Badan Narkotika Nasional (BNN / National Narcotics Body)

Top PDF Badan Narkotika Nasional (BNN / National Narcotics Body):

Peranan Badan Narkotika Nasional (BNN) Dalam Penanggulangan Tindak Pidana Narkotika Menurut Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika

Peranan Badan Narkotika Nasional (BNN) Dalam Penanggulangan Tindak Pidana Narkotika Menurut Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika

yang menyuruh CCB. Melalui kerjasama dengan petugas Direktorat P2 Kantor DJBC dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Tim berhasil menangkap 2 (dua) tersangka lainya, seorang wanita WT alias AS Warga Negara Indonesia berusia 26 tahun dan seorang pria Warga Negara Nigeria NC alias Ic berusia 29 tahun. Selanjutnya barang bukti Narkotika jenis Heroin senilai 8 milyar lebih dan para tersangka diserahkan kepada Badan Narkotika Nasional untuk proses penyidikan. Kegiatan yang dilakukan para tersangka (pemasukan barang larangan Narkotika Gol. I seperti heroin) melanggar UU No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika pasal 113 ayat (2) dengan ancaman hukuman mati pidana seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun dan denda maksimal Rp. 10.000. 000.000,- (sepuluh milyar) ditambah 1/3 (satu per tiga) karena membawa Narkotika lebih dari 5 gram.Sebagai Informasi, penegahan Narkotika jenis heroin sebanyak 3,25 Kg merupakan yang kelima danterbesar oleh Petugas Bea dan cukai sepanjang tahun 2010. Jumlah total yang berhasil ditegah petugas Bea dan Cukai selama 2010 adalah 8.041,04 gram atau 8,05 Kg
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Badan Narkotika Nasional

Badan Narkotika Nasional

Badan Narkotika Nasional yang selanjutnya dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika disebut BNN adalah lembaga pemerintah non kementerian yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab LANGSUNG kepada Presiden melalui koordinasi Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia. BNN dipimpin oleh Kepala.

9 Baca lebih lajut

Peran Badan Narkotika Nasional (BNN) Dalam Penanggulangan Kejahatan Narkoba di Kota Medan

Peran Badan Narkotika Nasional (BNN) Dalam Penanggulangan Kejahatan Narkoba di Kota Medan

Badan Narkotika Nasional (BNN) adalah lembaga pemerintahan non kementerian yang berkedudukan di bawah presiden dan bertanggung jawab kepada presiden. Badan Narkotika Nasional sebagai lembaga independen diharapkan dapat bekerja lebih baik serta transparan dan akuntabel dalam menumpas kejahatan narkotika. Badan Narkotika Nasional juga diharapkan dapat optimal dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat dan meningkatkan kerja sama internasional agar jaringan narkotika transnasional dapat dihancurkan. Dalam melaksanakan tugas, fungsi, dan wewenang BNN di daerah, BNN memiliki instansi vertikal di provinsi dan kabupaten/kota.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Analisis semiotika pesan dakwah dalam poster narkotika badan narkotika nasional (BNN)

Analisis semiotika pesan dakwah dalam poster narkotika badan narkotika nasional (BNN)

Narkotika merupakan obat terlarang yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran dan hilangnya rasa, selain itu obat ini juga dapat menimbulkan ketergantungan. Hingga tahun 2008 telah terkumpul data bahwa pengguna narkotika bila dilihat dari segi pendidikan berkisar 4404 (dikalangan SD), 10819 (dikalangan SMP) dan 28470 (dikalangan SMA). Penyalahgunaan narkotika merupakan permasalahan yang kompleks baik dilihat dari faktor penyebabnya maupun dari akibatnya. Sebagai badan yang bergerak khusus menangani masalah penyalahgunaan narkotika, Badan Narkotika Nasional (BNN) telah melakukan berbagai macam cara untuk mengantisipasi terjadinya penyalahgunaan narkotika dikalangan masyarakat, baik melalui media elektronik maupun melalui media cetak. Pembuatan poster merupakan salah satu cara yang dilakukan untuk hal tersebut. Hal ini dikarenakan poster merupakan media yang unik, perpaduan antara gambar, tulisan dan juga warna. Tulisan yang tercantum pun tidak perlu panjang, cukup singkat namun sarat akan makna.
Baca lebih lanjut

