• Tidak ada hasil yang ditemukan

uhan keperawatan juvenille diabetes pada anak

N/A
N/A
Lampita Siburian

Academic year: 2024

Membagikan "uhan keperawatan juvenille diabetes pada anak "

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

Asuhan keperawatan juvenille diabetes pada anak

SUCI BUDI UTAMI DEWI (19010015)

(2)

definisi

• Diabetes melitus secara definisi adalah

keadaan hiperglikemia kronik. Hiperglikemia ini dapat disebabkan oleh beberapa keadaan, di antaranya adalah gangguan sekresi hormon insulin, gangguan aksi/kerja dari hormon

insulin atau gangguan kedua-duanya (Weinzimer SA, Magge S. 2005).

(3)

Klasifikasi DM berdasarkan etiologi (ISPAD 2009).

1. DM Tipe-1 (destruksi sel-β) 2. DM tipe-2

• Defek genetik fungsi pankreas sel

• Defek genetik pada kerja insulin

• Kelainan eksokrin pankreas

• Gangguan endokrin

• Terinduksi obat dan kimia

3. Diabetes mellitus kehamilan

(4)

Etiologi

• Faktor Genetik

• Faktor-faktor Imunologi

• Faktor lingkungan

(5)
(6)

Manifestasi Klinis

Hiperglikemia (Kadar glukosa darah plasma >200mg/dl

Poliuria

Poliuria nokturnal seharusnya menimbulkan kecurigaan adanya DM tipe 1 pada anak.

Polidipsia

Poliphagia

Penurunan berat badan , Malaise atau kelemahan

Glikosuria (kehilangan glukosa dalam urine)

Ketonemia dan ketonuria

Mata kabur

(7)

Komplikasi

Komplikasi metabolik akut yang sering terjadi :

Hipoglikemia

Reaksi hipoglikemia adalah gejala yang timbul akibat tubuh kekurangan glukosa, dengan

tanda-tanda rasa lapar, gemetar, keringat dingin, pusing, dan sebagainya

Koma Diabetik

Koma diabetik ini timbul karena kadar darah dalam tubuh terlalu tinggi, dan biasanya lebih dari 600 mg/dl

(8)

Penatalaksanaan Medis

Penatalaksanaan DM tipe 1 menurut Sperling dibagi dalam 3 fase yaitu :

• Fase akut/ketoasidosis

• Fase subakut/ transisi

• Fase pemeliharaan

(9)

Asuhan Keperawatan

Pengkajian

• Pengkajian pada klien dengan gangguan

sistem endokrin diabetes mellitus dilakukan mulai dari pengumpulan data yang meliputi : biodata, keadaan umum pasien, tanda-tanda vital, riwayat kesehatan, keluhan utama, sifat keluhan, riwayat kesehatan masa lalu,

pemeriksaan fisik, pola kegiatan sehari-hari.

fisik, pola kegiatan sehari-hari.

(10)

Masalah keperawatan dari kajian 13 domain

• Mk : resiko ketidakseimbangan kadar gula darah

Domain 2 & kelas 4

• Mk : kelelahan

Domain 4 & kelas 1

• Ketidakseimbangan nutrisi

Domain 2 & kelas 1

• Resiko infeksi

Domain 11 & kelas 1

• Resiko cidera

Domain 11 & kelas 2

(11)

Diagnosa Keperawatan

• Resiko Ketidakseimbangan kadar gula darah berhubungan penyakit diabetes mellitus

• Kelelahan berhubungan dengan penurunan produksi energy metabolik

• Ketidakseimbangan nutrisi: kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan dengan tidak mampu dalam mengabsorbsi makanan

• Resiko infeksi berhubungan dengan pertahanan sekunder tidak adekuat tidak adekuat (penurunan fungsi limfosit).

• Resiko cedera berhubungan dengan disfungsi sensori.

