• Tidak ada hasil yang ditemukan

welza afliza putri - Repository Universitas Perintis Indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "welza afliza putri - Repository Universitas Perintis Indonesia"

Copied!
91
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

  • Tujuan Umum
  • Tujuan Khusus

Adakah pengaruh bimbingan gizi terhadap pengetahuan dan penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Desa Anak Air Padang Tahun 2020. Untuk mengetahui pengaruh bimbingan gizi terhadap pengetahuan dan penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi penderita di wilayah kerja Puskesmas Desa Air Padang Anak.

Manfaat Penelitian

Untuk mengetahui distribusi frekuensi perbedaan tekanan darah sebelum dan sesudah pemberian konseling gizi pada penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Anak Air Desa Padang.

Ruang Lingkup Penelitian

TINJAUAN PUSTAKA

Hipertensi

  • Pengertian Hipertensi
  • Klasifikasi Hipertensi
  • Gejala Hipertensi
  • Faktor Resiko Hipertensi
  • Patofisiologi Hipertensi
  • Komplikasi Hipertensi
  • Penatalaksanaan Penderita Hipertensi
  • Pencegahan Hipertensi

Stroke hemoragik terjadi akibat pecahnya pembuluh darah ke otak akibat tekanan darah tinggi yang berkepanjangan. Tekanan darah tinggi (hipertensi derajat dua) tidak dapat diturunkan dengan satu jenis obat, sehingga tahap awal adalah dengan terapi kombinasi.

Tabel 2.1  Klasifikasi Hipertensi  Klasifikasi Tekanan Darah  Tekanan  Darah
Tabel 2.1 Klasifikasi Hipertensi Klasifikasi Tekanan Darah Tekanan Darah

Penyuluhan Gizi

  • Pengertian Penyuluhan Gizi
  • Proses Adopsi dalam Penyuluhan
  • Metode dan Media Penyuluhan

Cara ini sangat efektif karena sasaran dapat langsung menyelesaikan masalahnya dengan manajemen dan konsultan khusus. Cara ini cukup efektif karena sasarannya dibimbing dan dibimbing untuk melakukan kegiatan yang lebih produktif berdasarkan kerjasama. Metode ini meliputi rapat umum, siaran radio, kampanye, pemutaran film, surat kabar, dan lain-lain. (Adrianto, 2016).

Keuntungan penggunaan leaflet antara lain bertujuan untuk dapat beradaptasi dan belajar secara mandiri serta praktis karena mengurangi kebutuhan untuk mencatat. Kelebihan media ini antara lain dapat memberikan jangkauan realitas walaupun terbatas, cocok untuk jumlah sasaran yang relatif besar, biaya pembuatannya relatif murah, dan peralatannya mudah digunakan. Keuntungan menggunakan papan tulis antara lain murah dan efektif, pandai menjelaskan sesuatu, mudah dibersihkan dan digunakan kembali, tidak perlu ruangan gelap.

Pengetahuan

  • Definisi Pengetahuan
  • Tingkat Pengetahuan
  • Pengukuran Pengetahuan
  • Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pengetahuan
  • Hubungan Pengetahuan dengan Kejadian Hipertensi

Pengetahuan dikatakan tinggi apabila seseorang dapat mengetahui, memahami, menerapkan, menganalisis dan memadukan materi yang satu dengan materi yang lain. Pengetahuan yang rendah diartikan sebagai kurangnya kemampuan individu dalam mengetahui, memahami, menerapkan, mengevaluasi dan membuat hubungan antar materi atau benda. Menurut YB Mantra yang dikutip Notoatmodjo, pendidikan dapat mempengaruhi tingkah laku dan gaya hidup seseorang, terutama dalam memotivasi masyarakat untuk berpesan dan dalam perkembangan pada umumnya, semakin tinggi pendidikan seseorang maka semakin mudah memperoleh informasi untuk diterima.

Lingkungan adalah segala keadaan yang ada di sekitar seseorang dan pengaruhnya dapat mempengaruhi perkembangan dan perilaku individu atau kelompok. Keyakinan yang diperoleh seseorang biasanya dapat diperoleh secara turun temurun dan tidak dapat dibuktikan terlebih dahulu, keyakinan positif dan keyakinan negatif dapat mempengaruhi pengetahuan seseorang. Semakin meningkatnya pengetahuan seseorang tentang hipertensi akan mendorong seseorang untuk melakukan perilaku pengendalian hipertensi yang lebih baik sehingga tekanan darahnya tetap terkendali.

