Demam Berdarah Dengue (DBD)

Top PDF Demam Berdarah Dengue (DBD):

Kegawatan Demam Berdarah Dengue pada Anak

Kegawatan Demam Berdarah Dengue pada Anak

Kegawatan demam berdarah dengue (DBD) yang mengancam nyawa adalah disfungsi sirkulasi atau syok hipovolemik yang disebabkan oleh peningkatan permeabilitas kapilar dan perdarahan, sehingga terjadi plasma leakage, penurunan perfusi organ, penurunan suplai oksigen dan nutrien untuk sel yang dapat berlanjut dengan gagal organ multiple dan kematian. Tata laksana kegawatan DBD berorientasi pada pendekatan patofisiologik multi system terpadu yang diarahkan pada pemenuhan kebutuhan oksigen dan nutrien, termasuk didalamnya tunjangan ventilasi, pemberian oksigen, resusitasi cairan dan obat resusitasi. Resusitasi cairan paling baik diberikan saat syok kompensasi, dengan pemberian cairan kristaloid atau koloid secara agresif 10-30 ml/kgbb dalam 6-10 menit untuk meningkatkan preload, curah jantung, volume sirkulasi efektif, memperbaiki perfusi organ, sehingga mekanisme homeostatis atau mekanisme kompensasi tidak digunakan lagi dan kesembuhan segera pasien sindrom syok dengue dapat diharapkan.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Deteksi Dan Penentuan Virus Dengue Serotipe 3  Dari Serum Penderita Demam Dengue/Demam  Berdarah Dengue Di Rumah Sakit Kota Medan  Menggunakan Reverse Transcriptase Polymerase Chain Reaction

Deteksi Dan Penentuan Virus Dengue Serotipe 3 Dari Serum Penderita Demam Dengue/Demam Berdarah Dengue Di Rumah Sakit Kota Medan Menggunakan Reverse Transcriptase Polymerase Chain Reaction

Penelitian surveilens serotipe virus DEN 3 dengan serum penderita DD/DBD di Kota Medan belum pernah dilakukan dengan cara molekuler menggunakan teknik Reverse Transcriptase-Polymerase Chain Reaction (RT-PCR). Penelitian dilakukan di Laboratorium Klinik Mikrobiologi Rumah Sakit Haji Adam Malik Medan, dari bulan September 2008 sampai bulan Januari 2009. Bahan penelitian adalah serum penderita DD dan DBD yang dirawat di Rumah Sakit Haji Adam Malik, Rumah Sakit Pirngadi, Rumah Sakit Herna Medan. Kerangka operasional penelitian meliputi: Pasien kriteria positif didata (Nama, Umur, Jenis Kelamin, Pekerjaan, Hasil Lab), ambil serum penderita 0,5 cc lalu ekstraksi RT-PCR (menggunakan primers universal dan TS3) lalu dielektroforesis, langkah selanjutnya Gel Imaging (visualisasi), lihat serotipe virus Dengue. Kriteria klinik dan cara pengambilan serum penderita Demam Dengue/Demam Berdarah Dengue dilakukan dengan menggunakan kriteria WHO Test dipakai sebagai konfirmasi diagnosis klinik. Seratus sampel serum penderita DD/DBD tersebut diperiksa untuk mendapatkan deteksi dan penentuan virus Dengue serotipe 3 dengan menggunakan Metode RT-PCR, hasilnya tidak menunjukkan adanya virus Dengue serotipe 3, pada penelitian ini dapat dipertahankan hasil yang negatif merupakan hasil yang sangat menggembirakan bagi masyarakat Sumatera Utara khususnya masyarakat Kota Medan sebab banyak kepustakaan yang mengatakan virus Dengue serotipe 3 merupakan yang paling sering ditemui selama terjadinya KLB. Maka disimpulkan bahwa penelitian 100 serum penderita DD/DBD dari ketiga Rumah Sakit tidak dijumpai serum yang mengandung virus tipe 3. Untuk itu perlu disarankan dilakukan penentuan virus Dengue dalam manajemen pasien DD/DBD untuk mempermudah pengobatan.
Baca lebih lanjut

65 Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Demam Berdarah Dengue (DBD) 1. Definisi - Tegar Alam Pambudi BAB II

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Demam Berdarah Dengue (DBD) 1. Definisi - Tegar Alam Pambudi BAB II

sebenarnya tentang patofisiologi dan patogenesis demam berdarah dengue hingga kini belum diketahui secara pasti, tetapi sebagian besar menganut "the secondary heterologous infection hypothesis" yang mengatakan bahwa DBD dapat terjadi apabila seseorang setelah infeksi dengue pertama mendapat infeksi berulang dengan tipe virus dengue yang berlainan dalam jangka waktu yang tertentu yang diperkirakan antara 6 bulan sampai 5 tahun. Patogenesis terjadinya renjatan berdasarkan hipotese infeksi sekunder dicoba dirumuskan oleh Suvatte dan dapat dilihat pada gambar.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

