30 S PKI

Top PDF 30 S PKI:

Kekerasan Dalam Film Pengkhianatan G 30 S/PKI (Dalam Perspektif Jurnalistik Islam) - Repository UIN Sumatera Utara

Kekerasan Dalam Film Pengkhianatan G 30 S/PKI (Dalam Perspektif Jurnalistik Islam) - Repository UIN Sumatera Utara

Partai Komunis Indonesia (PKI) adalah partai politik di Indonesia PKI adalah partai komunis non-penguasa terbesar didunia setelah Rusia dan Tiongkok sebelum akhirnya dihancurkan pada tahun 1965 dan dinyatakan sebagai partai terlarang pada tahun berikunya. Film Pengkhianatan G 30 S/PKI dibuat bedasarkan pada versi peristiwa kudeta yang diakui oleh pemerintah Orde Baru Soeharto, dimana kudeta Gerakan 30 September didalangi oleh Partai Komunis Indonesia atau PKI. Pada awal 1960-an, PKI dan partai-partai sayap kiri lainya mendapat dukungan dari Presiden Soekarno, memberi mereka kekuatan politik yang besar. Pada tahun 1965 PKI telah
Baca lebih lanjut

74 Baca lebih lajut

Propaganda Media Dalam Bentuk Kekerasan Terbuka (Studi Semiotika Terhadap Film Pengkhianatan G 30 S PKI)

Propaganda Media Dalam Bentuk Kekerasan Terbuka (Studi Semiotika Terhadap Film Pengkhianatan G 30 S PKI)

1. PROFIL SUTRADARA FILM PENGKHIANATAN G 30 S PKI Arifin C. Noer Lahir di Cirebon, Jawa Barat. Pendidikan: Sarjana Publik Administrasi, Fak. Sospol, Universitas Cokroaminoto, Yogya. Sudah mulai menyair ketika masih di bangku SLTP. Ketika meneruskan ke pendidikan tinggi di Yogya, ia mulai terlibat kegiatan teater, yang kemudian memberi warna paling penting dalam hidupnya. Naskah-naskah dramanya banyak mendapatkan penghargaan dan diterjemahkan ke bahasa asing. Pementasan-pementasan grup teaternya, Teater Kecil, merupakan tonggak penting dalam sejarah teater modern Indonesia. Dunia film dimasukinya sejah 1971 melalui penulisan skenario Pemberang yang memenangkan hadiah Golden Harvest di FFA 1972. Sejak itu ia banyak menulis skenario. Yang mendapatkan Piala Citra: Rio Anakku (FFI 1973), Melawan Badai (FFI 1974), Pengkhianatan G-30-S PKI (FFI 1984), Taksi (FFI 1990). Mulai 1977 ia mulai menangani film pertamanya, Suci Sang Primadona. Dua penyutradaraannya mendapatkan Citra: Serangan Fajar (FFI 1982), dan Taksi (1990). Ada lima lagi karya penyutradaannya dan penulisan skenarionya yang diunggulkan dalam FFI. Penghargaann lain diterimanya dari dunia sinetron: Skenario dan Penyutradaraan dalam Keris (FSI 1995), Cerita dan Skenario Bukan Perempuan Biasa (FSI 1997). 40
Baca lebih lanjut

110 Baca lebih lajut

Politik Pemerintah Indonesia Terhadap Etnis Tionghoa di Kudus Pasca G. 30 S PKI (1965 1998)

Politik Pemerintah Indonesia Terhadap Etnis Tionghoa di Kudus Pasca G. 30 S PKI (1965 1998)

