guru yang belum bersertifikasi

Top PDF guru yang belum bersertifikasi:

ANALISIS PERBEDAAN MOTIVASI KERJA, LOYALITAS KERJA, DAN KINERJA GURU YANG BERSERTIFIKASI DENGAN YANG BELUM BERSERTIFIKASI KECAMATAN KEDAWUNG SRAGEN Gunardi

ANALISIS PERBEDAAN MOTIVASI KERJA, LOYALITAS KERJA, DAN KINERJA GURU YANG BERSERTIFIKASI DENGAN YANG BELUM BERSERTIFIKASI KECAMATAN KEDAWUNG SRAGEN Gunardi

Kemampuan guru mengajar seka- rang ini oleh pemerintah diwajibkan ada- nya pengakuan yang dikenal dengan ser- tifikasi. Adanya sertifikasi ini seharusnya guru telah diakui kemampuannya meng- ajar sesuai dengan metode dan sistema- tika yang baik. Sertifikasi guru ini akan menjadi standar kompetensi guru dalam mengajar. Pemerintah memberikan in- sentif tambahan bagi guru yang telah ber- sertifikasi. Guru yang telah bersertifikasi seharusnya akan memiliki kemampuan yang lebih dibanding guru yang belum bersertifikasi. Hal itu belum dapat dibukti- kan kebenarannya karena itulah maka peneliti berniat untuk mengadakan pene- litian mengenai perbedaan guru yang bersertifikasi dengan yang belum berser- tifikasi terhadap motivasi kerja, loyalitas kerja dan kinerja (Mulyasa, 2006: 48).
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PERBEDAAN KINERJA GURU YANG TELAH BERSERTIFIKASI DENGAN NON SERTIFIKASI DI KOTA  Perbedaan Kinerja Guru Yang Telah Bersertifikasi Dengan Non Sertifikasi Di Kota Surakarta.

PERBEDAAN KINERJA GURU YANG TELAH BERSERTIFIKASI DENGAN NON SERTIFIKASI DI KOTA Perbedaan Kinerja Guru Yang Telah Bersertifikasi Dengan Non Sertifikasi Di Kota Surakarta.

Kinerja guru merupakan elemen penting dalam pendidikan, selain itu juga merupakan penentu tinggi rendahnya kualitas pendidikan. Kinerja guru dilakukan oleh guru dalam melaksanakan tugas seorang guru sebagai pendidik. Bahasa jawa yang merupakan bahasa sehari-hari bagi warga Solo dan sekitarnya membuat pelajaran bahasa jawa dipandang sebelah mata oleh peserta didik. Maka menjadi tugas guru untuk mempunyai kompetensi dan kualitas yang tinggi sehingga hal tersebut dapat meningkatkan pula kinerja guru dalam mengajar. Oleh karenanya guru sendiri dituntut memiliki kinerja yang tinggi sehingga dengan kinerja yang tinggi mampu meningkatkan kualitas sumber daya yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Kajian yang dilakukan berbagai pihak terkait dengan sertifikasi sebenarnya menegaskan bahwa terdapat harapan yang besar pula baik dari masyarakat maupun pemerintah terhadap kualitas pendidikan di Indonesia melalui program tersebut Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan kinerja guru yang bersertifikasi dengan guru yang belum bersertifikasi, sehingga penulis mengajukan hipotesis ada perbedaan kinerja pada guru yang telah bersertifikasi dengan yang belum bersertifikasi.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Perbedaan Optimisme Masa Depan Pada Guru Yang Telah Bersertifikasi Dan Yang Belum Bersertifikasi Di Kota Surakarta.

