1
2
MOTIVASI EKSTRINSIK SISWA DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI DI KELAS
XI IPS SMA NEGERI 1 SAROLANGUN JAMBI
Oleh
Andre Aghasi, Yeni Erita, WidyaPrariKeslan
Mahasiswa Program Studi Pendidikan Geografi STKIP PGRI Sumatera Barat Staf Pengajar Prodi Pendidikan Geografi STKIP PGRI Sumatera Barat
email: toriyaki_cha @yahoo.com ABSTRACT
This research was initiatedby the lowlearning outcomes of studentsin the subjectsof geographyin high school1SarolangunJambi. This studyaims to determinestudents'extrinsic
motivationin improving learning outcomesingeography
subjectsinclassXIIPSSMAN1SarolangunJambi.The research is aqualitative study usingsnowball sampling technique. Furthermore,the techniquesof data collectionby interview, observationanddocumentation, afterthe datawas obtained, the data were analyzedthroughdata analysis techniqueswere used thatreduction, display, and verification.Based on the findings in the field and interviews, the results of this study indicate that: 1) The role of the teacher is good, but the teachers are required to have creativity in motivating students to improve learning outcomes and teachers should also be able to create a situation to learn to be comfortable especially when during the day because some students began to feel bored and some are already getting sleepy. 2) The role of parents (family) is very less, even some of the parents (families) that many students who do not pay attention to learning facilities they need and do not pay attention to children's learning at home. 3) The role of the school environment is still inadequate as they lack the provision of facilities to support the learning process, for example, still lack power in SMA Negeri 1 Sarolangun Jambi making use of media infocus rarely used in teaching and learning. Besides, classrooms that do not have a fan to make the students feel hot when daytime because of the atmosphere of the class is starting to feel the heat. Lack of awareness on hygiene grade students can also create a learning atmosphere became uncomfortable.
keyword :techer, family, and student.
PENDAHULUAN
Pendidikan adalah proses untuk mencapai tujuan yang telah dirumuskan sebelumnya. Tujuan pendidikan akan menentukan ke arah mana peserta didik itu dibawa.
Kurikulum sebagai alat untuk mencapai tujuan harus disesuaikan dengan tujuan pendidikan. Tujuan akan menjadi pedoman atau tolak ukur bagi seluruh kegiatan pendidikan, penetapan materi, metode dan evaluasi yang akan dilakukan.
Menurut Undang-undang No.20 tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) peserta didik merupakan manusia yang berusaha
mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran formal dan non formal. Belajar merupakan suatu usaha penting dalam memperoleh hal yang baru dalam diri seseorang.
Menurut Slameto (2003), belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Dengan kegiatan belajar siswa diharapkan dapat memperoleh hasil belajar yang baik.
Menurut Sukmadinata (2007:
102), hasil belajar merupakan realisasi atau pemekaran dari kecakapan-
3 kecakapan potensial atau kapasitas yang dimiliki seseorang. Penguasan hasil belajar oleh seseorang dapat dilihat dari perilakunya,baik perilaku dalam bentuk penguasaan pengetahuan, keterampilan berpikir maupun keterampilan motorik.
Hampir sebagian terbesar darikegiatan atau perilaku yang diperlihatkan seseorang merupakan hasil belajar. Di sekolah, hasil belajar ini dapat dilihat dari penguasaan siswa akan mata-mata pelajaran yang ditempuhnya.
Dalam usaha meningkatkan hasil belajar tentu diperlukan motivasi bagi siswa atau peserta didik. Menurut Mc. Donald dalam hamalik (2010 :158) motivation is an energy change within the person characterized by affective arousal and anticipatory goal reaction, artinya; motivasi adalah perubahan energi dalam diri (pribadi) seseorang yang ditandai dengan timbulnya perasaan dan reaksi untuk mencapai tujuan.
