Hak Cipta Lagu

Top PDF Hak Cipta Lagu:

Perlindungan Hukum Pemegang Hak Cipta Terhadap Pembajakan Hak Cipta Lagu Atau Musik

Perlindungan Hukum Pemegang Hak Cipta Terhadap Pembajakan Hak Cipta Lagu Atau Musik

Undang-Undang Hak Cipta yang terbaru yaitu Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2002, memberikan perlindungan hukum hak cipta yang lebih ditingkatkan dari peraturan perundang-undangan sebelumnya. Pada masa sekarang kemajuan teknologi dan informasi, telah memberikan kontribusi yang demikian besar terhadap globalisasi perdagangan berbagai ciptaan-ciptaan yang termasuk HAKI. Dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat, menyebabkan hak cipta khususnya hak cipta lagu atau musik akhir-akhir ini semakin banyak mendapat sorotan. Hal ini mengingat semakin banyaknya praktek-praktek persaingan dagang yang tidak sehat berupa pelanggaran hak cipta di bidang lagu atau musik. Pelanggaran tersebut berupa pembajakan hak cipta lagu atau musik di mana alat atau media yang digunakannya ada yang berbentuk Compact Disc (CD) atau Video Compact Disc (VCD). Dengan munculnya pembajakan hak cipta tersebut sehingga timbul beberapa permasalahan mengenai bagaimana bentuk-bentuk pembajakan hak cipta lagu atau musik tersebut, bagaimana pengaturan mengenai bentuk-bentuk dan upaya penegak hukum terhadap pembajakan tersebut serta bagaimana peranan pemerintah dalam upaya penegakan hukum terhadap pembajakan tersebut. Pembajakan hak cipta lagu atau musik tersebut bisa meresahkan kemajuan perekonomian negara.
Baca lebih lanjut

147 Baca lebih lajut

Kajian Atas Putusan-Putusan Peradilan Dalam Sengketa Hak Cipta Lagu

Kajian Atas Putusan-Putusan Peradilan Dalam Sengketa Hak Cipta Lagu

Bahwa Peradilan telah melakukan upaya yang tepat akibat tidak adanya bukti yang membuat pemohon dinyatakan untuk bersalah, dimana bila tidak adanya bukti-bukti yang lengkap maka tuntutan dibatalkan dan tidak memenuhi pada Pasal Pidana atau Perdata UUHCNo 19/2002 sehingga mengabulkan Kasasi Pemohon yaitu: Ny. Delia Wijaya terhadap Yayasan Karya Cipta Indonesia, dimana pemilik Karaoke Dinda di Jl.Sudirman Bandung tidak terbukti bersalah melakukan penyiaran atas Hak Cipta Lagu membebaskan dari segala dakwaan dan rehabilitasi terhadap martabatnya, akibat putusan No.1041/Pid/B/Pn.Bdg yang menjatuhkan hukuman 1 (satu) tahun penjara, Subsidair 1 (satu) bulan serta denda Rp.100.000.(seratus ribu rupiah) membayar ongkos perkara 10.000.(sepuluh ribu rupiah) dan menyerahkan barang bukti dan putusan Kasasi ini dimana barang bukti untuk diserahkan kepada Pemohon Kasasi, serta ongkos perkara ditanggung Negara Dalam hal ini perlu adanya saksi ahli dan Hakim telah melakukan dengan memakai teori prioritas baku yang memenuhi tiga pokok prinsipil yaitu keadilan, kepastian dan kemanfaatan, Hakim dalam hal ini pula bersifat pasif (Lidelikeheid van recter) serta melalui pengawasan putusan pengaadilan melalui Kasasi (Toezict op de rechtspraak door van cassatie) dan putusan Hakim tersebut dengan memakai alasan sebagai dasar mengadili(Pasal 23 UU No.14 1970, Pasal 184 (1),319 HIR195,618 RBg).
Baca lebih lanjut