Pasca G.30.S/ PKI Etnis Tionghoa lebih banyak yang berkonsentrasi kearah keagamaan daripada kewilayah politik. Hal ini disebabkan karena pemerintah Orde Baru banyak membatasi kegiatan mereka dibidang politik. Etnis Tionghoa dianggap pro terhadap gerakan kiri (PKI) sehingga mereka dijadikan sasaran oleh pemerintah Soeharto pada masa penumpasan G.30 S/PKI. Banyak dari Etnis Tionghoa yang menjadi korban, di Kudus Etnis Tionghoa melarikan diri ketempat-tempat yang aman, ada yang keluar negeri dan ke Kota-kota lainnya. Suatu kondisi yang tidak menyenangkan dialami Etnis Tionghoa pada waktu itu, mereka tidak dapat menentukan pilihan. Ditanah airnya sendiri (Indonesia) mereka tidak diterima dengan baik apalagi jika harus kembali ke nenek moyang mereka di Tiongkok (Tionghoa) belum tentu juga mereka diterima dengan baik disana. Tergambar dengan jelas kondisi Etnis Tionghoa pada waktu itu yang penuh dengan keputusasaan, kefrustasian dan mungkin trauma yang berlebihan yang tidak dengan mudah dapat dihilangkan (Agus wawancara tanggal 18 April 2005).
Baca lebih lanjut

147 Baca lebih lajut

Propaganda media dalam bentuk kekerasan terbuka : studi semiotika terhadap film pengkhianatan g 30 S PKI

Propaganda media dalam bentuk kekerasan terbuka : studi semiotika terhadap film pengkhianatan g 30 S PKI

1. PROFIL SUTRADARA FILM PENGKHIANATAN G 30 S PKI Arifin C. Noer Lahir di Cirebon, Jawa Barat. Pendidikan: Sarjana Publik Administrasi, Fak. Sospol, Universitas Cokroaminoto, Yogya. Sudah mulai menyair ketika masih di bangku SLTP. Ketika meneruskan ke pendidikan tinggi di Yogya, ia mulai terlibat kegiatan teater, yang kemudian memberi warna paling penting dalam hidupnya. Naskah-naskah dramanya banyak mendapatkan penghargaan dan diterjemahkan ke bahasa asing. Pementasan-pementasan grup teaternya, Teater Kecil, merupakan tonggak penting dalam sejarah teater modern Indonesia. Dunia film dimasukinya sejah 1971 melalui penulisan skenario Pemberang yang memenangkan hadiah Golden Harvest di FFA 1972. Sejak itu ia banyak menulis skenario. Yang mendapatkan Piala Citra: Rio Anakku (FFI 1973), Melawan Badai (FFI 1974), Pengkhianatan G-30-S PKI (FFI 1984), Taksi (FFI 1990). Mulai 1977 ia mulai menangani film pertamanya, Suci Sang Primadona. Dua penyutradaraannya mendapatkan Citra: Serangan Fajar (FFI 1982), dan Taksi (1990). Ada lima lagi karya penyutradaannya dan penulisan skenarionya yang diunggulkan dalam FFI. Penghargaann lain diterimanya dari dunia sinetron: Skenario dan Penyutradaraan dalam Keris (FSI 1995), Cerita dan Skenario Bukan Perempuan Biasa (FSI 1997). 40
Baca lebih lanjut

110 Baca lebih lajut

BAHASA RUPA DAN PENDIDIKAN DALAM FILM PENUMPASAN PENGHINAAN G 30 S PKI.

BAHASA RUPA DAN PENDIDIKAN DALAM FILM PENUMPASAN PENGHINAAN G 30 S PKI.

b. Secara garis besar Film Penumpasan Pengkhianatan G 30 S PKI yang dilatar belakangi Pengkhianatan G 30 S PKI dan peristiwa kudeta versi pemerintah Orde Baru, memiliki bahasa rupa yang simple dan mudah dipahami dikarnakan secara setting dan pemaknaan icon, indeks, symbol dan tanda penanda lainnya divisualisasikan secara jelas dan berulang-ulang melalui teknik sinematografi yang apik. Pemaknaan semiotika pada unsur rupa sendiri didominasi oleh tanda dan penanda yang berlaku umum pada masyarakat seperti warna merah pada api yang berarti marah, perselisihan, bahaya, perang, kejam dan sadis. Sementara pada cinematografi film ini menggunakan teknik Extreme long shoot, very long shoot, long shoot, medium shoot, medium close up, extreme close up, two shoot, over the shoulder, bird aye view, eye level, zooming, panning, tilting, framing, fading, dan moving objek dengan berbagai komposisi.
Baca lebih lanjut

29 Baca lebih lajut

3.1 Menganalisis upaya bangsa indonesia dalam menghadapi ancaman disintegrasi bangsa antara lain PKI Madiun 1948, DI/TII, APRA, Andi Aziz, RMS, PRRI, Permesta, G-30-S/PKI 3.1.1 3.1.2 3.1.3 Mendeskripsikan ancaman disintegrasi bangsa Indonesia Menjelaskan

