• Tidak ada hasil yang ditemukan

UAS METOPEL Aziz Abimanyu 143190086

N/A
N/A
IBP Cesario lecture

Academic year: 2024

Membagikan "UAS METOPEL Aziz Abimanyu 143190086"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS PENGARUH PENANAMAN MODAL, PERDAGANGAN

INTERNASIONAL, DAN UTANG LUAR NEGERI TERHADAP PERKEMBANGAN EKONOMI DI NEGARA REPUBLIK INDONESIA

PROPOSAL SKRIPSI

Disusun Oleh:

AZIZ ABIMANYU NIM: 143190086

PROGRAM STUDI EKONOMI PEMBANGUNAN FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” YOGYAKARTA 2021

(2)

BAB I 1.1 Latar Belakang

Penanaman Modal, Perdangan Antar Negara, dan Utang Luar Negeri merupakan kegiatan pada sektor ekonomi yang sangat berpengaruh terhadap perkembangan ekonomi di negara berkembang dan dampaknya sangat berpengaruh terhadap negara Indonesia yang notabene masih negara berkembang. Sedangkan perdagangan Internasional dilakukan dengan berbagai cara seperti kegiatan ekspor, yakni menjual dan mengirim barang/jasa ke luar negeri, dan impor, yaitu membeli dan menerima kiriman barang/jasa dari luar negeri. Kegiatan ini tentu memudahkan dan mendapat menguntungkan pada sektor ekonomi kepada negara yang bersangkutan.

Di sisi lain, perdagangan internasional juga dapat berdampak negatif, misalnya, masalah keamanan nasional, berkembangnya industri yang sedang berkembang dan persaingan tidak sehat karena perbedaan insentif aturan pajak antar negara. Hal-hal ini biasanya menjadi alasan untuk melindungi industri dalam negeri, misalnya dengan pengenalan bea masuk (tarif), kuota impor dan spesifikasi teknis. Sebagai contoh, auditor yang bekerja di Indonesia harus bisa mengatur keluar masuknya barang supaya dapat tersampaikan ke tujuan dengan baik. Indonesia mengukur pertumbuhan ekonomi dari Produk domestik bruto (PDB) dari tahun ke tahun merupakan salah satu indikator terpenting dalam menganalisis perkembangan ekonomi suatu negara

Untuk melakukan kegiatan tersebut dan juga mengembangkan kegiatan ekonomi atau dari kegiatan pada sektor lain juga perlu dilakukan untuk berhutang ke luar negeri.

Sedangkan Indonesia mengukur pertumbuhan ekonomi dari Produk domestik bruto (PDB).

Minimnya modal, tabungan dan investasi masih menjadi masalah utama dalam pembangunan ekonomi suatu negara, terutama di negara berkembang. Hal inilah yang mendorong suatu negara untuk memenuhi kekurangan modalnya secepat mungkin, yaitu dengan menaikkan utang luar negeri dengan negara lain yang mampu memberikan pinjaman ekuitas.

Indonesia sendiri sudah lama memiliki utang luar negeri. Bahkan sebelum kemerdekaan ada peninggalan dari peninggalan pemerintah kolonial Belanda. Utang luar negeri kita meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini berlaku dari era orde lama, era orde baru, hingga orde reformasi sekarang. Indonesia memiliki utang sekitar $2 miliar pada awal

(3)

kemerdekaan. Hingga semester II 2017, utang Indonesia kini mencapai Bermiliartermyata bahwa triliun. Evolusi utang luar negeri Indonesia dalam dolar ditunjukkan pada Tabel 1.

Tahun Hutang ( Miliar Dolar)

1949 0.79

1950 0514.

1956 1.7

1969 2.015

1947 2.437

1976 3.617

1978 8.295

1980 1410

1984 111.3

Stabilitas makroekonomi harus didukung oleh pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Untuk mencapai hal tersebut, diperlukan dua kebijakan penting. Pertama, terpenuhinya berbagai faktor yang mendukung pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja, khususnya percepatan pembangunan infrastruktur fisik dan lunak. Kedua, pengembangan potensi sektor ekonomi berdaya saing tinggi dengan mengoptimalkan pemanfaatan teknologi, informasi digital dan e-commerce. Kombinasi langkah-langkah tersebut dengan dukungan partisipasi aktif swasta diyakini dapat mengatasi berbagai permasalahan perekonomian Indonesia seperti kemiskinan, pengangguran, dan ketimpangan sosial ekonomi.

Hal itu disampaikan dalam rapat koordinasi Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan Bank Indonesia yang digagas bersama oleh Gubernur Bank Indonesia dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman pada Rabu (27/9) di Bandung, Jawa Barat.