164 Baca lebih lajut

ANALISI KASUS HAK CIPTA lagu

ANALISI KASUS HAK CIPTA lagu

Putusan Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan No. 69/PDT.SUS HAK CIPTA/2014/PN.NIAGA. JKT.PST- (terlampir) merupakan kasus perdata khusus, yang mengenai sengketa Hak Cipta yang terdiri dari 2 Pihak. Pertama adalah DR. MUCHTAR PAKPAHAN,SH.,MH, selaku Penggugat yang kemudian melawan pihak Tergugat I Dewan Eksekutif Nasional Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (DEN KSBSI). Tergugat II Dewan Pengurus Pusat Federasi Kontraktor, Umum dan Informasi – Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (FKUI-SBSI). Tergugat III Dewan Pengurus Pusat Federasi Niaga, Keuangan dan Perbankan-Serikat Buruh Sejatera Indonesia (F NIKEUBA-SBSI). Tergugat IV Dewan Pengurus Pusat Federasi Serikat Buruh Hutan, Kayu dan Pertanian-Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (FSB HUKATAN-SBSI). Tergugat V Dewan Pengurus Pusat Federasi Garmen, Tekstil, Kulit, Dan Sepatu- Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (F GARTEKS-SBSI). Tergugat VI Dewan Pengurus Pusat Federasi Serikat Buruh Makanan, Minuman, Pariwisata, Hotel Dan Tembakau –Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (DPP FSB KAMIPARHO-SBSI). Tergugat VII Dewan Pengurus Pusat Federasi Pertambangan Dan Energi – Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (FPE-SBSI). Tergugat VIII Dewan Pengurus Pusat Federasi Kimia, Industri, Kesehatan Dan Rumh Sakit Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (F KIKES – SBSI). Tergugat IX Dewan Pengurus Pusat Federasi Logam, Mesin Dan Elektronik- Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (F LOMENIK-SBSI). Tergugat X Dewan Pengurus Bpusat Federasi Pendidikan, Pengajaran Dan Pegawai Negeri – Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (FESDIKARI-SBSI). Tergugat XI Koperasi Anggota-Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KOPAG-SBSI).
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

hak cipta lagu atau musik daerah uu 19 thn 2002

hak cipta lagu atau musik daerah uu 19 thn 2002

Seiring dengan perkembangan industri lagu atau musik sekarang ini di Indonesia, semakin banyaknya terjadi pelanggaran-pelanggaran hak cipta karya suatu lagu atau musik, belum lama ini Malaysia telah mengklaim beberapa lagu atau musik daerah yang merupakan kesenian tradisional dan hasil karya cipta asli bangsa Indonesia. Maka dengan adanya pengakuan dari Malaysia tersebut dapat mengakibatkan kerugian bagi pencipta atau pemegang hak cipta, selain itu juga sering kali terjadi pembajakan lagu-lagu yang dilakukan oleh beberapa orang yang tidak bertanggung jawab, sehingga berdasarkan hal-hal tersebut maka penulis mencoba untuk mengkaji lebih jauh secara normatif dengan melihat pelanggaran yang ada melalui penulisan skripsi dengan Judul “PERLINDUNGAN HUKUM HAK CIPTA LAGU ATAU MUSIK DAERAH MENURUT UU NO.19 TAHUN 2002”
Baca lebih lanjut

63 Baca lebih lajut

TINJAUAN YURIDIS PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PEMEGANG HAK CIPTA LAGU DAERAH DI KOTA PALU (Studi Kasus: Hasan M Bahasyuan Institute Palu) | PARADIPTHA | Legal Opinion 5848 19402 1 PB

TINJAUAN YURIDIS PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PEMEGANG HAK CIPTA LAGU DAERAH DI KOTA PALU (Studi Kasus: Hasan M Bahasyuan Institute Palu) | PARADIPTHA | Legal Opinion 5848 19402 1 PB

Kurangnya sosialisasi Undang- Undang ini terbukti dari kenyataan begitu banyaknya pelanggaran UUHC atau maraknya pembajakan lagu daerah yang terjadi. Kondisi yang demikian berdampak pada penegakan UUHC di Indonesia yang terkesan belum optimal. Untuk menelaah ini akan dibahas dengan berpedoman teori Friedman 7 yang intinya dalam pembangunan system hukum dalam suatu Negara harus memperhatikan tiga aspek pokok apabila pembangunan system hukum tersebut ingin berhasil, yaitu aspek substansi, aspek struktur dan aspek budaya hukum. Menurut UUHC tahun 2002 yang menganut apa yang dikatakan dengan paham positivism, undang-undang untuk merekayasa masyarakat “Law as a tool of Social engenering”. Selanjutnya perlu dipahami bahwa untuk mendudukan perkara hendaknya dikenali betul materi yang dihadapi.Selama ini pengertian atau pemahaman yang dimiliki oleh aparat penegak hukum atau pun masyarakat masih kacau. Namun dalam perkembangannya bahwa menurut UUHC aturan tentang hak cipta , baik materi maupun sanksi hukum sudah cukup mewadahi, hanya disayangkan undang-undang tersebut sampai saat ini belum diterapkan secara optimal sepenuhnya dalam rangka memberantas para pembajak CD/VCD.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PERLINDUNGAN HUKUM HAK CIPTA LAGU RAKYAT DIHUBUNGKAN DENGAN SISTEM PENDAFTARAN HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL.

