Nama : Yovi Sri Avrianti Nim : 10121091
Kelas : 1B
Mata Kuliah : Farmakologi
1. FARMAKOLOGI
Farmakologi dapat ditafsirkan sebagai suatu ilmu yang mempelajari obat dan cara kerjanya pada sistem biologis.
➢ Contoh Obat : Sefalosporin
Sefalosporin adalah salah satu kelas obat antibakteri yang paling populer.
Golongan obat ini juga termasuk yang paling ditakuti – paling tidak karena banyaknya anggota, generasi, dan indikasi mereka.
➢ Penggunaan Obat : Digunakan untuk mengobati penyakit akibat infeksi bakteri, seperti otitis media, pneumonia, meningitis, infeksi kulit, infeksi ginjal, infeksi tulang, infeksi tenggorokan, dan infeksi menular seksual, seperti gonore.
➢ Efek Samping Dan Bahaya Sefalosporin
Beberapa efek samping yang mungkin timbul akibat penggunaan sefalosporin adalah:
- Mual - Muntah - Sariawan - Pusing - Sakit Perut - Diare
- Infeksi Jamur
➢ Masuknya Obat :
- Diberikan secara oral digunakan dalam pengobatan infeksi saluran pernapasan dan saluran kemih
- Sefalosporin yang diberikan secara intravena digunakan dalam pengobatan infeksi yang lebih parah – termasuk infeksi yang kebal antibiotik.
➢ Penyakit : Alergi
➢ Golongan :
• Generasi I
1. Cefadroxil
➢ Bentuk Obat : Tablet, Kapsul, Sirop Kering
➢ Contoh Merek Dagang : Cefadroxil, Ancefa, Cefat, Doxef, Drovax, Droxefa, Opicef, Pharmaxil, Staforin
2. Cephalexin
➢ Bentuk Obat : Kapsul, Sirop Kering
➢ Contoh Merek Dagang : Lexipron, Madlexin.
3. Cefazolin
➢ Bentuk Obat : Suntik
➢ Contoh Merek Dagang : Cefazol, Cefazolin Sodium.
• Generasi II 1. Cefuroxime
➢ Bentuk Obat : Suntik
➢ Contoh Merek Dagang: Anbacim, Celocid, Oxtercid, Sharox, Situroxime, Zinnat.
2. Cefprozil
➢ Bentuk Obat : Tablet, Sirop Kering
➢ Contoh Merek Dagang: Lizor.
3. Cefaclor
➢ Bentuk Obat : Tablet, Kapsul, Sirop Kering
➢ Contoh Merek Dagang : Capabiotic, Cloracef, Forifek, Medikoncef.
• Generasi III 1. Cefotaxim
➢ Bentuk Obat : Suntik
➢ Contoh Merek Dagang : Cefotaxime, Biocef, Cefarin, Clacor, Efotax, Futacef, Kalfoxim, Litaxim, Taxef, Taxegram.
2. Cefixime
➢ Bentuk Obat : Tablet, Kapsul, Sirop Kering
➢ Contoh Merek Dagang: Cefixime, Cefspan, Fixiphar, Helixim, Nixaven, Nucef, Oracef, Pharmafix, Sporetik, Starcef.
3. Ceftriaxone
➢ Bentuk Obat : Suntik
➢ Contoh Merek Dagang : Ceftriaxone, Betrix, Bioxon, Broadced, Cefaxon, Ceftrox, Ecotrixon, Futaxon, Incephin, Intrix, Terfacef, Tricefin, Trixon, Tyason.
4. Cefoperazone
➢ Bentuk Obat : Suntik
➢ Contoh Merek Dagang : Bifotik, Biorazon, Cefobactam, Cefophar, Cefratam, Ceropid, Ferotam, Fosular, Logafox, Quabacef, Simextam, Sulperazon, Zotam.
5. Ceftazidime
➢ Bentuk Obat : Suntik
➢ Contoh Merek Dagang : Ceftazidime, Ceftamax, Ceftum, Cetazum, Dimfec, Fortum, Lacedim, Pharodime, Zidifec.
6. Cefditoren
➢ Bentuk Obat : Tablet
➢ Contoh Merek Dagang : Meiact 200, Meiact Ms Fine Granules 10%.
7. Ceftizoxime
➢ Bentuk Obat : Suntik
➢ Contoh Merek Dagang : Cefim, Cefizox, Ceftizoxime Sodium, Dan Tizos.
• Generasi IV 1. Cefepime
➢ Bentuk Obat : Suntik
➢ Contoh Merek Dagang : Cefepime, Biocepime, Cefemet, Cefinov, Daryacef, Futapim, Macef, Maxicef, Nacepim, Pimcefa, Procepim, Vipime, Zepe, Zetab.
2. Cefpirome
➢ Bentuk Obat : Suntik
➢ Contoh Merek Dagang : Cefpirome, Bactirom, Bioprom, Cefir, Cefrin, Futaprom, Lanpirome, Lapirom, Pirom.