Tekanan Darah

  • Definisi Tekanan Darah

Tekanan darah tinggi bila lebih tinggi dari tekanan yang dibutuhkan untuk menjaga aliran darah tetap stabil. Tekanan darah adalah tekanan yang bekerja pada dinding arteri. Tekanan ini sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti detak jantung, tekanan arteri, volume dan kecepatan serta kekuatan (viskositas) darah. Tekanan darah yang normal (normotensi) diperlukan untuk melancarkan peredaran darah ke seluruh tubuh, yaitu untuk pengangkutan oksigen dan nutrisi.

Menurut WHO, tekanan darah dikatakan normal jika kurang dari 135/85 mmHg, dikatakan hipertensi jika lebih dari 140/90 mmHg, dan diantara nilai tersebut tergolong normal tinggi. Menurut Kaplan yang dikenal sebagai Bapak Ilmu Penyakit Dalam ini, ia mengklasifikasikan tekanan darah dengan membedakan antara usia dan jenis kelamin. Jika tekanan darah meningkat maka aliran darah menjadi lebih cepat, dan jika tekanan darah menurun maka aliran darah melambat (Tambayong, 1999).

Penelitian Terkait

Artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara tekanan darah sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan kesehatan jus semangka.

Kerangka Teori

Untuk mengetahui distribusi frekuensi tekanan darah sebelum dan sesudah pemberian penyuluhan gizi pada penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Desa Anak Air Padang. Data prevalensi penyakit hipertensi, pengetahuan dan tekanan darah di wilayah kerja Puskesmas Desa Anak Air Tahun 2020. Perbedaan tekanan darah sebelum dan sesudah pelaksanaan penyuluhan gizi pada penderita hipertensi di wilayah kerja.

Pendidikan gizi berpengaruh terhadap tekanan darah sebelum dan sesudah pada pasien hipertensi akibat kerja di Puskesmas Perkampungan Anak Air Padang. Pengendalian tekanan darah dapat disimpulkan rerata tekanan darah sistolik sebelum dan sesudah pemberian pendidikan gizi adalah 4,6 dengan standar deviasi 3,47. Sedangkan tekanan darah diastolik sebelum dan sesudah pemberian konseling gizi rata-rata sebesar 3,62 pada pasien hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Kampung Anak Air Padang pada tahun 2020.

Gambar 2.6 Kerangka Teori Penelitian
Gambar 2.6 Kerangka Teori Penelitian

Kerangka Konep

Definisi Operasional

Hipotesisi

METODE PENELITIAN

Jenis dan Desain Penelitian

Analisis bivariat digunakan untuk menganalisis perbedaan tingkat pengetahuan dan tekanan darah pasien hipertensi sebelum dan sesudah pendidikan gizi. Berdasarkan Tabel 4.2 terlihat rerata tekanan darah sistolik sebelum konseling gizi adalah 156,27 dengan standar deviasi 8,49 mmHg dan diastolik sebelum konseling. Berdasarkan tabel 4.4 diperoleh rata-rata perbedaan tekanan darah sistolik sebelum dan sesudah konseling gizi sebesar 4,60, selisih tekanan darah diastolik sebelum dan sesudah 3,62.

Sedangkan tekanan darah diastolik sebelum dan sesudah diberikan nasihat gizi rata-rata 3,62 dengan standar deviasi 3,82. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p = 0,00 pada penderita hipertensi di wilayah kerja, Puskesmas, Kecamatan Anak Air Padang tahun 2020. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata perbedaan tekanan darah sistolik sebelum dan sesudah mendapat pendidikan gizi adalah 4,60 dan selisih tekanan darah diastolik sebelum dan sesudah sebesar 3,62. Sedangkan tekanan darah diastolik sebelum dan sesudah diberikan nasihat gizi rata-rata 3,62 dengan standar deviasi 3,82. Hasil uji statistik menunjukkan p-value = 0,00 pada penderita hipertensi di wilayah operasi Puskesmas Desa Anak Air Padang tahun 2020.

