• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dokumen Aktif Adsorben

N/A
N/A
Siti Rokayah

Academic year: 2023

Membagikan "Dokumen Aktif Adsorben"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

28

Adsorben

1. Silika gel

Ada beberapa jenis silika gel:

a. Silika sel G

Silika gel G, adalah silika gel yang mengandung 13 % kalsium sulfat sebagai zat perekat. Jenis silika gel ini biasanya mengandung ion logam, terutama

ion besi. Kandungan ion besi ini dapat dihilangkan dengan mengembangkan plat KLT silia gel G dengan sistem pelarut metanol, asam HC1 pekat 9:1. Ion besi akan bergerak bersama zat pelarut sampai ke ujung plat .Untuk selanjutnya plat tersebut dikeringkan dan diaktifkan kembali.

b. Silika sel H

Perbedaan silika gel G dan silika gel H ialah, bahwa silika gel H tidak

mengandung perekat kalsium sulfat. Silika gel H dipakai untuk pemisahan yang bersifat spesifik, terutama lipida netral. Dengan menggunakan silika gel ini dapat dipisahkan berbagai digliserida, seperti 1,2 digliserida dari 1,3 digliserida. Begitu juga fosfatidil gliserol dari poligliserida fosfat.

c. Silika sel GF

Jenis silika gel ini diketemukan belakangan, yang dibuat sedemikian rupa

sehingga senyawa-senyawa organik yang terikat pada plat ini dapat mengadakan flouresensi. Oleh karena itu visualisasinya dapat dikerjakan dengan menempatkan

/

(2)

44

5.2. Ekstrak Tempe Kedelai dan Tepung Tempe Kedelai

Tempe kedelai 12, 24, 36, dan 48 jam dan tempe tepung kedelai 12, 24, 36

dan 48 jam yang sudah jadi diiris-iris atau dipotong kecil-kecil lalu dikeringkan dan dihaluskan dengan blender sehingga menjadi tepung tempe. Setelah itu disoxhletasi

dengan menggunakan n-heksana selama 3-4 jam untuk menghilangkan lemak yang

terdapat pada tepung tempe. Digunakannya n-heksana karena n-heksana bersifat non

polar sehingga semakin panjang rantai karbonnya akan semakin non polar, maka lemak yang juga termasuk non polar akan larut dalam n-heksana sebagai pelarut non

polar.

Setelah disoxhlet, tepung bebas lemak tersebut ditimbang sebanyak 40 gram dimasukkan kedalam gelas beker 500ml dan ditambahkan methanol 80 %sebanyak 400 ml, kemudian disimpan dalam lemari pendingin selama 24 jam atau semalaman.

Kandungan air dalam metanol menyebabkan kepolaran air meningkat sehingga diharapkan hanya senyawa-senyawa yang polar yang terekstrak, sedangkan senyawa

non polar (misalnya lemak) tidak terekstrak.

Gunanya direndam selama 1 malam supanya ekstraknya sempurna dan diletakkan

dalam lemari pendingin agar bebas dari bakteri-bakteri pengganggu.

Kemudian setelah itu larutan tersebut dikeluarkan dari lemari pendingin, lalu

diaduk sampai homogen dan disaring dengan penyaring buchner. Setelah disaring

yang digunakan untuk preparasi selanjutnya yaitu pelarut metanolnya sedangkan

tepung tempenya tidak dipakai. Pelarutnya berwarna kuning. Kemudian diuapkan

dengan evaporator dengan T = 40°C selama kurang lebih 45 menit. Warna berubah

Referensi

Dokumen terkait

Hal ini disebabkan karena zat kimia (n-heksana) yang digunakan untuk mengekstraksi tanaman herbal tersebut bersifat non polar sedangkan bahan yang diekstrak kemungkinan lebih

Minyak adalah suatu senyawa yang bersifat non polar dan tidak larut pada pelarut polar seperti Na 2 SO 3 1%, Alkohol 70%, dan Aquades.. Minyak larut dalam senyawa non polar

Fasa organik yang digunakan adalah heksana karena asam benzoat yang merupakan senyawa non polar akan lebih larut di dalam heksana dibandingkan dalam fasa air atau

Kebanyakan prosedur ekstraksi cair-cair melibatkan ekstraksi analit dari fasa air kedalam pelarut organic yang bersifat non-polar  atau agak polar seperti n-heksana, metil benzene

 Makin panjang rantai samping atom C  sifat non polar ↑ kelarutan dalam air ↓ koefisien partisi lemak/air ↑ aktivitas biologis ↑sampai tercapai

Pencucian kaca dengan etanol dan air juga berfungsi untuk menghilangkan pengotor seperti lemak yang menempel pada kaca karena rantai alkil yang bersifat non

Dengan kata lain, zat yang bersifat polar akan larut pada pelarut polar dan suatu zat non polar pun akan larut pada pelarut yang non polar.Namun, berbeda halnya

maupun tokotrienol bersifat sangat non polar dan selalu ada pada fase lemak. !okoferol berfungsi sebagai antioksidan fenolik memutus berbagai reaksi rantai radikal bebas