Dikutip dari siaran pers bersama di situs Bank Indonesia, rapat koordinasi menyepakati lima hal penting, yaitu:

1. Mendorong percepatan pembangunan infrastruktur di Jawa Barat yang akan mendukung pertumbuhan sektor-sektor ekonomi potensial.

2. Mendorong berkembangnya sektor-sektor ekonomi daerah yang potensial sebagai sumber pertumbuhan baru yang disesuaikan dengan karakteristik daerah.

(4)

3. Peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) melalui pelatihan kejuruan dan peningkatan skala ekonomi dan kemampuan industri kecil dan menengah (ICM) di Jawa Barat.

4. Meningkatkan nilai tambah produk pertanian.

5. Mengembangkan sektor pariwisata dengan strategi penguatan atraksi, akses dan pelayanan (3A) sebagai hasil cepat dengan mengembangkan destinasi wisata tematik utama, khususnya wisata bahari, sejarah, seni tradisi religi dan budaya serta desa wisata. (tidak / rsa)

1.2

Rumusan Masalah

Dari penjelasan masalah diatas, maka dapat dirumuskan masalah dalam penelitian ini dan penelitian sebelumnya sehingga pertanyaan pada penelitian ini adalah:

1. Bagaimana Pengaruh Penanaman Modal terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia?

2. Bagaimana Pengaruh Perdangangan Internasional terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia?

3. Bagimana Pengaruh Untang Luar Negeri terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia?

1.3 Tujuan Penelitian

Berdasarkan pertanyaan penelitian diatas, maka tujuan dari penelitain ini adalah sebagai berikut :

1. Menganalisis Pengaruh Penanaman Modal terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia

2. Menganalisis Perdangangan Internasional terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia

3. Menganalisis Pengaruh Untang Luar Negeri terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia

1.4 Manfaat Penelitian

1. Penelitian ini bermanfaat bagi peneliti untuk memperlajari dan memperluas pengetahuan tentang pengaruh Penanaman Modal, Perdagangan Internasional, dan Utang Luar Negeri terhadap Perkembangan Ekonomi di Indonesia.

(5)

2. Dapat membantu para peneliti selanjutnya untuk dijadikan acuan untuk penelitian dari peneliti tersebut atau untuk mengembangkan penelitian ini.

3. Diharapkan dapat membantu Masyarakat untuk mengetahui pengaruh Penanaman Modal, Perdagangan Internasional, dan Utang Luar Negeri terhadap Perkembangan Ekonomi di Indonesia.

4. Diharapkan dapat membantu pemerintah untuk mengetahui dan mengatasi masalah pada Penanaman Modal, Perdagangan Internasional, dan Utang Luar Negeri yang berpengaruh terhadap Perkembangan Ekonomi di Indonesia.

1.5 Keaslian Penelitian

Peneliti (Tahun) Judul Penelitian Variabel Alat Penelitian Indah Ambarsari &

Didit Purnomo, 2005

Studi Tentang Penanaman Modal Asing di Indonesia

Dependen : Studi Independen : Penanaman Modal Asing di Indonesia

Arima, VECM

Efi Fitriani, 2019 Analisis Pengaruh Perdagangan

Internasional terhadap Pertumbuhan

Ekonomi di

Indonesia

Dependen :

Pertumbuhan

Ekonomi di

Indonesia

Independen : Perdagangan

Internasional

VECM

Niken Paramita Purwanto & Dewi Restu Mangeswuri, 2011

Pengaruh Investasi Asing dan Hutang

Luar Negeri

terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Dependen :

Pertumbuhan

Ekonomi di

Indonesia

Independen : Perdagangan

Internasional

VAR

(6)

Pada Penelitian ini, yang membedakan dari penelitian sebelumnya yaitu penelitian ini merupakan pengembangan dari ketiga penelitian yang sebelumnya dan dengan penyesuaian dengan tahun yang lebih baru.

BAB II 2.1 Landasan Teori

2.1.1 Pengertian Penanaman Modal

Untuk memahami penanaman modal, kita dapat melihat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal. Pasal 1 ayat 1 UU Penanaman Modal menyatakan bahwa penanaman modal adalah segala bentuk kegiatan penanaman modal baik oleh penanam modal dalam negeri maupun penanam modal asing untuk melakukan usaha di wilayah negara Republik Indonesia. Artikel ini berfokus pada aktivitasnya, yaitu berinvestasi.