Berdasarkan pengertian dan analisis tentang motivasi yang telah dibahas diatas maka pada pokoknya motivasi dapat dibagi menjadi dua jenis:
(1) motivasi intrinsik dan (2) motivasi ekstrinsik. Motivasi intrinsik adalah motivasi yang tercakup di dalam situasi belajar dan menemui kebutuhan dan tujuan-tujuan murid. Motivasi ini juga sering disebut motivasi murni. Motivasi yang sebenarnya yang timbul dalam diri siswa sendiri. Motivasi intrinsik adalah motivasi yang hidup dalam diri siswa dan berguna dalam situasi belajar yang fungsional. Motivasi ekstrinsik adalah yang disebabkan oleh faktor-faktor dari luar situasi belajar, seperti angka kredit, ijazah, tingkatan hadiah, medali, dan lain sebagainya. Motivasi ekstrinsik ini tetap diperlukan di sekolah, sebab pengajaran di sekolah tidak semua menarik minat siswa atau sesuai dengan kebutuhan siswa. Jika motivasi ini bisa dikelola dengan baik dalam proses pembelajaran tentunya akan mampu untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran tertentu.
Berdasarkan observasi penulis pada bulan maret 2015 di kelas X IIS SMA Negeri 1 Sarolangun Jambi ditemukan bahwa pada saat proses pembelajaran geografi masih banyak
siswa yang pasif dan tidak mau bertanya tentang pembelajaran geografi tersebut, siswa juga terlihat kurang semangat untuk mengikuti proses pembelajaran geografi. Padahal geografi merupakan mata pelajaran penting dalam ilmu pendidikan sosial (IPS) dan salah satu syarat untuk kenaikan kelas ataupun kelulusan. Hasil belajar siswa pada saat ujian tengah semester (semester 2) belum sesuai dengan apa yang diharapkan.
Hasil belajar siswa masih banyak di bawah KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) yang telah ditentukan yaitu 2,67 (B-).
Untuk lebih jelasnya dapat dilihat hasil belajar siswa kelas X IIS SMA N 1 Sarolangun Jambi sebagai berikut :
Tabel I.I Nilai Rata-rata Ujian Tengah Semester (Semester 2) Mata Pelajaran Geografi kelas X IIS SMA N 1 Sarolangun Jambi
Kelas Jumlah Siswa
Nilai Rata- rata pengetah
uan
Siswa yang Tuntas
Siswa yang Tidak Tuntas
X IIS 1 32 3,17 24 8
X IIS 2 34 1,81 13 21
X IIS 3 36 2,66 17 19
X IIS 4 32 1,45 9 23
134 63 71
Sumber; Guru Geografi SMA N 1 Sarolangun Jambi tahun ajaran 2014/2015.
Pada Tabel 1 terlihat bahwa nilai siswa masih ada yang di bawah KKM. Ini berarti hasil belajar siswa masih rendah atau bermasalah. Penulis berasumsi bahwa hal ini di sebabkan oleh kurangnya motivasi yang bersifat ekstrinsik, sehingga hasil belajar siswa tidak seperti yang diharapkan. Dalam hal ini seperti peran guru, orang tua (keluarga), dan lingkungan sekolah sangat dibutuhkan. Karena adanya tanggung jawab guru agar pengajaran siswa berhasil dengan baik, maka membangkitkan motivasi ekstrinsik ini menjadi kewajiban guru untuk melaksanakannya.
Berdasarkan permasalahan di atas, penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang persepsi siswa terhadap peran guru, orang tua
4 (keluarga), dan lingkungan sekolah dalam membangkitkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran geografi yang nantinya siswa kelas X IIS ini naik ke kelas XI IPS.
METODE PENELITIAN JenisPenelitian
Ditinjau dari jenis datanya pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Adapun yang dimaksud dengan penelitian kualitatif yaitu penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian secara holistik, dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode ilmiah (Moleong, 2010 : 6).
Dari definisi yang telah dikemukakan di atas, dapat diambil suatu kesimpulan bahwa penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan dan lain-lain, secara holistik (utuh) dan dengan cara deskriptif dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah. (Moleong, 2010 : 7).
Berdasarkan langkah-langkah yang dilakukan maka penelitian ini di golongkan dalam penelitian kualitatif yang berusaha mengungkapkan dan menggambarkan tentang motivasi ekstrinsik siswa dalam meningkatkan hasil belajar pada mata pelajaran geografi di kelas XI IPS SMA Negeri 1 Sarolangun Jambi.
Setting dan Informan penelitian 1. Setting Penelitian
Penelitianinidilakukan di kelas XI IPS SMA NEGERI 1
Sarolangun Jambi.
