• Tidak ada hasil yang ditemukan

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI KIAI HAJI ... - IAIN Jember

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "UNIVERSITAS ISLAM NEGERI KIAI HAJI ... - IAIN Jember"

Copied!
111
0
0

Teks penuh

Mukni‟ah, M.Pd.I Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu keguruan Universitas Islam Negeri (UIN) KH Achmad Siddiq Jember yang telah memberikan izin penelitian. Bapak Mu‟i Zudaillah, M.Pd sebagai guru mata pelajaran pendidikan agama islam dan budi pekerti kelas XI yang telah banyak membantu penulis dalam memperoleh data dan pengarahan pada saat penelitian.

PENDAHULUAN

Fokus Penelitian

Bagaimana pelaksanaan model Problem Based Learning (PBL) pada mata pelajaran pendidikan agama islam (PAI) dan Budi Pekerti kelas XI di SMA Negeri 1Tegaldlimo Tahun Pelajaran 2021/2022. Bagaimana evaluasi model Problem Based Learning (PBL) pada mata pelajaran pendidikan Agama Islam (PAI) dan Budi Pekerti kelas XI di SMA Negeri 1 Tegaldlimo Tahun Pelajaran 2021/2022.

Tujuan Penelitian

Untuk mendeskripsikan bagaimana penerapan model Problem Based Learning (PBL) pada mata pelajaran pendidikan agama islam (PAI) dan Budi Pekerti kelas XI di SMA Negeri 1 Tegaldlimo Tahun Pelajaran 2021/2022. Untuk mendeskripsikan bagaimana evaluasi model Problem Based Learning (PBL) pada mata pelajaran pendidikan agama islam (PAI) dan Budi Pekerti kelas XI di SMA Negeri 1 Tegaldlimo Thun Pelajaran 2021/2022.

Manfaat Teoritis 1. Kegunaan Teoritis

Hasil penelian ini dapat menambah referensi sehingga dapat sebagai acuan untuk calon peneliti yang lain yang akan melakukan penelitian pada kajian yang sama terutama bagi fakultas tarbiyah dan ilmu keguruan program studi pendidikan agama islam. Penelitian ini sebagai suatu acuan untuk tetap melakukan pembelajaran yang efisien dalam suatu pembelajaran menggunakan serta mengembangkan model pembelajaran yang menarik bagi guru dan peserta didik agar terciptanya situasi yang kondusif dan menyenangkan khususnya pada mata pelajaran pendidikan agama islam dan budi pekerti, agar menjadi sekolah yan tidak hanya unggul dalam ilmu umunya tetapijuga unggul dalam segi islaminya atau ilmu agamanya.

Definisi Istilah

Jadi, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran problem based learning (PBL) yang diterapkan pada mata pelajaran pendidikan agama islam dan budi pekerti di SMA Negeri 1 Tegaldlimo pola yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran dengan menggunakan masalah sebagai dasar pembelajaran. Pendidikan agama Islam (PAI) merupakan bagian dari pendidikan Islam dan pendidikan Nasional, yang menjadi mata pelajaran wajib di setiap lembaga pendidikan Islam.

Sistematis Penelitian

Sementara penelitian ini terfokus mulai dari perencanaan, implementasi, dan juga evaluasi Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Penelitian yang dilakukan oleh ewo rahmat pada tahun 2018 ” Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa.”.

Kajian Teori

  • Model Problem Based Learning (PBL)

Pada tahap ini guru membagi peserta didik ke dalam kelompok, dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah. Pada tahap ini guru membantu peserta didik untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan mereka. Peserta didik melibatkan kecerdasan majemuk yang dimikinya dalam memahami dan memaknai informasi dan fakta-fakta yang ditemukanya.

Diberikannya mata pelajaran PAI dan Budi Pekerti bertujuan untuk terbentuknya peserta didik yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT. Pendidikan agama islam dan Budi Pekerti adalah mata pelajaran yang tidak hanya mengantarkan peserta didik dapat menguasai berbagai kajian keislaman, tetapi PAI lebih menekankan bagaimana peserta didik mampu menguasai kajian keislaman tersebut sekaligus dapat.24.

