bimbingan dan konseling komprehensif

Top PDF bimbingan dan konseling komprehensif:

BIMBINGAN DAN KONSELING KOMPREHENSIF. docx

BIMBINGAN DAN KONSELING KOMPREHENSIF. docx

Bimbingan dan konseling komprehensif diprogramkan untuk semua peserta didik, artinya bahwa semua peserta didik hukumannya wajib menerima layanan bimbingan dan konseling, sehingga persepsi bahwa fokus bimbingan dan konseling hanyalah pada siswa yang bermasalah saja akan hilang. Oleh karena itu, bimbingan dan konseling komprehensif perlu memperhatikan ruang lingkup yang menyeluruh, dirancang untuk lebih berorientasi pada pencegahan dan tujuannya pengembangan potensi peserta didik. Melalui bimbingan dan konseling komprehensif peserta didik diharapkan memahami dan dapat mengetahui kehidupan yang mencakup kehidupan akademik, karir, dan pribadi sosial. Fokus utama dalam bimbingan dan konseling komprehensif adalah teraktualisasinya potensi peserta didik dapat berkembang secara optimal. Lima premis dasar dalam bimbingan dan konseling komprehensif menurut Gysbers dan Henderson (2006:28) adalah sebagai beikut :
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN PROGRAM LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING KOMPREHENSIF DI SMA ipi357611

PENGEMBANGAN PROGRAM LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING KOMPREHENSIF DI SMA ipi357611

Abstrak: Penelitian bertujuan menghasilkan program layanan bimbingan dan konseling komprehensif di SMA untuk dapat digunakan oleh guru bimbingan dan konseling di SMA. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan menggunakan model prosedural bersifat deskriptif. Menggunakan prosedur pengembangan Borg and Gall. Dua kelompok subyek validasi program adalah dua ahli program bimbingan dan konseling, kepala sekolah dan kelompok guru bimbingan dan konseling di SMA. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket dan Focus Group Discussion (FGD). Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Program layanan bimbingan dan konseling komprehensif dihasilkan melalui dua tahap validasi program dan dua tahap revisi. Hasil validasi ahli menunjukkan bahwa program layanan bimbingan dan konseling komprehensif di SMA telah layak diimplementasikan dengan beberapa revisi sesuai saran, secara keseluruhan dapat dikategorikan baik. Sedangkan hasil Focus Group Discussion (FGD) program layanan bimbingan dan konseling komprehensif di SMA disetujui untuk diimplementasikan dengan beberapa revisi hasil diskusi.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

KOMPETENSI PENGETAHUAN GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM MERANCANG PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING KOMPREHENSIF DI SEKOLAH :Studi Deskriptif terhadap Guru Bimbingan dan Konseling pada SMA Negeri di Kabupaten Bandung Barat Tahun Ajaran 2013/2014.

KOMPETENSI PENGETAHUAN GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM MERANCANG PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING KOMPREHENSIF DI SEKOLAH :Studi Deskriptif terhadap Guru Bimbingan dan Konseling pada SMA Negeri di Kabupaten Bandung Barat Tahun Ajaran 2013/2014.

Adapun pendekatan kualitatif digunakan untuk memperdalam pengetahuan dan pemahaman tentang kondisi populasi guru bimbingan dan konseling SMA Negeri di Kabupaten bandung Barat baik secara umum mengenai pengembangan profesi guru bimbingan dan konseling maupun secara khusus tentang kompetensi pengetahuan guru bimbingan dan konseling dalam merancang program bimbingan dan konseling komprehensif. Sebagaimana pendapat Sugiyono (2009: 15) yang menyatakan pendekatan kualitatif dapat digunakan untuk mendapatkan data yang mendalam tetang sebuah fenomena sosial dengan meneliti pandangan responden dan melakukan studi pada situasi yang alami, dengan teknik pengumpulan informasi menggunakan wawancara tidak terstruktur.
Baca lebih lanjut

43 Baca lebih lajut

BIMBINGAN DAN KONSELING KOMPREHENSIF ANAK BERBAKAT MELALUI MODEL STRUKTUR KEBERBAKATAN MILGRAM DALAM SETTING AKSELERASI-INKLUSI - repository UPI D BP 0907675 Title