Waktupenelitiandilakukanpadatan ggal 15-29 september 2015 2. InformanPenelitian
Informan adalah orang yang dimanfaatkan untuk memberikan informasi tentang situasi dan kondisi penelitian.
Informan kunci dalam penelitian ini adalah sisiwa-siswa di kelas XI IPS SMA N 1 Sarolangun Jambi,
sedangkan yang menjadi informan kunci dalam dalam penelitian ini yaitu kepala sekolah dan guru matapelajaran geografi kelas XI IPS SMA N 1 Sarolangun Jambi.
Informan Penelitian di ambil secara snowball sampling, yaitu peneliti memilih responden secara berantai. Proses bola salju ini berlangsung sampai peneliti memperoleh data yang cukup sesuai dengan kebutuhan (Arikunto, 2006).
Jenis dan Sumber Data
Sesuai dengan tujuan penelitian maka data yang dikumpulkan adalah data primer dan sekunder.
1. Data primer
diperolehdariinformanpenelitian yang telahdisiapkan, data tersebutdiperolehmelaluiwawancara kepadasiswakelas XI IPS SMA
Negeri 1
SarolangunJambidenganmenggunak andaftarpertanyaanataupedomanwa wancara yang telahdisiapkan.
2. Data sekunderdiperolehdaribuku- buku, jurnal, skripsi. Data sekunderadalahberupakondisifisik, kondisisosialwilayahpenelitiandan
data yang
adakaitannyadenganfokuspenelitian , untukmemperoleh data tersebutpenelitimelakukanpencatata n.
TeknikPengumpulan Data
Menurut Moleong 2010, Agar data yang dibutuhkan dapat dikumpulkan dengan baik, maka untuk mengumpulkan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
1. Observasi
Teknik yang
digunakanuntukmelihatdanmengam atitatacarasiswadalampembelajaran geografi.Padaumumnyadidalamhalp ersepsisiswatentangmotivasiekstrin siksiswadalammeningkatkanhasilbe lajarpadamatapelajarangeografi di kelas XI IPS SMA Negeri 1 Sarolangun Jambi.
2. Wawancara
5 Wawancara kepada informan yang dimaksud untuk persepsi siswa tentang motivasi ekstrinsik siswa dalam meningkatkan hasil belajar pada mata pelajaran geografi di kelas XI IPS SMA Negeri 1 Sarolangun Jambi.
3. Pencatatan di Lapangan
Pencatatan data sumberutamaadalahmelaluipengam atandanwawancaramerupakanhasilu sahagabungandarikegiatanmelihat, mendengardanbertanya.
4. Dokumentasi/Pemotretan
Pemoretandilakukanuntuk memperkuatdanmendukung data yang
diperoleh.Hasilpemotretanberupafot o-fotodandilampirkansesuaidengan data danpersoalanpenelitian.
TeknikAnalisa Data
Menurut Miles dan Huberman (1984:21-23) dalam Emzir (2010: 129- 133) ada tiga macam kegiatan dalam analisa data, yaitu:
1. Reduksi data
Reduksi data merujuk pada proses pemilihan, pemokusan, penyederhanaan, abstraksi, dan pentransformasian “data mentah”
yang terjadi dalam catatan-catatan lapangan tertulis. Reduksi data adalah suatu bentuk analisa yang
mepertajam, memilih,
memokuskan, membuang, dan menyusun data dalam suatu cara dimana kesimpulan akhir dapat digambarkan dan verifikasikan.
2. Model data (data display)
Display data
yaitudengancaramembuatberbagaita beldankeseluruhan data yang diperoleh.
Sehinggalebihmudahuntukmengana lisa data yang diperoleh.
3. Penarikan/VerifikasiKesimpulan Penarikan/verifikasikesim pulanyaitu data yang telahdiperolehataudikumpulkanmak adicarimakna yang terkandung di dalamnyakemudiandipaparkanmen ggunakan kata-kata dengankalimat yang dimengerti.
TeknikPemeriksaanKeabsahan Data Menurut Moleong (2010:327) Pemeriksaan keabsahan data yang diperoleh dilakukan dengan beberapa cara antara lain:
1. PerpanjanganPengamatan
Dengan perpanjangan pengamatan berarti peneliti kembali ke lapangan, melakukan pengamatan, wawancara lagi dengan sumber data yang diinginkan.