PENDAHULUAN Perbedaan Optimisme Masa Depan Pada Guru Yang Telah Bersertifikasi Dan Yang Belum Bersertifikasi Di Kota Surakarta.

diri dengan situasi dan persoalan yang dihadapi. Apabila pendidikan di Indonesia ini ingin maju dan berhasil, maka memang para guru, yang menjadi ujung tombaknya harus sungguh profesional, baik dalam bidang keahliannya (kompetensi), dalam bidang pendampingan, dan dalam kehidupannya yang dapat dicontoh oleh sisiwa. Persoalan yang dihadapi yaitu adalah status sertifikasi yang membedakan guru, dimana yang kita tahu bahwasanya seorang guru adalah pakar pendidik bagi siswanya. Tentunya guru yang bersertifikasi memiliki optimisme masa depan, dibandingkan dengan guru yang belum bersertifikasi dikarenakan dengan status sertifikasi berpengaruh pada kesejahteraan guru dengan tunjangan yang diberikan oleh Pemerintah.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

PEMBERDAYAAN GURU SD BERSERTIFIKASI PENDIDIK  DI UPT PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN BENER   Pemberdayaan Guru SD Bersertifikasi Pendidik Di UPT Pendidikan dan Kebudayaan Bener Kabupayen Purworejo.

PEMBERDAYAAN GURU SD BERSERTIFIKASI PENDIDIK DI UPT PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN BENER Pemberdayaan Guru SD Bersertifikasi Pendidik Di UPT Pendidikan dan Kebudayaan Bener Kabupayen Purworejo.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Karakteristik pemberdayaan guru dalam bidang akademik diwujudkan dalam bentuk mengikutsertakan guru dalam kegiatan KKG dan PKG. Dimana guru berperan aktif menjadi pemandu mata pelajaran dan tutor dalam kegiatan tersebut dengan menyusun materi ajar KKG dan membuat APM. Pemberdayaan guru bersertifikasi pendidik juga dilakukan dalam bentuk peningkatkan kompetensi dan profesionalisme yang dilakukan dengan mengikutsertakan guru dalam kegiatan pelatihan, seminar, dan workshop. Guru diwajibkan untuk mengikuti dan menyusun PTK. Dengan adanya pemberdayaan dalam kegiatan akademik, kemampuan guru dapat ditingkatkan dan dapat membantu guru yang belum bersertifikasi dalam meningkatkan profesionalismenya; (2) Karakteristik pemberdayaan guru bersertifikasi diantaranya adalah keaktifan guru yang diwujudkan dalam bentuk menjadi pengurus di gugus sekolah, KKG, dan PKG. Guru secara aktif terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan perlombaan di UPT dengan menjadi panitia atau juri perlombaan. Selain itu, guru secara aktif mengikuti kompetisi yang diadakan UPT seperti lomba penulisan karya tulis ilmiah, guru teladan, dan guru berprestasi. Guru juga menjalin hubungan sosial yang baik dengan guru serta karyawan di UPT Pendidikan dan Kebudayaan Bener.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PERBEDAAN KINERJA GURU YANG TELAH BERSERTIFIKASI DENGAN NON SERTIFIKASI DI KOTA  Perbedaan Kinerja Guru Yang Telah Bersertifikasi Dengan Non Sertifikasi Di Kota Surakarta.

PERBEDAAN KINERJA GURU YANG TELAH BERSERTIFIKASI DENGAN NON SERTIFIKASI DI KOTA Perbedaan Kinerja Guru Yang Telah Bersertifikasi Dengan Non Sertifikasi Di Kota Surakarta.

Kinerja guru merupakan elemen penting dalam pendidikan, selain itu juga merupakan penentu tinggi rendahnya kualitas pendidikan. Kinerja guru dilakukan oleh guru dalam melaksanakan tugas seorang guru sebagai pendidik. Bahasa jawa yang merupakan bahasa sehari-hari bagi warga Solo dan sekitarnya membuat pelajaran bahasa jawa dipandang sebelah mata oleh peserta didik. Maka menjadi tugas guru untuk mempunyai kompetensi dan kualitas yang tinggi sehingga hal tersebut dapat meningkatkan pula kinerja guru dalam mengajar. Oleh karenanya guru sendiri dituntut memiliki kinerja yang tinggi sehingga dengan kinerja yang tinggi mampu meningkatkan kualitas sumber daya yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Kajian yang dilakukan berbagai pihak terkait dengan sertifikasi sebenarnya menegaskan bahwa terdapat harapan yang besar pula baik dari masyarakat maupun pemerintah terhadap kualitas pendidikan di Indonesia melalui program tersebut Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan kinerja guru yang bersertifikasi dengan guru yang belum bersertifikasi, sehingga penulis mengajukan hipotesis ada perbedaan kinerja pada guru yang telah bersertifikasi dengan yang belum bersertifikasi.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PERBEDAAN KEPUASAN KERJA ANTARA GURU YANG TELAH  Perbedaan Kepuasan Kerja Antara Guru yang Telah Bersertifikasi dengan yang Belum Bersertifikasi Di Kota Surakarta.