BIMBINGAN DAN KONSELING KOMPREHENSIF ANAK BERBAKAT MELALUI MODEL STRUKTUR KEBERBAKATAN MILGRAM DALAM SETTING AKSELERASI-INKLUSI - repository UPI D BP 0907675 Title

Dengan ini saya menyatakan bahwa Disertasi dengan judul “ Bimbingan dan Konseling Komprehensif Anak Berbakat Melalui Model Struktur Keberbakatan Milgram dalam setting Akselerasi- Inklusi” ini beserta seluruh isinya benar -benar karya saya sendiri. Saya tidak melakukan penjiplakan dan pengutipan dengan cara cara tida sesuai dengan etika ilmu yang berlaku dalam masyarakat keilmuan. Atas pernyataan ini saya siap menanggung resiko/sanksi apabila dikemudian hari ditemukan pelanggaran etika keilmuan atau ada klaim dari pihak lain terhadap keaslian keaslian karya saya ini
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

MODEL BIMBINGAN DAN KONSELING KOMPREHENSIF UNTUK MENINGKATKAN AKHLAK MULIA MAHASISWA.

MODEL BIMBINGAN DAN KONSELING KOMPREHENSIF UNTUK MENINGKATKAN AKHLAK MULIA MAHASISWA.

3. Model Bimbingan dan Konseling Komprehensif yang Sudah Dikembangkan di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung untuk Meningkatkan Akhlak Mulia Mahasiswa .................................................................. 128 4. Efektifitas Model Bimbingan dan Konseling Komprehensif

16 Baca lebih lajut

Pemahaman guru bimbingan dan konseling tingkat SMP tentang bimbingan dan konseling komprehensif | Bhakti | Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling 1163 2669 2 PB

Pemahaman guru bimbingan dan konseling tingkat SMP tentang bimbingan dan konseling komprehensif | Bhakti | Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling 1163 2669 2 PB

Bimbingan dan konseling komprehensif sebagai bagian integral pendidikan memiliki peran penting dalam pengembangan potensi siswa guna menghadapi kehidupan MEA yang kompleks. Guru BK hendaknya memahami konsep teoritis dan praksis bimbingan dan konseling komprehensif di sekolah. Ironisnya, beberapa guru BK belum paham tentang hal tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman guru BK SMP tentang program bimbingan dan konseling komprehensif. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan subjek guru BK SMP se-Kabupaten Gunungkidul, DIY sejumlah 44 orang. Instrumen yang digunakan berupa tes pemahaman jenis multiple choice, dengan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pemahaman guru bimbingan dan konseling tentang program bimbingan dan konseling sebesar 50 poin dan tertinggi sebesar 100 poin. Hal ini menunjukkan bahwa belum semua guru BK SMP di Kabupaten Gunungkidul memiliki pemahaman yang baik tentang program bimbingan dan konseling komprehensif.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Profesionalisme Konselor Evaluasi Program Bimbingan dan Konseling Komprehensif di Sekolah

Profesionalisme Konselor Evaluasi Program Bimbingan dan Konseling Komprehensif di Sekolah

Kemudian dalam Permendikbud 111 Tahun 2014 tentang Bimbingan dan Konseling pada Pendidikan Dasar dan Menengah, bahwa konselor dapat mengimplementasikan program bimbingan dan konseling komprehensif dapat diimplementasikan dalam layanan-layanan bimbingan dan konseling. Implementasi program layanan bimbingan dan konseling di Indonesia saat ini menggunakan pola bimbingan dan konseling komprehensif. Komponen program bimbingan dan konseling komprehensif adalah layanan dasar (guidance curiculum), Perencanaan Individual Siswa (Individual Student Planning), Layanan responsif (responsive services), dan dukungan sistem (suppport system) (Gysbers, 2012:64). Muara dari pelaksanaan program layanan bimbingan dan konseling di sekolah adalah memfasilitasi siswa mencapai perubahan positif dan memungkinkan siswa mencapai kemandirian hidup (Shertzer & Stone, 1981).
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