(12)

• Intervensi DX 1:

• Monitor kadar gula darah

• Monitor tanda dan gejala hiperglikemia dan hipoglikemia

• Monitor tanda-tanda vital

• Berikan terapi insulin sesuai program kepada pasien dan keluarga mengenai pencegahan dan pengenalan tanda-tanda hiperglikemia dan hipoglikemia dan managemen

hiperglikemia dan tanda hiperglikemia

• Instruksikan kepada pasien untuk selalu patuh terhadap dietnya

(13)

• Intervensi DX 2

• Diskusikan dengan pasien dan keluarga kebutuhan aktivitas

• Tingkatkan partisipasi pasien dalam melakukan aktifitas sehari-hari

• Monitor TTV

(14)

• Intervensi DX 3:

• monitor berat badan tiap hari

• ciptakan lingkungan yang optimal saat mengkonsumsi makanan

• berikan terapi insulin sesuai dengan program

• kolaborasi dengan ahli gizi untuk pemberian diet

• libatkan keluarga pasien dalam perencanaan makanan sesuai indikasi

(15)

• Intervensi DX 4:

• Observasi tanda-tanda infeksi dan peradangan.

• Tingkatkan upaya pencegahan dengan cara cuci tangan yang pada semua orang yang

berhubungan dengan pasien termasuk pasien sendiri.

• Pertahankan teknik aseptik pada prosedur invasif

• Lakukan perubahan posisi, anjurkan batuk efektif dan nafas dalam

(16)

• Intervensi DX 5 :

• Monitor tanda-tanda vital

• Orientasikan pasien dengan lingkungan sekitarnya

• Pantau adanya keluhan parestesia,nyeri atau kehilangan sensori

(17)

Implementasi

• Merupakan tahap dimana rencana

keperawatan dilaksanakan sesuai dengan intervensi. Tujuan dari implementasi adalah

membantu klien dalam mencapai peningkatan kesehatan baik yang dilakukan secara mandiri maupun kolaborasi dan rujukan.

(18)

Evaluasi

Evaluasi yang diharapkan pada pasien dengan diabetes mellitus adalah :

• Kondisi tubuh stabil, tanda-tanda vital, turgor kulit, normal.

• Berat badan dapat meningkat dengan nilai laboratorium normal dan tidak ada tanda- tanda malnutrisi.

• Infeksi tidak terjadi

• Rasa lelah berkurang/Penurunan rasa lelah

• Pasien mengutarakan pemahaman tentang

kondisi, efek prosedur dan proses pengobatan.

Referensi

Dokumen terkait

Intervensi yang dilakukan pada An.W sebagai upaya mencegah terjadinya perdarahan dan syok adalah monitor tanda vital sign pasien, monitor nilai laboratorium pasien

Tidak terjadi peningkatan tekanan intracranial selama perawatan dengan criteria tidak muntah, mual, nyeri kepala, takikardi dan tanda vital dalam batas normal.. Monitor tanda-tanda

Teratasi, klien tidak menunjukkan tanda-tanda terjadinya defisit volume cairan DX.2 Resiko tinggi perubahan nutrisi : kurang dari kebutuhan berhubungan dengan ketidakcukupan

Pasien diabetes yang tidak terkontrol dapat mengalami gejala hipoglikemia pada kadar gula darah yang lebih tinggi dibandingkan dengan orang normal, sedangkan  pada pasien

Intervensi atau rencana tindakan yang akan dilakukan yaitu monitor tanda-tanda vital untuk mengetahui tekanan darah, nadi, respirasi, suhu, kaji kekuatan otot

Diabetes Melitus merupakan gejala-gejala yang timbul pada seseorang akibat kadar glukosa darah meningkat (hiperglikemia), jumlah hormon insulin yang kurang atau jumlah insulin

Berikan pendidikan kesehatan tentang pengertian, tanda dan gejala, penyebab, diet dan pola makan yang baik untuk pasien Diabetes Mellitus, adapun rasionalnya yaitu supaya

• Terapi insulin memiliki beberapa tujuan, antara lain, untuk menjaga kadar glukosa darah dalam keadaan normal, mengurangi gejala hiperglikemia, meningkatkan metabolisme gangguan /