94 Baca lebih lajut

BADAN NARKOTIKA NASIONAL

BADAN NARKOTIKA NASIONAL

BKNN sebagai badan koordinasi dirasakan tidak memadai lagi untuk menghadapi ancaman bahaya narkoba yang makin serius. Oleh karenanya berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 17 Tahun 2002 tentang Badan Narkotika Nasional, BKNN diganti dengan Badan Narkotika Nasional (BNN). BNN, sebagai sebuah lembaga forum dengan tugas mengoordinasikan 25 instansi pemerintah terkait dan ditambah dengan kewenangan operasional, mempunyai tugas dan fungsi: 1. mengoordinasikan instansi pemerintah terkait dalam perumusan dan pelaksanaan kebijakan nasional penanggulangan narkoba; dan 2. mengoordinasikan pelaksanaan kebijakan nasional penanggulangan narkoba.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Peran Badan Narkotika Nasional (BNN) Dalam Penanggulangan Kejahatan Narkoba di Kota Medan

Peran Badan Narkotika Nasional (BNN) Dalam Penanggulangan Kejahatan Narkoba di Kota Medan

Penelitian ini berjudul, Peran Badan Narkotika Nasional (BNN) Dalam Penanggulangan Kejahatan Narkoba di Kota Medan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui Peranan Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam upaya penanggulangan kejahatan narkotika di Sumateran Utara serta untuk mengetahui Faktor Penghambat Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam upaya penanggulangan Penyalahgunaan narkotika di Sumatera Utara. Teori yang relevan dalam penelitian ini adalah; Peran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Informan dalam penelitian ini dipilih dengan menggunakan teknik analisis data. Wawancara dilakukan terhadap 4 (empat) orang informan yaitu 2 orang informan kunci dari pejabat berwenang BNN Provinsi Sumatera Utara dan 2 informan biasa (mantan pengguna narkotika). Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran Badan Narkotika Nasional (BNN) sudah berjalan dengan baik hal ini terlihat dari program-program yang dilaksanakan oleh BNN dalam menekan angka kejahatan narkoba di kota Medan. Peran BNN juga sangat penting karena adanya program penyuluhan yang dilakukan oleh BNN kepada masyarakat luas agar setiap elemen masyarakat mengetahui tentang bahayanya narkoba serta dampak yang timbul jika terlibat dalam masalah narkoba. Namun kesadaran masyarakat akan bahaya narkobapun sangatlah dibutuhkan karena jika tidak dari diri sendiri setiap masyarakat maka penekanan kejahatan narkoba akan mengalami kendala.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Peran Badan Narkotika Nasional (BNN) Dalam Penanggulangan Kejahatan Narkoba di Kota Medan

Peran Badan Narkotika Nasional (BNN) Dalam Penanggulangan Kejahatan Narkoba di Kota Medan

Penelitian ini berjudul, Peran Badan Narkotika Nasional (BNN) Dalam Penanggulangan Kejahatan Narkoba di Kota Medan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui Peranan Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam upaya penanggulangan kejahatan narkotika di Sumateran Utara serta untuk mengetahui Faktor Penghambat Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam upaya penanggulangan Penyalahgunaan narkotika di Sumatera Utara. Teori yang relevan dalam penelitian ini adalah; Peran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Informan dalam penelitian ini dipilih dengan menggunakan teknik analisis data. Wawancara dilakukan terhadap 4 (empat) orang informan yaitu 2 orang informan kunci dari pejabat berwenang BNN Provinsi Sumatera Utara dan 2 informan biasa (mantan pengguna narkotika). Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran Badan Narkotika Nasional (BNN) sudah berjalan dengan baik hal ini terlihat dari program-program yang dilaksanakan oleh BNN dalam menekan angka kejahatan narkoba di kota Medan. Peran BNN juga sangat penting karena adanya program penyuluhan yang dilakukan oleh BNN kepada masyarakat luas agar setiap elemen masyarakat mengetahui tentang bahayanya narkoba serta dampak yang timbul jika terlibat dalam masalah narkoba. Namun kesadaran masyarakat akan bahaya narkobapun sangatlah dibutuhkan karena jika tidak dari diri sendiri setiap masyarakat maka penekanan kejahatan narkoba akan mengalami kendala.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