PERBEDAAN KEPUASAN KERJA ANTARA GURU YANG TELAH Perbedaan Kepuasan Kerja Antara Guru yang Telah Bersertifikasi dengan yang Belum Bersertifikasi Di Kota Surakarta.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kepuasan kerja antara guru yang bersertifikasi dan yang belum bersertifikasi . Hipotesis yang diajukan adalah ada perbedaan kepuasan kerja antara guru yang telah bersertifikasi dengan guru yang belum bersertifikasi. Populasi dalam penelitian ini adalah anggota MGMP Bahasa Jawa SMP se Surakarta dengan sampel 60 orang. Alat ukur yang digunakan untuk mengungkap variabel-variabel penelitian yakni: skala kepuasan kerja. Penelitian ini menggunakan purposive sample. Teknik analisis data yang digunakan adalah Uji t.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

PERBEDAAN OPTIMISME MASA DEPAN PADA GURU YANG TELAH BERSERTIFIKASI DAN YANG BELUM  Perbedaan Optimisme Masa Depan Pada Guru Yang Telah Bersertifikasi Dan Yang Belum Bersertifikasi Di Kota Surakarta.

PERBEDAAN OPTIMISME MASA DEPAN PADA GURU YANG TELAH BERSERTIFIKASI DAN YANG BELUM Perbedaan Optimisme Masa Depan Pada Guru Yang Telah Bersertifikasi Dan Yang Belum Bersertifikasi Di Kota Surakarta.

pendidikan di Indonesia ini ingin maju dan berhasil, maka memang para guru, yang menjadi ujung tombaknya harus sungguh profesional, baik dalam bidang keahliannya (kompetensi), dalam bidang pendampingan, dan dalam kehidupannya yang dapat dicontoh oleh sisiwa. Persoalan yang dihadapi yaitu adalah status sertifikasi yang membedakan guru, dimana yang kita tahu bahwasanya seorang guru adalah pakar pendidik bagi siswanya. Tentunya guru yang bersertifikasi memiliki optimisme masa depan, dibandingkan dengan guru yang belum bersertifikasi dikarenakan dengan status sertifikasi berpengaruh pada kesejahteraan guru dengan tunjangan yang diberikan oleh Pemerintah.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Perbedaan Etos Kerja Guru Belum Bersertifikasi dengan Guru Bersertifikasi di Sekolah Dasar Negeri UPT Dinpendik Kecamatan Kaloran T2 942011083 BAB IV

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Perbedaan Etos Kerja Guru Belum Bersertifikasi dengan Guru Bersertifikasi di Sekolah Dasar Negeri UPT Dinpendik Kecamatan Kaloran T2 942011083 BAB IV

Pada Tabel 4.1 menunjukkan bahwa responden pada penelitian ini mempunyai masa kerja sebagian besar golongan 01-05 tahun (23,33%) bagi guru yang belum bersertifikasi sedangkan guru bersertifikasi mempunyai masa kerja golongan 26 – 30 tahun (28,57%)

12 Baca lebih lajut

KINERJA GURU PENDIDIKAN JASMANI YANG BERSERTIFIKASI DAN YANG BELUM BERSERTIFIKASI DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI DI SMA NEGERI KOTA CIMAHI: Studi Deskriptif Terhadap Guru Pendidikan Jasmani Sekolah Menengah Atas Negeri Kota Cimahi.

