• Tidak ada hasil yang ditemukan

Transportasi Merupakan Urat Nadi Perkembangan

06. Dimas Aldy Pratama

Academic year: 2024

Membagikan " Transportasi Merupakan Urat Nadi Perkembangan"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

1. Pendahuluan

1.1 Pengenalan

Transportasi sangat terkait dengan kehidupan sehari-hari masyarakat, dan masyarakat sangat bergantung pada transportasi. Di seluruh dunia, lalu lintas meningkat namun di sebagian besar negara dan kota, kecepatan pembangunan lalu lintas jauh tertinggal

dibandingkan kecepatan peningkatan jumlah kendaraan bermotor. Saat ini terdapat sekitar satu miliar kendaraan di jalan dan angka

ini dapat meningkat menjadi empat miliar pada tahun 2050.

Ketidakseimbangan antara kedua kecepatan ini menimbulkan beberapa permasalahan seperti hilangnya produktivitas akibat meningkatnya kemacetan, dampak negatif bagi kesehatan masyarakat akibat meningkatnya polusi udara akibat asap knalpot, dan tingginya angka kematian dan cedera akibat kecelakaan di jalan raya.

Menurut Forum Ekonomi Dunia, kerugian global akibat kemacetan lalu lintas

diperkirakan mencapai $1,4 triliun per tahun. Kecelakaan lalu lintas sangat banyak, dengan 1,25 juta kematian dan 20 hingga 50 juta cedera per tahun di jalan raya. Dampaknya terhadap kesehatan masyarakat juga signifikan, dengan 1/3 partikel halus di wilayah perkotaan dikeluarkan oleh kendaraan,

sehingga berperan langsung dalam serangan jantung, stroke, dan penyakit pernapasan.

Di Inggris, Amerika, Perancis dan Jerman, rata-rata orang menghabiskan 36 jam dalam kemacetan lalu lintas.

Angka-angka ini diperkirakan akan meningkat sebesar 6% pada tahun 2030.

Meningkatnya kemacetan, serta menjadi sumber frustrasi bagi pengemudi, mengakibatkan hilangnya produktivitas, karena tingginya biaya peluang waktu, yang dapat dialokasikan untuk kegiatan lain

Mari kita perhatikan situasi lampu lalu lintas yang mengatur penyeberangan pejalan kaki seperti yang ditunjukkan pada

diagram di bawah ini. Kita punya:

• arus kendaraan yang tiba di tempat penyeberangan pejalan kaki, diwakili oleh besaran ÿv dalam jumlah kendaraan

per satuan waktu (misalnya 4 kendaraan/menit).

• arus kendaraan yang meninggalkan tempat penyeberangan pejalan kaki, dinyatakan dengan besaran µv dalam

jumlah kendaraan per satuan waktu (misalnya 2 kendaraan/menit).

• arus pejalan kaki yang menyeberang jalan, diwakili oleh besaran ÿp dalam jumlah

(2)

pejalan kaki per satuan waktu (misalnya 10 pejalan kaki/menit).

• waktu bagi pejalan kaki untuk menyeberang jalan, dinyatakan dengan besaran ÿ dalam satuan waktu

Gambar 21: Situasi penyeberangan pejalan kaki

Hipotesis: Kami menganggap kedatangan kendaraan dan pejalan kaki kecil dan acak.

dom sehingga mengikuti distribusi Poisson yang ditentukan oleh aliran rata-ratanya masing- masin

(3)

Sebagai pengingat, dan dari pekerjaan bagian sebelumnya, kita akan menggunakan Tabel 6 sebagai tabel referensi untuk nilai arus pejalan kaki dan kendaraan.

1..2 Lampu lalu lintas biasa

Biasanya lampu lalu lintas untuk penyeberangan pejalan kaki sangat sederhana dan beroperasi dalam siklus 3 fase. Yang pertama lampu hijau sebentar tg lalu lampu kuning sebentar ta dan lampu merah

untuk waktu tr (lihat diagram siklus cahaya Gambar 22).

Kelemahan utama dari lampu lalu lintas tersebut adalah kendaraan terpaksa berhenti di lalu lintas

ringan meskipun tidak ada pejalan kaki yang menyeberang jalan. Hal ini dapat

menyebabkan kemacetan tanpa alasan. Ini dapat dioptimalkan untuk menghindari situasi tersebut.

Banyaknya kendaraan q yang mengantri pada saat lampu merah adalah: q = ÿvtr. Kepergian arus kendaraan adalah µv = 0. Banyaknya pejalan kaki p dalam antrian pada saat lampu hijau

fase adalah: p = ÿptg.

Gambar 23: Gambar tombol pejalan kaki di London

Cara pertama untuk mengatasi masalah ini adalah dengan menambahkan tombol pejalan kaki ke lampu lalu lintas. Tombol-tombol semacam itu sudah dikenal di beberapa negara seperti Perancis atau Inggris, namun seringkali hanya tombol-tombol palsu yang digunakan untuk membuat waktu tunggu terasa lebih singkat bagi

pejalan kaki dan tidak mengubah apa pun dalam fase cahaya sebenarnya. Namun, lampu tersebut dapat digunakan

agar lampu tidak berubah menjadi merah sampai seseorang ingin menyeberang jalan dan menekan tombolnya.

(4)

Referensi

Dokumen terkait

pemindahan manusia atau barang dari suatu tempat ketempat lain dengan. menggunakan sebuah wahana yang digerakkan oleh manusia

Jaringan jalan, adalah prasarana umum sistem transportasi yang berfungsi sebagai tempat berjalannya aktifitas perpindahan kendaraan angkutan.. Jalan itu sendiri dibagi menjadi

Transportasi atau pengangkutan didefinisikan sebagai suatu proses pergerakan atau perpindahan orang atau barang dari suatu tempat ke tempat lain dengan menggunakan

Transportasi merupakan hal yang penting dalam suatu sistem, karena tanpa transportasi perhubungan antara satu tempat dengan tempat lain tidak terwujud secara baik (Bintarto,

Transportasi adalah pemindahan manusia atau barang dari satu tempat ke Transportasi adalah pemindahan manusia atau barang dari satu tempat ke tempat lainnya dengan menggunakan

Menurut Kamaludin pada bukunya “Sejarah Transportasi Darat” transportasi berarti pengangkutan atau membawa sesuatu kesebelah lain dari suatu tempat. ke tempat lain

Semakin tingginya tuntutan mobilitas masyarakat, tentunya membutuhkan sarana transportasi yang dapat memberikan pergerakan dan perpindahan dari satu tempat ke tempat

Transportasi merupakan aktivitas perpindahan manusia atau barang dari satu lokasi ke lokasi tujuannya dengan memanfaatkan kendaraan yang digerakkan oleh tenaga manusia atau mesin. Aktivitas ini sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, karena memudahkan individu untuk menjalani berbagai aktivitas yang memerlukan mobilitas. Di Kabupaten Bangka, pemanfaatan lahan mencakup berbagai jenis kawasan, termasuk kawasan industri, pemukiman, perdagangan, dan pendidikan. Di antara kawasan-kawasan tersebut, kawasan pendidikan memiliki peran yang signifikan dalam mempengaruhi pola perjalanan masyarakat, terutama saat berangkat dan pulang sekolah. Aktivitas harian yang intens di sekitar sekolah menciptakan pola perjalanan yang spesifik dan kompleks, yang memerlukan perhatian khusus dalam analisis