Lokasi penelitian

Subjek Penelitian

Sumber data adalah subjek dari mana data dapat diperoleh.29Pada penelitian kualitatif posisi narasumber sangat penting, bukan sekedar memberi respon, melainkan juga sebagai pemilik informasi, sebagai sumber informasi (key informan). Dalam penulisan ini populasi yang penulis jadikan sebagai sampel adalah seluruh siswa kelas XI IPA 3 degan jumlah siswa kurang lebih 30 siswa informan dan guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dengan jumlah 2 informan di SMA Negeri 1 Tegaldlimo. Data primer merupakan data yang didapat atau dikumpulkan oleh peneliti dengan cara langsung dari sumbernya.

Data primer biasanya disebut dengan data asli atau data baru yang mempunyai sifat up to date. Untuk memperoleh data primer, peneliti wajib mengumpulkannya secara langsung.30 Data primer penelitian di SMA Negeri 1.

Teknik pengumpulan data

Sedangkan adapun pendapat lain mengenai arti dari Wawancara merupakan proses interaksi yang dilakukan oleh dua orang atau lebih, atas dasar ketersediaan dan setting ilmiah, dimana arah permbicaraan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan dengan mengedepankan trust sebagai landasan utama dalam proses memahami. Wawancara yang digunakan dalam penelitian yang akan dilakukan yaitu wawancara semiterstruktur yaitu wawancara yang bebas dimana peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang telah tersusun datanya. Pedoman dalam wawancara tidak terstruktur ini hanya berupa garis-garis besar permasalahan yang akan ditanyakan.

Dalam melakukan wawancara, peneliti akan mendengarkan secara teliti dan mencatat apa yang dikemukakan oleh narasumber.33. Bagaimana penerapan model problem based learning pada mata pelajaran pendidikan agama islam dan budi pekerti di SMA Negeri 1 Tegaldlimo kelas XI.

Teknik analisis data

Dengan data ini akan memberikan gambaran yang lebih jelas dan mempermudah peneliti untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya bila diperlukan.“Data condensation refers to the process of selecting data, focusing, simplifying, abstracting, and transforming the data that appear in written-up field notes or transcriptions”. kondensasi data merujuk kepada proses menyeleksi, memfokuskan, menyederhanakan, mengabstraksi dan mentransformasi data yang terdapat pada catatan lapangan maupun transkrip, dokumen, dan materi empiris lainnya.). Abstraksi merupakan usaha membuat rangkuman yang inti proses pertanyaan-pertanyaan yang perlu dijaga sehingga tetap berada di dalamnya, Pada tahap ini, data yang telah terkumpul dievaluasi, khususnya yang berkaitan dengan kualitas dan kecukupan data. Kesimpulan awal yang dikemukakan masih bersifat sementara, dan akan berubah apabila tidak ditemukan bukti-bukti yang kuat yang mendukung pada tahap pengumpulan data selanjutnya.

Kesimpulan awal yang dikemukakan masih bersifat sementara sehingga akan berubah apabila tidak ditemukan bukti-bukti yang kuat yang mendukung pada tahap pengumpulan data berikutnya. Akan tetapi apabila kesimpulan yang dikemukakan pada tahap awal, di dukung oleh bukti-bukti yang valid maka saat peneliti kembali kelapangan mengumpulkan data, maka kesimpulan yang dikemukakan merupakan kesimpulan yang kredibel.37.

Keabsahan Data

Untuk menguji kredibilitas data dilakukan dengan cara mengecek data yang telah diperoleh melalui beberapa sumber. Data yang diperoleh dianalisis oleh peneliti sehingga menghasilkan suatu kesimpulan selanjutnya dimintakan kesepakatan (member check) dengan tiga sumber data. Yaitu, Data yang sudah diperoleh oleh peneliti dicek kembali kebenarannya melalui wawancara dengan informan lain.

Triangulasi sumber dalam penelitian ini dilakukan dengan membandingkan data yang diperoleh dari guru Pendidikan Agama Islam , Siswa dan wali murid SMA Negeri 1 Tegaldlimo. Bila dengan teknik pengujian kredibilitas data tersebut menghasilkan data yang berbeda, maka peneliti melakukan diskusi lebih lanjut kepada sumber data yang bersangkutan untuk memastikan data mana yang dianggap benar.

