• Tidak ada hasil yang ditemukan

(3) untuk mengetahui kemampuan guru pendidikan agama Islam di SD Negeri 170 Dakdah Kec

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "(3) untuk mengetahui kemampuan guru pendidikan agama Islam di SD Negeri 170 Dakdah Kec"

Copied!
77
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Rumusan Masalah

Bagaimana upaya pengembangan profesionalisme guru agama Islam di SD Negeri 170 Dakdah Kecamatan Baraka Kabupaten Enrekang. Untuk mengetahui kemampuan guru pendidikan agama Islam di SD Negeri 170 Dakdah Kecamatan Baraka Kabupaten Enrekang.

Tujuan penelitian

Manfaat penelitian

Secara teoritis penelitian ini diharapkan dapat menunjukkan bahwa pendidikan agama dan keagamaan yang diberikan oleh guru pendidikan agama Islam di SD Negeri 170 Dakdah dapat meningkatkan kualitas belajar siswa. Penelitian ini dapat bermanfaat sebagai masukan bagi proses belajar mengajar SD Negeri 170 Dakdah selanjutnya mengenai pengembangan profesional guru.

TINJAUAN TEORITIS

Guru Profesional

Guru profesional adalah guru yang mempunyai kompetensi yang diperlukan untuk melaksanakan tugas pendidikan dan pedagogi. Dari uraian sebelumnya dapat kita simpulkan bahwa guru yang profesional adalah guru yang mempunyai pengetahuan profesional, tanggung jawab dan rasa kesetaraan, didukung oleh etika profesi yang kuat, seperti kualifikasi kompetensi yang sesuai, dan pekerjaan profesional jelas memerlukan pengetahuan, keterampilan atau kemampuan profesional. yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu dan memerlukan pendidikan profesional.

Dasar dan Tujuan Profesional Guru

Jadi seorang guru sebagai jabatan profesional memerlukan berbagai keterampilan dan persyaratan khusus di bidang fisik, mental/kepribadian, ilmu/pengetahuan dan keterampilan. Secara jasmani, guru harus sehat jasmani (rohani) dan tidak mempunyai cacat jasmani yang dapat menimbulkan cemoohan/cemoohan atau rasa kasihan dari pihak peserta didik, pengetahuan dan keterampilan yang berkaitan dengan tugas profesinya, seperti kemampuan merencanakan, melaksanakan, menilai dan membimbing. sedang belajar. Pengetahuan dan keterampilan merupakan unsur kemampuan yang dapat dipelajari, sedangkan orang dengan sendirinya menyebutnya sebagai bakat.

Jika hanya mengandalkan bakat tanpa belajar dan membiasakan diri dengan kemampuan, maka tidak akan berkembang. Sebab bakat hanyalah persentase tertentu dari jalan menuju kesuksesan, dan orang yang berhasil mengembangkan profesionalitasnya ditunjang dengan ketekunan dalam belajar dan mengasah kemampuannya. Kebiasaan positif antara lain menyapa dengan ramah, menyatakan simpati, menyampaikan penghargaan kepada anggota keluarga, rekan kerja atau siswa yang berprestasi, dan lain-lain.20.

Sehingga guru menjadi inovator yaitu tenaga kependidikan yang mampu berkomitmen dalam upaya perubahan dan memberikan informasi ke arah yang lebih baik.

Ciri-Ciri Guru Profesional

Orang yang mempunyai kemampuan adalah orang yang mempunyai seluruh potensi di atas dan memanfaatkan atau memanfaatkannya secara maksimal. Oleh karena itu, seorang guru atau siapapun yang ingin menjadi guru hendaknya mempunyai ciri-ciri guru yang profesional. Dari semua ciri-ciri di atas terlihat jelas bahwa guru profesional yang saya maksud tidak berkaitan langsung dengan urusan materi atau finansial.

Sebab hal yang terakhir ini tentu akan menyusul jika seluruh ciri-ciri di atas dipenuhi oleh seorang guru.

