• Tidak ada hasil yang ditemukan

TUGAS BESAR KEWIRAUSAHAAN

Arswarani Leonica

Academic year: 2023

Membagikan "TUGAS BESAR KEWIRAUSAHAAN"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

TUGAS BESAR KEWIRAUSAHAAN

“HAPPY BUCKET”

Dosen Pembimbing Masca Indra Triana, ST, MSM

Disusun Oleh :

Fandy Ahmad Amiruddin Yahya 1432000132

TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 SURABAYA

2023

(2)

DAFTAR ISI

(3)

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Dalam memasuki era kewirausahaan yang dinamis dan terus berubah, konsep "bucket"

mengalami evolusi yang menarik dan relevan dengan selera zaman. Kewirausahaan "bucket" kekinian mencerminkan semangat inovasi, personalisasi, dan responsivitas terhadap tren yang sedang berlangsung. Dalam konteks ini, usaha "bucket" tidak hanya berfungsi sebagai penyedia barang, tetapi juga sebagai pencipta pengalaman yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan masyarakat modern yang dinamis. Di tengah kehidupan yang semakin sibuk dan penuh tekanan, kebutuhan akan momen kebahagiaan dan relaksasi semakin meningkat. Banyak individu yang mencari cara untuk melepaskan diri dari rutinitas sehari-hari dan menemukan kegembiraan dalam momen-momen sederhana. Dalam konteks ini, muncul ide usaha yang inovatif untuk memenuhi kebutuhan tersebut, yaitu "HAPPY BUCKET".

"HAPPY BUCKET" hadir sebagai solusi kreatif untuk memberikan momen-momen kebahagiaan yang dibutuhkan oleh masyarakat. “Happy Bucket” yang bergerak dibidang seni kerajinan, ini memproduksi aneka macam bucket dengan bergantung pada pihak pelanggan yang memesan.

Konsepnya sederhana namun efektif: menyediakan paket-paket kebahagiaan dalam bentuk "bucket"

yang berisi berbagai barang dan pengalaman positif. Setiap "bucket" dirancang dengan cermat untuk menciptakan pengalaman yang menyenangkan dan bervariasi, mulai dari produk-produk kecil yang lucu untuk aktivitas yang menyenangkan. Bentuk usaha dari bisnis kami adalah usaha kecil mandiri dimana modal untuk usaha berasal dari pengelola kami sendiri. Usaha kami bergerak dalam bidang seni kerajinan yang menjual bouqet bunga dan juga snack. Bisnis kami ini nantinya akan kami promosikan melalui media online sehingga dapat memudahkan pelanggan dari daerah lain yang ingin membeli bouqet kami.

1.2 Rumusan Masalah

1. Apa itu BMC (Business Model Canvas)?

2. Bagaimana strategi “Happy Bucket” dalam mengembangkan bisnisnya?

1.3 Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana cara dan kemungkinan keuntungan dari hasil bisnis penjualan bucket bunga & snack.

1.4 Manfaat Penelitian

a. Menambah wawasan akan cara berwirausaha dalam bisnis penjualan bucket bunga dan snack.

b. Memberikan gambaran – gambaran apa dan bagaimana cara dalam pengelolaan bisnis penjualan bucket bunga

c. Memberikan informasi produksi, penjualan, dan pemasaran bisnis bucket bunga yang bisa dilakukan masyarakat

d. Dapat memperkirakan biaya modal dan keuntungan yang didapatkan dalam menjalankan

bisnis bucket.

(4)

BAB 2 PEMBAHASAN

2.1 Business Model Canvas (BMC)

Business Model Canvas merupakan proses gambaran bisnis yangn mengvisualisasikan alasan dengan cara organisasi atau bisnis dapat mewujudkan, menyampaikan, mendapat nilai.

Business Model Canvas adalah kerangka kerja sederhana untuk membuat, mengevaluasi dan memodifikasi model bisnis. Terdapat 9 elemen dasar yang terdiri dari revenue streams, customer segment, key resources, cost structure, value proposition, customer relationship, channels, key partnerships, key activities. Berikut 9 elemen dasar Business Model Canvas sebagai berikut :

1. Revenue Streams

Revenue Streams merupakan sumber pendapatan atau aliran pendapatan yang diperoleh oleh suatu bisnis melalui penjualan produk atau penyediaan layanan kepada pelanggan.

Ini mencakup semua cara bisnis memperoleh uang dari segmen pasar atau pelanggan tertentu.

2. Customer Segment

Customer Segment merupakan pihak yang telah menggunakan produk dan jasa dari suatu entitas dan berkontribusi dalam memberikan dana penghasilan bagi pengusaha.

