ANALISIS KESESUAIAN SARANA DAN PRASARANA
LABORATORIUM BIOLOGI SEBAGAI PENUNJANG PEMBELAJARAN BIOLOGI SMA DAN MA DI KABUPATEN JEMBER BERDASARKAN
STANDAR LABORATORIUM BIOLOGI
SKRIPSI
Diajukan kepada Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember untuk memenuhi salahsatu persyaratan memperoleh
gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan
Jurusan Pendidikan Sains Program Studi Tadris Biologi
Oleh :
VIKI INDAH MUNSIFA NIM: T20188090
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI KIAI HAJI ACHMAD SIDDIQ JEMBER FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
DESEMBER 2022
ii
ANALISIS KESESUAIAN SARANA DAN PRASARANA
LABORATORIUM BIOLOGI SEBAGAI PENUNJANG PEMBELAJARAN BIOLOGI SMA DAN MA DI KABUPATEN JEMBER BERDASARKAN
STANDAR LABORATORIUM BIOLOGI
SKRIPSI
Diajukan kepada Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember untuk memenuhi salahsatu persyaratan memperoleh
gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan
Jurusan Pendidikan Sains Program Studi Tadris Biologi
Oleh :
VIKI INDAH MUNSIFA NIM: T20188090
Disetujui Pembimbing
Mohamad Wildan Habibi, M.Pd.
NIDN. 201701148
iii
ANALISIS KESESUAIAN LABORATORIUM BIOLOGI SEBAGAI PENUNJANG PEMBELAJARAN BIOLOGI SMA DAN MA
DI KABUPATEN JEMBER BERDASARKAN STANDAR LABORATORIUM BIOLOGI
SKRIPSI
Telah diuji dan diterima untuk memenuhi salahsatu persyaratan memperoleh gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.)
Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Program Studi Tadris Biologi
Hari : Jumat
Tanggal : 09 Desember 2022 Tim Penguji
Ketua Sekretaris
NUP. 20160366 NIDN. 2021128903
Anggota:
1. Mohamad Wildan Habibi, M.Pd. ( )
2. Dr. A Suhardi, ST., M.Pd ( )
Menyetujui
Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan
Prof. Dr. Hj. Mukni’ah, M.Pd.I NIP. 196405111999032001
iv
MOTTO
Artinya: Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. semuanya beriman kepada Allah, malaikat- malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (mereka mengatakan): "Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya", dan mereka mengatakan: "Kami dengar dan Kami taat." (mereka berdoa): "Ampunilah Kami Ya Tuhan Kami dan kepada Engkaulah tempat kembali." (QS. Al-Baqarah [2] : 285).
v
PERSEMBAHAN
Alhamdulillah, segala puji syukur atas kehadirat Allah SWT. yang telah memberikan rahmat serta hidayah-Nya sehingga skripsi ini dapat terselesaikan.
Sholawat serta salam semoga tetap tercurah limpahkan kepada Rasulullah SAW.
beserta keluarganya. Saya persembahkan karya ilmiah ini untuk Almamaterku tercinta Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Program Studi Tadris Biologi, Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember. Dengan rasa cinta dan hormat saya persembahkan karya ilmiah ini untuk semua kalangan yang sudah membantu untuk sampai pada tahap ini, khususnya kepada :
Ayahanda Aka Yahya dan Ibunda Ani Faizah yang telah memberikan dukungan kasih sayang, untaian doa restu dan segala pengorbanan yang luar biasa. Semoga skripsi ini menjadi langkah awal kesuksesan agar ummy dan abiy bangga.
Saudara tercinta Andzi Nur Fahmi terimakasih banyak selalu mendukung dan memberi semangat untuk tetap berusaha menyelesaikan skripsi ini.
Dan kepada semuanya yang tidak bisa saya sebutkan satu-persatu yang telah membantu menyelesaikan skripsi ini sampai selesai, terima kasih untuk sumbangsih pemikiran, tenaga, maupun materi, semoga Allah membalas semua kebaikan kalian.
vi
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, segala puji syukur atas kehadirat Allah serta sholawat serta salam kepada Rasulullah karena atas rahmat dan karunia-Nya, perencanaan, pelaksanaan dan penyelesaian skripsi ini dengan judul “Analisis Kesesuaian Laboratorium Biologi sebagai Penunjang Pembelajaran Bioloigi SMA dan MA di Kabupaten Jember Dengan Standar Laboratorium Biologi” sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan pendidikan Strata satu (S1) program studi Tadris Biologi Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.
Pada kesempatan kali ini, penulis ingin menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :
1. Bapak Prof. Dr. H. Babun Suharto, S.E., M.M., selaku Rektor Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq.
2. Ibu Prof. Dr. Hj. Mukni’ah, M.Pd.I., selaku Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.
3. Ibu Dr. Indah Wahyuni, M.Pd., selaku Ketua Jurusan Pendidikan Sains Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.
4. Ibu Dr. Umi Farihah, M.M, M.Pd., selaku Koordinator Program Studi Tadris Biologi Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.
5. Bapak Mohammad Wildan Habibi, M.Pd., selaku Dosen Pembimbing Skripsi.
vii
6. Perpustakaan Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.
7. Serta semua pihak yang terlibat dan membantu dalam penulisan skripsi ini.
Penulis berharap semoga skripsi ini bermanfaat bagi penulis dan bagi pembaca. Penulis juga berharap akan ada analisis dan ide yang berguna untuk kesempurnaan skripsi ini. Semoga segala yang telah diberikan menjadi amal jariyah yang diterima oleh Allah.
Jember, 5 Desember 2022
Viki Indah Munsifa
viii
ABSTRAK
Viki Indah Munsifa, 2022: Analisis Kesesuaian Sarana dan Prasarana Laboratorium Biologi Sebagai Penunjang Pembelajaran Biologi SMA dan MA di Kabupaten Jember Berdasarkan Standar Laboratorium Biologi
Kata Kunci : Laboratorium, Biologi, SMA/MA.
Pendidikan adalah suatu alat untuk membangun suatu SDM yang memiliki kualitas kompeten dan dapat berpengaruh terhadap kemajuan suatu bangsa. Gagal maupun suksesnya proses pendidikan tersebut tentunya sangatlah bergantung dengan pembelajaran itu sendiri. Metode yang paling sering digunakan untuk memberikan pemahaman kepada para siswa yaitu melalui metode praktikum.
Kegiatan praktikum akan bisa terlaksana dengan optimal apabila sudah memenuhi standarisasi dalam Permendiknas No 24 Tahun 2007 tentang Standar Sarana Prasarana untuk Laboratorium IPA SMA/MA. Namun pada kenyataan masih banyak sekolah yang belum bisa mewujudkan peraturan tersebut. Terdapat banyak kendala yang dialami oleh sekolah SMA dan MA di Kabupaten Jember dalam melakukan pemenuhan standarisasi laboratorium sesuai dengan Permendiknas No 24 Tahun 2007 tentang Standar Sarana Prasarana untuk Laboratorium IPA SMA/MA.
Fokus penelitian yang diteliti ialah; Pertama, bagaimana kesesuaian laboratorium biologi SMA dan MA di Kabupaten Jember berdasarkan Permendiknas Nomor 24 Tahun 2007 tentang Standar Sarana dan Prasarana Pendidikan?; Kedua, apa saja faktor yang mendukung dan menghambat dalam kesesuaian pemenuhan standar laboratorium?
Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research). Teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi.
Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Peneliti menguji dan memastikan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber.
Penelitian ini memperoleh kesimpulan yaitu 1) Hasil penelitian menunjukkan tingkat kesesuaian sarana dan prasarana laboratorium biologi SMA/MA di Kabupaten Jember telah memenuhi standar yang ditetapkan pemerintah yakni diperoleh persentase sebesar 76,7%. 2) Setidaknya terdapat masing-masing 2 faktor penghambat dan pendukung dalam pemenuhan standar laboratorium yakni untuk faktor penghambatnya; Pertama, kurangnya ketersediaan ruangan untuk pengadaan laboratorium. Kedua, kurangnya ketersediaan dana dalam pengaadaan sarana dan prasarana yang telah diatur oleh perundangan-undangan. Sedangkan untuk faktor pendukung yakni; Pertama, pihak sekolah rutin melakukan inventarisasi sarana dan prasarana laboratorium sehingga hal ini dapat membuat kegiatan praktikum selalu berjalan dengan lancar.