• Generasi V
1. Ceftaroline Fosamil
➢ Bentuk Obat : Suntik
➢ Contoh Merek Dagang : Zinforo.
2. FARMAKOGNOSI
Farmakognosi merupakan salah satu ilmu yang mempelajari tentang bagian- bagian tanaman atau hewan yang dapat digunakan sebagai obat alami yang telah melewati berbagai macam uji seperti uji farmakodinamik, uji toksikologi dan uji biofarmasetika.
➢ Contoh Obat : Mastin.
Mastin adalah obat herbal yang mengandung ekstrak kulit manggis.
Mastin digunakan untuk membantu memelihara kesehatan tubuh, sebagai sumber antioksidan, dan meningkatkan daya tahan tubuh. Mastin diproduksi oleh PT. Industri Jamu Borobudur dalam bentuk sediaan kapsul.
➢ Penggunaan : Untuk memelihara kesehatan tubuh
➢ Efek Samping : Belum ada efek samping yang dilaporkan. Jika terjadi efek samping yang tidak diinginkan, hentikan penggunaan dan segera hubungi dokter.
➢ Masuknya Obat : Masuk melalui oral (mulut)
➢ Golongan Obat : Obat Herbal Terstandar (OHT)
➢ Penyakit : Membantu meningkatkan daya tahan tubuh
3. FARMASI
Ilmu yang mempelajari segala seluk-beluk mengenai obat
➢ Contoh obat pereda nyeri Paracetamol
Paracetamol adalah obat untuk meredakan demam dan nyeri, termasuk nyeri haid atau sakit gigi. Paracetamol atau acetaminophen tersedia dalam bentuk tablet, sirop, tetes, suppositoria, dan infus.
➢ Penggunaan : Untuk meredakan nyeri
➢ Efek Samping : - Mual Atau Muntah - Sakit Kepala - Sulit Tidur
- Perut Bagian Atas Terasa Sakit - Urin Berwarna Gelap
- Lelah Yang Tidak Biasa - Penyakit Kuning
➢ Masuknya Obat : Melalui oral, suppositoria, intravena
➢ Golongan : Obat bebas
➢ Penyakit : Obat penurun panas dan pereda nyeri (Analgesik dan Antipiretik)
4. FARMAKOKINETIK Contoh Obat Paracetamol
➢ Absorpsi
Paracetamol diabsorbsi dengan baik di usus halus melalui transport pasif pada pemberian oral. Pemberian dengan makanan akan sedikit memperlambat absorpsi paracetamol pada pemberian melalui rektum, terdapat variasi konsentrasi puncak di plasma dan waktu yang dibutuhkan untuk mencapai konsentrasi puncak di plasma lebih lama.
➢ Distribusi
Setelah pemberian oral, konsentrasi puncak pada plasma akan dicapai dalam waktu 10 – 60 menit pada tablet biasa dan 60 – 120 menit untuk tablet lepas-lambat.
Konsentrasi rata-rata di plasma adalah 2,1 μg/mL dalam 6 jam dan kadarnya hanya dideteksi dalam jumlah kecil setelah 8 jam. Paracetamol memiliki waktu paruh 1 – 3 jam. Paracetamol memiliki bioavailabilitas yang tinggi. Sekitar 25% paracetamol dalam darah diikat oleh protein.
➢ Metabolisme
Metabolisme paracetamol terutama berada di hati melalui proses glukoronidasi dan sulfasi menjadi konjugat non toksik. Sebagian kecil paracetamol juga dioksidasi melalui enzim sitokrom P450 menjadi metabolit toksik berupa N-acetyl-p-benzo- quinone imine (NAPQI). Pada kondisi normal, NAPQI akan dikonjugasi oleh glutation menjadi sistein dan konjugat asam merkapturat. Ketika diberikan dosis dalam jumlah yang besar atau terdapat defisiensi glutation, maka NAPQI tidak dapat terdetoksifikasi dan menyebabkan nekrosis hepar akut.
➢ Eliminasi
Sekitar 85% paracetamol diekskresi dalam bentuk terkonjugasi dan bebas melalui urin dalam waktu 24 jam. Pada paracetamol oral, ekskresi melalui renal berlangsung dalam laju 0,16 – 0,2 mL/menit/kg. Eliminasi ini akan berkurang pada individu berusia > 65 tahun atau dengan gangguan ginjal.
Selain ginjal, sekitar 2,6% akan diekskresikan melalui bilier. Paracetamol juga dapat diekskresikan dengan hemodialisa.
5. FARMAKODINAMIK
Farmakodinamik Obat Paracetamol
Enzim siklooksigenase (COX) memiliki beberapa isoform. Yang paling dikenal adalah COX 1 dan COX-2. Walaupun keduanya memiliki kesamaan karakteristik dan mengkatalisis reaksi yang sama, terdapat perbedaan efek di antara keduanya.