3.1 Menganalisis upaya bangsa indonesia dalam menghadapi ancaman disintegrasi bangsa antara lain PKI Madiun 1948, DI/TII, APRA, Andi Aziz, RMS, PRRI, Permesta, G-30-S/PKI 3.1.1 3.1.2 3.1.3 Mendeskripsikan ancaman disintegrasi bangsa Indonesia Menjelaskan

Pemberontakan ini terjadi pada tahun 1948 ini merupakan pengkhianatan terhadap bangsa Indonesia ketika sedang berjuang melawan Belanda yang berupaya menanamkan kembali kekuasaannya di Indonesia. Pemimpin pemberontakan ini di antaranya adalah Amir Syarifuddin dan Musso. Amir Syarifudin adalah mantan Perdana Menteri dan menandatangani Perjanjian Renville. Ia merasa kecewa karena kabinetnya jatuh kemudian membentuk Front Demokrasi Rakyat (FDR) pada tanggal 28 Juni 1948 dan melakukan pemberontakan di Madiun. Sedangkan Musso adalah Tokoh PKI yang pernah gagal melakukan pemberontakan terhadap pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1926. Setelah gagal ia melarikan diri ke luar negeri. Selanjutnya ia pulang ke Indonesia bergabung dengan Amir Syarifuddin untuk mengadakan propaganda-propaganda anti pemerintah di bawah pimpinan Sukarno-Hatta.
Baca lebih lanjut

30 Baca lebih lajut

MAKALAH PENDIDIKAN PANCASILA KESAKTIAN P

MAKALAH PENDIDIKAN PANCASILA KESAKTIAN P

Usaha untuk mencari para pimpinan TNI AD yang telah diculik oleh gerombolan G 30 S/PKI dilakukan oleh segenap Kesatuan TNI/ABRI dan akhirnya dapat diketahui bahwa para pimpinan TNI AD tersebut telah dibunuh secara kejam dan jenazahnya dimasukan ke dalam sumur tua di daerah Pondok Gede, yang dikenal dengan nama Lubang Buaya.Dari tindakan PKI dengan G 30 S nya, maka secara garis besar dapat diutarakan :

12 Baca lebih lajut

T PSM 1201593 Bibliography

T PSM 1201593 Bibliography

1 Gumilar Pratama, 2014 Bahasa rupa dan pendidikan dalam film penumpasan penghinaan G 30 S PKI Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu Daftar Pu[r]

3 Baca lebih lajut

Bank Soal Ujian Nasional SMP SMP_-_IPS_1999

Bank Soal Ujian Nasional SMP SMP_-_IPS_1999

Tidak mempunyai ambisi teritorial terhadap wilayah Timor Timur EBTANAS-SMP-99-57 Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk menumpas G 30 S/PKI adalah .... Mengamankan bandara [r]

5 Baca lebih lajut

TASAWUF KULTURAL Fenomena Shalawat Wahidiyah

TASAWUF KULTURAL Fenomena Shalawat Wahidiyah

KEDUA: PERSPEKTIF SEJARAH Bab II  Shalawat Wahidiyah dalam sistem ideologi Wahidiyah lahir pada 2 tahun sebelum peristiwa G 30 S/PKI yang ateis anti Tuhan, dan orientasi historis Wa[r]

