Guru Bersertifikasi

Top PDF Guru Bersertifikasi:

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Perbedaan Etos Kerja Guru Belum Bersertifikasi dengan Guru Bersertifikasi di Sekolah Dasar Negeri UPT Dinpendik Kecamatan Kaloran

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Perbedaan Etos Kerja Guru Belum Bersertifikasi dengan Guru Bersertifikasi di Sekolah Dasar Negeri UPT Dinpendik Kecamatan Kaloran

2.4. Hakikat Guru Bersertifikasi ………………………………. 2.5. Guru Belum Sertifikasi.. …………………………………... 2.6. Jalur / Pendaftaran Sertifikasi …………………............ 2.7. Kajian Yang Relevan…………………………………….…. 2.8. Hipotesis………………………………………………………. 2.8.1 Hipotesis Empirik…………………………………… .. 2.8.1 Hipotesis Statistik………………………………….. ..

14 Baca lebih lajut

Pemanfaatan Teknologi Android Terhadap Penyebaran Guru Bersertifikasi Tingkat Sekolah Dasar Negeri Provinsi Lampung

Pemanfaatan Teknologi Android Terhadap Penyebaran Guru Bersertifikasi Tingkat Sekolah Dasar Negeri Provinsi Lampung

penerapan kualitas guru dalam meningkatkan pendidikan nasional di Indonesia. Sehingga informasi dalam dunia pendidikan merupakan wahana untuk mengaktualisasikan semua potensi yang ada. Salah satu informasi yang dibutuhkan adalah mengetahui penyebaran guru bersertifikasi tingkat Sekolah Dasar Negeri pada Provinsi Lampung dengan pemanfaatan teknologi Android. Aplikasi penyebaran guru ini merupakan gambaran penyebaran guru yang telah bersertifikasi pada Sekolah Dasar Negeri Provinsi Lampung.

8 Baca lebih lajut

LAPORAN BULANAN GURU BERSERTIFIKASI

LAPORAN BULANAN GURU BERSERTIFIKASI

LAPORAN BULANAN GURU BERSERTIFIKASI TINGKAT RAUDLATUL ATHFAL RA Nama Guru / Nip : MUFARROHAH, S.Pd Tempat Tugas Madrasah : RA MASHITHAH Pangkat Golongan : - Alamat Madrasah : Mangar [r]

15 Baca lebih lajut

ANALISIS KESULITAN GURU BERSERTIFIKASI DALAM PENULISAN KARYA ILMIAH  Analisis Kesulitan Guru Bersertifikasi Dalam Penulisan Karya Ilmiah(Studi Kasus pada Guru-Guru Bersertifikasi di SMK Sakti Gemolong).

ANALISIS KESULITAN GURU BERSERTIFIKASI DALAM PENULISAN KARYA ILMIAH Analisis Kesulitan Guru Bersertifikasi Dalam Penulisan Karya Ilmiah(Studi Kasus pada Guru-Guru Bersertifikasi di SMK Sakti Gemolong).

Kesimpulan dalam penelitian ini adalah: (1) Masih banyak guru yang belum paham tentang penulisan karya ilmiah. (2) Upaya kegiatan yang dianjurkan untuk pembuatan karya tulis ilmiah bagi guru-guru bersertifikasi di SMK Sakti masih belum maksimal. (3) Permasalahan atau hambatan yang dihadapi oleh para guru sertifikasi berupa kurangnya kesadaran akan pentingnya penulisan karya ilmiah, kurangnya pengetahuan mengenai penulisan karya ilmiah dan kurangnya komitmen. (4) upaya yang sudah dilakukan adalah dibentuk tim pembimbing penulisan karya ilmiah, dibentuk Forum Pengkajian Karya Tulis Ilmiah Guru di SMK Sakti Gemolong.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

KEMAMPUAN GURU BERSERTIFIKASI DALAM MENGEMBANGKAN TUGAS POKOK GURU DI SMK NEGERI 1 BINJAI.

KEMAMPUAN GURU BERSERTIFIKASI DALAM MENGEMBANGKAN TUGAS POKOK GURU DI SMK NEGERI 1 BINJAI.