Kedua, antusiasme peserta didik dalam melakukan praktikum, sehingga praktikum dapat berjalan dengan lancar.
ix
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ... i
PERSETUJUAN PEMBIMBING ... ii
PENGESAHAN TIM PENGUJI ... iii
MOTTO ... iv
PERSEMBAHAN ... v
KATA PENGANTAR ... vi
ABSTRAK ... vii
DAFTAR ISI ... viii
BAB I PENDAHULUAN ... 1
A. Latar Belakang ... 1
B. Fokus Penelitian ... 7
C. Tujuan Penelitian ... 8
D. Manfaat Penelitian ... 8
E. Definisi Istilah ... 9
F. Sistematika Pembahasan ... 11
BAB II KAJIAN PUSTAKA ... 13
A. Penelitian Terdahulu ... 13
B. Kajian Teori ... 19
BAB III METODE PENELITIAN ... 31
A. Jenis dan Pendekatan Penelitian ... 31
B. Lokasi Penelitian ... 32
C. Subjek Penelitian ... 32
x
D. Teknik Pengumpulan Data ... 33
E. Teknik Analisis Data ... 35
F. Keabsahan Data ... 37
G. Tahap-tahap Penelitian ... 38
BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS ... 40
A. Gambaran Umum Obyek Penelitian ... 40
B. Penyajian Data dan Analisis ... 46
C. Pembahasan Temuan ... 58
BAB V PENUTUP ... 68
A. Kesimpulan ... 68
B. Saran ... 69
DAFTAR PUSTAKA ... 70 LAMPIRAN-LAMPIRAN
1. Pernyataan Keaslian Tulisan 2. Matriks Penelitian
3. Surat Permohonan Izin Penelitian 4. Jurnal Kegiatan Penelitian
5. Surat Keterangan Selesai Penelitian 6. Permendiknas No. 24 Tahun 2007 7. Pedoman Wawancara
8. Pedoman Observasi 9. Dokumentasi 10. Biodata Penulis
xi
DAFTAR TABEL
Tabel 1.1. Persamaan dan Perbedaan Penelitian Terdahulu…...…………..… 16
Tabel 3.1. Data Interval Klasifikasi………..… 34
Tabel 4.1. Tabel ruang laboratorium……….………... 47
Tabel 4.2. Tabel sarana prasarana laboratorium………...………… 51
Tabel 4.3. Tabel kondisi laboratorium……….. 55
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
Pada aktivitas untuk bermasyarakat berbangsa dan bernegara pendidikan adalah suatu kewajiban yang harus diselenggarakan. Pendidikan adalah suatu alat untuk membangun suatu SDM yang memiliki kualitas kompeten dan dapat berpengaruh terhadap kemajuan suatu bangsa. Gagal maupun suksesnya proses pendidikan tersebut tentunya sangatlah bergantung dengan pembelajaran itu sendiri.
Tujuan umum dari pendidikan adalah untuk menciptakan manusia yang dalam ini para murid agar dapat berperilaku dengan baik dalam ranah intelektual ataupun dalam ranah moralnya. Berdasarkan hal tersebut maka tentunya aktivitas pembelajaran memiliki peranan penting untuk mendukung tujuan dari pendidikan. Berdasarkan PP No 32 tahun 2013 PP tentang perubahan PP no.19 tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan atau SNP menjelaskan bahwasanya pembelajaran dalam aktivitas pendidikan diselenggarakan dengan inspiratif interaktif, menggembirakan penuh tantangan dan dapat memberikan motivasi kepada para murid agar bersedia untuk terlibat dengan aktif dan menyediakan wadah bagi mereka untuk menyalurkan kreativitasnya prakarsanya serta mampu menjadikan mereka Mandiri sesuai potensi dan minat serta pertumbuhan jasmani dan mental mereka.
Sistem tersebut Selaras dengan pendidikan Islam yang bertujuan tidak sekedar untuk memaksimalkan kapasitas dan kompetensi yang dimiliki oleh
peserta didik namun berusaha pula untuk membentuk manusia yang beriman.
Berdasarkan QS. Al Mujadalah (58) ayat 11 Allah berfirman:
Artinya: “Hai orang-orang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu:
Berlapang-lapanglah dalam majlis, Maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. dan apabila dikatakan:
Berdirilah kamu, Maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang- orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Qs. Al-Mujadalah (58) : 11)
Berdasarkan ayat tersebut Allah SWT melakukan penggabungan antara keimanan dengan keilmuan Dan Allah tidak memisahkan dua aspek tersebut di mana hal itu memiliki pengertian bahwasanya antara keimanan dan keilmuan haruslah seimbang serta tidak dapat dipisahkan. Keimanan, keilmuan Dan juga amal adalah hal pokok yang ingin dicapai sebagai tujuan dari pendidikan Islam (Mu’tasim, 2006: 14).
Islam juga mengajarkan bahwa setiap individu untuk terus belajar sampai akhir hayat.Belajar dapat diartikan sebagai sebuah proses perubahan tingkah laku pada diri individu berkatadanya interaksi antara individu dan individu dengan lingkungannya (Moh. Uzer Usman: 2005: 5). Faktor yang berpengaruh di dalam proses belajar ada dua yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Salah satu faktor eksternal yang berpengaruh dalam proses
3
keberhasilan pembelajaran adalah metodepembelajaran sehingga metodepembelajaran perlu diperhatikan dengan seksama.
Pembelajaran adalah suatu kegiatan ataupun interaksi serta korelasi dari seseorang yang mengajar dan juga orang yang diberikan pembelajaran pada sebuah lingkungan belajar guna mencapai tujuan yang ingin diraih.
Berdasarkan pendapat dari Rusman (2013:1) pembelajaran pembelajaran merupakan suatu prosedur dan juga mekanisme tertentu yang dibuat dari beragam komponen yang mencakup tujuan, metode, materi pembelajaran serta pengevaluasian dimana mewajibkan tenaga pengajar agar dapat memberikan perhatian dan atensi kepada semua komponen tersebut untuk diaplikasikan pada proses pembelajaran.
Pembelajaran biologi tidak sekedar untuk melakukan kajian maupun melakukan penghafalan terkait konsep sains namun pembelajaran biologi juga mencoba untuk memberikan penjelasan terkait Bagaimana kehidupan itu berlangsung, menelaah interaksi sesama makhluk hidup dan juga gejala yang timbul akibat interaksi tersebut. (Campbell, 2010).
Pada aktivitas pembelajaran biologi maka ada suatu tuntutan untuk memberikan konsep belajar di mana para murid dapat melakukan interaksi langsung dengan objek pembelajaran tersebut agar mereka mampu memiliki pengalaman belajar yang bermakna untuk pertumbuhan kognitifnya afektif dan juga resiko motorik mereka. Pada pembelajaran biologi maka tidak dapat dipungkiri bahwasanya terdapat beberapa konsep yang sifatnya sangatlah Kompleks di mana hal tersebut tentunya membutuhkan suatu metode
pembelajaran yang mampu memberikan kemudahan bagi para murid untuk mengerti dan paham akan konsep-konsep tersebut. Metode yang paling sering dipakai untuk memberikan pemahaman kepada para siswa yaitu melalui metode praktikum. (Poedjiadi, 2007).
Kegiatan praktikum akan bisa terlaksana dengan optimal apabila sarana yang menunjang aktivitas praktikum tersebut telah tersedia dengan baik terutama media dan alat laboratorium biologi. Berdasarkan PP No.32 tahun 2013 yang menjelaskan bahwasanya tiap unit pendidikan diharuskan untuk mempunyai prasarana yang mampu memberikan penunjangan terhadap aktivitas pembelajaran secara teratur dan berkala salah satunya yakni ruangan laboratorium. (Hamidah, 2013:2)
Laboratorium merupakan salah satu sarana yang paling penting dalam menunjang terlaksananya praktikum Biologi. Laboratorium adalah tempat untuk melaksanakan pembelajaran secara praktik yang memerlukan peralatan khusus. Laboratorium adalah suatu fasilitas pokok dalam menunjang terlaksananya praktikum biologi. Laboratorium adalah wadah guna menjalankan aktivitas dari proses pembelajaran biologi yang berkaitan dengan praktik dan membutuhkan alat-alat tertentu sekaligus menjadi instrumen sekolah yang dapat mendukung dengan efektif aktivitas pembelajaran. Laboratorium tersebut memiliki beberapa jenis seperti halnya laboratorium komputer dan laboratorium bahasa serta laboratorium IPA.
Padahal laboratorium IPA di dalamnya mencakup berbagai aktivitas yang berkorelasi erat terhadap mata pelajaran alam seperti halnya mikroskop alat
5
fisika dan biologi hingga alat-alat kimia. Tujuan utama dari adanya laboratorium biologi tersebut yakni sebagai sarana agar para murid dapat mengaplikasikan teori yang telah dipelajari sehingga mereka mendapatkan pengalaman yang memiliki makna dalam aktivitas pembelajarannya (Indrawan, 2015). Standar laboratorium biologi didasarkan pada Permendiknas no.24 Tahun 2007 tentang standar sarana dan prasarana pendidikan.