KINERJA GURU PENDIDIKAN JASMANI YANG BERSERTIFIKASI DAN YANG BELUM BERSERTIFIKASI DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI DI SMA NEGERI KOTA CIMAHI: Studi Deskriptif Terhadap Guru Pendidikan Jasmani Sekolah Menengah Atas Negeri Kota Cimahi.

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan kinerja guru yangbersertifikasi dan guru yang belum bersertifikasi dalam pembelajaran pendidikan jasmani di SMA Negeri Kota Cimahi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif, sampel dalam penelitian ini berjumlah 23 orang dari 6 SMA Negeri Kota Cimahi yang terdiri dari 12 guru penjas yang bersertifikasi dan 11 guru penjas yang belum bersertifikasi. Penentuan dan penetapan sampel menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah menggunakan lembar observasi dan angket untuk mengetahui kinerja guru penjas berdasarkan empat kompetensi dasar. Selanjutnya data di analisis menggunakan penilaian yang dibuat permendiknas yaitu pengolahan presentase setiap nilai yang diperoleh. Hasil pengolahan dan analisis data diperoleh rata-rata total nilai kinerja guru penjas yang bersertifikasi 50 dengan nilai rata-rata konversi 89 termasuk dalam kategori baik, selanjutnya guru penjas yang belum bersertifikasimeperoleh rata-rata total nilai kinerja 40 dengan nilai rata-rata konversi 72 termasuk dalam kategori cukup, kemudian hasil analisis deskriptif uji kesamaan dua proporsi z hitung 0,86 < z tabel 3,05 yang menunjukkan
Baca lebih lanjut

56 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Perbedaan Etos Kerja Guru Belum Bersertifikasi dengan Guru Bersertifikasi di Sekolah Dasar Negeri UPT Dinpendik Kecamatan Kaloran T2 942011083 BAB V

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Perbedaan Etos Kerja Guru Belum Bersertifikasi dengan Guru Bersertifikasi di Sekolah Dasar Negeri UPT Dinpendik Kecamatan Kaloran T2 942011083 BAB V

meningkatkan menjadi kategori sangat tinggi. Bagi guru yang belum bersertifikasi dapat meningkatkan etos kerjanya dari kategori tinggi menjadi sangat tinggi, sesuai dengan (Keppres RI No:3 tahun 2003) bahwa setiap guru pemegang sertifikat pendidikan profesional wajib menunjukkan kompetensi dan etos kerjanya dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi- nya, sehingga apa yang diharapkan pemerintah hubungannya dengan tunjangan pendidik dapat meningkatkan etos kerjanya.

5 Baca lebih lajut

Perbedaan Skor Work Engagement Pada Guru Yang Bersertifikasi Dengan Guru Yang Belum Bersertifikasi Di Smp Negeri Se-Kecamatan Denpasar Utara.

Perbedaan Skor Work Engagement Pada Guru Yang Bersertifikasi Dengan Guru Yang Belum Bersertifikasi Di Smp Negeri Se-Kecamatan Denpasar Utara.

adalah 86,23 + 8,31 sedangkan rata-rata skor work engagement guru yang belum bersertifikasi adalah 79,25 + 11,93. Hasil uji komparabilitas p = 0,003, menunjukkan bahwa rata-rata skor work engagement antara guru yang bersertifikasi dengan guru yang belum bersertifikasi berbeda secara bermakna (p < 0,05). Dapat dikatakan sertifikasi menjadi salah satu variabel yang berpengaruh terhadap keterikatan kerja (work engagement) guru. Disimpulkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata skor work engagement pada guru yang bersertifikasi dengan guru yang belum bersertifikasi dimana skor work engagement guru bersertifikasi lebih tinggi daripada guru belum bersertifikasi. Disarankan untuk dilakukan upaya regulasi oleh pemerintah agar semua guru di Indonesia bersertifikasi.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Penguasaan Kompetensi Guru yang Bersertifikasi di SMP Kristen 2 Salatiga

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Penguasaan Kompetensi Guru yang Bersertifikasi di SMP Kristen 2 Salatiga

 Pemahaman guru sertifikasi dan yang belum sertifikasi dilihat dari pemahaman standar kompetensi semua guru memahami, tidak ada perbedaan antara guru bersertifikasi dengan yang belum sertifikasi. Karena pemahaman itu dilakukan pembinaan terus menerus sehingga tutntutan antara guru bersertifikasi dengan yang belum bersertifikasi tuntutanya sama. Sertifikasi hanya pengakuan keprofesionalan guru setelah mengikuti uji kompetensi.