2. Kepada para guru bersertifikasi yang telah menerima tunjangan profesi agar diwajibkan membeli laptop dan buku-buku tentang model-model pembelajaran yang kini telah banyak tersedia di toko buku, tumbuhkan minat baca yang tinggi pada buku tersebut, kemudian segera mulai diuji coba dan diterapkan, seraya terus menerus mengembangkan keterampilan mengajar dengan bantuan power point. Pembelajaran haruslah menyenangkan bagi siswa, dan keadaan itu hanya dapat terjadi ketika guru menerapkan model-model beserta metode pembelajaran yang bervariasi. Supervisi pembelajaran terhadap guru yang bersertifikasi di kelas oleh kepala sekolah, pengawas sekolah atau oleh guru-guru senior yang dipandang layak oleh kepala sekolah perlu terus dilaksanakan secara berkala. Pelaksanaan lesson study diyakini akan dapat meningkatkan kemampuan guru dalam mengembangkan penyajian program pembelajaran di depan kelas.
Baca lebih lanjut

37 Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI PENGEMBANGAN KEPROFESIAN  BERKELANJUTAN BAGI GURU-GURU BERSERTIFIKASI PENDIDIK  Implementasi Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Bagi Guru-Guru Bersertifikasi Pendidik Di SMK Bhinneka Karya Simo-Boyolali.

IMPLEMENTASI PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN BAGI GURU-GURU BERSERTIFIKASI PENDIDIK Implementasi Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Bagi Guru-Guru Bersertifikasi Pendidik Di SMK Bhinneka Karya Simo-Boyolali.

Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan karakteristik: (1) Program pengembangan keprofesian berkelanjutan bagi guru-guru bersertifikasi pendidik bagi guru-guru di SMK Bhinneka Karya Simo, (2) Implementasi pengembangan keprofesian berkelanjutan bagi guru-guru bersertifikasi pendidik di SMK Bhinneka Karya Simo. Penelitian ini menggunakan metode deskriftif kualitatif dengan desain studi kasus terhadap suatu proses dan penerapan kebijakan tentang implementasi pengembangan keprofesian berkelanjutan dengan metode pengumpulan data wawancara, observasi dan dokumentasi. Pengujian keabsahan data menggunakan trianggulasi data dengan menggabungkan metode wawancara, dokumentasi dan observasi. Teknik analisis data meliputi: pengumpulan, penyajian data, reduksi data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Program dan implementasi kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan guru di SMK Bhinneka karya Simo dengan kegiatan, yaitu: (1) Pengembangan diri melalui pendidikan dan pelatihan guru yang direfleksikan dalam pembelajaran, (2) Publikasi ilmiah dengan kegiatan penyusunan bahan ajar atau modul, dan penyusunan penelitian dalam bidang pendidikan, (3) Karya inovatif dengan kegiatan pembuatan alat peraga serta penyusunan pedoman soal ujian dan ulangan berupa kisi-kisi soal ujian atau ulangan. Pengembangan keprofesian berkelanjutan diharapkan berdampak terhadap peningkatan kompetensi guru yang berimbas terhadap kualitas siswa baik hasil maupun proses pembelajaran. Kepala sekolah dalam implementasi pengembangan keprofesian berkelanjutan memiliki peran yang strategis yaitu sebagai supervisor, motivator dan sebagai evaluator.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Perbedaan Etos Kerja Guru Belum Bersertifikasi dengan Guru Bersertifikasi di Sekolah Dasar Negeri UPT Dinpendik Kecamatan Kaloran T2 942011083 BAB IV

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Perbedaan Etos Kerja Guru Belum Bersertifikasi dengan Guru Bersertifikasi di Sekolah Dasar Negeri UPT Dinpendik Kecamatan Kaloran T2 942011083 BAB IV

Pada Tabel 4.1 menunjukkan bahwa responden pada penelitian ini mempunyai masa kerja sebagian besar golongan 01-05 tahun (23,33%) bagi guru yang belum bersertifikasi sedangkan guru bersertifikasi mempunyai masa kerja golongan 26 – 30 tahun (28,57%)

12 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Perbedaan Etos Kerja Guru Belum Bersertifikasi dengan Guru Bersertifikasi di Sekolah Dasar Negeri UPT Dinpendik Kecamatan Kaloran T2 942011083 BAB V

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Perbedaan Etos Kerja Guru Belum Bersertifikasi dengan Guru Bersertifikasi di Sekolah Dasar Negeri UPT Dinpendik Kecamatan Kaloran T2 942011083 BAB V

hadi ah yang diberikan seketika”, “memiliki banyak kebebasan dari orang lain sangat penting bagi saya”. (lihat Tabel 3.2) menghasilkan rata-rata item dengan skor Sedang (lihat lampiran III hal. 67). Jika skor dari item-item tersebut dinaikkan, maka rata-rata skor item meningkat dari sedang menjadi tinggi. Sehingga etos kerja guru bersertifikasi akan meningkat pula, dari Kategori Tinggi menjadi Sangat Tinggi.