Diketahui frekuensi perubahan tekanan sistolik sebelum dan sesudah pemberian pendidikan gizi sebesar 4,60 dan selisih tekanan diastolik sebelum dan sesudah sebesar 3,62. Diketahui pengaruh konseling gizi terhadap pengetahuan dan tekanan darah terdapat perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan konseling gizi yaitu -2,30.

Waktu dan Tempat

Populasi dan Sampel

  • Populasi
  • Sampel

Teknik Pengolahan Data

Pendidikan gizi berpengaruh terhadap pengetahuan sebelum dan sesudah penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Desa Anak Air Padang. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh rerata tekanan darah sistolik sebelum diberikan konseling gizi adalah 156,27 dengan simpangan baku 8,49 mmHg dan diastolik sebelum diberikan konseling gizi adalah 93 dengan simpangan baku 3,25 mmHg, sedangkan rerata tekanan darah sistolik adalah 93 dengan simpangan baku 3,25 mmHg. tekanan setelah memberikan saran nutrisi. Dari hasil tekanan darah sebelum dilakukan pengobatan dapat disimpulkan bahwa rata-rata tekanan darah pada pasien yang menderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Desa Anak Air Padang pada tahun 2020 adalah >140/90 mmHg.

Berdasarkan hasil penelitian diperoleh rerata tekanan darah sistolik setelah diberikan konseling gizi adalah 151,67 mmHg dengan standar deviasi 7,43 mmHg dan diastolik setelah diberikan konseling gizi adalah 89,42 mmHg dengan standar deviasi 5,01mmHg. Dari hasil yang diperoleh pada penelitian pengaruh bimbingan gizi terhadap pengetahuan dan penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Anak Air Kecamatan Padang, dapat diambil kesimpulan dari 40 responden sebagai berikut: 1. frekuensi pengetahuan responden sebelum resepsi . konseling gizi sebesar 11,6 sedangkan setelah mendapat konseling gizi sebesar 13,9 pada pasien hipertensi wilayah kerja Puskesmas Desa Anak Air Padang pada tahun 2020. Diketahui frekuensi tekanan darah sistolik sebelum diberikan konseling gizi adalah 156,27 mmHg dan diastolik sebelum diberikan konseling gizi. konseling disediakan. konseling adalah 93 mmHg sedangkan tekanan darah Sistolik darah setelah diberikan konseling gizi adalah 151,67 mmHg dan diastolik setelah diberikan konseling gizi adalah 89,42 mmHg pada pasien hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Kampung Anak Air Padang tahun 2020.

Pengaruh senam kebugaran lansia terhadap tekanan darah penderita hipertensi di BPLU Senja Cerah Paniki Bawah. E-Jurnal. Pengaruh pemberian teh rosella terhadap penurunan tekanan darah tinggi pada lansia di desa Windu kecamatan Langarbinangun kabupaten Lamongan.

Analisa Data

Teknik Pengumpulan Data

Berdasarkan Tabel 4.3 diperoleh rata-rata perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah pendidikan gizi sebesar 2,30. Tekanan darah diperlukan untuk mengedarkan darah ke seluruh tubuh dan mengangkutnya ke otak dan jaringan ke seluruh tubuh (Ardiansyah, 2012). Berdasarkan hasil penelitian diketahui rata-rata perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah pendidikan gizi sebesar -2,30.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa memang terdapat perbedaan pengetahuan responden tentang gizi dari sebelum diberikan bimbingan gizi hingga setelah diberikan bimbingan gizi. Responden yang mendapat bimbingan gizi akan lebih baik dalam mengatur pola makannya sehingga tekanan darahnya tetap. terawat dan normal. Berdasarkan bab hasil penelitian ditemukan adanya perbedaan tekanan darah sistolik sebelum sesudah pemberian pendidikan gizi. Artinya terdapat perbedaan tekanan darah yang signifikan yaitu pengaruh pemberian pengetahuan terhadap penurunan tekanan darah. tekanan darah itu sendiri. Penelitian ini tidak sesuai dengan penelitian Irma Dewi (2018), ditemukan bahwa pemberian jus semangka berpengaruh sangat nyata terhadap penurunan tekanan darah yang diberikan selama 2 minggu dengan dosis 150 ml per hari yaitu dengan perbedaan.

Tekanan darah pada lansia di Desa Tawangmas Baru Kabupaten Semarang Barat Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan (JIKK), hal.1–. Hubungan asupan energi, protein, lemak dengan status gizi geriatri dan tekanan darah di panti jompo di Surakarta.

