• Tidak ada hasil yang ditemukan

TUGAS GEOGRAFI PARIWISATA 5

N/A
N/A
Viery Armensyah

Academic year: 2023

Membagikan "TUGAS GEOGRAFI PARIWISATA 5"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

GEOGRAFI PARIWISATA TUGAS PERTEMUAN 5

DOSEN PENGAMPU : Dr. Yurni Suasti, M.Si.

OLEH :

VIERY ARMENSYAH 20136081

GEOGRAFI NK DEPARTEMEN SOSIAL UNIVERSITAS NEGRI PADANG

2022 / 2023

(2)

Resume Tentang Akomodasi

Pengertian akomodasi dalam pariwisata adalah suatu bangunan atau sebagian bangunan yang disediakan secara khusus, dan setiap orang dapat menginap, makan, serta memperoleh pelayanan dan fasilitas lainnya dengan pembayaran.

Akomodasi terdiri dari berbagai bentuk. Hotel merupakan salah satu bentuk akomodasi umumnya digunakan oleh wisatawan. Bentuk akomodasi lainnya dapat berupa motel atau motor hotel, pondok remaja, vila, bungalow dan cottage, pondok wisata, wisma atau mess (guest house), dormitori, losmen, marina, kapal pesiar, karavan, hotel perahu, flat,

apartemen, dan kondominium.

Setiap akomodasi diklasifikasikan dan dikategorikan karena wisatawan yang menjadi tamu hotel,misalnya menganggap penilaian tersebut menunjukkan kualitas pelayanan dan

kelengkapan fasilitas yang ditawarkan. Semakin tinggi peringkat akomodasi menunjukkan kualitas fasilitas dan pelayanan yang baik sejalan dengan harga yang tinggi pula.

Di bawah ini terdapat beberapa penjelasan mengenai ciri-ciri dari akomodasi, yang diantaranya adalah :

Agar dapat terlaksananya akomodasi paling tidak harus melibatkan dua pihak atau kelompok yang saling bertentangan agar dapat terjadinya penyelesaian dari adanya konflik yang dipersoalkan dan masing – masing tidak saling

membedakan antara satu dengan yang lainnya terkait mengenai suku, warna kulit, ras dan lain sebagainya.

Kemudian mulai pada tahapan proses akomodasi, yang mana sejumlah pihak yang saling bertentangan harus mau menerima dan juga memberi adanya suatu perubahan di dalam bersikap dan berprilaku serta harus saling dapat

meringankan sejumlah tuntutan dari masing – masing saling dipertahankan.

Oleh sebab yang menjadi tujuan dari akomodasi sendiri agar tidak saling mengganggu, maka masing – masing belah pihak harus dapat saling

kelonggaran dan pertimabngan serta bisa hidup saling berdampingan artinya terbebas dari adanya ketegangan

(3)

Bentuk Akomodasi

Kemudian beberapa bentuk akomodasi lainnya dalam sosiologi yang mana merupakan sebuah proses interaksi sosial yakni seperti berikut;

Yang pertama adalah Koersi (Coercion), yang mana Koersi ialah menjadi salah satu bentuk akomodasi yang mempunyai proses penekanan karena dari salah satu pihak posisinya lemah.

Yang keuda adalah Kompromi (Comproomise),yang mana Kompromi ialah sebuah wujud akomodasi, dimana dari kedua belah pihak yang berseteru saling meringankan tuntutan supaya tercipata suatu penyelesaian.

Yang ketiga adalah Arbitrasi (Arbitration), Yang mana Arbitrasi ialah sebuah upaya agar bisa mencapai kompromi jika dari kedua belah piha yang berseteru tidak mendapatkan solusi atas perkara yang dihadapi.

Yang keempat adalah Mediasi, Dimana Mediasi adalah sebuah upaya agar dpaat tercipta penyelesaian atas permasalahan dengan melalui seorang perantara yang bersifat tidak saling memihak atau netral.

Yang kelima adalah Konsiliasi, Yang mana Konsiliasi ialah sebuah uapaya agar dapat saling menyatukan suatu keinginan dari kedua belah pihak yang berseteru agar bisa bersama-sama mencari solusi supaya tercipta penyelesaian dari permasalahan yang terjadi.

Yang keenam adalah Ajudikasi, Ajudikasi sendiri ialah sebauh tahapan dalam menyelesaikan suatu perkara dengan memakai jalan pengadilan.

Yang ketujuh adalah Toleransi, yang mana Toleransi ialah sebuah bentuk akomodasi, hal ini dilakukan tanpa harus melalui suatu persetujuan, akan tetapi sangat memerlukan sikap yang saling pengertian.

Yang kedelapan adalah Stalamate, yang mana Stalamate menjadi salah satu bagian dari akomodas. Dalam hal ini sejumlah pihak yang saling bersteru saling berhenti karena sama – sama mempunyai kekuatan.

Yang kesembilan adalah Displacement, yang mana Displacement adalah sebuah upaya agar dapat mengakhiri suatu permasalahan dengan bersama – sama, hal ini biasanya dilakukan dengan menggunakan pengalihan objek.

Yang kesepuluh adalah Konversi, Yang mana Konversi ialah sebuah bentuk akomodasi yang penyelesaian permasalahnya dapat terjadi dengan cara dari salah satu pihak bisa menerima kekalahan dengan menggunakan pendirian dari pihak luar.

Referensi

Dokumen terkait

a) Bagian yang berkaitan dengan kedua belah pihak yang melakukan akad, pihak rahin bahwa kedua belah pihak murtahin syarat ini mengharuskan bahwa kedua belah pihak

Dengan demikian MoU yang dibuat 2 (dua) belah pihak akan mengikat kedua belah pihak tersebut, kedua belah pihak tersebut harus mematuhi semua ketentuan- ketentuan

1) Kesepakatan kedua belah pihak Kesepakatan kedua belah pihak yang lazim disebut kesepakatan bagi yang mengikatkan dirinya maksudnya, bahwa pihak – pihak yang

Sedangkan untuk tarif yang merupakan perjanjian dengan pihak ketiga seperti agen perjalanan atau perusahaan juga merupakan perjanjian kedua belah pihak, yang

Pembelajaran kolaboratif penyelenggaraan PAUD dapat mencapai keberhasilan karena diawali adanya keinginan kedua belah pihak yaitu pengelola/pendidik PAUD dan para

Dalam pelaksanaan tugas Notaris tersebut diatas, Notaris dituntut harus dapat membuat keseimbangan antara hak dan kewajiban antara kedua belah pihak yang mempunyai

Mempertimbangkan keinginan kedua belah pihak untuk mempromosikan kerja sama yang saling menguntungkan melalui partisipasi Saudi Fund for Development di bidang partisipasi

KONSILIASI Konsiliasi dari konflik yang melibatkan Gerakan Aceh Merdeka GAM dapat dilakukan dengan mempertimbangkan kedua pihak yang terlibat, dengan pembentukan tim konsiliasi yang