5 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Kinerja Mengajar Guru-Guru Bersertifikasi di Daerah Binaan 3 Kecamatan Kranggan T2 942011074 BAB IV

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Kinerja Mengajar Guru-Guru Bersertifikasi di Daerah Binaan 3 Kecamatan Kranggan T2 942011074 BAB IV

kinerja guru setelah lulus sertifikasi dan mendapat tunjangan profesi berada pada standar umum kinerja. Pada instrumen no 1 yaitu kemampuan menyajikan materi , instrumen no 3 penggunaan metode dan no 5 tentang kesesuaian alat peraga yang digunakan dengan materi serta tujuan pembelajaran dalam Rencana Pembelajaran rata-rata memperoleh skor 3 . Hal ini membuktikan bahwa pelaksanaan pembelajaran baru pada batas biasa belum maksimal. Dalam penyajian materi alat peraga belum digunakan secara maksimal artinya alat peraga yang digunakan masih menggunakan produk perusahaan belum hasil buatan guru itu sendiri.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Analisis Kesulitan Guru Bersertifikasi Dalam Penulisan Karya Ilmiah(Studi Kasus pada Guru-Guru Bersertifikasi di SMK Sakti Gemolong).

PENDAHULUAN Analisis Kesulitan Guru Bersertifikasi Dalam Penulisan Karya Ilmiah(Studi Kasus pada Guru-Guru Bersertifikasi di SMK Sakti Gemolong).

Menulis karya ilmiah merupakan syarat mutlak bagi guru yang akan naik pangkat dan golongan tertentu. Tugas pokok guru dan tanggung jawab guru yang demikian berat dan menentukan dalam mencapai tujuan pembangunan bangsa dan negaranya. Oleh karena itu maka layaklah jika guru mendapatkan imbalan yang layak bagi kemanusiaan dan layak memenuhi kebutuhan hidup dan keluarganya. Namun usaha untuk memperbaiki kesejahteraan guru memang sudah dilakukan seperti kenaikanpangkat yang bisa dilakukan cukup 2 tahun tidak harus menunggu 4 tahun, juga tak terbatas hanya sampai Golongan IV a/Pembina saja, namun bisa sampai golongan IV e/Guru Utama asal dipenuhi syarat-syarat yang ditentukan. Pada umumnya guru masih banyak yang kesulitan naik pangkat dan golongan IV a/Pembina ke IV b/Pembina Tingkat I keatas yang kendalanya adalah pembuatan karya tulis ilmiah yang disyaratkan harus dipenuhi angka kredit minimal 12 dari unsur pengembangan profesi yang antara lain meliputi melakukan kegiatan karya tulis/karya ilmiah dalam bidang pendidikan.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Perbedaan Etos Kerja Guru Belum Bersertifikasi dengan Guru Bersertifikasi di Sekolah Dasar Negeri UPT Dinpendik Kecamatan Kaloran

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Perbedaan Etos Kerja Guru Belum Bersertifikasi dengan Guru Bersertifikasi di Sekolah Dasar Negeri UPT Dinpendik Kecamatan Kaloran

58 Keengganan untuk bekerja keras biasanya mencerminkan kelemahan karakter SS S TS STS 59 Saya akan mengambil barang dari pekerjaan jika saya merasa tidak dibayar dengan cukup SS S TS[r]

41 Baca lebih lajut

PERBEDAAN KINERJA GURU BERSERTIFIKASI PENDIDIK DAN YANG BELUM BERSERTIFIKASI PENDIDIK BERDASARKAN HASIL BELAJAR SISWA DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN KECAMATAN SIMANINDO.