22 Baca lebih lajut

Evaluasi Kinerja Guru yang Telah Bersertifikasi Profesi Pendidikan

Evaluasi Kinerja Guru yang Telah Bersertifikasi Profesi Pendidikan

Berdasarkan Berita Acara Penetapan Pemenang Nomor : 10/PBJ-Kons-Pd/IV.40/2012 tanggal 7 September 2012 Panitia Pengadaan Jasa Konsultansi Dinas Pendidikan Kota Bandar Lampung mengumumkan pemenang Seleksi Sederhana Pekerjaan Evaluasi Kinerja Guru yang Telah Bersertifikasi Profesi Pendidikan di Kota Bandar Lampung dengan nilai Harga Perkiraan Sendiri Rp.150.000.000,- dengan nilai ambang lulus (passing grade) = 60, dengan hasil sebagai berikut :

1 Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI PENGEMBANGAN KEPROFESIAN  BERKELANJUTAN BAGI GURU-GURU BERSERTIFIKASI PENDIDIK  Implementasi Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Bagi Guru-Guru Bersertifikasi Pendidik Di SMK Bhinneka Karya Simo-Boyolali.

IMPLEMENTASI PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN BAGI GURU-GURU BERSERTIFIKASI PENDIDIK Implementasi Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Bagi Guru-Guru Bersertifikasi Pendidik Di SMK Bhinneka Karya Simo-Boyolali.

Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan karakteristik: (1) Program pengembangan keprofesian berkelanjutan bagi guru-guru bersertifikasi pendidik bagi guru-guru di SMK Bhinneka Karya Simo, (2) Implementasi pengembangan keprofesian berkelanjutan bagi guru-guru bersertifikasi pendidik di SMK Bhinneka Karya Simo. Penelitian ini menggunakan metode deskriftif kualitatif dengan desain studi kasus terhadap suatu proses dan penerapan kebijakan tentang implementasi pengembangan keprofesian berkelanjutan dengan metode pengumpulan data wawancara, observasi dan dokumentasi. Pengujian keabsahan data menggunakan trianggulasi data dengan menggabungkan metode wawancara, dokumentasi dan observasi. Teknik analisis data meliputi: pengumpulan, penyajian data, reduksi data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Program dan implementasi kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan guru di SMK Bhinneka karya Simo dengan kegiatan, yaitu: (1) Pengembangan diri melalui pendidikan dan pelatihan guru yang direfleksikan dalam pembelajaran, (2) Publikasi ilmiah dengan kegiatan penyusunan bahan ajar atau modul, dan penyusunan penelitian dalam bidang pendidikan, (3) Karya inovatif dengan kegiatan pembuatan alat peraga serta penyusunan pedoman soal ujian dan ulangan berupa kisi-kisi soal ujian atau ulangan. Pengembangan keprofesian berkelanjutan diharapkan berdampak terhadap peningkatan kompetensi guru yang berimbas terhadap kualitas siswa baik hasil maupun proses pembelajaran. Kepala sekolah dalam implementasi pengembangan keprofesian berkelanjutan memiliki peran yang strategis yaitu sebagai supervisor, motivator dan sebagai evaluator.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU YANG BERSERTIFIKASI DI MTs NURUL IKHSAN SENGON  Kompetensi Pedagogik Guru Yang Bersertifikasi Di MTs Nurul Ikhsan Sengon Wetan Purwodadi.

KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU YANG BERSERTIFIKASI DI MTs NURUL IKHSAN SENGON Kompetensi Pedagogik Guru Yang Bersertifikasi Di MTs Nurul Ikhsan Sengon Wetan Purwodadi.