Standar merupakan sebuah berkas spesifikasi, maupun hal yang sifatnya telah dibekukan dan dibuat sesuai dengan konsensus seluruh pihak yang terlibat di dalamnya dan juga memperhitungkan serta mempertimbangkan persyaratan terkait keamanan, keselamatan, kesehatan, serta kemajuan iptek guna mendapatkan value dan juga utilitas optimal mungkin. (ISO/IEC Guide 2:2004). Terkait Permendiknas no.24 Tahun 2007 yang menjelaskan bahwasanya standar dari laboratorium IPA mencakup Bagaimana tata ruang dari laboratorium tersebut, administrasi dan manajerial laboratorium dan juga penyimpanan alat serta bahan praktikum biologi. Adanya konsep biologi yang kompleks apabila didukung dengan fasilitas laboratorium yang komprehensif dan siap guna dapat mendukung siswa agar mampu lebih mudah untuk mendapatkan pemahaman, pengalaman dan juga memiliki kompetensi terkait konsep yang diajarkan tersebut sehingga dapat meningkatkan kualitas para siswa (Permendiknas, 2007). Berdasarkan hal tersebut maka laboratorium wajib untuk diberdayakan semaksimal mungkin
dan dilakukan penjagaan serta pemeliharaan terhadap fasilitas yang tersedia di dalamnya untuk menunjang aktivitas pembelajaran.
Kelengkapan dan kemanfaatan alat laboratorium biologi adalah suatu hal yang sangat penting, dikarenakan kedua aspek tersebut sangatlah berpengaruh bagi kelangsungan proses belajar mengajar (praktikum). Adanya laboratorium biologi sangatlah mendukung aktivitas pembelajaran sains di mana dalam prosesnya tentunya mempunyai ciri tersendiri yaitu berorientasi dalam tiga unsur penting yang mencakup sikap, proses dan produk ilmiah.
Unsur-unsur tersebut akan sulit untuk dikembangkan dengan optimal jika hanya melakukan pembelajaran sebatas di kelas tanpa adanya berkesinambungan dengan praktik di ruang laboratorium (Sudirman, 2008).
Laboratorium biologi untuk jenjang SMA/MA memiliki kriteria atau standaryang telah ditentukan oleh Dinas Pendidikan dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 24 Tahun 2007 tentang standar sarana prasaranauntuk Laboratorium IPA SMA/MA. Dari peraturan tersebut seharusnya setiap sekolah maupun madrasah dapat menyediakan alat laboratorium yang memadai untuk digunakan dalam kegiatan pembelajaran.
Namun pada kenyataan masih banyak sekolah yang belum bisa mewujudkan peraturan tersebut. Terdapat banyak kendala yang dialami oleh sekolah dalam melakukan pemenuhan standar kelengkapan laboratorium seperti kurangnya manajemen laboratorium, kekurangan dana, Petugas laboran yang tidak tersedia di sekolah tertentu, dll.
7
Setelah peneliti melakukan observasi dan wawancara awal dengan guru biologi di salah satu Madrasah Aliyah Negeri di Kabupaten Jember diperoleh data bahwa secara umum masih laboratorium biologi di sekolah tersebut sudah mampu mewadahi kebutuhan pembelajaran bagi siswa siswi untuk praktikum, baik alat maupun bahan yang digunakan sudah tersedia di laboratorium. Namun masih belum diketahui kesesuaian sarana dan prasarana laboratorium biologi berdasarkan standarisasi Permendiknas No 24 Tahun 2007.
Berdasarkan pemaparan informasi tersebut maka peneliti memiliki maksud untuk melakukan analisis terkait kesesuaian laboratorium biologi sebagai sarana untuk mendukung pembelajaran biologi di SMA/MA di Kabupaten Jember sesuai dengan standar laboratorium biologi yang telah ditentukan. Berdasarkan hal tersebut peneliti memilih judul penelitian yaitu
“Analisis Kesesuaian Sarana dan Prasarana Laboratorium Biologi Sebagai Penunjang Pembelajaran Biologi SMA dan MA di Kabupaten Jember Berdasarkan Standar Laboratorium Biologi.”
B. Fokus Penelitian
Berdasarkan uraian latar belakang fokus penelitian dalam riset ini yaitu:
1. Bagaimana kesesuaian laboratorium biologi di SMA dan MA di Kabupaten Jember berdasarkan Permendiknas Nomor 24 Tahun 2007 tentangStandar Sarana dan Prasarana Pendidikan?
2. Apa saja faktor yang mendukung dan menghambat dalam kesesuaian pemenuhan standar laboratorium?
C. Tujuan Penelitian
Dari fokus penelitian di atas, maka tujuan penelitian ini adalah
1. Untuk menganalisis kesesuaian sarana dan prasarana laboratorium biologi di SMA dan MA di Kabupaten Jember berdasarkan Permendiknas Nomor 24 Tahun 2007 tentang Standar Sarana dan Prasarana Pendidikan.
2. Untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam kesesuaian pemenuhan standar laboratorium.
D. Manfaat Penelitian
Adapun penelitian dapat memberikan manfaat apabila dapat digunakan oleh semua pihak. Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Manfaat Teoritis
Hasil Penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumbangsih dalam memberikan pengetahuan tentang ketersediaan dan kelayakan sarana prasarana pendidikan dalam menunjang kegiatan pembelajaran biologi di SMA/MA serta sebagai pijakan dan referensi pada penelitian selanjutnya yang berkaitan dengan kesesuaian laboratorium biologi dengan Permendiknas No. 24 Tahun 2007 dan sebagai bahan masukan untuk membantu peningkatan ilmu bagi pihak yang berkepentingan untuk melakukan penelitian lebih lanjut pada objek serupa yang belum tersajikan pada penelitian ini.
9
2. Manfaat Praktis a. Bagi Peneliti
Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan pedoman untuk meningkatkan pengetahuan dan pengalaman peneliti serta mempersiapkan peneliti supaya menjadi pendidik profesional dimasa yang akan datang.
b. Bagi Peserta Didik
Adanya studi ini semoga dapat mengoptimalkan motivasi belajar bagi para murid melalui kelengkapan fasilitas sehingga mampu menjadikan para murid Terlatih untuk menemukan fakta berdasarkan teori yang dipelajari.
c. Bagi Guru
Adanya studi ini semoga bisa untuk menyediakan informasi sekaligus memberikan motivasi sehingga dapat mengoptimalkan potensi kognitif dan juga keterampilan guna memperbesar nilai utilitas dari laboratorium untuk mendukung proses pembelajaran.
d. Bagi Kepala Sekolah
Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai referensi dalam penataan sekolah ke arah yang lebih baik, serta sebagai masukan agar lebih mendorong peningkatan sarana laboratorium.
E. Definisi Istilah
Pemaparan terkait istilah pada suatu penelitian wajib untuk dilakukan sehingga dapat terfokus pada permasalahan penelitian dan juga terhindar dari
adanya pandangan lain terkait istilah tersebut. Adapun definisi terkait dengan penelitian ini yaitu sebagai berikut:
1. Analisis
Pengertian analisis berdasarkan KBBI yaitu penyelidikan atas sebuah kejadian berupa karangan tingkah laku dan lain jenisnya guna mencari tahu kondisi yang terjadi dengan riil (KBBI: 2021). Berdasarkan data tersebut maka analisis pada studi ini yaitu kesesuaian laboratorium biologi untuk menunjang proses pembelajaran biologi dengan standar laboratorium yang telah ditentukan oleh Permendiknas nomor 24 Tahun 2007.
2. Sarana dan Prasarana
Pengertian sarana secara bahasa yaitu alat langsung untuk mencapai tujuan pendidikan. Seperti, ruang, buku, laboratorium dsb. Sedangkan prasarana berarti alat tidak lngsung untuk mencapai tujuan dalam pendidikan. Misalnya, bangunan sekolah, lapangan olahraga, uang, dsb.
Sarana dan prasarana laboratorium dapat dikatakan sebagai tempat pembelajaran yang mencakup: ruang laboratorium, fasilitas laboratorium, alat-alat dan bahan laboratorium.
3. Laboratorium Biologi
Laboratorium adalah ruang untuk melakukan percobaan dan penyelidikan. Laboratorium pada artian sempit dapat diartikan sebagai gedung yang terbatas dinding dengan atap dan termasuk di dalamnya sejumlah alat dan bahan untuk praktikum. Laboratorium dapat pula
11
diartikan menjadi ruangan terkait kegiatan ilmiah yang dilakukan oleh pendidik dan juga para murid guna menjalankan suatu percobaan, riset, pengamatan, demonstrasi, tentang aktivitas pembelajaran juga eksperimen ilmiah pada Bidang sains termasuk biologi. (Mastika, 2014:1).