PERBEDAAN KINERJA GURU BERSERTIFIKASI PENDIDIK DAN YANG BELUM BERSERTIFIKASI PENDIDIK BERDASARKAN HASIL BELAJAR SISWA DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN KECAMATAN SIMANINDO.

dalam pengajaran (Djamarah, 2010). Berdasarkan pernyataan di atas, maka peran guru sangatlah penting didalam menunjang proses pembelajaran. Guru merupakan salah satu faktor penentu tinggi rendahnya mutu hasil pendidikan. Keberhasilan penyelenggaraan pendidikan sangat ditentukan oleh sejauh mana kesiapan guru dalam mempersiapkan peserta didiknya melalui kegiatan belajar-mengajar. Namun demikian, posisi strategis guru untuk meningkatkan mutu hasil pendidikan sangat dipengaruhi oleh kemampuan profesional mengajar dan tingkat kesejahteraannya. Kebutuhan akan guru harusnya menjadi perhatian utama oleh pemerintah pusat dan daerah karena kebutuhan akan guru sangat besar dan mendesak dipenuhi.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

ANALISIS KESULITAN GURU BERSERTIFIKASI DALAM PENULISAN KARYA ILMIAH  Analisis Kesulitan Guru Bersertifikasi Dalam Penulisan Karya Ilmiah(Studi Kasus pada Guru-Guru Bersertifikasi di SMK Sakti Gemolong).

ANALISIS KESULITAN GURU BERSERTIFIKASI DALAM PENULISAN KARYA ILMIAH Analisis Kesulitan Guru Bersertifikasi Dalam Penulisan Karya Ilmiah(Studi Kasus pada Guru-Guru Bersertifikasi di SMK Sakti Gemolong).

masalah ini sebaiknya semua guru tidak terburu-buru dalam mengambil kesimpulan sebelum adanya fakta yang jelas. Hal yang perlu dilakukan guru sehubungan dengan kasus itu adalah berpikir positif dan obyektif dan siap menginstropeksi diri sendiri. Membela diri dengan mengabaikan fakta yang sebenarnya hanya akan melahirkan persoalan baru sehingga akan memperumit pemecahan persoalan pokoknya. Dengan tidak mengesampingkan kebenaran faktor x seperti yang disinyalir oleh banyak guru tentang penolakan karya tulis ilmiah dari tim penilai, tentunya fakta kekurangmampuan menulis banyak guru tidak bisa diabaikan begitu saja. Suka atau tidak, sulit untuk diingkari bahwa fakta itu memang banyak terjadi di kalangan guru.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

PENGARUH KINERJA GURU BERSERTIFIKASI DAN

PENGARUH KINERJA GURU BERSERTIFIKASI DAN

Pendidikan yang bermutu sangat tergantung pada kapasitas satuan-satuan pendidikan dalam mentranformasikan peserta didik untuk memperoleh nilai tambah, baik yang terkait dengan aspek olah pikir, rasa, hati, dan raganya. Dari sekian banyak komponen pendidikan, guru dan dosen merupakan faktor yang sangat penting dan strategis dalam usaha meningkatkan mutu pendidikan di setiap satuan pendidikan. Berapa pun besarnya investasi yang ditanamkan untuk memperbaiki mutu pendidikan, tanpa kehadiran guru dan dosen yang kompeten, profesional, bermartabat, dan sejahtera dapat dipastikan tidak akan tercapai. 1
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

Hubungan Strategi Penanggulangan Stres Terhadap Derajat Stres Pada Guru SMA Bersertifikasi Di SMAN 10 Padang Yang Mengambil Tambahan Jam Mengajar Di Sekolah Menengah Swasta.

Hubungan Strategi Penanggulangan Stres Terhadap Derajat Stres Pada Guru SMA Bersertifikasi Di SMAN 10 Padang Yang Mengambil Tambahan Jam Mengajar Di Sekolah Menengah Swasta.

