LAPORAN PRAKTIKUM PSIKODIAGNOSTIKA 3: WAWANCARA SETTING PSIKOLOGI SOSIAL
REFLECTION OF FEELING
PENURUNAN SEMANGAT PADA KORBAN PERCERAIAN ORANGTUA
FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS GUNADARMA LABORATORIUM DASAR PSIKOLOGI
Disusun Oleh:
3PA19 Kelompok 1
NO NAMA NPM TANDA TANGAN
1 Adriani Chairrunissa 10520022
2 Dwiyoga Gilang S 11517835
3 Fadhilla Mutia Rahmi W. 10520353
4 Lani 10520555
5 Muhammad Fajris Sathy 10520641 6 Namira Salsabila Y. 10520721
DEPOK JANUARI 2023
1 A. Verbatim
Interviewer : “Halo, selamat malam Adriani.”
Interviewee : “Halo selamat malam juga Namira.”
Interviewer : “Hari ini kamu terlihat lesu dan tidak bersemangat, tidak seperti biasanya.”
Reflection of Feeling
Interviewee : “Iya nih, ada yang mengganjal di pikiranku.”
Interviewer : “Oh ya, kemarin katanya kamu ingin bercerita yaa? Mau bercerita apa?”
Interviewee : “Iya Nam, aku lagi ada masalah.”
Interviewer : “Kamu lagi ada masalah apa Dri?”
Interviewee : “Aku lagi ada masalah keluarga nih Nam.”
Interviewer : “Kenapa tuh kalau boleh tahu?”
Interviewee : “Belakangan ini orangtuaku sering ada banyak masalah, hampir setiap hari mereka selalu berselisih pendapat. Pokoknya situasi dirumah kurang baik.”
Interviewer : “Hmm... Begitu terkadang orangtua sering sekali berselisih pendapat, kamu harus bersabar yaa.”
Interviewee : “Iya begitu deh, aku pun sedih setiap pulang kerumah.”
Interviewer : “Hmm... kamu merasa sedih ya melihat orangtua kamu
Reflection Of Feeling
2
bertengkar setiap hari?”
Interviewee : “Iya begitu deh, terus mereka ngajak aku ngobrol, lalu mereka memutuskan untuk bercerai.”
Interviewer : “Apakah keputusan mereka sudah bulat untuk bercerai?”
Interviewee : “Iya mereka menjelaskan bahwa lebih baik tidak bersama lagi daripada bertengkar terus-menerus.”
Interviewer : “Lalu nanti kamu memilih untuk ikut dengan siapa?”
Interviewee : “Aku juga masih tidak tahu. Aku ngga bisa memilih.”
Interviewer : “Pasti kamu bingung banget ya mau ikut dengan siapa. Apakah salah satu orangtuamu memintamu untuk ikut dengan mereka?”
Reflection Of Feeling
Interviewee : “Ayah aku meminta aku untuk ikut dengannya, namun aku belum tahu ingin ikut dengannya atau tidak.”
Interviewer : “Ayah kamu meminta kamu untuk tinggal bersamanya? Kalau dari hak asuh pengadilan bagaimana?”
Interviewee : “Iya, kalau hal itu pengadilan belum memutuskan. Saat ini aku masih tidak menyangka bahwa orangtuaku memutuskan untuk bercerai.”
Interviewer : “Kamu terlihat kecewa sekali ya dengan keputusan mereka?”
Reflection Of Feeling
Interviewee : “Iya, aku sangat kecewa. Aku pikir mereka dapat menyelesaikan
masalah tersebut.”
Interviewer : “Terus reaksi kamu bagaimana ketika mendengar orangtua kamu akan bercerai?”
Interviewee : “Rasanya campur aduk sekali deh pokoknya.”
Interviewer : “Hmm..Campur aduk berarti ada rasa sedih dan marah ya?”
Reflection Of Feeling
Interviewee : “Iya kurang lebih begitu, siapa sih yang merasa biasa aja ketika mendengarkan orangtuanya ingin bercerai.”
Interviewer : “Namun kalau dari kamu sendiri kalau disuruh untuk memilih tinggal bersama siapa kamu memilih siapa?”
Interviewee : “Aku akan memilih tinggal bersama nenekku.”
Interviewer : “Kamu terlihat lebih merasa nyaman ya tinggal bersama nenek kamu dibandingkan tinggal bersama ayah atau ibu?”
Reflection Of Feeling
Interviewee : “Iya, karena nenekku adalah salah satu orangtua yang selalu ada untuk aku dan selalu memberikan aku motivasi ataupun semangat untuk kuliah.”
Interviewer : “Ohh... begitu yaa. Oh iya aku punya salah satu kenalan dosen yang bisa bantu kamu untuk selalu memberikan motivasi dan selalu
4
memberika solusi yang tepat.”
Interviewee : “Siapa ya Nam kalau boleh tau?”
Interviewer : “Ada salah satu dosen abnormal aku, kamu boleh bercerita apapun dengannya dan kebetulan juga beliau seorang psikolog.”
Interviewee : “Wah? Boleh Nam kapan-kapan aku ingin bertemu beliau nam.”
Interviewer : “Kamu tertarik ya?”
Interviewee : “Iya Nam, aku sangat tertarik.”
Interviewer : “Nanti aku kenalin beliau dengan kamu ya.”
Interviewee : “Iya Nam”
Interviewer : “Kalau begitu kamu tetep semangat ya, aku ke kelas terlebih dahulu ya.”
Interviewee : “Iya Nam, kamu juga semangat ya Nam. Terima kasih Nam.”
5 seperti biasanya.”
2. Interviewer : “Hmm... kamu merasa sedih ya melihat orangtua kamu bertengkar setiap hari?”
Reflection Of Feeling
3. Interviewer : “Pasti kamu bingung banget ya mau ikut dengan siapa.
Apakah salah satu orangtuamu memintamu untuk ikut dengan mereka?”
Reflection Of Feeling
4. Interviewer : “Kamu terlihat kecewa sekali ya dengan keputusan mereka?”
Reflection Of Feeling
5. Interviewer : “Hmm..Campur aduk berarti ada rasa sedih dan marah ya?”
Reflection Of Feeling
6. Interviewer : “Kamu terlihat lebih merasa nyaman ya tinggal bersama nenek kamu dibandingkan tinggal bersama ayah atau ibu?”
Reflection Of Feeling