HASIL PENELITIAN

Analisa Univariat

Analisa Bivariat

Analisa Univariat

Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 5 hingga 15 Agustus 2020. Dipilih 40 responden yang memenuhi kriteria kelayakan, Subyek yang memenuhi kriteria inklusi pada awal penelitian diukur tekanan darahnya kemudian mendapat konseling gizi. Periksa kembali tekanan darah Anda di akhir penelitian. Berdasarkan tabel 4.5 diketahui terdapat perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan edukasi tentang gizi, dengan mean sebesar 2,30 dan standar deviasi sebesar 1,57. Penelitian ini tidak sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Irma Dewi (2018) dan hasilnya menunjukkan bahwa pendidikan kesehatan tentang jus semangka berpengaruh signifikan terhadap penurunan tekanan darah yang diminum selama 2 minggu dengan dosis 150 ml per hari yaitu dengan dosis 150 ml per hari. selisih 5,19 ± 0,011.

Berdasarkan analisa peneliti diketahui bahwa setelah mendapat penyuluhan gizi, pengetahuan responden masih kurang, hal ini dibuktikan dengan jawaban responden yang mengatakan bahwa terbiasa makan santan, makanan berlemak dan makanan asin sangat baik. sulit untuk dihindari atau dihentikan karena sudah menjadi kebiasaan dalam keluarga untuk memasak. kalau kurang kental rasanya kurang enak, tidak asin, makanannya kurang enak. Demikian saran nutrisi mengenai responden masih belum optimal dalam menurunkan tekanan darah responden. Berdasarkan hasil penelitian diketahui terdapat perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah diadakannya pendidikan gizi yaitu dengan rata-rata -2,30 dan standar deviasi 1,57. Penelitian ini tidak sesuai dengan penelitian Irma Dewi (2018), didapatkan bahwa pemberian jus semangka berpengaruh sangat nyata terhadap penurunan tekanan darah yang diberikan selama 2 minggu dengan dosis 150 ml per hari yaitu dengan selisih 5,19 ± 0,011.

Kesimpulan

Saran

Diharapkan dapat menambah pengetahuan dan pengalaman penulis dalam mengembangkan keterampilan dalam melakukan penelitian pada lansia khususnya pengaruh pemberian jus semangka terhadap penurunan tekanan darah pada lansia. Diharapkan dapat menjadi bahan pembanding atau data dasar bagi penelitian selanjutnya untuk melakukan penelitian dengan permasalahan yang sama dan variabel yang berbeda.

Gambar

Tabel 2.1  Klasifikasi Hipertensi  Klasifikasi Tekanan Darah  Tekanan  Darah
Gambar 2.6 Kerangka Teori Penelitian

Referensi

Dokumen terkait

Kesimpulan : Tidak terdapat perbedaan efektifitas antara jus mentimun dan jus tomat terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi di Desa

PERBEDAAN PENGARUH SENAM LANSIA DAN WALKING EXERCISE TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI : NARRATIVE REVIEW. Skripsi - Fisioterapi S1 Munirah Salfirah;

Berdasarkan hasil kesimpulan yang diperoleh dari penelitian efektivitas pemberian air rebusan daun alpukat terhadap penurunan tekanan darah tinggi pada penderita

ABSTRAK HUBUNGAN JUMLAH TROMBOSIT DENGAN ACTIVATED PARTIAL TROMBOPLASTIN TIME PADA PENDERITA ULKUS DIABETIKUM Oleh : Annisa Maulidha Hernindia [email protected]

38 BAB V PEMBAHASAN 5.1 Pembahasan Berdasarkan penelitian yang dilakukan menunjukkan pada penelitian ini Hubungan Infeksi Soil Transmitted Helminthes dengan Perilaku Hidup Bersih

BAB V PENUTUP Bab ini berisi tentang kesimpulan yang bisa diambil dari perancangan yang dibuat serta saran untuk peningkatan dan perbaikan yang berkaitan dengan analisa dan

Pengaruh latihan jalan kaki 30 menit terhadap penurunan tekanan darah pada pasien penderita hipertensi di Rumah Sakit Umum Kabanjahe.. Jurnal Pengabdian Masyarakat,

83 BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan tentang “Profil Tekanan Darah dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pada Pasien GGK Gagal Ginjal Kronik Yang