3. Key Resources

Key resources merupakan potensi dari sumber usaha bisnis yang digunakan untuk mencapai asumsi nilai. Dengan ini dapat dikatakan sebagai asset yang dapat mewujudkan value proposition.

4. Cost Structure

Cost structure merupakan komponen biaya operasional pada usaha bisnis untuk memanifestasikan nilai yang diberikan kepada pelanggan. Komponen biaya yang efektif menjadi komonen utama jumlah laba yang dihasilkan usaha bisnis. (Aliwinoto et al., 2022)

5. Value Proposition

Value Proposition merupakan pernyataan yang menjelaskan manfaat unik yang diberikan oleh produk atau layanan kepada pelanggan. Ini merupakan keseluruhan nilai yang ditawarkan yang membedakan produk atau layanan dari pesaing di mata pelanggan.

6. Customer Relationship

Customer relationship merupakan hubungan yang dibangun antara perusahaan dan pelanggannya. Ini mencakup interaksi, komunikasi, dan cara perusahaan memahami serta memenuhi kebutuhan pelanggan.

7. Channels

Channels merupakan sebuah sarana dimana organisasi atau pengusaha berkomunikasi dengan para pelanggan yang dilayani.

8. Key Partnership

Key partnership merupakan mitra kerjasama strategis dengan pihak eksternal yang dapat membantu bisnis mencapai tujuannya. Ini melibatkan identifikasi dan membentuk hubungan dengan pihak-pihak yang dapat menyumbangkan nilai tambah atau memitigasi risiko dalam operasi bisnis.

9. Key Activities

Key activities merupakan kegiatan utama yang harus dilakukan oleh perusahaan untuk menjalankan model bisnisnya agar dapat berjalan secara efektif.

2.2 Strategi Pengembangan Bisnis

Strategi merupakan tindakan kegiatan yang dilakukan oleh seseorang atau perusahan untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan sebuah perusahaan yang dituntut untuk lebih

(5)

kreatif dan inovatif dalam merancang strategi bisnisnya dan mengantisipasi segala macam bentuk perubahan yang terjadi, serta dapat bersaing dan tetap bergerak sesuai keinginan pasar. Sebuah perusahaan menerapkan strategi binis dengan model bisnis yang merupakan suatu metode untuk menggambarkan bagaimana organisasi tersebut menciptakan, memberikan, menangkap nilai business model untuk memberikan respon cepat terhadap keinginan pelanggan dengan memberikan nilai terbaik dalam perusahaan (Bustamin et al., 2020)

2.3 Hasil dan Pembahasan

Dari pengumpulan data pada 9 elemen model canvas dilakukan dengan indepth interview untuk pemetaan model bisnis yang sedang dijalankan. Proses pengambilan data dilakukan dengan identifikasi dan melakukan evaluasi pada usaha makanan Cookie Cone Coklat dapat dideskripsikan sebagai berikut:

1) Key Partnership

Tidak ada bisnis kecil, menengah, atau besar yang dapat bertahan dengan sendirinya. Kita pasti membutuhkan mitra atau partner untuk menjalankan bisnis. “Happy Bucket” memiliki supplier bunga, ekspedisi jasa kirim, agen snack, supplier kain bucket, patner, reseller, dan pelanggan dalam bisnis yang kami ambil ini.

2) Key Activities

Menjelaskan bagaimana kami membuat proposal nilai perusahaan. Selain itu, aktivitas utama suatu perusahaan atau bisnis dijelaskan di blok ini. Memproduksi dan menjual berbagai jenis buket, termasuk bunga, snack, dan uang, adalah tugas utama

“Happy Bucket”.

3) Key Resources

Aset strategis perusahaan dijelaskan dalam Key Resources. Bahan baku untuk produk, infrastruktur yang diperlukan, dan sebagainya dapat menjadi aset. Bahan baku untuk usaha “Happy Bucket” ini adalah kain/kertas craf, gabus, kardus, pita, dan peralatan yang digunakan untuk membuat berbagai macam bucket. Beberapa contoh peralatan yang digunakan untuk membuat bucket termasuk gunting, solasi, lem tembak, dan lidi.

4) Value Proposition

Dalam blok ini, Anda akan menemukan fitur atau nilai tambahan yang akan membuat bisnis terlihat menarik dan menarik konsumen.Untuk produk yang dipasarkan,

“Happy Bucket” menggunakan bahan baku berkualitas tinggi yang aman dan tidak mudah rusak, dan kami memberikan kebebasan atau keleluasaan untuk mendesain barang sesuai dengan permintaan pelanggan.