PENGARUH BIMBINGAN DAN KONSELING KOMPREHENSIF DENGAN PENDEKATAN KOGNITIF SOSIAL TERHADAP EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN PESERTA DIDIK SMA AL-AZHAR 3 BANDAR LAMPUNG TAHUN AJARAN 20172018 Skripsi Diajukan Untuk Melengkapi Tugas-Tugas Dan Memenuhi Syarat-Syarat Gu

PENGARUH BIMBINGAN DAN KONSELING KOMPREHENSIF DENGAN PENDEKATAN KOGNITIF SOSIAL TERHADAP EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN PESERTA DIDIK SMA AL-AZHAR 3 BANDAR LAMPUNG TAHUN AJARAN 20172018 Skripsi Diajukan Untuk Melengkapi Tugas-Tugas Dan Memenuhi Syarat-Syarat Gu

Bimbingan dan konseling komprehensif adalah segala upaya atau cara yang digunakan untuk mendayagunakan secara optimal semua komponen atau sumber daya (tenaga, dana, sarana-prasarana), untuk menyelenggarakan pelayanan bimbingan dan konseling komprehensif dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditentukan, adalah dengan melakukan kolaborasi aktif antara konselor dengan seluruh pihak yang berkaitan dengan lembaga pendidikan. Untuk memperbaiki citra konselor disekolah maka dilaksanakanlah salah satu komponen yang ada dalam bimbingan dan konseling komprehensif yang akan dilakukan dalam penelitian ini yaitu layanan responsive dengan pengambilan unsur kolaborasi dengan guru mata pelajaran dan wali kelas, dalam manajemen pengelolaan kelas, dengan menggunakan pendekatan kognitif social.
Baca lebih lanjut

146 Baca lebih lajut

BIMBINGAN DAN KONSELING KOMPREHENSIF ANAK BERBAKAT MELALUI MODEL STRUKTUR KEBERBAKATAN MILGRAM DALAM SETTING AKSELERASI-INKLUSI.

BIMBINGAN DAN KONSELING KOMPREHENSIF ANAK BERBAKAT MELALUI MODEL STRUKTUR KEBERBAKATAN MILGRAM DALAM SETTING AKSELERASI-INKLUSI.

Pogram akselerasi diklaim sebagai wahana pendidikan anak berbakat, tetapi implementasinya sporadis dan eksklusif. Riset ini bertujuan mengembangkan bimbingan dan konseling komprehensif anak berbakat dalam setting akselerasi-inklusi. Masalah penelitiannya adalah: Bagaimana pengembangan bimbingan dan konseling komprehensif anak berbakat melalui model struktur keberbakatan Milgram dalam setting akselerasi-inklusi yang applicable dan efektif?. Riset ini menggunakan mixed method dengan research and development sebagai payungnya.Temuannya; (1) Bimbingan dan konseling komprehensif anak berbakat dalam setting akselerasi-inklusi yang applicable (Model), adalah model yang dikontruksi berbasis profil mildly gifted, moderately gifted, dan profoundly gifted dan konteks bimbingan dan konseling terintegrasi.(2) Analisis individu menyatakan Model berdampak nyata terhadap prestasi akademik dan pengembangan diri. Ditunjukan oleh perubahan mildly gifted ke moderately gifted, moderatetly gifted ke profoundly gifted, bahkan dari mildly gifted ke Provoundly gifted, serta show potential ke ecxcellent. Simpulannya; Aplikabilitas Model terkait dukungan pimpinan sekolah, peran konselor, guru, orang tua dan komunitas. Perubahan ini tergolong success, sebab meskipun dipuncak prestasi, potensinya masih bisa dikembangkan, apalagi bagi “si kuda hitam” . Temuan ini menjadi evaluasi mendasar terhadap kebijakan program akselerasi-eksklusi dan menjadi basis pengembangan program bimbingan dan konseling anak berbakat. Model hendaknya dipandang sebagai inovasi dalam konteks towards inclusive education. Bagi penelitian lanjutan, ini menjadi roadmap untuk lebih mengontrol variabel.
Baca lebih lanjut