2. MeningkatkanKetekunan
Meningkatkanketekunanbe rartimelakukanpengamatansecarale bihcermat.Denganinikepastian data danurutanperistiwaakandapatdireka msecarapastidansistematis.
3. MenggunakanBahanReferensi Bahanreferensi yang dimaksudadalahadanya data pendukung yang membuktikan data yang
telahditemukanolehpenelitisebagaic ontohadalahfoto.
4. DiskusiDenganTemanSejawat Dapat dilakukan dengan cara audit trail, yaitu melakukan audit atau pemeriksaan data dari pihak luar.
PEMBAHASAN
Berdasarkanhasilwawancara yang telahpenelitilakukandenganinformanpen elitian,
sertadilihatdarifokusmasalahyaituMotiv asiEkstrinsikSiswaDalamMeningkatkan
HasilBelajarPada Mata
PelajaranGeografi di Kelas XI IPS SMA Negeri 1 Sarolangun (Jambi) jikadilihatdariPeran Guru DalamMembangkitkanMotivasiSiswaU ntukMeningkatkanHasilBelajarPada Mata PelajaranGeografi, Peran Orang
Tua (Keluarga)
DalamMembangkitkanMotivasiSiswaU ntukMeningkatkanHasilBelajarPada
Mata PelajaranGeografi,
PeranLingkunganSekolahDalamMemba ngkitkanMotivasiSiswaUntukMeningka tkanHasilBelajarPada Mata PelajaranGeografi.
Pertama, Peran guru dalam membangkitkan motivasi belajar siswa
6 pada mata pelajaran Geografi di kelas XI IPS SMA Negeri 1 Sarolangun (Jambi) sudah cukup baik, hanya saja guru harus dituntut untuk memiliki kreatifitas dalam membangkitkan motivasi siswa untuk meningkatkat hasil belajar serta guru juga harus dapat membuat situasi belajar menjadi nyaman apalagi disaat siang hari karena sebagian siswa mulai merasa bosan dan ada juga yang sudah mulai mengantuk.
Di samping itu guru juga harus menjelaskan tentang pentingnya pembelajaran geografi tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Hasil belajar siswa pada pembelajaran geografi harus ditingkatkan karena nilai dari geografi ini sangat berperan dalam menentukan kenaikan kelas pada jurusan IPS. Untuk itu, guru harus memberikan bimbingan kepada anak didiknya dalam proses belajar mengajar terutama pada mata pelajaran geografi.
Menurut Idris dan Jamal (1992;
47) peranan guru yang utama, yakni memberikan pengetahuan (cognitive), sikap dan nilai (affective) dan keterampilan (psychomotor) kepada peserta didik. Dengan kata lain, tugas dan peranan guru yang utama terletak di lapangan pengajaran. Pengajaran merupakan alat untuk mencapai tujuan pendidikan. Peranan guru di sekolah ialah membimbing proses belajar- mengajar untuk mencapai tujuan pendidikan. Dengan kata lain, tugas dan peranan guru bukan hanya mengajar, tetapi juga harus mendidik. Setiap guru hendaknya berusaha untuk mendidik peserta didiknya menjadi manusia dewasa yang pancasilais.
Kedua, Peran orang tua dalam membangkitkan motivasi siswa dalam meningkatkan hasil belajar pada mata pelajaran geografi di kelas XI IPS SMA Negeri 1 Sarolangun (Jambi) sangat kurang dan sangat disesalkan terhadap kurangnya perhatian dan bimbingan dari orang tua dalam proses peningkatan hasil belajar anak. Sebagian dari orang tua siswa tersebut juga banyak yang tidak memperhatikan fasilitas yang dibutuhkan anak, seperti buku cetak.
Orang tua tidak seharusnya menitik
beratkan peran seorang guru terhadap hasil belajar anak, karena seorang guru hanya dapat memberikan bimbingan kepada anak pada saat jam sekolah.
Namun setelah dirumah, orang tua (keluarga) yang seharusnya memberikan bimbingan kepada anak.