4. Penunjang Pembelajaran
Penunjang Pembelajaran dapat diartikan sebagai fasilitas, sumber alat bahan pelajaran yang bertujuan guna memberikan kelancaran dan kemudahan pada aktivitas pembelajaran.
5. Standar Laboratorium Biologi
Standar merupakan syarat teknis yang di mana di dalamnya mencakup teknik maupun strategi tertentu sesuai dengan konsensus banyak pihak yang terlibat di dalamnya serta mempertimbangkan berbagai aspek seperti halnya keamanan, kesehatan, keselamatan, lingkungan, dan kemajuan ilmu pengetahuan serta teknologi untuk mendapatkan manfaat yang seoptimal mungkin. Standar laboratorium biologi di Indonesia mengacu pada Permendiknas no.24 Tahun 2007.
F. Sistematika Pembahasan
Pada sistematika pembahasan ini dibagi menjadi lima bab, dimana masing-masing bab membahas atau menguraikan penjelasan yang dapat memudahkan pembaca untuk membacanya. Adapun sistematika penulisan dalam skripsi ini adalah:
Bab I membahas tentang pendahuluan yang terdiri dari latar belakang masalah, fokus penelitian, tujuan penelitian, manfaat penelitian, yang mana
manfaat penelitian terdiri atas dua sub bab lagi yaitu manfaat secara praktis dan manfaat secara teoritis, definisi istilah serta bab satu diakhiri dengan sistematika pembahasan.
Bab II membahas tentang kajian kepustakaan atau tinjauan pustaka yang mana dalam hal ini memiliki dua sub bab yaitu penelitian terdahulu dan kajian teori yang erat kaitannya dengan yang sedang diteliti.
Bab III membahas tentang metode penelitian yang meliputi jenis dan pendekatan penelitian, lokasi penelitian, subjek penelitian, teknik pengumpulan data, teknik analisis data, keabsahan data dan tahap-tahap penelitian.
Bab IV pada bab ini menguraikan secara jelas tentang hasil penelitian yang di dalamnya ada penyajian hasil penelitian dan analisis hasil penelitian.
Bab V penutup yang membahas tentang kesimpulan dan saran.
13 BAB II
KAJIAN PUSTAKA A. Penelitian Terdahulu
Penelitian terdahulu mengandung berbagai jenis penelitian serupa yang telah dilakukan sebelumnya, kemudian diteliti dan dikontraskan dengan penelitian-penelitian yang dilakukan oleh peneliti untuk menelusuri pemikiran-pemikiran atau gagasan-gagasan terkini seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan perubahan-perubahan yang mungkin terjadi. Juga dipercaya bahwa ini akan menunjukkan tingkat keaslian dan posisi penelitisn yang telah diselesaikan. Untuk menghindari kemiripan dengan penelitian sebelumnya, maka dari itu peneliti melakukan penelusuran terhadap penelitian-penelitian yang telah ada sebelumnya diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Penelitian lain yang dilakukan oleh Rika Diana (2017) berjudul “Analisis Sarana dan Intensitas Penggunaan Laboratorium Biologi Serta Kontribusinya Terhadap Hasil Belajar Kelas XI Pada Mata Pelajaran Biologi Di SMA Swasta Sekota Bandar Lampung” Hasil penelitian menunjukkan bahwa sisanya berdasarkan Permendiknas no.24 Tahun 2007 laboratorium masih berada dalam kategori kurang baik untuk dijadikan media pendidikan dengan jumlah presentase yaitu 54% karena belum terdapatnya alat dan bahan yang memadai yang menyebabkan adanya hambatan ketika melakukan praktikum. Adanya penggabungan untuk penggunaan laboratorium biologi dengan laboratorium IPA lainnya
menyebabkan beberapa hambatan seperti kurang maksimalnya waktu penggunaan laboratorium biologi yang dapat menghambat proses pemahaman para murid dan berdampak dengan hasil belajar mereka.
2. Penelitian lain yang dilakukan oleh Wahyunidar (2017) berjudul “Analisis Pemanfaatan Laboratorium Fisika Sebagai Sarana Kegiatan Praktikum Di SMA Negeri Se- Kabupaten Luwu Timur” Hasil studi menunjukkan bahwasanya masih belum efektif penggunaan laboratorium fisika di sekolah tersebut. Terdapat beberapa indikator yang telah terpenuhi pada standar laboratorium dalam sekolah tersebut seperti halnya frekuensi pemakaian laboratorium, ketersediaan alat, keselarasan antara materi dengan alat yang digunakan di laboratorium dan pengalokasian waktu yang optimal. Akan tetapi terdapat indikator lain yang masih belum terpenuhi yakni pada pengalokasian waktu untuk menggunakan laboratorium sebagai praktik dari teori yang telah dipelajari yang menyebabkan aktivitas praktikum berjalan kurang optimal.
3. Penelitian oleh Yohana (2018) yang berjudul “Kualitas Laboratorium Sebagai Penunjang Mata Pelajaran Biologi di SMA Muhammadiyah 3 Surakarta Tahun Pelajaran 2017/2018” Hasil studi menjelaskan bahwasanya pada aspek kondisi ruangan maka laboratorium biologi di sekolah tersebut masuk dalam kategori baik dengan persentase sebesar 75%, untuk ketersediaan alat masuk dalam kategori cukup baik dengan persentase 57,14% untuk peralatan pendidikan masuk dalam kategori baik dengan persentase 76% untuk kategori bahan serta alat-alat laboratorium
15
masuk dalam kategori kurang baik dengan 38,89%, untuk aspek media pembelajaran masuk dalam kategori sangat baik dengan persentase 100%
untuk aspek bahan masuk dalam kategori kurang baik dengan persentase sebesar 23,08%, dan untuk aspek perlengkapan lain masuk dalam kategori baik dengan persentase yakni 80% dan memiliki hasil nilai rata-rata yaitu masuk dalam kategori baik dengan 64,3%.
4. Penelitian yang dilakukan oleh Lukluk Ma’rifatussaakhiya’ (2019) berjudul “Studi Kelengkapan dan Kemanfaatan Alat Laboratorium Biologi Kelas XI Madrasah Aliyah Negeri (MAN) se-Kabupaten Bantul” Hasil penelitian menunjukkan bahwasanya taraf ketersediaan dan juga kelengkapan dari alat laboratorium biologi Man se-kabupaten Bantul masih tergolong dalam klasifikasi kurang baik yang hanya memiliki persentase 58,1% dengan kondisi alat berada dalam tingkat sangat baik karena memiliki persentase yaitu 96,2% dan tingkat manfaat laboratorium biologi untuk para murid kelas 11 mencapai persentase 82,47% atau masuk dalam klasifikasi baik.
5. Penelitian oleh ImasWidianti (2020) yang berjudul “Studi Kelengkapan dan Kemanfaatna Laboratorium Biologi sebagai Penunjang Kegiatan Pembelajaran Biologi MAN Se-Kabupaten Sleman” Hasil studi menjelaskan bahwasanya ketersediaan alat di laboratorium sekolah tersebut masih masuk dalam kategori baik dengan persentase yaitu 88,5%
dan untuk kondisi alatnya telah masuk dalam kategori sangat baik karena memiliki persentase 96,4% dan juga taraf kebermanfaatan untuk
mendukung aktivitas pembelajaran memperoleh hasil 78,8%. Untuk intensitas pemakaian laboratorium maka memperoleh persentase yakni 56,20% yang menjelaskan bahwasanya masih diperlukan suatu atensi khusus guna mengoptimalkan laboratorium sehingga terjadi perbaikan di dalamnya untuk menopang aktivitas pembelajaran.
Tabel 2.1 Persamaan dan Perbedaan Penelitian Terdahulu
No. Nama Judul Persamaan Perbedaan
1. Rika Diana (2017)
Analisis Sarana dan Intensitas
Penggunaan Laboratorium Biologi Serta Kontribusinya Terhadap Hasil
Belajar Kelas XI Pada Mata
Pelajaran Biologi Di SMA Swasta Sekota Bandar
Lampung.
Penelitian terdahulu dan penelitian sekarang memiliki
persamaan yaitu 1. Menganalisis
sarana dan prasarana laboratorium biologi Subjek penelitian
menggunakan kelas XI
Perbedaan penelitian terdahulu dengan penelitian sekarang yaitu :
1. Lokasi penelitian terdahulu berada di kota Bandar Lampung
sedangkan
penelitian sekarang di kabupaten Jember
Penelitian terdahulu menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif Penelitian
sekarang menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan
kualitatif 2. Wahyunidar
(2017)
Analisis Pemanfaatan Laboratorium Fisika Sebagai Sarana
Kegiatan
Praktikum Di SMA Negeri
Penelitian terdahulu dan penelitian sekarang memiliki
persamaan yaitu 1. Penelitian
terdahulu
Perbedaan penelitian terdahulu dengan penelitian sekarang yaitu
1. Lokasi penelitian terdahulu berada di kabupaten
17
Se- Kabupaten Luwu Timur.
dan Penelitian sekarang menggunaka n jenis penelitian deskriptif dengan metode kualitatif.