Tahap-Tahap penetian

  • Profil Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Tegaldlimo Banyuwangi Berikut peneliti menyajikan profil Sekolah Menengah Atas Negeri
  • Sejarah berdirinya Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Tegaldlimo SMA Negeri 1 Tegaldlimo terletak di Desa Wringinpitu Kecamatan
  • Visi dan misi sekolah menengah atas negeri 1 Tegaldlimo Visi Sekolah
  • Tenaga pendidikan dan tenaga kependidikan Tabel 3.1

Triangulasi teknik yaitu menguji kredibilitas data dilakukan dengan cara mengecek data kepada sumber yang sama dengan teknik berbeda.41 Untuk menguji kredibilitas data dilakukan dengan cara mengecek data kepada sumber yang sama dengan teknik yang berbeda. Pengumpulan data dilakukan dengan jadwal yang telah ditentukan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Sejarah berdirinya Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Tegaldlimo SMA Negeri 1 Tegaldlimo terletak di Desa Wringinpitu Kecamatan SMA Negeri 1 Tegaldlimo terletak di Desa Wringinpitu Kecamatan Tegaldlimo Ujung Timur Pulau Jawa jauh dari keramaian.

Tetapi meskipun demikian, siswa SMA Negeri 1 Tegaldlimo bukanlah siswa ndeso, karena fasilitas pendidikan yang lengkap telah tersedia antara lain Lab. Waka kurikulum : Ika Budi Dwi Astuti, S.Pd Waka humas : Bachris Rochmadi, M.Pd Waka sarpras : Suwardi, S.Pd.

Penyajian data dan analisis data

  • Perencanaan model problem based learning (PBL) pada mata pelajaran pendidikan agama islam dan budi pekerti kelas XI SMA
  • Penerapan model problem based learning (PBL) pada mata pelajaran pendidikan agama islam dan budi pekerti kelas XI SMA
  • Evaluasi kegiatan pembelajaran model problem based learning (PBL) pada mata pelajaran pendidikan agama islam dan budi

Penerapan model problem based learning (PBL) pada mata pelajaran pendidikan agama islam dan budi pekerti kelas XI SMA pelajaran pendidikan agama islam dan budi pekerti kelas XI SMA Negeri 1 Tegaldlimo. 43 Hasil wawancara dan dokumentasi dengan guru mata pelajaran pendidikan agama islam dan budi pekerti kelas XI di SMA Negeri 1 Tegaldlimo. Wawancara oleh peserta didik yang kesulitan dalam penerapan model problem based learning (PBL) pada mata pelajaran pendidikan agama islam dan budi pekerti kelas XI yang bernama.

Evaluasi kegiatan pembelajaran model problem based learning (PBL) pada mata pelajaran pendidikan agama islam dan budi (PBL) pada mata pelajaran pendidikan agama islam dan budi pekerti kelas XI. 50 Pemaparan hasil wawancara mengenai evaluasi guru mata pelajaran pendidikan agama islam dan budi pekerti kelas XI oleh peneliti.

Pembahasan Temuan

  • Penerapan model problem based learnig (PBL) pada mata pelajaran pendidikan agama islam dan budi pekerti kelas XI
  • Evaluasi kegiatan pembelajaran model problem based learning (PBL) pada mata pelajaran pendidikan agama islam dan budi pekerti kelas

Penerapan model problem based learnig (PBL) pada mata pelajaran pendidikan agama islam dan budi pekerti kelas XI pendidikan agama islam dan budi pekerti kelas XI. Berdasarkan dari data yang telah diperoleh melalui wawancara dan dokumentasi di sekolah menengah atas negeri 1 tegaldlimo dengan mENggunakan model pembelajaran problem based learning (PBL) sangat efektif dan peserta didik menjadi aktif mengikuti pembelajaran. Evaluasi kegiatan pembelajaran model problem based learning (PBL) pada mata pelajaran pendidikan agama islam dan budi pekerti kelas pada mata pelajaran pendidikan agama islam dan budi pekerti kelas XI.