Berdasarkan wawancara penulis dengan informan (siswa) kelas XI IPS SMA Negeri 1 Sarolangun (Jambi), sebagian dari orang tua mereka tidak terlalu memperhatikan kegiatan belajar siswa di rumah dan ada juga yang tidak memberikan fasilitas belajar yang dibutuhkan anak dalam menunjang kegiatan belajar bagi anak tersebut. Hal ini bertolak belakang dengan teori peran orang tua (keluarga).
Keluargamerupakansebuahkelo
mpokkecil yang
terbentukdarihubunganlaki- lakidanwanita,
dalamhubunganitusedikitbanyakberlang
sung lama
untukmenciptakandanmembesarkanana k-anak, jadikeluargasuatukelompok yang terdiridari orang tua yang lebihdirekatolehikatandarah,
perkawinan, sertatinggalbersama, (Suhendi, 2004:41).
Ketiga, Peran lingkungan sekolah dalam membangkitkan motivasi siswa dalam meningkatkan hasil belajar pada mata pelajaran geografi di kelas XI IPS SMA Negeri 1 Sarolangun (Jambi) masih terbilang belum memadai seperti masih kurangnya penyediaan fasilitas- fasilitas yang dapat menunjang proses pembelajaran, contohnya masih kurangnya daya listrik di SMA Negeri 1 Sarolangun (Jambi) sehingga penggunaan media infocus jarang digunakan dalam proses belajar mengajar. Disamping itu ruang kelas yang tidak memiliki kipas angin membuat siswa merasa gerah disaat siang hari karena suasana kelas sudah mulai terasa panas. Kurangnya kesadaran siswa atas kebersihan kelas juga dapat membuat suasana belajar menjadi tidak nyaman.
BerdasarkanUndang-Undang No 23 Th 1997.Dalamkehidupansehari-
hari “lingkungan”
diartikansebagaikesatuanruangdenganse
7 muabenda,
dayakeadaanmakhlukhiduptermasukma nusiadanperilakunya yang mempengaruhikelangsunganhidupdanke sejahteraanmanusiasertamakhlukhidup lain.
SedangkanmenurutSukmadinat
a (2004):5 proses
pendidikanselaluberlangsungdalamsuatu lingkungan, yaitulingkunganpendidikan.
Lingkunganinimencakuplingkunganfisi
k, intelektualdannilai-
nilai.Lingkungantersebutmerupakantem patdansekaligusmemberikandukungand ankadang-
kadangjugahambatanbagiberlangsungny a proses pendidikan.
Bertolakdaripendapat di atas, dapatdipahamibahwalingkungan yang dimaksudadalahlingkungan yang sehat, bersih, aman, dannyaman yang tentunyaakanberpengaruhterhadapkesuk sesandalampencapaiantujuanpendidikan .
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dibahas pada bab sebelumnya, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
1. Peran guru
dalammembangkitkanmotivasisiswad alammeningkatkanhasilbelajarpadam atapelajarangeografi di kelas XI IPS SMA Negeri 1 SarolangunJambi sudahbaik,
halinikembalikepadamasing-
masingdirisiswa yang
mauatautidaknyaseorangsiswatersebu tmenerimaapa-apasaja yang
disampaikanoleh guru
dalamupayamengembangkanpotensid irisiswaitusendiri.
2. Peran orang tua (keluarga) dalammembangkitkanmotivasisiswad alammeningkatkanhasilbelajarpadam atapelajarangeografi di kelas XI IPS SMA Negeri 1 SarolangunJambi inimasihkurang, dansebagiandari orang tuamasihada yang belummelengkapifasilitasbelajaranak sepertibukupelajarandanmemberikan bimbingandisaatanaktersebutmengerj akantugas yangdiberikan guru disekolah.
3. Peranlingkungansekolahdalammemba ngkitkanmotivasisiswadalammeningk atkanhasilbelajarpadamatapelajarange ografi di kelas XI IPS SMA Negeri 1
Sarolangun Jambi
masihbelummemadai,
sepertimasihkurangnyadayalistrik yang dimilikioleh SMA Negeri 1
Sarolangun Jambi
membuatpenggunaaninfocusdalambel ajarsulituntukdigunakan.
