Nama : Yudistira Arlio Rivai Kelas : APN-U2
KEWIRAUSAHAAN SOSIAL
Dalam Jurnal dan beberapa literatur online yang didapat, kewirausahaan sosial tidaklah asing didengar saat pembelajaran seputar kajian sosial dilakukan. Sebuah Perusahaan tentunya memerlukan modal untuk melakukan sesuatu,untuk keberlangsungan Tindakan itu tentunya perlu imbal balik berupa keuntungan yang lebih bukan? Tentunya kewirausahaan disini dapat dalam artian spesifik sebagai usaha untuk mencari laba, dampaknya tentu sangat signifikan bahkan bisa dikatakan sebagai pengungkit ekonomi dan penyelesaian masalah sosial (Noruzi et al., 2010; Patra dan Nath, 2014 dalam (Firdaus, 2014)
Namun, Kembali lagi, apakah kewirausahaan secara general sama dengan kewirausahaan sosial. Walaupun secara konsep memiliki unsur yang sama, Kewirausahaan sosial merujuk pada pemanfaatan prinsip-prinsip kewirausahaan untuk menciptakan nilai sosial atau mengatasi permasalahan sosial, berbeda dengan kewirausahaan konvensional yang menekankan pada keuntungan finansial semata. Tujuan kewirausahaan sosial adalah memberikan dampak positif pada masyarakat melalui inovasi sosial, kolaborasi dengan berbagai pihak terkait, dan pengalokasian keuntungan yang diperoleh untuk kepentingan sosial yang lebih luas.(Utomo, 2015)
Kewirausahaan sosial beroperasi dengan cara mengidentifikasi masalah sosial spesifik, lalu merancang, mendirikan, dan mengelola usaha sosial untuk mencapai perubahan yang diinginkan. Pendekatan ini melibatkan penggabungan kegiatan sosial dan orientasi laba guna mencapai kemandirian, mengurangi ketergantungan pada sumbangan dan dana pemerintah, serta meningkatkan potensi dalam menyebarkan nilai sosial yang diusulkan.
Tujuan kewirausahaan sosial adalah memberikan nilai sosial sambil tetap mandiri secara finansial (Saifan, 2012) dalam (Saragih, 2017)
Definisi kewirausahaan sosial sendiri seperti yang dijelaskan oleh Hulgard (2010) dalam (Palesangi, 2012) bahwa kewirausahaan sosial adalah kreasi dari nilai sosial yang diproduksi oleh kolaborasi dengan beragam orang dan organisasi sosial yang melakukan inovasi sosial yang biasanya diimplikasi sebagai aktivitas ekonomis. Lalu seperti apa bentuk kewirausahaan sosial itu? Contohnya didapat dari bisnis komunitas, bisnis dengan pelestarian lingkungan dan lainnya yang tidak hanya berorientasi untuk keuntungan semata, dan tentu seperti yang diliat tadi usahanya tersebut inovatis, dan tentunya memerlukan partisipasi dari Masyarakat.
Maka, kesimpulan yang didapat dari apa yang dijelaskan dalam kewirausahaan sosial adalah usaha akan sesuatu yang dilakukan dengan orientasi sosial dan menghasilkan aktivitas ekonomi dengan kreatifitas berupa inovasi dan nilai sosial yang dapat menyelesaikan permasalahan sosial serta dilakukan dengan partisipasi Masyarakatnya. Walaupun tidak terlalu familiar dengan kewirausahaan konvensional namun nyatanya kewirausahaan sosial merupakan inovasi baru dalam mengatasi masalah sosial berupa kemiskinan
REFERENSI
Firdaus, N. (2014). Pengentasan Kemiskinan Melalui Pendekatan Kewirausahaan Sosial (Poverty Alleviation Through Social Entrepreneurship Approach). Jurnal Ekonomi Dan Pembangunan, 22(1), 55–67.
Palesangi, M. (2012). Pemuda Indonesia Dan Kewirausahaan Sosial. Jurnal Masyarakat Dan Budaya, 1(2), 1–6. http://www.journal.unipdu.ac.id/index.php/seminas/article/view/198 Saragih, R. (2017). Membangun Usaha Kreatif , inovatif. Jurnal Kewirausahaan, 3, 27.
Utomo, H. (2015). Menumbuhkan minat kewirausahaan sosial. Jurnal Ekonomi Dan Bisnis, 7(2), 1–13.