5) Cost Structure

Blok ini bertanggung jawab untuk menentukan biaya apa saja yang diperlukan untuk menjalankan seluruh operasi bisnis. “Happy Bucket” ini mencakup biaya bahan baku, packing, kendaraan, dan perlengkapan.

6) Customer Relationship

Menjelaskan bagaimana suatu bisnis berhubungan dengan pelanggannya. Cara suatu perusahaan memberikan layanan adalah salah satu faktor yang memengaruhi hubungan dengan pelanggan. Untuk menjaga kepuasan pelanggan, layanan “Happy Bucket” memberikan layanan terbaik, seperti layanan yang ramah dan mampu meraih kepercayaan pelanggan.

7) Customer Channel

Memberikan penjelasan tentang berbagai media yang digunakan oleh suatu perusahaan untuk menjual produknya. “Happy Bucket” berusaha untuk memudahkan komunikasi dengan pelanggan dengan memasarkan produknya melalui e-commerce, bazaar, spanduk, dan brosur, serta media sosial seperti Instagram dan WhatsApp.

8) Customer Segments

(6)

Memberi tahu konsumen potensial tentang produk yang dibuat oleh suatu bisnis.

“Happy Bucket” menyasar semua kalangan, termasuk remaja, orang yang akan menikah atau tunangan, mahasiswa yang akan wisuda, event organizer, seseorang yang sedang merayakan ulang tahun, dan seseorang yang sedang merayakan anniversary.

9) Revenue Streams

Bagian ini yang akan menghasilkan keuntungan dari penjualan barang dagangan perusahaannya. Dalam “Happy Bucket”, salah satu sumber pendapatan adalah diperoleh dari penjualan produk buket, ketika melakukan transaksi dan dari biaya transportasi bagi pembeli diluar sekitaran kampus. Salah satu keuntungan yang diperoleh dengan menjual 5 buket bunga dengan harga Rp 55.000 per buah dalam satu kali produksi adalah Rp.

235.000.

(7)
(8)

2.4 Analisis SWOT

Elemen BMC Strengths (Kekuatan)

Weakness (Kelemahan)

Opportunities (Peluang)

Threats (Ancaman)

Revenue Streams

Pendapatan berasal dari penjualan bucket yang didominasi oleh bucket bunga dan sisanya adalah snack

Pendapatan hanya berasal dari dua penjualan tersebut (bucket bunga & snack)

Meningkatkan promosi dan variasi bucket pada customers dalam setiap event – event yang penting/khusus (seperti wisuda, pernikahan, dll)

Banyaknya persaingan dalam jenis bisnis bucket bunga & snack ini.

Customer Segments

Pelanggan dapat berasal dari semua kalangan.

Contoh : snack bucket dapat digunakan dalam event anak - anak

Pelanggan mungkin meminta request yang sulit dikerjakan oleh owner.

Bisnis jenis ini banyak dicari anak muda yang akan melakukan perayaan, dan event – event anak/balita.

Customers mungkin bisa beralih ke pebisnis yang lain yang masih sejenis

Key Resource

Dapat merekrut pekerja sendiri atau dapat dilakukan mandiri

Stok bahan untuk bucket bunga tidak dapat beratahan lama,

dikarenakan berasal dari bunga alami, sehingga cepat layu & kering.

Dapat mengontrol stok dengan leluasa karena memproduksi sendiri bucket tersebut sesuai pesanan masuk.

Bahan baku bunga khusus mungkin tidak selalu tersedia di pasaran.

Cost Structure

Biaya bahan baku, biaya pemasaran, biaya penolong

Biaya operasional yang tidak tetap setiap periode

Dengan pengelolaan keuangan yang baik, dapat memperluas bisnis supaya dapat lebih dikenal banyak orang.

Harga produksi yang tidak tetap

mengakibatkan profit juga tidak tetap setiap bulannya.

Value Proposition

- Menggunakan bahan baku bunga yang segar

- Menggunakan snack yang enak dan banyak diminati anak – anak.

Selera artistik konsumen yang berbeda – beda.

Berpotensi mengembangkan banyak kreasi bunga yang lebih kreatif dalam berbagai jenis bunga untuk menarik

konsumen lebih banyak.

Banyak kekalahan saing akibat kurangnya inovasi dan upgrade gaya bucket.

Customer Relationship

Memberikan pelayanan maksimal kepada pelanggan dengan pemberian bonus, penyediaan sistem antar ditempat, dsb.

Kurang maksimalnya komunikasi/kurang memuaskannya pelayanan.

Memanfaatkan berbagai media untuk

berkomunikasi secara lebih dekat dengan konsumen.