56 Baca lebih lajut

Instrumen dalam Program Bimbingan dan Konseling Komprehensif

Instrumen dalam Program Bimbingan dan Konseling Komprehensif

Instrumen dalam Program Bimbingan dan Konseling Komprehensif Agus Triyanto Jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta Tahun 2009[r]

5 Baca lebih lajut

t bp 0808355 chapter3

t bp 0808355 chapter3

Peneliti mengadakan survey pendahuluan yang dilakukan selama bulan November, Desember 2009 dan Januari 2010. Selama proses survey ini peneliti melakukan penjajagan lapangan (field study) terhadap latar penelitian, mencari data dan informasi tentang manajemen Bimbingan dan Konseling Komprehensif di kota Bekasi. Peneliti juga menempuh upaya konfirmasi ilmiah melalui penelusuran literatur buku dan referensi pendukung penelitian.

21 Baca lebih lajut

Bimbingan dan Konseling dalam Konteks Pendidikan Dasar

Bimbingan dan Konseling dalam Konteks Pendidikan Dasar

Perubahan zaman yang semakin dinamis harus didukung unsur hardskil dan softskil. Fungsi softskill harus direvitalisasikan seiring dengan pengembangan hardskill siswa yang semakin pesat, revitalisasi dapat dilakukan dengan diintenalisasikan kedalam karakter siswa melalui kegiatan-kegiatan pembelajaran didalam kelas. Model konseptual ideal pelaksanaan layanan bimbingan konseling komprehensif di Sekolah Dasar yang merupakan wujud implementasi proses layanan-layanan BK Komprehensif meliputi yaitu layanan dasar bimbingan, layaanan responship, layanan perencanaan individual, dan dukungan sistem yang dilaksanakan di Sekolah Dasar adalah ujud pelaksanaan softskill siswa. Layanan bimbingan dan konseling komprehensif yang diselenggarakan di Sekolah Dasar biasanya merupakan program pendamping saja yang diperuntukkan bagi seluruh siswa di bawah bimbingan psikolog dan konselor. Layanan ini terdiri dari beberapa kegiatan, yaitu layanan dasar bimbingan, layanan responsive dan layanan perencanaan individual. Layanan dasar bimbingan merupakan layanan yang diberikan kepada seluruh siswa agar mencapai proses perkembangan diri secara optimal melalui kegiatan-kegiatan secara klasikal yang disajikan secara sistematis. Layanan ini juga bertujuan mencegah terhadap timbulnya permasalahan dalam proses pendidikan di sekolah. Adapun layanan responsif merupakan layanan yang diberikan kepada siswa yang memiliki masalah dan kebutuhan khusus yang memerlukan penanganan tersendiri. Diharapkan fungsi layanan BK ini berjalan bergandengan bersama pelaksanaan kurikulum dalam setiap proses belajar menjar didalam kelas.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Evaluasi aspek proses bimbingan klasikal : studi evaluasi keterlaksanaan layanan bimbingan klasikal di kelas XI SMA Negeri 1 Ngemplak, Sleman, tahun ajaran 2012/2013 - USD Repository

Evaluasi aspek proses bimbingan klasikal : studi evaluasi keterlaksanaan layanan bimbingan klasikal di kelas XI SMA Negeri 1 Ngemplak, Sleman, tahun ajaran 2012/2013 - USD Repository

Tujuan pengambilan data ini adalah sebagai bahan evaluasi proses layanan dasar (bimbingan klasikal) program bimbingan dan konseling komprehensif di kelas XI SMA Negeri 1 Ngemplak, Sleman, 2012/2013. Data penelitian dikumpulkan melalui instrumen lembar penilaian yang disebarkan kepada siswa kelas XI SMAN 1 Ngemplak. Selain lembar penilaian, data juga dikumpulkan melalui observasi, studi dokumen (RPL/SATLAN) dan wawancara dengan siswa. Pengambilan data dilakukan oleh peneliti dan dibantu oleh observer (di kelas) pada tanggal 16 Mei 2013 dan 23 Mei 2013 di kelas XI IPA dan XI IPS. Hasil penelitian diuraikan dalam lima bagian pokok. Hasil penelitian terbagi dalam keterlaksanaan dan waktu pelaksanaan layanan dasar, pemberian materi bimbingan, penggunaan media bimbingan, penggunaan metode bimbingan dan ketercapaian materi bimbingan. Berikut hasil pengumpulan data penelitian diuraikan dalam tabel-tabel dibawah ini:
Baca lebih lanjut