PERLINDUNGAN HUKUM HAK CIPTA LAGU RAKYAT DIHUBUNGKAN DENGAN SISTEM PENDAFTARAN HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL.

Pendaftaran hak cipta dilakukan secara pasif, artinya semua permohonan pendaftaran diterima dengan tidak terlalu mengadakan penelitian mengenai hak pemohon, kecuali jika sudah jelas ternyata ada pelanggaran hak cipta. Berdasarkan hal tersebut maka kekuatan hukum dari suatu pendaftaran ciptaan dapat hapus dengan dinyatakan batal oleh pengadilan niaga. 11 Disamping pendaftaran yang bersifat pasif, ternyata masih terdapat kelemahan dalam hak cipta, khususnya bagi lagu rakyat. Banyak lagu rakyat yang tidak diketahui siapa penciptanya atau tertera nama samaran penciptanya Walaupun pemerintah memegang hak cipta terhadap ciptaan yang tidak diketahui penciptanya, sebagaimana dinyatakan dalam Pasal 11 UUHC 2002
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Peran Karya Cipta Indonesia Dalam Perlindungan Hak Cipta Lagu Yang Digunakan Secara Komersial(Studi Perlindungan Hukum Terhadap Lagu).

PENDAHULUAN Peran Karya Cipta Indonesia Dalam Perlindungan Hak Cipta Lagu Yang Digunakan Secara Komersial(Studi Perlindungan Hukum Terhadap Lagu).

Menurut Saidin 1 Hak Cipta merupakan hak benda immateriil yang dimaksud dengan hak milik immateriil adalah hak milik yang objek haknya adalah suatu benda yang tidak memiliki wujud, sehingga dalam hal ini bukan fisik atau wujud dari suatu suatu benda atau barang yang di hak ciptakan, namun apa yang terkandung di dalamnya yang memiliki hak cipta. Oleh karena kata harta benda/properti mengisyaratkan adanya sesuatu benda nyata. Padahal Hak Kekayaan Intelektual itu tidak ada sama sekali menampilkan benda nyata. Ia bukanlah benda materil. Ia merupakan hasil kegiatan daya cipta pikiran manusia yang diungkapkan ke dunia luar dalam suatu bentuk, baik material maupun immaterial. Bukan bentuk penjelmaannya yang dilindungi akan tetapi daya cipta itu sendiri. Daya cipta itu dapat berwujud dalam bidang seni, industri dan ilmu pengetahuan atau paduan ketiga-tiganya.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PERAN KARYA CIPTA INDONESIA DALAM PERLINDUNGAN HAK CIPTA LAGU YANG DIGUNAKAN SECARA KOMERSIAL  Peran Karya Cipta Indonesia Dalam Perlindungan Hak Cipta Lagu Yang Digunakan Secara Komersial(Studi Perlindungan Hukum Terhadap Lagu).

PERAN KARYA CIPTA INDONESIA DALAM PERLINDUNGAN HAK CIPTA LAGU YANG DIGUNAKAN SECARA KOMERSIAL Peran Karya Cipta Indonesia Dalam Perlindungan Hak Cipta Lagu Yang Digunakan Secara Komersial(Studi Perlindungan Hukum Terhadap Lagu).

Langkah Karya Cipta Indonesia dalam menangani pelanggaran dengan mengutamakan langkah persuasif akan lebih efisien dan mengurangi lebih besarnya kerugian dari para pihak. Karena, apabila suatu langkah hukum telah diambil terdapat dua kemungkinan yang mana dalam putusan perkara tersebut dapat dimenangkan oleh pihak Karya Cipta Indonesia atau dimenangkan oleh pengguna seperti pada kasus tuntutan Karya Cipta Indonesia terhadap Inul Vizta pada putusan Pengadilan Negeri Jakarta tahun 2013 lalu. Terlebih lagi saat ini LMKN (Lembaga Manajemen Kolektif Nasional) juga memiliki kewenangan untuk melakukan mediasi apabila terdapat sengketa sebagaimana di tulis dalam pasal 6 huruf g Peraturan Menteri Hukum dan HAM nomor 29 tahun 2014 tentang tata cara permohonan dan penerbitan izin operasional serta evaluasi lembaga manajemen kolektif yang berbunyi bahwa tugas LMK Nasional pencipta dan LMK Nasional Hak Terkait memiliki tugas melakukan mediasi atas sengketa Hak Cipta dan Hak Terkait.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