Sesuai dengan Undang-Undang nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, guru bersertifikasi diwajibkan memenuhi beban mengajar minimal 24 jam tatap muka perminggu. Salah satu alternatif bagi guru yang tidak dapat memenuhi beban jam mengajarnya di sekolah adalah dengan mengajar di sekolah swasta. Namun, tidak seperti di kota besar, di daerah non-kota besar terdapat kesenjangan kualitas antara sekolah negeri dengan sekolah swasta. Perbedaan tersebut menyebabkan guru-guru dari sekolah negeri unggulan mengalami kesulitan dan hambatan dalam melaksanakan tugasnya di sekolah swasta. Hambatan dan kesulitan tersebut menyebabkan stres pada guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara strategi coping stress terhadap derajat stres guru bersertifikasi yang mengambil tambahan jam mengajar di sekolah swasta. Subjek penelitian merupakan 20 guru bersertifikasi di SMAN 10 Padang yang mengambil tambahan jam mengajar di sekolah swasta. Rancangan penelitian yang digunakan berupa penelitian kuantitatif dengan metode korelasional. Pengumpulan data menggunakan kuesioner coping stress yang mengacu pada teori Lazarus & Folkman (1984) dan kuesioner derajat stres berdasarkan teori respon stres Taylor (1999). Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi Square dan didapatkan nilai Asymp.Sig sebesar 0,361. Berdasarkan kriteria terima H0 jika nilai signifikansi lebih besar dari 0,05, maka tidak terdapat hubungan antara strategi coping stress dengan derajat stres pada guru SMA bersertifikasi di SMAN 10 Padang yang mengambil tambahan jam mengajar di sekolah menengah swasta. Sehingga dalam kasus pada penelitian ini, rendah atau tingginya derajat stres yang dialami oleh guru tidak memiliki hubungan dengan penggunaan strategi penanggulangan stres tertentu, apakah dominan menggunakan Problem Focused Coping atau Emotional Focused Coping .
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Dampak Sertifikasi Guru dalam Meningkatkan Mutu Pembelajaran di SMK Diponegoro Salatiga T1 162009034 BAB I

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Dampak Sertifikasi Guru dalam Meningkatkan Mutu Pembelajaran di SMK Diponegoro Salatiga T1 162009034 BAB I

Guru professional dibuktikan dengan sertifikat guru professional yang sering disebut dengan sertifikasi guru. Guru bersertifikasi adalah guru yang professional dan memenuhi kompetensi dasar guru. Guru bersertifikasi mendapatkan penghargaan berupa tunjangan profesi guru yang ditujukan untuk memperkuat kualitas guru yang bersertifikasi.

5 Baca lebih lajut

PEMBERDAYAAN GURU SD BERSERTIFIKASI PENDIDIK  DI UPT PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN BENER   Pemberdayaan Guru SD Bersertifikasi Pendidik Di UPT Pendidikan dan Kebudayaan Bener Kabupayen Purworejo.

PEMBERDAYAAN GURU SD BERSERTIFIKASI PENDIDIK DI UPT PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN BENER Pemberdayaan Guru SD Bersertifikasi Pendidik Di UPT Pendidikan dan Kebudayaan Bener Kabupayen Purworejo.

Salah satu karakteristik pemberdayaan guru bersertifikasi pendidik di UPT Pendidikan dan Kebudayaan Bener adalah mengikutsertakan guru dalam kegiatan seminar, pelatihan, dan workshop untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalismenya. Guru bersertifikasi diwajibkan untuk mengikuti pelatihan PTK dan mempraktekkannya langsung dengan menyusun PTK. Dibandingkan dengan penelitian ini, penelitian yang dilakukan oleh Pavlos Koulouris & Sofoklis Sotiriou (2006) dalam penelitiannya yang berjudul “Building Lifelong Learning Networks of Teachers for the Development of Competence in Teaching in Small Rural Schools”. Penelitian ini membahas tentang cara-cara yang dilakukan untuk meningkatkan kegiatan belajar mengajar melalui teknologi baru. Dan juga membahas tentang kemampuan guru dalam menghadapi perkembangan kompetensi guru dalam menajalani tanggung jawabnya sebagai guru.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

PEMBERDAYAAN GURU SD BERSERTIFIKASI PENDIDIK  DI UPT PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN BENER   Pemberdayaan Guru SD Bersertifikasi Pendidik Di UPT Pendidikan dan Kebudayaan Bener Kabupayen Purworejo.