Berdasarkan data hasil wawancara dan dokumentasi yang dipaparkan diatas bahwasanya evaluasi kegiatan pembelajaran model problem based learning (PBL) pada mata pelajaran pendidikan agama islam mengacu pada buku LKS (lembar kerja siswa) sebagai suatu acuan untuk kegiatan mengerjakan tugas dan adapun buku paket yaitu sebagai acuan untuk mengasah materi yang telah dijelaskan oleh pendidik sebagai mana yang dikemukakan oleh salah satu ahli bahwasanya pada suatu pendidikan ini evalusi sangan mempengaruhi peserta didik.

PENUTUP

Saran

Diharapkan agar kedepanya model pembelajaran PBL terpusat pada pelajaran agama islam agar lebih dirincikan lagi supaya kegiatan belajar mengajar dengan efisien dan efektip. Li Khoiru Ahmadi, Sofan Amri, Hendro Ari Setyono, Tatik Elisah, Strategi Pembelajaran Berorientasi KTSP,Jakarta: PT Prestasi Pustakarya, 2011 Lili hidayati, “kurikulum 2013 dan arah baru pendidikan agama islam,” jurnal. Ramayulis, Metodologi Pendidikan Agama Islam Jakarta: Kalam Mulia, 2014 Republik indonesia, „peraturan pemerintahan republik indonesia nomor 55 tahub.

Zulvia Trinova, “Pembelajaran Berbasis Student-Centered Learning Pada Materi Pendidikan Agama Islam,” Jurnal Al-Ta‟lim 1, No. Dengan ini menyatakan bahwa skripsi yang berjudul “Implementasi Model Problem Based Learning (PBL) pada mata pelajaran pendidikan agama islam (PAI) dan budi pekerti kelas XI di SMA Negeri 1 Tegaldlimo Tahun Pelajaran secara keseluruhan merupakan hasil penelitian yang di lakukan oleh saya sendiri, kecuali bagian-bagian yang di rujuk sumbernya. LEARNING (PBL) PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI KELAS XI DI SMA NEGERI 1 TEGALDLIMO TAHUN 2021/2022.

Bagaimana Penerapan Model Problem Based Learning (PBL) pada mata pelajaran PAI dan Budi Pekerti kelas XI di SMAN 1 Tegaldlimo Pelajaran 2021/2022.

PEDOMAN OBSERVASI

PEDOMAN WAWANCARA 1. Kepala Sekolah

  • Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas XI
  • Waka Kurikulum SMA Negeri 1 Tegaldlimo
  • Peserta Didik SMA Negeri 1 Tegaldlimo

Referensi

Dokumen terkait

Maslahah maximizer ialah suatu hal yang bisa dicapai dengan terpenuhinya paling tidak perkara-perkara dharuriyat, dimudahkan dengan memenuhi masalah hajiyat serta

Kepuasan konsumen memberikan suatu dorongan kepada peserta didik untuk menjalin ikatan pada lembaga pendidikan. Pengambilan judul ini dilatar belakangi oleh mutu

Setelah siswa mengerti akan materi yang disampaikan, selanjutnya guru mengorganisasikan siswa menjadi 7 kelompok yang setiap kelompoknya beranggotakan 5 orang siswa

langsung 49 Saat kerja kelompok, saya lebih baik diam dan mencatat materi dibandingkan memberikan penjelasan yang panjang lebar kepada teman 50 Saya menyenangi belajar langsung

viii ABSTRAK Asya Fikriyatun Nihaya, 2022 : Analisis Bahan Ajar IPA pada Topik Klasifikasi Materi dan Perubahannya Kelas VII SMP/MTs Kurikulum 2013 Berdasarkan Aspek Komponen

ABSTRAK Alfan Hamdani, 2021: Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Website Menggunakan Google Sites pada Materi Sistem Gerak Manusia untuk Peserta Didik SMP/MTs Kelas VIII Kata

vi ABSTRAK Nafiatul Mila.2022 : Pengembangan Media Pembelajaran “MARUSMEMIKAL” Menggunakana Aplikasi Cartoon Story Maker Pada Materi Virus untuk Peserta Didik Kelas X di MA

siswa dapat belajar dengan baik.23 Menurut Sardiman A.M dalam Muhammad Kammaludin menyatakan bahwa “indikator motivasi belajar adalah sebagai berikut“: 1 Tekun menghadapi tugas 2