Nama : Alya Sabrina Kelas : Psikologi B 2021 NIM : 04041282126052
Dosen Pengampu : Ardias Nugraheni, S.Psi., M.Psi., Psikolog
1. Keterkaitan antara antisocial personality disorder, psikopat ,sosiopat,asocial dan dissosial
Pada intinya psikopat, sosiopat,asocial, dan dissosial merupakan prilaku menarik diri dari orang lain dan bukan termasuk ke dalam klasifikasi DSM-5. Antisocial personality disorder/ASDP merupakan gangguan secara resmi tertulis di DSM 5 yang didefinisikan sebagai sebuah gangguan kepribadian yang ditunjukkan dengan pola ketidakpedulian dan pelanggaran terhadap hak- hak orang lain yang dimulai sejak masa kanak- kanak atau remaja awal dan berlanjut hingga dewasa. Pada DSM-5 psikopat tidak tersmasuk ke dalam diagnosis resmi klinis. Hubungan antara gangguan kepribadian anti sosial , psikopat , sosiopat , asocial, dan dissosial adalah asimetris. Sebagian besar orang dengan gangguan kepribadian anti sosial belum tentu psikopat, sosiopat , asocial, dan dissosial sedangkan sebagian besar dari mereka yang psikopat, sosiopat , asocial, dan dissosial memenuhi kriteria diagnostik gangguan kepribadian anti social/ASDP.
2. Apakah media soal berhubungan dengan gangguan kepribadian?
Media social bisa saja menjadi factor memicu munculnya gangguan kepribadian. Hal itu memungkinkan jika bagaimana cara para pengguna menyikapi nya saat aktif bermain media social dan intensitas waktu yang mereka habiskan untuk melihat media social. Misal ketika seseorang terlalu membawa perasaannya terhadap postingan orang lain, seperti iri berlebihan, kecemburuan berlebihan, rasa marah berlebihan dapat menimbilkan permasalahan dalam kehidupan sehari-harinya.Lalu beberapa Penelitian mengungkapkan bahwa penggunaan media sosial yang berlebihan atau bersifat adiktif dapat membentuk kecenderungan seseorang memiliki gangguan narsistik
3. Bipolar Disoreder dengan Borderline personality disorder (BPD), histrionic personality disorder,Narsistik
BDP, Histrionik dan Narsistik dalam DSM-5 merupakan gangguan kepribadian cluster B ditandai dengan pemikiran atau perilaku yang dramatis, terlalu emosional atau tidak dapat diprediksi. Sedangkan bipolar adalah kondisi kejiwaan yang membuat penderitanya mengalami perubahan emosi yang drastic. Oleh karena itu gangguan bipolar dan gangguan kepribadian cluster B memiliki karakteristik yang mirip karena sama-sama melibatkan suasana hati dan cara berpikir penderitanya, tentunya bipolar ini tidak termasuk kedalam gangguan kepribadian cluster B namun memiliki klasifikasi kriterian tersendiri pada DSM-5 4. Kaitan antara avoidant personality disorder dengan social anxiety disorder/phobia
social
Avoidant dan phobia social merupakan sama-sama gangguan yang mempengaruhi kehidupan sehari-hari nya namun tetap menjadi 2 gangguan yang berbeda dalam mendefinisikan gangguan tersebut. Avoidant sendiri merupakan penderitanya yang sengaja menghindari interaksi sosial dengan orang lain sedangkan phobia social untuk menjalin relasi namun terhambat karena ketakutan, kecemasan dan pikiran yang tidak rasional untuk menghindari situasi dimana ia menjadi pusat perhatian
5. Obsessive compulsive personality disorder dan obsessive compulsive disorder
OCD dan OCPD tentunya berbeda. OCD memiliki tanda yang penting dalam gangguanya yaitu adanya ketakutan dan pikiran atau obsesi sehingga membuat penderitanya melakukan kompulsi untuk menghilangkan kecemasan dalam pikirannya. Sedangkan OCPD penderitanya memiliki kepribadian yang sangat perfeksionis dan terobsesi dengan kesempurnaan dalam semua aspek hidupnya.
6. Kepribadian ganda dengan personality disorder
Dalam DSM-5 kepribadian ganda termasuk kedalam bagian dari kelompok Dissociative Disorder (gangguan disosiatif).Kepribadian ganda merupakan ketika seseorang memiliki dua atau lebih kepribadian yang berbeda antara satu dengan lainnya. Pengidap gangguan ini mengalami kepribadian yang berubah-ubah. Dapat disimpulkan bahwa kepribadian ganda
berbeda dengan gangguan kepribadian karena gangguan kepribadian itu kondisi yang menyebabkan penderitanya memiliki pola pikir dan perilaku yang tidak normal dan sulit untuk diubah sedangan kepribadian ganda merupakan gangguan identitas yang ditandai dengan adanya dua atau lebih kepribadian yang berbeda. Masing-masing identitas kepribadian tersebut dapat memiliki nama, usia, gestur, perilaku, ras, hingga jenis kelamin yang berbeda-beda, tetapi semuanya dapat hidup berdampingan (coexistence) dalam diri seseorang. Kondisi lain yang menjadi ciri utama pengidap DID adalah terjadinya episode amnesia berulang. Kondisi amnesia di sini berkaitan dengan ketidakmampuan individu untuk mengingat segala hal yang terjadi ketika kepribadian alternatif yang dimilikinya mengambil alih kepribadian inti. Itulah sebabnya, pengidap DID pada umumnya tidak menyadari bahwa ia memiliki kepribadian alternatif.