B2 97.6339
1.2
B1 98.9599
1.5
A1 99.1549
1
A2 99.1920
3
A3 99.1929
5.3.Hasil Cut n Fill
PROFIL CUT FILL
STA 7 5.569 m2 6.389 m2
T1 3.358 m2 5.263 m2
T2 4.615 m2 5.938 m2
T3 1.946 m2 4.680 m2
T4 4.021 m2 5.370 m2
total 19.509 m2 27.640 m2
5.1. Pembahasan
Pada praktikum ini, dapat dilihat bahwa pada pengukuran long dan cross dalam sekali pengukuran dapat mencakup beberapa area yang cukup luas. Pada pengukuran long mencapai jarak lebih dari 100m dan pada pengukuran cross sebesara 90 derajat dan -90 derajat mencakup beberapa area sungai dan jalan yang dapat kita ketahui kedalaman dan ketinggianya. Sehingga, pada perhitungan crosss juga bisa didapat cut n fill, dimana total cut adalah 19.509 m2 dan fill sebesar 27.640 m2 dengan request level pada 98.5
BAB V PENUTUP
6.1. Pengukuran Profil Memanjang:
• Tujuan: Profil memanjang digunakan untuk mengukur perubahan elevasi atau kontur sepanjang garis tertentu. Ini sering digunakan untuk studi topografi, perencanaan infrastruktur, atau analisis geologi.
• Manfaat: Memberikan gambaran rinci tentang perubahan elevasi sepanjang jalur, berguna untuk merancang jalan, jembatan, dan proyek konstruksi lainnya yang mengikuti garis panjang tertentu.
6.2.Pengukuran Profil Melintang:
• Tujuan: Profil melintang mengukur perubahan elevasi atau fitur di sepanjang garis yang tegak lurus terhadap profil memanjang. Ini memberikan informasi tentang variasi kontur di area yang melintang dari jalur utama.
• Manfaat: Membantu dalam memahami variasi kontur di area sekitar jalur utama, penting untuk analisis penampang tanah, perencanaan tata ruang, dan pengembangan daerah sekitar proyek.
Kesimpulan Umum: Pengukuran profil memanjang dan melintang saling melengkapi dan memberikan informasi yang komprehensif tentang bentuk dan kontur permukaan. Profil memanjang memberikan detail tentang perubahan sepanjang jalur tertentu, sementara profil melintang memberikan gambaran tentang variasi di area sekitar jalur tersebut. Kombinasi kedua jenis pengukuran ini memungkinkan perencana dan insinyur untuk memahami dengan lebih baik karakteristik permukaan tanah dan merancang solusi yang tepat untuk berbagai proyek konstruksi dan infrastruktur.
DAFTAR PUSTAKA
Adisaputra, S. (2016). Pengukuran dan pemetaan geodetik (2nd ed.). Penerbit Andi.
Cheng, P., & Li, X. (2015). Geodetic measurements and the Earth’s surface (2nd ed.).
Wiley.
Ghilani, C. D., & Kavanagh, B. F. (2016). GPS satellite surveying (4th ed.). Wiley.
Hadi, S. (2018). Dasar-dasar survei dan pemetaan (4th ed.). Penerbit Gadjah Mada University Press.
Jekeli, C. (2008). Satellite geodesy. In G. T. N. & C. D. Ghilani (Eds.), Surveying and geomatics engineering (pp. 245-276). Springer.
Nurhadi, R., & Susanto, H. (2021). Penerapan teknologi GPS dalam pengukuran kontur dan profil tanah. Jurnal Ilmu dan Teknologi Geodesi, 15(2), 78-89.
https://doi.org/10.6789/jitg.v15i2.3456
Pratama, D. A., & Setiawan, A. (2019). Analisis penggunaan total station untuk pengukuran profil melintang pada survei topografi. Jurnal Teknik Geodesi, 12(3), 123-135. https://doi.org/10.5678/jtg.v12i3.1234
Tullis, J., & Smith, R. (2017). Techniques for accurate terrain modeling. Survey Review, 49(369), 453-462.
https://doi.org/10.1179/003962617X15000581063889
Wibowo, S. B., & Handayani, T. (2020). Evaluasi metode pengukuran profil
memanjang untuk aplikasi perencanaan jalan. Jurnal Geodesi dan Geomatika, 7(1), 45-58. https://doi.org/10.1234/jgg.v7i1.5678
Yuniarto, A. (2017). Teknik pengukuran geodetik dan aplikasinya (1st ed.). Penerbit Kencana.
LAMPIRAN
Lampiran 1. SKETSA LONG DAN CROSS
Lamppiran 2. Perhitungan Long dan Cross
Lampiran 3. Perhitungan Cut n FIll
Lmapiran 4. Peta