Di akhir pasal ditegaskan pula bahwa undang-undang ini mengatur kegiatan penanaman modal yang kegiatannya dilakukan di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Oleh karena itu, undang-undang ini tidak mengatur kegiatan penanaman modal yang kegiatannya dilakukan di luar wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Penanam modal dalam Pasal 1 Ayat 4 adalah orang perseorangan atau badan ekonomi yang melakukan penanaman modal dalam bentuk penanam modal dalam negeri dan penanam modal asing. Pokok-pokok Pasal 1 (4) di atas adalah bahwa penanam modal adalah pihak yang melakukan kegiatan penanaman modal. Pihak mana yang dapat berupa orang perseorangan atau badan hukum yang berasal dari Jerman atau luar negeri. Dalam Pasal 1 adalah aset berupa uang atau bentuk lain yang bukan uang dari penanam modal yang mempunyai nilai ekonomis.

Menurut pengertian sebelumnya, modal adalah segala sesuatu yang ditanamkan oleh investor dalam kegiatan penanaman modal (aset). Yang diinvestasikan dapat berupa uang atau bentuk lain selain uang yang memiliki nilai ekonomis. Jika uang, atau bentuk lain selain uang yang diinvestasikan, tidak memiliki nilai ekonomi, mereka tidak dapat diklasifikasikan sebagai modal atau aset.

Pertumbuhan ekonomi indonesia yang relatif tinggi sejak Indonesia merencanakan pemrograman pengembangan di akhir orde baru tidak lepas dari peran Investasi langsung itu penting. Perkembangan mengumumkan struktur pertama pemerintah Indonesia melalui rencana pembangunan lima tahun mendorong pertumbuhan arus masuk modal di Indonesia melalui investasi langsung. Investasi langsung sangat penting Menciptakan pertumbuhan ekonomi Berkualitas karena menawarkan beberapa dampak pembangunan yang positif Bisnis.

(7)

Dalam analisis ekonomi makro, pertumbuhan ekonomi suatu negara diukur dengan perkembangan produk domestik bruto atau pendapatan nasional suatu negara; Pertumbuhan ekonomi dipengaruhi oleh beberapa faktor, yang disebut dengan indikator ekonomi atau bahkan indikator makroekonomi. Dari beberapa indikator, seringkali dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi, termasuk investasi asing (FDI) dan investasi portofolio. Dampak utang luar negeri terhadap pertumbuhan telah menimbulkan keraguan pada perekonomian.

Sedikit pengalaman dan studi empiris juga menunjukkan bahwa sejumlah negara mendapat manfaat darinya: pinjaman pembangunan luar negeri dapat berhasil dalam arti bahwa negara- negara dapat meningkatkan standar ekonominya dan sekaligus melunasi utang luar negeri, tetapi banyak negara tidak memiliki pengalaman. Di sisi lain, ekonomi sedang krisis, sehingga harus mengandalkan bantuan donor untuk melunasi utangnya. Seperti halnya utang luar negeri, modal asing dan investasi portofolio merupakan salah satu sumber pembiayaan bagi pertumbuhan dan perkembangan perekonomian. Penanaman modal asing, baik langsung maupun portofolio, dimaksudkan untuk menggantikan peran utang luar negeri pemerintah sebagai sumber pembiayaan bagi pertumbuhan dan pembangunan ekonomi nasional. Peranan penanaman modal asing menjadi semakin penting seiring dengan meningkatnya utang luar negeri Indonesia secara signifikan.

Tapi perkembangan investasi langsung di Indonesia tidak selalu berhasil lembut.

Tahun krisis keuangan di Asia Timur 1997-1998 dan krisis keuangan global Pada tahun 2008 laju pertumbuhan investasi melambat langsung ke Indonesia. Pertumbuhan Ekonomi Indonesia tumbuh rata-rata 7% pada periode sebelum krisis $ 175,49 juta pada tahun 1992 dan pada dasarnya stabil dan dicapai pada tahun 1995 $219,16 juta, lalu dikurangi 15 Persen selama krisis 1998 sebesar $214,57 juta. Lambat Pertumbuhan ekonomi dimulai pada 5.

untuk menstabilkan 6% pada tahun 2001 memiliki 235,18 uta US $, hingga 2012 427,48 uta dolar. Salah satu penyebab penurunan. Pertumbuhan ekonomi Indonesia disebabkan oleh penurunan tajam dalam investasi langsung ke pasca-krisis Keuangan 1997. Selain krisis Asia (1997-1998), Indonesia juga sedang menghadapi krisis global 2008. Namun, dampak krisis 2008 tidak terlalu berpengaruh pada PDB dan FDI Indonesia dibandingkan dengan krisis Asia 1997. Nilai FDI tertinggi terjadi di 2012 sekarang $ 19,618 juta nilai total BDI terendah 1998 Senilai $ 240 juta. Efek dari krisis Pengalaman Finansial Global Baru di Indonesia tahun 2009 dimana total nilai FDI turun $4.877 juta dibandingkan tahun sebelumnya.