Profesi Guru

Melalui pengajaran, guru membentuk konsep berpikir, sikap mental dan menyentuh perasaan terdalam inti kemanusiaan pada mata pelajaran siswa. Pengertian guru sebagaimana disebutkan di atas menurut Zakiyah Darajat adalah pendidik yang profesional karena secara implisit ia telah menerima dan memikul sebagian tanggung jawab pendidikan yang berada di pundak orang tua. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa guru pada umumnya dapat memberikan tanggung jawab kepada siswanya melalui pengetahuan umum.

Hakikat manusia adalah sebagai pribadi yang utuh, mampu menentukan nasib sendiri berdasarkan tanggung jawabnya sendiri. Selain ahli dalam bidang pengajaran dan pendidikan, guru yang profesional juga mempunyai otonomi dan tanggung jawab. Tanggung jawab yang mengandung makna multidimensi artinya bertanggung jawab terhadap diri sendiri, siswa, orang tua, lingkungan sekitar.

Oleh karena itu gambaran perilaku guru yang diharapkan berpengaruh dan sangat dipengaruhi oleh kondisi tersebut sehingga dalam melaksanakan proses belajar mengajar, guru diharapkan mampu mengantisipasi perkembangan kondisi dan tuntutan masyarakat di masa yang akan datang.

Implementasi

Implementasi merupakan tindakan atau pelaksanaan suatu rencana yang telah disusun secara cermat dan rinci. Menurut Nurdin Usman, pelaksanaan didasarkan pada kegiatan, perbuatan, tindakan atau adanya suatu mekanisme atau sistem, pelaksanaan bukan sekedar kegiatan, melainkan suatu kegiatan yang terencana dan untuk mencapai tujuan kegiatan25. Guntur Setiawan berpendapat bahwa implementasi merupakan perluasan kegiatan yang saling menyesuaikan proses interaksi antara tujuan dan tindakan untuk mencapainya serta memerlukan jaringan implementasi demokratis yang efektif.26.

Berdasarkan pendapat para ahli di atas dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan adalah suatu kegiatan yang terencana, bukan sekedar kegiatan dan dilaksanakan dengan sungguh-sungguh berdasarkan acuan norma-norma tertentu untuk mencapai tujuan kegiatan. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan menggali data di lapangan menggunakan metode analisis deskriptif yang bertujuan untuk memberikan gambaran secara cepat dan akurat tentang pengembangan profesional guru pendidikan agama Islam di SD Negeri 170 Dakdah Kecamatan Baraka Kabupaten Enrekang. Lokasi dalam penelitian ini adalah di SD Negeri 170 Dakdah Kecamatan Baraka Kabupaten Enrekang dan objek penelitiannya adalah Kepala Sekolah dan guru Pendidikan Agama Islam di SD Negeri 170 Dakdah. Alasan dipilihnya lokasi ini karena guru yang profesional bisa.

Pengembangan profesional guru pendidikan agama Islam di SD Negeri 170 Dakdah dengan jumlah siswa 104 orang dan guru 13 orang.

Deskripsi Fokus Penelitian

Sumber Data

Instrumen Penelitian

Data dari sumber sekunder atau informan pelengkap berupa cerita dari lingkungan sekolah dan luar sekolah seperti masyarakat atau orang tua, cerita atau catatan tentang model pembelajaran yang digunakan dalam proses pembelajaran.29. Catatan dokumentasi adalah suatu teknik pengumpulan data dengan cara mencatat sesuatu atau variabel dalam bentuk catatan, transkrip, buku, surat kabar, majalah, berita acara dan lain sebagainya. Catatan dokumentasi merupakan suatu cara yang digunakan peneliti untuk memperoleh data dan informasi terkait topik yang dibicarakan melalui dokumen (arsip).

Teknik Pengumpulan Data

Pedoman wawancara merupakan alat tanya jawab dalam penelitian yang berlangsung secara lisan dengan responden, dimana dua orang atau lebih bertemu secara tatap muka untuk mendengarkan keterangan atau informasi yang berkaitan dengan bahan pembahasan. Metode ini diperlihatkan kepada guru PAI pada umumnya untuk mengetahui metode, perlakuan dan pengembangan siswa selama proses pembelajaran agama Islam di SD 170 Kecamatan Dakdah. Wawancara yang peneliti gunakan disini adalah wawancara bebas, dimana pewawancara boleh menanyakan apa saja, namun juga mengingat data apa saja yang dikumpulkan.