ANALISIS KASUS HAK CIPTA lagu

ANALISIS KASUS HAK CIPTA lagu

Secara bertahap, TPI mulai memanjangkan durasi tayangnya. Hingga pada akhir 1991, TPI sudah mengudara selama 8 jam sehari. Sejak awal, kinerja keuangan yang sebagian sahamnya dimiliki oleh PT Cipta Lamtoro Gung Persada ini memang buruk. Termasuk ketika memutuskan keluar dari naungan TVRI dan menjadi stasiun televisi dangdut pada pertengangan 1990-an. Puncaknya, pada 2002 posisi utang TPI sudah mencapai Rp 1,634 triliun. Mbak Tutut pun kelimpungan. Ancaman pailit pun terjadi.

16 Baca lebih lajut

PERAN KARYA CIPTA INDONESIA DALAM PERLINDUNGAN HAK CIPTA LAGU YANG DIGUNAKAN SECARA KOMERSIAL  Peran Karya Cipta Indonesia Dalam Perlindungan Hak Cipta Lagu Yang Digunakan Secara Komersial(Studi Perlindungan Hukum Terhadap Lagu).

PERAN KARYA CIPTA INDONESIA DALAM PERLINDUNGAN HAK CIPTA LAGU YANG DIGUNAKAN SECARA KOMERSIAL Peran Karya Cipta Indonesia Dalam Perlindungan Hak Cipta Lagu Yang Digunakan Secara Komersial(Studi Perlindungan Hukum Terhadap Lagu).

Segala puji syukur, penulis panjatkan kehadirat Allah yang telah melimpahkan rahmat, taufiq dan hidayahnya, Sehingga skripsi dengan judul “ PERAN KARYA CIPTA INDONESIA DALAM PERLINDUNGAN HAK CIPTA LAGU YANG DIGUNAKAN SECARA KOMERSIAL ” dapat selesai dengan baik sebagai salah satu syarat untuk mendapatkan gelar sarjana pada Fakultas Universitas Muhammadiyah Surakarta. Salam serta shalawat selalu tercurahkan kepada Uswatun Khasanah Rasullah serta umatnya berpegang teguh di dalam agama-Nya.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Perlindungan Hukum Hak Cipta Terhadap Karya Cipta Lagu dan Musik Dalam Bentuk Ringtone Pada Telepon Seluler

Perlindungan Hukum Hak Cipta Terhadap Karya Cipta Lagu dan Musik Dalam Bentuk Ringtone Pada Telepon Seluler

Mochtar Kusumaatmadja dalam teorinya yaitu teori hukum dalam pembangunan menyebutkan bahwa salah satunya hukum itu tidak boleh menghambat modernisasi, maksudnya bahwa hukum itu berorientasi ke masa depan dan menciptakan manusia modern yang ukurannya adalah rasional, jujur, tepat waktu, efisien, status timbul (tidak gengsi). Perlindungan hak cipta lagu belum begitu lama dibandingkan dengan usia budaya lagu atau musik itu sendiri. Perkembangan pengaturan perlindungan karya cipta lagu di Indonesia pada tahun 1912, yaitu pada saat diundangkannya Auteurswet (Wet van 23 September 1912, Staatsblaad 1912 Nomor 600), yang mulai berlaku 23 September 1912. Setelah Indonesia Merdeka, ketentuan Auteurswet 1912 dirasakan sangat ketinggalan jaman karena dalam praktiknya banyak merugikan kepentingan pihak-pihak yang hidupnya bergantung di bidang hak cipta lagu, kurang mendorong penciptaan dan penyebarluasan dari karya intelektual, sehingga kurang mendorong meningkatkan
Baca lebih lanjut

108 Baca lebih lajut

Sertifikasi Lisensi Hak Cipta Musik Dan Lagu  Radio Siaran Swasta Nasional Oleh Yayasan Karya Cipta Indonesia (Suatu Penelitian di Kota Medan)

