Employee Assistance Program

Top PDF Employee Assistance Program:

Rancangan employee assistance program 2016

Rancangan employee assistance program 2016

Peneliti menyimpulkan bahwa area permasalahan work-related problems, sikap seseorang terhadap karyawanannya, dan sumber daya personal merupakan area yang perlu menjadi perhatian perusahaan. Peneliti melihat bahwa penanganan yang diperlukan bisa bersifat kuratif maupun preventif. Kuratif karena peneliti melihat bahwa work-related problems dan sikap terhadap karyawanan merupakan akibat dari budaya kerja di perusahaan yang telah berjalan lama dan berpengaruh terhadap karyawan, intervensi terhadap masalah ini tentunya bersifat memperbaiki dan mengatasi masalah yang tengah atau telah terjadi. Preventif karena peneliti melihat bahwa penguatan terhadap sumber daya personal akan mampu menjadi early intervention atau filter terhadap simtom stress yang muncul. Edukasi mengenai pemberdayaan diri juga akan membantu langkah preventif bagi karyawan untuk mencegah stress meluas dan memengaruhi kinerja dan aspek kehidupan lainnya. Oleh karena itu, peneliti mengusulkan suatu program yang mampu secara global mencakup sifat kuratif dan preventif ini melalui usulan pengadaan Employee Assistance Program.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

Secapramana Employee Assistance Program 2015

Secapramana Employee Assistance Program 2015

4 distribution, and availability goals with a higher standard. Continuous improvement means eliminating disposal in all areas, including due to excessive production, defective products, loss of time, transportation, processing fees, motion, and inventory. The main idea of this philosophy is that every employee must continuously improve their own personal performance, from one assessment period to another period. Performance management becoming important in this process, because as discussed earlier, the performance integrate the management goal setting, performance appraisal, and development into a common system which aimed to ensure that employee performance supports the company's strategic objectives, namely continuous improvement. The core of performance management is the emphasis that the employees efforts should be directed to the destination.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Rancangan Employee Assistance Program (EAP) untuk Menunjang Peningkatan Quality of Work Life (QWL) Pada Karyawan PT X - Ubaya Repository

Rancangan Employee Assistance Program (EAP) untuk Menunjang Peningkatan Quality of Work Life (QWL) Pada Karyawan PT X - Ubaya Repository

Melalui QWL ini, Perusahaan dapat membantu karyawan agar mampu menemukan keseimbangan di antara pekerjaan dan kehidupan pribadinya. Perusahaan dipandang mampu menyediakan lingkungan kerja yang layak melalui program kualitas kehidupan kerja yang ditawarkan. Kualitas kehidupan kerja tersebut dapat terpenuhi, salah satunya, dengan menyediakan lingkungan dan situasi kerja yang nyaman bagi karyawan. Hasil Pra-asesmen memperlihatkan bahwa ada tiga dimensi yang tergolong kurang baik, yaitu Health & Well-being , Job Satisfaction , dan Work & Non-Work Life Balance . Salah satu hal yang dapat dilakukan ialah dengan membentuk sebuah program pendampingan bagi karyawan, dinamakan Employee Assistance Programme (EAP).
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

The Obstacles Faced by EAP in Indonesian Workplace

The Obstacles Faced by EAP in Indonesian Workplace

EAP is a formal employer program for providing employees with counseling and/or treatment programs for problems such as alcoholism, gambling, or stress (Dessler; 2005). According to Mondy, et al. (2002) an employee assistance program is a comprehensive approach that many organizations have taken to deal with numerous problem areas, including marital or family difficulties, job performance problems, stress, emotional or mental health issues, financial troubles, alcohol and drug abuse, and other emotional disturbances (Mondy, et al., 2002). While some of these may originate “outside” the work context, they most certainly will have spillover effects to the work context. Most programs are created to control substanse abuse or mental health costs. Some have also become concerned with HIV and AIDS, eldercare, workplace violence, and natural disasters such as earthquakes, floods, and tornadoes.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Radiation Exposure Compensation Program Uranium Mine Employee Claim Form

Radiation Exposure Compensation Program Uranium Mine Employee Claim Form

Public Reporting burden for this collection of information is estimated to average 2.5 hours per response, including the time for reviewing instructions, searching existing data sources, gathering and maintaining that data needed, and completing and reviewing the collection of information. Send comments regarding this burden estimate or any other aspects of this collection of information, including suggestions for reducing this burden to: Radiation Exposure Compensation Program, U.S. Department of Justice, P.O. Box 146, Ben Franklin Station, Washington, D.C. 20044-0146 .