ARTIKEL dan FEATURE KKN REGULER UAD DIVISI XVII.A.2 "Pengetahuan Masyarakat dalam Pencegahan DBD (Demam Berdarah Dengue), DI DUSUN PANTOGKULON, BANJAROYO, KALIBAWANG, KULONPROGO". - Repository Universitas Ahmad Dahlan

ARTIKEL dan FEATURE KKN REGULER UAD DIVISI XVII.A.2 "Pengetahuan Masyarakat dalam Pencegahan DBD (Demam Berdarah Dengue), DI DUSUN PANTOGKULON, BANJAROYO, KALIBAWANG, KULONPROGO". - Repository Universitas Ahmad Dahlan

Demam Berdarah Dengue merupakan salah satu permasalahan kesehatan masyarakat diwilayah tropis, yang menimbulkan dampak sosial maupun ekonomi. Penyebaran DBD secara pesat karena virus dengue semakin mudah dan banyak menulari manusia dissukung oleh sikap dan pengetahuan masyakarakat tentang pencegahan penyakit yang masih kurang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan penyuluhan dan penyebaran quesiner dan analisis data menggunakan rasio (perbandingan). Hasil yang diperoleh di Dusun Pantogkulon Kelurahan Banjaroyo Kecamatan Kalibwang Kabupaten Kulon Progo Daerah Istimewa Yogyakarta adalah sudah cukup baik pemahaman terkait dengan DBD (Demam Berdarah Dengue) hal ini sesuai dengan hasil quesioner yang diberikan pada responden dan didapatkan hasil rata-rata post (7,7%) dan pre sebesar (6.9%).
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN, SIKAP,TINDAKAN MASYARAKAT TERHADAP KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE DI WILAYAH PUSKESMAS MARTAPURA KABUPATEN BANJAR TAHUN 2011

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN, SIKAP,TINDAKAN MASYARAKAT TERHADAP KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE DI WILAYAH PUSKESMAS MARTAPURA KABUPATEN BANJAR TAHUN 2011

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus yang tersebar luas di rumah- rumah dan tempat umum di seluruh wilayah Indonesia, kecuali yang ketinggiannya lebih dari 1000 meter di atas permukaan laut (Dinkes, 2006). Penyakit ini terutama menyerang anak yang ditandai dengan panas tinggi, perdarahan dan dapat mengakibatkan kematian serta menimbulkan wabah (Depkes RI, 2005).

5 Baca lebih lajut

Tingkat Pengetahuan Siswa SMP Harapan Mandiri Terhadap Demam Berdarah Dengue

Tingkat Pengetahuan Siswa SMP Harapan Mandiri Terhadap Demam Berdarah Dengue

Pada tahun 1968, Demam Berdarah Dengue pertama kali dilaporkan di Surabaya dengan penderita sebanyak 58 orang, dan 24 orang diantaranya kemudian meninggal dunia (41,3%). 10,11,19 Diantara tahun 1989-1996 terjadi fluktuasi insidens DBD di Indonesia. Insidens pada tahun 1996 adalah sebesar 22,96 per 100.000 penduduk, dan sebaran geografis meningkat. 10 Di Indonesia, setiap tahunnya selalu terjadi KLB di beberapa provinsi, yang terbesar terjadi tahun 1998 dan 2004 dengan jumlah penderita 79.480 orang dengan kematian sebanyak 800 orang lebih. 11,16 Pada tahun tahun berikutnya jumlah kasus terus naik tapi jumlah kematian turun secara bermakna dibandingkan tahun 2004. Misalnya jumlah kasus tahun 2008 sebanyak 137.469 orang dengan kematian 1.187 orang atau case fatality rate (CFR) 0,86% serta kasus tahun 2009 sebanyak 154.855 orang dengan kematian 1.384 orang atau CFR 0,89%. 16,19
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA Tn.S DENGAN DEMAM BERDARAH DENGUE PADA Ny.T DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BULU SUKOHARJO.

PENDAHULUAN ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA Tn.S DENGAN DEMAM BERDARAH DENGUE PADA Ny.T DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BULU SUKOHARJO.