1. Subjek penelitian menggunaka n kelas XI.
Luwu Timur sedangkan
penelitian
sekarang di kabupaten
Jember.
1. Penelitian terdahulu menganalisis pemanfaatan laboratorium fisika sedangkan
penelitian sekarang menganalisis laboratorium biologi.
3. Yohana (2018)
Kualitas Laboratorium Sebagai
Penunjang Mata Pelajaran
Biologi di SMA Muhammadiyah 3 Surakarta Tahun Pelajaran 2017/2018.
Penelitian terdahulu dan penelitian sekarang memiliki
persamaan yaitu 1. Menganalisis
sarana dan prasarana laboratorium biologi.
Subjek penelitian menggunakan kelas XI
Perbedaan penelitian terdahulu dengan penelitian sekarang yaitu :
1. Lokasi penelitian terdahulu berada di kabupaten Sleman
sedangkan penelitian
sekarang di kabupaten
Jember.
Penelitian terdahulu menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode survey.,Sedangkan Penelitian sekarang menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif
4. Lukluk Ma’rifatus Saakhiya’
(2019)
Studi
Kelengkapan dan
Kemanfaatan Alat
Laboratorium Biologi Kelas XI Madrasah Aliyah Negeri (MAN) se- Kabupaten Bantul.
Penelitian terdahulu dan penelitian sekarang memiliki
persamaan yaitu 1. Menganalisis
sarana dan prasarana laboratorium biologi 2. Subjek
penelitian menggunakan kelas XI
Perbedaan penelitian terdahulu dengan penelitian sekarang yaitu :
1. Lokasi penelitian terdahulu berada di kabupaten Bantul sedangkan penelitian
sekarang di kabupaten
Jember 2. Penelitian
terdahulu menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif Penelitian sekarang menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan metode kualitatif 5. Imas
Widianti (2020)
Studi
Kelengkapan dan
Kemanfaatna Laboratorium Biologi sebagai Penunjang Kegiatan Pembelajaran Biologi MAN Se-Kabupaten Sleman.
Penelitian terdahulu dan penelitian sekarang memiliki
persamaan yaitu 1. Menganalisis
sarana dan prasarana laboratorium biologi 2. Subjek
penelitian menggunaka n kelas XI
Perbedaan penelitian terdahulu dengan penelitian sekarang yaitu :
1. Lokasi penelitian terdahulu berada di kabupaten Sleman
sedangkan penelitian
sekarang di kabupaten Jember 2. Penelitian
terdahulu menggunakan
19
jenis penelitian kuantitatif dengan metode
survey.,Sedangka n Penelitian sekarang
menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif
Berdasarkan hasil-hasil studi terdahulu tersebut maka dapat disimpulkan bahwasanya hampir terdapat kemiripan di antara berbagai studi tersebut. Untuk itu peneliti akan melakukan pembahasan lebih lanjut terkait Bagaimana keselarasan antara fasilitas yang terdapat di laboratorium biologi seluruh Man di wilayah Jember Sesuai dengan standar Permendiknas no.24 Tahun 2007.
B. Kajian Teori
1. Sarana dan Prasarana
Sarana adalah segala sesuatu yang dapat dipakai sebagai alat dalam mencapai maksud atau tujuan. Sarana pendidikan antara lain gedung, ruang kelas, meja, kursi serta alat-alat media pembelajaran. Dalam ketentuan umum Permendiknas No. 24 Tahun 2007, alat yang harus ada di laboratorium biologi diklasifikasikan menjadi lima, yakni perabot, peralatan pendidikan, media pendidikan, bahan habis pakai dan perlengkapan lain. Untuk peralatan pendidikan terdiri dari alat peraga serta alat bahan percobaan.
a. Alat Peraga
Alat peraga terdiri dari Model kerangka manusia, model tubuh manusia, preparat mitosis, preparat meiosis, preparat anatomi tumbuhan, preparat anatomi hewan, gambar kromosom, gambar DNA, gambar RNA, gambar pewarisan mendel, gambar contoh contoh tumbuhan dari berbagai divisi, gambar contoh contoh hewan dari berbagai filum, gambar sistem pencernaan manusia, gambar sistem pernapasan manusia, gambar sistem peredaran darah manusia, gambar sistem pengeluaran manusia, gambar sistem reproduksi manusia gambar system syaraf manusia, Gambar sistem pencernaan, pernafasan, peredaran darah, reproduksi dan syaraf burung, reptil, amfibi, ikan, dan cacing tanah, gambar pohon evolusi.
b. Alat Percobaan
Alat percobaan terdiri dari mikroskop monokuler, mikroskop stereo binokuler, perangkat pemeliharaan mikroskop, gelas benda, gelas penutup, gelas arloji, cawan petri, gelas beaker borosilikat, rendah, berbibir dengan volume: 50 ml, 100 ml, 250 ml, 600 ml dan 1000 ml, corong borosilikat, datar dengan diameter 75mm dan 100 mm, pipet ukur berbahan kaca, skala permanen dengan volume 10 ml, Tabung reaksi, Penjepit tabung reaksi berbahan kayu dengan pegas untuk tabung reaksi serta diameter 10-25 mm, Erlenmeyer dengan volume 50 ml, 100ml, 250ml, 600 ml, 1000 ml, kotak preparat dengan bahan kayu/plastic, gelas ukur berbahan kaca borosilikat dengan
21
volume 100 ml, dan 10 ml, Stop watch, pembakar spiritus berbahan kaca, sumbat karet, Termometer, photometer, respirometer, perangkat bedah hewan terdiri dari scalpel, gunting lurus 115 mm, jarum pentul, gunting bengkok 115 mm, pinset 125 mm, loupe bertangkai dengan diameter 58 mm, thermometer suhu tanah, hygrometer putar dan dilengkapi table konversi dengan skala 0-50˚C
2. Laboratorium Biologi
a. Definisi Laboratorium Biologi
Laboratorium secara bahasa diserap dari kata laboratorium yang merupakan bahasa Latin dengan arti yaitu ruangan kerja guna menjalankan suatu eksperimen ilmiah dan dalam berdasarkan istilahnya maka laboratorium didefinisikan menjadi sebuah ruang untuk dijadikan tempat mengadakan praktik maupun percobaan tertentu (Malik, 2019:6).
Berdasarkan pendapat dari Emda (2014), yang menjelaskan bahwasanya laboratorium adalah suatu fasilitas pembelajaran guna memberikan pelatihan kepada para murid untuk mengoptimalkan kompetensi yang dimiliki serta memberikan pemahaman terkait konsep-konsep materi melalui adanya praktikum tersebut.
Laboratorium tidak hanya sebatas gedung maupun peralatan pada ruangan tersebut akan tetapi juga diantaranya meliputi para ahli teknisi, fasilitas pendukung lain dan seluruh program maupun aktivitas pembelajaran di dalamnya. (Malik &Desti, 2019:40).
Mengacu pada Pengertian tersebut dapat ditarik suatu kesimpulan bahwasanya laboratorium biologi merupakan ruangan maupun tempat yang di dalamnya tersedia alat dan bahan guna mengaplikasikan suatu teori tertentu dan dapat dijadikan tempat untuk melakukan penelitian dan bereksperimen serta aktivitas praktikum lainnya guna mendapatkan suatu pemahaman yang komprehensif terutama yang menyangkut materi biologi.
Berdasarkan pendapat dari Emda (2014:220-221) yang menjelaskan bahwasanya laboratorium memiliki fungsi terkait proses pembelajaran yaitu:
1) Sebagai penyeimbang antara teori dan aplikasi suatu keilmuan.
2) Menyediakan pengalaman keterampilan kinerja ilmiah untuk peneliti dan akademisi di mana laboratorium tidak sekedar memberikan tuntutan agar mereka Paham terkait objek penelitian namun juga mengharuskan para peneliti untuk bereksperimen terhadap objek penelitian tersebut.
3) Sebagai wadah untuk menumbuhkan keberanian para peneliti untuk terus berusaha menemukan hakikat kebenaran ilmiah suatu objek penelitian.
4) Sebagai wadah untuk dapat memaksimalkan kompetensi dan kemahiran yang dimiliki oleh peneliti terutama terkait bagaimana menggunakan media dan alat yang terdapat dalam laboratorium
23
tersebut guna dapat menemukan hakikat dari kebenaran ilmiah dengan melakukan percobaan atau eksperimen tersebut.