Enzim COX-1 merupakan enzim yang diekspresikan oleh hampir semua jaringan di tubuh, termasuk platelet, dan memiliki peran dalam produksi prostaglandin yang terlibat dalam proteksi lambung, agregasi platelet, autoregulasi aliran darah renal, dan inisiasi parturisi. Sementara itu, COX-2 berperan penting dalam proses inflamasi dengan mengaktivasi sitokin inflamasi. COX-2 juga banyak diekspresikan di ginjal dan memproduksi prostasiklin yang berperan dalam homeostasis ginjal. Aktivasi COX-1 dan COX-2 dipengaruhi oleh kadar asam arakidonat. Ketika kadar asam arakidonat rendah, maka prostaglandin akan dibentuk dari terutama dari COX-2, sementara saat kadar asam arakidonat tinggi, prostaglandin akan dibentuk terutama dari COX-1. Kadar asam arakidonat ini juga mempengaruhi kerja paracetamol. Kadar yang rendah memiliki efek poten terhadap paracetamol dan kadar yang tinggi akan menghambat kerja paracetamol. Paracetamol memiliki efek analgesik dan antipiretik yang setara dengan OAINS. Sebagai analgesik, paracetamol menghambat prostaglandin dengan cara berperan sebagai substrat dalam siklus peroksidase enzim COX-1 dan COX-2 dan menghambat peroksinitrit yang merupakan aktivator enzim COX. Sebagai antipiretik, paracetamol menghambat peningkatan konsentrasi prostaglandin di sistem saraf pusat dan cairan serebrospinal yang disebabkan oleh pirogen. Efek klinis paracetamol dapat terlihat dalam satu jam setelah pemberian. Dalam beberapa studi ditemukan bahwa paracetamol dapat menurunkan suhu sebesar 1oC setelah satu jam pemberian.
Paracetamol tidak seefektif OAINS dalam meredakan nyeri pada arthritis akut karena tidak dapat menurunkan kadar prostaglandin di cairan sinovial. Dibandingkan dengan OAINS, paracetamol memiliki efek samping ke sistem gastrointestinal yang lebih rendah. Oleh karena itu paracetamol dapat digunakan untuk mengurangi nyeri pada pasien dengan riwayat ulkus peptikum.
6. FARMAKOTERAPI
➢ Contoh Obat : Amoxilin
Amoksisilin atau amoxicillin adalah obat yang termasuk ke dalam golongan Antibiotik Penicillin. Sebagaimana obat antibiotik, fungsi obat amoksisilin adalah untuk mengobati berbagai macam infeksi bakteri.
➢ Penggunaan : Menghentikan bakteri berkembang biak dan membunuh bakteri penyebab infeksi dalam tubuh
➢ Efek samping : Diare parah selama lebih dari 4 hari yang mengandung darah atau lendir, terkadang disertai dengan kram perut, Feses berwarna pucat atau urine berwarna gelap, Nyeri sendi atau otot yang muncul 2 hari setelah mengonsumsi obat,dll.
➢ Masuknya obat : Melalui oral
➢ Golongan : Antibiotik Penicillin
➢ Penyakit : Bronchitis, pneumonia, Infeksi pada THT (telinga, hidung, dan tenggorokan), termasuk sinusitis, infeksi telinga tengah (otitis media), tonsilitis, atau faringitis, Infeksi kulit, Abses gigi, Infeksi saluran kemih (ISK), Gonore atau penyakit kelamin akibat infeksi bakteri, Infeksi pada ginjal atau pielonefritis.
7. TOKSIKOLOGI
➢ Contoh Obat : Etanol
Etanol adalah bahan alami yang bisa didapatkan dari fermentasi tumbuhan. Komponen ini juga dapat diproduksi lewat hidrasi etilen. Etanol berbeda dari metanol. Jenis alkohol lain yang lebih berbahaya untuk kesehatan.Jenis alkohol ini memiliki banyak manfaat untuk kehidupan sehari- hari. Namun jika tidak digunakan sesuai petunjuk, ada risiko dan efek samping dari etanol yang bisa merugikan kesehatan.
➢ Penggunaan : Campuran kosmetik, sebagai tambahan di produk rumah tangga, penyedap rasa makanan, sebagai bahan bakar, sebagai bahan sterilisasi dan campuran obat
➢ Efek samping :
- Bila terkena mata, bisa menyebabkan mata merah, sakit, dan terasa terbakar
- Bila terkena kulit secara berlebihan, bisa menyebabkan iritasi, kulit kering, dan kemerahan
- Bila terhirup, bisa menyebabkan batuk, sakit kepala, mengantuk, dan lemas Jika terjadi keracunan berat, etanol bisa menyebabkan gagal napas.
- Bila tertelan berlebihan, bisa menyebabkan rasa terbakar pada saluran cerna, sakit kepala, rasa bingung, pusing, kehilangan kesadaran, mual, muntah, hipoglikemia, dan gangguan keseimbangan asam basa serta elektrolit di tubuh.
➢ Golongan : Psikotropika