Pola hidup sehat merupakan suatu tuntutan untuk terciptanya masyarakat sehat. Masyarakat sehat berarti sehat secara fisik, mental maupun sosial. Di Indonesia, kesadaran dan pengetahuan masyarakat mengenai pola hidup sehat masih terbatas. Hal ini terlihat dari tingginya angka kesakitan dan kematian yang disebabkan oleh suatu penyakit (Harninto, 2000). Penyakit Demam Berdarah Dengue ( DBD) merupakan salah satu contoh penyebabnya. Demam Berdarah dengue telah menjadi wabah nasional dengan angka mortalitas yang mencapai lebih dari 400 orang (Hastuti, 2004).
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

ANALISIS SPASIAL PREVALENSI KASUS DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI WILAYAH KERJA  Analisis Spasial Prevalensi Kasus Demam Berdarah Dengue (Dbd) Di Wilayah Kerja Puskesmas Gambirsari.

ANALISIS SPASIAL PREVALENSI KASUS DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI WILAYAH KERJA Analisis Spasial Prevalensi Kasus Demam Berdarah Dengue (Dbd) Di Wilayah Kerja Puskesmas Gambirsari.

Dari data Profil Kesehatan Surakarta tahun 2012 menunjukan bahwa Surakarta merupakan daerah endemis penyakit demam berdarah dengue (DBD). Lima kecamatan yang ada semua merupakan daerah endemis. Dari 51 kelurahan yang ada, 66,7% merupakan kelurahan endemis (34 kelurahan), sisanya 33,7% (17 kelurahan) merupakan kelurahan sporadic (Laweyan, Penumping, Kemlayan, Tipes, Joyosuran, Baluwarti, Kauman, Kampung Baru, Sangkrah, Kedunglumbu, Sudiroprajan, Kepatihan Wetan, Kepatihan Kulon, Timuran, Tegal Harjo, Jagalan, Kestalan). Berdasarkan 17 kelurahan didapatkan dua wilayah yang mengalami kematian kasus demam berdarah dengue (DBD) di puskesmas Gambirsari dengan Case Fatallity Rate (CFR) sebesar 14,3% dan Puskesmas Pucangsawit sebesar 50%.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Hubungan Frekuensi Pemberantasan Sarang Nyamuk Dan Angka Bebas Jentik Dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue Pada Periode Januari-Desember Tahun 2012 Di Kota Medan

Hubungan Frekuensi Pemberantasan Sarang Nyamuk Dan Angka Bebas Jentik Dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue Pada Periode Januari-Desember Tahun 2012 Di Kota Medan

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) atau Dengue Haemorrhage Fever (DHF) adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti yang ditandai dengan demam mendadak dua sampai tujuh hari tanpa penyebab yang jelas, lemah/lesu, gelisah, nyeri hulu hati, disertai tanda perdarahan dikulit berupa petechie, purpura, lebam (echymosis), epistaksis, perdarahan gusi, muntah darah (hematemesis), melena, pembesaran hati (hepatomegali), trombositopeni, dan jika disertai kesadaran menurun atau renjatan disebut Dengue Shock Shyndrome (DSS) (WHO dalam Soedarmo (2009)).
Baca lebih lanjut

34 Baca lebih lajut

Hubungan antara Leptin dengan Demam Berdarah Dengue

Hubungan antara Leptin dengan Demam Berdarah Dengue

Demam berdarah dengue bermanifestasi klinis berupa su atu sindrom ditandai dengan kebocoran plasma yang bersifat mendadak dan sementara. Proses kebocoran plasma pada DBD terjadi, meski reaksi peradangan pada jaringan tidak terlalu hebat. Hal tersebut mengindikasikan bahwa adanya perubahan sementara dari faktor-faktor yang mengatur permeabilitas vaskular mungkin merupakan mekanisme penyebab terjadinya kebocoran plasma pada penyakit ini. 14

5 Baca lebih lajut

BAB 2 DEMAM BERDARAH DENGUE 2.1 Definisi

BAB 2 DEMAM BERDARAH DENGUE 2.1 Definisi

Demam dengue/DF dan demam berdarah dengue/DBD (dengue haemorrhagic fever/DHF) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue dengan manifestasi klinis demam, nyeri otot dan/atau nyeri sendi yang disertai lekopenia, ruam, limfadenopati, trombositopeniadan diathesis hemoragik. Pada DBD terjadi perembesan plasma yang ditandai oleh hemokonsentrasi (peningkatan hematokrit) atau penumpukan cairan di rongga tubuh. Sindrom renjatan dengue (dengue shock syndrome) adalah demam berdarah dengue yang ditandai oleh renjatan/syok (Suhendro, Nainggolan, Chen, 2006).
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