Hilangnya pelanggan jika terdapat kurang baiknya pelayanan.

Channels

- Bisnis ini dikenalkan &

dipromosikan melalui jaringan sosial seperti marketplace, secara langsung, melalui Instagram, whatsapp

Memerlukan

pengeluaran untuk kuota internet dan penghandle penjualan.

Dapat dijangkau lebih luas oleh banyak kalangan apabila menggunakan media sosial dalam

promosinya.

Pengenalan dari mulut ke mulut juga dapat

Pengenalan melalui medsos dan mulut ke mulut tidak selalu dengan cepat menarik pelanggan, dikarenakan butuh proses

pengfilteran dari produk – produk tersebut oleh

(9)

dan pameran/bazar.

- Dapat dikenalkan dari mulut ke mulut melalui relasi teman/saudara

mempercepat penyebaran area konsumen

konsumen.

Key Partnership

- Bekerjasama dengan penyetok/penyedia bunga untuk mendapatkan persediaan bunga dengan cepat - Dalam bucket

snack, dapat pula bekerjasama dengan toko grosir yang menjual snack - Bekerjasama dengan

reseller – reseller agar penjualan bucket lebih cepat.

Belum bisa melakukan kerjasama dengan intens, karena pembelian untuk persediaan belum besar

Banyak menjalin hubungan dengan penyetok/penyedia dan toko grosir supaya mempermudah dalam melakukan produksi

Putusnya hubungan antar partner akibat masalah internal atau karena miskomunikasi

Key Activities

Proses pemasaran dilakukan dalam media sosial, kemudian pesanan dibuat sendiri dan dapat dipantau,

sehingga dapat

menghindari terjadi kelalaian.

Beberapa kendala dalam ketersediaan bahan penolong atau bahan baku mungkin dapat terjadi

Dapat menerima

pesanan produksi diluar batas harian bila terdapat pesanan yang

khusus dengan

mencantumkan catatan

- Jarak pengiriman yang jauh dapat menjadi

kewaspadaan pada produk, seperti rusak, lepas, dsb.

- Pembatalan yang tiba – tiba membuat hasil produksi tidak dapat digunakan.

(10)

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan

3.2 Saran

(11)

DAFTAR PUSTAKA

Aliwinoto, C., Hediyani, M., & Malinda, M. (2022). Analisis Business Model Canvas Usaha Mikro Kecil Menengah Toko Jif Bandung, Indonesia. Seminar Nasional Pariwisata Dan Kewirausahaan (SNPK), 1, 173–182.

https://doi.org/10.36441/snpk.vol1.2022.35

Bustamin, A., Nurtanio, I., & Tahir, Z. (2020). Business Model Canvas dan Social Media Marketing untuk Meningkatkan Kapasitas Pengusaha Mikro di Kabupaten Pangkep. JURNAL TEPAT : Applied Technology Journal for Community Engagement and Services, 3(1), 150–156.

https://doi.org/10.25042/jurnal_tepat.v3i1.7

Referensi

Dokumen terkait

Masyarakat di Indoniesia tidak banyak yang menggeluti dunia kewirausahaan mungkin karena faktor pola pikir kita sebagai masyarakat Indonesia yang masih takut untuk mengambil

Ikan lele merupakan pangan yang lezat dan telah banyak dijual di rumah makan dan pedagang kaki lima. Ikan Lele merupakan salah satu hewan yang kaya gizi. Dilihat dari komposisinya

Selain karena memiliki cita rasa yang khas, Jamur tiram juga Memiliki nilai gizi yang tinggi.. Selain itu jamur tiram mengandung Vitamin atau

File Hasil yang dikirimkan adalah sebanyak 2 buah/jenis yaitu file Show Presentasi dan File Program siap eksekusi dengan nama File keduanya adalah Nim_Nama Mahasiswa Ketua kelompok..

Produk atau Jasa dengan Permintaan Terbatas atau Bersifat Khusus Permintaan pasar terhadap produk atau jasa rendah karena tingkat kebutuhan berada dalam skala yang rendah, atau karena

 Industri laundry sebagai kebutuhan pokok  Pangsa pasar yang luas dari mulai anak kos, pekerjaan hingga keluarga  Mudah dijalankan karna tidak membutuhkan peralatan yang sulit 

Paket Baisukan : Terdiri dari menu – menu bahan mentah sayuran yang biasa dimasak saat pagi hari.. Seperti : salad, lalapan, bubur,

Toko Alat Tulis Dewasa hingga anak-anak tidak menutup kemungkinan membutuhkan alat tulis untuk pekerjaan dan pendidikan, walaupun sudah banyak alat elektronik yang memadai namun alat