Sertifikasi Lisensi Hak Cipta Musik Dan Lagu Radio Siaran Swasta Nasional Oleh Yayasan Karya Cipta Indonesia (Suatu Penelitian di Kota Medan)

Untuk membahas permasalahan tersebut, maka penelitian yang dilakukan bersifat deskriptif analitis, artinya penelitian ini merupakan penelitian yang berupaya untuk menggambarkan, menjelaskan serta menganalisa peraturan-peraturan yang berhubungan dengan Hak Cipta dan kemudian akan membandingkan dengan praktek pelaksanaan sertifikasi lisensi pengumuman Hak Cipta musik dan lagu pada Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia oleh Yayasan Karya Cipta Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan hukum normatif yang didukung oleh wawancara dan informan, karena merupakan penelitian hukum doktrinal yang disebut juga penelitian kepustakaan atau studi dokumen yang dilakukan atau ditujukan hanya pada peraturan-peraturan hukum yang tertulis atau bahan hukum yang lain berupa dokumen-dokumen dan berbagai teori, serta kemudian dihubungkan dengan prilaku yang hidup dan berkembang di tengah masyarakat.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PERLINDUNGAN HUKUM HAK CIPTA ATAS KARYA MUSIK DAN LAGU YANG DIGUNAKAN UNTUK KEPENTINGAN KOMERSIAL (Studi pada TVRI Semarang) - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

PERLINDUNGAN HUKUM HAK CIPTA ATAS KARYA MUSIK DAN LAGU YANG DIGUNAKAN UNTUK KEPENTINGAN KOMERSIAL (Studi pada TVRI Semarang) - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Permasalahan dalam tesis ini adalah Bagaimanakah mekanisme pemungutan royalti lagu atau musik untuk kepentingan komersial. Bagaimanakah implementasi pemungutan royalti lagu atau musik untuk kepentingan komersial khususnya pada Stasiun Televisi Republik Indonesia (TVRI) Semarang . Bagaimanakah perlindungan hukum tentang hak cipta karya musik dan lagu di Stasiun Televisi Republik Indonesia (TVRI) Semarang.

2 Baca lebih lajut

Produk Hukum | Jaringan Dokumentasi Informasi Hukum UU No.19 TH 2002

Produk Hukum | Jaringan Dokumentasi Informasi Hukum UU No.19 TH 2002

Ketentuan ini menegaskan bahwa tanggal 1 Januari sebagai dasar perhitungan jangka waktu perlindungan Hak Cipta, dimaksudkan semata-mata untuk memudahkan perhitungan berakhirnya jangka perlindungan. Titik tolaknya adalah tanggal 1 Januari tahun berikutnya setelah Ciptaan tersebut diumumkan, diketahui oleh umum, diterbitkan atau Penciptanya meninggal dunia. Cara perhitungan seperti itu tetap tidak mengurangi prinsip perhitungan jangka waktu perlindungan yang didasarkan pada saat dihasilkannya suatu Ciptaan apabila tanggal tersebut diketahui secara jelas.

Baca lebih lajut

PERLINDUNGAN HAK CIPTA ATAS  KARYA MUSIK   Perlindungan Hak Cipta Atas Karya Musik (Studi Tentang Perlindungan Hukum Terhadap Pencipta Lagu).

PERLINDUNGAN HAK CIPTA ATAS KARYA MUSIK Perlindungan Hak Cipta Atas Karya Musik (Studi Tentang Perlindungan Hukum Terhadap Pencipta Lagu).

5 (2) Data Sekunder: data sekunder diperoleh dengan cara mempelajari dan menganalisa bahan hukum yaitu: (a) Bahan hukum primer yaitu bahan-bahan hukum yang mengikat dari KUH Perdata dan UU No. 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta; (b) Bahan hukum sekunder yaitu bahan-bahan yang mendukung dengan bahan-bahan hukum primer yang dapat menunjang penulisan skripsi ini misalnya buku-buku literatur, makalah atau karya tulis yang membahas tentang Hak Cipta atas lagu; (c) Bahan hukum tersier yaitu bahan-bahan hukum yang mendukung petunjuk maupun penjelasan terhadap bahan hukum primer dan sekunder diantaranya, media, kamus, internet dan lain sebagainya; Kelima, Metode Pengumpulan Data: (1) Studi Kepustakaan diperoleh dengan mengumpulkan data yang dilakukan melalui Peraturan Perundang-Undangan serta data tertulis dari buku-buku yang berkaitan baik secara langsung maupun tidak langsung dengan obyek yang diteliti; 8 (2) Penelitian Lapangan diperoleh dari hasil penelitian secara langsung pada obyek penelitian adalah dengan cara wawancara. Wawancara adalah proses komunikasi atau interaksi untuk mengumpulkan informasi dengan cara tanya jawab antara peneliti dengan informan atau subjek penelitian; 9 Keenam, Teknik Analisis Data menggunakan model analisis interaktif, yaitu data yang dikumpulkan akan dianalisa melalui tiga tahap, yaitu mereduksi data, menyajikan data dan menarik kesimpulan. 10
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Perlindungan Hak Cipta Terhadap Hasil Karya Lagu atau Musik Menurut UU No 28 tahun 2014 Tentang Hak Cipta (Studi pada Beberapa Band di Kota Medan)