22 Baca lebih lajut

Peran soeharto dalam peristiwa G30 s/PKI

Peran soeharto dalam peristiwa G30 s/PKI

Adapun tehnik analisis data yang digunakan, adalah deskriptif-analisis. Sebagaimana ditunjukkan oleh namanya, pembahasan deskriptif ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai data-data dalam rangka menjawab pertanyaan dalam rumusan masalah (pokok masalah). 23 Sedangkan analisis secara harfiah berarti uraian, namun dalam hal ini analisis berarti suatu bahasan dengan cara mengolah data, memberikan interpretasi terhadap data-data yang terkumpul dan tersusun. Jadi metode deskriptif-analisis adalah suatu pembahasan yang bertujuan untuk membuat gambaran terhadap data-data yang telah terkumpul dan tersusun dengan cara memberikan interpretasi terhadap data tersebut. 24 Adapun langkah-langkah penulis yaitu dengan mencari berbagai tulisan dan artikel-artikel yang berkaitan dengan peristiwa G 30S/PKI baik yang bersifat primer ataupun sekunder kemudian dijadikan bahan untuk membuat hipotesa yang berafiliasi dan berpola dari asumsi penulis dengan mencari korelasi tentang peran Soeharto dan militer dalam peristiwa G 30/S PKI berdasarkan penelitian yang penulis lakukan dan tentu saja opini dan kesimpulan akhir berlandaskan pada pemikiran penulis.
Baca lebih lanjut

79 Baca lebih lajut

BUKU PANDUAN 4 MONUMEN PANCASILA SAKTI TAMBAH DAMI PASEBAN 1

BUKU PANDUAN 4 MONUMEN PANCASILA SAKTI TAMBAH DAMI PASEBAN 1

Tanggal 2 Oktober 1965 pasukan operasi pengamanan mulai bergerak pukul 03.00 dari Markas Kostrad di Jalan Merdeka Timur melalui Patung Pak Tani, ke arah Senen, Jainegara, Klender, selanjutnya menuju Halim PK. Mereka iba di lokasi sasaran sekitar pukul 06.00. Tembak menembak pun tak dapat dielakkan. Gugur 2 orang anggota TNI Angkatan Udara yaitu Sertu Supardi dan Pratu Toegimin di Depo Perminyakan. Pertempuran yang lebih besar dapat diredam setelah terjadinya komunikasi antara pimpinan RPKAD, Lanuma Halim PK, dan Batalyon 454/Diponegoro. Tembak menembak berhasil dihenikan atas jasa Komodor Dewanto dan Kapten Udara Kundimang. Pasukan RPKAD akhirnya dapat menguasai hanggar Skuadron 31/Angkut Berat, hanggar Skuadron 3/Angkut Sedang, hanggar Skuadron 17/VIP, Menara dan fasilitas pangkalan lainnya. Pasukan pemberontak akhirnya dibubarkan oleh komandan masing-masing dan melarikan diri keluar dari lokasi Lanuma Halim PK. Pukul 06.10 Lanuma Halim PK berhasil diamankan oleh RPKAD dan pasukan pendukung lainnya dari kekuasaan pasukan G 30 S/PKI.
Baca lebih lanjut

149 Baca lebih lajut

T PSN 1201593 Abstract

T PSN 1201593 Abstract

iii Gumilar Pratama, 2014 Bahasa rupa dan pendidikan dalam film penumpasan penghinaan G 30 S PKI Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu ABSTRAK[r]

2 Baca lebih lajut

Pemberontakan Pki-musso Di Madiun 18 - 30 September 1948.

Pemberontakan Pki-musso Di Madiun 18 - 30 September 1948.

Kekhilafan Pemerintah RI waktu itu ialah tidak segera mengambil tindakan tegs membubarkan organisasi politik PKI, sehingga terjadi Pemberontakan G.30 S/PKI tahun 1965. secara organisatoris PKI memang sudah dibubarkan, namun keputusan tertulis tidak pernah diumumkan. Jendral Nasution dalam suatu wawancara dengan team dari Dinas Sedjarah Militer Angkatan Darat antara lain mengatakan : “… mengenai rencana operasi saya yang menyusun, tetapi kalau tak salah ada kata-kata pembubaran, tetapi bagaimana kalimatnya saya sendiri sudah tidak ingat”. Memang sebenarnya Peme- rintah RI-pun telah merencanakan untuk menuntut secara hu- kum yang berlaku bagi mereka yang secara langsung atau- pun tidak langsung terlibat dalam Pemberontakan PKI Musso di Madiun. Akan tetapi rencana itu terkatung-katung karena beberapa mimggu kemudian Belanda telah melancarkan Ag- resi Militernya yang kedua. Dengan terjadinya Agresi Militer Belanda tersebut seolah-olah Pemberontakan PKI di Madiun dianggap selesai, ssehingga dengan adanya kekhilafan pemerintah tersebut operasi-operasi pembersihan dan pe- nangkapan-penangkapan terhadap tokoh-tokoh FDR/PKI ti- dak lebih dari tindakan yang bersifat preventif agar supaya pemberontakan dapat dilokalisir. Sekalipun secara militer pemberontakan PKI Musso di Madiun dapat dilumpuhkan sama sekali, tetapi secara ideologi tidak. 230
Baca lebih lanjut