20 Baca lebih lajut

Hubungan antara Persepsi terhadap Program Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) dengan Employee Engagement

Hubungan antara Persepsi terhadap Program Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) dengan Employee Engagement

Salanova, M., Agut, S. & Peiro, J.M. (2005). Linking organizational resources and work engagement to employee performance and customer loyalty: The mediation of service climate. Journal of Applied Psychology, 90(6), 1217 - 27.

7 Baca lebih lajut

Radiation Exposure Compensation Program Uranium Mill Employee Claim Form

Radiation Exposure Compensation Program Uranium Mill Employee Claim Form

Privacy Act Statement. The purpose of this request is to ensure that records of individuals that are maintained by the Radiation Exposure Compensation Program of the U.S. Department of Justice are not wrongfully disseminated. In accordance with 28 CFR Section 16.41(d) personal data sufficient to identify the individuals submitting requests for information under the Privacy Act of 1974, 5 U.S.C. Section 552a, is required. False information on this form may subject the requester to criminal penalties under 18 U.S.C. Section 1001 and/or 5 U.S.C. Section 552a(i)(3).

21 Baca lebih lajut

Hubungan antara Persepsi terhadap Program Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) dengan Employee Engagement

Hubungan antara Persepsi terhadap Program Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) dengan Employee Engagement

Persepsi terhadap program Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) adalah pandangan karyawan terhadap apa yang diberikan perusahaan yang bertujuan supaya karyawan terjaga dan terjamin keselamatan dan kesehatan kerjanya sebagai bentuk komitmen organisasi terhadap kesejahteraan karyawan. Persepsi disini tidak lepas dari respon kognitif yang mana suatu bentuk usaha untuk memahami pertama apa yang dipikirkan orang sewaktu mereka dihadapkan pada stimulus persuasif, dan kedua bagaimana pikiran serta proses kognitif yang berkaitan menentukan apakah mereka mengalami perubahan sikap dan sejauh mana perubahan itu terjadi .
Baca lebih lanjut

85 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TERHADAP PROGRAM KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3) DENGAN EMPLOYEE ENGAGEMENT

HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TERHADAP PROGRAM KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3) DENGAN EMPLOYEE ENGAGEMENT

Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah non probability sampling yaitu dengan teknik purposive. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan skala. Engagement diukur dengan menggunakan Skala Employee Engagement ( α = 0,899) dan persepsi terhadap Program Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) diukur dengan Skala Persepsi terhadap Program K3 ( α = 0,890).

12 Baca lebih lajut

PERANCANGAN PROGRAM PENINGKATAN EMPLOYEE ENGAGEMENT DI PT XYZ DENGAN MENGGUNAKAN METODE ADDIE DESIGN EMPLOYEE ENGAGEMENT IMPROVEMENT PROGRAM IN PT XYZ USING ADDIE METHOD

PERANCANGAN PROGRAM PENINGKATAN EMPLOYEE ENGAGEMENT DI PT XYZ DENGAN MENGGUNAKAN METODE ADDIE DESIGN EMPLOYEE ENGAGEMENT IMPROVEMENT PROGRAM IN PT XYZ USING ADDIE METHOD

Berdasarkan Gambar 3, terdapat 3 aspek yang memiliki nilai kepuasan di bawah indeks kepuasan, yaitu aspek performance, the work, dan employee engagement. Akan dilakukan analisis pada setiap aspek yang memiliki nilai di bawah indeks kepuasan yaitu dengan melihat nilai sub aspek pada setiap aspek, nilai sub aspek yang terendah di setiap aspek akan menjadi dasar untuk perancangan program. Pada aspek performance, sub aspek yang memiliki nilai paling rendah adalah career opportunities mengenai kejelasan jalur karir para karyawan. Pada aspek the work, sub aspek work tasks memiliki nilai kepuasan terendah mengenai kesesuaian beban kerja dengan waktu yang tersedia. Lalu, pada aspek employee engagement, sub aspek learning and development memiliki nilai terendah mengenai kepuasan karyawan terhadap sistem learning and development pada perusahaan.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