Perlindungan Hak Cipta Terhadap Hasil Karya Lagu atau Musik Menurut UU No 28 tahun 2014 Tentang Hak Cipta (Studi pada Beberapa Band di Kota Medan)

Seni merupakan bagian dari kehidupan manusia yang perlindungan nya termasuk dalam aturan Hak Kekayaan Intelektual. Hak Cipta merupakan salah satu bagian dari kekayaan intelektual dan merupakan perangkat hukum yang memberikan perlindungan termasuk bagi karya musik atau lagu serta memberikan pengaturan bagi penggunaanya. Perlindungan terhadap hak cipta diatur dalam UU NO. 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta. Dalam suatu karya cipta melekat dua hak, yaitu hak ekonomi yaitu hak eksklusif yang di berikan kepada pencipta untuk memperoleh manfaat ekonomi dari karya ciptaannya dan hak moral adalah hak pengakuan terhadap hasil karya ciptaanya yang bersifat abadi. Industri musik atau lagu saat ini mengalami perkembangan yang sangat pesat dan menjadi komoditi industri yang bernilai tinggi. Hal ini yang menyebabkan banyaknya terjadi pelanggaran di bidang lagu atau musik. Skripsi yang berjudul “Perlindungan Hak Cipta Terhadap Hasil Karya Lagu atau Musik Menurut UU No 28 Tahun 2014 Tentang Hak Cipta (Studi pada Beberapa Band di Kota Medan)” ini mengangkat tentang bentuk pelanggaran terhadap hak cipta di bidang lagu atau musik, perlindungan hukum terhadap hak ekonomi pencipta lagu dan pemegang hak terkait dan upaya hukum yang dapat dilakukan oleh pencipta lagu dan pemegang hak terkait terhadap pelanggaran hak cipta.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Perlindungan Hak Cipta Terhadap Hasil Karya Lagu atau Musik Menurut UU No 28 tahun 2014 Tentang Hak Cipta (Studi pada Beberapa Band di Kota Medan)

Perlindungan Hak Cipta Terhadap Hasil Karya Lagu atau Musik Menurut UU No 28 tahun 2014 Tentang Hak Cipta (Studi pada Beberapa Band di Kota Medan)

Skripsi ini membahas tentang penerapan perlindungan hak cipta terhadap hasik karya lagu atau musik sesuai dengan ketentuan UU NO.28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta yang ada di Indonesia khususnya di Kota Medan. Semoga skripsi ini berguna dan bermanfaat bagi penyusun khususnya dan bagi masyarakat yang berkepentingan pada umumnya.

Baca lebih lajut

Perlindungan Hak Cipta Terhadap Hasil Karya Lagu atau Musik Menurut UU No 28 tahun 2014 Tentang Hak Cipta (Studi pada Beberapa Band di Kota Medan)

Perlindungan Hak Cipta Terhadap Hasil Karya Lagu atau Musik Menurut UU No 28 tahun 2014 Tentang Hak Cipta (Studi pada Beberapa Band di Kota Medan)

Sehubungan dengan penyelesaian tugas akhir atau skripsi yang sedang saya lakukan di Fakultas Hukum USU, maka saya melakukan penelitian dengan judul Perlindungan Hak Cipta Terhadap Hasil Karya Lagu atau Musik Menurut UU NO. 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta yang saya tujukan khususnya bagi Band- Band dan pencipta lagu di Kota Medan

Baca lebih lajut

PERLINDUNGAN HAK CIPTA ATAS  KARYA MUSIK   Perlindungan Hak Cipta Atas Karya Musik (Studi Tentang Perlindungan Hukum Terhadap Pencipta Lagu).