Pada Tahun 2010 total nilai BDI naik lagi $13.770 juta e mencapai puncak tertinggi dalam beberapa tahun 2012. Investasi langsung juga mempengaruhi beberapa variabel Faktor kunci seperti inflasi suku bunga. Nilai tukar yang pada akhirnya berdampak pada

(8)

pertumbuhan ekonomi. Sejumlah penelitian sebelumnya seperti Reza (2012) dan Otalu (2013) tunjukkan ini Pertumbuhan ekonomi tidak sendiria dipengaruhi oleh laju pertumbuhan. Tapi investasi langsung juga sebaliknya Pertumbuhan ekonomi sedang mogok investasi langsung yang tinggi. Kecuali Investasi langsung juga berinteraksi dengan variabel makro domestik yang berbeda Selain pertumbuhan ekonomi.

Namun, perkembangan investasi langsung di Indonesia tidak selalu mulus. Tahun- tahun krisis keuangan Asia Timur 1997-1998 dan krisis keuangan global 2008 memperlambat pertumbuhan investasi langsung di Indonesia. Pertumbuhan ekonomi Indonesia sebelum krisis tumbuh rata-rata 7% menjadi $175,49 juta pada tahun 1992 dan secara umum tetap stabil, mencapai $219,16 juta pada tahun 1995, sebelum menurun sebesar 15,% selama krisis Indonesia 1998. Pertumbuhan ekonomi yang lambat dimulai pada 5. Menstabilkan dari 6%

pada 2001 menjadi $235,18, pada 2012 menjadi $427,48. Salah satu penyebab penurunan.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia didorong oleh penurunan tajam investasi langsung pasca krisis keuangan 1997. Selain krisis Asia (1997-1998), Indonesia juga menghadapi krisis global 2008 yang berdampak lebih rendah terhadap PDB dan FDI Indonesia dibandingkan pada krisis 2008. Asia 1997. Nilai FDI tertinggi pada tahun 2012 sebesar US$ 19.618 juta, total nilai FDI terendah pada tahun 1998 sebesar $ 240 juta. Dampak dari krisis New Global Financial Experience 2009 di Indonesia, dimana total nilai FDI turun $4.877 juta year-over- year.

Pada tahun 2010, nilai total FDI meningkat sebesar $13.770 juta, tertinggi dalam beberapa tahun.FDI juga mempengaruhi beberapa variabel, termasuk faktor kunci seperti inflasi suku bunga. Nilai tukar, yang pada gilirannya mempengaruhi pertumbuhan ekonomi.

Berbagai penelitian sebelumnya seperti Reza (2012) dan Otalu (2013) menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak hanya dipengaruhi oleh laju pertumbuhan. Namun, investasi langsung juga sebaliknya: pertumbuhan ekonomi stagnan, investasi langsung tinggi. Selain itu, selain pertumbuhan ekonomi, investasi langsung juga berinteraksi dengan berbagai variabel makro domestik.

2.1.2 Pengertian Perdagangan Internasional

Perdagangan internasional memiliki pengaruh yang kuat terhadap pertumbuhan ekonomi suatu negara. Jika suatu negara mengekspor lebih banyak daripada mengimpor, pendapatan nasionalnya adalah bumi akan naik dan kemudian secara positif mempengaruhi

(9)

pertumbuhan Bisnis. Keuntungan dari perdagangan internasional adalah memungkinkan suatu negara untuk

Fokus dalam memproduksi barang dan jasa murah sehingga Anda dapat mengekspor ke luar negeri. Manfaat perdagangan internasional dapat berupa pendapatan yang lebih tinggi Pemerintah, cadangan devisa, operasi modal dan kesempatan kerja yang lebih baik Menurut data perkembangan ekspor Indonesia periode 2011-2015,Menolak. Berdasarkan grafik di bawah ini, nilai ekspor pada periode 2011-2015 Indonesia turun dari $203.496,60 juta menjadi $150.252,50 setiap tahun Jutaan US$ pada tahun 2015. Artinya pada periode 2011- 2015, depresiasi ekspor Indonesia sebesar 26,16%.