Hal yang menjadi pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana kompetensi pedagogik guru yang bersertifikasi di MTs Nurul Ikhsan Sengonwetan Purwodadi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan merencanakan proses belajar mengajar guru yang bersertifikasi, untuk mendeskripsikan kemampuan melaksanakan proses belajar mengajar guru yang bersertifikasi, dan untuk mendeskripsikan kemampuan melaksanakan penilaian proses belajar mengajar guru yang bersertifikasi di MTs Nurul Ikhsan Sengonwetan Purwodadi.

13 Baca lebih lajut

PEMBERDAYAAN GURU SD BERSERTIFIKASI PENDIDIK  DI UPT PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN BENER   Pemberdayaan Guru SD Bersertifikasi Pendidik Di UPT Pendidikan dan Kebudayaan Bener Kabupayen Purworejo.

PEMBERDAYAAN GURU SD BERSERTIFIKASI PENDIDIK DI UPT PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN BENER Pemberdayaan Guru SD Bersertifikasi Pendidik Di UPT Pendidikan dan Kebudayaan Bener Kabupayen Purworejo.

Salah satu karakteristik pemberdayaan guru bersertifikasi pendidik di UPT Pendidikan dan Kebudayaan Bener adalah mengikutsertakan guru dalam kegiatan seminar, pelatihan, dan workshop untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalismenya. Guru bersertifikasi diwajibkan untuk mengikuti pelatihan PTK dan mempraktekkannya langsung dengan menyusun PTK. Dibandingkan dengan penelitian ini, penelitian yang dilakukan oleh Pavlos Koulouris & Sofoklis Sotiriou (2006) dalam penelitiannya yang berjudul “Building Lifelong Learning Networks of Teachers for the Development of Competence in Teaching in Small Rural Schools”. Penelitian ini membahas tentang cara-cara yang dilakukan untuk meningkatkan kegiatan belajar mengajar melalui teknologi baru. Dan juga membahas tentang kemampuan guru dalam menghadapi perkembangan kompetensi guru dalam menajalani tanggung jawabnya sebagai guru.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Pemberdayaan Guru SD Bersertifikasi Pendidik Di UPT Pendidikan dan Kebudayaan Bener Kabupayen Purworejo.

PENDAHULUAN Pemberdayaan Guru SD Bersertifikasi Pendidik Di UPT Pendidikan dan Kebudayaan Bener Kabupayen Purworejo.

Dalam rangka meningkatknan profesionalisme guru SD bersertifikasi pendidik, UPT Pendidikan dan Kebudayaan Bener Kabupaten Purworejo melakukan berbagai upaya pemberdayaan terhadap guru tersebut. Pemberdayaan dilakukan karena pimpinan memandang guru bersertifikasi merupakan salah satu komponen penting dalam peningkatkan kualitas pembelajaran. Oleh karena itu meskipun program ini baru dilakukan beberapa tahun lalu, namun UPT Pendidikan dan Kebudayaan Bener Kabupaten Purworejo melakukan upaya untuk menyukseskan program ini. Hingga saat ini guru yang telah lulus sertifikasi pendidik dan memiliki sertifikat guru professional di UPT Pendidikan dan Kebudayaan Bener Kabupaten Purworejo berjumlah 133 orang.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN KOMPETENSI PAEDAGOGIK GURU PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN YANG SUDAH BERSERTIFIKASI  Pengembangan Kompetensi Paedagogik Guru Pendidikan Kewarganegaraan Yang Sudah Bersertifikasi (Studi Kasus Pada Guru PKn di SMP Negeri I Wedi Kabupaten Klaten Tah

PENGEMBANGAN KOMPETENSI PAEDAGOGIK GURU PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN YANG SUDAH BERSERTIFIKASI Pengembangan Kompetensi Paedagogik Guru Pendidikan Kewarganegaraan Yang Sudah Bersertifikasi (Studi Kasus Pada Guru PKn di SMP Negeri I Wedi Kabupaten Klaten Tah

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mendiskripsikan pembelajaran yang dilakukan guru PKn yang telah bersertifikasi di SMP Negeri I Wedi Kabupaten Klaten Tahun 2012/2013. 2) Mendiskripsikan langkah sekolah dalam melakukan pengembangan kompetensi paedagogik pada guru PKn yang sudah bersertifikasi di SMP Negeri I Wedi Kabupaten Klaten Tahun 2012/2013.