5) Dapat menumbuhkan keingintahuan dari peneliti terkait beragam jenis keilmuan sehingga memberikan stimulus kepada mereka agar tetap mengembangkan melakukan kajian dan menemukan hakikat kebenaran ilmiah melalui eksperimen dan percobaan yang dilakukan.
6) Menumbuhkan kepercayaan dirian para peneliti khususnya terkait keterampilan yang didapat ataupun hasil temuan yang mereka peroleh dari percobaan yang dilakukan di laboratorium.
7) Dapat dijadikan sumber pembelajaran guna menjawab suatu permasalahan dengan melakukan aktivitas praktik terutama yang menyangkut permasalahan terkait pembelajaran akademik maupun fenomena atau kejadian dalam lingkungan masyarakat.
8) Sebagai wadah pembelajaran untuk para akademisi dan para peneliti dalam proses mengerti dan mengetahui suatu keilmuan yang sifatnya masih abstrak agar dapat dirubah atau ditransformasikan ke dalam suatu hal yang lebih nyata.
Berdasarkan pendapat dari Sukarso (2007), laboratorium memiliki beberapa fungsi yaitu:
1) Sumber belajar
Fungsi ini berguna untuk melakukan pemecahan terhadap suatu permasalahan maupun dapat digunakan untuk menjalankan
suatu eksperimen terutama yang memiliki keterkaitan dalam aspek kognitif afektif dan psikomotorik.
2) Metode pembelajaran
Melalui laboratorium maka peneliti dapat melakukan metode percobaan dan juga observasi terhadap suatu objek penelitian.
3) Prasarana pendidikan
Laboratorium akan mengenalkan para peneliti terkait variasi keadaan di mana dilengkapi dengan segala alat dan fasilitas yang bisa dikendalikan terutama untuk kegiatan eksperimentasi.
Berdasarkan fungsi tersebut maka bisa disimpulkan bahwasanya laboratorium biologi berfungsi menjadi tempat bagi peneliti dalam melakukan suatu percobaan, tempat untuk menjawab suatu permasalahan mengadakan suatu penelitian dan membuktikan teori keilmuan terutama terkait materi biologi yang dapat mendukung karakter ilmiah untuk para siswa.
Laboratorium harus dikelola dengan seoptimal mungkin yang didasarkan pada beberapa hal pokok yang diantaranya yaitu:
(Partanto, 2003).
1) Pengelolaan laboratorium dimaksudkan guna memaksimalkan dan mengoptimalkan keterampilan para penggunanya terkait aktivitas praktik suatu keilmuan seperti halnya laboratorium yang berada di sekolah akan dikelola guna mengoptimalkan kompetensi para peserta didik untuk mendapatkan pemahaman terkait materi
25
pembelajaran dengan komprehensif melalui aktivitas praktik di laboratorium tersebut.
2) Pengelolaan laboratorium dimaksudkan untuk memberikan pelatihan dan pengembangan terkait kapasitas penggunanya dalam melakukan penyusunan dan analisa terkait hasil suatu observasi yang nantinya dapat berguna dalam menginterpretasikan hasil observasi ataupun penelitian tersebut sekaligus sebagai dasar untuk mengembangkan aspek psikomotorik para penggunanya.
3) Pengelolaan laboratorium dimaksudkan untuk melatih kemampuan dalam melakukan perancangan aktivitas praktik atau kemampuan untuk merumuskan aktivitas penelitian dengan baik dan dapat mencapai sasaran yang telah ditentukan oleh para peneliti.
4) Pengelolaan laboratorium harus fleksibel dan tidak menekan para pihak yang terkait dengan penggunaannya.
Tujuan aktivitas-aktivitas yang dilaksanakan di laboratorium terkait proses pembelajaran yaitu:
1) Tujuan kognitif yang berkolasi erat dengan pembelajaran konsep ilmiah mengembangkan kompetensi dan memaksimalkan pemahaman suatu metode saintifik.
2) Tujuan praktis yang berkorelasi erat terkait pengoptimalan keterampilan untuk mengadakan suatu pelatihan biologi menganalisa data, melakukan komunikasi dan ke mampuan untuk bekerja sama dalam suatu kelompok.
3) Tujuan afektif yang berkorelasi erat terkait dengan motivasi dan keingintahuan terhadap sains memberikan pendapat dan kapasitas untuk memahami kondisi sekitarnya. (Mustika et al., 2014).
b. Definisi Laboratorium Biologi
Keberadaan laboratorium biologi sangat berperan penting dalam kegiatan pembelajaran biologi disekolah. Untuk dapat mencapai tujuan dari pembelajaran tersebut maka fasilitas-fasilitas yang terdapat disekolah, khususnya laboraotium biologi harus memadai dan perlu dioptimalkan dengan sebaik mungkin agar dapat memfasilitasi peserta didik dalam kegiatan belajar mengajar.
Berdasarkan Permendiknas no.24 Tahun 2007 terkait halnya standar standar pelayanan minimal alat laboratorium biologi SMA Ma yaitu diantaranya:
1) Fungsi dari laboratorium yaitu untuk menjadi tempat diselenggarakannya aktivitas praktik pembelajaran biologi yang membutuhkan alat-alat tersendiri.
2) Laboratorium tersebut haruslah paling tidak dapat menampung satu rombongan belajar.
3) Untuk tiap murid maka rasio minimum ruang laboratorium biologi yaitu 2,4 m2. Laboratorium harus paling tidak memiliki luas 48 m2 untuk minimal 20 peserta didik yang mencakup luas ruang untuk menyimpan peralatan dan persiapan dengan luas 18 m² dengan lebar minimal yaitu 5m².
27
4) Pencahayaan laboratorium haruslah memadai sehingga dapat digunakan untuk membaca buku dan mengobservasi objek penelitian dengan jelas.
5) Sarana laboratorium biologi harus sesuai dengan aturan dari Permendiknas nomor 24 Tahun 2007.
3. Pembelajaran Biologi
a. Konsep Pembelajaran Biologi
Pembelajaran merupakan serangkaian prosedur interaksi antara pengajar dengan peserta didik guna mendapatkan suatu pengetahuan kompetensi maupun perilaku untuk dapat memahami apa yang telah dipelajari. Pada konteks pembelajaran biologi Maka terdapat ciri khas tertentu yaitu untuDk mengetahui dan memahami Bagaimana proses kehidupan nyata terjadi. Pembelajaran biologi juga berusaha agar para peserta didik Mampu lebih kenal dirinya sendiri dan dapat beradaptasi dengan perannya sebagai individu ataupun makhluk sosial.
(Nurhidayati, 2016, p. 48).
Biologi adalah keilmuan yang memiliki urgensi dalam aktivitas pendidikan karena mengajarkan peserta didik untuk mencari tahu terkait hal-hal yang berada di alam dengan sistematis sehingga di dalamnya juga terdapat proses untuk menemukan dan tidak sebatas terkait mempelajari keilmuan yang hanya berupa fakta ataupun konsep dan kaidah tertentu saja. (Malik &Desti, 2019:39).
Kemendikbud 2013 menjelaskan bahwa ilmu pengetahuan alam atau IPA sejatinya mencakup empat komponen pokok yaitu:
1) Sikap: yaitu keingintahuan akan suatu benda, kejadian di alam makhluk hidup dan hubungan kausalitas yang terjadi pada suatu permasalahan dan Bagaimana memecahkan sesuai dengan mekanisme yang benar
2) Proses: yaitu mekanisme untuk menjawab dan memecahkan suatu problem dengan metode saintifik seperti halnya menyusun hipotesis, merancang eksperimen melakukan pengevaluasian, mengukur dan menarik suatu kesimpulan.
3) Produk: Yaitu mencakup hukum, teori prinsip dan juga fakta tertentu.
4) Aplikasi: yaitu mengimplementasikan metode saintifik dan konsep IPA pada Aktivitas keseharian.
Mengacu pada pemaparan informasi tersebut maka disimpulkan bahwasanya pembelajaran Biologi merupakan suatu mata pelajaran yang di dalamnya terdapat beberapa cakupan yang meliputi sikap, proses produk dan pengaplikasian dari keseluruhannya untuk mendapatkan sebuah pelajaran dan juga pengalaman bagi para peserta didik terutama Melalui aktivitas praktikum.
b. Pembelajaran Biologi di Laboratorium
Pembelajaran biologi berkorelasi erat terhadap aktivitas di laboratorium, melakukan observasi meneliti dan melakukan
29
eksperimentasi serta praktikum. Pembelajaran biologi yang didasari dengan aktivitas praktikum di laboratorium akan menciptakan dan membentuk hakikat biologi yang berorientasi terhadap memberikan pengalaman langsung kepada mereka yang mempelajarinya serta akan meningkatkan keterampilan dalam aspek sains untuk para peserta didik (Litasari et al., 2014, p. 173).