Untuk perdagangan dan perekonomian di Indonesia, Indonesia mengalami kontraksi ekonomi dengan kontraksi terdalam terjadi di wilayah Bali dan Nusa Tenggara. Hal tersebut disebabkan oleh masih rendahnya aktivitas pariwisata, khususnya kunjungan wisatawan mancanegara. Dua provinsi, yakni Sulawesi Tengah dan Maluku Utara, tumbuh cukup tinggi pada triwulan III tahun 2020. Gambar 5. Pertumbuhan PDB Sisi Produksi Triwulan III Tahun 2020 Sumber: Badan Pusat Statistik Sektor pertanian tumbuh melambat. Sektor pertanian tumbuh 2,15 persen (YoY), melambat baik dibandingkan triwulan sebelumnya maupun triwulan III tahun 2019. Pertumbuhan pada triwulan III tahun 2020 didorong oleh pertumbuhan subsektor pertanian, peternakan, perburuan, dan jasa pertanian. Pertumbuhan tanaman pangan mencapai 7,1 persen (YoY), yang didorong oleh panen raya kedua pada tanaman padi. Tanaman hortikultura juga meningkat 5,6 persen (YoY) sejalan dengan meningkatnya permintaan buah dan sayuran. Sementara itu, peternakan kembali mengalami kontraksi sebesar 0,2 persen (YoY) yang disebabkan oleh rendahnya permintaan hewan ternak untuk restoran. Subsektor kehutanan dan penebangan kayu pada triwulan ini terkontraksi 1,6 persen (YoY). Perikanan juga terkontraksi 1,0 persen (YoY), disebabkan oleh terhambatnya produksi ikan budidaya yang terdampak penurunan permintaan dan penyerapan di pasar. Industri pengolahan kembali terkontraksi. Industri pengolahan terkontraksi 4,3 persen (YoY) yang terjadi pada hampir seluruh subsektor. Industri alat angkutan mengalami penurunan paling dalam sebesar 30,0 persen (YoY). Lemahnya permintaan domestik dan luar negeri menyebabkan pemangkasan produksi mobil dan motor.

Sejalan dengan hal tersebut, industri mesin dan perlengkapan juga terkontraksi 10,8 persen (YoY). Di sisi lain, beberapa industri masih tumbuh positif. Industri kimia, farmasi,

(10)

2.1.23 Pengertian Utang Luar Negeri

Utang luar negeri adalah bagian dari total utang suatu negara diterima dari kreditur asing. Penerima Utang luar negeri dapat berbentuk pemerintah atau korporasi individu.

Bentuk hutang bisa berupa uang yang diambil dari bank Sektor swasta, pemerintah negara lain atau lembaga keuangan internasional seperti IMF dan Bank Dunia. Dari sudut pandang material, utang luar negeri adalah arus masuk modal dari luar negeri ke dalam negeri yang bisa menambah modal ada di dalam negeri. Aspek formal mendefinisikan utang luar negeri sebagai kwitansi atau hadiah yang dapat digunakan untuk lebih banyak investasi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, ditinjau dari fungsinya, pinjaman luar negeri diperhitungkan itu adalah salah satu sumber pembiayaan alternatif yang diperlukan dalam pembangunan. Negara berkembang seperti Indonesia melakukan. Pembangunan di segala bidang terkendala oleh faktor pembiayaan. tanggal 14 Untuk mempercepat pelaksanaan pemerintah: pembangunan nasional, maka sumber pendanaan untuk Indonesia termasuk negara yang bebas utang. tujuan penggunaan Utang sebagai sumber pembiayaan untuk percepatan pembangunan nasional digunakan karena sumber pendanaan Tabungan keluarga sangat terbatas, jadi jika sumber pembiayaan, utang, terutama utang luar negeri, besar diperlukan untuk memecahkan masalah pembiayaan Perkembangan. Sumber pembiayaan utang adalah: salah satu biaya pembangunan negara berkembang yang: Negara berkembang seperti Indonesia. Di bawah ini adalah jenis-jenis utang luar negeri berdasarkan aspek yang berbeda, yaitu: berdasarkan bentuk pinjaman yang diterima, sumber pinjaman, Jangka waktu pinjaman, dan status penerimaan.

Berdasarkan bentuk pinjaman yang diterima, pinjaman dibagi menjadi:

a. Bantuan proyek, yaitu bantuan luar negeri yang digunakan untuk proyek pembangunan dengan: meliputi barang modal, barang dan jasa.

b. Bantuan atau Bantuan Teknis atau ahli.

c. Bantuan program, yaitu bantuan untuk Jika kita perhatikan dari pengertian penanaman modal dan penanam modal sebelumnya maka modal merupakan apa yang ditanam (asset) dalam kegiatan penanaman modal oleh pihak penanam modal. Apa yang ditanam dapat berupa uang atau bentuk lain selain uang yang memiliki nilai ekonomis.