PERLINDUNGAN HAK CIPTA ATAS KARYA MUSIK Perlindungan Hak Cipta Atas Karya Musik (Studi Tentang Perlindungan Hukum Terhadap Pencipta Lagu).

Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptif dengan pendekatan yuridis empiris. Tempat yang digunakan untuk penelitian adalah kediaman pencipta lagu di Surakarta dan Yayasan Karya Cipta Indonesia kantor wilayah Jawa Tengah dan D. I. Yogyakarta di Semarang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pelanggaran hak cipta lagu, bentuk-bentuk perlindungan hukum bagi pencipta lagu, usaha-usaha yang dilakukan oleh Pencipta lagu agar hasil karyanya dapat dilindungi secara hukum, model perlindungan bagi pencipta lagu untuk ke depannya. Berdasarkan hasil penelitian dapat diperoleh kesimpulan gambaran pelanggaran hak cipta di Indonesia itu sangat mengerikan dan luar biasa salah satunya di Kota Surakarta. Banyak pelanggar atau orang-orang yang menjual barang-barang bajakan secara terang- terangan di beberapa pinggir Jalan Raya Kota Surakarta dengan memanfaatkan perlindungan dari oknum aparat. Bentuk-bentuk perlindungan hukum bagi pencipta lagu, berupa: perlindungan hukum dengan cara prefentif yaitu dengan cara melakukan pencegahan melalui mekanisme pendaftaran ciptaan dan perjanjian lisensi dan perlindungan hukum dengan cara represif yaitu dengan cara melakukan tuntutan melalui lembaga Peradilan. Usaha-usaha yang dilakukan oleh pencipta lagu agar hasil karyanya dapat dilindungi secara hukum selain dengan pendaftaran hak cipta, pencipta lagu melakukan perjanjian lisensi dengan produser musik maupun Lembaga Manajemen Kolektif sehingga karya pencipta lagu itu sudah memperoleh perlindungan hukum dengan terwujudnya Hak Eklusifnya pencipta lagu. Model perlindungan bagi pencipta lagu untuk ke depannya yaitu Pemerintah harus menyerdehanakan Lembaga Manajement Kolektif yang ada di Indonesia menjadi satu lembaga yang di dalamnya terdapat unsur pencipta lagu dan produser rekaman yang keberadaannya diakui oleh Negara, pemerintah ke depannya harus membuka kantor perwakilan pendaftaran Hak Cipta atau Sub Kantor Wilayah Ditjen HKI di daerah, Pemerintah melalui aparatur penegak hukumnya harus lebih gencar lagi dalam mengatasi pelanggaran Hak Cipta khususnya pembajakan dengan menangkap pengedar besar, Pemerintah harus sering mensosialisasikan Undang-undang Hak Cipta kepada masyarakat baik melalui melalui media cetak, media elektronik, diskusi atau ceramah di tingkat bangku sekolah dasar hingga perguruan tinggi.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

NASKAH PUBLIKASI SKRIPSIPERLINDUNGAN HUKUM HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL PENCIPTA  Perlindungan Hukum Hak Kekayaan Intelektual Pencipta Lagu Terhadap Provider Website Download Lagu Gratis Melalui Internet.

NASKAH PUBLIKASI SKRIPSIPERLINDUNGAN HUKUM HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL PENCIPTA Perlindungan Hukum Hak Kekayaan Intelektual Pencipta Lagu Terhadap Provider Website Download Lagu Gratis Melalui Internet.

Undang-undang Merek memberikan ancaman pidana kepada setiap orang yang menggunakan Merek yang sama pada keseluruhannya ataupun yang sama pada pokoknya. Kedua bentuk perbuatan ini diklasifikasikan sebagai kejahatan. Atas permintaan pemilik atau pemegang hak atas Merek atau Hak Cipta, ketua Pengadilan Negeri setemat dapat mengeluarkan perintah tertulis kepada Bea dan Cukai untuk menangguhkan sementara waktu pengeluaran barang impor atau ekspor dari kawasan Pabean yang berdasarkan bukti yang cukup, diduga merupakan hasil perlanggaran Merek dan Hak Cipta yang dilindungi di Indonesia. Penangguhan pengeluaran barang dilaksanakan untuk jangka waktu paling lama sepuluh (10) hari kerja.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...