156 Baca lebih lajut

Evaluasi aspek proses bimbingan klasikal : studi evaluasi keterlaksanaan layanan bimbingan klasikal di kelas XI SMA Negeri 1 Ngemplak, Sleman, tahun ajaran 2012/2013.

Evaluasi aspek proses bimbingan klasikal : studi evaluasi keterlaksanaan layanan bimbingan klasikal di kelas XI SMA Negeri 1 Ngemplak, Sleman, tahun ajaran 2012/2013.

Tujuan pengambilan data ini adalah sebagai bahan evaluasi proses layanan dasar (bimbingan klasikal) program bimbingan dan konseling komprehensif di kelas XI SMA Negeri 1 Ngemplak, Sleman, 2012/2013. Data penelitian dikumpulkan melalui instrumen lembar penilaian yang disebarkan kepada siswa kelas XI SMAN 1 Ngemplak. Selain lembar penilaian, data juga dikumpulkan melalui observasi, studi dokumen (RPL/SATLAN) dan wawancara dengan siswa. Pengambilan data dilakukan oleh peneliti dan dibantu oleh observer (di kelas) pada tanggal 16 Mei 2013 dan 23 Mei 2013 di kelas XI IPA dan XI IPS. Hasil penelitian diuraikan dalam lima bagian pokok. Hasil penelitian terbagi dalam keterlaksanaan dan waktu pelaksanaan layanan dasar, pemberian materi bimbingan, penggunaan media bimbingan, penggunaan metode bimbingan dan ketercapaian materi bimbingan. Berikut hasil pengumpulan data penelitian diuraikan dalam tabel-tabel dibawah ini:
Baca lebih lanjut

158 Baca lebih lajut

LAPORAN INDIVIDU PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) LOKASI SMA NEGERI 1 SEYEGAN.

LAPORAN INDIVIDU PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) LOKASI SMA NEGERI 1 SEYEGAN.

Program bimbingan dan konseling komprehensif didukung oleh data. Penggunaan data di dalam layanan bimbingan dan konseling akan menjamin setiap siswa memperoleh manfaat dari layanan bimbingan dan konseling. Konselor harus menunjukkan bahwa setiap aktivitas diimplementasikan sebagai bagian dari keutuhan program bimbingan dan konseling yang didasarkan atas analisis cermat terhadap kebutuhan, prestasi, dan data terkait siswa lainnya. Data yang diperoleh dan digunakan perlu diadministrasikan dengan baik dan cermat. Manajemen data dilakukan secara manual maupun komputer. Dalam era teknologi informasi, manjemen data siswa dilakukan secara komputer. Database siswa perlu dibangun dan dikembangkan agar perkembangan setiap siswa dapat dengan mudah dimonitor. Penggunaan data siswa dan lingkungan sekolah yang tertata dan dikelola dengan baik untuk kepentingan memonitor kemajuan siswa, akan menjamin seluruh siswa menerima apa yang mereka perlukan untuk keberhasilan sekolah. Konselor harus cermat dalam mengumpulkan, menganalisis, dan menafsirkan data. Kemajuan perkembangan siswa dapat dimonitor dari : prestasi belajar, data yang terkait dengan prestasi belajar, dan data tingkat penguasaan tugas-tugas perkembangan atau kompetensi.
Baca lebih lanjut