Metode ini digunakan untuk mengamati dan mencatat letak geografis, hubungan siswa, struktur organisasi, aktivitas yang dilakukan guru dalam pembelajaran PAI di kelas. Beberapa dokumen yang dapat membantu peneliti mengumpulkan dan meneliti yang relevan dengan permasalahan penelitian ini antara lain Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).

Teknik Analisis Data

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Upaya Pengembangan Guru Pendidikan Agama Islam Dalam

Menurut peneliti, 5 tahapan kegiatan di atas yang dilaksanakan oleh guru pendidikan agama Islam dalam proses belajar mengajar adalah untuk memudahkan seorang guru dalam mengembangkan profesionalitasnya, dan juga memperlancar kemampuan siswa dalam belajar. Pengetahuan guru pendidikan agama Islam SD Negeri 170 Dakdah dalam melaksanakan proses belajar mengajar dapat dikatakan baik karena pada tahun 2017 sampai dengan tahun 2018 guru sudah memiliki. Dari wawancara di atas terlihat bahwa perkembangan pengetahuan seorang guru pendidikan agama Islam dan juga kerjasama dengan guru lainnya mengalami kemajuan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Dalam proses belajar mengajar, guru pendidikan agama Islam menciptakan suasana tenang dan dapat membuat siswa terhadap pelajaran yang diajarkan, misalnya dengan memberikan pertanyaan kepada siswa tentang siswa yang diajar dan yang dapat menjawab mendapatkan hadiah. Oleh karena itu, seorang guru yang profesional tentu tidak mau ketinggalan dengan peraturan global.” 41 Keterampilan (keterampilan) guru pendidikan agama Islam untuk mengembangkan profesionalismenya di SD Negeri 170 Keterampilan dakdah merupakan keterampilan yang dimiliki seorang guru yang berguna untuk jangka panjang. jangka waktu atau merupakan salah satu unsur kemampuan yang dapat dipelajari dalam penerapannya. Sikap diri (Attitude) guru pendidikan agama Islam dalam pengembangan profesionalismenya di SD Negeri 170 Dakdah Sikap diri seseorang dibentuk oleh suasana dan lingkungan yang mengelilinginya.

Pengaruh Pengembangan Profesi Guru Agama Islam Terhadap Peningkatan Kualitas Pembelajaran di SD Negeri 170 Kecamatan Dakdah.

Dampak Pengembangan Profesionalitas Guru Agama Islam Terhadap

Jika guru yang sudah tersertifikasi sudah melakukan semua kegiatan sesuai dengan kebutuhannya, berarti profesionalismenya lebih tinggi dibandingkan yang belum tersertifikasi, namun bukan berarti guru yang belum tersertifikasi tidak profesional, sudah profesional, hanya tingkat perlakuan, tingkat pengembangan diri, dalam pelaksanaan tugasnya. “Sangat optimal, tidak ada lagi kata-kata yang menindas sekolah karena semua administrasinya sudah lengkap, mereka melayani siswa dengan baik, menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya, begitu pula guru yang belum bersertifikat, sudah punya melaksanakan tugasnya, padahal belum tersertifikasi.” Hasil wawancara yang dilakukan peneliti dengan kepala sekolah SD Negeri 170 Dakdah mengenai pengembangan guru dalam bidang pendidikan. Hal-hal yang dikembangkan oleh guru di SD Negeri 170 Dakdah antara lain pengembangan kurikulum, pengembangan guru mengenai masalah perkumpulan, pengembangan karakter, pengembangan guru dalam bidang kebersihan, kesehatan, dll. 45.