ANALISIS DASAR PERTIMBANGAN BADAN NARKOTIKA NASIONAL (BNN) PROVINSI LAMPUNG DALAM MEMBERIKAN REKOMENDASI REHABILITASI KEPADA PEMAKAI NARKOTIKA

ANALISIS DASAR PERTIMBANGAN BADAN NARKOTIKA NASIONAL (BNN) PROVINSI LAMPUNG DALAM MEMBERIKAN REKOMENDASI REHABILITASI KEPADA PEMAKAI NARKOTIKA

Berdasarkan uraian di atas maka penulis dapat menganalisis bahwa dasar pertimbangan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Lampung dalam memberikan rekomendasi rehabilitasi sesuai dengan teori pemidanaan, khususnya teori relatif atau tujuan yang menyatakan bahwa tujuan pidana bukanlah sekedar melaksanakan pembalasan dari suatu perbuatan jahat, tetapi juga mempunyai tujuan lain yang bermanfaat, dalam arti bahwa pidana dijatuhkan bukan karena orang telah berbuat jahat, melainkan pidana dijatuhkan agar orang tidak melakukan kejahatan. Memidana harus ada tujuan lebih lanjut daripada hanya menjatuhkan pidana saja, sehingga dasar pembenaran pidana munurut teori relatif atau tujuan ini adalah terletak pada tujuannya. Tujuan pidana untuk mencegah kejahatan ini dapat dibedakan antara prevensi khusus (special prevention) dengan prevensi umum (general prevention), prevensi khusus dimaksudkan pengaruh pidana terhadap pidana hingga pencegahan kejahatan ini ingin dicapai oleh pidana dengan mempengaruhi tingkah laku terpidana untuk tidak melakukan tindak pidana. Teori ini seperti telah dikenal dengan rehabilitation theory. 9
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Peran Badan Narkotika Nasional (BNN) Dalam Penanggulangan Kejahatan Narkoba di Kota Medan

Peran Badan Narkotika Nasional (BNN) Dalam Penanggulangan Kejahatan Narkoba di Kota Medan

Meluasnya korban penggunaan Narkotika ini bukan menjadi rahasia umum. Jika melihat dari berbagai masalah penggunaan Narkotika, Kota Medan salah satu kota menarik yang dapat dijadikan penelitian sebagai salah satu kota yang menjadi persebaran Narkotika tertinggi di Indonesia. Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Direktorat Tindak Pidana Narkoba POLRI mencatat jumlah pecandu narkoba tersebut sekitar 3,3 juta orang pada 2008 dan naik menjadi 3,8 juta orang pada 2011. Sedangkan pada 2013 jumlahnya telah mencapai 4,58 juta orang dan diperkirakan akan bertambah hingga akhir tahun 2014. Dan hal ini sungguh sangat ironis, mengingat Kota Medan sebagai salah satu kota mengapolitan, menempati urutan kelima pada sebaran pengguna narkotika dengan presentase 2,8 persen.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

ANALISIS AKUNTABILITAS PENGELOLAAN DANA OPERASIONAL BADAN NARKOTIKA NASIONAL” (Studi Empiris BNN kota Malang)

ANALISIS AKUNTABILITAS PENGELOLAAN DANA OPERASIONAL BADAN NARKOTIKA NASIONAL” (Studi Empiris BNN kota Malang)

Dengan segala puji syukur penulis panjatkan kepada allah swt atas rahmat serta hidayahnya yang diberikan kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan tugas ahir ini yang berjudul “ANALISIS AKUNTABILITAS PENGELOLAAN DANA OPERASIONAL BADAN NARKOTIKA NASIONAL (Studi kasus Badan Narkotika Nasional Kota Malang).