IPA merupakan suatu keilmuan untuk melatih para peserta didik agar dapat menemukan suatu hal baru dan tidak hanya sebatas mengetahui beragam fakta maupun konsep dan prinsip tertentu saja.
Pendidikan IPA untuk jenjang Sekolah Menengah bertujuan guna membentuk para murid sehingga lebih kenal dengan pribadinya, alam sekitar serta dapat mengembangkan dan mengimplementasikan keilmuannya dalam aktivitas kesehariannya. Pendidikan IPA juga berorientasi bagi para peserta didik agar dapat mencari tahu dan melakukan tindakan untuk mendapatkan suatu pengertian dan pemahaman yang radikal dan spesifik terkait dari pribadinya dan alam sekitarnya. (Tanjung, 2016:77–78).
IPA memiliki beberapa bidang pelajaran Salah satunya yaitu biologi yang memberikan pengalaman belajar bagi para peserta didik agar dapat mengerti dan mendapatkan pemahaman terkait konsep dan proses saintifik. Biologi juga memberikan dan mengajarkan terkait keterampilan proses yang mencakup pembuatan hipotesis observasi, penggunaan alat bahan yang memperhitungkan keselamatan dan
keamanan, mengklasifikasikan dan menginterpretasikan informasi membuat pertanyaan dan membicarakan hasil yang telah ditemukan baik melalui tulisan maupun lisan (Tanjung, 2016:77–78).
Kegiatan para peserta didik di laboratorium biologi berfungsi untuk memberikan pelatihan kepada mereka agar mampu mengembangkan kemampuan melakukan penelitian dengan langsung yang nantinya bertujuan untuk membentuk atau bahkan mengoptimalkan kemampuan para peserta didik dalam melakukan identifikasi permasalahan, mendesain prosedur dan membuat suatu kesimpulan. (Syamsu et al., 2018:19).
31 BAB III
METODE PENELITIAN
A. Pendekatan dan Jenis Penelitian
Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, Penelitian dengan pendekatan secara deskriptif merupakan penelitian dengan tekhnik prosedur menyelesaikan case yang diteliti dengan menggambarkan keadaan saat ini berdasar realitas dari obyek dan subyek penelitian. Hal ini bertujuan menyajikan data penelitian secara lengkap serta sistematis terkait judul penelitian
Penelitian kualitatif adalah suatu studi untuk memperoleh dan menyusun informasi berbentuk deskriptif baik secara lisan maupun dengan tulisan dari individu ataupun tingkah laku yang diobservasi atau secara sederhana penelitian ini menghasilkan data berbentuk deskriptif dan usaha untuk menyelidiki makna sebuah kejadian berdasarkan realitas yang ada (Djamal, 2015:9) tujuan dari penelitian ini yaitu guna menemukan suatu peristiwa terkait Apa yang sedang dialami oleh subjek penelitian seperti halnya tingkah laku, wawasan, motivasi, kegiatan dan sebagainya dengan utuh dan akan dijelaskan dalam bentuk kata kata maupun bahasa ilmiah Melalui penggunaan metode alamiah. (Lexy, 2005: 6).
Dengan kata lain penelitian kualitatif merupakan penelitian yang menghasilkan data deskriptif dan berupaya menggali makna dari suatu fenomena berdasarkan fakta-fakta yang sudah ada Penelitian kualitatif bermaksud untuk mengetahui fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek
penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, dan lain- lain secara menyeluruh dan dideskripsikan dalam bentuk kata-kata dan bahasa yang alamiah dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah.
B. Lokasi Penelitian
Fungsi dari lokasi penelitian yaitu guna menjelaskan letak di mana penelitian diselenggarakan. Biasanya daerah penelitian memuat terkait lokasi seperti halnya desa, organisasi maupun tempat lain serta unit analisis. (Tim Penyusun, 2020:6). Dalam penelitian ini terdapat 3 lokasi yakni Madrasah Aliyah Negeri 1 Jember, Madrasah Aliyah Negeri 3 Jember, dan SMAK Santo Paulus Jember.
C. Subyek Penelitian
Subjek penelitian yaitu pihak-pihak yang dijadikan sebagai narasumber untuk memperoleh informasi-informasi yang dibutuhkan dalam penelitian dan atau sebagai sasaran penelitian. Istilah lain yang digunakan untuk menyebut subjek penelitian adalah responden, yaitu orang yang memberikan respon atas suatu perlakuan yang diberikan kepadanya. Di kalangan penelitian kualitatif istilah responden atau subjek penelitian disebut dengan informan, yaitu orang yang memberikan informasi tentang data yang diinginkan peneliti berkaitan dengan penelitian yang sedang dilaksanakan.
Adapun informan dalam penelitian ini yaitu Wakasarpras, Kepala Laboratorium, guru mata pelajaran biolgi dan peserta didik kelas XI MIPA.
1. Wakasarpras selaku pihak yang menyediakan sarana dan prasarana laboratorium IPA.
33
2. Kepala Laboratorium Biologi selaku pihak yang mengetahui kondisi sekaligus memonitoring laboratorium biologi.
3. Guru Mata Pelajaran Biologi sebagai pihak yang melakukan proses pembelajaran biologi di laboratorium Biologi.
4. Peserta didik XI MIPA selaku pengguna laboratorium yang mengetahui kondisi dalam proses pembelajaran biologi di laboratorium biologi.
D. Teknik Pengumpulan Data
Peneliti menggunakan beberapa teknik dalam proses pengumpulan data seperti wawancara, observasi dan dokumentasi yang masing-masing proses tersebut mempunyai peranan penting dalam upaya mendapatkan informasi yang akurat. Adapun pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini sebagai berikut:
1. Wawancara (Interview)
Wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu. Percakapan itu dilakukan oleh dua pihak, yaitu pewawancara yang mengajukan pertanyaan dan terwawancara yang memberikan jawaban atas pertanyaan itu. Dalam teknik ini peneliti menggunakan wawancara tidak terstruktur, yang dimana peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang telah tersusun secara sistematis dan lengkap untuk pengumpulan datanya.
Pedoman wawancara yang digunakan hanya berupa garis-garis besar permasalahan yang akan ditanyakan sehingga peneliti lebih banyak mendengarkan apa yang diceritakan oleh responden.
2. Observasi
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teknik observasi langsung dan jenis observasi partisipasi pasif. Maksud dari pasrtisipasi pasif adalah peneliti datang ke tempat kegiatan orang atau subjek yang diamati, akan tetapi tidak ikut terlibat dalam kegiatan tersebut. Observasi ini dilakukan pada saat praktikum dilaksanakan. Data yang diperoleh peneliti dari teknik observasi ini adalah:
a. Kondisi fasilitas yang ada di laboratorium biologi.
b. Pengelolaan yang ada di laboratorium biologi.
c. Pemanfaatan laboratorium biologi saat pembelajaran biologi.
d. Suasana praktikum biologi di laboratorium.
Hasil observasi dibuat prosentase ketercapaiannya dan selanjutnya dikategorisasikan berdasarkan pedoman kategori standarisasi laboratorium (Mastika, 2014).
Tabel 3.1
Data Interval Klasifikasi
Rentangan Persentase Klasifikasi
85% < X ≤ 100% Sangat Baik
65% < X ≤ 85% Baik
45% < X ≤ 65% Cukup
25% < X ≤ 65% Kurang
0% < X ≤ 25% Sangat Kurang
3. Dokumentasi
Dokumentasi merupakan teknik untuk memperoleh data melalui variabel seperti jenis catatan, buku surat kabar dan literasi lain terkait dengan penelitian. (Arikunto, 2014:274). Dokumentasi pada penelitian kualitatif adalah penyempurna dari teknik pengamatan dan juga
35
wawancara yang mana Hal tersebut dikarenakan dalam prosesnya dokumentasi berusaha untuk melakukan pengumpulan dokumen dan informasi yang dibutuhkan pada problem penelitian kemudian dianalisis secara mendalam dan detail agar bisa memperkaya dan mendukung nilai kepercayaan dan keakuratan sebuah peristiwa. (Komariah, 2014:146).
Data yang diperoleh dari dokumentasi adalah:
a. Profil lembaga SMA dan MA di Kabupaten Jember
b. Struktur organisasi sekolah dan struktur organisasi laboratorium
c. Data praktikum mata pelajaran biologi meliputi: absensi, tata tertib, dan jadwal praktikum
d. Foto kegiatan meliputi: foto kegiatan praktikum, foto kegiatan wawancara, foto alat dan bahan, foto kondisi laboratorium.