BAHAYA DEMAM BERDARAH DENGUE PADA MASYAR

BAHAYA DEMAM BERDARAH DENGUE PADA MASYAR

Penyakit tropis merupakan penyakit yang ditemukan didaerah tropis, hal ini karena Serangga seperti nyamuk dan lalat yang pembawa penyakit yang paling umum, atau vector aktif pada daerah beriklim tropis. Serangga ini dapat membawa parasit, bakteri atau virus yang menular kepada manusia dan hewan. Salah satu yang menyerang manusia adalah penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) atau disebut juga Dengue Hemorrhagic Fever (DHF). Penyakit ini disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus. Kedua jenis nyamuk ini terdapat hampir di seluruh pelosok Indonesia, kecuali daerah-daerah yang memiliki ketinggian lebih dari seribu meter dari permukaan air laut.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

TUGAS PENYAKIT TROPIK DEMAM BERDARAH DENGUE

TUGAS PENYAKIT TROPIK DEMAM BERDARAH DENGUE

Pengendalian Vektor DBD yang paling efisien dan efektif adalah dengan memutus rantai penularan melalui pemberantasan jentik. Pelaksanaannya di masyarakat dilakukan melalui upaya Pemberantasan Sarang Nyamuk Demam Berdarah Dengue (PSN-DBD) dalam bentuk kegiatan 3 M plus. Untuk mendapatkan hasil yang diharapkan, kegiatan 3 M Plus ini harus dilakukan secara luas/serempak dan terus menerus/berkesinambungan. Tingkat pengetahuan, sikap dan perilaku yang sangat beragam sering menghambat suksesnya gerakan ini. Untuk itu sosialisasi kepada masyarakat/ individu untuk melakukan kegiatan ini secara rutin serta penguatan peran tokoh masyarakat untuk mau secara terus menerus menggerakkan masyarakat harus dilakukan melalui kegiatan promosi kesehatan, penyuluhan di media masa, serta reward bagi yang berhasil melaksanakannya.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

INSIDENSI KEJANG PADA PENDERITA DEMAM BERDARAH DENGUE   Insidensi Kejang Pada Penderita Demam Berdarah Dengue.

INSIDENSI KEJANG PADA PENDERITA DEMAM BERDARAH DENGUE Insidensi Kejang Pada Penderita Demam Berdarah Dengue.

Hasil Penelitian : Berdasarkan hasil penelitian didapatkan angka kejadian kejang pada penderita demam berdarah dengue hanya 8 orang (3,83%). Yang mengalami kejang pada awal demam atau pada hari ke-1 sampai hari ke-3 demam sebanyak 5 orang (2,39%) dan 3 orang (1,44%) yang mengalami kejang pada hari ke-4 sampai hari ke-5 demam.

16 Baca lebih lajut

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN KEPALA KELUARGA DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE  Hubungan Tingkat Pengetahuan Kepala Keluarga Dengan Perilaku Pencegahan Demam Berdarah Dengue Di Desa Sendangmulyo Kabupaten Blora.

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN KEPALA KELUARGA DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE Hubungan Tingkat Pengetahuan Kepala Keluarga Dengan Perilaku Pencegahan Demam Berdarah Dengue Di Desa Sendangmulyo Kabupaten Blora.

Latar Belakang: Demam berdarah dengue merupakan penyakit akibat virus melalui perantara nyamuk yang penyebarannya sangat cepat dan merupakan salah satu contoh penyakit yang dapat menyebabkan kedaruratan kesehatan. Upaya promotif dan preventif melalui peningkatan kualitas pengetahuan dan perilaku kepala keluarga dapat menjadi alternatif karena mahalnya upaya kuratif dan rehabilitatif. Kurangnya pengetahuan dan buruknya perilaku pencegahan dapat menjadi permasalahan dalam pemberantasan demam berdarah dengue.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

PERBEDAAN NILAI HEMATOKRIT PADA DEMAM BERDARAH DENGUE DERAJAT I DAN II DI RS BHAYANGKARA TRIJATA.

PERBEDAAN NILAI HEMATOKRIT PADA DEMAM BERDARAH DENGUE DERAJAT I DAN II DI RS BHAYANGKARA TRIJATA.