Baca lebih lajut

PERAN BNN DALAM MENCEGAH PEREDARAN NARKOTIKA PADA ANAK JALANAN (Studi di Badan Narkotika Nasional Kota Malang)

PERAN BNN DALAM MENCEGAH PEREDARAN NARKOTIKA PADA ANAK JALANAN (Studi di Badan Narkotika Nasional Kota Malang)

undang No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika menggantikan dua Undang- undang sebelumnya yaitu UU No. 22 tahun 1997 tentang Narkotika dan UU no. 5 tahun 1997 tentang psikotropika. Dalam UU No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika sudah mengatur mengenai sanksi dan pengaturan mengenai penyalahgunaan peredaran Narkotika ini, tetapi sebaik apapun Undang- undang yang dibentuk kuncinya tetap berada pada profesionalisme serta kualitas mental aparatnya. Upaya lain yang telah dilakukan pemerintah juga dengan memperkuat kelembagaan dari BNN yang memiliki tugas dan wewenang sesuai yang dijelaskan dalam UU No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika yang salah satunya adalah menyusun dan melaksanakan kebijakan nasional mengenai pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkotika dan Psikotropika. BNN tersebut didasarkan pada Peraturan Presiden Nomor 83 tahun 2007 tentang Badan Narkotika Nasional, Badan Narkotika Provinsi, dan Badan Narkotika Kabupaten/Kota. BNN mempunyai tugas membantu Presiden dalam :
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PERAN BADAN NARKOTIKA NASIONAL DALAM MENANGGULANGI PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA OLEH ANAK (Studi Kasus Badan Narkotika Nasional Sumatera Utara).

PERAN BADAN NARKOTIKA NASIONAL DALAM MENANGGULANGI PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA OLEH ANAK (Studi Kasus Badan Narkotika Nasional Sumatera Utara).

1. Meningkatnya peredaran narkotika di kalangan anak sebagai generasi penerus bangsa, maka pemerintah sekiranya dapat memberantas peredaran narkotika dikalangan masyarakat, tidak terlepas juga dari peran serta masyarakat yang sangat penting dalam memberikan motivasi dan mengurangi penyalahgunaan narkotika tersebut. Dan untuk mengurangi faktor penyebab anak menggunakan narkotika, ada baiknya anak dibina sejak usia dini supaya dibekali dengan dasar agama yang kuat, pribadi anak dapat dibina dalam keluarga sehingga kemungkinan-kemungkinan penyalahgunaan narkotika dapat dihindarkan
Baca lebih lanjut

28 Baca lebih lajut

BADAN NARKOTIKA NASIONAL DALAM UPAYA MEREHABILITASI PECANDU NARKOTIKA (Studi Kasus BNN Provinsi Sumatera Utara).

BADAN NARKOTIKA NASIONAL DALAM UPAYA MEREHABILITASI PECANDU NARKOTIKA (Studi Kasus BNN Provinsi Sumatera Utara).

Berdasarkan fakta diatas, dapat dilihat bahwa penyalahgunaan narkotika telah menjalar terhadap kaum pelajar atau mahasiswa. Ketergantungan tersebut akan menyebabkan setiap orang akan menggunakan segala cara untuk memperoleh obat tersebut. Baik itu berbohong kepada orang tuanya atau memakai uang sekolah untuk membeli narkotika tersebut. Berdasarkan pengaruh dari penggunaan narkotika maka mahasiswa atau pelajar tidak akan lagi mampu untuk berfikir secara benar dan mereka akan sangat malas untuk belajar bahkan akan malas untuk pergi kesekolah.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Hubungan antara adversity quotient dengan intensi untuk pulih dari ketergantungan napza pada residen badan narkotika nasional BNN

Hubungan antara adversity quotient dengan intensi untuk pulih dari ketergantungan napza pada residen badan narkotika nasional BNN