ANALISIS PENGARUH EMPLOYEE COMPETENCE, JOB SATISFACTION, DAN EMPLOYEE ENGAGEMENT TERHADAP EMPLOYEE PERFORMANCE

ANALISIS PENGARUH EMPLOYEE COMPETENCE, JOB SATISFACTION, DAN EMPLOYEE ENGAGEMENT TERHADAP EMPLOYEE PERFORMANCE

Manusia sebagai karyawan membutuhkan feedback dari performance atau kinerjanya di perusahaan. Perusahaan juga perlu untuk memantau performance (kinerja) karyawannya, menganalisis kekuatan- kelemahan, dan bagaimana melakukan pendekatan pada perbaikan kinerjanya. Employee performance merupakan suatu fungsi dari motivasi dan kemampuan untuk menyelesaikan tugas atau pekerjaan seseorang sepatutnya memiliki derajat kesediaan dan tingkat kemampuan tertentu. Agar seseorang dapat mencapai performance yang tinggi tergantung pada kerjasama, kepribadian, kepandaian yang beraneka ragam, kepemimpinan, keselamatan, pengetahuan pekerjaan, kehadiran, kesetiaan, ketangguhan dan inisiatif. Beberapa pendekatan perbaikan performance yang dapat dilakukan yaitu dengan mencari hubungan dan pengaruh positif employee competence, job satisfaction, dan employee engagement terhadap employee performance. Dengan adanya pengaruh dari ketiga variabel tersebut, maka diharapkan perusahaan dapat meningkatkan employee performance melalui upaya peningkatan employee competence, job satisfaction, dan employee engagement.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Multilateral Donor assistance Form 1652011

Multilateral Donor assistance Form 1652011

To improve the health status of its population through greater availability, accessibility, and affordability of health services within an integrated and sustainable policy framework. The activities include: (a) strengthening of SAMES (Autonomous Medical Store), (b) providing technical assistance to MoH for he development of national standard treatment guidelines and rational prescribing protocols, (c) implementing the medium-term Human Resources Development Plan, (d) carrying out service delivery in the health sector, and (e) providing technical assistance to the project management unit in the areas of financial and procurement management.
Baca lebih lanjut

38 Baca lebih lajut

BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian yang Digunakan - 12.40.0121 Theresis Olga Vania Christianty BAB III

BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian yang Digunakan - 12.40.0121 Theresis Olga Vania Christianty BAB III

Employee Engagement karyawan diukur menggunakan skala employee engagement yang disusun oleh peneliti. Skala ini disusun berdasarkan aspek-aspek emp loyee engagement yang dibagi memjad i dua yaitu, pada aspek pertama emp loyee engagement feelings terdapat empat komponen, antara lain, Feeling of urgency, Feeling of being focused, Feeling on intensity, dan Feeling of enthusiasm. Pada aspek kedua yaitu employee engagement behavior akan memperlihatkan beberapa perilaku, antara lain perilaku Persistence, Proaktif, Perluasan Peran (Role Expansion), dan Perilaku Siap (sedia) terhadap Perubahan (Adaptability).
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

MENINGKATKAN INOVASI MELALUI ENTREPRENEURIAL MARKETING DAN DAMPAK PADA KINERJA PEMASARAN UKM- UKM GARMENT DI JAWA BARAT

MENINGKATKAN INOVASI MELALUI ENTREPRENEURIAL MARKETING DAN DAMPAK PADA KINERJA PEMASARAN UKM- UKM GARMENT DI JAWA BARAT

Innovation and learning dengan indikator Employee satisfaction, Employee training hours, Employee development and advancement opportunities, Turnover rate Dari uraian di atas, dimensi-[r]

13 Baca lebih lajut

MAKALAH UJIAN AKHIR SEMESTER MANAJEMEN R

MAKALAH UJIAN AKHIR SEMESTER MANAJEMEN R

Tujuan dari program employee benefits, antara lain:  Meningkatkan produktivitas karyawan dalam bekerja  Meningkatkan loyalitas karyawan kepada perusahaan  Perusahaan akan lebih foku[r]

27 Baca lebih lajut

PEMBANGUNAN APLIKASI MOBILE EMERGENCY ASSISTANCE BERBASIS LOKASI  PEMBANGUNAN APLIKASI MOBILE EMERGENCY ASSISTANCE BERBASIS LOKASI.

PEMBANGUNAN APLIKASI MOBILE EMERGENCY ASSISTANCE BERBASIS LOKASI PEMBANGUNAN APLIKASI MOBILE EMERGENCY ASSISTANCE BERBASIS LOKASI.