Jika uang atau bentuk lain selain uang yang ditanam tersebut tidak memiliki nilai ekonomis maka ia tidak dapat dikategorikan sebagai modal atau asset Pada dasarnya,

(11)

pertumbuhan ekonomi menggambarkan potensi ekspansi PDB atau produksi nasional dalam negeri. Pengertian lain dari pertumbuhan ekonomi adalah pertumbuhan Ekonomi muncul ketika produksi per kapita meningkat. Menjelaskan pertumbuhan ekonomi kenaikan standar hidup, diukur dengan output riil per kapita. Pertumbuhan ekonomi diukur dalam bentuk pembangunan ekonomi berupa peningkatan pendapatan nasional riil perekonomian untuk waktu yang lama (Tadang, 1981). Ada berbagai model pertumbuhan ekonomi dikemukakan oleh para ahli yaitu Solow, Harord-Domar, Schumpeter dan Fast Track. Model pertumbuhan Solow menunjukkan bagaimana tabungan, pertumbuhan penduduk dan Kemajuan teknologi mempengaruhi tingkat produksi dalam perekonomian dan pertumbuhannya sepanjang waktu.

Model ini bertujuan untuk menunjukkan bagaimana pertumbuhan Stok modal, pertumbuhan karyawan, dan kemajuan teknologi bekerja bersama dalam perekonomian, yang pada akhirnya mempengaruhi produksi di suatu negara (2000). Seperti halnya Solow, teori Harrod-Domar menekankan pentingnya peran Akumulasi modal dalam proses pertumbuhan. Di mana ekonomi mana pun dapat disisihkan bagian tertentu dari pendapatan nasionalnya, jika hanya untuk menggantikan kekayaan Menolak modal dari . Namun, agar ekonomi tumbuh, perlu untuk investasi baru sebagai tambahan modal.

Harrod-Domar menunjukkan ini Akumulasi kapital memiliki fungsi ganda, yaitu pertumbuhan pendapatan dan, di sisi lain, lain juga dapat meningkatkan kapasitas produksi dengan meningkatkan stok modal. Teori di Schum Peter menekankan faktor inovasi kewirausahaan sebagai kekuatan penrong pertumbuhan ekonomi kapitalis.

Sedangkan menurut teori percepatan pertumbuhan ekonomi, setiap negara/wilayah harus melihat sektor/produk mana yang memiliki potensi besar e dapat dikembangkan dengan cepat, baik untuk potensi alam maupun untuk sektor memiliki keunggulan kompetitif.

2.2 Penelitian Terdahulu

Penelitian terdahulu dilakukan dengan alat penelitian VECM, VAR, dan Arima.

Penelitian terdahulu membahas topik seperti Studi Tentang Penanaman Modal Asing di Indonesia Analisis Pengaruh Perdagangan Internasional terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia, Pengaruh Investasi Asing, dan Hutang Luar Negeri terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia yang kemudian dikembangkan pada penelitian ini.

2.3 Kerangka Pemikiran

(12)

Hasil Uji StasioneritasAugmented Dickey Fuller(ADF) pada Tingkatfirst differencs

Tingkat first differenc sNo

Variabel t-

statistic Prob

1. GDP -

11.33257 0.0000

2. FDI 19.30866 0.0000

3. CPI -

7.254903 0.0000

4. INT -

9.379582 0.0000

5. EXC 6.987654 0.0000

Tabel 5

Hasil Vector Auto Regression (VAR)

GDP FDI CPI EXC INT

R-squared 0.122818 0.462234 0.666471 0.481146 0.650188 Adj. R-

squared 0.139027 0.301707 0.566910 0.326265 0.545767 Sumsq.

resids 2.266174 27.73166 5203.715 0.729900 892.6903 S.E.equation 0.183912 0.643355 8.812911 0.104374 3.650169 F-statistic 0.469048 2.879476 6.694112 3.106540 6.226584 Loglikelihood 36.14013 -74.05706 -304.3774 85.98951 -226.8103 Akaike

AIC 0.344094 2.160388 7.394941 -

1.477034 5.632053 Schwarz

SC 0.247089 2.751570 7.986124 -

0.885852 6.223235 Meandependent 0.025607 0.037528 0.058977 0.019703 -0.119205 S.D.dependent 0.172323 0.769895 13.39154 0.127160 5.415938

2.4 Hipotesis Penelitian

Sesuai penelitian, penelitian ini memiliki beberapa hipotesis yaitu:

1. Hipotesis Pertama

a. utang, populasi, inlasi dan era tidak berpengaruh terhadap PDB b. utang, populasi, inlasi dan era berpengaruh terhadap PDB

(13)

2. Hipotseis Kedua

a. utang, populasi, inlasi, PDB dan era tidak berpengaruh terhadap tingkat kemiskinan

b. utang, populasi, inlasi, PDB dan era berpengaruh terhadap tingkat kemiskinan

BAB III

METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian

Penelitian yang digunalan dalam penelitian ini yaitu kuantitatif. Penelitian kuantitatif adalah penelitian empiris yang datanya berupa sesuatu data berupa angka atau data bernomo).