Ketika residen menjalani program di BNN, maka mereka dipaksa untuk mengikuti peraturan yang ada, hal tersebut membuat mereka menjadi tertekan. Sehingga perilaku mereka dalam menjalani program untuk pulih menjadi kecil, hal ini dapat terlihat dari perilaku mereka yang sering melanggar peraturan. Bahkan ada yang sampai melarikan diri karena tidak kuat dengan program- program yang ada di BNN. Hal ini dikarenakan adversity quotient mereka rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana hubungan antara adversity quotient dengan intensi untuk pulih dari ketergantungan NAPZA pada residen BNN.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PERANAN BADAN NARKOTIKA NASIONAL (BNN) DALAM PENEGAKAN HUKUM TERHADAP TINDAK PIDANA NARKOTIKA (Studi Kasus di Badan Narkotika Nasional).

PERANAN BADAN NARKOTIKA NASIONAL (BNN) DALAM PENEGAKAN HUKUM TERHADAP TINDAK PIDANA NARKOTIKA (Studi Kasus di Badan Narkotika Nasional).

Efektifitas berlakunya undang-undang ini sangatlah tergantung pada seluruh jajaran penegak umum, dalam hal ini seluruh intansi yang terkait langsung, yakni Badan Narkotika Nasional serta para penegak hukum yang lainnya. Di sisi lain, hal yang sangat penting adalah perlu adanya kesadaran hukum dari seluruh lapisan masyarakat guna menegakkan kewibawaan hukum dan khususnya terhadap Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009, maka peran Badan Narkotika Nasional bersama masyarakat sangatlah penting dalam membantu proses penegakan hukum terhadap tindak pidana narkotika yang semakin marak.
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

KOORDINASI ANTARA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA (POLRI) DAN BADAN NARKOTIKA NASIONAL (BNN) DALAM MENCEGAH DAN MENINDAK PELAKU TINDAK PIDANA NARKOTIKA.

KOORDINASI ANTARA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA (POLRI) DAN BADAN NARKOTIKA NASIONAL (BNN) DALAM MENCEGAH DAN MENINDAK PELAKU TINDAK PIDANA NARKOTIKA.

Apabila Polri menangkap tersangka baik itu tertangkap ataupun tertangkap tangan, Polri tidak perlu koordinasi dengan pihak BNN karna Polri memiliki kewenangan tersendiri didalam penegakan hukum, yakni melalui Badan Direktorat Narkotika, begitu pula sebaliknya apabila BNN menangkap tersangka baik itu tertangkap ataupun tertangkap tangan, BNN tidak perlu koordinasi dengan pihak Polri karna BNN memiliki kewenangan sendiri didalam penegakan hukumnya. Kecuali jika ada keterkaitannya antara tersangka yang ditangkap oleh Polri dengan tersangka yang ditangkap oleh pihak BNN guna untuk memberikan informasi yang sejelas-jelasnya di dalam mengungkap peredaran gelap narkotika dan prekursor narkotika.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

KEWENANGAN BADAN NARKOTIKA NASIONAL (BNN) PROVINSI LAMPUNG DALAM PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA DI PROVINSI LAMPUNG

KEWENANGAN BADAN NARKOTIKA NASIONAL (BNN) PROVINSI LAMPUNG DALAM PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA DI PROVINSI LAMPUNG