E. Analisis Data
Proses analisis data dimulai dengan menelaah seluruh data yang tersedia dari berbagai sumber, yaitu dari wawancara, pengamatan yang sudah dituliskan dalam catatan lapangan, dokumen pribadi, dokumen resmi, gambar foto dan sebagainya.
Bogdan dan Biklen mengemukakan bahwa analisis data kualitatif adalah upaya yang dilakukan dengan jalan bekerja dengan data, mengorganisasikan data, memilah-milahnya menjadi satuan yang dapat dikelola, mengintesiskannya, mencari dan menemukan pola, menemukan apa yang penting dan apa yang dipelajari dan memutuskan apa yang dapat
diceritakan kepada orang lain. Langkah-langkah analisis data adalah sebagai berikut:
1. Reduksi Data
Data yang diperoleh dari lapangan jumlahnya cukup banyak, untuk itu maka perlu dicatat secara teliti dan rinci. Semakin lama peneliti ke lapangan, maka jumlah data akan semakin banyak, kompleks dan rumit.
Untuk itu perlu segera dilakukan analisis data melalui reduksi data.
Mereduksi informasi berarti menyimpulkan, memilih hal-hal pokok, memusatkan perhatian pada hal-hal penting, mencari subjek dan model.
Selanjutnya informasi yang direduksi akan memberikan gambaran yang lebih jelas dan memudahkan peneliti untuk melakukan pengumpulan berbagai informasi selanjutnya.
2. Penyajian Data
Penyajian data adalah sekumpulan informasi tersusun yang memberikan penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan. Penyajian yang baik merupakan cara utama bagi analisis kualitatif yang valid.
Penyajian data dilakukan dalam bentuk tabel sesuai dengan aspek yang diamati sehingga lebih mudah dipahami. Observasi yang digunakan untuk memperoleh data dalam penelitian ini adalah lembar observasi sarana dan prasarana laboratorium biologi.
Langkah-langkah analisis observasi yaitu:
a. Memberikan skor pada masing-masing lembar observsi.
37
b. Lembar observasi sarana dan prasarana laboratorium dibuat dalam bentuk sign system (sistem tanda) dengan menggunakan skala bertingkat (rating scale) yaitu :
c. Merekapitulasi skor yang diperoleh dari laboratorium biologi.
d. Menghitung skor persentase skor lembar observasi dengan rumus (Sugiyono, 2008)
3. Kesimpulan
Kesimpulan pada penelitian kualitatif dapat menjawab fokus penelitian yang sudah direncanakan sejak awal pada fokus penelitian, namun tidak menutup kemungkinan juga tidak semua seperti fokus penelitian yang direncakan di awal, seperti yang telah dijelaskan bahwa masalah dan fokus penelitian penelitian penelitian kualitatif masih bersifat sementara dan akan terus berkembang setelah dilakukan penelitian di lapangan.
F. Keabsahan Data
Keabsahan data pada penelitian ini memakai triangulasi, karena yang dicari ialah kata-kata, maka tidak mustahil apabila ada sebagian kata-kata yang keliru yang tidak sesuai antara apa yang dibicarakan dan kenyataan sesungguhnya di lapangan. Hal ini dapat dipengaruhi dari kredibilitas informannya, waktu pengungkapan, kondisi yang dialami serta faktor lainnya.
Maka dari itu peneliti perlu melakukan triangulasi yakni proses pengecekan data dari berbagai sumber dengan berbagai cara dan waktu.
Dalam penelitian ini, untuk mengecek keabsahan data menggunakan
triangulasi sumber yaitu dengan membandingkan dan mengecek derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh dari berbagai sumber perolehan data.
G. Tahap-tahap Penelitian
Tahapan-tahapan penelitian yang dimaksudkan pada penelitian ini diidentifikasikan dengan langkah-langkah melaksanakan penelitian. Tahapan penelitian yang dilakukan yakni terdiri dari pra lapangan, tahap pelaksanaan penelitian, dan tahap penyelesaian hasil penelitian serta penjelasannya.
1. Tahap Pra Lapangan
Langkah awal yang dilakukan oleh peneliti yaitu mencari masalah dan mencari referensi terkait. Adapun tahap pra lapangannya sebagai berikut:
a. Menentukan lokasi penelitian;
b. Menyusun rancangan penelitian;
c. Pengurusan perizinan;
d. Mempersiapkan pelengkapan penelitian.
2. Tahap Pelaksanaan
Setelah mendapatkan izin untuk melakukan penelitian, peneliti akan mengunjungi objek yang akan diteliti dan mengumpulkan data informasi dengan wawancara, observasi dan dokumentasi untuk mendapatkan data yang akan diidentifikasi dengan fenomena yang terjadi di lapangan.
3. Tahap Penyusun Laporan
Setelah peneliti mendapatkan informasi dan data telah dianalisis, tahap selanjutnya peneliti membuat laporan dari hasil penelitian. Laporan
39
tersebut selanjutnya diserahkan pada dosen pembimbing untuk direvisi dan dikoreksi jika ada kekurangan dan kesalahan sehingga perlu direvisi untuk perbaikan hasil penelitian.
40 BAB IV
PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS A. Gambaran Umum Obyek Penelitian
1. Madrasah Aliyah Negeri 1 Jember a. Profil MAN 1 Jember
Madrasah Aliyah Negeri 1 Jember adalah salah satu lembaga pendidikan sekolah menengah umum yang bercirikan Islam yang dipimpin oleh Drs. Anwarudin, M.Si dan berada di wilayah Jember tepatnya di Jl. Imam Bonjol No. 50, Kaliwates Kidul, Kecamatan Kaliwates. Madrasah Aliyah Negeri 1 Jember merupakan salah satu lembaga pendidikan formal favorit di kabupaten Jember. Selain unggul berprestasi di bidang akademik, para siswanya juga mampu berprestasi di bidang non akademik. Hal tersebut dapat dilihat dari berbagai macam prestasi yang diraih oleh siswa di bidang olahraga seperti bola voly dan silat serta bidang keagamaan seperti Musabaqah Fahmil Qur’an dan Musabaqah Qiroatil Kutub. Seluruh prestasi yang dimiliki oleh siswa tersebut tak luput dari upaya-upaya yang dilakukan pihak sekolah dengan mengelola, mewadahi dan mengembangkan bakat minat serta keterampilan siswa melalui program ekstrakurikuler dan program keterampilan.
Secara keseluruhan keadaan siswa Madrasah Aliyah Negeri 1 Jember, pada tahun pelajaran 2021/2022 berjumlah 1180 siswa yang tersebar pada 4 peminatan yang terdiri dari peminatan Bahasa, MIPA,
41
IPS dan Agama, baik kelas X, XI, dan XII yang enam program keunggulan diantaranya: program MANPK (program unggulan Agama), Program Bina Insan Cendekia (BIC) sebagai program unggulan MIPA, program unggulan Reguler, Program Tahfidz, dan program Riset.
Madrasah Aliyah Negeri 1 Jember memiliki sarana dan prasarana yang lengkap dalam menunjang proses pembelajaran, kegiatan, dan prestasi para siswanya. Adapun sarana prasarana yang terdapat di sekolah tersebut diantaranya ialah ruang multimedia, ruang laboratorium IPA, ruang workshop otomotif, ruang workshop elektronika, ruang workshop pertanian, ruang workshop tata busana, ruang produksi tata usaha, ruang laboratorium komputer, ruang perpustakaan, ruang pembelajaran, ruang klinik kesahatan, ruang kantin siswa, ruang guru putra, ruang guru putri, ruang kepala sekolah, ruang bendahara, ruang waka, ruang rapat, ruang BK, ruang MGMP, lapangan olah raga, halaman terbuka, ruang osis, ruang tatib, kamar mandi, dan Musholla/Masjid Nurul Anwar. Selain itu, terdapat pula berbagai macam kegiatan dalam pengembangan diri yang dapat dipiih sesuai dengan bakat dan minat siswa yaitu kegiatan ekstrakurikuler dan keterampilan. Kegiatan tersebut nantinya akan dinilai secara berkala dan dilampirkan pada dokumen hasil belajar siswa (rapor).
b. Visi dan Misi Madrasah
Visi : Unggul dalam prestasi, terampil, berakhlaqul karimah berlandaskan iman dan taqwa.
Misi : Pertama, Menumbuhkan penghayatan dan pengamalan ajaran Islam dan budaya bangsa sebagai sumber kearifan dalam bertindak; Kedua, Mengembangkan potensi akademik dan nonakademik peserta didik secara optimal sesuai dengan bakat dan minat melalui proses pembelajaran bermutu; Ketiga, Melaksanakan pembelajaran dan bimbinga