Jadi kesimpulan dari hasil wawancara Pak. Tasman, S.Pd, I MM selaku kepala sekolah SD Negeri 170 Dakdah mengatakan perkembangan guru mengalami peningkatan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yaitu kemampuan mengembangkan karakter siswa, kemampuan mengajar, sehingga anak-anak dari tahun 2017 sampai dengan tahun 2018, anak-anak mampu meraih juara di tingkat kabupaten Enrekang. Caranya minimal seorang guru harus menguasai suatu bidang, apalagi jika SD dikatakan sebagai guru kelas, berbeda dengan SMA maka setiap guru yang mengalami kesulitan dalam mengajar wajib mengikuti KKG ( guru). kelompok kerja), dimana kelompok kerja dilaksanakan sebulan sekali. dan permasalahan yang dialami guru akan dijawab dan diselesaikan dalam kegiatan ini. Jadi guru bisa kembali mengajar sesuai profesinya masing-masing, apalagi guru rata-rata sudah sarjana, ada yang dari PGSD, ada pula yang dari PGSDI, khusus bidang agama, tapi untuk PGSD harus menguasai semua materi dan mata pelajaran yang ada. ".46 . Berdasarkan pengamatan peneliti, pengembangan profesional guru dalam pendidikan agama Islam dikatakan baik karena guru telah mampu meningkatkan kinerja belajar siswa sehingga siswa mampu bertanya atau memberikan jawaban setelah guru menjelaskan atau memaparkan setiap materi. dipelajari di dalam kelas dan selain itu guru pendidikan agama islam juga mampu memberikan contoh/ilustrasi kepada siswanya agar lebih aktif di kelas pada saat proses belajar mengajar berlangsung.

Dalam proses belajar mengajar yang dikembangkan di SD Negeri 170 Dakdah khususnya peningkatan kualitas dari tahun ke tahun, nilai ujian semester yang baik, ujian MID semester.

Kemampuan guru Pendidikan Agama Islam DI SD Negeri 170 Dakdah Kec

Dampak dari pengembangan guru pendidikan agama Islam di SD Negeri 170 Dakdah dapat dibuktikan, pada tahun 2017 hingga tahun 2018, guru pendidikan agama Islam berhasil membawa anak-anak mencapai tingkat kejuaraan di kecamatan Baraka, seperti hapalan surat pendek, membaca dan Tulisan Al-Quran di atas, nama Ema Tussalihah meraih juara pertama tingkat kabupaten. Hal ini merupakan bukti upaya yang dilakukan oleh seorang guru pendidikan agama Islam dan juga kerjasama antar guru lainnya. Kemampuan guru SD Negeri 170 Dakdah dapat dikategorikan sangat baik, mulai dari penguasaan materi, kemampuan mengajar, dan juga menunjukkan nilai-nilai positif untuk meningkatkan pemahaman siswa agar menguasai materi atau menilai dengan baik.

Diharapkan kepada para guru, tidak hanya guru pendidikan agama Islam, namun seluruh guru di SD Negeri 170 Dakdah, dapat bersinergi meningkatkan mutu pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan yang unggul. Diharapkan kepada guru pendidikan agama Islam dan pemerintah daerah dapat memberikan bantuan berupa materi untuk mencapai tujuan pendidikan yang diinginkan. Bagaimana cara guru pendidikan agama Islam memanfaatkan proses belajar mengajar agar dapat dikatakan profesional?

Dalam proses belajar mengajar, guru pendidikan agama Islam tentunya harus benar-benar menguasai profesi dan gelarnya.

PENUTUP

Saran

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh kesimpulan bahwa profesionalisme guru pendidikan agama Islam di SD Negeri Natah mempunyai peran yang sangat penting dalam

Ibu Sri Dalyati selaku guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam kelas IV SD Muhammadiyah 10 Tipes, Surakarta yang telah memberikan ijin dan kesempatan serta membantu

Tesis yang berjudul “ PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MEMBINA AKHLAK SISWA DI SD NEGERI 3 TAMBAHREJO ” , ditulis oleh: INTAN SHERLY YULINDA, NPM

Kompetensi pedagogik guru mempunyai peranan penting dalam kualitas pembelajaran. Setiap guru harus mampu menguasai indikator-indikator yang ada dalam kompetensi

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam pembinaan akhlak pada siswa kelas IV di SD Negeri 3 Rukti Sediyo,

Partisipasi Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam Sekolah Dasar (KKG PAI SD) Kabupaten Boyolali dalam Meningkatkan Kompetensi Guru PAI SD..

Upaya preventif guru PAI terhadap kenakalan anak di SD N 12 Koto Gadang yang dilakukan guru PAI SD N 12 Koto Gadang terhadap perilaku nakal anak adalah 1 melalui pemberian nasehat

Rangkaian mata kuliah PGD K4306, Bahasa Inggris untuk Guru SD 3 SKS Program Studi Pendidikan Guru