66 Baca lebih lajut

T PSN 1201593 Table of content

T PSN 1201593 Table of content

vii Gumilar Pratama, 2014 Bahasa rupa dan pendidikan dalam film penumpasan penghinaan G 30 S PKI Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu DAFTAR [r]

3 Baca lebih lajut

KUNCI PAKET UTAMA SEJ113 SKORS

KUNCI PAKET UTAMA SEJ113 SKORS

Terkenal dengan istilah Tritura Tri Tuntutan Rakyat yang terdiri atas : a Pembubaran PKI b Pembersihan kabinet dari unsur-unsur G.30.S PKI c Penurunan harga / perbaikan ekonomi 2 Tu[r]

4 Baca lebih lajut

SMA KLAS XI program semester sejarah kelas xi ipa semester 2

SMA KLAS XI program semester sejarah kelas xi ipa semester 2

 Mendiskripsikan Mendiskripsikan pemerintahan di Indonesia pada masa Demokrasi Terpimpin  Mendiskripsikan proses terjadinya dan penumpasan G 30 S / PKI  Mendiskripsikan proses lahir[r]

3 Baca lebih lajut

format daftar riwayat pekerjaan ptk eful

format daftar riwayat pekerjaan ptk eful

KETERANGAN NO NAMA KETERANGAN SURAT KETERANGAN PEJABAT NOMOR TANGGAL 1 2 3 4 5 1 Keterangan tidak terlibat G.30.S/PKI 2 Keterangan berkelakuan baik 3 Keterangan berbadan sehat Ket[r]

12 Baca lebih lajut

PERANAN WANITA DESA SOCO BENDO MAGETAN DALAM MENGATASI DAMPAK PSIKOLOGI SOSIAL PASCA MADIUN AFFAIR 1948 (STUDI SEJARAH SOSIAL) | Hanif | AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA 128 229 1 SM

PERANAN WANITA DESA SOCO BENDO MAGETAN DALAM MENGATASI DAMPAK PSIKOLOGI SOSIAL PASCA MADIUN AFFAIR 1948 (STUDI SEJARAH SOSIAL) | Hanif | AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA 128 229 1 SM

Kejadian itu mencapai puncak- nya pada tanggal 18 September 1948. Menurut salah seorang saksi bernama Jalim Anshori, pada saat itu beratus-ratus manusia memakai gelang janur di bawah pimpinan Rusdi bergerak menuju rumah Lurah Tanjung Soemoatmodjo sambil berteriak- teriak, Sayap kanan tutup! Sayap kiri hidup. Setelah berhasil menangkap lurah Tanjung Samoatmojo digiring oleh orang- orang PKI ke sunur Soco untuk dibantai. Selanjutnya orang-orang PKI bergerak menuju rumah sakit salah seorang tokoh Nasionalis, setelah tertangkap Sakidi diikat disana. Mendengar suaminya telah dibantai, Nyonya Sadiki segera menyusul ke Soco. Setelah tiba di Soco dia sudah tidak bisa menjumpai suaminya lagi, tetapi dia nekat ingin melihat jenazahnya, namun akhirnya dia juga dibantai dan mayatnya dimasukkan ke dalam sumur itu juga. Sumur-sumur tua di Soco tersebut dirancang sedemikian rupa oleh PKI dijadikan basis untuk membantai para tokoh yang di- anggap lawan, seperti Bupati Magetan Sudibjo, Kapten Soebarin, Jaksa R. Moerti, Muhammad Suhud Pengumpulan
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

UNDANGAN PKI PEMBANGUNAN GEDUNG UTDRS

UNDANGAN PKI PEMBANGUNAN GEDUNG UTDRS

Sahudin Kutacane sumber dana APBK Aceh Tenggara Tahun Anggaran 2016, maka dengan ini kami mengundang saudara untuk hadir dalam rangka Pembuktian Kualifikasi dan Klarifikasi atas Penawara[r]

2 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...