198 Baca lebih lajut

Jurnal Konseling Andi Matappa

Jurnal Konseling Andi Matappa

Bicara tentang program bimbingan dan konseling komprehensif maka ada beberapa hal yang kemudian dikemukan oleh Gysbers & Henderson (2006) diantaranya: (1) Tujuan bimbingan dan konseling bersifat kompatibel dengan tujuan pendidikan. Artinya; dalam pendidikan ada standar dan kompetensi tertentu yang harus dicapai oleh peserta didik . Oleh karena itu, segala aktivitas dan proses dalam layanan BK harus diarahkan pada upaya membantu peserta didik dalam pencapaian standar kompetensi dimaksud. (2) Program bimbingan dan konseling bersifat pengembangan (based on developmental approach), yakni; meskipun seorang konselor dimungkinkan untuk mengatasi problem dan kebutuhan psikologis yang bersifat krisis dan klinis, pada dasarnya fokus layanan BK lebih diarahkan pada usaha memfasilitasi pengalaman-pengalaman belajar tertentu yang membantu peserta didik untuk tumbuh, berkembang, dan menjadi pribadi yang mandiri. (3) Program bimbingan dan konseling melibatkan kolaborasi antar staff (team-building approach), yaitu program bimbingan dan konseling yang bersifat komprehensif bersandar pada asumsi bahwa tanggung jawab kegiatan bimbingan melibatkan seluruh personalia yang ada di sekolah dengan sentral koordinasi dan tanggung jawab ada di tangan konselor yang
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

D BP 0907675 Abstract

D BP 0907675 Abstract

Yuyus Suheman,2015. Bimbingan dan Konseling Komprehensif Anak Berbakat melalui Model Struktur Keberbakatan Milgram dalam Setting Akselerasi-Inklusi. Disertasi dibimbing oleh: Prof.Dr.Sunaryo Kartadinata,M.Pd (Promotor), Prof.Dr.Syamsu Yusuf,LN,M.Pd. (Ko promotor) dan Dr.Zaenal Alimin,M.Ed (Anggota promotor). Program Studi Bimbingan dan Konseling, Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia.

2 Baca lebih lajut

THE DEVELOPMENT OF STUDENT CAREER COMPETENCY IN SECONDARY SCHOOL THROUGH COMPREHENSIVE GUIDANCE AND COUNSELING PROGRAM.

THE DEVELOPMENT OF STUDENT CAREER COMPETENCY IN SECONDARY SCHOOL THROUGH COMPREHENSIVE GUIDANCE AND COUNSELING PROGRAM.

dan konseling komprehensif perlu berkolaborasi dengan berbagai pihak terkait. Peran dari pihak-pihak terkait (stakeholders) bertujuan untuk membantu siswa dalam pengembangan karir siswa, sebab karir siswa perlu dipersiapkan dan direncanakan. Hal ini juga didukung oleh perkembangan program bimbingan dan konseling komprehensif di Indonesia yang mulai banyak dibicarakan dalam forum ilmiah s erta dengan didukung Permendiknas No.27 Tahun 2008, program layanan bimbingan konseling di Indoensia mengarah pada pendekatan yang komprehensif. Pendekatan ini dipilih karena didukung dari hasil penelitian tentang efektifitas bimbingan komprehensif dalam meningkatkan mutu pendidikan. Bimbingan konseling komprehensif mampu memberikan kontribusi yang positif bagi pengembangan akademik, pribadi, sosial, dan karir siswa di sekolah. Bimbingan komprehensif juga mampu menciptakan iklim belajar yang kondusif bagi siswa di sekolah. Hasil penelitian Norman C. Gysbreg dalam Juntika (22:2011) menjelaskan bahwa :
Baca lebih lanjut

30 Baca lebih lajut

Staff Site Universitas Negeri Yogyakarta

Staff Site Universitas Negeri Yogyakarta

Memahami secara mendalam konseli yang hendak dilayani PETA KOGNITIF PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING KOMPREHENSIF Menyelenggarakan Bimbingan dan Konseling yang memandirikan Mengemban[r]

42 Baca lebih lajut

berbagai pendekatan dalam BK

berbagai pendekatan dalam BK

Memahami secara mendalam konseli yang hendak dilayani PETA KOGNITIF PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING KOMPREHENSIF Menyelenggarakan Bimbingan dan Konseling yang memandirikan Mengemban[r]

16 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...