16 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN KOMPETENSI PAEDAGOGIK GURU PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN YANG SUDAH BERSERTIFIKASI  Pengembangan Kompetensi Paedagogik Guru Pendidikan Kewarganegaraan Yang Sudah Bersertifikasi (Studi Kasus Pada Guru PKn di SMP Negeri I Wedi Kabupaten Klaten Tah

PENGEMBANGAN KOMPETENSI PAEDAGOGIK GURU PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN YANG SUDAH BERSERTIFIKASI Pengembangan Kompetensi Paedagogik Guru Pendidikan Kewarganegaraan Yang Sudah Bersertifikasi (Studi Kasus Pada Guru PKn di SMP Negeri I Wedi Kabupaten Klaten Tah

Berdasarkan hasil penelitian mengenai pengembangan kompetensi paedagogik guru pendidikan kewarganegaraan yang sudah bersertifikasi dapt ditarik kesimpulan: 1) Pembelajaran yang dilakukan guru PKn yang sudah bersertifikasi di SMP Negeri I Wedi bisa dikatakan cukup baik. Guru menyusun silabus dan RPP sebelum melakukan pembelajaran di kelas. Guru memberikan materi pelajaran sesuai dengan kesepakatan MGMP serta acuan dari pemerintah. Guru menggunakan media pembelajaran dalam implementasinya di kelas. Guru melakukan 4 penilaian dalam implementasinya di kelas. 2) Langkah SMP Negeri I Wedi dalam melakukan pengembangan kompetensi paedagogik pada guru PKn yang sudah bersertifikasi dilakukan dalam berbagai bentuk. Guru PKn yang sudah bersertifikasi datang pada acara seminar, loka karya ataupun workshop pada acara yang digelar perguruan tinggi serta lembaga pemerintahan. Sekolah mendukung guru dalam mengikuti acara seminar, loka karya ataupun workshop pada acara yang digelar perguruan tinggi serta lembaga pemerintahan. Kepala sekolah berperan dalam ikut mengembangkan kompetensi paedagogik guru PKn yang telah bersertifikasi di SMP Negeri I Wedi. Guru bidang studi lain juga berperan dalam ikut meningkatkan pengembangan kompetensi paedagogik guru PKn yang telah bersertifikasi di SMP Negeri I Wedi.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

KEMAMPUAN GURU BERSERTIFIKASI DALAM MENGEMBANGKAN TUGAS POKOK GURU DI SMK NEGERI 1 BINJAI.

KEMAMPUAN GURU BERSERTIFIKASI DALAM MENGEMBANGKAN TUGAS POKOK GURU DI SMK NEGERI 1 BINJAI.

2. Kepada para guru bersertifikasi yang telah menerima tunjangan profesi agar diwajibkan membeli laptop dan buku-buku tentang model-model pembelajaran yang kini telah banyak tersedia di toko buku, tumbuhkan minat baca yang tinggi pada buku tersebut, kemudian segera mulai diuji coba dan diterapkan, seraya terus menerus mengembangkan keterampilan mengajar dengan bantuan power point. Pembelajaran haruslah menyenangkan bagi siswa, dan keadaan itu hanya dapat terjadi ketika guru menerapkan model-model beserta metode pembelajaran yang bervariasi. Supervisi pembelajaran terhadap guru yang bersertifikasi di kelas oleh kepala sekolah, pengawas sekolah atau oleh guru-guru senior yang dipandang layak oleh kepala sekolah perlu terus dilaksanakan secara berkala. Pelaksanaan lesson study diyakini akan dapat meningkatkan kemampuan guru dalam mengembangkan penyajian program pembelajaran di depan kelas.
Baca lebih lanjut

37 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...