yaitu faktor anggaran, dalam hal ini menyangkut pembiayaan program- program BNN Provinsi Lampung. Faktor mental pegawai dalam hal ini terjadi pelanggaran terhadap visi dan misi BNN Provinsi Lampung oleh beberapa pegawai BNN Provinsi Lampung. Faktor sosial hal ini masih banyak elemen-elemen masyarakat yang kurang mendukung program- program BNN Provinsi Lampung bahkan terjadi pergeseran dalam menilai BNN Provinsi Lampung. Apabila di analisis lebih lanjut faktor penghambat yang lebih dominan dalam penanggulangan Narkotika, psikotropika dan Zat adiktif lainnya adalah faktor mental pegawai BNN itu sendiri. Sikap mental yang jelek dalam hal ini telah menodai visi dan misi BNN Provinsi Lampung yang tertuang dalam Peraturan Daerah Provinsi Lampung dan Keputusan Gubernur akan mampu memberikan imej buruk di mata masyarakat. Karena tidak dapat dipungkiri jaringan Narkotika akan berkembang apabila organ-organ yang berperan dalam memberantas Narkotika dijadikan pelindung dan sarang Narkotika itu sendiri.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Peranan Konselor Dalam Pemulihan Korban Penyalahgunaan Narkoba di Panti Rehabilitasi Sosial Al-Kamal Sibolangit Centre

Peranan Konselor Dalam Pemulihan Korban Penyalahgunaan Narkoba di Panti Rehabilitasi Sosial Al-Kamal Sibolangit Centre

Hasil penelitian Badan Narkotika Nasional (BNN) bekerjasama dengan pusat kesehatan Universitas Indonesia tahun 2008 juga mencatat angka prevalensi nasional (Penyalahgunaan Narkoba) adalah 1,99% dari jumlah penduduk Indonesia (3,6 juta jiwa) dan pada tahun 2013 akan mengalami kenaikan menjadi 2,8% (5,1 juta jiwa). Hal tersebut menjadi salah satu penyebab Indonesia tidak lagi menjadi negara transit akan tetapi sudah menjadi negara pasar narkoba yang besar apalagi dengan harga yang tinggi (great market, great price), sehingga Indonesia semakin rawan menjadi surga bagi para sindikat narkoba (BNNP-Sumut, 2013).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah - Analisis Faktor-Faktor Dominan Yang Mempengaruhi Remaja Menggunakan Narkoba (Studi Deskriptif : Remaja Korban Penyalahgunaan Narkoba Binaan Al-Kamal Sibolangit Centre)

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah - Analisis Faktor-Faktor Dominan Yang Mempengaruhi Remaja Menggunakan Narkoba (Studi Deskriptif : Remaja Korban Penyalahgunaan Narkoba Binaan Al-Kamal Sibolangit Centre)

Sebanyak 22 persen pengguna narkoba di Indonesia berasal dari kalangan pelajar. Jumlah tersebut menempati urutan kedua terbanyak setelah pekerja yang menggunakan narkoba. Hal tersebut diungkapkan Deputi Pencegahan Badan Narkotika Nasional (BNN) Yeppi Manafe saat acara Diseminasi Informasi dalam rangka P4GN Bagi Kalangan Pelajar di Auditorium Radio Republik Indonesia (RRI) Kota Semarang. Menurut dia, pelajar menempati urutan kedua pengguna terbesar narkoba setelah pekerja yang berjumlah 70 persen. 22 persen pelajar serta sisanya dari kalangan lain. Namun setelah kami melakukan penelitian kembali, ternyata dari 70 persen pengguna di kalangan pekerja tersebut merupakan pemakai lanjutan, artinya sejak menjadi pelajar mereka sudah menggunakan narkoba.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Upaya Polri Dalam Menangani Penyalahgunaan Narkoba Oleh Remaja.

PENDAHULUAN Upaya Polri Dalam Menangani Penyalahgunaan Narkoba Oleh Remaja.

Sebenarnya pemerintah sudah membuat program-program untuk mengatasi masalah ini, misalnya membuat Undang-undang tentang penyalahgunaan narkoba yaitu Undang-undang Republik Indonesia No.39 Tahun 2009 tentang Narkotika dan Undang-undang No.5 tahun 1997 tentang Psikotropika. Badan Narkotika Nasional (BNN) yang bekerja sama dengan Polsek Kartasura dalam menangani hal-hal yang menyangkut dengan narkoba, misalnya membuat gerakan-gerakan anti narkoba, penyuluhan ke sekolah-sekolah dan kampus. Namun pada kenyataannya masalah narkoba tetap saja menjadi berita yang setiap hari kita temui pada berita kriminal di televisi.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...