SARAN
1. Diharapkankepadapemerintahkabupat
enSarolangun Jambi
dalamhaliniyaitudinaspendidikanlebi hmemperhatikansaranadanprasarana yang masihkurangataupun yang belumdimilikioleh SMA Negeri 1 Sarolangun Jambi.
2. Diharapkankepadakepalasekolah SMA Negeri 1 Sarolangun Jambi agar bisamemahamifasilitas-
fasilitasapasaja yang
masihkurangdansangatdibutuhkansis wadalamrangkapeningkatanhasilbelaj arsiswa.
3. Diharapkankepada guru agar selalumemilikikreatifitasuntukmencip takansuasanabelajar yang baik agar siswatermotivasiuntukmengikutipelaj
aran yang
diberikansehinggasiswatidakmerasaje
nuh yang
dapatmmenurunkanhasilbelajarsiswai tusendiri.
4. Diharapkankepada orang tua
(keluarga) agar
selalumemberikanbimbingandanmoti vasikepadaanakuntukbelajarsertamele ngkapifasilitas-fasilitasbelajar, sepertibukuataupunhal-hal yang dibutuhkanolehanakdalam proses pembelajarannya.
5. Diharapkankepadasiswa agar selalubelajardanbelajar agar bisamenjadigenerasipenerus yang dibutuhkanbangsadannegara.
Siswajugaharusberperandalammenjag
alingkunganbaikitu di
lingkungankelas,
lingkungansekolahataupunlingkungan
masyarakat yang
merupakanaplikasidarihasilbelajaryan g diterimadaripembelajarangeografi.
8 DAFTAR PUSTAKA
Aunurrahman, 2010. Belajar dan Pembelajaran. Bandung. Alfabeta, CV
Dimyati dan Mudjiono, 2013. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta. PT Rineka Cipta.
Emzir, 2012. Metodologi Penelitian Kualitatif : Analisis Data. Kelapa gading permai, Jakarta. Kharisma Putra Utama.
Fitri Yolanda, 2013. Hubungan Faktor Internal Siswa Dengan Hasil Belajar IPS Terpadu Kelas VII SMP 20 Padang. STKIP PGRI Sumbar, Padang.
Hamalik Oemar, 2010. Proses Belajar Mengajar. Jakarta. PT Bumi Aksara.
Idris dan Jamal, 1992. Pengantar Pendidikan. Jakarta. PT Grasindo.
Idrus, 2009. Metode Penelitian Ilmu Sosial.
Yogyakarta. PT Gelora Aksara Pratama.
MarviaElviYenni, 2013.FaktorEksternal Yang
MempengaruhiRendahnyaHasilBelaj arGeografiSiswaKelas Xi IPS SMA
Negeri 1
TalamauKabupatenPasaman Barat.STKIP PGRI Sumbar, Padang.
Moleong, Lexy J. 2010. Metodologi Penelitian kualitatif. Bandung. PT Remaja Rosdakarya.
Rahmaesa, 2014. Gaya Mengajar Guru Terhadap Motivasi Belajar Siswa Kelas XI Pada Mata Pelajaran Sosiologi di MAN Kota Solok, STKIP PGRI Sumbar, Padang.
S. Nasution, 2004. Didaktik Asas-Asas Mengajar. Jakarta. PT Bumi Aksara.
Slameto, 2003. Belajar Dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi. Jakarta. PT Rineka Cipta.
Suhendi, H Hendi dan Rahmadani Wahyu.
2000. Pengantar Studi Sosiologi Keluarga. Bandung: CV Pustaka setia.
Sukmadinata S Nana, 2007. Landasan Psikologi Proses Pendidikan.
Bandung. PT Remaja Rosdakarya.
Tata Usaha (TU) SMA N 1Sarolangun (JAMBI) Tahun Ajaran 2014/2015.
Tika Prabundu, 2005. Metode Penelitian Geografi. Jakarta. PT Bumi Aksara.
Undang-Undang No.20 Th 2003. Tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Undang-Undang No.23 Th 1997. Tentang Lingkungan.
https://abdchalid09.wordpress.com/2012/04/
24/komponen-komponen-proposal- penelitian-kualitatif
https://googleweblight.com.
https://id.m.wikipedia.org/wiki/kabupatensar olangun.