Penulis mengucapkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan bimbingan-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan pembuatan tugas akhir ini dengan baik. Tujuan dari pembuatan tugas akhir ini adalah sebagai salah satu syarat untuk mencapai derajat sarjana Teknik Informatika dari Program Studi Teknik Informatika Fakultas Teknologi Industri Universitas Atma Jaya Yogyakarta.

12 Baca lebih lajut

ANALISIS KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN SEBELUM DAN SESUDAH MENERAPKAN EMPLOYEE STOCK OWNERSHIP PROGRAM (ESOP)

ANALISIS KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN SEBELUM DAN SESUDAH MENERAPKAN EMPLOYEE STOCK OWNERSHIP PROGRAM (ESOP)

ESOPs non-leveraged dirancang untuk investasi terutama dalam saham perusahaan yang mendukungnya. Dengan suatu ESOPs non- leveraged, perusahaan membuat suatu kontribusi kepada akun Trust setiap tahun atas nama masing-masing karyawan, kebanyakan per- usahaan akan mengkontribusikan ke suatu program pensiun. Kontribusi tersebut dapat dibuat dalam bentuk saham (yang memperbaiki arus kas perusahaan tidak memerlukan pengeluaran), atau dapat juga berbentuk kas yang kemudian digunakan oleh Trust untuk membeli saham per-usahaan. Saham yang diperoleh dengan program ini dialokasikan kepada akun-akun perorangan yang dikelola untuk masing-masing karyawan yang berpartisipasi. Para karyawan menerima saldo akun mereka setelah pensiun atau pemberhentian oleh perusahaan.
Baca lebih lanjut

89 Baca lebih lajut

Slide KOM999 CORPORATE COMMUNICATIONS

Slide KOM999 CORPORATE COMMUNICATIONS

FUNGSI PUBLIC RELATIONS •Employee relations: program komunikasi internal yang memberikan informasi dan membangun moral karyawan •Financial atau investor relations: program informasi[r]

30 Baca lebih lajut

MERANCANG MODEL PENGUKURAN KINERJA DENGAN MENGGUNAKAN METODE BALANCED SCORECARD PADA PT. CAPRIFARMINDO LABORATORIES

MERANCANG MODEL PENGUKURAN KINERJA DENGAN MENGGUNAKAN METODE BALANCED SCORECARD PADA PT. CAPRIFARMINDO LABORATORIES

Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh beberapa sasaran strategis dan indikator strategis sebagai berikut: 1) Sasaran strategis perspektif keuangan: effective investment, cost efficiency dan sustainable profit growth yang kemudian secara berurutan diukur menggunakan indikator strategi return on equity, return on investment, total reduced operational cost dan profit growth. 2) Sasaran strategis perspektif pelanggan: product quality, corporate image, affordable price and product availability yang kemudian secara berurutan diukur menggunakan indikator strategi number of product complaint, frequent of good media exposure, price competitiveness, growth of export volume dan number of acquired global distributor. 3) Sasaran strategis perspektif bisnis proses internal: high supply performance, compliance with regulatory & standard and operational excellent yang kemudian secara berurutan diukur menggunakan indikator strategi supply service level, number of critical findings during inspection and cost saving. 4) Sasaran strategis perspektif pembelajaran dan pertumbuhan: trained employee, employee satisfaction, employee productivity, information technology performance yang kemudian secara berurutan diukur menggunakan indikator strategi training hour, number of employee turnover, productivity and system information failure. Semua sasaran strategis dan indikator strategis tersebut kemudian digambarkan ke dalam peta strategi PT. Caprifarmindo Laboratories.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Reconstruction Newsletter April 2005

Reconstruction Newsletter April 2005

Total USG Humanitarian and Recovery Assistance Pledged: $350,000,000 Total USAID/OFDA Humanitarian Assistance Committed: $ 80,693,000 Total USAID/FFP Humanitarian Assistance Committed: $ 22,466,900 Total USAID/ANE Humanitarian Assistance Committed: $ 5,372,944 Total USAID/ANE Rehabilitation/Reconstruction Assistance Committed: $ 11,518,202 Total State/PRM Humanitarian Assistance Committed: $ 200,000 Total USG Humanitarian Assistance Committed: $132,251,046 For more information on the tsunami and USAID's work, please see "Tsunami Relief" at www.usaid.gov.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...