Demam berdarah dengue adalah infeksi penyakit yang oleh virus dengue, pada infeksi ini terjadi keadaan perembesan plasma yang ditandai dengan meningkatnya kadar hematokrit. Diagnosis demam berdarah dengue menurut WHO 1997 ditegakkan dengan demam, manifestasi pendarahan, trombositopenia, peningkatan hematokrit lebih atau sama dengan 20% dari normal dan penurunan hematorit kurang atau sama dengan 20% dari sebelumnya setelah pemberian cairan. Derajat keparahan demam berdarah dengue di bagi menjadi 4 derajat menurut manifestasi klinis dan hasil laboratoriumnya yaitu jumlah trombosit dan hematokrit. Tetapi peningkatan hematokrit pada demam berdarah dengue tidak selalu berbanding lurus dengan derajat keparahan demam berdarah dengue.Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui perbedaan jumlah hematokrit pada pasien demam berdarah dengue derajat 2 lebih tinggi dari pada derajat 1 di RS Bhayangkara Trijata.Metode penelitian yang digunakan adalah metode retrospektif analitikdengan data diambil secara retrospektif pada 73 pasien demam berdarah dengue usia 1 – 63 tahun di RS Bhayangkara Trijata Denpasar periode Juni 2012 - Oktober 2013. Hasil penelitian menunjukkan bahwapasien demam berdarah dengue derajat I didapatkan rata – rata ( mean) nilai hematokrit sebesar 39,5 dan derajat II dengan rata – rata ( mean) nilai hematokrit 38,7. Berdasarkan hasil analisis statistik perbedaan independent sample t test perbedaan nilai hematokrit pada derajat demam berdarah yang berbeda didapatkan nilai signifikan 0,067 atau lebih dari 0,05 maka hal ini menunjukkan bahwa perbedaan nilai hematokrit pada demam berdarah dengue derajat I dan demam berdarah dengue derajat II tidak signifikan.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Pengaruh Pengetahuan dan Kepercayaan Ibu terhadap Tindakan Mencegah Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kelurahan Tualang Kecamatan Padang Hulu Kota Tebing Tinggi

Pengaruh Pengetahuan dan Kepercayaan Ibu terhadap Tindakan Mencegah Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kelurahan Tualang Kecamatan Padang Hulu Kota Tebing Tinggi

_______, 1998. Menggerakkan Masyarakat Dalam Pemberantasan Sarang Nyamuk, Demam Berdarah Dengue: Petunjuk Bagi Kader dan Tokoh Masyarakat pada Pencegahan Penyakit Demam Berdarah Dengue, Jakarta : Ditjen Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan Pemukiman. Dahniar, 2009, Pengaruh Nilai Budaya Masyarakat terhadap Perawatan Ibu Hamil,

5 Baca lebih lajut

Demam Berdarah Dengue Pada Anak

Demam Berdarah Dengue Pada Anak

14 Mekanisme sebenarnya tentang patofisiologi, hemodinamika, dan biokimiawi DBD belum diketahui secara pasti karena kesukaran mendapatkan model binatang percobaan yang dapat dipergunakan untuk menimbulkan gejala klinis DBD seperti pada manusia. Hingga kini sebagian besar sarjana masih menganut the secondary heterologous infection hypothesis atau the sequential infection hypothesis yang menyatakan bahwa DBD dapat terjadi apabila seseorang setelah terinfeksi virus dengue pertama kali mendapatkan infeksi kedua dengan virus dengue serotipe lain dalam jarak waktu 6 bulan sampai 5 tahun.
Baca lebih lanjut

44 Baca lebih lajut

PENATALAKSANAAN DEMAM BERDARAH DENGUE PA

PENATALAKSANAAN DEMAM BERDARAH DENGUE PA

Maka pada seminar ini pentalaksanaan DBD ini akan dibahas juga kasus DBD yang disertai syok yang mengidap penyulit perdarahan, sepsis dan DIC yang dimungkinkan untuk dapat ditolong denga[r]

12 Baca lebih lajut

Karakteristik Pasien Demam Berdarah Dengue di RSUP Haji Adam Malik Pada Tahun 2015

Karakteristik Pasien Demam Berdarah Dengue di RSUP Haji Adam Malik Pada Tahun 2015

Virus yang menyebabkan DBD adalah flavivirus. Ada empat serotipe virus iaitu DEN–1, DEN-2, DEN-3, dan DEN-4. Virus ini sensitif terhadap panas dan rentan terhadap berbagai disinfektan yang umum termasuk etanol , natrium hipoklorit , dan glutaraldehyde . Namun, virus ini stabil dalam darah kering dan eksudat selama beberapa hari di kamar suhu. Setelah terinfeksi, vektor nyamuk mengaktifkan virus kira-kira 1 hingga 4 bulan. 6 Ke empat serotipe virus ini telah ditemukan di berbagai wilayah Indonesia dan Dengue-3 merupakan serotipe yang paling luas dan kasus DBD yang berat dan disusul oleh Dengue-2, Dengue-1 dan Dengue -4. 1
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Show all 2552 documents...