Penelitian ini dilakukan jika penelitian diperoleh atau dicapai melalui cara statistik atau metode kuantitatif lainnya.

3.2 Data dan Sumber Data

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dari berbagai sumber yang menggunakan data dan dokumen statistik yang yang relevan dan diperlukan. Data yang digunakan berasal dari Badan Pusat Statistik (BPS).

3.3 Definisi Operasional Variabel

Untuk memudahkan pemahaman istilah-istilah yang digunakan dalam penelitian ini, Pengertian batasan aplikasi dijelaskan sebagai berikut:

1. Variabel Dependen

Variabel dependen adalah variabel yang dipengaruhi atau merupakan akibat dari adanya . adalah variabel bebas. Salah satu variabel terikat yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pembangunan infrastruktur (Y)

2. Variabel Independen

(14)

Variabel Independen adalah variabel yang mempengaruhi atau menyebabkan perubahan variabel tak bebas. Independen dalam penelitian ini adalah data perkembangan Ekonomi (X1), pemerataan ekonomi (X2) dan data dampak sosial (x3)

3.4 Metode Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode dokumentasi. Dokumen - dokumen yang diperlukan dalam penelitian ini antara lain data Kondisi keuangan, pembangunan dan lain – lain yang ada di Indonesia. Dokumen yang sah dapat dijadikan bukti bahwa penelitian yang dilakukan adalah benar.

3.5 Analisis Data

Sesuai dengan penelitian yang dilakukan, maka analisis data yang digunakan adalah:

Analisis Deskriptif

Analisis deskriptif merupakan salah satu bentuk analisis deskriptif pola yang konsisten dalam data melalui pengumpulan, Grup / komponen terkait grup / bagian dari Data umum agar data mudah dikelola dan hasilnya diperiksa, diinterpretasikan secara singkat dan bermakna. Analisis ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran tentang kondisi pertumbuhan ekonomi indonesia

Analisis Kuantitatif

Analisis ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pertumbuhan dan pemerataan ekonomi di Indonesia

Uji Asumsi Klasik

Uji Asumsu klasik merupakan prasyarat untuk analisis regresi berganda, Hal ini harus lulus agar estimasi parameter dan koefisien regresi tidak bias. Uji Asumsi klasik ini meliputi uji normalitas, uji Multikolinearitas, uji autokorelasi dan uji heteroskedastisitas. Hasil tes masukvKajian klasik ini dapat dijelaskan sebagai berikut:

Uji normalitas

Dalam penelitian ini, normalitas data diuji dengan uji

(15)

Tampilkan Kolmogorov-Smirnov (uji Kolmogorov-Smirnov) arti dari residual yang dihasilkan dan aproksimasi dari grafik normal Grafik probabilitas. Kenali normalitas dengan mengamati penyebaran data (titik) pada sumbu diagonal diagram.

LAMPIRAN PDB (US DOLLAR)

Rasio Mendaftar Sekolah

Bab-Bab Dalam Sejarah Ekonomi Indonesia:

Tahun Rata-Rata Pertumbuhan PDB (%) Periode

1967 – 1997 6.85 Orde Baru Suharto

1998 – 1999 -6.65 Krisis Finansial Asia

2000 – 2004 4.60 Pemulihan dari Krisis Finansial Asia

2005 – 2011 5.80 Boom Komoditas 2000-an

2011 – 2015 5.53 Pertumbuhan Ekonomi yang Melambat

2015 – 2019 5.03 Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi yang sederhana

2020 – 2021 Krisis COVID-19

(16)

Statistik Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia:

2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 PDB(dalam milyar USD) 890.8 860.9 931.9 1,015.0 1,042.2 1,119.2

PDB(perubahan % tahunan) 5.01 4.88 5.03 5.07 5.17 5.02 -2.50*

PDB per Kapita

(dalam USD) 3,693 3,824 3,968 4,120 4,285 4,451

2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 PDB(dalam milyar USD) 432.2 510.2 539.6 755.1 893.0 917.9 912.5 PDB(perubahan % tahunan) 6.35 6.01 4.63 6.22 6.17 6.03 5.56 PDB per Kapita