PEMBERDAYAAN GURU SD BERSERTIFIKASI PENDIDIK DI UPT PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN BENER Pemberdayaan Guru SD Bersertifikasi Pendidik Di UPT Pendidikan dan Kebudayaan Bener Kabupayen Purworejo.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Karakteristik pemberdayaan guru dalam bidang akademik diwujudkan dalam bentuk mengikutsertakan guru dalam kegiatan KKG dan PKG. Dimana guru berperan aktif menjadi pemandu mata pelajaran dan tutor dalam kegiatan tersebut dengan menyusun materi ajar KKG dan membuat APM. Pemberdayaan guru bersertifikasi pendidik juga dilakukan dalam bentuk peningkatkan kompetensi dan profesionalisme yang dilakukan dengan mengikutsertakan guru dalam kegiatan pelatihan, seminar, dan workshop. Guru diwajibkan untuk mengikuti dan menyusun PTK. Dengan adanya pemberdayaan dalam kegiatan akademik, kemampuan guru dapat ditingkatkan dan dapat membantu guru yang belum bersertifikasi dalam meningkatkan profesionalismenya; (2) Karakteristik pemberdayaan guru bersertifikasi diantaranya adalah keaktifan guru yang diwujudkan dalam bentuk menjadi pengurus di gugus sekolah, KKG, dan PKG. Guru secara aktif terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan perlombaan di UPT dengan menjadi panitia atau juri perlombaan. Selain itu, guru secara aktif mengikuti kompetisi yang diadakan UPT seperti lomba penulisan karya tulis ilmiah, guru teladan, dan guru berprestasi. Guru juga menjalin hubungan sosial yang baik dengan guru serta karyawan di UPT Pendidikan dan Kebudayaan Bener.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PERBEDAAN KEPUASAN KERJA ANTARA GURU YANG TELAH  Perbedaan Kepuasan Kerja Antara Guru yang Telah Bersertifikasi dengan yang Belum Bersertifikasi Di Kota Surakarta.

PERBEDAAN KEPUASAN KERJA ANTARA GURU YANG TELAH Perbedaan Kepuasan Kerja Antara Guru yang Telah Bersertifikasi dengan yang Belum Bersertifikasi Di Kota Surakarta.

Berdasarkan hasil perhitungan teknik analisis diperoleh nilai uji-t sebesar 0,733. Artinya tidak terdapat perbedaan kepuasan kerja antara guru yang telah bersertifikasi dengan yang belum bersertifikasi. Rerata tingkat kepuasan kerja guru bersertifikasi sebesar 139,58, dan guru yang belum bersertifikasi sebesar 136,71. Rerata empirik (RE) sebesar 138,43 dan rerata hipotetik (RH) sebesar 107,5 yang berarti kepuasan kerja pada subjek tergolong tinggi.

15 Baca lebih lajut

ANALISIS PERBEDAAN MOTIVASI KERJA, LOYALITAS KERJA, DAN KINERJA GURU YANG BERSERTIFIKASI DENGAN YANG BELUM BERSERTIFIKASI KECAMATAN KEDAWUNG SRAGEN Gunardi

ANALISIS PERBEDAAN MOTIVASI KERJA, LOYALITAS KERJA, DAN KINERJA GURU YANG BERSERTIFIKASI DENGAN YANG BELUM BERSERTIFIKASI KECAMATAN KEDAWUNG SRAGEN Gunardi

Beberapa faktor yang menyebabkan adanya perbedaan antara guru bersertifi- kasi dengan guru belum bersertifikasi di antaranya adalah faktor kemampuan mengajar. Guru yang sudah memperoleh sertifikat pendidik telah dinyatakan lulus uji sertifikasi pendidik. Dalam hal ini, ujian sertifikasi pendidik dimaksudkan sebagai kontrol mutu hasil pendidikan, sehingga seorang guru yang dinyatakan lulus dalam ujian sertifikasi pendidik diyakini mampu melaksanakan tugas mendidik, mengajar, melatih, membimbing dan menilai hasil belajar peserta didik. Selain faktor kemampuan, perbedaan antara guru bersertifikasi dengan guru belum bersertifikasi dapat disebabkan karena adanya perbedaan motivasi intrinsik. Guru bersertifikasi adalah guru yang telah memperoleh pengakuan sebagai tenaga pendidik profesional (qualified), hal ini dapat menimbulkan kebanggaan terha- dap pekerjaan sehingga secara intrinsik menyebabkan motivasi yang tinggi. Apa- bila ditinjau dari faktor loyalitas kerja, guru bersertifikasi merasa berkewajiban dan bertanggung jawab terhadap tunjangan profesi pendidik yang diterimanya. Tun- jangan Profesi Pendidik (TPP) atau sering disebut dengan tunjangan sertifikasi me- rupakan kebijakan Mendikbud di mana guru yang sudah memperoleh sertifikasi wajib mengajar minimal 24 jam tatap mu- ka setiap minggunya. Jika kurang 1 jam saja maka guru bersertifikasi tak akan mendapatkan tunjangan satu persen pun.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...