(dalam USD) 1,861 2,168 2,261 3,122 3,271 3,421 3,563

Pertumbuhan PDB Indonesia per Kuartal 2009–2020 (perubahan % tahunan):

Tahun Quarter I Quarter II Quarter III Quarter IV

2020 2.97

2019 5.07 5.05 5.02 4.97

2018 5.06 5.27 5.17 5.18

2017 5.01 5.01 5.06 5.19

2016 4.92 5.19 5.01 4.94

2015 4.71 4.66 4.74 5.04

2014 5.14 5.03 4.92 5.01

2013 6.03 5.81 5.62 5.72

2012 6.29 6.36 6.17 6.11

2011 6.45 6.52 6.49 6.50

2010 5.99 6.29 5.81 6.81

2009 4.60 4.37 4.31 4.58

Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS)

Pertumbuhan Konsumsi Rumah Tangga di Indonesia 2015-2019:

(17)

2015 2016 2017 2018 2019 Pertumbuhan

(perubahan % tahunan) 4.96 5.01 4.95 5.05 5.04

Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia (perubahan % per tahun):

Lembaga 2017 2018

Pemerintah Indonesia 5.1 5.4

Bank Dunia 5.3 5.2¹

International Monetary Fund (IMF) 5.3 5.3

Asian Development Bank (ADB) 5.1 5.3

Indonesia Investments 5.1 5.2

Realisasi 5.07 5.17

1965 1980 1996 2010 2017

Pertanian 51% 24% 16% 15% 14%

Industri 13% 42% 43% 47% 40%

Jasa 36% 34% 41% 38% 46%

Pertumbuhan PDB Riil (%):

Negara 2012 2013 2014 2015 2016 2017

Amerika Serikat 2.2 1.7 2.6 2.9 1.5 2.3

Cina 7.9 7.8 7.3 6.9 6.7 6.8

Dunia 2.6 2.8 2.7 2.5 2.9

Indonesia 6.0 5.6 5.0 4.9 5.0 5.1

PDB per Kapita (dalam Dollar Amerika Serikat):

Negara 2012 2013 2014 2015 2016 2017

Amerika Serikat 51,384 52,608 54,375 55,868 57,638

Cina 6,260 7,037 7,569 7,808 8,123

Dunia 10,552 10,719 10,874 10,164 10,191

Indonesia 3,764 3,685 3,541 3,379 3,570

(18)

DAFTAR PUSTAKA

Badan Pusat Statistik. 2012-2018). Diambil pada tanggal 12 Desember 2021, dari www.bps.go.id

Kementrian Keuangan Negara Indonesia. Diambil pada tanggal 12 Desember 2021, darihttps://www.kemenkeu.go.id/

Bank Indonesia, data keuangan Indonesia. Diambil pada tanggal 12 Desember 2021, darihttps://www.bi.go.id/

Untari, R. (2019). Dampak Infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) terhadap Pertumbuhan Ekonomi dan Ketimpangan Pendapatan di Indonesia[Tesis]. Bogor:

Institut Pertanian Bogor

Sugiyono. (2014). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Badan Koordinasi Penanaman Modal Indonesia. Diambil pada tanggal 12 Desember 2021, dari https://www.bkpm.go.id/

Referensi

Dokumen terkait

Lingkungan operasional dinilai melalui analisis kondisi ekonomi yang sedang berjalan; prospek pertumbuhan (tingkat pertumbuhan Produk Domestik Bruto [PDB]); tingkat

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) provinsi di Indonesia, Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita Negara

Pertumbuhan ekonomi adalah suatu kondisi dimana terjadi peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB) dari suatu negara atau daerah, sedangkan pembangunan ekonomi merupakan suatu

Pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu indikator yang penting dalam menganalisis perkembangan ekonomi disuatu Negara serta sebagai indikator dalam perkembangan kegiatan

Buku ini berisi data perkembangan indikator makro sektor pertanian untuk periode lima tahun (2007-2011) yang mencakup indikator Produk Domestik Bruto (PDB), Realisasi Investasi

Buku ini berisi data perkembangan indikator makro sektor pertanian untuk periode lima tahun (2009-2013) yang mencakup indikator Produk Domestik Bruto (PDB),

Buku ini berisi data perkembangan indikator makro sektor pertanian untuk periode lima tahun (2011-2015) yang mencakup indikator Produk Domestik Bruto (PDB),

Produk Domestik Bruto (PDB) merupakan salah satu indikator ekonomi makro untuk mengetahui peranan dan kontribusi hortikultura terhadap pendapatan nasional. Data